INTISARI M Bayu Setio W, 10. Pengaruh Kontrol Diri terhadap Pengambilan Keputusan pada Pelajar Kelas XII SMA Negeri 1 Tenggarong. Skripsi 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kontrol diri terhadap pengambilan keputusan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui seberapa besar sumbangan efektifitas yang diberikan oleh variabel kontrol diri terhadap variabel pengambilan keputusan. Penelitian dikenakan kepada pelajar kelas XII di SMA Negeri 1 Tenggarong. Subyek dalam penelitian ini adalah 80 pelajar SMA kelas XII IPS 3 dan XII IPS 4 di SMA Negeri 1 Tenggarong. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dimana subjek yang dipilih adalah pelajar kelas XII IPS 3 dan IPS 4. Teknik analisis data yang digunakan yang digunakan adalah korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kontrol diri terhadap pengambilan keputusan dengan nilai R = 0,628 dan p = 0,000 . ilai p = 0,000 < 0,. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh kontrol diri sebesar 68,2% terhadap pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XII, dan sisanya 31,8% terdapat variabel lain yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Kata Kunci : Kontrol diri. Pengambilan Keputusan. ABSTRACT This study aims to determine whether there is any influence on the selfcontrol to decision-making. This study intends to determine the effectiveness of the contribution given by the self-control variable to variable decision making. Research applied to students of class XII at SMAN 1 Tenggarong. The subjects in this study were 80 high school students of class XII in XII IPS 3 and XII IPS 4 at SMA 1 Tenggarong. Sampling in this study using purposive sampling technique where subjects are selected are students of class XII IPS 3 and 4. Data analysis techniques used are product moment correlation. The results showed a significant difference between the self-control to decision making with a value of R = 0. 628 and p = 0. -value = 0. 000 <0. This means that there are significant self-control for 68. 2% of the career decision-making in class XII, and the remaining 31. 8% are other variables that influence decision making. Keywords: Self-control, decision making. PENDAHULUAN Sebagai makhluk hidup, kita perkembangan remaja. Masa remaja tidak bisa lepas dari pengambilan Beragam keputusan harus pengambilan keputusan mengenai kita buat, baik itu hal yang kecil sampai hal yang besar. Setiap hari saja, terkadang kita bingung dalam keperguruan tinggi, orang mana yang memilih baju apa yang akan kita akan dikencani, dan apakah akan gunakan ketika akan keluar rumah. Apalagi sampai akan membeli mobil dan Santrock . Kesulitan Kita menentukan sekolah sering dialami pendidikan ke jenjang yang lebih Saat XII pekerjaan, bidang pekerjaan bahkan SMA, siswa kembali dihadapkan pada keputusan karir. Siswa harus Siswa Sekolah Menengah memilih apakah akan melanjutkan Atas (SMA) berada pada usia 15-18 pendidikan ke jenjang perguruan Dimana seorang individu yang tinggi atau justru memilih untuk mencapai rentangan usia antara 15- Akhir-akhir ini hal tersebut sering ditemui pada pelajar kelas XII SMA. XII keputusan adalah orang tua. Tidak seringkali mengikuti apa yang dipilih jarang orang tualah yang menentukan oleh teman sebayanya. Siswa SMA jalur karir pada remaja yang sudah kelas XII, dalam hal ini melanjutkan universitas atau jalur karir yang pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau bekerja. Ada beberapa Siswa-siswa ini merasa orang tua beranggapan bahwa kuliah aman apabila memilih jalur karir adalah langkah yang harus ditempuh yang dipilih oleh teman sebayanya. setelah seorang remaja lulus SMA. Siswa XII Mereka SMA Dilain pihak tidak sedikit Padahal pada tahap orang tua yang menuntut anaknya ini, siswa SMA kelas XII yang juga untuk segera bekerja setelah lulus remaja belum mengetahui identitas SMA. mereka sudah dewasa dan harus Ditahap ini mereka masih Mereka Orang Padahal psikologis, kedewasaan tentu bukan sebenarnya apa minat dan bakat yang seperti misalnya dalam ilmu hukum. ada pada diri mereka. Tetapi karena Menurut Allport . alam Sarwono, adanya teman sebaya mereka justru 2. , secara psikologis kedewasaan adalah keadaan dimana sudah ada Faktor lain yang ikut ciri-ciri seseorang tujuan tertentu sebagaimana yang memiliki falsafah hidup tertentu. Saat siswa dihadapkan Seseorang yang sudah dewasa paham pada pilihan jalur karir yang sulit, bagaimana ia harus bertingkah laku dan ia berusaha mencari jalannya sendiri menuju sasaran yang ia Dengan kontrol diri, tetapkan sendiri. Hal inilah yang siswa mengambil keputusan dengan biasanya lepas dari perhatian orang memikirkan dan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang atas memaksakan kehendak mereka. masalah yang dihadapainya. Siswa Hal yang berpengaruh besar yang memiliki kontrol diri yang baik akan mempertimbangkan jalur karir pada siswa SMA kelas XII yaitu apa yang sesuai dengan dirinya tetapi kontrol diri. Kontrol diri pada siswa juga mementingkan perasaan orang SMA kelas XII sangat menentukan tua dan teman sebayanya. Siswa Lazarus kehendaknya untuk kuliah padahal . alam Thalib, 2. menjelaskan orang tua mereka menginginkan bahwa kontrol diri menggambarkan mereka untuk segera bekerja. Siswa mereka sadar itu tidak sesuai dengan disusun guna meningkatkan hasil dan bakat dan minat yang ada pada diri mereka. Siswa mempertimbangkan konsekuensi apa yang akan diambil saat mereka memilih untuk kuliah atau langsung bekerja setelah lulus SMA. ang (X) keputusan (Y). SUBJEK PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah METODE seluruh siswa kelas XII jurusan IPS DATA di SMA Negeri 1 Tenggarong yang Pengumpulan data pada penelitian ini berjumlah 160 orang. Dari populasi tersebut dapat ditentukan sampel pada penelitian ini yaitu 80 orang esteem dan kecerdasan interpersonal. dengan kriteria siswa/siswi kelas XII Skala tersebut berbentuk skala likert IPS 3 dan XII IPS 4 di SMA Negeri dengan lima kategori jawaban yang bergerak dari angka 1 sampai 4. Skala tersebut diuji validitas dan Tenggarong. Teknik PENGUMPULAN realibilitas dengan rumus cronbachAos alpha, didapatkan relibilitas alpha dan r hitung sebagai berikut : METODE PENELITIAN Penelitian kuantitatif dengan pendekatan kausal ebab-akiba. Skala Validita Reliabilita kontrol diri terhadap pengambilan s . ilai keputusan karir pada siswa kelas XII 0,241- di SMA Negeri 1 Tenggarong. Ini 0,895 berarti bahwa terdapat pengaruh kontrol diri 0,577 kontrol diri sebesar 68,2% terhadap 0,247n 0,914 0,626 pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XII, sisanya 31,8 % terdapat pada variabel lain yang mempengaruhi pengambilan TEKNIK ANALISIS DATA Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi Lazarus . alam Thalib, 2. product moment dengan menggunakan SPSS menggambarkan keputusan individu (StatisticalPackade for Sosial melalui pertimbangan kognitif untuk Scienc. 13 for Windows. disusun guna meningkatkan hasil dan HASIL PENELITIAN DAN tujuan tertentu sebagaimana yang PEMBAHASAN Siswa yang memiliki Berdasarkan hasil analisa product moment diperoleh nilai R = membuat keputusan dan mengambil 0,682 dan p = 0,000. Nilai p = 0,000 langkah tindakan yang efektif untuk < 0,05 berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara inginkan dan menghindari akibat yang tidak diinginkan (Thalib, 2. presentase adalah 71,25%. Hal ini Hal ini dapat dilihat dari hasil uji berarti bahwa 71,25% siswa berhasil kontrol diri sangat tinggi berjumlah 6 siswa, kontrol diri tinggi berjumlah Siswa 25 siswa ditambah dengan kategori informasi dan kemampuan untuk sedang berjumlah 28 siswa dengan menghadapi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan nya. Dengan 73,75%. Siswa dengan presentase kontrol diri yang tinggi, siswa dapat rata-rata 73,75% menggunakan secara lebih efektif Berdasarkan mengambil keputusan (Wandersman, dalam Thalib, 2. dicapai oleh siswa-siswa tersebut. menunjang tujuan-tujuan yang ingin Kontrol diri berkaitan erat pula dengan kematangan emosional. Bahkan kontrol diri merupakan salah pengambilan keputusan sangat tinggi berjumlah 8 siswa, pengambilan keputusan tinggi berjumlah 16 siswa dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam menghadapi Kematangan kegagalan, mengendalikan emosi dan rata-rata menunda kepuasaan serta mengatur keadaan perasaan. Oleh karena itu, pengambilan keputusan dipengaruhi penelitian ini dapat dikatakan selaras oleh variabel-variabel lain selain kontrol diri. Penelitian terkait dengan dilakukan oleh Peilouw . , yang dilakukan oleh Iffah . Dari diketahui bahwa ada hubungan yang penelitian tersebut didapatkan bahwa positif antara kematangan emosi layanan informasi karier melalui media permainan monopoli dapat 22,9%. Arah positif berarti bahwa semakin tinggi pengambilan keputusan studi lanjut kematangan emosi remaja, maka pada siswa kelas XI IPA-2 SMAN 1 semakin tinggi pula kemampuan Menganti. Penelitian lain mengenai pengambilan keputusan. Begitu pula Widyastuti kematangan emosi remaja maka Pratiwi . sehingga diketahui semakin rendah pula pengambilan dipengaruhi oleh self-efficacy sebesar Dari penelitian ini diketahui 30,8% dan dukungan sosial keluarga sebesar 11,6%. sumbangan efektif sebesar 73,6% Oleh karena itu tidak menutup 26,4% KESIMPULAN DAN SARAN Hasil analisa product moment diperoleh R = 0,628 dan p = 0,000. Nilai p = 0,000 < 0,05 berarti bahwa kepada peneliti selanjutnya untuk terdapat pengaruh yang signifikan dapat meneliti variabel-variabel lain yang juga berpengaruh terhadap pengambilan keputusan karir pada pengambilan keputusan seperti self- siswa kelas XII di SMA Negeri 1 efficacy, dukungan sosial, maupun Tenggarong. Dengan nilai R sebesar kematangan emosional. 0,628 ini berarti bahwa terdapat pengaruh kontrol diri sebesar 68,2% DAFTAR PUSTAKA