Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. Komposisi Kulit Kacang Dan Serbuk Gergaji Kayu Mahoni Dengan Lama Waktu Pengukusan Terhadap Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatu. Febri Widiyanto1*. Fathurrahman2. Ahmad Hadi3 Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi. Jl. Laksda Adi Sucipto. Taman Baru 68416. Kab. Banyuwangi. Indonesia * koresponden penulis: febriwidiyanto21022001@gmail. Abstrak Kurangnya produksi jamur tiram tidak mencapai target produksi, karena sebagian baglog tidak dapat berproduksi selama 4 bulan atau tidak mencapai target. Hal ini karena bahan baku untuk campuran baglog kurang maksimal dan proses sterilisasi media yang kurang sempurna yang menyebabkan nutrisi pada media tanam dan produksi terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektifitas proses sterilisasi media jamur tiram dan menggunakan bahan baku untuk campuran baglog untuk meningkatkan nilai ekonomis bagi usahatani jamur Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Racangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF), 2 . faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor perlakuan interaksi komposisi kulit kacang dan serbuk gergaji kayu mahoni dengan lama waktu pengukusan menunjukkan hasil berpengaruh tidak berbeda nyata pada parameter pengamatan panjang miselium umur 7 hsi, 14 hsi, 21 hsi, 28 hsi. Berat baglog umur 7 hsi, 14 hsi, 21 hsi, 28 hsi. Jumlah jamur, lebar tudung, dan Berat basah. Faktor perlakuan kulit kacang dan serbuk gergaji kayu mahoni menunjukkan hasil berpengaruh berbeda nyata pada parameter pengamatan berat baglog umur 28 hsi dengan perlakuan (K. dengan nilai rerata tertinggi yaitu 1136,47 gram, sebagai perlakuan terbaik. Faktor perlakuan lama waktu pengukusan menunjukkan hasil berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap parameter pengamatan berat baglog umur 28 hsi dengan perlakuan (S. dengan nilai rerata tertinggi yaitu 1137,21 gram, sebagai perlakuan terbaik. Berpengaruh berbeda nyata terhadap parameter pengamatan berat baglog umur 21 hsi dengan perlakuan (S. dengan nilai rerata tertinggi yaitu 1169,90 gram, sebagai perlakuan terbaik. Kata kunci: jamur tiram, kayu mahoni, kulit kacang, lama pengukusan, serbuk gergaji Abstract Baglog cannot produce for 4 months or does not reach the target. This is because the raw materials for the baglog mixture are not optimal and the media sterilization process is less than perfect, which causes nutrients in the planting media and limited production. The aim of this research is to increase the effectiveness of the oyster mushroom media sterilization process and use raw materials for the baglog mixture to increase the economic value for oyster mushroom This research was conducted using a Randomized Factorial Group Design (RFGD), 2 . factors with three replications. The interaction treatment factor between the composition of peanut shells and mahogany sawdust and the length of steaming time showed that the results did not have a significantly different effect on the observed parameters of mycelium length aged 7 days, 14 days, 21 days, 28 days. Baglog weight aged 7 days, 14 days, 21 days, 28 days. Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. Number of mushrooms, hood width, and wet weight. The treatment factors of peanut shells and mahogany sawdust showed that the results had a significantly different effect on the parameters for observing the weight of baglog aged 28 hsi with treatment (K. with the highest mean value, 47 grams, as the best treatment. The treatment factor of long steaming time showed that the results had a very significant different effect on the weight observation parameters of baglog aged 28 days after treatment (S. with the highest mean value, namely 21 grams, as the best treatment. There was a significantly different effect on the weight observation parameters of baglog aged 21 days after treatment (S. with the highest mean value, namely 1169. 90 grams, as the best treatment. Keywords: mahogany, oyster mushrooms, peanut shells, sawdust, steaming time PENDAHULUAN Jamur (Pleurotus ostreatu. merupakan salah satu jenis jamur kayu yang dapat dikonsumsi termasuk kelompok Basidiomycota dan kelas Homobasidiomycetes. Nama jamur tiram diberikan karena bentuk tudung jamur agak membulat, lonjong dan melengkung menyerupai cangkang . pertumbuhan tangkai jamur yang Pleurotus Pleurotus tergolong saprofit yang tumbuh pada kayu dan di alam bebas pleurotus dapat hidup pada jaringan tumbuhan berkayu yang masih hidup atau yang sudah mati (Rosmiah et al. Jamur tiram termasuk jenis jamur kayu yang relatif mudah kemampuan beradaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan (Desna et al. , 2. Walaupun memiliki banyak peminat akan tetapi usaha yang dirintis ini juga tak lepas dari produksi jamur tiram sehingga tidak mencapai target produksi, karena sebagian baglog yang sebagiannya dapat berproduksi selama 4 bulan tidak mencapai target, dalam waktu Hal ini karena bahan baku untuk campuran baglog kurang maksimal yang menyebabkan nutrisi pada media tanam dan produksi kuantitas baglog menjadi terbatas. Kegagalan dalam pembuatan bibit dan masalah budidaya banyak disebabkan oleh proses sterilisasi media yang kurang sempurna. (Irfandi et al. , 2. Limbah kulit kacang tanah dapat dipilih sebagai media campuran untuk pembuatan media tumbuh bagi jamur karena didalam limbah kulit kacang tanah terdapat kandungan seperti karbohidrat, selulosa, protein dan juga mineral yang berkaitan dengan kebutuhan dasar bagi proses pertumbuhan jamur tiram (Sugianto et , 2. dalam (Martoyo, 2. Selain itu belum banyak diketahui bahwa didalam media serbuk kayu mahoni dapat memberikan kandungan protein yang lebih tinggi terhadap jamur tiram yaitu dengan protein 9,5%. Penggunaan media serbuk kayu mahoni dipercaya dapat membunuh jamur patogen hal ini dikarenakan kandungan flavonoid, dan saponin yang bersifat antibakteri (Mona et al. Sterilisasi media tumbuh jamur . juga merupakan faktor penting untuk keberhasilan produksi jamur tiram putih. Hal ini dilakukan mikroorganisme yang tidak diinginkan agar bibit jamur tiram putih dapat aktif dan berkembang dengan baik (Anwar. Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. K2 : Kulit Kacang 250 gram Serbuk Gergaji Kayu Mahoni gram/baglog K3 : Kulit Kacang 500 gram Serbuk Gergaji Kayu Mahoni 500 gram /baglog K4 : Kulit Kacang 750 gram Serbuk Gergaji Kayu Mahoni 250 gram /baglog Faktor II Lama Waktu Sterilisasi / Pengukusan (S), terdiri dari: S1: 2 Jam S2: 3 Jam S3: 4 Jam METODE Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Suka Makmur. Desa Bulurejo. Kecamatan Purwoharjo. Kabupaten Banyuwangi. Provinsi Jawa Timur pada September 2024 Ae Januari 2025 di ketinggian 300 m dpl dan jenis latosol . Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kantong plastik, terpal, tutup baglog, cangkul, timba, gayung, pisau potong, selang, gelas ukur, jangka sorong, alat tulis, laptop, kamera, timbangan, mesin press, dan Bahan yang akan digunakan dalam penelitian meliputi bibit jamur tiram putih (F. , kulit kacang tanah, serbuk gergaji kayu mahoni, bekatul, tepung jagung, kapur/ kalsium Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor I Kulit Kacang dan Serbuk Gergaji Kayu Mahoni (K), terdiri dari: K1 : Kulit Kacang 0 gram Serbuk Gergaji Kayu Mahoni gram/baglog Kombinasi perlakuan sebagai berikut: K1S1 K2S1 K3S1 K4S1 K1S2 K2S2 K3S2 K4S2 K1S3 K2S3 K3S3 K4S3 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian AuKomposisi Kulit Kacang dan Serbuk Gergaji Kayu Mahoni Lama Waktu Pengukusan terhadap Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatu. Ay tercantum pada Tabel 1 dan 2. Rangkuman Anova (Analysis of Varianc. untuk setiap parameter Apabila perbedaan antara perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Tabel 1. Rangkuman Anova (Analysis of Varianc. Komposisi Kulit Kacang dan Serbuk Gergaji Kayu Mahoni dengan Lama Waktu Pengukusan terhadap Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatu. Ulangan 0,26 ns 1,18 ns 4,34* Perlakuan 0,97 ns Faktor K Faktor S Interaksi K x S Galat Total F hitung F tabel 5% 1 % 10,40 ** 2,46 ns 6,44 ** 3,44 5,72 1,51 ns 1,40 ns 0,99 ns 1,54 ns 0,90 ns 2,26 3,18 2,30 ns 1,40 ns 1,96 ns 1,79 ns 1,87 ns 0,20 ns 3,05 4,82 0,58 ns 0,47 ns 0,55 ns 0,80 ns 3,37 ns 1,05 ns 3,44 5,72 0,44 ns 1,91 ns 1,40 ns 0,65 ns 0,77 ns 1,19 ns 2,55 3,76 Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. F tabel 6,95 ** 1,22 ns 1,34 ns 1,26 ns 1,87 ns 3,44 5,72 1,22 ns 5,21 ** 1,24 ns 1,17 ns 1,71 ns 2,26 3,18 0,69 ns 4,11 * 1,54 ns 0,96 ns 1,79 ns 3,05 4,82 Faktor S 3,70 * 18,32 1,39 ns 2,53 ns 2,16 ns 3,44 5,72 Interaksi K x S Galat Total 0,66 ns 1,39 ns 1,10 ns 0,82 ns 1,51 ns 2,55 3,76 Ulangan Perlakuan Faktor K Keterangan: = Tidak Berbeda Nyata = Berbeda Nyata = Berbeda Sangat Nyata 1 = Panjang Miselium 7 hsi 2 = Panjang Miselium 14 hsi 3 = Panjang Miselium 21 hsi 4 = Panjang Miselium 28 hsi 5 = Berat Baglog 7 hsi 6 = Berat Baglog 14 hsi Berdasarkan Tabel 1 dan 2 rangkuman hasil analisis sidik ragam faktor perlakuan dengan komposisi kulit kacang dan serbuk gergaji kayu mahoni menunjukkan berpengaruh pengamatan berat baglog umur 28 hsi. Berpengaruh tidak berbeda nyata panjang miselium umur 7 hsi, 14 hsi, 21 hsi, 28 hsi, dan berat baglog umur 7 hsi, 14 hsi, 21 hsi, serta jumlah jamur, lebar tudung, dan berat basah. Faktor perlakuan lama waktu pengukusan menunjukkan berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap parameter pengamatan berat baglog umur 28 hsi. Berpengaruh berbeda nyata terhadap parameter pengamatan berat baglog umur 21 hsi. Berpengaruh tidak berbeda nyata terhadap parameter pengamatan panjang miselium umur 7 hsi, 14 hsi, 21 hsi, 28 hsi, dan berat F hitung = Berat Baglog 21 hsi = Berat Baglog 28 hsi = Jumlah Jamur = Lebar Tudung = Berat Basah baglog umur 7 hsi, 14 hsi, serta jumlah jamur, lebar tudung, dan berat basah. Faktor komposisi kulit kacang dan serbuk gergaji kayu mahoni dengan lama berpengaruh tidak berbeda nyata pada miselium umur 7 hsi, 14 hsi, 21 hsi, 28 hsi, dan berat baglog umur 7 hsi, 14 hsi, 21 hsi, 28 hsi, serta jumlah jamur, lebar tudung, dan berat basah. Perlakuan Komposisi Kulit Kacang dan Serbuk Gergaji Kayu Mahoni Faktor komposisi kulit kacang dan serbuk gergaji kayu mahoni pada parameter pengamatan berat baglog pada umur 7 hsi, umur 14 hsi, umur 21 hsi, dan umur 28 hsi yang tersaji pada Gambar 1 dibawah ini. Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. Gambar 1. Grafik Rerata Laju Berat Baglog dengan Perlakuan Komposisi Kulit Kacang dan Serbuk Gergaji Kayu Mahoni Hasil uji BNT menunjukkan bahwa perlakuan dengan komposisi kulit kacang dan serbuk gergaji kayu mahoni berpengaruh berbeda nyata pada parameter pengamatan berat baglog umur 28 hsi, berpengaruh tidak pengamatan berat baglog umur 7 hsi, umur 14 hsi, umur 21 hsi. Gambar 1 menunjukkan bahwa rerata tertinggi berat baglog umur 7 hsi dengan kulit kacang 250 gram serbuk gergaji kayu mahoni 750 gram / baglog (K. memiliki nilai rerata tertinggi yaitu 1191,61 gram, untuk rerata tertinggi berat baglog umur 14 hsi dengan kulit kacang 750 gram serbuk gergaji kayu mahoni 250 gram / baglog (K. memiliki nilai rerata tertinggi yaitu 1179,97 gram. Rerata tertinggi berat baglog umur 21 hsi dengan kulit kacang 0 gram serbuk gergaji kayu mahoni 1000 gram / baglog (K. memiliki nilai rerata tertinggi yaitu 1169,69 gram dan rerata tertinggi berat baglog umur 28 hsi terdapat pada kulit kacang 750 gram serbuk gergaji kayu mahoni 250 gram / baglog (K. dengan memiliki nilai rerata tertinggi 1136,47 Tabel 2. Uji BNT 5% Perlakuan Komposisi Kulit Kacang dan Serbuk Gergaji Kayu Mahoni terhadap Parameter Pengamatan Berat Baglog Umur 28 hsi Perlakuan K1 (Kulit Kacang 0 gram Serbuk Gergaji Kayu Mahoni 1000 gram / Baglo. K2 (Kulit Kacang 250 gram Serbuk Gergaji Kayu Mahoni 750 gram /Baglo. K3 (Kulit Kacang 500 gram Serbuk Gergaji Kayu Mahoni 500 gram /Baglo. K4 (Kulit Kacang 750 gram Serbuk Gergaji Kayu Mahoni 250 gram /Baglo. Berat baglog . 28 Hsi 1132,81 a 1132,22 a 1133,33 a 1136,47 b Keterangan: Notasi sama menunjukkan pengaruh tidak berbeda nyata dan angka yang dicetak tebal merupakan rerata terbaik Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. BNT =t BNT 5 % = 2,074 = 2,74 Uji lanjut dengan BNT: nilai t dengan db galat 22 pada taraf nyata 5 % = 2,074 nilai t dengan db galat 22 pada taraf nyata 1 % = 2,81. Berdasarkan Tabel 3, hasil uji BNT 5 % perlakuan komposisi kulit kacang dan serbuk gergaji kayu pengamatan berat baglog umur 28 hsi menunjukkan perlakuan kulit kacang 750 gram serbuk gergaji kayu mahoni 250 gram / baglog (K. dengan nilai rerata tertinggi yaitu 1136,47 gram, sebagai perlakuan terbaik dan berbeda nyata terhadap perlakuan kulit kacang 500 gram serbuk gergaji kayu mahoni 500 gram / baglog (K. dan kulit kacang 0 gram serbuk gergaji kayu mahoni 1000 gram / baglog (K. dengan rerata 1133,33 gram dan 1132,81 gram, serta berbeda sangat nyata terhadap perlakuan kulit kacang 250 gram serbuk gergaji kayu mahoni 750 gram / baglog (K. dengan nilai rerata 1132,22 gram. (Hadiyanti et al. , 2. Nutrisi utama bagi pertumbuhan jamur diperoleh dari nutrisi dalam media tanam dimana media tanam dengan komposisi berbeda akan memberikan hasil yang Media tanam perlu mendapat produktivitas jamur tiram putih dengan memodifikasi media dengan komposisi yang tepat. (Sugianto et al. , 2. dalam (Martoyo, 2. Pemanfaatan campuran brangkas kacang dan serbuk gergaji kayu sebagai media tanam jamur, menunjukan bahwa kulit kacang memiliki potensi sebagai media tumbuh bagi jamur. (Sedijani et al. Dalam setiap 100 gram, sehingga dapat diketahui bahwa protein dan serat kasar pada media tanam dengan pemberian kulit kacang tanah lebih tinggi dibandingkan media tanam dengan pemberian dedak Sehingga direkomendasikan penambahan kulit kacang tanah dalam budidaya jamur tiram putih untuk meningkatkan berat kering jamur tiram Perlakuan Pengukusan Lama Waktu Faktor perlakuan dengan lama waktu pengukusan pada parameter pengamatan berat baglog pada umur 7 hsi, umur 14 hsi, umur 21 hsi, dan umur 28 hsi yang tersaji pada Gambar Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. Gambar 2. Grafik Rerata Laju Berat Baglog Umur 7 hsi. Umur 14 hsi. Umur 21 hsi, dan Umur 28 hsi dengan Perlakuan Lama Waktu Pengukusan Hasil uji BNT menunjukkan bahwa perlakuan dengan lama waktu pengukusan berpengaruh berbeda pengamatan berat baglog umur 28 hsi, berpengaruh berbeda nyata pada parameter pengamatan berat baglog umur 21 hsi, berpengaruh tidak pengamatan berat baglog umur 7 hsi, dan 14 hsi. Gambar 2 menunjukkan bahwa rerata tertinggi berat baglog umur 7 hsi dengan perlakuan lama waktu pengukusan 2 jam (S. memiliki nilai rerata tertinggi yaitu 1191,58 gram, untuk rerata tertinggi berat baglog umur 14 hsi dan umur 21 hsi pengukusan 3 jam (S. memiliki nilai rerata tertinggi yaitu 1180,17 gram dan 1169,90 gram. Rerata tertinggi berat baglog umur 28 hsi dengan perlakuan lama waktu pengukusan 4 jam (S. memiliki nilai rerata tertinggi yaitu 1137,21 Tabel 3. Uji BNT 5% Perlakuan Lama Waktu Pengukusan terhadap Parameter Pengamatan Berat Baglog Umur 21 hsi Perlakuan S1 . Ja. S2 . Ja. S3 . Ja. BNT 5 % Berat baglog . 21 Hsi 1168,83 a 1169,90 b 1169,60 a 0,96 Keterangan: Notasi sama menunjukkan pengaruh tidak berbeda nyata dan angka yang dicetak tebal merupakan rerata terbaik Berdasarkan Tabel 3, hasil uji BNT 5 % perlakuan lama waktu pengamatan berat baglog umur 21 hsi menunjukkan perlakuan 3 jam (S. dengan nilai rerata tertinggi yaitu 1169,90 gram, sebagai perlakuan terbaik dan berbeda nyata terhadap perlakuan 4 jam (S. dengan nilai rerata 1169,60 gram dan berbeda sangat nyata terhadap perlakuan 2 jam (S. dengan nilai rerata 1168,83 gram. Pengukusan sebagai salah satu langkah sterilisasi sangat berpengaruh terhadap efisiensi termal dan efektivitas hasil produksi jamur tiram (Hutagalung et , 2. Proses ini dapat membunuh kontaminan lain seperti jamur atau bakteri yang tidak diinginkan. Hal tersebut dikarenakan jamur lain dapat mengambil nutrisi dari media yang (Fatmawati et al. , 2. Tabel 4. Uji BNT 1% Perlakuan Lama Waktu Pengukusan terhadap Parameter Pengamatan Berat Baglog Umur 28 hsi Perlakuan S1 . Ja. S2 . Ja. S3 . Ja. Berat baglog . 21 Hsi 1133,65 a 1130,27 a 1137,21 b Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. BNT 1 % 3,73 Keterangan: Notasi sama menunjukkan pengaruh tidak berbeda nyata dan angka yang dicetak tebal merupakan rerata terbaik Berdasarkan Tabel 5, hasil uji BNT 1 % perlakuan lama waktu pengamatan berat baglog umur 28 hsi menunjukkan perlakuan 4 jam (S. dengan nilai rerata tertinggi yaitu 1137,21 gram, sebagai perlakuan terbaik dan berbeda nyata terhadap perlakuan 2 jam (S. dengan nilai rerata 1133,65 gram dan berbeda sangat nyata terhadap perlakuan 3 jam (S. dengan nilai rerata 1130,27 gram. (Mardiana et al. , 2. Sterilisasi mikroba, baik bakteri, kapang, maupun khamir, yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang diinokulasi. Sterilisasi mendapatkan serbuk kayu atau media yang steril dan bebas dari mikroba Sterilisasi dilakukan menggunakan drum pada suhu biasa lebih dari 100A C selama 4 jam. KESIMPULAN Faktor perlakuan kulit kacang dan serbuk gergaji kayu mahoni menunjukkan hasil berpengaruh berbeda nyata pada parameter pengamatan berat baglog umur 28 hsi dengan perlakuan (K. dengan nilai rerata tertinggi yaitu 1136,47 gram, sebagai perlakuan terbaik. Faktor perlakuan lama waktu pengukusan menunjukkan hasil berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap parameter pengamatan berat baglog umur 28 hsi dengan perlakuan (S. dengan nilai rerata tertinggi yaitu 1137,21 gram. Berpengaruh terhadap parameter pengamatan berat baglog umur 21 hsi dengan perlakuan (S. dengan nilai rerata tertinggi yaitu 1169,90 gram, sebagai perlakuan terbaik. Faktor komposisi kulit kacang dan serbuk gergaji kayu mahoni dengan lama waktu pengukusan menunjukkan hasil berpengaruh parameter pengamatan panjang miselium umur 7 hsi, panjang miselium umur 14 hsi, panjang miselium 21, dan panjang miselium umur 28 hsi. Berat baglog umur 7 hsi, umur 14 hsi, umur 21 hsi, dan umur 28 hsi. Jumlah jamur, lebar tudung, berat DAFTAR PUSTAKA