eISSN 3090-7985 & pISSN 3090-5125 org/10. 63822/r53z9054 Vol. No. Juni Tahun 2025 Hal. Homepage https://ojs. id/index. php/ib Penerapan Teori Organisasi dalam Penguatan Kapasitas Kelembagaan UMKM di Desa Sukamaju Sandra Nufadila Setia Ningsih1. Suwandi2 Universitas Pelita Bangsa. Kabupaten Cikarang. Indonesia1,2 Email Korespodensi: sandranurfadila28@gmail. com , suwandi@pelitabangsa. INFO ARTIKEL ABSTRACT Histori Artikel: Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. institutions have a strategic role in local economic growth. However, many MSME groups in rural areas do not yet have adequate organizational structures, which results in weak coordination and business productivity. This community service aims to apply concepts in organizational theory to improve the effectiveness of MSME institutions in Sukamaju Village. The organizational theories used include contingency structure theory and open systems, which are applied in the form of training, group discussions, and direct assistance. The results show an increase in the ability of MSME members to understand the importance of role division, communication flow, and adaptability to market changes. This service recommends further implementation in the form of in-depth training per field of organizational function. Diterima Disetujui Diterbitkan 21-06-2025 22-06-2025 25-06-2025 Keywords: Organizational theory. MSMEs, community service, institutions, organizational structure. Bagaimana Cara Sitasi Artikel ini: Sandra Nufadila Setia Ningsih, & Suwandi. Penerapan Teori Organisasi dalam Penguatan Kapasitas Kelembagaan UMKM di Desa Sukamaju. Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. , 6773. https://doi. org/10. 63822/r53z9054 Copyright A 2025 The Author. This article is distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. s 67 Penerapan Teori Organisasi dalam Penguatan Kapasitas Kelembagaan UMKM di Desa Sukamaju (Setia Ningsih, et al. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi nasional dan menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia, bahkan menjadi penyangga ekonomi saat krisis (Kementerian Koperasi dan UKM, 2023. Rahayu & Darmawan, 2. Namun, di tingkat pedesaan, pengelolaan UMKM sering kali masih sangat sederhana dan belum menggunakan prinsip-prinsip organisasi modern. Permasalahan seperti tidak adanya pembagian tugas yang jelas, alur kerja yang tumpang tindih, serta pengambilan keputusan yang kurang partisipatif sering kali menjadi hambatan utama dalam pengembangan UMKM di pedesaan. Hambatan-hambatan ini tidak hanya mengurangi efisiensi operasional tetapi juga menghambat kemampuan UMKM untuk bersaing dan berkembang secara berkelanjutan. Dalam teori organisasi, hal-hal tersebut berkaitan dengan pentingnya struktur organisasi yang efektif, mekanisme koordinasi yang efisien, serta kemampuan adaptasi terhadap lingkungan eksternal. Teori organisasi menjelaskan bahwa sebuah organisasi harus disesuaikan dengan ukuran, tujuan, serta lingkungan tempat ia berada (Robbins & Judge, 2. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip teori organisasi dalam pembinaan UMKM sangat relevan untuk meningkatkan kinerja dan daya tahan usaha, terutama dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah (Wibowo & Purwaningsih, 2. Penelitian terbaru juga telah menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan dan kapasitas manajerial dapat meningkatkan kinerja UMKM secara signifikan (Hidayat & Anugrah, 2. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk membantu kelompok UMKM di Desa Sukamaju dalam menyusun struktur kelembagaan yang efektif dan efisien melalui pendekatan teori Diharapkan dengan penguatan kapasitas kelembagaan ini. UMKM di Desa Sukamaju dapat beroperasi lebih profesional, meningkatkan produktivitas, dan mencapai keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki beberapa tujuan spesifik, yaitu: Memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM tentang pentingnya struktur organisasi yang jelas dan fungsional dalam mendukung operasional usaha. Menerapkan prinsip-prinsip dasar teori organisasi . hususnya teori struktur kontingensi dan sistem terbuk. dalam bentuk struktur kerja yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik UMKM di Desa Sukamaju. Meningkatkan kemampuan manajerial dan koordinasi antar anggota UMKM, termasuk dalam hal pembagian tugas, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Mendorong kemandirian kelembagaan UMKM agar mampu bertahan, berkembang, dan berinovasi secara berkelanjutan di tengah persaingan pasar. METODE PELAKSANAAN Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan aktif pelaku UMKM di Desa Sukamaju. Tahapan pelaksanaan dirancang secara sistematis untuk memastikan pemahaman dan implementasi yang efektif: Identifikasi Permasalahan (Survei Awa. Tim pengabdian melakukan survei awal dan wawancara mendalam dengan beberapa perwakilan kelompok UMKM di Desa Sukamaju. Fokus survei adalah untuk mengetahui kondisi eksisting organisasi kelompok UMKM, termasuk keberadaan struktur organisasi formal, standar operasional prosedur (SOP), dan pembagian tugas. a 68 Penerapan Teori Organisasi dalam Penguatan Kapasitas Kelembagaan UMKM di Desa Sukamaju (Setia Ningsih, et al. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM belum memiliki struktur organisasi yang jelas, tidak ada SOP tertulis, dan pembagian tugas seringkali tumpang tindih atau tidak merata. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian yang mengindikasikan bahwa UMKM seringkali kurang memperhatikan aspek kelembagaan formal (Pratama & Sukma, 2. Penyuluhan dan Pelatihan Teoritis Materi tentang dasar-dasar teori organisasi, pentingnya manajemen kelembagaan, serta konsep struktur kontingensi dan sistem terbuka disampaikan dalam bentuk penyuluhan interaktif dan diskusi Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konseptual pelaku UMKM tentang bagaimana organisasi yang baik dapat meningkatkan kinerja usaha mereka. Digunakan media presentasi visual, studi kasus sederhana dari UMKM lain, dan sesi tanya jawab untuk memastikan pemahaman yang komprehensif. Workshop Perancangan Struktur Organisasi Setelah sesi penyuluhan, dilakukan workshop praktis di mana peserta secara aktif diajak untuk menyusun draf struktur organisasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing kelompok UMKM. Tim pendamping memberikan arahan dan bimbingan dalam menentukan posisi, peran, tanggung jawab, dan garis komunikasi dalam struktur. Setiap kelompok didorong untuk mengidentifikasi fungsi-fungsi kunci yang dibutuhkan . isalnya, produksi, pemasaran, keuanga. dan menempatkan anggota yang sesuai. Pendampingan dan Evaluasi Implementasi Selama periode dua minggu setelah workshop, tim pengabdian mendampingi kelompok UMKM secara langsung dalam menjalankan struktur organisasi baru tersebut. Pendampingan meliputi bantuan dalam menyusun deskripsi pekerjaan sederhana, membuat jadwal rapat internal, dan memfasilitasi komunikasi antar anggota. Evaluasi awal dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara informal untuk mengidentifikasi tantangan dalam implementasi dan memberikan solusi cepat. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan implementasi struktur organisasi oleh pelaku UMKM di Desa Sukamaju. Hasil ini menunjukkan relevansi dan efektivitas penerapan teori organisasi dalam konteks pengembangan kapasitas kelembagaan UMKM. Pembentukan Struktur Organisasi yang Lebih Jelas Dari total delapan kelompok UMKM yang menjadi sasaran, lima kelompok usaha berhasil membentuk struktur organisasi formal dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang lebih jelas. Sebelumnya, sebagian besar UMKM beroperasi tanpa struktur formal, di mana pembagian tugas seringkali bersifat ad hoc dan tumpang tindih. Sebagai contoh, sebuah kelompok pengrajin batik yang awalnya hanya memiliki "ketua" dan "anggota", kini telah menetapkan posisi seperti Manajer Produksi. Koordinator Pemasaran, dan Bendahara. Setiap posisi memiliki deskripsi tugas yang spesifik, misalnya: Manajer Produksi: Bertanggung jawab atas perencanaan produksi, kualitas produk, dan efisiensi a 69 Penerapan Teori Organisasi dalam Penguatan Kapasitas Kelembagaan UMKM di Desa Sukamaju (Setia Ningsih, et al. Koordinator Pemasaran: Bertanggung jawab atas strategi promosi, penjualan online/offline, dan hubungan dengan pelanggan. Bendahara: Bertanggung jawab atas pencatatan keuangan, pelaporan, dan pengelolaan kas. Pembentukan struktur ini, yang mengadopsi prinsip spesialisasi dari teori organisasi klasik dan disesuaikan dengan konteks kontingensi UMKM, meminimalisir kebingungan peran dan meningkatkan akuntabilitas individu. Ini konsisten dengan temuan studi yang menunjukkan bahwa struktur organisasi yang jelas mendukung efisiensi operasional pada UMKM (Wijaya & Santoso, 2. Peningkatan Alur Komunikasi Internal Peningkatan signifikan juga terlihat pada alur komunikasi internal. Sebelumnya, komunikasi seringkali tidak terstruktur, hanya terjadi secara informal, dan informasi penting seringkali tidak tersampaikan dengan baik. Setelah adanya struktur organisasi, rapat mingguan rutin mulai diselenggarakan oleh sebagian besar kelompok UMKM yang telah membentuk struktur. Rapat ini tidak hanya membahas masalah produksi atau penjualan, tetapi juga menjadi forum untuk: Pelaporan keuangan rutin: Bendahara secara berkala menyampaikan laporan pemasukan dan pengeluaran, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Diskusi masalah dan solusi: Anggota dapat menyampaikan kendala yang dihadapi dan mencari solusi bersama. Pengambilan keputusan partisipatif: Keputusan penting diambil melalui diskusi dan kesepakatan bersama, yang selaras dengan prinsip partisipasi dalam manajemen organisasi. Perbaikan alur komunikasi ini sejalan dengan pandangan teori sistem terbuka yang menekankan pentingnya komunikasi internal yang efektif untuk koordinasi dan integrasi antar unit dalam organisasi (Robbins & Judge, 2. Studi kasus lain juga menunjukkan bahwa komunikasi internal yang baik adalah kunci peningkatan kinerja UMKM (Nugroho & Handayani, 2. Peningkatan Respons Terhadap Perubahan Pasar (Adaptasi Sistem Terbuk. Salah satu dampak paling positif dari penerapan teori sistem terbuka adalah peningkatan kemampuan UMKM dalam merespons perubahan pasar. Melalui diskusi dan pendampingan, anggota UMKM diajak untuk lebih peka terhadap masukan dari konsumen dan tren pasar. Contoh konkretnya adalah: Penyesuaian produk: Kelompok UMKM yang memproduksi olahan makanan mulai menyesuaikan resep atau kemasan produk setelah menerima masukan dari survei konsumen atau tren kesehatan yang sedang populer. Strategi promosi: Beberapa UMKM mulai aktif menggunakan media sosial untuk promosi, membangun merek, dan berinteraksi langsung dengan pelanggan, hal yang sebelumnya jarang A Pemanfaatan teknologi: Beberapa kelompok mulai mempertimbangkan penggunaan aplikasi sederhana untuk pencatatan transaksi atau manajemen stok, menunjukkan kesadaran akan efisiensi operasional dan adaptasi teknologi. Kemampuan adaptasi ini mencerminkan pemahaman UMKM bahwa mereka adalah bagian dari ekosistem yang lebih besar dan harus terus berinteraksi serta merespons lingkungan eksternal agar tetap relevan dan kompetitif. Ini mengkonfirmasi relevansi teori sistem terbuka dalam membantu UMKM menjadi lebih resilien dan adaptif di era disrupsi (Wibowo & Purwaningsih, 2. Tantangan dan Solusi a 70 Penerapan Teori Organisasi dalam Penguatan Kapasitas Kelembagaan UMKM di Desa Sukamaju (Setia Ningsih, et al. Meskipun menunjukkan hasil positif, terdapat beberapa tantangan selama proses implementasi. A Resistensi terhadap perubahan: Beberapa anggota UMKM yang terbiasa dengan pola kerja informal menunjukkan resistensi awal terhadap struktur dan prosedur baru. Hal ini diatasi dengan pendekatan persuasif, penjelasan manfaat jangka panjang, dan pendampingan personal. Keterbatasan sumber daya: Beberapa UMKM memiliki keterbatasan sumber daya . aktu, finansia. untuk sepenuhnya mengimplementasikan semua aspek struktur yang ideal. Solusi yang diberikan adalah memulai dengan struktur yang paling esensial dan bertahap memperbaikinya. Pemahaman yang bervariasi: Tingkat pemahaman anggota UMKM terhadap materi pelatihan Pendekatan one-on-one dan pengulangan materi kunci menjadi penting untuk memastikan semua anggota memiliki pemahaman dasar. Secara keseluruhan, hasil dan pembahasan ini menunjukkan bahwa intervensi melalui penerapan teori organisasi, khususnya teori struktur kontingensi dan sistem terbuka, mampu secara signifikan meningkatkan kapasitas kelembagaan UMKM di Desa Sukamaju, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan adaptasi usaha mereka. Pembahasan Teori organisasi merupakan kajian komprehensif mengenai bagaimana suatu organisasi dibentuk, dikembangkan, dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif. Menurut Kreitner dan Kinicki . , organisasi adalah sistem sosial yang terstruktur secara formal yang beroperasi di Konsep ini menekankan bahwa keberhasilan organisasi sangat bergantung pada bagaimana elemen-elemen di dalamnya terkoordinasi dan berinteraksi Teori Struktur Kontingensi menegaskan bahwa tidak ada satu bentuk struktur organisasi yang ideal untuk semua organisasi. Struktur yang efektif adalah struktur yang sesuai dengan situasi dan kondisi spesifik organisasi (Robbins & Judge, 2. Faktor-faktor kontingensi yang memengaruhi struktur meliputi ukuran organisasi, teknologi yang digunakan, lingkungan eksternal . ermasuk ketidakpastia. , dan strategi organisasi. Dalam konteks UMKM, ini berarti bahwa struktur organisasi harus fleksibel dan dapat disesuaikan dengan jenis usaha, jumlah anggota, skala kegiatan, serta sumber daya yang tersedia. Misalnya. UMKM dengan jumlah anggota yang sedikit mungkin lebih cocok dengan struktur yang sederhana dan datar . , sementara UMKM yang lebih besar atau kompleks mungkin membutuhkan hirarki yang lebih jelas . Penelitian terkini menyoroti bahwa fleksibilitas struktur adalah kunci bagi UMKM untuk beradaptasi dengan perubahan pasar yang cepat (Pratama & Sukma, 2. Teori Sistem Terbuka memandang organisasi sebagai sistem yang saling berkaitan dan berinteraksi secara dinamis dengan lingkungan eksternalnya (Daft, 2. Organisasi menerima input dari lingkungan . isalnya, bahan baku, informasi pasar, tenaga kerj. , melakukan proses transformasi internal, dan menghasilkan output . roduk, jas. yang kemudian dikembalikan ke lingkungan. Dalam konteks UMKM, hal ini sangat krusial. Kemampuan UMKM untuk bertahan dan berkembang sangat bergantung pada kemampuannya untuk merespons perubahan pasar, kebutuhan konsumen yang terus berkembang, perkembangan teknologi, serta regulasi pemerintah. UMKM yang menerapkan prinsip sistem terbuka akan lebih adaptif, inovatif, dan resilien dalam menghadapi tantangan eksternal (Putra & Kusrini, 2. Pandangan ini menekankan pentingnya umpan balik dari lingkungan untuk proses pembelajaran dan penyesuaian organisasi. a 71 Penerapan Teori Organisasi dalam Penguatan Kapasitas Kelembagaan UMKM di Desa Sukamaju (Setia Ningsih, et al. Penerapan kedua teori ini secara sinergis diharapkan dapat memberikan landasan yang kokoh bagi UMKM di Desa Sukamaju untuk membangun kelembagaan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan, serta mampu bersaing di era digital (Susanti & Handayani, 2. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil secara signifikan meningkatkan kesadaran dan kemampuan kelompok UMKM Desa Sukamaju dalam membangun struktur kelembagaan yang lebih baik dan efektif. Penerapan konsep-konsep dari teori organisasi, khususnya teori struktur kontingensi dan teori sistem terbuka, terbukti sangat relevan dan aplikatif dalam skala usaha mikro dan kecil. Pembentukan struktur organisasi yang lebih jelas, perbaikan alur komunikasi internal, dan peningkatan respons terhadap perubahan pasar adalah indikator keberhasilan utama dari kegiatan ini. Penguatan kapasitas kelembagaan ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi UMKM untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing di masa depan. REKOMENDASI Berdasarkan hasil dan kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini, beberapa rekomendasi dapat diajukan untuk keberlanjutan dan pengembangan lebih lanjut: Pelatihan Lanjutan dan Mendalam: Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala dengan materi yang lebih mendalam dan spesifik sesuai dengan fungsi organisasi . isalnya, pelatihan manajemen keuangan, pelatihan pemasaran digital, pelatihan manajemen produks. Ini akan membantu UMKM mengoptimalkan setiap unit dalam struktur mereka. Kolaborasi Multistakeholder: Diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan lembaga pembiayaan. Perguruan tinggi dapat terus memberikan pendampingan keilmuan, pemerintah desa dapat memfasilitasi kebijakan dan jaringan, sementara lembaga pembiayaan dapat memberikan dukungan modal atau akses pasar. Evaluasi Keberlanjutan Jangka Panjang: Evaluasi lanjutan sebaiknya dilakukan dalam rentang 3Ae6 bulan atau bahkan 1 tahun setelah implementasi untuk mengukur keberlanjutan penerapan struktur organisasi, dampak jangka panjang terhadap produktivitas dan profitabilitas UMKM, serta mengidentifikasi area perbaikan lebih lanjut. Pengembangan SOP Sederhana: Pendampingan lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan standar operasional prosedur (SOP) sederhana untuk setiap fungsi dalam struktur organisasi. SOP akan membantu memastikan konsistensi dan efisiensi dalam operasional sehari-hari. Pemanfaatan Teknologi Sederhana: Mendorong UMKM untuk mulai mengadopsi teknologi sederhana . isalnya, aplikasi pencatat keuangan, grup komunikasi onlin. untuk mendukung fungsi organisasi dan meningkatkan efisiensi operasional. DAFTAR PUSTAKA