Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS HURUF HIJAIYAH MELALUI PELATIHAN KHAT NASKHI PADA SANTRI TPQ MANABIAoUL HUDA Dewi Martalia Kurniasari Shinwanuddin. MarAoatush Sholihah, . Nasikul Khoiri Abadi STAI Darussalam Nganjuk Email: martaliak96@gmail. Abstract: This community service initiative aims to enhance the Hijaiyyah writing skills of students at TPQ ManabiAoul Huda through structured and systematic training based on the principles of Naskhi calligraphy. The program was motivated by the absence of specific instructional activities on Arabic calligraphy within the TPQ, despite the increasing need for improved QurAoanic writing accuracy and greater mastery of fundamental script formation among learners. Utilizing a Participatory Action Research (PAR) approach combined with a service-learning model, the program encompassed several stages, including a preliminary needs assessment, detailed program planning, coordination with institutional stakeholders, a seven-day implementation period, and follow-up evaluation sessions to assess learning The results indicate substantial improvement in participantsAo cognitive understanding of Naskhi calligraphic rules, psychomotor skills in handwriting techniques. Anie Rohaeni. AuNilai-Nilai Pendidikan AlQurAoan dalam Pembentukan Karakter IslamiAy. JSIM: strengthening QurAoanic literacy. Enhanced motivation and heightened awareness of proper stroke patterns and proportional script formation were evident, supported by consistent progress observed in post-test results and performance during the final writing competition. In addition to the individual learning gains of students, the training contributed to strengthening the pedagogical competencies of TPQ teachers, who benefited from exposure to structured The program also fostered sustainable collaboration between the community and academic institutions, illustrating the practical value of participatory methodologies in addressing educational challenges at the grassroots level. Overall, this article provides both theoretical insight and practical contributions to community-based literacy enhancement and the development of Islamic educational practices through skill-oriented Keyword: Naskhi calligraphy. Hijaiyyah writing. QurAoanic literacy, community service. Islamic education PENDAHULUAN Pendidikan Al-QurAoan merupakan salah satu fondasi utama dalam perkembangan intelektual dan spiritual umat Islam. 1 Di Indonesia, keberadaan Taman Pendidikan AlQurAoan (TPQ) memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muslim yang berkarakter. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. November 2024. 17 | | Shinwanuddin. MarAoatush Sholihah. Dewi Martalia Kurniasari. Nasikul Khoiri Abadi Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 berakhlaq, dan memiliki kemampuan dasar membaca serta menulis Al-QurAoan dengan 2 Meski demikian, masih banyak TPQ yang menghadapi tantangan dalam penguatan literasi dasar, terutama keterampilan menulis huruf hijaiyyah secara benar dan sesuai kaidah. Salah satu isu yang ditemukan dalam konteks TPQ ManabiAoul Huda adalah masih kurangnya keterampilan santri dalam menulis huruf hijaiyyah terutama menggunakan kaidah khat tertentu. Selama ini, proses belajar menulis yang dilakukan masih bersifat informal dan belum sepenuhnya mengikuti standar proporsi huruf dalam khat Arab klasik. Padahal, penulisan yang benar memiliki hubungan erat dengan ketepatan membaca dan pemahaman makna dalam teks Al-QurAoan. Hasil wawancara dengan pengurus TPQ menunjukkan bahwa pelatihan atau kelas khusus kaligrafi belum pernah tersedia secara Pembelajaran lebih diarahkan pada kemampuan membaca IqraAo dan Al-QurAoan. Padahal, kemampuan menulis huruf hijaiyyah membutuhkan perhatian tersendiri, terutama dalam hal bentuk, ukuran, hubungan antarkarakter, serta teknik penggunaan pena. Kondisi ini diperkuat oleh meningkatnya jumlah santri dari berbagai tingkatan, mulai anak-anak hingga dewasa, yang membutuhkan Fenomena tersebut mendorong perlunya pendampingan dalam bentuk pelatihan kaligrafi berbasis khat Naskhi Khoirul Muzakki dan Himmatul Aliyah. AuOptimalisasi Peran TPQ dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Al-QurAoan Anak di TPQ Nuruddin Desa Banjar. Kecamatan Widang. Kabupaten TubanAy. Jurnal TAMADDUN Volume 9 Nomor 2 Hal 8-20 2024. sebagai salah satu solusi penguatan keterampilan dasar santri. Tujuan meningkatkan keterampilan menulis huruf hijaiyyah yang sesuai kaidah khat Naskhi, meningkatkan pengetahuan santri tentang teknik dasar penulisan Arab, memperkuat budaya literasi Al-QurAoan di lingkungan TPQ, serta memberikan dampak jangka panjang melalui peningkatan kualitas pembelajaran tulis QurAoani. Subjek teridentifikasi melalui observasi dan analisis TPQ ManabiAoul Huda merupakan lembaga pendidikan masyarakat yang tengah berkembang pesat dan memiliki komitmen kuat terhadap penguatan literasi QurAoani. Hal ini menjadikan TPQ ManabiAoul Huda sebagai mitra yang relevan dan strategis untuk pelaksanaan program pengabdian masyarakat. Output program berupa peningkatan kemampuan teknis santri dalam menulis huruf hijaiyyah, sedangkan outcome jangka panjangnya diharapkan mampu mendorong santri untuk lebih mencintai Al-QurAoan, memiliki tulisan yang terstandar, serta mengintegrasikan kemampuan tersebut dalam pembelajaran keislaman sehari-hari. METODE PENDAMPINGAN Metode pendampingan menggunakan kerangka Participatory Action Research (PAR) Dalila Ziana Awatif. Wawancara di TPQ ManabiAoul Huda Kapas, pada tanggal 02 September 18 | | Shinwanuddin. MarAoatush Sholihah. Dewi Martalia Kurniasari. Nasikul Khoiri Abadi Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 dan service learning. Kedua pendekatan ini keterlibatan aktif peserta, memaksimalkan praktik langsung, serta mengintegrasikan pengalaman mahasiswa dengan kebutuhan Strategi pendampingan dalam program pelatihan khat Naskhi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pembelajaran santri TPQ ManabiAoul Huda yang beragam dari segi tingkat kemampuan dasar menulis huruf Pendampingan ini mengadopsi pendekatan berbasis praktik intensif, dengan memberikan pengalaman langsung kepada santri melalui model demonstratif yang dilakukan oleh tim pengabdian. Pendekatan ini dipilih karena keterampilan menulis huruf hijaiyyah, terutama khat Naskhi, merupakan kemampuan psikomotorik yang hanya dapat dikuasai melalui latihan berulang. 5 Oleh karena itu, strategi yang digunakan berfokus pada pemberian contoh penulisan yang benar, diikuti dengan pendampingan personal selama praktik sehingga peserta mendapatkan koreksi langsung terhadap kesalahan bentuk huruf, tekanan pena, serta arah goresan. Selain mengutamakan praktik, strategi pendampingan juga dirancang secara bertahap sesuai prinsip pembelajaran berjenjang. Pada awal kegiatan, peserta diperkenalkan terlebih dahulu pada teori dasar khat Naskhi, seperti proporsi huruf, aturan ketebalan garis, dan perbedaan karakter goresan antara huruf-huruf Setelah memahami konsep dasar tersebut, peserta mulai diarahkan untuk Agus Afandi dkk. Metodologi Pengabdian Masyarakat, (Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, 2. , 9. Syarif Maulidin dan Siti Wardatul Janah. AuPengaruh kemampuan membaca al-QurAoan terhadap mempraktikkan penulisan huruf sederhana seperti alif, baAo, dan nun sebelum berpindah pada huruf-huruf yang memiliki bentuk lebih Pendekatan keterampilan secara progresif dan menghindari terjadinya cognitive overload. Lebih jauh, strategi pendampingan juga memanfaatkan teknik umpan balik langsung . irect feedback techniqu. sebagai metode evaluasi formatif yang diberikan pada setiap sesi latihan. Dengan adanya bimbingan langsung ini, peserta dapat segera mengetahui kesalahan dan memperbaikinya secara cepat, sehingga kualitas pembelajaran meningkat secara signifikan. Strategi ini melibatkan peran aktif peserta, yang sesuai dengan pendekatan partisipatoris karena santri tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses refleksi dan perbaikan tulisan mereka. Pelaksanaan lomba pada akhir kegiatan menjadi bagian dari memperkuat semangat belajar peserta sekaligus mengukur pencapaian mereka secara objektif setelah mengikuti seluruh rangkaian Sementara langkah-langkah serangkaian proses yaitu: psikomotorik peserta didik pada mata pelajaran alQurAoan hadis . tudi di MTs Miftahul AoUlum Kotabar. Ay. Crossroad Research Journal Vol 2 Issue 1 Januari 19 | | Shinwanuddin. MarAoatush Sholihah. Dewi Martalia Kurniasari. Nasikul Khoiri Abadi Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Analisis Kebutuhan Observasi dilaksanakan untuk memetakan masalah Penyusunan Program Tim merancang skenario pelatihan dengan mempertimbangkan kondisi peserta. Koordinasi Teknis Dilakukan dengan guru dan pengurus TPQ mengenai jadwal, fasilitas, dan penyiapan peserta. Implementasi Pelatihan Dilaksanakan selama tujuh hari, mencakup materi pengenalan khat Naskhi hingga praktik intensif per huruf. Monitoring dan Pengendalian Evaluasi dilakukan melalui diskusi, penilaian tulisan, pre-test, post-test, dan lomba akhir. Refleksi Dilakukan untuk merumuskan tindak lanjut dan rencana keberlanjutan program. Metode ini menghasilkan proses pendampingan yang tidak hanya transaksional, tetapi juga transformatif. HASIL DAN DAMPAK PENDAMPINGAN Hasil Implementasi Program Pelaksanaan pelatihan khat Naskhi di TPQ ManabiAoul Huda berjalan sesuai dengan rencana yang telah dirumuskan pada tahap penyusunan program. Kegiatan dilaksanakan selama tujuh hari, dimulai dengan pengenalan konsep dasar khat Naskhi, demonstrasi teknik memegang pena, hingga latihan menulis huruf-huruf hijaiyyah secara bertahap. Pada setiap sesi, santri mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias dan menunjukkan perkembangan yang positif dari hari ke Hari pertama difokuskan pada pengenalan alat, sedangkan hari-hari selanjutnya lebih menitikberatkan pada praktik penulisan huruf mulai dari alif, baAo, haAo, hingga raAo. Pembelajaran yang bersifat bertahap ini membuat santri lebih mampu memahami karakteristik masingmasing huruf sebelum melanjutkan ke huruf berikutnya. Sebagian sebelumnya memiliki kesulitan dalam terhadap teknik baru yang diajarkan. Hal ini terlihat pada kemampuan mereka mengikuti pola goresan, keseimbangan lengkung huruf, serta konsistensi ketebalan garis. Kegiatan praktik juga diperkaya dengan sesi feedback langsung, di mana tim pengabdian memberikan koreksi individual terhadap hasil tulisan Selain itu, suasana kelas yang interaktif dan komunikatif membuat santri merasa nyaman dalam bertanya dan memperbaiki kesalahan mereka. Puncak dari implementasi program adalah penyelenggaraan lomba menulis khat Naskhi pada hari terakhir, yang bertujuan mengevaluasi keterampilan peserta secara Hasil lomba menunjukkan bahwa sebagian besar santri mengalami 20 | | Shinwanuddin. MarAoatush Sholihah. Dewi Martalia Kurniasari. Nasikul Khoiri Abadi Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 peningkatan signifikan dibanding kualitas tulisan awal mereka. Dampak Kuantitatif Secara kuantitatif, program pelatihan ini memberikan dampak positif yang dapat diukur melalui perbandingan antara hasil pre-test dan post-test. Pada awal kegiatan, sebagian besar peserta menunjukkan kemampuan dasar yang bervariasiAimulai dari yang belum mengenal struktur penulisan Naskhi hingga yang sudah mampu menulis tetapi belum sesuai Setelah pelatihan berlangsung, nilai rata-rata post-test meningkat secara Kenaikan ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap bentuk huruf, teknik goresan, dan proporsi Indikator kuantitatif lain dapat dilihat dari ketepatan proporsi huruf, konsistensi garis, kelancaran goresan, mempertahankan pola penulisan yang benar di berbagai variasi latihan. Selain peningkatan nilai, tingkat kehadiran peserta juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari total peserta pelatihan, lebih dari 90% hadir pada seluruh rangkaian kegiatan selama tujuh Tingginya kehadiran ini menjadi indikator kuantitatif bahwa pelatihan memiliki daya tarik yang kuat bagi santri dan dianggap bermanfaat oleh mereka. Dalam kegiatan lomba akhir, jumlah tambahan dari santri yang sebelumnya belum terlibat intensif. Dengan demikian, secara kuantitatif, keberhasilan program dapat dilihat dari peningkatan kemampuan meningkatnya jumlah santri yang terlibat dalam kegiatan akhir program. Dampak Kualitatif Secara kualitatif, pelatihan khat Naskhi memberikan dampak yang lebih luas terhadap motivasi, sikap belajar, dan pemahaman santri mengenai seni menulis huruf hijaiyyah. Wawancara singkat dengan beberapa peserta menunjukkan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam menulis huruf Arab setelah mengikuti pelatihan. Banyak di antara mereka yang sebelumnya merasa kesulitan dan ragu dalam menulis huruf tertentu, terutama huruf yang memiliki lengkungan khas, kini mulai memahami bahwa penulisan huruf hijaiyyah memiliki pola tertentu yang dapat dipelajari secara Perubahan sikap ini menjadi bagian penting dari dampak kualitatif, karena peningkatan motivasi intrinsik keberlanjutan pembelajaran keterampilan. Guru-guru TPQ juga merasakan dampak signifikan dari pelatihan ini. Mereka tidak hanya mendampingi santri, tetapi ikut belajar dan mengamati teknikteknik pengajaran yang dilakukan oleh tim Keterlibatan guru secara langsung dalam kegiatan tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka tentang khat Naskhi, tetapi juga memberikan wawasan baru dalam teknik penyampaian. 21 | | Shinwanuddin. MarAoatush Sholihah. Dewi Martalia Kurniasari. Nasikul Khoiri Abadi Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Dengan memberikan efek multiplierAiyakni peningkatan kualitas tidak hanya pada santri sebagai penerima utama program, tetapi juga pada guru sebagai pendidik di TPQ. Hal ini sangat penting untuk keberlanjutan program, karena guru kemudian dapat melanjutkan pembinaan dan latihan secara mandiri walaupun kegiatan pengabdian telah selesai. Penguatan Kapasitas Lembaga Dari pelatihan ini memberikan kontribusi yang cukup signifikan pada upaya penguatan kapasitas TPQ ManabiAoul Huda. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga membangun sistem pembelajaran baru yang lebih terstruktur. Salah satu temuan penting adalah bahwa TPQ sebelumnya belum memiliki model pembelajaran yang secara khusus mengajarkan seni tulis Arab sesuai kaidah. Dengan hadirnya pelatihan ini. TPQ mendapatkan model baru yang pembelajaran ke depan. Selain itu, kegiatan pelatihan dan lomba memberikan TPQ pengembangan kompetensi berbasis praktik, yang pada akhirnya meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam mengelola program pendidikan nonformal. Partisipasi pengurus TPQ dan guru dalam membantu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa lembaga ini memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh. Dukungan fasilitas seperti ruang kelas, papan tulis, dan alat tulis menjadi bukti bahwa TPQ memiliki komitmen dalam mendukung kegiatan peningkatan kualitas santri. Setelah TPQ mengadakan kegiatan lanjutan secara mandiri, bahkan mempertimbangkan memasukkan materi khat Naskhi sebagai bagian dari kurikulum internal mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan bukan hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga mendorong perubahan kelembagaan yang lebih berkelanjutan. DISKUSI KEILMUAN Perspektif Manajemen Pendidikan Pelaksanaan program pelatihan khat Naskhi di TPQ ManabiAoul Huda menunjukkan implementasi fungsi-fungsi manajemen pendidikan yang berjalan secara sistematis. Pada tahap perencanaan . , tim pengabdian melakukan analisis kebutuhan mendalam melalui observasi dan wawancara. Hal ini sejalan dengan teori George Terry tentang pentingnya perencanaan sebagai proses penetapan tujuan, identifikasi masalah, dan penentuan langkah strategis. Perencanaan yang matang tampak dari penyusunan proposal, penyelarasan materi pelatihan dengan kondisi santri, serta koordinasi antarpihak untuk memastikan keberhasilan program. Penyusunan jadwal 22 | | Shinwanuddin. MarAoatush Sholihah. Dewi Martalia Kurniasari. Nasikul Khoiri Abadi Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 kegiatan, struktur pelatihan, hingga desain menggambarkan praktik perencanaan . eeds-based plannin. yang banyak diadopsi dalam manajemen pendidikan modern. Pada . TPQ, narasumber dilakukan secara jelas dan Pengorganisasian penting agar alur pelatihan tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi berjalan sebagai kolaborasi multipihak. Pelaksanaan manajemen kelas, pendampingan praktik menulis, dan pengawasan lomba, . yang efektif. Sementara itu, pascapelatihan, dan penilaian pre-test serta post-test menggambarkan fungsi pengawasan . yang berjalan Dengan demikian, program ini memberikan bukti empiris bagaimana teori manajemen pendidikan diterapkan dalam konteks lembaga pendidikan nonformal seperti TPQ. Dian Wijayanti. Pengantar Manajemen (Jakarta: ar-Ruzz Media, 2. , 45. Aurelia Valentin Edward dan Aldri Frinaldi. AuPengaruh Budaya Organisasi terhadap Penciptaan Perspektif Manajemen Madrasah Dari sudut pandang manajemen madrasah, pelatihan ini memperlihatkan bagaimana budaya kerja lembaga pendidikan keagamaan dapat menjadi faktor penentu keberhasilan program. TPQ ManabiAoul Huda secara umum menunjukkan budaya organisasi yang kondusif, ditandai dengan sikap kooperatif para guru, keterbukaan terhadap inovasi, serta kedisiplinan waktu. 7 Hal ini sejalan dengan konsep school culture yang dikemukakan oleh Deal & Peterson, bahwa lembaga pendidikan dengan budaya positif cenderung mampu beradaptasi dan berkembang melalui program-program penguatan kompetensi. Dalam kegiatan ini, kedisiplinan santri dalam mengikuti jadwal pelatihan, keteraturan kelas, serta dukungan penuh dari pihak pengurus TPQ menunjukkan berbasis praktik. Selain itu, manajemen madrasah juga menekankan pentingnya sinergi antara guru, peserta didik, dan masyarakat Dalam kasus TPQ ManabiAoul Huda, keterlibatan guru sebagai mitra aktif dalam pelatihan menjadi indikator bahwa lembaga ini memiliki sistem Perilaku Inovatif dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Publik. Ay. June 2024 Polyscopia 1. :62-68 DOI:10. 57251/polyscopia. 23 | | Shinwanuddin. MarAoatush Sholihah. Dewi Martalia Kurniasari. Nasikul Khoiri Abadi Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 hubungan internal yang solid. Para guru tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi juga ikut belajar dan menerima transfer pengetahuan tentang kaidah Naskhi. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan memiliki implikasi ganda: pertama, memperkuat kemampuan santri. meningkatkan kompetensi guru. Dalam perspektif madrasah, ini merupakan bentuk penguatan human relation system yang menjadi salah satu komponen kunci dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pelatihan khat Naskhi juga dapat dianalisis melalui perspektif manajemen SDM, pengembangan kompetensi . ompetency TPQ ManabiAoul Huda menunjukkan pola pengembangan SDM yang terbuka dan inklusif, terutama melalui pemberian kesempatan kepada seluruh santri untuk mengikuti pelatihan tanpa pembatasan jenis kelamin atau tingkat kemampuan awal. Hal ini sejalan dengan prinsip equity of access dalam pengembangan SDM pendidikan. Proses pelatihan yang menekankan praktik langsung juga menunjukkan implementasi keterampilan . kill-based learnin. , yang Muhaimin. Manajemen Pendidikan (Malang: UINMALIKI Press, 2. , 13. sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan psikomotorik. Dari sisi motivasi, pelatihan ini berhasil meningkatkan minat dan keterlibatan santri dalam belajar menulis Banyak menunjukkan peningkatan kepercayaan diri setelah mengetahui bahwa mereka mampu menulis huruf Naskhi dengan lebih baik dibanding sebelumnya. Dalam teori motivasi Herzberg, kondisi seperti ini merupakan bentuk motivator factors, yaitu pencapaian hasil, pengakuan, dan peningkatan kompetensi yang dapat meningkatkan motivasi intrinsik peserta. Selain itu, kegiatan lomba yang diselenggarakan pada akhir pelatihan berfungsi sebagai sarana performance appraisal, yang memperkuat aspek penghargaan terhadap pencapaian santri. Dengan berkontribusi pada penguatan kompetensi individu sekaligus meningkatkan kualitas SDM lembaga secara keseluruhan. Perspektif Participatory Action Research (PAR) dan Service Learning Dari penggunaan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam program ini PAR menekankan pentingnya keterlibatan aktif Edi Soetrisno. Manajemen Sumber Daya Manusia (Yogyakarta: Pustaka Ilmu, 2. , 89. 24 | | Shinwanuddin. MarAoatush Sholihah. Dewi Martalia Kurniasari. Nasikul Khoiri Abadi Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 semua pihak dalam keseluruhan proses program, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi. Santri, guru, dan pengurus TPQ bukan hanya sebagai objek pendampingan, tetapi sebagai subjek yang berperan dalam menghasilkan perubahan. Proses diskusi dan analisis kebutuhan pelaksanaan program tidak bersifat topdown, melainkan kolaboratif. Hal ini sesuai dengan konsep PAR yang dikembangkan Freire dan Kindon, yang memandang pembelajaran sebagai proses kesadaran kritis . ritical consciousnes. yang mendorong masyarakat memahami kebutuhannya sendiri. Dalam perspektif service learning, program ini memberikan ruang bagi mahasiswa sebagai tim pengabdian untuk mengintegrasikan teori akademik dengan praktik lapangan. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga belajar dari interaksi dengan komunitas TPQ. Praktik langsung dalam mengajar, memberikan demonstrasi, mengelola kelas, hingga melakukan evaluasi . xperiential learnin. Menurut Kolb, mahasiswa mengembangkan kemampuan reflektif, keterampilan interpersonal, serta sensitivitas sosial. Di sisi lain, masyarakat juga mendapatkan manfaat langsung Dengan pelaksanaan program ini menghasilkan hubungan timbal balik . utual benefi. yang menjadi esensi utama dari model service learning. KESIMPULAN Pelaksanaan pelatihan khat Naskhi di TPQ ManabiAoul Huda memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keterampilan menulis huruf hijaiyyah para santri. Program ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yakni menguatkan kemampuan teknis peserta dalam menulis huruf Arab sesuai kaidah proporsi khat Naskhi. Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari, santri memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai struktur huruf, pola goresan, teknik penggunaan pena, serta estetika penulisan. Peningkatan kemampuan tersebut tampak jelas melalui hasil pre-test dan post-test, penilaian praktik harian, serta performa peserta dalam lomba akhir yang menunjukkan perbaikan yang konsisten dibandingkan kondisi awal sebelum program. Selain psikomotorik, program ini juga berhasil memperluas pengetahuan peserta mengenai prinsip-prinsip dasar kaligrafi Arab. Santri menunjukkan perkembangan dalam aspek kognitif berupa pemahaman terhadap aturan dasar khat, serta aspek afektif berupa motivasi yang lebih tinggi untuk belajar menulis huruf hijaiyyah dengan benar. Suasana pembelajaran yang interaktif dan teknik direct feedback 25 | | Shinwanuddin. MarAoatush Sholihah. Dewi Martalia Kurniasari. Nasikul Khoiri Abadi Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 terbukti efektif dalam mendorong peserta untuk melakukan perbaikan secara mandiri, sehingga pembelajaran berlangsung secara lebih bermakna. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap ekosistem pembelajaran di TPQ ManabiAoul Huda. Guru-guru memperoleh pengalaman baru dalam teknik pengajaran kaligrafi dan mampu melihat model pembelajaran yang dapat mereka adopsi secara Melalui interaksi yang intens selama proses pendampingan, pelatihan ini ikut memperkuat kapasitas lembaga dalam menyediakan pembelajaran tulis QurAoani yang lebih terstruktur. Keterlibatan aktif peserta, guru, dan pengurus TPQ menunjukkan bahwa pendekatan Participatory Action Research (PAR) serta service learning yang digunakan berjalan efektif dalam menciptakan hubungan kolaboratif antara masyarakat dan institusi Dengan demikian, pelatihan khat Naskhi tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga pada penguatan budaya literasi QurAoani di lingkungan TPQ ManabiAoul Huda. Program ini membuktikan bahwa pendampingan yang dirancang secara partisipatif, berjenjang, dan berbasis praktik intensif mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-QurAoan pada tingkat pendidikan nonformal. Keberhasilan ini membuka peluang bagi implementasi program lanjutan dan pengembangan model pelatihan serupa di lembaga-lembaga masyarakat lainnya. DAFTAR RUJUKAN Agus Afandi dkk. Metodologi Pengabdian Masyarakat, (Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, 2. , 9. Anie Rohaeni. AuNilai-Nilai Pendidikan AlQurAoan dalam Pembentukan Karakter IslamiAy. JSIM: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. November Aurelia Valentin Edward dan Aldri Frinaldi. AuPengaruh Budaya Organisasi terhadap Penciptaan Perilaku Inovatif dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Publik. Ay. June 2024 Polyscopia 1. :6268 DOI:10. 57251/polyscopia. Dalila Ziana Awatif. Wawancara di TPQ ManabiAoul Huda Kapas, pada tanggal 02 September 2025. Dian Wijayanti. Pengantar Manajemen (Jakarta: ar-Ruzz Media, 2. , 45. Edi Soetrisno. Manajemen Sumber Daya Manusia (Yogyakarta: Pustaka Ilmu, 2. , 89. Khoirul Muzakki dan Himmatul Aliyah. AuOptimalisasi Peran TPQ Meningkatkan Kemampuan Baca AlQurAoan Anak di TPQ Nuruddin Desa Banjar. Kecamatan Widang. Kabupaten TubanAy. Jurnal TAMADDUN Volume 9 Nomor 2 Hal 8-20 2024. 26 | | Shinwanuddin. MarAoatush Sholihah. Dewi Martalia Kurniasari. Nasikul Khoiri Abadi Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Muhaimin. Manajemen Pendidikan (Malang: UINMALIKI Press, 2. , 13. Syarif Maulidin dan Siti Wardatul Janah. AuPengaruh kemampuan membaca alQurAoan terhadap psikomotorik peserta didik pada mata pelajaran al-QurAoan hadis . tudi di MTs Miftahul AoUlum Kotabar. Ay. Crossroad Research Journal Vol 2 Issue 1 Januari 2025. 27 | | Shinwanuddin. MarAoatush Sholihah. Dewi Martalia Kurniasari. Nasikul Khoiri Abadi