www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Jurnal DEDIKASI PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR ANTARA METODE CERAMAH DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA POKOK BAHASAN REAKSI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA DI SMA NEGERI 1, 2, DAN 3 BANDA ACEH INDONESIA Muhammad Prodi Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Abulyatama Jl. Blang Bintang Lama Km 8,5 Lampoh Keude Aceh Besar, email: mr.m.yacob@gmail.com Abstract: This research has aim to see the differences of learning achievement result by using lecture method and experimental method which applicated in redoks and electrochemistry discussions on students of SMA Negeri in Banda Aceh. In this research, the research used experimental method. As population is all of the students SMA Negeri Banda Aceh in class II Semester I 2008/2009 school year. Furthermore, as the sample of this research are SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, and SMA Negeri 3. In addition, each of school taken two classes, that are the first class taught by using experimental method (experiment class), and the second class taught by using lecturer method (control class) and each class have 40 students. Thus, the total numbers of sampel in this research are 120 students in experiment class, and 120 students in control class. The instrument that used to know the students learning result is learning result test in redoks and electrochemistry discussions and it is multiple choice. Therefore, t-test of students learning result is used to examine the hypotheses both in experiment class and control class. The result of pretest that given are : the average of experiment class is 29,4 and for control class is 49,5. Moreover, the result of t-test both class are got t-count = 0,004 < t-table = 1,986 (α=0,005), in summary, there are no significant differences of result between experiment and control class. Furthemore, the result of posttest that given are : the average of the student experiment class is74,1, and for control class is 68,0. The t-test result of post-test for both classes are got t-count = 2,40 > t-table= 1,986 (α=0,05). Thus, there are significant differences of result between experiment and control class. It can be concluded that the student learning result of experiment class is higher than control class. Keywords : Up to six keywords should also be included Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan hasil prestasi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah dengan metode eksperimen yang diaplikasikan pada pokok bahasan redoks dan elektrokimia pada siswa SMA Negeri di Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas II Semester I SMA Negeri Banda Aceh pada tahun ajaran 2008/2009. Sampel sekolah sumber data adalah SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, dan SMA Negeri 3. Setiap sekolah sampel diambil dua kelas, yaitu satu kelas diajarkan dengan metode eksperimen (kelas eksperimen) dan satu kelas diajarkan dengan metode ceramah (kelas kontrol). Setiap kelas terdiri dari 40 orang siswa. Dengan demikian, jumlah sampel dalam penelitian adalah 120 untuk kelas eksperimen dan 120 untuk kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes hasil belajar pada pokok bahasan Redoks dan Elektokimia dalam bentuk pilihan ganda. Untuk menguji hipotesis digunakan uji beda (uji t) hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil pemberian pretes diperoleh: nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 29,4 dan kelas kontrol adalah 29,5. Uji beda nilai pretes kedua kelas diperoleh t hitung =0,04 < t tabel = 1.986 (α = 0,005) sehingga disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai pretes kedua kelompok kelas. Selanjutnya, dari hasil pemberian postes diperoleh; nilai rata-rata postes siswa eksperimen yang diajar dengan metode eksperimen adalah 74,1 sedangkan kelas kontrol yang diajarkan metode ceramah adalah 68,0. Hasil pengujian uji beda nilai postes kedua kelompok kelas diperoleh t hitung = 2,40 > t tabel = 1,986 (α = 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa kelas eksperimen dengan siswa kelas kontrol. Hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada hasil belajar kelas kontrol. Kata kunci : Prestasi Belajar, Metode Ceramah, Metode Ekperimen Volume 1, No. 2, Juli 2017 223 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Fokus pembahasan kepada reaksi redoks dan diharapkan mampu menciptakan siswa yang elektrokimia dipilih dalam penyelidikan ini kerana berkualiti. Yang dimaksud dengan siswa berkualiti konsep ini susah dipahami dan diaplikasikan oleh adalah siswa yang mampu berpikir kritis, kreatif, siswa (De Jong, 2002:317). Ilmu Kimia logis, dan berinisiatif dalam menghadapi berbagai merupakan mata pelajaran yang sukar untuk isu dalam masyarakat yang diakibatkan oleh diajarkan oleh guru dan dipelajari oleh pelajar dampak perkembangan kimia dan teknologi. sehingga Selanjutnya membawa kesan kepada hasil pendidikan kimia dapat peperiksaan (Treagust, 2000:228). Dari beberapa memberikan bekal kepada siswa agar mereka penyelidikan seperti yang dikemukakan oleh dapat hidup selari dengan ilmu pengetahuan dan Poedjiadi (2003 : 16) bahawa kemampuan teknologi. mahasiswa menerapkan konsep Kimia, Fizik, program yang terarah untuk menyiapkan anak Biologi belum memadai. Sumarna (2003 : 50) didik mampu menyerap teknologi (Djoyonegoro, menambahkan bahawa kemampuan mahasiswa 2002 :11). dalam melakukan pemindahan (aplikasi) hasil Dalam Sebaiknya pendidikan kimia berisi Garis-garis Besar Program belajar bidang studi kimia masih rendah. Pengajaran (GBPP) Kimia Pendidikan dasar dan Selanjutnya Susanto (2005) berkesimpulan menengah tahun 1994 ditegaskan bahawa tujuan bahawa tingkat penguasaan konsep Kimia tentang diajarkan kimia di sekolah menengah atas (SMA) reaksi redoks dan elektrokimia pada siswa SMA adalah agar siswa memahami konsep-konsep Negeri di kotamadya Semarang masih dalam kimia dan mampu menerapkan kaedah ilmiah tingkat yang memprihatinkan. Hasil penyelidikan yang sederhana dalam memecahkan masalah- Boko (dalam Van der Berg, 1999), pada siswa masalah yang dihadapinya. Mata pelajaran kimia SMA menunjukkan persentase jawaban siswa merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam yang benar tentang topik reaksi redoks dan yang mempelajari tentang sifat, struktur materi, elektrokimia. Hasil penyelidikan Anderson (1987 : komposisi materi, perobahan materi, serta energi 259), menunjukkan bahawa banyak jawapan menyertai perobahan materi secara umum yang siswa yang salah dalam memahami konsep reaksi diperolehi melalui hasil-hasil eksperimen dan redoks dan elektrokimia. Temuan Vande Bar penalaran. Ilmu Kimia mempunyai kedudukan (1991) di Israel menunjukkan berbagai kesalahan yang sangat penting diantara ilmu-ilmu lain kerana siswa dalam memahami terjadi tindak balas reaksi memberikan penjelasan secara mikro (molekuler) redoks dan elektrokimia. terhadap fenomina makro. Di samping itu, ilmu Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam khasnya kimia memberikan kontribusi yang sangat penting Ilmu Kimia pada tingkat sekolah menengah di dan bererti terhadap perkembangan ilmu-ilmu pandang sebagai upaya formal untuk memberikan terapan, seperti pegetahuan pertanian, perikanan, bekal kemampuan tentang kimia kepada siswa kesihatan dan kimia terapan. Mata pelajaran kimia pada tingkat lanjutan. Dengan pendidikan kimia ini di SMA mencakup bahan kajian tentang sifat, 224 Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi struktur, transformasi, dinamika, energitika, serta keterkaitannya serta penerapannya baik dalam terapan. Fungsi mata pelajaran kimia antara lain : kehidupan seharian mahupun dalam teknologi. - Sebagai mengembangkan - Memiliki kemampuan menerapkan konsep, pengetahuan di pendidikan tinggi dan untuk keterampilan psikomotor dan sikap ilmiah hidup di masyarakat. dalam memecahkan masalah kimia, masalah - Sebagai bekal untuk sarana untuk mengembangkan keterampilan intelektual, psikomotor, dan sikap ilmiah. dalam kehidupan seharian dan teknologi. - Meningkatkan kesadaran sebagai warga negara untuk memiliki tanggung jawab akan - Menumbuhkan nilai yang berguna bagi siswa dalam kehidupan seharian. kelestarian lingkungan, perkembangan IPTEK dan dampaknya. - Mengembangkan kesadaran akan kelestarian Tujuan tersebut mengisyaratkan bahawa apabila alam sekitar dan perkembangan IPTEK (Ilmu siswa telah memperoleh pengetahuan kimia Pengetahuan dan Teknologi) serta dampaknya. diharapkan dapat bermanfaat baik untuk dirinya - Meningkatkan wawasan dan kesadaran tentang mahupun untuk masyarakat. potensi sumber daya alam di indonesia sebagai Kebanyakan pelajar tidak mempunyai rangka karunia untuk dipelajari dan kelola secara kerja untuk memahami konsep keterpaduan bertanggung jawab. (concept maping) (Brandt, 2001). Pemahaman - Meningkatkan kesadaran siswa tentang adanya konsep-konsep dasar dan keterampilan proses keteraturan, keseimbangan, dan keindahan Kimia akan menjadikan siswa memiliki gejala-gejala alam sehingga mendorong siswa pengetahuan yang boleh di terapkan dalam untuk lebih mencintai dan mengagumkan Allah kehidupan seharian. Pengetahuan ini boleh yang maha pencipta. bermanfaat dalam kehidupan seharian sejalan Adapun tujuan mempelajari ilmu kimia dengan tuntutan kurikulum pendidikan Kimia di adalah sebagai berikut : Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Fungsi - Untuk mengembangkan sumber daya manusia pempelajaran Kimia adalah untuk memberikan yang memilki keterampilan intelektual dan pengetahuan psikomotor dalam bidang kimia yang dilandasi mengembangkan oleh sikap kesadaran ilmiah untuk tentang persekitaran ketrampilan, wawasan alam, dan serta meningkatkan kesadaran teknologi yang berkaitan dengan lebih mengagungkan manfaatnya bagi kehidupan seharian. prasyarat untuk Ia kebesaran dan kekuasaan Allah yang maha merupakan melanjutkan kuasa. pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi - Secara khasnya memiliki ketrampilan dalam serta dapat meningkatkan kesadaran terhadap melakukan kegiatan laboratorium untuk lebih kebesaran dan kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa. memahami Menurut - konsep-konsep kimia serta Hamidah (2006) kandungan mata menumbuhkan minat dan sikap ilmiah. pelajaran kimia dapat diolah ke dalam empat tema Mengusai konsep-konsep kimia dan saling iaitu memperkenalkan kimia, jirim disekeliling Volume 1, No. 2, Juli 2017 225 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi kita, interaksi antara bahan kimia dan penghasilan dan pengurusan bahan kimia. Untuk tema interaksi para siswa akan mempelajari perobahan kimia yang diakibatkan oleh pelbagai tidak balas kimia. Hal-hal yang akan didapati dalam tema interaksi bahan kimia di tingkatan asas adalah elektrokimia serta asid, bes dan garam. Didalam pokok bahasan redoks dan elektrokimia yang perlu dikuasai banyak konsep abstrak dalam bentuk mikroskopis. Menurut Hamidah (2006), Gambar 1 menunjukkan peta Gambar 2. Peta Konsep Sub Pokok Bahasan Elektrolisis konsep bagi pokok bahasan elektrokimia dan Gambar 2 menunjukkan peta konsep bagi sub pokok bahasan elektrolisis yang merupakan sub pokok bahasan dalam pokok bahasan elektrokimia. Di dalam GBPP siswa mulai mempelajari asas reaksi redoks dan elektrokimia pada mata pelajaran IPA (sains) tingkatan 1, pada semester 2. Dalam sub pokok bahasan ini siswa akan memahami jumlah perbandingan antara gas hidrogen dengan gas oksigen yaitu 2 : 1, jika di satu molekul air elektrolisis dengan menggunakan alat pesawat Hoofmand. Siswa hanya dikehendaki memahami gas hidrogen di katoda dan gas oksigen di anoda. Seterusnya dalam tingkatan 2, semester 2 siswa diajarkan untuk memehami konsep yang lebih terperinci dan penekanan kepada hasil belajar yang berdasarkan aras-aras kesukaran yang berbeza, seperti boleh membezakan antara larutan elektrolit dengan larutan non elektrolit. Gambar 226 1. Peta Konsep Elektrokimia. Pokok Bahasan Tabel 1. Hasil pembelajaran Bahasan Elektrokimia : Kelas Semester 1 2 2 2 Sub Pokok Pokok Bahasan Reaksi oksidasi dan reduksi Larutan elektrolit dan non elektrolit. Senyawa elektrolit Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Kelas Semester 3 1 3 1 3 2 3 3 3 3 4 5 Pokok Bahasan Reaksi redoks dan elektrokimia Penyetaraan reaksi redoks Sel Volta/ sel Galvani Korosi Elektrolisis Kegunaan elektrolisis dalam industri mengajar. Kenyataannya masih banyak siswa yang telah mempelajari konsep-konsep kimia dan khasnya pokok bahasan redoks dan elektrokimia. Namun belum mampu mengaplikasikan konsepkonsep tersebut untuk kepentingan hidupnya seharian. Berdasarkan huraian di atas, ternyata prestasi belajar siswa belum tercapai seperti yang diharapkan. faktor Hal ini dipengaruhi oleh pelbagai antara lain kaedah pembelajaran, kemudahan pembelajaran dan partisipasi ibu bapa Untuk mengatasi kesukaran pemahaman dalam proses pembelajaran anak di sekolah. konsep-konsep abstrak seperti dalam pokok bahasan elektrokimia para guru kimia telah KAJIAN PUSTAKA membina kurukulum dengan mengunakan LKS (lembaran Kerja Siswa) pada latihan amali bagi membantu siswa mengambarkan dunia molekul dan menghubungkaitkan konsep-konsep bilik darjah dengan dunia luar. Secara khasnya beberapa kurikulum yang di ubahsuai dengan menggunakan latihan-latihan amali di makmal sebagai aktiviti untuk mengambarkan proses-proses dalam kimia. Semua guru percaya latihan amali merupakan sebagai alat bantu mengajar yang dapat mengatasi masalah kesukaran pempelajaran. Latihan amali dengan menggunakan LKS mempunyai keupayaan untuk memudahkan siswa memperolehi data dengan pantas dan tepat. Latihan amali dengan menggunakan LKS sebagai alat bantu lebih berkesan berbanding pendekatan pengajaran secara tradisional. pendidikan dan pengajaran Kimia. Misalnya, dengan melengkapi kemudahan kualiti sarana tenaga pendidikan, meningkatkan pengajar, Wales (Johnstone, 2001:42) mengemukakan bahawa latihan amali merupakan proses penting dalam peroses belajar mengajar, terdapat sepuluh manfaat dari matlamat latihan amali iaitu : 1. Untuk mendorong observasi secara akurat dan rakaman yang lebih berhati-hati dan teliti. 2. Untuk mengemukakan kemudahaan secara praktikal, pandangan am dan kaedah ilmiah. 3. Untuk mengembangkan kemahiran manipulasi 4. Untuk memberikan latihan di dalam pemecahan persoalan 5. Untuk menetapkan/menjawab latihan peperiksaan yang dikehendaki 6. Untuk menyusun rangka teori kerja yang merupakan bantuan/panduan secara mendalam. 7. Untuk menguraikan verifikasi/fakta dan prinsip Berbagai usaha telah dilakukan oleh kerajaan untuk meningkatkan prestasi 2.1 Teori Konstruktivisme yang sudah difikirkan. 8. Menjadi bahagian yang terpadu daripada proses penemuan fakta-fakta penyelidikan dalam mendapatkan prinsip-prinsip. mengembangkan kurikulum serta menyempurnaan kaedah-kaedah Volume 1, No. 2, Juli 2017 227 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi 9. Untuk membangkitkan dan memelihara minat METODE PENELITIAN Tujuan penyelidikan ini adalah untuk melihat dalam satu perkara (subjek). 10. Untuk membuat fenomena lebih nyata melalui kesan penggunaan LKS dalam latihan amali terhadap pencapaian prestasi belajar siswa dalam pengalaman yang aktual. mata pelajaran kimia. Pokok bahasan yang dikaji Johnstone (2001:43) menegaskan bahawa ialah pokok bahasan redoks dan elektrokimia yang kesan latihan amali boleh mendorong pelajar untuk merupakan suatu pokok bahasan dalam mata memperolehi : pelajaran kimia yang diajarkan pada kelas 3 1. Kemahiran manipulasi semester 1. Bab ini membincangkan reka bentuk 2. Kemahiran dalam mengobservasi penyelidikan, 3. Kemampuan untuk menginterpretasikan data penyelidikan, dan analisis data yang digunakan sampel kajian, prosedur dalam kajian. percobaan makmal 4. Kemampuan merancang suatu percobaan di HASIL DAN PEMBAHASAN makmal. Turpin (2004:1) mengemukakan tentang pentingnya kesan dari keterpaduan aktiviti yang berasaskan kurikulum, pencapaian ilmu, Data Nilai Pretes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Penilaian hasil pre-test siswa kelas kemahiran proses menemukan keilmuan dan sikap eksperimen dan kelas kontrol dalam rentang nilai 0 ilmiah antara para guru dan pelajarnya. Freedman sampai 100. Hasil pemberian pretes pada kelas (2001) hasil eksperimen diperoleh : nilai terendah 13, tertinggi pembelajaran melalui latihan amali dan wujudnya 44, nilai rata-rata 29,4 dan simpangan baku 10,32. peringkat pencapaian yang lebih tinggi serta Pada kelas kontrol diperoleh hasil pre-test : nilai perbezaan antara pelajar lelaki dan wanita dalam terendah 13, tertinggi 44, nilai rata-rata 29,5 dan keupayaan simpangan baku 9,82. menjalankan mereka kajian untuk tentang memperolehi pengetahuan melalui peninggakatan sikap ilmiah. Myers (2005) menegaskan bahawa kesan keterpaduan latihan amali pada makmal telah meningkatkan pengetahuan pelajar dan proses kemahiran untuk memperolehi kejayaan menemukan ilmu pengetahuan melalui pendekatan model ini. Osborne (2000) melaporkan bahawa proses kemahiran memperolehi ilmu pengetahuan dan pencapaiannya terbukti lebih tinggi pada pelajar yang menyertai latihan amali berbanding yang tidak menyertainya 228 Tabel 2. Ringkasan Data Nilai Pretes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Kelas Kontrol No Nilai Nilai Fi X̄ S fi X̄ S Pretes Pretes 1 13 15 13 12 2 19 18 19 18 3 25 18 29,4 10,32 25 21 29,5 9,82 4 31 27 31 27 5 38 21 38 24 6 44 21 44 18 Jumlah 120 - - - 120 Keterangan : fi = frekuensi, x̄ = nilai rata-rata, S = simpangan baku Volume 1, No. 2, Juli 2017 - - Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Data Nilai Postes Kelas Eksperimen dan Kelas diterapkan metode eksperimen lebih tinggi dari Kontrol pada yang diterapkan metode ceramah. Adapun Penilaian hasil postes kelas eksperimen dan penyebabnya antara lain : (1) melalui metode kelas kontrol dalam rentang nilai 0 sampai 100. eksperimen siswa dapat menyaksikan secara Hasil pemberian postes pada kelas eksperimen langsung konsep materi siswaan yang disampaikan diperoleh nilai terendah 56, tertinggi 94, nilai rata- guru sehingga lebih muda memahami materinya. rata 74,1 dan simpangan baku 11,11. Sedangkan Pada konsep Reaksi Redoks dan Elektrokimia pada kelas kontrol diperoleh hasil postes; nilai dalam penelitian ini, terendah 50, tertinggi 94, nilai rata-rata 68,0 dan bagaimana terjadinya arus listrik, deret volta, simpangan baku 11,65. proses korosi dan peristiwa elektrolisis. (2) melalui Tabel 3. Ringkasan Data Nilai Postes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol metode eksperimen siswa terlibat secara langsung Kelas Eksperimen No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nilai Pretes 56 63 69 75 81 88 94 - X̄ Fi 15 15 21 24 21 15 9 74,1 dalam mengeksperimen konsep siswaan sehingga Kelas Kontrol S 11,11 Nilai Pretes 50 56 63 69 75 81 884 - fi 15 15 21 27 18 12 9 3 X̄ siswa dapat melihat dapat lebih mengaktifkan siswa mengikuti S pelajaran, dan (3) kegiatan eksperimen dapat merangsang keingintahuan siswa dan mengembangkan sikap berfikir ilmiah, dan 68,0 11,65 melatih keterampilan siswa melakukan kegiatan ilmiah. Namun di samping kelebihan, metode Jumlah 120 - - - 120 - - eksperimen juga memiliki kelemahannya antara lain : (1) menyita waktu yang relative banyak Pada awal penelitian diberikan pretes kepada sehingga terkadang waktu untuk pengajaran materi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Diperoleh nilai yang lainnya menjadi terhambat. Oleh sebab itu, rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 29,5 bagi peneliti lanjut yang ingin menerapkan metode begitu juga kelas kontrol memperoleh nilai rata- eksperimen rata 29,4. Dari hasil pretes ini terlihat bahwa hasil menyediakan alokasi waktu tambahan sebagai belajar siswa sebelum diterapkan perlakuan masih waktu cadangan untuk melaksanakannya. Dan (2) tergolong rendah dan homogen. kurangnya jumlah peralatan eksperimen sehingga sebaiknya terlebih dahulu Dari hasil pemberian postes pada kedua kelas terkadang mengganggu kegiatan belajar mengajar, diperoleh rata-rata nilai postes kelas eksperimen serta peralatan yang di gunakan terkadang dalam yang diterapkan dengan metode eksperimen adalah kondisi rusak sehingga menggangggu pelaksanaan 74,1 sedangkan kelas kontrol yang diterapkan kegiatan eksperimen. Oleh sebab itu disarankan metode ceramah adalah 68,0. Jadi terdapat bagi peneliti sebelum pelaksanaan eksperimen perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang sebaiknya terlebih dahulu memeriksa keadaan diterapkan metode eksperimen dengan yang peralatan yang akan digunakan dalam eksperimen. diterapkan metode ceramah, di mana yang Volume 1, No. 2, Juli 2017 229 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi KESIMPULAN DAN SARAN metode Kesimpulan sebaiknya terlebih dahulu menyediakan alokasi Kesimpulan yang diperoleh dari hasil eksperimen metode ekesperimen waktu tambahan untuk melaksanakannya, penelitian ini adalah: sebab pelaksanaan eksperimen memerlukan 1. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada konsep waktu yang lebih banyak dari pada yang Reaksi Redoks dan Elektrokimia yang diajar diperkirakan semula. dengan metode ceramah kelas III semester 1 3. Sebelum pelaksanaan eksperimen sebaiknya SMA Negeri Banda Aceh tahun ajaran 2008- guru terlebih dahulu memeriksa keadaan 2009 adalah 68,0. peralatan 2. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada Konsep Reaksi Redoks dan Elektrokimia yang diajar yang akan digunakan dalam eksperimen. Hal ini untuk menjaga kelancaran pelaksanaan eksperimen. dengan metede eksperimen kelas III semester 1 SMA Negeri Banda Aceh tahun ajaran 2008- DAFTAR PUSTAKA Anderson 2009 adalah 74,1. 3. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada konsep Reaksi Redoks dan Elektrokimia yang diajar dengan metode ceramah dengan metode eksperimen kelas III semester 1 SMA Negeri Banda Aceh tahun B. (1987). 4. Ternyata hasil penelitian yang diperoleh sama dengan hasil yang telah diperoleh oleh peneliti sebelumnya dimana hasil belajar metode eksperimen lebih tinggi daripada metode Aspects of Children’s Understanding of Boilingpoint, The University of leeds : Proceedings of an Seminar. Djoyonegoro, W. (2002). Pengajaran MIPA di Sekolah Dasar Menyongsong ajaran 2008-2009. Some Masa dan Keperluan Depan : Menengah IPTEK Sebuah di Sumber Pemikiran. Makalah Disampaikan pada Seminar Nasional Hasil Penelitian Pendidikan MIPA 2002 di Bandung 2426 September 2002. ceramah. Howe, R.W., Blosser, P. E., Helegenson, S.L. & Warren, C.R. (1999). Trends and Issue Saran Sara yang dapat diajukan berdasarkan temuan in Science Education. Ohio : Clearing penelitian ini adalah: House for Science 1. Bagi guru kimia dapat menerapkan metode Matematics and eksperimen sebagai alternatif metode pengajaran yang diaharapkan dapat Education and Environmental Education. Poedjiadi, A., (2003). Pendekatan Sains– meningkatkan hasil belajar siswa tetapi perlu Teknologi–Masyarakat dalam diingat Pendidikan Sebagai Upaya Meningkatkan Leterasi bahwa metode eksperimen tidak terlepas dari metode ceramah. 2. Bagi peneliti lanjut yang ingin menerapkan 230 Sains dan Teknologi. Makalah disampaikan dalam Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Seminar Nasional Pendidikan Hasil MIPA ke Penelitian III. Ujung Pandang. 25-27 Juli 2003. Sumarna. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya, Bina Aksar, Vande Bar, S. (1991). Teaching and Media, Websters Third New International Springs Field. Volume 1, No. 2, Juli 2017 231