ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 PENGARUH KOMPENSASI DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA HOTEL KINI DI PONTIANAK Cindy Thea email: cindy. thea99@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh kompensasi dan pelatihan kerja terhadap produktifitas kerja karyawan pada Hotel Kini di Pontianak. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif dan menggunakan teknik analisis data Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumenter dan penyebaran kuesioner. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa hasil pengisian kuesioner oleh responden dengan menggunakan alat analisis skala likert. Populasi pada penelitian ini adalah 60 karyawan Hotel Kini di Pontianak. Pembahasan menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik . ji normalitas, multikoliniearitas, heterokedastisita. , analisis regresi linier berganda, analisis signifikansi koefisien regresi . ji F, uji t. R squar. Hasil tersebut diolah menggunakan program SPSS 25. Metode yang digunakan analisis deskriptif terhadap karakteristik responden. Dari hasil penelitian dapat dikatakan bahwa kompensasi dan pelatihan kerja secara simultan mempengaruhi produktifitas kerja karyawan pada Hotel Kini di Pontianak. Kompensasi tidak pengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada Hotel Kini di Pontianak. Terdapat pelatihan pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada Hotel Kini di Pontianak. KATA KUNCI: kompensasi, pelatihan, produktivitas kerja PENDAHULUAN Kunci dari keberhasilan suatu perusahaan bergantung pada karyawan yang terlibat di dalamnya. Manusia dalam organisasi mempunyai peran yang penting dalam menggerakan sumber produktivitas dalam sebuah perusahaan. Mengingat perannya yang penting kualitas daya manusia mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan dan kemajuan organisasi. Setiap perusahaan menghendaki semua kegiatan yang dilakukan karyawannya mempunyai hasil yang optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan produktivitas karyawan. Dengan adanya produktivitas kerja karyawan diharapkan pekerjaan akan terlaksana secara efisien dan efektif. Karyawan yang bekerja dengan baik cenderung mengharapkan adanya imbalan berupa kompensasi dari perusahaan. Kompensasi berupa sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa atas pekerjaan yang dilakukan (Tannady 2017:. Kualitas kompensasi dinilai penting bagi seorang karyawan karena besarnya ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 kompensasi yang diberikan mencerminkan hasil kerja mereka di antara para karyawan di dalam perusahaan itu sendiri. Pelatihan dapat ditujukan kepada pegawai pelaksana dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta attitude sehingga seseorang memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya di dalam perusahaan (Mangkunegara 2017:. Produktivitas karyawan akan memperlihatkan seberapa efisien dan efektif karyawan tersebut dalam bekerja. Produktivitas kerja karyawan yang baik menandakan bahwa karyawan tersebut memahami apa yang dikerjakan. sehingga ini semua akhirnya sangat diperlukan dalam pencapaian tujuan yang sudah ditetapkan. KAJIAN PUSTAKA Kompensasi Tannady . 7: 120-. Kompensasi merupakan segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. Bagi karyawan kompensasi itu sangat penting, karena besarnya kompensasi merupakan cerminan atau ukuran nilai pekerjaan karyawan itu sendiri. Kompensasi bukan hanya penting untuk karyawan saja, melainkan juga penting bagi organisasi itu sendiri, karena programprogram kompensasi adalah cerminan upaya dari organisasi untuk mempertahankan sumber daya manusia. Mangkunegara . 7: . menyatakan bahwa kompensasi yang diberikan sangat berpengaruh pada hasil kerja, tingkat kepuasan serta motivasi. Kompensasi merupakan suatu bentuk imbalan yang diterima oleh pegawai atas usaha yang dihasilkannya. Untuk menerima ganti kontribusi dari organisasi kepada seluruh karyawan, maka karyawan harus memberikan balas jasa yang menurut mereka berharga atau keahlian masing-masing baik tenaga kerja maupun pengetahuan yang dimiliki (Simamora 2020: . Ia juga menyatakan tiga dimensi untuk menilai kompensasi yaitu: Pendidikan Dalam sistem gaji berbasiskan pengetahuan, seorang lulusan perguruan tinggi mungkin menerima gaji yang lebih tinggi untuk sebuah pekerjaan yang tidak membutuhkan gelar universitas karena nilai tambah orang yang berpendidikan dalam memenuhi pekerjaan tersebut. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Beban Kerja Hal ini berarti bahwa isu-isu gaji yang dapat diperbandingkan terhadap pekerjaan patut diperhatikan. Jabatan Tidak ada program gaji tunggal yang cocok untuk semua karyawan, gaji akan disesuaikan dengan jabatan karyawan tersebut. Pelatihan Kerja Mangkuprawira . Pelatihan sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu, serta sikap agar karyawan semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik, sesuai dengan standar. Siagian . 2: . berpendapat bahwa pelatihan salah satu instrumen yang paling efektif untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja para karyawan dalam suatu organisasi, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas organisasi secara keseluruhan. Pelatihan adalah suatu aktivitas untuk meningkatkan kemampuan karyawan agar menjadi lebih produktif dan efektif. Hal ini dapat dirumuskan bahwa pelatihan merupakan suatu proses belajar ataupun suatu pembelajaran yang sesuai dengan keahlian, konsep, peraturan dan sikap untuk meningkatkan produktivitas karyawan (Simamora 2020: . terdapat empat kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan pelatihan yaitu: kriteria reaksi, kriteria belajar, kriteria perilaku, dan kriteria hasil. Reaksi Terfokus pada perasaan para partisipan terhadap subyek pelatihan dan pelatih, saran perbaikan dalam program, dan tingkat bantuan pelatihan terhadap pelaksanaan pekerjaan mereka secara lebih baik. Belajar Pengetahuan, keahlian, dan sikap yang diperoleh sebagai hasil pelatihan. Perilaku Perubahan yang terjadi pada pekerjaan sebagai akibat pelatihan. Hasil Dampak pelatihan pada keseluruhan efektivitas organisasi atau pencapaiannya pada tujuan organisasional. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Produktivitas Kerja Sedarmayanti . 1: . mengemukakan bahwa produktivitas mengandung arti perbandingan antara hasil yang di capai . dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan . Afandi . 6: . Produktivitas kerja karyawan dapat disebut sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha. Karena semakin tinggi produktivitas kerja karyawan dalam perusahaan, berarti laba perusahaan dan produktivitas akan Indikator untuk mengukur produktivitas kerja yaitu: kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu. Kuantitas kerja Kuantitas kerja adalah suatu hasil yang dicapai oleh karyawan dalam jumlah tertentu dengan perbandingan standar ada atau ditetapkan oleh perusahaan Kualitas kerja Kualitas kerja merupakan suatu standar hasil yang berkaitan dengan mutu dari suatu produk yang dihasilkan oleh karyawan dalam hal ini merupakan suatu kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan secara teknis dengan perbandingan standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Ketepatan waktu Ketepatan waktu merupakan tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang ditentukan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Ketepatan waktu diukur dari persepsi karyawan terhadap suatu aktivitas yang disediakan di awal waktu sampai menjadi output. METODE PENELITIAN Berdasarkan pembahasan sebelumnya, maka hipotesis yang diajukan dalam Objek dalam penelitian ini adalah karyawan Hotel Kini di Pontianak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa penyebaran kuesioner dan studi dokumenter. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode kuantitatif dengan bentuk penelitian asosiatif. Sugiyono . 8: . , penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Teknik sampel yang digunakan adalah teknik sampling dengan metode sensus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Hotel Kini di Pontianak sebanyak 60 responden. Teknik analisis data yang digunakan diantaranya yaitu analisis kuantitatif dan kuesioner diolah dengan menggunakan skala likert dengan bantuan program aplikasi SPSS (Statistical Package for the Social Science. versi 25 pada komputer. PEMBAHASAN Uji Validitas dan Reliabilitas Dalam uji validitas, suatu butir pertanyaan dapat dinyatakan valid apabila nilai Rhitung lebih besar dari nilai Rtabel dan bernilai positif. Nilai dari Rtabel ditentukan berdasarkan rumus df= n-2 sehingga dengan sampel yang dapat diolah sebesar 60 responden menghasilkan Rtabel senilai 0, 2542. Dari ketiga variabel yaitu kompensasi, pelatihan kerja, dan produktivitas karyawan tersebut dinyatakan lolos uji validitas. Kemudian pada pengujian reliabilitas suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan cronbachAos alpha >0,60. Diperoleh nilai kompensasi sebesar 0,866, variabel pelatihan sebesar 0,714 dan variabel produktivitas kerja sebesar 0,876 sehingga ketiganya dinyatakan lolos uji reliabilitas. Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik dibagi menjadi uji normalitas, multikoliniearitas dan Pengujian normalitas ditemukan hasil berupa nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,119 yang di mana lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti H0 diterima yang di mana data residual terdistribusi normal. TABEL 1 Hasil Uji Normalitas METODE ONE-SAMPLE KOLMOGOROV-SMIRNOV Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. -taile. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Sig. 99% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Unstandardized Residual ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Based on 10000 sampled tables with starting seed 1314643744. Sumber: Data Olahan SPSS 25,2022 TABEL 2 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. TOTAL. TOTAL. Dependent Variable: TOTAL. Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber: data olahan SPSS 25,2022 Kemudian pada pengujian multikoliniearitas ditemukan hasil untuk variabel kompensasi dan pelatihan kerja mendapatkan nilai Tolerance sebesar 0,780 dan nilai VIF sebesar 1,282dan hasil ini telah memenuhi kriteria nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF lebih kecil dari 10. Pada pengujian heteroskedastisitas pada tabel 3 ditemukan hasil untuk variabel kompensasi secara berturut 0,326 dan 0,969 dan hasil ini telah memenuhi kriteria lebih besar dari 0,05. TABEL 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Model (Constan. 1 TOTAL. TOTAL. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Sumber: Data Olahan SPSS 25, 2022 Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda pada Tabel 4, dapat disusun persamaan regresi berganda sebagai berikut: Y = 0,143X1 0,716X2 Keterangan: = Produktivitas kerja = Kompensasi = Pelatihan Kerja ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Ditemukan nilai koefisien regresi untuk kompensasi dan pelatihan kerja secara berturut 0,143X1 dan 0,716X2. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut berpengaruh positif terhadap produktivitas. TABEL 4 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. 1 TOTAL. TOTAL. Dependent Variable: TOTAL. Sig. Sumber: Data Olahan SPSS 25, 2022 Hasil Uji F dapat dilihat dari Tabel 5 berikut: TABEL 5 Hasil Uji F ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: TOTAL. Predictors: (Constan. TOTAL. X2. TOTAL. Sig. Sumber: Data Olahan SPSS 25, 2022 Berdasarkan Tabel 5 diatas, diketahui bahwa Fhitung memiliki nilai sebesar 48,461 lebih besar dari Ftabel yaitu 2,70 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga model regresi ini dapat dinyatakan layak dan lolos uji F. Berdasarkan Tabel 4, maka diperoleh hasil nilai uji t untuk X1 dan X2 secara berurutan adalah sebesar 1,569 dan 7,850. Pengujian pada variabel kompensasi menunjukkan thitung sebesar 1,569 dan nilai ttabel sebesar 2,002 sehingga thitung lebih kecil dari nilai ttabel dengan tingkat signifikansi 0,122 lebih besar dari 0,05 maka kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas karyawan dan pengujian pada variabel pelatihan kerja menunjukkan thitung 7,850 lebih besar dari nilai ttabel yaitu 2,002 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka pelatihan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 TABEL 6 HASIL ANALISIS KOEFISIEN DETERMINASI (R. Model Summary Model R Square Predictors: (Constan. TOTAL. X2. TOTAL. Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber: Data Olahan SPSS 25, 2022 Berdasarkan tabel 6, diketahui nilai R square sebesar 0,63 atau sama dengan 63%. Artinya variabel kompensasi dan pelatihan berpengaruh terhadap produktivitas sebesar 63%, sedangkan sisanya 37% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan didalam model regresi. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan pengujian maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan kompensasi dan pelatihan kerja dapat memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada Hotel Kini di Pontianak. Dan secara persial kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produktivtas kerja karyawan. Sedangkan pelatihan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada Hotel Kini di pontianak. Saran yang dapat penulis berikan yaitu untuk kompensasi kepada pihak perusahaan harus lebih diperhatikan apabila imbalan yang diterima karyawan semakin besar maka produktivitas karyawan akan semakin tinggi. Dan pelaksanaan pelatihan kepada karyawan oleh perusahaan sudah berjalan dengan baik. Namun disarankan kepada perusahaan untuk tetap mengadakan pelatihan yang berkualitas agar produktivitas kerja karyawan dalam melaksanakan pekerjaan mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. DAFTAR PUSTAKA