AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Evaluasi Kinerja Sambungan Siar Muai Tipe Strip Seal Pada Jembatan Baja Callender Hamilton * Rusandi Noor1. Elysa Agustilia2 *Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Kota Samarinda rn903@umkt. id1, 2211102443085@umkt. Abstract Expansion joints of the strip seal type are essential structural components in modular steel truss bridges, functioning to accommodate movements caused by thermal expansion, structural deformation, and repeated traffic loading. Over time, these components are significantly affected by cumulative material degradation mechanisms, making fatigue evaluation necessary to ensure their reliability. This study presents a comprehensive assessment of the fatigue performance of strip seal joints by implementing the Constant Amplitude Load Factor (CALF) approach, a correction factor that converts variable traffic load spectra into equivalent constant-amplitude cyclic loading. The research methodology includes mapping traffic loads into Equivalent Single Axle Load (ESAL) units and axle load spectra, calculating CALF values based on the PalmgrenAeMiner cumulative damage theory, and applying SAeN . tressAelif. curves for steel and elastomer materials, each having different fatigue In addition, a damage contribution distribution analysis for each load class is conducted to determine the componentAos sensitivity to variations in heavy traffic intensity. The results indicate that strip seal expansion joints exhibit satisfactory fatigue resistance under normal traffic loading conditions. however, an increased proportion of heavy axles significantly accelerates damage accumulation and shortens the designed service life. Therefore, this study emphasizes the importance of considering actual load spectra through the application of the CALF concept during the planning stage, supported by quality control in installation details and construction procedures to prevent potential failures in strip seal expansion joints. Keywords: Expansion Joint. Strip Seal. Fatigue Analysis. Constant Amplitude Load Factor (CALF). Equivalent Single Axle Load (ESAL) Abstrak Sambungan siar muai tipe strip seal merupakan komponen struktural penting pada jembatan rangka baja modular yang berfungsi mengakomodasi pergerakan akibat ekspansi termal, deformasi struktural, serta pembebanan lalu lintas berulang. Dalam jangka panjang, komponen ini sangat dipengaruhi oleh mekanisme degradasi material yang bersifat kumulatif sehingga diperlukan evaluasi ketahanan fatigue untuk memastikan keandalannya. Penelitian ini menyajikan evaluasi komprehensif terhadap kinerja fatigue sambungan strip seal dengan mengimplementasikan pendekatan Constant Amplitude Load Factor (CALF), yaitu faktor koreksi yang mengonversi spektrum beban lalu lintas variabel menjadi pembebanan berulang dengan amplitudo konstan Metodologi penelitian meliputi pemetaan beban lalu lintas ke dalam satuan Equivalent Single Axle Load (ESAL) dan spektrum gandar, perhitungan nilai CALF berdasarkan teori kumulatif PalmgrenAeMiner, serta penerapan kurva SAeN . tressAelif. pada material baja dan elastomer dengan eksponen fatigue yang berbeda. Selain itu, dilakukan analisis distribusi kontribusi kerusakan per kelas pembebanan untuk memperoleh gambaran sensitivitas komponen terhadap variasi intensitas lalu lintas berat. Hasil analisis menunjukkan bahwa sambungan strip seal memiliki ketahanan fatigue yang memadai pada kondisi pembebanan lalu lintas normal, namun peningkatan fraksi gandar berat secara signifikan mempercepat akumulasi kerusakan dan mempersingkat umur layan desain. Oleh karena itu menekankan pentingnya mempertimbangkan spektrum beban aktual melalui penerapan konsep CALF pada tahap perencanaan, disertai pengendalian kualitas detail pemasangan dan konstruksi guna mencegah terjadinya kegagalan pada sambungan siar muai. Kata Kunci: Sambungan Siar Muai. Strip Seal. Analisis Fatigue. CALF. ESAL PENDAHULUAN Jembatan CallenderAeHamilton merupakan jembatan rangka baja modular yang dikenal karena efisiensi konstruksi dan efektivitas biaya. Sistem jembatan ini memiliki keunggulan dalam kemudahan perakitan, biaya perawatan rendah, serta fleksibilitas penggunaan di berbagai kondisi lapangan. Salah satu komponen struktur jembatan yaitu sambungan siar muai tipe strip seal, yang berfungsi mengakomodasi pergerakan ekspansi dan akibat perubahan suhu, serta getaran dan beban lalu lintas berulang. Sambungan ini memiliki kapasitas gerak sekitar 80Ae100 mm sesuai dengan standar AASHTO, serta dirancang untuk tetap kedap air, meredam kebisingan, dan memudahkan pemeliharaan rutin. Selama masa operasional, sambungan strip seal mengalami pembebanan berulang akibat lintasan kendaraan, terutama dari beban gandar truk berat. Setiap lintasan gandar menimbulkan siklus NOOR/EVALUASI A. /1386 - 1392 tegangan pada elemen baja . egangan lentur pada balok tepi dan tegangan tarik pada batang angku. serta deformasi geser berulang pada elastomer. Akumulasi siklus tegangan ini berpotensi menyebabkan kerusakan kelelahan material . atigue failur. seiring waktu. Kerusakan jembatan terjadi pada sambungan siar muai, dan umur layan aktual di lapangan sering kali lebih pendek dari umur rencana yang ditetapkan. Untuk mencapai umur rencana sambungan perlu pertimbangan terhadap spektrum beban lalu lintas aktual dalam analisis Oleh karena itu, digunakan konsep Constant Amplitude Load Factor (CALF) sebagai parameter korektif yang menghubungkan spektrum beban variabel dengan beban berulang amplitudo konstan ekuivalen dari sudut pandang kerusakan fatigue. Konsep ini memungkinkan konversi efek kerusakan kumulatif dari berbagai tingkat beban menjadi satu nilai beban ekuivalen yang merepresentasikan kerusakan fatigue setara terhadap umur layan. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan formulasi perhitungan CALF AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. berdasarkan teori PalmgrenAeMiner dan kurva SAeN . tressAelif. Dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2. misal m=5 atau m=. Pemilihan eksponen ini kerusakan yang berbeda pada elastomer akibat regangan berulang. Penerapan nilai-nilai spesifik ini memastikan bahwa analisis kelelahan sangat sensitif terhadap jenis material dan detail sambungan yang digunakan pada Jembatan Callender Hamilton HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Detail Sambungan Siar Muai Gambar 2. Sambungan Tipe Strip Seal METODOLOGI Metodologi penelitian terdiri dari empat Pemetaan Beban Lalu Lintas: Data lalu lintas harian dikonversi menjadi ESAL dan spektrum gandar fatigue m=3 untuk dan m=2 untuk elastomer. Perhitungan CALF: Faktor ini dihitung menggunakan rumus ycEycyceyce : Beban referensi 80 kN 1/yco ycEycn yco yayayaya = (Oc yceycn ( ) ) ycE ycn Penentuan Tegangan Nominal: Tegangan pada detail kritis sambungan dihitung berdasarkan hubungan linier dengan beban gandar. Analisis Sensitivitas: Pengaruh variasi spektrum beban dan parameter fatigue dievaluasi terhadap nilai CALF dan umur layan. Parameter Kelelahan (Kurva SAeN dan Eksponen . Untuk menganalisis kinerja kelelahan, kami menerapkan kurva SAeN . tress-lif. dan eksponen kelelahan . yang spesifik untuk setiap komponen : Komponen Baja (Rel Sambunga. : Kurva SAeN yang digunakan mengacu pada kategori detail AASHTO LRFD. Nilai eksponen kelelahan . yang digunakan untuk baja adalah m=3. Nilai ini dipilih karena merepresentasikan mekanisme kegagalan kelelahan pada detail las atau sambungan kritis rel baja. Komponen Elastomer (Seal Stri. : Berdasarkan literatur keandalan material polimer, nilai eksponen kelelahan . yang digunakan untuk material elastomer adalah m=3 . mumnya lebih tinggi. NOOR/EVALUASI A. /1386 - 1392 Pemetaan Beban Lalu Lintas Menjadi Besaran Ekuivalen (ESAL Dan Spektrum Sumbu Kendaraa. Mengonversi data lalu lintas harian menjadi besaran ekuivalen berupa ESAL dan spektrum beban gandar kendaraan. Pendekatan Equivalent Single Axle Load (ESAL) digunakan untuk menyetarakan berbagai jenis kendaraan terhadap satu beban gandar standar sebesar 80 kN . Konsep ESAL dikembangkan melalui AASHO Road Test dan bertujuan menilai kerusakan struktural kumulatif akibat campuran berbagai jenis kendaraan dalam periode layanan tertentu. Nilai ESAL dihitung dengan memperhitungkan perbandingan daya rusak relatif antara kendaraan aktual dan sumbu standar 80 kN. Untuk analisis fatigue jembatan baja, eksponen kerusakan yang digunakan berbeda dari perkerasan jalan. Jika pada perkerasan digunakan aturan pangkat keempat . enaikan beban dua kali lipat menimbulkan kerusakan A16 kali lipa. , maka pada baja perilaku fatigue mengikuti pangkat ketiga. Artinya, jika tegangan siklik meningkat dua kali, kerusakan bertambah sekitar 23 = 8 kali lipat. Oleh karena itu, pemetaan beban lalu lintas pada analisis fatigue jembatan menggunakan eksponen mOO3m, sesuai karakteristik material atau detail struktur yang ditinjau. Pengujian Material Plate Thick 30 mm Suhu yang digunakan pada penggujian yaitu 26oC, menggunakan mesin uji Trabel 100 Ton. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Plate Thick 30 mm Kode Sample Dimensi Luas Titik Luluh Penampang Beban Maksimum Kuat Luluh Kuat Tarik Regangan . A (Kg. (Kg. (Kgf/ mmA) (N/ mmA) (Kgf/ mmA) (N/ mmA) (%) T-1 40,17 x 1223,93 35,81 351,29 54,32 29,58 T-2 40,13 x 30,55 1225,97 37,03 54,38 30,15 Sumber : Hasil Pengujian Plate Thick 12 mm Suhu yang digunakan pada penggujian yaitu 26oC, menggunakan mesin uji United SHFM- 600 KN. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 2. Kode Sample Dimensi Luas Titik Luluh Penampang Beban Maksimum Kuat Luluh Kuat Tarik Regangan Reduksi Area A (N) (N) (Kgf/ mmA) (N/ mmA) (Kgf/ mmA) (N/ mmA) (%) (%) T-1 198,56 53,36 58,49 573,82 37,98 68,37 T-2 153,94 52,41 58,34 572,27 33,14 72,24 Tabel 2. Plate Thick 12 mm Sumber : Hasil Pengujian AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Angkur Diameter 16 mm Suhu yang digunakan pada penggujian yaitu 26oC, menggunakan mesin uji United SHFM- 600 KN. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Angkur Diameter 16 mm Kode Sample Dimensi Luas Penampang Titik Luluh Beban Maksimum A (N) (N) (Kgf/ mmA) (N/ mmA) (Kgf/ mmA) (N/ mmA) (%) (%) Kuat Luluh Kuat Tarik Regangan Reduksi Area T-1 198,56 53,36 58,49 573,82 37,98 68,37 T-2 153,94 52,41 58,34 572,27 33,14 72,24 Sumber : Hasil Pengujian Perhitungan Constant Amplitude Load Factor (CALF) Menghitung Constant Amplitude Load Factor (CALF), yaitu faktor konversi yang menyetarakan spektrum beban variabel menjadi beban berulang ekuivalen beramplitudo konstan. CALF digunakan untuk menilai tingkat kerusakan fatigue yang ditimbulkan oleh dibandingkan dengan beban konstan standar 80 kN. Secara matematis. CALF diformulasikan sebagai: 1/yco ycEycn yco yayayaya = (Oc yceycn ( ) ) ycE ycn Keterangan: : Raksi siklus . rekuensi relati. dari kelas yceycn beban ke-i : Besar beban gandar aktual ycEycn ycEycyceyce : Beban referensi 80 Kn : Eksponen fatigue material . iasanya 3 untuk baja, 2 untuk elastome. Nilai CALF > 1 menunjukkan bahwa spektrum lalu lintas aktual lebih merusak daripada pembebanan konstan 80 kN, sedangkan CALF < 1 berarti spektrum aktual relatif lebih ringan. Pendekatan CALF ini sejalan dengan metode yang digunakan dalam AASHTO LRFD, di mana spektrum truk aktual disederhanakan menjadi fatigue design truck ekuivalen dengan faktor muatan fatigue F=0. Faktor merepresentasikan akar pangkat tiga dari distribusi berat truk terhadap beban standar. Penentuan Tegangan Nominal Pada Detail Sambungan Strip Seal Tahap berikutnya adalah menentukan tegangan nominal yang timbul pada detail kritis sambungan . isalnya pada pangkal las batang angkur atau edge bea. akibat lintasan beban kendaraan. Perhitungan dilakukan dengan pendekatan elastis linier, di mana tegangan berbanding lurus dengan beban gandar. Misalnya, jika beban gandar 100 kN menghasilkan rentang tegangan nominal iE100=100 MPa, maka untuk beban 80 kN diperoleh iE80OO80 MPa. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar perhitungan rasio . cEycn / ycEycyceyc )yco dalam penentuan CALF dan perhitungan umur fatigue melalui kurva SAeN. Penggunaan Kurva S-N Material Kurva SAeN . tressAelife menggambarkan hubungan antara rentang tegangan NOOR/EVALUASI A. /1386 - 1392 E) dan jumlah siklus hingga terjadinya kegagalan (N). Persamaan umum yang digunakan adalah ycA . E)yco = ya dengan m adalah eksponen fatigue dan C adalah konstanta material. Untuk komponen baja pada sambungan strip seal, digunakan eksponen m=3 dengan tegangan ambang fatigue limit sekitar 24 MPa pada N= 108 siklus. Sedangkan untuk material elastomer neoprene, tidak terdapat fatigue limit yang jelas. Oleh karena itu, perilaku fatigue-nya diasumsikan mengikuti kurva hipotetis berkemiringan landai . , yang menunjukkan daya tahan lebih tinggi terhadap siklus berulang namun dengan degradasi bertahap seiring Analisa Sensitive Terhadap Variasi Spektrum Beban Dan Parameter Fatigue Tahap terakhir adalah melakukan analisis sensitivitas, yaitu mengevaluasi pengaruh perubahan komposisi beban lalu lintas dan parameter kurva SAeN terhadap hasil perhitungan CALF dan umur fatigue Beberapa skenario lalu lintas digunakan sebagai acuan 10% truk berat . kN) dan 90% truk standar . kN) Ie CALF OO 1. 06, 20% truk berat Ie CALF OO 1. 13, 50% truk berat Ie CALF OO 1. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan fraksi truk berat meningkatkan CALF secara non-linier. Dengan kata lain, meskipun hanya sebagian kecil kendaraan tergolong berat, kontribusinya terhadap kerusakan fatigue sangat Analisis ini juga dilakukan dengan memvariasikan nilai eksponen m . , yang menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai m, semakin sensitif struktur terhadap kehadiran beban berat, karena peningkatan tegangan kecil dapat menyebabkan lonjakan kerusakan yang besar secara eksponensial. Perhitungan Sambungan Siar Muai Rangkak merupakan regangan jangka Panjang yang tergantung pada suatu kondisi tegangan tetap. Perhitungan creep (RSNI T-12-2. yuuyaycayc = yuAycayca. yuAycayca. yc = cc. yuAyce Koefisien rangkak, cc. , bila tidak dilakukan pengukuran atau pengujian secara khusus, bisa dihitung dari rumusan yc 0. 7OoyceycaAo cc. = ( Ae = . yc ) 4700OoyceycaAo y Cu Ae = 0. OIcr = 2. = ( y 20000 y 2. OIcr = 6. 386 mm cc. = 2. Keterangan: adalah regangan elastis sesaat akibat Ae bekerjanya tegangan tetap. adalah umur rencana pembebanan . tahun yc atau 3650 har. adalah koefisien rangkak maksimum. Diasumsikan pada suatu kondisi standar. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ya yuuyaycayc ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Untuk fcAo = 30 MPa, nilai Cu= 2. 3 (RSNI T12-2. adalah Panjang bentang = 20000 mm. Adalah perubahan panjang yang mungkin terjadi akibat rangkak, . Tabel 4. Koefisien standar rangkak beton Kekuatan Koef. Rangkak 2,8 maksimum Cu Sumber : Hasil Pengujian 2,15 ycIycaycuyciycoycayco yceyca A . cAycyyc. Perhitungan pergerakan sambungan siar muai akibat susut . Perubahan panjang akibat susut beton: yuuyaycEa = Aycayc. Aycayc. yc = ( 35 t ycayc. yc Aycayc. yc = ( ) . Acs. t = 9. 588 y 10Oe5 yuuycEa = 9. 588 y 10Oe5 y 20000 yuuyaycEa = 1. Keterangan: yuuyaycEa Adalah perubahan panjang yang mungkin terjadi akibat susut, . Adalah koefisien regangan susut beton pada Aycayc. yc umur t hari. Adalah umur beton yang dirawat basah di lokasi pekerjaan, terhitung sejak 7 hari pengecoran . = 50 har. Adalah koefisien susut maksimum beton. Acs. Diasumsikan pada suatu kondisi standar, untuk fcAo =30MPa, nilai Acs. u = 0. (RSNI T-12 2. Tabel 5. Koefisien standar susut beton Kekuatan Koe Susut 0,000174 0,000170 0,000163 0,000161 0,000153 Sumber : Hasil Pengujian Perhitungan regangan dan tegangan akibat pemuaian termal gelagar baja. iLtemp = y L y iT . cNycoycaycu Oe ycNycoycnycu ) . Oe . OIT = = 6oC Oe6 iLtemp = 12 y 10 y 20000 y 6. iLtemp = 1. 440 mm Keterangan: nilai rata-rata temperatur udara tertinggi iT dan temperatur udara terendah, . C) iLtemp Perubahan panjang yang mungkin terjadi akibat perbedaan temperatur, . Koefisien muai panas, dimana untuk gelagar beton dengan nilai 10 y 10Oe6 (/A. , dan untuk gelagar baja dengan nilai 12 y 10Oe6 (/A. NOOR/EVALUASI A. /1386 - 1392 ycNycoycaycu ycNycoycnycu Temperatur rata-rata tertinggi,(AC) Temperatur rata-rata terendah,(AC) Panjang struktur yang mengalami variasi pergerakan . anjang bentan. , . Perhitungan Celah Sambungan Siar Muai . uuyaycayc yuuyaycEa yuuyatemp ) yuuyasambungan siar muai = . yuuyasambungan siar muai = yuuyasambungan siar muai = 4. 871 mm Keterangan: Pergerakan total yang harus yuuyaLsambungan siar muai di akomodasi sambungan siar muai . yuuyaycayc Pergerakan akibat rangkak, . Perhitungan CALF Dan Distribusi Beban Berdasarkan spektrum lalu lintas yang terdiri dari 40% gandar 60 kN, 40% gandar 80 kN, dan 20% gandar 100 kN, diperoleh nilai CALF untuk baja . sebesar 0,986 dan untuk elastomer . sebesar 0,968. Nilai CALF < 1 menunjukkan bahwa spektrum aktual kurang merusak dibandingkan dengan pembebanan konstan 80 kN. Namun, analisis sensitivitas terhadap peningkatan fraksi gandar berat . kN) menunjukkan bahwa CALF meningkat secara non-linier. Gambar 3. Hubungan CALF Terhadap Persentase Gandar Berat 100 kN Fraksi beban 100 kN dari 0% sampai 60%. Ditampilkan dua kurva untuk Baja . = . dan Elastomer . = . Kenaikan fraksi gandar berat 100 kN secara linier meningkatkan nilai CALF. Kurva baja . berada di atas elastomer . Ae misalnya pada 60% gandar berat. CALF baja 3,45 sedangkan elastomer 2,22 menandakan material baja lebih sensitif terhadap keberadaan beban berat . ksponen fatique lebih tinggi menyebabkan kontribusi beban berat terhadap kerusakan lebih domina. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 Gambar 4. Distribusi Kontribusi Kerusakan Fatigue Distribusi kontribusi kerusakan fatigue per kelas beban . , 80, 100 kN) untuk m = 3, dengan asumsi spektrum beban 60/80/100 kN = 40%/40%/20%. Terlihat bahwa meskipun beban 100 kN hanya 20% dari frekuensi lalu lintas, kontribusinya terhadap kerusakan mencapai 40,7% . ampir sama dengan kelas 80 kN yang 41,7% dari kerusaka. Sebaliknya, beban ringan 60 kN . % frekuens. hanya menyumbang 17,6% dari total Hal ini menegaskan bahwa beban gandar lebih berat memberikan kontribusi kerusakan fatigue yang sangat besar dibanding beban yang lebih ringan. Gambar 4 memvisualisasikan persentase kontribusi kerusakan pada sambungan strip seal dari setiap kelompok beban gandar. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban dari gandar truk berat . isalnya, gandar tandem > 20 to. menyumbang persentase kontribusi tertinggi dari total kerusakan Tingginya persentase ini secara tegas mendukung klaim sensitivitas komponen terhadap variasi dan volume lalu lintas berat, dan menunjukkan bahwa upaya pembatasan berat kendaraan harus menjadi prioritas dalam manajemen beban. Analisis Sensitivitas Parameter Material Menunjukkan hubungan antara CALF dan eksponen kelelahan . Terlihat bahwa nilai CALF meningkat seiring dengan peningkatan eksponen m. Hal ini menunjukkan bahwa material dengan eksponen fatigue lebih tinggi . eperti baja dengan m=. lebih sensitif terhadap variasi beban, terutama beban berat, sehingga CALF-nya lebih besar. Sebaliknya, material dengan eksponen rendah . eperti elastomer dengan m=. memiliki CALF yang lebih rendah untuk spektrum beban yang sama. ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Gambar 5. Hubungan CALF Terhadap Eksponen Kelelahan Hubungan CALF terhadap eksponen kelelahan . dengan asumsi spektrum beban 60/80/100 kN = 40%/40%/20%. Terlihat bahwa CALF meningkat seiring bertambahnya eksponen kelelahan. Untuk rentang m = 1,5 hingga 5, nilai CALF naik dari sekitar 1,5 menjadi mendekati 4,7. Hal ini menunjukkan beban yang lebih berat memberikan kontribusi kerusakan fatigue yang jauh lebih besar pada material yang memiliki eksponen kelelahan tinggi . emakin curam kurva untuk m yang lebih besa. Distribusi Konstribusi Kerusakan Kurva SAeN untuk baja . dan elastomer . disajikan dalam . Kurva baja memiliki kemiringan lebih curam dan menunjukkan adanya fatigue limit di sekitar 107 siklus, sementara elastomer tidak memiliki batas kelelahan yang jelas. Gambar 6. Kurva S-N Dengan menggunakan tegangan ekuivalen yang dihitung dari CALF, umur fatigue untuk komponen baja dapat diperkirakan. Sebagai contoh, jika tegangan ekuivalen pada las angkur adalah 88 MPa, maka umur fatigue diperkirakan hanya sekitar 4,8y105 siklus, setara dengan 4,8 tahun under traffic load 100. 000 truk/tahun. Di sisi lain, elastomer lebih tahan terhadap deformasi berulang, namun rentan terhadap degradasi lingkungan seperti paparan UV dan ozon. Implikasi Desain Dan Kinerja Lanjut Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat beberapa implikasi desain dan rekomendasi teknis untuk NOOR/EVALUASI A. /1386 - 1392 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 meningkatkan ketahanan sambungan strip seal. Pertama, spektrum lalu lintas aktual harus diintegrasikan dalam perhitungan umur fatik, mengingat peningkatan fraksi truk berat dari 10% menjadi 30% dapat meningkatkan damage ekuivalen lebih dari 15%. Khususnya untuk jembatan di jalur kendaraan berat, diperlukan kapasitas sambungan yang lebih tinggi atau inspeksi yang lebih Kedua, pemilihan detail dan material harus dioptimalkan dengan memperbaiki geometri detail untuk mengurangi konsentrasi tegangan, menggunakan bahan dengan ketangguhan tinggi, serta menerapkan prosedur pengelasan yang terkontrol pada anchorage stud. Ketiga, kualitas pemasangan di lapangan menjadi faktor kritis. beton di sekitar rel sambungan harus dipadatkan secara merata, dan keberadaan weep holes perlu dipastikan untuk mencegah rongga udara yang dapat mempercepat inisiasi retak. Keempat, program monitoring dan perawatan rutin diperlukan, termasuk inspeksi visual pada tahun-tahun kritis dan penggantian seal karet setiap 15-20 tahun. Terakhir, meskipun strip seal terbukti andal untuk pergerakan moderat, pada kondisi lalu lintas sangat berat perlu dipertimbangkan alternatif sambungan yang lebih kokoh. Secara keseluruhan, dengan pendekatan desain yang komprehensif dan pemeliharaan yang konsisten, sambungan strip seal dapat menjamin kinerja jembatan yang optimal sepanjang umur rencananya. ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. ketahanan jangka panjang. Kelima, secara keseluruhan sistem strip seal terbukti andal untuk jembatan dengan pergerakan moderat, dengan keunggulan dalam kemudahan pemasangan, perawatan, dan kemampuan kedap air, asalkan didukung oleh desain yang tepat dan program pemeliharaan yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja kelelahan sambungan siar muai tipe Strip Seal pada Jembatan Baja Callender Hamilton, rekomendasi yang dapat diterapkan untuk pemeliharaan prediktif dan perpanjangan umur layanan adalah sebagai berikut: Inspeksi dan NDT Rutin: Tentukan interval inspeksi visual dan NDT (Non-Destructive Testin. setiap Interval Waktu 2 tahun untuk memantau retak kelelahan pada rel baja dan kerusakan pada elastomer. Inspeksi harus difokuskan pada area kritis las sambungan rel. Manajemen Beban Lalu Lintas: Pemberlakuan maksimum kendaraan (Over Dimension Over Loading / ODOL) harus menjadi prioritas, karena lalu lintas berat terbukti menyumbang persentase kerusakan kumulatif tertinggi. Rekomendasi desain untuk penggantian : untuk pertimbangkan desain yang dapat meningkatkan . isalnya, menggunakan detail sambungan yang dilas penuh atau menggunakan diaphragm tambaha. untuk mengurangi konsentrasi tegangan di zona kritis. Pemeliharaan Elemen Elastomer: Terapkan program penggantian rutin untuk seal strip elastomer setiap Interval Waktu 5-7 tahun untuk mencegah kebocoran air yang dapat mempercepat korosi dan kelelahan pada komponen baja di DAFTAR PUSTAKA