Dohara Publisher Open Access Journal Volume 04 No. June 2025 e-ISSN 2807-310X, p-ISSN 2807-3096 Original Article*) Efektivitas Pemberian Susu Kedelai Dan Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Pada Wanita Pranikah Di PMB Mesi Rikawani Kabupaten Bangka (The Effectiveness of Giving Soy Milk and Green Bean Juice on Increasing Hemoglobin Levels in Premarital Women at PMB Mesi Rikawani. Bangka Regenc. Melva Nurizha Simangunsong STr. Keb* Rumah Sakit BT Sungailiat. Bangka. Indonesia Email correspondent: *melva091@gmail. Abstract Introduction: The National Health Insurance (NHI) program represents a key policy in supporting IndonesiaAos social welfare and health equity agenda. Understanding the trend of NHI membership growth across provinces is essential for evaluating program sustainability and identifying regions requiring policy reinforcement. This study aims to describe the growth pattern of National Health Insurance membership by province in Indonesia. Methods: This study employed a descriptive research design using secondary data obtained from national health insurance records. Univariate analysis was conducted to present the distribution and growth trends of active and inactive participants across provinces from 2017 to 2021. Results: The findings indicate that the proportion of active NHI participants increased by 0. 11% from 2017 to 2018 and by 0. 08% from 2018 to 2019. However, there was a slight decline of 0. 01% between 2019 and 2020, followed by a modest increase of 0. 02% in 2021. In contrast, the number of inactive participants demonstrated a consistent upward trend throughout the five -year period, suggesting ongoing challenges in maintaining participant activity and compliance. Discussion: The overall growth pattern reflects an initial improvement in NHI participation, followed by stagnation and a decline coinciding with potential economic or administrative barriers during 2020Ae Continuous monitoring and region-specific interventions are needed to enhance participation sustainability and ensure equitable health coverage across IndonesiaAos provinces. Keywords: anemia, green bean extract, soybean milk Artikel Disubmit (Receive. : 29 April 2025 Diterima (Accepte. : 25 June 2025 Diterbitkan (Publishe. : 26 June 2025 Copyright: A 2025 by the authors. License DPOAJ. Jakarta. Indonesia. This article is an open access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/ 4. Available online http://dohara. id/index. php/isjnm | 410 Dohara Publisher Open Access Journal Volume 04 No. June 2025 e-ISSN 2807-310X, p-ISSN 2807-3096 Pendahuluan Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari nilai normal sehingga kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan menurun (World Health Organization, 2. Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2022, sebanyak 48,9% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia, dengan prevalensi tertinggi . ,6%) pada kelompok usia 15Ae24 tahun (Kementerian Kesehatan RI, 2. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih termasuk dalam kategori negara dengan beban anemia kehamilan yang tinggi. Di Provinsi Bangka, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 37,1%, dan pada tahun 2022 tercatat 445 ibu hamil mengalami anemia (Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian besar penyebab kematian ibu di Indonesia, termasuk di Bangka, disebabkan oleh perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, dan infeksi. Perdarahan menempati posisi tertinggi, yaitu 28,1% dari seluruh kematian ibu (Kementerian Kesehatan RI, 2. Anemia diketahui menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya perdarahan dan infeksi pada masa kehamilan (Jonuns et al. , 2. Anemia pada ibu hamil berdampak pada peningkatan risiko kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), perdarahan postpartum, kematian ibu, serta keterlambatan perkembangan mental Selain itu, anemia juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko preeklamsia, solusio plasenta, dan gagal jantung (Lumbanraja et al. , 2. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya melalui suplementasi tablet besi yang dianggap efektif karena mengandung zat besi dan asam folat yang dapat mencegah anemia gizi. Namun, efektivitas intervensi ini masih dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan konsumsi dan faktor gizi lain (UNICEF Indonesia, 2. Hasil studi pendahuluan di PMB Mesi Rikawani pada tahun 2024 menunjukkan dari 20 wanita pranikah yang diperiksa kadar hemoglobinnya, terdapat 10 orang mengalami anemia akibat rendahnya konsumsi protein dan zat besi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa susu kedelai dan sari kacang hijau memiliki kandungan protein nabati, zat besi, serta asam folat yang berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin (Wijayanti et al. , 2. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitas kombinasi kedua bahan ini pada wanita pranikah masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas pemberian susu kedelai dan sari kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada wanita pranikah di PMB Mesi Rikawani tahun 2025. Metode Desain dan Setting Penelitian Penelitian ini menggunakan desain eksperimental sederhana dengan pendekatan pre -post test pada dua subjek berbeda tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di PMB Mesi Rikawani Kabupaten Bangka pada bulan Februari 2025. Desain ini dipilih untuk mengevaluasi efektivitas pemberian susu kedelai dan sari kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada wanita pranikah yang mengalami anemia ringan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengamati perubahan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing responden dalam rentang waktu satu minggu. Partisipan Partisipan dalam penelitian ini berjumlah dua orang wanita pranikah yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu berusia antara 18 hingga 25 tahun, tidak sedang mengonsumsi suplemen zat besi, tidak memiliki riwayat penyakit kronis yang dapat memengaruhi kadar hemoglobin, serta bersedia mengikuti program intervensi selama satu minggu penuh. Adapun kriteria eksklusi meliputi peserta yang tidak menyelesaikan intervensi sesuai jadwal atau mengalami efek samping gastrointestinal berat yang dapat mengganggu proses konsumsi intervensi. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposif berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang menunjukkan kondisi anemia ringan. Available online http://dohara. id/index. php/isjnm | 411 Dohara Publisher Open Access Journal Volume 04 No. June 2025 e-ISSN 2807-310X, p-ISSN 2807-3096 Prosedur dan Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui tiga kali kunjungan dengan interval tiga hari antar Pada kunjungan pertama dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin awal menggunakan alat digital hemoglobin meter untuk memastikan kondisi anemia ringan. Selanjutnya, responden pertama diberikan intervensi berupa susu kedelai sebanyak 200 cc per hari selama tujuh hari berturut-turut, sedangkan responden kedua diberikan intervensi berupa sari kacang hijau dengan volume dan frekuensi yang sama. Kunjungan kedua dilakukan tiga hari setelah intervensi dimulai untuk menilai perubahan awal kadar hemoglobin, dan kunjungan ketiga dilakukan pada hari ketujuh untuk mengukur kadar hemoglobin akhir setelah intervensi. Selama periode intervensi, partisipan diminta untuk mengonsumsi intervensi pada waktu yang sama setiap hari dan melaporkan kepatuhan konsumsi melalui lembar observasi yang telah disediakan. Kuesioner dan Instrumen Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas alat ukur kadar hemoglobin digital . emoglobin mete. untuk mengukur kadar hemoglobin . r/d. pada setiap kunjungan, serta lembar observasi untuk mencatat hasil pemeriksaan kadar hemoglobin dan kepatuhan konsumsi harian Selain itu, disertakan pula kuesioner sederhana untuk mengidentifikasi keluhan pencernaan ringan atau efek samping yang mungkin timbul selama proses intervensi. Seluruh instrumen yang digunakan telah melalui tahap validasi isi oleh tenaga kesehatan profesional di PMB Mesi Rikawani sebelum digunakan dalam penelitian. Variabel Penelitian Variabel utama yang diukur dalam penelitian ini adalah kadar hemoglobin . r/d. sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah jenis intervensi, yaitu susu kedelai dan sari kacang hijau. Variabel dependen adalah peningkatan kadar hemoglobin, sedangkan variabel kontrol meliputi pola makan dan kepatuhan konsumsi intervensi selama periode Perubahan kadar hemoglobin ditentukan berdasarkan selisih antara hasil pengukuran awal dan hasil pengukuran akhir setelah tujuh hari intervensi. Uji Statistik Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif karena jumlah partisipan terbatas dan penelitian bersifat eksploratif. Perubahan kadar hemoglobin pada masing-masing responden dihitung menggunakan selisih antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi. Nilai peningkatan kadar hemoglobin disajikan dalam bentuk tabel dan narasi untuk menggambarkan efektivitas relatif antara pemberian susu kedelai dan sari kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada wanita pranikah yang mengalami anemia ringan. Hasil Tabel 1. Perubahan Kadar Hemoglobin pada Wanita Pranikah setelah Pemberian Susu Kedelai dan Sari Kacang Hijau Kunjungan Tanggal Responden 1: Susu Kedelai Responden 2: Sari Kacang Hijau . /dL) . /dL) Kunjungan 7 Februari Kunjungan 10 Februari Kunjungan 13 Februari Available online http://dohara. id/index. php/isjnm | 412 Dohara Publisher Open Access Journal Volume 04 No. June 2025 e-ISSN 2807-310X, p-ISSN 2807-3096 Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin menunjukkan bahwa kedua responden mengalami peningkatan kadar Hb setelah mendapatkan intervensi. Pada responden 1 yang mengonsumsi susu kedelai sebanyak 200 cc per hari selama satu minggu, kadar Hb meningkat dari 9,9 g/dL menjadi 10,4 g/dL pada kunjungan kedua dan mencapai 11,1 g/dL pada kunjungan ketiga. Sementara itu, pada responden 2 yang mengonsumsi sari kacang hijau dengan takaran dan durasi yang sama, kadar Hb meningkat dari 9,9 g/dL menjadi 10,2 g/dL pada kunjungan kedua dan 10,6 g/dL pada kunjungan Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian susu kedelai dan sari kacang hijau sama sama berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada wanita pranikah yang mengalami anemia ringan. Namun demikian, peningkatan kadar hemoglobin lebih cepat terjadi pada kelompok yang menerima intervensi susu kedelai dibandingkan dengan kelompok yang menerima sari kacang Pada responden yang mengonsumsi susu kedelai selama tujuh hari, kadar hemoglobin meningkat dari 9,9 g/dL menjadi 11,1 g/dL. Sebaliknya, pada responden yang mengonsumsi sari kacang hijau, kadar hemoglobin meningkat dari 9,9 g/dL menjadi 10,6 g/dL dalam kurun waktu yang Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumsi susu kedelai memberikan efek yang lebih signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Penelitian terdahulu mendukung hasil ini, di mana konsumsi susu kedelai 250 mL dua kali sehari selama lima belas hari dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada wanita hamil dengan anemia ringan (Sugiarsih et al. , 2. Kedelai diketahui mengandung protein tinggi . ekitar 35%), zat besi non-heme, isoflavon, serta asam amino esensial yang berperan dalam proses pembentukan hemoglobin dan peningkatan absorpsi zat besi. Kandungan protein yang cukup tinggi ini mendukung sintesis hemoglobin melalui peningkatan ketersediaan globin, sedangkan isoflavon berperan dalam memperbaiki metabolisme zat besi di dalam tubuh. Selain itu, ulasan ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi produk berbasis kedelai dapat membantu mencegah anemia defisiensi besi, khususnya pada kelompok perempuan usia subur, karena kontribusinya dalam peningkatan status zat besi dan kesehatan darah (Soy Nutrition Institute Global. Pada kelompok yang diberikan sari kacang hijau, terjadi peningkatan kadar hemoglobin meskipun tidak sebesar kelompok susu kedelai. Kacang hijau (Vigna radiat. memiliki kandungan protein sekitar 22%, serta kaya akan zat besi, asam folat, vitamin B kompleks, dan mineral lain yang berperan dalam proses eritropoiesis. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ningsih et al. , yang menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak kacang hijau secara rutin berpengaruh positif terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia ringan. Secara biokimiawi, kacang hijau mengandung peptida-ferrous chelate yang mampu meningkatkan bioavailabilitas zat besi dan mempercepat pembentukan sel darah merah, sehingga mendukung peningkatan kadar hemoglobin (Guo et al. , 2. Perbandingan hasil antara kedua intervensi menunjukkan bahwa susu kedelai memberikan efek peningkatan kadar hemoglobin yang lebih besar dibandingkan sari kacang hijau. Hal ini disebabkan oleh kandungan protein dan zat besi pada kedelai yang lebih tinggi, serta keberadaan lemak tidak jenuh . ekitar 18%) dan mineral seperti magnesium dan fosfor yang mendukung metabolisme sel darah merah. Selain itu, susu kedelai lebih mudah dicerna dan memiliki cita rasa yang dapat diterima dengan baik, sehingga kepatuhan konsumsi cenderung lebih tinggi. Implikasi dari hasil ini menunjukkan bahwa susu kedelai dapat menjadi alternatif intervensi diet yang efektif dan terjangkau dalam meningkatkan kadar hemoglobin, terutama bagi wanita pranikah yang berisiko mengalami anemia. Secara klinis, peningkatan kadar hemoglobin pada wanita pranikah memiliki implikasi penting terhadap kesehatan reproduksi. Status hemoglobin yang adekuat sebelum kehamilan berkontribusi terhadap pencegahan anemia dalam kehamilan, menurunkan risiko perdarahan postpartum, dan meningkatkan cadangan zat besi untuk pertumbuhan janin. Oleh karena itu, intervensi gizi berbasis pangan lokal seperti susu kedelai dan sari kacang hijau dapat direkomendasikan sebagai strategi promotif dan preventif untuk menurunkan prevalensi anemia pada perempuan usia reproduktif, sekaligus mendukung program kesehatan ibu dan anak secara Available online http://dohara. id/index. php/isjnm | 413 Dohara Publisher Open Access Journal Volume 04 No. June 2025 e-ISSN 2807-310X, p-ISSN 2807-3096 Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi melalui pemberian susu kedelai dan sari kacang hijau berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada wanita pranikah dengan anemia ringan, dengan efek yang lebih signifikan pada kelompok yang menerima susu kedelai. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi gizi berbasis pangan lokal, khususnya susu kedelai, memiliki potensi sebagai strategi yang efektif dan terjangkau dalam upaya pencegahan anemia serta peningkatan status kesehatan reproduksi pada wanita pranikah Makna Singkatan (Abbreviation. : Hemoglobin : Sectio Caesarea Konflik Kepentingan Penelitian ini adalah penelitian independen yang tidak terkait dan tidak memiliki kepentingan individu dan organisasi. Pendanaan Penelitian sepenuhnya bersumber dari dana pribadi peneliti. Kontribusi Penulis Penelitian ini dilakukan oleh MNS sebagai author. References