Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Optimalisasi Penyuluhan. Pemeriksaan. Pengobatan Penderita Hipertensi Sebagai Penyakit Utama Lansia Di Desa Sementara. Kecamatan Pantai Cermin Serdang Bedagai Wan Muhammad Ismail. Nondang Purnama Siregar. Saadatur rizqillah pasaribu Muhammad Akthar Ridhotullah . Gethrain Sri Yuliani Br Sitepu. Sartika ,Susani. Vanissa Azzhura. Mohd. Raudhi Dahlan Lubis. Rizky Maulana Fitrah . Alya Nuraini Nasution. Cut Rifka A. Nabila Eka M Fakultas Kedokteran. Universitas Islam Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: dr. eenk835@gmail. ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit yang diderita satu milyar orang di dunia ,diantaranya 2/3 penderita Hipertensi yang berada di negara berkembang. Hipertensi ini sering terjadi pada orang dewasa tetapi lebih rentan terkena Tekanan darah bila tinggi terus menerus dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, ginjal, jantung, dan sirkulasi atau bahkan kematian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberi penyuluhan pendidikan terhadapa 25 orang masyarakat desa sementara Pantai Cermin Serdang Bedagai tentang pencegahan, deteksi dini dan pengobatan Hipertensi yang menjadi penyakit utama Lansia. Dari hasil pengabdian ini masyarakat desa Sementara yang mengalami paling banyak Hipertensi ringan sebesar 48 % dan banyak mengkonsumsi garam dan lemak berlebihan sebanyak 52 %, masyarakat mengalami Berat badan berlebihan Obesitas II sebesar 44 %, berusia lansia sebesar 40 %, berjenis kelamin perempuan sebesar 84 %, tidak memiliki riwayat hipertensi pada keluarganya sebesar 68 dengan status tingkat pendidikan SD/MI sebesar 64 %. Nilai pretest <70 sebanyak 15 orang. %), nilai posttest <70 sebanyak 10 orang . %) kemudian Nilai pre test>70 sebanyak 1 orang . %) dan nilai post test >70 sebanyak 24 orang . %). Terjadi peningkatan nilai pengetahuan pendidikan kesehatan mengenai Hipertensi setelah dilakukannya penyuluhan dan diskusi Kata kunci: Hipertensi, penyuluhan, lansia ABSTRACT Hypertension is a disease suffered by one billion people in the world, including 2/3 of Hypertension sufferers who are in developing countries. This hypertension often occurs in adults but is more susceptible to Blood pressure if it is continuously high can cause damage to blood vessels, kidneys, heart, and circulation or even death This community service activity aims to provide education to 25 temporary village residents of Pantai Cermin Serdang Bedagai about prevention, early detection and treatment of Hypertension which is the main disease of the elderly. From the results of this service, the temporary village community who experienced the most mild Hypertension was 48% and consumed a lot of salt and excessive fat as much as 52%, the community experienced Obesity II excess weight by 44%, elderly age by 40%, female gender by 84%, had no history of hypertension in their families by 68%. the status of elementary school/MI education level of 64%. Pretest score <70 as many as 10 people . %), pretest score >70 as many as 15 people . %) then Post test score <70 as many as 1 person . %) and post test score >70 as many as 24 people . %). There was an increase in the value of health education knowledge about Hypertension after the counseling was carried out Key word: Hypertension. Counseling. Elderly Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Hipertensi merupakan penyakit yang diderita satu milyar orang di dunia ,diantaranya 2/3 penderita Hipertensi yang berada di negara berkembang. Menurut data sample registration system (SRS) pada tahun 2014 di Indonesia. Hipertensi dengan komplikasi sebanyak . ,3%), yaitu penyebab kematian No. di dunia. Data WHO pada tahun 2018, angka prevalensi hipertensi di dunia terdapat sekitar 972 juta orang atau 26,4%, angka ini diprediksi mengalami peningkatan yaitu 29,2% pada tahun 2021 (Yonata. , 2. Hipertensi merupakan penyakit yang sangat dominan di Desa Sementara. Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah berada di atas normal. Hipertensi dikenal juga dengan penyakit tekanan darah tinggi. Secara umum. Hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri yang menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Tekanan darah normal bagi orang dewasa adalah 120/80 mmHg. Tekanan merupakan faktor yang berperan penting dalam sirkulasi tubuh. Naik atau mempengaruhi keseimbangan di dalam (Yonata et al. , 2. Vol. 9 No. Mei 2025 mengandung tinggi lemak hewani, kurangnya konsumsi serat dan tingginya konsumsi natrium. METODE PELAKSANAAN Tahapan PkM Koordinasi dengan kepala desa dan perangkat yang lain puskesmas pembantu di desa sementara untuk mencari masalah kesehatan terbesar dan perencanaan jenis kegiatan lokasi dan waktu untuk pengabdian Menyiapkan administrasi surat untuk permohonan dari Fak Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara masyarakat serta berpartisipasi dalam menyiapkan tempat dan prosesi penyebaran undangan dan Menyiapkan materi dan alat bahan untuk penyuluhan pemeriksaan dan pengobatan gratis bekerjasama dengan puskesmas setempat Melaksanakan masyarakat kepada 25 peserta yang terdiri dari kegiatan penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab, penilaian pretest dan post test setelah penyuluhan dari lembaran quisoner Penyebaran leaflet , pemeriksan tekanan darah dan laboratorium sederhana, senam lansia dan pengobatan gratis terhadap penyakit Hipertensi di Balai pertemuan Balai desa Sementara Kec pantai Cermin selama 1 hari dari jam 8. wib bersamaan dalam kegiatan KKN Tematik 2024 FK UISU Setelah Pengabdian Kepada Masyarakat laporan akhir. Setelah laporan akhir selesai maka pengabdian Masyarakat Hipertensi ini sering terjadi pada orang dewasa tetapi lebih rentan terkena Hipertensi adalah lansia dimana pembuluh darah arteri mengalami penurunan elastisitas atau kekakuan, sehingga respon pembuluh darah ini menyebabkan tekanan darah meningkat. Tekanan darah bila tinggi terus menerus pembuluh darah, ginjal, jantung, dan sirkulasi atau bahkan kematian. Kejadian Hipertensi dipengaruhi oleh banyak Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) HASIL PELAKSANAAN Dari hasil data yang didapatkan saat pelaksanaan program cek Kesehatan yaitu pengukuran tekanan darah pada lansia yang bekerja sama dengan program Posyandu lansia Puskesmas Pantai Cermin didapati data Hipertensi masyarakat Desa Sementara, yaitu sebagai berikut: TEKANAN DARAH Dari hasil pengecekan tekanan darah didapatkan bahwa banyak masyarakat desa Sementara yang mengalami paling banyak Hipertensi ringan sebesar 48 % dan paling sedikit mengalami hipertensi Berat sebesar 8% Konsumsi Garam dan lemak Banyak Gambar 2. Presentase Masyarakat Desa Sementara Yang Mengosumsi Garam lemak Berlebih Normal tinggi . Ae 139 mmHg 85 Ae 89 mmH. Tidak Tekanan Darah Vol. 9 No. Mei 2025 Dari hasil wawancara masyarakat desa sementara banyak mengkonsumsi garam dan lemak berlebihan sebanyak 52 % i. Hipertensi 159 mmHg IMT (INDEKS TUBUH) IMT Hipertensi sedang . 179 mmHg mmH. Gambar 1. Presentase Hasil Tekanan Darah Desa Sementara II. KONSUMSI LEMAK GARAM MASSA Underweigh t (<18,. Ideal . ,522,. Overweight -24,. Obesitas I . -29,. Obesitas II (> . Gambar 3. Presentase Masyarakat Desa Sementara Berdasarkan IMT DAN Dari hasil data yang didapat pada saat kegiatan pemeriksaan Kesehatan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pada Lansia di balai desa Sementara IMT (Indeks Massa Tubu. didapati paling banyak masyarakat mengalami Berat badan berlebihan Obesitas II sebesar 44 % dan paling sedikit dengan Berat Badan Underweight sebesar 4 % IV. Vol. 9 No. Mei 2025 JENIS KELAMIN Jenis kelamin Laki Laki USIA Perempu USIA Usia Pertengahan/ Middle Age . -54 Tahu. Lansia/elderly . Ae65 Tahu. Lansia muda/young old . Ae74 Tahu. Lansia tua/old . Ae90 tahu. Gambar 5. Presentase masyarakat Desa Sementara berdasarkan Jenis Dari hasil wawancara dengan masyarakat Desa Sementara di dapatkan bahwa banyak penderita Hipertensi dialami pada jenis kelamin perempuan sebesar 84 % VI. RIWAYAT HIPERTENSI DALAM KELUARGA Hipertensi Dengan Riwayat Keluarga Gambar 4. Presentase Masyarakat Desa Sementara Berdasarkan Usia Dari hasil wawancara dengan masyarakat Desa Sementara di dapatkan bahwa Hipertensi lebih banyak terjadi pada masyarakat setempat yang berusia lansia sebesar 40 % dan yang paling sedikit lansia muda sebesar 8 % Memiliki Riwayat Keluarga Tidak Memiliki Riwayat Keluarga Gambar 6. Presentase Hipertensi Dengan Riwayat Keluarga Dari hasil wawancara masyarakat Desa Sementara pada saat penyuluhan posyandu lansia bahwa beberapa masyarakat yang terkena hipertensi tidak Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 memiliki riwayat hipertensi pada keluarganya sebesar 68 % memiliki riwayat hipertensi 32 % VII. TINGKAT PENDIDIKAN Tingkat Pendidikan SD/MI SLTP SLTA SARJANA Gambar 7. Presentase Tingkat Pendidikan Desa Sementara Dari hasil wawancara masyarakat Desa Sementara pada saat penyuluhan posyandu lansia bahwa masyarakat yang terkena hipertensi banyak dengan status tingkat pendidikan SD/MI sebesar 64 % dan yang paling sedikit pendidikan tingkat sarjana 8 % Vi. NILAI PRETEST DAN POST TEST PENYULUHAN HIPERTENSI Nilai Pre Test Persen Post Test Persen <70 >70 Gambar 8. Kegiatan penyuluhan, pemeriksaan dan pengobatan Penyakit Hipertensi dan pembagian leaf let Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, yaitu dengan melakukan pengecekan kesehatan dan penyuluhan. Terdapat 3 faktor utama yang merupakan inti dari penyebab Hipertensi di Desa Sementara, yaitu : Faktor Individu Sebagai Penyebab Masalah Kesehatan 1 Faktor Resiko Yang Dapat Diubah Konsumsi garam dan lemak berlebih Konsumsi garam atau banyaknya kandungan natrium dalam makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat merupakan salah satu penyebab Hipertensi. Natrium yang diserap ke dalam pembuluh darah yang berasal dari konsumsi garam yang tinggi mengakibatkan adanya retensi air, sehingga volume darah meningkat. Hal ini yang mengakibatkan naiknya tekanan darah. Asupan natrium yang tinggi akan menyebabkan pengeluaran berlebihan dari hormon natriouretik yang secara tidak langsung akan meningkatkan tekanan darah. Dari hasil wawancara masyarakat Desa Sementara pada saat penyuluhan posyandu lansia bahwa beberapa masyarakat yang terkena hipertensi sering mengonsumsi makanan hasil laut seperti ikan asin , kerang, kepiting, cumi dan udang dan gorengan dan santan yang mengandung kadar garam dan lemak yang tinggi sehingga masyarakat Desa Sementara mengalami Hipertensi. Lemak jika dikonsumsi berlebihan bisa mengakibatkan penyempitan pada pembuluh darah, sehingga memicu peningkatan tahanan perifer pembuluh darah mengakibatkan tekanan darah (Legi 2. Penelitian lain didapatkan hampir semua dalam Vol. 9 No. Mei 2025 persentasenya tidak baik, dimana untuk konsumsi lemak jenuh (SFA) paling banyak minyak kelapa sawit dan santan sehingga untuk secara statistik dapat meningkatkan risiko 4,8 kali terjadi hipertensi (Ramadhini 2. Berat Badan Berlebih Obesitas dapat mengakibatkan terjadinya hipertensi dari berbagai mekanisme yakni secara langsung ataupun secara tidak langsung. Secara langsung obesitas dapat mengakibatkan meningkatnya cardiac output. Hal ini dikarenakan makin besarnya massa tubuh maka makin banyak pula jumlah darah yang beredar untuk bekerja menyuplai makanan dan oksigen ke jaringan tubuh dan hal ini yang menyebabkan curah jantung meningkat, hiperinsulinemia atau resistensi insulin, meningkatnya aktivitas sistem saraf disregulasi salt regulating hormone. Dengan meningkatnya insulin dalam darah ini lah yang mengakibatkan retensi natrium pada ginjal dan tekanan darah akan naik (Tiara,2. 2 Faktor Resiko Yang Tidak Dapat Diubah Pengaruh Usia (LANSIA) Peneliti semakin bertambahnya usia maka system kardiovaskular pada tubuh akan mengalami penurunan yang akan berakibat pada tingkat kejadian hipertensi yang juga akan meningkat ( Tindangen et al. , 2. menyatakan bahwa usia merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi ini disebabkan perubahan alamiah dalam tubuh pada jantung, pembuluh Usia berhubungan dengan disfungsi endotelial dan meningkatnya kekakuan arteri pada hipertensi. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) khususnya hipertensi sistolik pada usia dewasa tua (Ekarini et al. , 2. Patofisiologi penuaan ini, termasuk stres oksidatif, resistensi terhadap stresor molekuler, peradangan kronis tingkat rendah, perubahan epigenetik, homeostasis protein . , kelelahanstem cell, dan perubahan komunikasi antar sel dalam sistem mikrovaskular dan makro-vaskular (Ungvari, et al. Dari hasil wawancara dengan masyarakat Desa Sementara di dapatkan bahwa Hipertensi lebih banyak terjadi pada masyarakat setempat yang berusia lanjut usia . Jenis Kelamin Peneliti menganalisis bahwa jenis kelamin merupakan salah satu faktor tekanan darah yang menyebabkan hipertensi, hal ini dikarenakan pada perempuan yang telah menopause mengalami penurunan kadar esterogen. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Podungge . yang menyatakan bahwa perempuan yang belum menopause dilindungi oleh hormone esterogen yang berperan dalam meningatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL). Kadar kolesterol HDL yang tinggi merupakan faktor pelindung dalam mencegah terjadinya proses aterosklerosis (Riyadina, 2019 dalam Podungge, 2. Vol. 9 No. Mei 2025 gen . olygenic hypertentio. Hipertensi poligenik disebabkan oleh gen major dan banyak gen minor. Hipertensi cenderung merupakan penyakit keturunan. Adanya faktor genetik pada keluarga tertentu akan menyebabkan keluarga itu mempunyai risiko menderita hipertensi. (Angesti 2. Hal ini berhubungan dengan peningkatan kadar sodium intraseluler dan rendahnya rasio antara potasium terhadap sodium Individu dengan orang tua dengan Hipertensi mempunyai risiko dua kali lebih besar untuk menderita Hipertensi dari pada orang yang tidak mempunyai keluarga dengan riwayat Hipertensi merupakan salah satu gangguan gangguan genetik yang bersifat kompleks. Hipertensi esensial biasanya terkait dengan gen dan faktor genetik dimana banyak gen yang turut berperan pada perkembangan gangguan (LO Elsi 2. Dari hasil wawancara masyarakat Desa Sementara pada saat penyuluhan posyandu lansia bahwa beberapa masyarakat yang terkena hipertensi berasal dari riwayat keluarga yang terkena Hipertensi yang cukup banyak Selain itu dalam observasi dan analisa terhadap beberapa keluarga yang Hipertensi mengenal tanda dan gejala didalam keluarganya yang telah menderita penanganan dan pengobatan , telah mengalami komplikasi, kurang nya menjalankan pola hidup sehat dan makanan yang aman dikonsumsi pada pasien hipertensi, kemudian kurangnya dukungan keluarga dalam mengawasi, mendampingi penderita hipertensi untuk cek kesehatan berkala dan mendapatkan obat kronis serta memantau kepatuhan minum obat. Hal ini disebabkan adalah kurangnya pengetahuan pendidikan kesibukan dalam bekerja dan Faktor Keluarga Penyebab Masalah Kesehatan Faktor genetik yang berperan pada kejadian hipertensi yaitu dominan pada hipertensi yang dipengaruhi oleh banyak Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang terbatas Faktor Komunitas / Masyarakat Masalah Kesehatan Dari data yang didapat bahwa tingkat pendidikan masyarakat Desa Sementara yang rendah dan kurangnya pengetahuan serta kepedulian tentang penyakit Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hipertensi diantaranya adalah pengetahuan, tingkat pendidikan, dan dukungan social. Kebiasaan masyarakat yang sering mengonsumsi asupan garam dan natrium yang tinggi dan lemak serta terbatasnya fasilitas serta tenaga kesehatan dan ridak bergaya hidup sehat Dari hasil data yang diperoleh bahwa tingkat pendidikan di Desa Sementara setiap dusunnya sangatlah rendah, kebanyakan masyarakat di desa tersebut menjalani jenjang Pendidikan paling tinggi yaitu SD (Sekolah Dasa. Dimana ini menjadi salah satu faktor dari tingkat pengetahuan masyarakat yang sangat rendah mengenai kesehatan khususnya pendidikan kesehatan yang dapat merubah pengetahuan dan perilaku hidup sehat dimasyarakat Tujuan menurut Effendy . sebagai berikut: Tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku hidup sehat dan lingkungan sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental dan sosial sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian. Menurut WHO tujuan penyuluhan kesehatan adalah untuk merubah perilaku perseorangan dan atau Vol. 9 No. Mei 2025 masyarakat dalam bidang kesehatan (Effendy, 1. KESIMPULAN Terjadi peningkatan pengetahuan tentang penyakit Hipertensi setelah penyuluhan dan diskusi. Kegiatan Pengabdian Mayarakat ini dilakukan menambah pengetahuan ,mendeteksi, meningkatkan gaya hidup sehat pada masyarakat dengan sasaran penyuluhan khususnya para lansia di Desa Sementara pantai Cermin Kab Serdang Bedagai terhadap penyakit Hipertensi yang menjadi Penyakit utama dan sebagai bentuk usaha promotive dan preventif yang dapat menurunkan angka kecacatan dan kesakitan masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut REFERENSI