Jurnal Manajemen Informatika & Sistem Informasi (MISI) Volume 9. Nomor 2. Juni 2026. ISSN 2614-1701 . edia ceta. ISSN 2614-3739 . edia onlin. DOI : 10. 36595/misi. http://e-journal. id/index. php/misi IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MEMBERSHIP GYM DENGAN METODE EXTREME PROGRAMMING: STUDI KASUS FURION GYM JAMBI Hazron Redian1. Reni Aryani2. Muhammad Razi A3 1,2,3 Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Sains Teknologi. Universitas Jambi Jl. Jambi Ae Muara Bulian No. KM. Mendalo Darat. Kec. Jambi Luar Kota. Kabupaten Muaro Jambi. Jambi 1hazron2003redian@gmail. com, 2 reniaryani@unja. id, 3 muhammadrazi@unja. Abstract Furion Gym Jambi still manages member data, attendance, transactions, and business reports manually, resulting in inefficient operational processes and difficulties in monitoring business performance in real time. This study aims to implement a web and desktop-based gym membership management information system using the Extreme Programming (XP) method. System development was carried out through three iterations consisting of planning, design, coding, and testing stages. The developed system includes membership management, fingerprint-based attendance, product transactions, owner dashboard, membership and financial reports. WhatsApp notifications. Progressive Web Application (PWA), and member dashboard features. System testing was conducted using black-box testing and User Acceptance Testing (UAT). The results showed that all 99 test cases were successfully executed with a success rate of 100%. addition, the UAT results obtained an average acceptance rate of 93. 3%, which falls into the highly feasible Based on these results, the implemented system is considered capable of supporting membership management, visit validation, transactions, and business monitoring at Furion Gym Jambi in a more effective, efficient, and integrated manner. Keywords : Information System. Gym Membership. Extreme Programming. Fingerprint. Progressive Web Application. User Acceptance Testing Abstrak Furion Gym Jambi masih mengelola data member, absensi, transaksi, dan laporan bisnis secara manual sehingga proses operasional kurang efisien serta menyulitkan pemantauan bisnis secara realtime. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan sistem informasi manajemen membership gym berbasis website dan desktop menggunakan metode Extreme Programming (XP). Pengembangan sistem dilakukan melalui tiga iterasi yang mencakup tahap planning, design, coding, dan testing. Sistem yang dikembangkan memiliki fitur manajemen membership, absensi berbasis fingerprint, transaksi produk, dashboard owner, laporan membership dan keuangan, notifikasi WhatsApp. Progressive Web Application (PWA), serta dashboard member. Pengujian dilakukan menggunakan black-box testing dan User Acceptance Testing (UAT). Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh 99 test case berhasil dijalankan dengan tingkat keberhasilan 100%. Selain itu, hasil UAT memperoleh rata-rata penerimaan sebesar 93,3% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang diimplementasikan dinilai mampu mendukung pengelolaan membership, validasi kunjungan, transaksi, dan monitoring bisnis Furion Gym Jambi secara lebih efektif, efisien, dan terintegrasi. Kata kunci : Sistem Informasi. Membership Gym. Extreme Programming. Citra Sidik Jari. Progressive Web Application. User Acceptance Testing ISSN : 2614-1701 (Ceta. Ae 2614-3739 (Onlin. Jurnal Manajemen Informatika & Sistem Informasi (MISI) Volume 9. Nomor 2. Juni 2026. ISSN 2614-1701 . edia ceta. ISSN 2614-3739 . edia onlin. DOI : 10. 36595/misi. http://e-journal. id/index. php/misi PENDAHULUAN Perkembangan mendorong sektor bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui sistem yang terintegrasi dan mudah diakses . Pada bisnis kebugaran atau sistem informasi dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan kunjungan, penjualan produk, serta penyusunan laporan bisnis secara cepat dan terstruktur. Pengelolaan data secara manual berisiko kesalahan pencatatan, kehilangan data, dan kesulitan monitoring bisnis secara real-time . Furion Gym Jambi masih mengelola membership secara konvensional menggunakan buku dan kartu fisik, sehingga pencarian data, validasi status, pencatatan kunjungan, serta penyusunan laporan membutuhkan waktu lebih Selain itu, belum adanya verifikasi identitas check-in penyalahgunaan data member, sementara owner kesulitan memantau data member, kunjungan, transaksi, pendapatan, dan aktivitas admin secara cepat. Permasalahan lain yang terjadi sebelum sistem diterapkan adalah belum adanya mekanisme verifikasi identitas yang kuat saat member melakukan check-in. Validasi kunjungan masih bergantung pada pemeriksaan manual oleh admin, sehingga berpotensi menimbulkan penyalahgunaan data membership oleh pihak Dari sisi manajerial, owner juga mengalami kesulitan dalam memantau perkembangan bisnis karena data member, kunjungan, transaksi, pendapatan, dan aktivitas admin belum tersaji secara otomatis dalam satu sistem. Akibatnya, proses penyusunan laporan dan evaluasi bisnis membutuhkan waktu lebih lama karena data harus dikumpulkan dan diperiksa secara manual. Beberapa penelitian sebelumnya telah menerapkan metode Extreme Programming (XP) dalam pengembangan sistem informasi karena mampu mendukung perubahan kebutuhan pengguna melalui iterasi singkat dan komunikasi intensif . Penelitian lain juga menunjukkan bahwa teknologi biometrik sidik jari dapat digunakan untuk meningkatkan validasi identitas pengguna secara lebih aman dan efektif . Namun, penelitian terdahulu umumnya masih berfokus pada pengelolaan membership atau absensi secara terpisah, sehingga belum banyak membahas integrasi antara sistem manajemen ISSN : 2614-1701 (Ceta. Ae 2614-3739 (Onlin. fingerprint berbasis desktop, monitoring bisnis. WhatsApp, dashboard member, dan Progressive Web Application (PWA) dalam satu sistem terintegrasi. Berdasarkan penelitian ini mengimplementasikan sistem informasi manajemen membership gym berbasis website dan desktop menggunakan metode XP Furion Gym Jambi. Sistem mengintegrasikan manajemen membership, notifikasi WhatsApp. PWA, dashboard owner, dan dashboard member untuk mendukung digitalisasi operasional, transparansi data, pencegahan penyalahgunaan identitas, serta monitoring bisnis secara real-time. TINJAUAN PUSTAKA Sistem Informasi Sistem merupakan sistem yang digunakan untuk mengelola data dan aktivitas operasional fitness center secara terkomputerisasi. Dalam konteks membership gym, sistem ini membantu pengelolaan data anggota, pendaftaran member, membership, transaksi, serta informasi layanan secara lebih cepat dan terstruktur. Penelitian Sari dan Alfarisi menunjukkan bahwa sistem membership gym berbasis web dapat membantu pembayaran, pengelolaan paket, dan promosi layanan secara digital . Sementara itu. Paulina menjelaskan bahwa sistem membership berbasis web mampu meningkatkan efisiensi administrasi, akurasi data, dan kualitas pelayanan anggota . Extreme Programming Extreme Programming merupakan metode pengembangan perangkat lunak berorientasi iterasi pendek, komunikasi intensif, dan umpan balik pengguna. Tahapan XP meliputi planning, design, coding, dan testing sehingga sesuai untuk pengembangan sistem yang kebutuhannya dapat disesuaikan selama proses pengerjaan . , . , . Metode ini relevan digunakan pada pengembangan sistem informasi membership gym karena fitur sistem dapat dikembangkan secara bertahap berdasarkan kebutuhan admin, owner, dan member. Jurnal Manajemen Informatika & Sistem Informasi (MISI) Volume 9. Nomor 2. Juni 2026. ISSN 2614-1701 . edia ceta. ISSN 2614-3739 . edia onlin. DOI : 10. 36595/misi. http://e-journal. id/index. php/misi Fingerprint Biometrik sidik jari digunakan sebagai media identifikasi karena memiliki karakteristik unik dan relatif stabil. Pada sistem ini, sidik jari digunakan untuk proses enrollment dan verifikasi member saat melakukan visit sehingga dapat mengurangi risiko penyalahgunaan identitas membership . , . Sistem dirancang sebagai aplikasi terintegrasi antara website dan desktop. Website digunakan untuk pengelolaan data membership, sedangkan desktop mendukung integrasi fingerprint reader , . Pengujian Sistem Black-box testing digunakan untuk menguji fungsionalitas sistem berdasarkan masukan dan keluaran tanpa meninjau struktur internal kode program . Selain itu. User Acceptance Testing digunakan untuk mengetahui penerimaan dikembangkan . METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan secara langsung di Furion Gym Jambi. Tahapan penelitian dirancang secara terstruktur mulai dari tahapan awal, tahap pengembangan sistem, hingga tahap akhir seperti yang ditunjukkan pada kerangka kerja penelitian di Gambar 1. Gambar 1. Kerangka Penelitian Tahapan awal dilakukan melalui observasi, mengidentifikasi proses bisnis manual serta kebutuhan sistem dari owner, admin, dan Gambar 2. Aktivitas Yang Sedang Berjalan ISSN : 2614-1701 (Ceta. Ae 2614-3739 (Onlin. Gambar 3. Aktivitas Yang Akan Diterapkan Bahan dan instrumen utama yang digunakan dalam pengembangan sistem ini meliputi: Perangkat Lunak Utama: Sistem utama dikembangkan menggunakan Laravel dan MySQL untuk mengelola data membership, absensi, dan transaksi secara terpusat sesuai hak akses pengguna . Perangkat Lunak Desktop Perangkat Keras: Aplikasi desktop dibangun menggunakan SDK Digital Persona dan diintegrasikan dengan enrollment dan verifikasi sidik jari Teknologi biometrik dipilih karena sidik jari bersifat unik dan relatif stabil untuk validasi identitas pengguna . Integrasi Application Programming Interface (API): Sistem memanfaatkan WhatsApp Gateway API dan cron job untuk mengirim notifikasi masa aktif membership secara otomatis . Teknologi Progressive Web App (PWA): PWA diterapkan agar owner dapat mengakses dashboard melalui perangkat seluler dengan pengalaman menyerupai aplikasi mobile . Pengembangan perangkat lunak dalam penelitian ini menggunakan metode Extreme Programming (XP), yaitu metode pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara iteratif melalui tahapan planning, design, coding, dan Jurnal Manajemen Informatika & Sistem Informasi (MISI) Volume 9. Nomor 2. Juni 2026. ISSN 2614-1701 . edia ceta. ISSN 2614-3739 . edia onlin. DOI : 10. 36595/misi. http://e-journal. id/index. php/misi testing . , dengan rincian kegiatan sebagai Gambar 4. Extreme Programming Planning: Tahap awal dalam Extreme Programming (XP) yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna, menyusun user stories, serta menentukan prioritas fitur yang akan dikembangkan pada setiap iterasi . Pada penelitian ini, kebutuhan sistem diperoleh dari observasi dan wawancara dengan owner, admin, dan member Furion Gym Jambi. Design: Tahap perancangan model sistem untuk menggambarkan alur kerja, interaksi aktor, dan struktur data. Pada tahap ini, pemodelan dapat dilakukan Unified Modeling Language (UML), seperti Use Case Diagram. Activity Diagram, dan Class Diagram . Coding: Tahap penerjemahan rancangan sistem ke dalam kode program agar fitur diimplementasikan menjadi perangkat lunak yang dapat digunakan . Pada penelitian ini, coding dilakukan dengan menggunakan Laravel dan MySQL, fingerprint reader, serta fitur pendukung seperti transaksi, laporan, dashboard, notifikasi WhatsApp API Fonnte, dan Progressive Web Application (PWA). Testing: Tahap pengujian sistem untuk menemukan kesalahan, memvalidasi fungsionalitas, dan memastikan sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna sebelum digunakan secara lebih luas . Pada penelitian ini, testing dilakukan menggunakan Blackbox testing untuk menguji fitur pada ISSN : 2614-1701 (Ceta. Ae 2614-3739 (Onlin. setiap iterasi, serta User Acceptance Testing (UAT) penerimaan sistem oleh admin, owner, dan member. Pengujian dilakukan menggunakan Black-box testing untuk memvalidasi fungsi berdasarkan input dan output . , serta UAT untuk mengukur penerimaan admin, owner, dan member terhadap sistem . HASIL DAN PEMBAHASAN Iterasi pertama difokuskan pada kebutuhan Admin sebagai pengelola operasional harian Furion Gym Jambi: Iterasi Pertama Planning Planning iterasi pertama berfokus pada digitalisasi pengelolaan member dan validasi status membership berbasis fingerprint. Rencana pengembangan disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Iteration 1 Planning Iterasi Iterasi-1 Kode User Stories US-1 US-2 US-A1 US-A2 US-A3 US-A4 US-A5 Fitur Login Logout Manajemen Data Member Gym Verifikasi Status Member dengan Absen Sidik jari Registrasi Sidik Jari Member Furion Gym Manajemen Produk Etalase Manajemen Transaksi Produk Design Design kebutuhan Admin menggunakan UML untuk menggambarkan fungsi, alur aktivitas, dan struktur data sistem. Representasi fungsionalitas sistem secara global dipetakan melalui Use Case Diagram seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5. Jurnal Manajemen Informatika & Sistem Informasi (MISI) Volume 9. Nomor 2. Juni 2026. ISSN 2614-1701 . edia ceta. ISSN 2614-3739 . edia onlin. DOI : 10. 36595/misi. http://e-journal. id/index. php/misi Gambar 5. Use Case Admin Use Case Admin menggambarkan hak akses terhadap autentikasi, manajemen member, pengelolaan stok etalase, transaksi produk, dan fitur fingerprint. Logika prosedural dalam penambahan entitas anggota baru dirinci melalui Activity Diagram Registrasi Member pada Gambar Gambar 7. Activity Diagram Enrollment Fingerprint Activity Diagram menjelaskan proses perekaman sidik jari melalui desktop dan sensor Digital Persona, lalu menyimpannya sebagai template biometrik pada basis data. Guna mendukung efisiensi pada meja resepsionis, dirancang alur Verifikasi Status Member dengan Sidik Jari yang ditunjukkan pada Gambar 9. Gambar 6. Activity Diagram Registrasi Member Activity Diagram penyimpanan data member ke basis data MySQL. Fitur biometrik pada sistem ini dirinci melalui alur teknis pada Activity Diagram Enrollment Fingerprint sebagaimana terlihat pada Gambar 7. Gambar 8. Verifikasi Fingerprint Activity Diagram verifikasi fingerprint ISSN : 2614-1701 (Ceta. Ae 2614-3739 (Onlin. Jurnal Manajemen Informatika & Sistem Informasi (MISI) Volume 9. Nomor 2. Juni 2026. ISSN 2614-1701 . edia ceta. ISSN 2614-3739 . edia onlin. DOI : 10. 36595/misi. http://e-journal. id/index. php/misi menjelaskan proses pencocokan sidik jari, pengecekan status membership, dan pencatatan visit member secara otomatis. Sebagai fondasi struktural, dirancang sebuah Class Diagram yang mendalam pada Gambar 10. Gambar 11. Tabel Data Member Integrasi biometrik dilakukan melalui aplikasi desktop yang menggunakan SDK Digital Persona untuk proses enrollment dan matching sidik jari. Gambar 12. Desktop Fingerprint Gambar 9. Class Diagram Iterasi Pertama Class Diagram memetakan relasi utama antara users, members, memberships, products, transactions, dan absensi untuk mendukung pengelolaan data operasional secara terintegrasi. Coding Tahap coding pada iterasi pertama dilakukan dengan mengimplementasikan rancangan sistem ke dalam aplikasi web dan desktop. Aplikasi web dikembangkan menggunakan Laravel dengan pola arsitektur Model-View-Controller (MVC), sedangkan aplikasi desktop digunakan untuk mendukung integrasi fingerprint. Gambar 10. Registrasi Member Data member dikelola melalui tabel yang menyediakan aksi registrasi, perpanjangan, dan reaktivasi membership. ISSN : 2614-1701 (Ceta. Ae 2614-3739 (Onlin. Gambar 13. Hasil Proses Matching Fingerprint Testing Testing Black-box memvalidasi modul autentikasi, manajemen member, enrollment, dan verifikasi fingerprint. Pengujian difokuskan pada proses login admin, perpanjangan, reaktivasi membership, serta pencocokan sidik jari menggunakan sensor Digital Persona. Ringkasan hasil pengujian disajikan pada Tabel 2. Jurnal Manajemen Informatika & Sistem Informasi (MISI) Volume 9. Nomor 2. Juni 2026. ISSN 2614-1701 . edia ceta. ISSN 2614-3739 . edia onlin. DOI : 10. 36595/misi. http://e-journal. id/index. php/misi Tabel 2. Testing Functional Iterasi 1 Modul Skenario Autentik Admin Manajem Member Hasil Diharapka Sistem n hak akses n ke Sistem ui masa aktif dan anggota di basis data Tabel 3. Iteration 2 Planning Kesimp Iterasi Berhasil Iterasi2 Admin Berhasil usi aksi "registrasi" "perpanjan g", dan "reaktivasi Biometri Admin Sistem Berhasil (Desktop sidik jari k dan sidik jari Verifikas Member Sistem Berhasil melakukan memvalidas (Desktop pemindaia i status aktif n sidik jari Hasil pengujian menunjukkan seluruh skenario iterasi pertama berhasil, sehingga modul dasar siap dilanjutkan ke pengembangan fitur manajerial pada iterasi kedua. Iterasi Kedua Planning Tahap planning pada iterasi kedua difokuskan pada kebutuhan manajerial Owner, meliputi dashboard statistik member, visualisasi pendapatan, grafik kehadiran, broadcasting promosi. PWA, serta penambahan fitur cetak invoice berdasarkan evaluasi iterasi pertama. Rekapitulasi rencana pengembangan disajikan pada Tabel 3. ISSN : 2614-1701 (Ceta. Ae 2614-3739 (Onlin. Kode User Stories US-A6 US-O1 US-O2 US-O3 US-O4 US-O5 US-O6 US-O7 US-O8 US-O9 USO10 Fitur Invoice Transaksi (Hasil Evaluas. Statistik member aktif & nonaktif Visualisasi pendapatan & Report Transaksi Grafik Tingkat Kehadiran Member Furion Gym Monitoring Detail Data Member Manajemen Paket Member Gym Manajemen Promo Paket Member Broadcasting Promo Log Aktivitas Admin Pengelolaan User Admin Progressive Web Application (PWA) Design Design iterasi kedua memodelkan kebutuhan Owner melalui Use Case. Class Diagram, dan Activity Diagram untuk fitur monitoring, laporan, paket membership, promosi, dan PWA. Gambar 14. Use Case Owner Use Case Owner menunjukkan akses terhadap dashboard analitik, laporan, log aktivitas, paket membership, promosi, monitoring etalase, dan PWA. Untuk fungsionalitas tersebut, arsitektur basis data diperluas melalui pemodelan Class Diagram yang ditunjukkan pada Gambar 15. Jurnal Manajemen Informatika & Sistem Informasi (MISI) Volume 9. Nomor 2. Juni 2026. ISSN 2614-1701 . edia ceta. ISSN 2614-3739 . edia onlin. DOI : 10. 36595/misi. http://e-journal. id/index. php/misi Gambar 15. Class Diagram Iterasi Kedua Class Diagram iterasi kedua memperluas relasi data untuk mendukung laporan, log aktivitas, paket membership, promo, transaksi, dan dashboard owner. Logika prosedural untuk fitur pemantauan divisualisasikan melalui Activity Diagram Monitoring Data Member pada Gambar 16. Gambar 17. Activity Diagram Manajemen Paket Member Activity Diagram manajemen paket menunjukkan alur owner dalam menambah, mengubah, dan mengelola paket membership reguler maupun promo. Adapun untuk alur penyebaran informasi promosi kepada anggota, sistem merujuk pada Activity Diagram Broadcasting Promosi pada Gambar 18. Gambar 16. Activity Diagram Monitoring Data Member Activity Diagram menjelaskan alur pengambilan data member, status membership, dan riwayat kehadiran untuk ditampilkan pada dashboard owner. Selain pemantauan, owner juga diberikan kapabilitas untuk mengelola variasi produk layanan gym. Alur ini dipetakan pada Activity Diagram Manajemen Paket Member di Gambar 17. Gambar 18. Activity Diagram Broadcasting Promosi ISSN : 2614-1701 (Ceta. Ae 2614-3739 (Onlin. Jurnal Manajemen Informatika & Sistem Informasi (MISI) Volume 9. Nomor 2. Juni 2026. ISSN 2614-1701 . edia ceta. ISSN 2614-3739 . edia onlin. DOI : 10. 36595/misi. http://e-journal. id/index. php/misi Activity Diagram broadcasting menjelaskan alur pengiriman promosi WhatsApp serta pencatatan data opt-out sebagai bahan evaluasi Coding Tahap coding pada iterasi kedua difokuskan pada implementasi fitur manajerial Owner. PWA. Sistem dikembangkan menggunakan Laravel dengan Eloquent ORM, serta routing khusus PWA agar owner dapat mengakses halaman login secara langsung melalui perangkat seluler. Gambar 21. Broadcasting Promosi Fitur broadcasting promosi menggunakan WhatsApp Gateway API dan cron job, serta menyediakan data opt-out untuk evaluasi Secara keseluruhan, implementasi pada iterasi ini mendukung kebutuhan monitoring owner terhadap aktivitas operasional yang dikelola admin secara lebih transparan. Testing Testing iterasi kedua memvalidasi fitur PWA, dashboard analitik, manajemen paket, dan broadcasting promosi menggunakan Black-box Tabel 4. Testing Functional Iterasi 2 Gambar 19. Tabel Member Antarmuka iterasi kedua mencakup tabel member, manajemen paket, dan broadcasting promosi untuk mendukung monitoring serta pengelolaan layanan oleh owner. Modul Skenario Aksesibili tas (PWA) Owner s sistem PWA Sistem Owner n data Sistem Dasbor Analitik Manajeme n Paket Gambar 20. Manajemen Paket Member Broadcast ISSN : 2614-1701 (Ceta. Ae 2614-3739 (Onlin. Hasil Diharapk Sistem Sistem ate chart Kesimpul Data Berhasil Pesan Berhasil Berhasil Berhasil Jurnal Manajemen Informatika & Sistem Informasi (MISI) Volume 9. Nomor 2. Juni 2026. ISSN 2614-1701 . edia ceta. ISSN 2614-3739 . edia onlin. DOI : 10. 36595/misi. http://e-journal. id/index. php/misi Iterasi Ketiga Planning Planning membership, dashboard member, riwayat visit, riwayat transaksi, serta notifikasi WhatsApp. Rencana pengembangan disajikan pada Tabel 5. Tabel 5. Iteration 3 Planning Iterasi Iterasi3 Kode User Stories US-O6 Fitur Penyempurnaan Manajemen Promo Paket Member USO13 Penambahan fitur laporan Membership US-M1 Dashboard Member Ae Riwayat Kehadiran (Track Hari Latiha. Dashboard Member Ae Status Membership & Masa Aktif US-M2 US-M3 Notifikasi Promo Member (Broadcast WhatsAp. US-M4 Notifikasi Pengingat Masa Aktif (WhatsAp. US-M5 Class Diagram menghubungkan entitas MEMBERS. PAKET_MEMBER. MEMBERSHIP_PAYMENT, dan ABSEN sebagai dasar penyajian dashboard member. Landing Page Informasi Gym Gambar 23. Class Diagram Iterasi 3 Coding Coding iterasi ketiga menghasilkan halaman input ID Member dan dashboard member berbasis Laravel membership secara mandiri. Gambar 24. Hero Section Landing Page Dashboard member menampilkan status paket, masa aktif, jumlah latihan, riwayat latihan, dan transaksi membership setelah ID Member dinyatakan valid. Design Design iterasi ketiga memodelkan kebutuhan Member melalui Use Case. Class Diagram, dan Activity Diagram untuk akses informasi membership, riwayat latihan, transaksi, promo, dan notifikasi. Gambar 25. Dashboard Member Gambar 22. Use Case Member ISSN : 2614-1701 (Ceta. Ae 2614-3739 (Onlin. Testing Testing iterasi ketiga memvalidasi dashboard Jurnal Manajemen Informatika & Sistem Informasi (MISI) Volume 9. Nomor 2. Juni 2026. ISSN 2614-1701 . edia ceta. ISSN 2614-3739 . edia onlin. DOI : 10. 36595/misi. http://e-journal. id/index. php/misi member, validasi ID, riwayat latihan, transaksi WhatsApp menggunakan Black-box testing. Admin 95,9% Owner Member Rata-rata 93,3% Tabel 6. Functional Testing Iterasi 3 Modul Dashboar d Member Riwayat Latihan Riwayat Transaksi Members Notifikasi WhatsAp Skenario Member an ID Member yang valid Member Latihan Member Sistem an cron Hasil Diharapka Sistem Sistem an data Sistem an daftar p member Sistem masa aktif Kesimpul Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Hasil pengujian menunjukkan seluruh skenario iterasi ketiga berhasil, termasuk dashboard member dan notifikasi masa aktif User Acceptance Testing User Acceptance Testing (UAT) dilakukan untuk mengukur tingkat penerimaan sistem oleh admin, owner, dan member terhadap sistem yang dikembangkan . Hasil UAT menunjukkan bahwa admin memperoleh 95,9%, owner 96%, dan member 88%, dengan rata-rata 93,3% sehingga sistem termasuk kategori sangat layak, sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil User Acceptance Testing Responden Persentase Penerimaan Kategori ISSN : 2614-1701 (Ceta. Ae 2614-3739 (Onlin. Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Secara keseluruhan, hasil black-box testing dan UAT menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan telah memenuhi kebutuhan utama Seluruh skenario fungsional berhasil dijalankan, sehingga fitur manajemen member, verifikasi fingerprint, transaksi produk, laporan, dashboard. PWA, dan notifikasi WhatsApp berjalan sesuai rancangan. Dibandingkan penelitian sebelumnya yang umumnya berfokus pada pengelolaan membership atau absensi secara terpisah, sistem ini memiliki cakupan lebih terintegrasi karena menggabungkan aplikasi website, desktop fingerprint, monitoring owner, dashboard member, notifikasi WhatsApp, dan PWA dalam satu sistem. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini berhasil mengimplementasikan sistem informasi manajemen membership gym berbasis website dan desktop pada Furion Gym Jambi Extreme Programming. Sistem mendukung pengelolaan member, verifikasi visit berbasis fingerprint, transaksi produk, laporan, dashboard owner dan member. PWA, serta notifikasi WhatsApp. Hasil black-box testing menunjukkan seluruh skenario berjalan sesuai harapan, sedangkan User Acceptance Testing memperoleh rata-rata penerimaan 93,3% dengan kategori sangat layak. Dengan demikian, sistem dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional, transparansi data, validasi kunjungan, dan monitoring bisnis secara terintegrasi. Saran pengembangan selanjutnya adalah menyediakan layanan mandiri bagi member, khususnya untuk proses registrasi, perpanjangan membership, dan reaktivasi akun. Fitur tersebut dapat dikembangkan agar member dapat mengelola kebutuhan keanggotaannya secara lebih praktis, sementara pihak gym tetap dapat melakukan validasi dan monitoring melalui Jurnal Manajemen Informatika & Sistem Informasi (MISI) Volume 9. Nomor 2. Juni 2026. ISSN 2614-1701 . edia ceta. ISSN 2614-3739 . edia onlin. DOI : 10. 36595/misi. http://e-journal. id/index. php/misi UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak Furion Gym Jambi yang telah memberikan izin, data, dan dukungan selama proses Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing atas arahan dan masukan dalam penyusunan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA