Abdi Wisata. Volume 1. No 2. Halaman 69-78. Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 Penguatan Sanggar Kain Tenun Tradisional Desa Bonjeruk Melalui Pengabdian Masyarakat KKN STP Mataram Lalu Zul Yusri1. Lidia Devega2. Zaenun Nasri3. Nikomang Mirawati Tri Margita4. Riki Dianata5. Brahmantyo Aqila Rafi6. Adrian Firmansyah7. Artika Wardatul Aini8. Bq. Niki Cikita Dwi Daya9. Darwin Kusuma Atmaja10. Gansuli Akbar11. I Putu Widiana12. Lili Fitriani13. Ajuar Abdullah14 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14 S1 Pariwisata. STP Mataram *Email korespondensi: zulyusrilalu@gmail. Abstrak Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) STP Mataram di Desa Bonjeruk bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan kain tenun tradisional yang merupakan warisan budaya masyarakat setempat. Latar belakang kegiatan ini berawal dari potensi besar yang dimiliki desa, namun kurangnya pemahaman dan apresiasi terhadap kain tenun menyebabkan penurunan minat generasi muda untuk terlibat dalam industri ini. Metodologi yang diterapkan mencakup pendataan potensi pengerajin tenun, diskusi dengan tokoh masyarakat, dan pembentukan Sanggar Tenun Pusake. Selain itu, tim KKN juga melakukan penggalian data mengenai filosofi dan sejarah kain tenun melalui wawancara dengan para tetua desa, yang kemudian diolah menjadi booklet sebagai media edukasi dan promosi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kain tenun, serta minat wisatawan yang meningkat untuk mengenal lebih jauh tentang produk lokal. Pembahasan menunjukkan bahwa keberadaan Sanggar Tenun Pusake sebagai wadah bagi pengerajin akan mempermudah kolaborasi dan promosi kain tenun. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa sinergi antara pihak pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa KKN sangat penting dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya, sehingga diharapkan keberlanjutan usaha tenun dapat terjaga dan menjadi salah satu daya tarik wisata yang Kata kunci: KKN, kain tenun, budaya lokal, pengembangan masyarakat. Riwayat artikel Abstract Diajukan : 29 Oktober 2024 The Community Service Program (KKN) of STP Mataram in Bonjeruk Diterima : 29 November 2024 Village aims to promote and preserve traditional woven fabric, which is Dipublikasikan : 30 November 2024 a cultural heritage of the local community. The background of this activity stems from the village's significant potential. however, a lack of understanding and appreciation for woven fabrics has led to a decline in the younger generation's interest in this industry. The methodology employed includes documenting the weavers, discussing with community leaders, and establishing Sanggar Tenun Pusake. Additionally, the KKN team conducted in-depth interviews with village elders to gather data on the philosophy and history of woven fabrics, which was then compiled into a booklet as an educational and promotional medium. The results indicate an increased awareness among the community regarding the cultural values embedded in woven fabrics, as well as a growing interest from tourists to learn more about local products. The discussion highlights that the existence of Sanggar Tenun Pusake as a platform for weavers will facilitate collaboration and promotion of woven fabrics. The conclusion drawn from this activity is that synergy among local https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. No 2. Halaman 69-78. Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 government, community members, and KKN students is essential for safeguarding and developing cultural heritage, ensuring the sustainability of the weaving industry as a distinctive tourist attraction. Keywords: KKN, woven fabric, local culture, community development. Pendahuluan Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penyumbang devisa terbesar yang mendorong keberlangsungan perekonomian (Parmawati et al. , 2. Industri pariwisata memiliki peran penting dalam meningkatkan aktivitas sosial-ekonomi di desa wisata, terutama di wilayah dengan potensi wisata yang besar. Aktivitas berbasis pariwisata menciptakan peluang kerja baru, memperkuat aksesibilitas, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui berbagai jenis mobilitas sosial, termasuk vertikal dan horizontal (Sismudjito et al. , 2. Pemberdayaan masyarakat lokal melalui kegiatan wisata, seperti pelatihan dan peningkatan kapasitas dalam sektor pariwisata, telah menghasilkan dampak ekonomi yang nyata, termasuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah dan sektor swasta, pariwisata tidak hanya menciptakan peluang ekonomi tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya dan lingkungan lokal (Mareni & Septiviari, 2. Kedua kasus ini menunjukkan bahwa pengembangan sektor pariwisata, bila dikelola dengan baik, mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi desa sekaligus menciptakan model pembangunan berkelanjutan berbasis Dengan adanya pariwisata pemberdayaan ekonomi semakin terasa hal ini yang memicu bahwa pariwisata dapat berkembang dengan adanya destinasi wisata pedesaan yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung pada destinasi tersebut, hal ini dapat dilihat dari banyaknya wisatawan yang datang mengunjungi destinasi guna merasakan hal baru yang sebelumnya tidak dirasakan (Uyun & Darayani. Desa Bonjeruk merupakan salah satu desa yang berbasis desa wisata sejarah di kabupaten Lombok Tengah. Desa Bonjeruk berada di kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Desa yang lahir pada tahun 1800-an ini sekaligus memiliki banyak potensi dan peluang bisnis pariwisata seperti potensi sejarah, budaya, pertanian dan kuliner. Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Bonjeruk sudah ramai hal ini tidak terlepas dari daya tarik wisata yang dimiliki seperti daya tarik wisata alam maupun buatan seperti wisata kuliner. Naumn hasil observasi yang didapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Bonjeruk selama tahun 2021 Ae 2022 mengalami penurunan dari 20. 860 menjadi 9. 062 wisawatan atau terjadi penurunan sebesar 57% (Kurniawan Abka & Murdana, 2. Berdasarkan data tersebut diperlukan aksi nyata dalam hal ini penguatan daya tarik wisata yang berpotensi dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan seperti penguatan potensi kerajinan tenun tradisional yang dimiliki Desa Wisata Bonjeruk. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram merupakan salah satu implikasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran serta pengabdian kepada masyarakat (Syardiansah, 2. Secara khusus KKN termasuk ke dalam hal pengabdian kepada masyarakat dimana mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di bangku perkuliahan untuk digunakan di tengah-tengah masyarakat secara langsung (Mojokerto et al. , 2. Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan KKN memiliki peranan penting karena memberikan peluang kepada mahasiswa untuk secara langsung memahami kebutuhan masyarakat dan mengembangkan solusi yang sesuai. (Muniarty et al. Paputungan . juga menekankan pentingnya KKN dalam pengabdian yang berlandaskan pada disiplin ilmu, serta membangun sinergi antara pendidikan akademis dan kebutuhan nyata Sebagai desa yang memiliki prospek pariwisata yang sangat besar sebagai salah satu pendongkrak ekonomi masyarakat dengan segala potensi sejarah, budaya dan kuliner yang dimiliki. Selain itu Desa Bonjeruk juga memiliki potensi kerajinan kain tenun. Hal ini terlihat dari hasil observasi kami Desa Bonjeruk memiliki pengerajin tenun sangat banyak, jika saja potensi ini dikembangkan sebagai salah satu daya Tarik wisata maka potensi kain tenun ini menjadi salah satu sumber pendapatan https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. No 2. Halaman 69-78. Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 desa sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sanggar tenun yang kedepannya nanti akan dikelola oleh BUMDES. Melihat kurangnya kesadaran masyarakat tentang potensi ini menjadikan budaya menenun akan punah karena kondisi pengerjain tenun di Desa Bonjeruk sebagian besar sudah lansia dan tidak dilakukan regenerasi pengerajin secara turun temurun karena masyarakat melihat potensi ekonomi jualnya rendah. Oleh karena itu kami jadikan program utama dalam kegiatan KKN ini adalah memberikan pemahaman kepada desa dan masyarakat pentingnya pembuatan sanggar tenun sebagai wadah yang bisa menampung hasil kerajinan tenun masyarakat selanjutnya dengan kekuatan pengurus khususnya bagian promosi penjualan dan kerjasama untuk memasarkan produk-produk hasil kerajinan tenun warga bonjeruk. Metode Berikut beberapa metode yang kami gunakan dalam pelaksanaan pengabdian melalui KKN Tematik STP Mataram antara lain : Metode Observasi atau pengamatan Metode pengamatan ini kami gunakan untuk mengamati dan mencatan secara sistematik gejala-gejala yang ada di desa Bonjeruk. Dalam beberapa program implementasinya seperti observasi potensi-potensi wisata yang dimiliki oleh desa wisata Bonjeruk. Penggalian Data atau wawancara Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan teknik wawancara secara mendalam dengan melibatkan informan yaitu kepala Desa. Ketua Pokdarwis. Tokoh Masayarakat dan masyarakat sebagai pengerajin tenun tradisional secara menyeluruh di 14 Dusun yang ada di Desa Bonjeruk. Hasil pendataan tersebut terdapat 37 pengerjain yang masih aktif produksi di desa Bonjeruk FGD ( Fokus Grup Discussion ) Dalam pelaksanaan KKN, metode FGD ini banyak kami gunakan dalam melaksanakan program kerja. Seperti dalam pembuatan sanggar tenun kami lakukan FGD 4 kali untuk diskusi terkait dengan pembuatan sanggar dan penentuan pengurusnya secara sehingga secara keseluruhan keterlibatan dalam pelaksaan FGD ini mencapai 57 orang yang terdiri dari Pokdarwis. Bumdes. Perwakilan Dinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan Lombok Tengah. Tokoh Adat serta Masyarakat sebagai pengerajin tenun tradisional. Hasil dan Pembahasan Pengembangan potensi yang dimiliki oleh Desa Wisata Bonjeruk salah satunya yaitu kerajinan kain tenun yang memiliki kendala yaitu dalam hal pemasaran serta branding. Pengembangan kain tenun bonjeruk ini menjadi program utama kami dari KKN Tematik STP Mataram. Pogram KKN berlangsung selama 48 hari telah melaksanakan pelbagai kegiatan. Pendataan Pengerajin Tenun ke 14 Dusun Tim KKN telah melaksanakan salah satu tahap penting dalam program pengabdian masyarakat di Desa Bonjeruk, yaitu pendataan para pengerajin kain tenun yang tersebar di 14 dusun . Pendataan ini mencakup identifikasi pengerajin aktif serta jenis-jenis kain yang mereka produksi. Kegiatan ini dilakukan secara langsung dengan mendatangi setiap dusun untuk memastikan data yang terkumpul akurat dan mencerminkan kapasitas produksi. Dengan melibatkan para pengerajin secara langsung, tim KKN dapat memahami berbagai teknik, bahan, serta motif yang digunakan, yang nantinya akan menjadi dasar untuk pengembangan potensi kerajinan kain tenun di desa tersebut. Tahapan pendataan ini sangat penting sebagai langkah awal untuk mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif di Desa Bonjeruk, khususnya dalam melestarikan kain tenun tradisional. Dalam prosesnya, para mahasiswa terlebih dahulu mengunjungi kepala dusun di setiap wilayah untuk mendapatkan informasi awal terkait lokasi dan jumlah pengerajin. Selanjutnya, mereka melakukan kunjungan ke rumah-rumah pengerajin untuk melakukan pendataan langsung. Data yang terkumpul akan membantu dalam menyusun strategi peningkatan kualitas dan pemasaran produk tenun, sehingga para pengerajin dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Selain itu, pendataan ini juga https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. No 2. Halaman 69-78. Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 memberikan gambaran tentang keberagaman jenis kain tenun yang ada, yang dapat dijadikan identitas dan daya tarik wisata budaya di Desa Bonjeruk. Dengan melibatkan seluruh pengerajin dari 14 dusun, proses ini juga memperkuat sinergi antara pengerajin lokal dan tim KKN dalam mengoptimalkan potensi Hasil pendataan pengerajin kain tenun yang ada di Desa Bonjeruk dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Data Pengerajin Kain Tenun Alamat Dusun Bat Peken bat Dusun Bat Peken bat Dusun Bat peken Timuk Nama Pengrajin Inaq Lume Inaq Senet Papuq Puadi/ Nantis Inaq Lumin Inaq Ringe Inaq Mis Inaq Bawang Inaq Biah Inaq Kodoq Inaqn Har Maye Imin Inaq Abdurrahman Sati Sarah Silim Inaq Jaswadi Inaq Tase Bayu Asiani Nurimah Inaq Sadli Mini Inaq Muriadi Anim Inaq Geol Inaq Mukim Sintrim Inaq Pandi Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Inaq Sayum Eling/Sanum Dusun Peresak Dusun Peresak Piah Ayu Ati Sudiarti Gembok Masim Inaq Sip Produk Dusun Bat peken Timuk Dusun Bejelo Dusun Manggong Timuk Dusun Manggong Timuk Dusun Manggong Timuk Dusun Manggong Timuk Dusun Montong Tangar Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak - Kembang Komak - Ragi Genep - Ragi Sempait - Gerintik Biase - Sabuk Kedogan - Sabuk Anteng - Gedogan Bireng - tepuk kemalo Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Peresak Dusun Purwangse Sumber: Hasil Olahan Penulis . https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. No 2. Halaman 69-78. Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 Sesuai Tabel 1 di atas, diketahui bahwa pengerajin kain tenun di Desa Bonjeruk sebanyak 37 orang yang tersebar di 14 dusun. Mayoritas pengerajin masih aktif memproduksi berbagai jenis kain tenun tradisional khas Lombok. Jenis kain yang paling umum diproduksi antara lain Kembang Komak. Ragi Genep. Ragi Sempait. Gerintik Biase. Sabuk Kedogan. Sabuk Anteng. Gedogan Bireng, dan Tepuk Kemalo. Gambar 1. Dokumentasi Pendataan Pengerajin Kain Tenun Sumber: Dokumentasi Tim KKN . Focus Group Discussion Sebagai tindak lanjut dari hasil pendataan pengerajin kain tenun di Desa Bonjeruk, tim KKN STP Mataram mengadakan pelatihan ekonomi kreatif dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para pengerajin, kepala dusun, kepala desa, dengan narasumber dari Dinas Pariwisata. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah, serta tokoh adat Desa Bonjeruk. Penggunaan FGD sebagai platform diskusi interaktif untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dan keahlian mahasiswa, sehingga memungkinkan solusi inovatif seperti pengolahan jagung untuk meningkatkan ekonomi lokal (Prasetyo Jati, 2. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan masukan yang konstruktif bagi tim KKN dalam pengembangan kain tenun sebagai produk unggulan desa. Selain itu, diskusi ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para pengerajin mengenai peluang pasar dan inovasi produk, serta membantu pemerintah desa dalam merancang strategi promosi dan pemberdayaan pengerajin secara berkelanjutan (Mujahidin, 2. Berdasarkan hasil FGD, salah satu langkah strategis yang diusulkan untuk memperkuat eksistensi kain tenun di Desa Bonjeruk adalah dengan mendirikan sanggar tenun. Sanggar ini akan menjadi pusat perkumpulan komunitas pengerajin tenun, sehingga memudahkan wisatawan untuk mengunjungi, melihat, dan membeli langsung produk-produk tenun khas desa. Hildegardis et al. mengatakan manfaat signifikan dalam pelestarian budaya lokal dan pengembangan ekonomi masyarakat Sanggar ini menjadi pusat produksi dan promosi tenun yang memiliki motif unik dan menggunakan pewarna alami. Keberadaannya tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi kerajinan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru dengan menjadikan tenun sebagai daya tarik wisata Selain itu, kolaborasi dengan tim teknis universitas memberikan pendampingan dalam desain dan pembangunan sanggar, yang diharapkan dapat memperkuat identitas budaya dan menarik lebih banyak wisatawan ke Kabupaten Sikka Selanjutnya , perlu dilakukan penggalian data yang lebih rinci mengenai jenis-jenis kain tenun yang diproduksi, termasuk sejarah dan makna filosofisnya. Data ini nantinya akan digunakan untuk menyusun booklet yang dapat dijadikan referensi oleh wisatawan maupun konsumen, sekaligus menjadi alat promosi yang efektif untuk memperkenalkan kain tenun Desa Bonjeruk ke pasar yang lebih luas. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. No 2. Halaman 69-78. Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 Gambar 2. Dokumentasi pelatihan ekonomi kreatif dan FGD Sumber: Dokumentasi Tim KKN . Pembentukan Sanggar Tenun Tim KKN STP Mataram memfasilitasi Desa Bonjeruk dalam pembentukan Sanggar Tenun Pusake, yang diharapkan menjadi pusat kegiatan pengerajin kain tenun dan destinasi wisata budaya. Tahapan awal dimulai dengan diskusi bersama pemerintah desa, kelompok sadar wisata . , dan para kepala dusun. Melalui diskusi ini, dihasilkan kesepakatan untuk membentuk sanggar tenun sebagai wadah pengembangan dan promosi produk tenun desa (Marlini et al. , 2. Selanjutnya, tim KKN bersama tokoh masyarakat berkolaborasi untuk menentukan ketua dan pengurus sanggar, serta menetapkan anggota dari komunitas pengerajin tenun yang tersebar di 14 dusun. Gambar 3. Struktur Organisasi Pengurus Sanggar Tenun Sumber: Dokumentasi Tim KKN . Selain itu, langkah-langkah penting lainnya adalah membuat struktur organisasi sanggar yang solid dan berfungsi dengan baik. Nama Sanggar Tenun Pusake dipilih untuk merepresentasikan warisan budaya yang menjadi kebanggaan desa. Tim KKN juga membantu dalam pembuatan logo sanggar yang merefleksikan identitas lokal dan keindahan kain tenun. Semua ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat bagi Sanggar Tenun Pusake untuk berkembang, baik dalam hal produktivitas pengerajin maupun sebagai daya tarik wisata yang mempromosikan kain tenun Desa Bonjeruk. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hildegardis et al. bahwa pembangunan rumah sanggar merupakan salah satu metode yang efektif yang dapat melestarikan budaya suatu daerah dan komunitas masyarakat penegerajin tenun yang diharapkan dapat bersinergi dan bekerjasama antara bumdes dan pihak sanggar. Dengan langkah awal ini kita dapat melihat satu peluang besar terbuka lebar untuk para pengrajin kain tenun yang semulanya hanya industri rumahan maka ini akan menjadi solusi yang baik bagi desa untuk menjadikan kerajinan kain tenun ini sebagai usah yang menjanjikan dengan warga dan akan terus berkelanjutan dengan didukung adanya regenerasi yang akan menjadi penerus para pengrajin yang sudah usia lanjut. Penggalian Data Sejarah Filosofi Kain Tenun https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. No 2. Halaman 69-78. Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 Tim KKN STP Mataram melakukan penggalian data mengenai filosofi dan sejarah setiap jenis kain tenun dengan melibatkan para tetua dan tokoh masyarakat di Desa Bonjeruk. Aktivitas ini bertujuan untuk mendokumentasikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kain tenun tradisional, termasuk makna simbolis dari motif-motif tertentu, serta asal-usul setiap jenis kain yang diwariskan secara turuntemurun(Makna et al. , 2. Melalui wawancara dan diskusi dengan para tokoh adat, tim berhasil mengumpulkan informasi yang mendalam mengenai latar belakang kain tenun, yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam booklet dan materi promosi, sehingga memperkaya pengetahuan wisatawan dan menjaga kelestarian budaya lokal. Gambar 4. Penggalian data filosofi kain tenun Sumber: Dokumentasi Tim KKN . Gambar 5. Penggalian data filosofi kain tenun Sumber: Dokumentasi Tim KKN . Pembuatan Booklet Kain Tenun Tim KKN STP Mataram melaksanakan aktivitas pembuatan booklet yang berisi filosofi dan sejarah setiap jenis kain tenun yang dihasilkan oleh pengerajin di Desa Bonjeruk. Data yang dimuat dalam booklet ini diperoleh dari hasil wawancara dengan para tetua dan tokoh masyarakat setempat, yang memiliki pengetahuan mendalam tentang warisan budaya kain tenun. Melalui diskusi ini, tim KKN berhasil mengumpulkan informasi berharga mengenai makna simbolis dari motif-motif yang terdapat pada kain, serta cerita-cerita menarik yang mengaitkan kain tenun dengan kehidupan masyarakat desa. Booklet ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai media promosi untuk menarik minat wisatawan, tetapi juga sebagai sumber edukasi yang memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada masyarakat luas. Booklet memiliki manfaat besar dalam mendukung wisata, khususnya sebagai media edukasi dan informasi yang efektif. Booklet terbukti menjadi alat pembelajaran yang valid dan relevan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap flora lokal yang seringkali sulit dipahami melalui https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. No 2. Halaman 69-78. Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 media lain. Penggunaan booklet yang didesain dengan berbasis potensi lokal mampu menjembatani kebutuhan edukasi dengan pengalaman wisata yang mendalam (Maisyura et al. , 2. Sementara itu media komunikasi seperti poster edukasi, yang serupa dengan booklet, berperan penting dalam memberikan informasi yang mudah dipahami pengunjung untuk mengetahui aktivitas Hal ini membantu wisatawan memahami keunikan dan nilai edukasi tempat tersebut, yang pada akhirnya meningkatkan pengalaman dan kepuasan wisatawan (Akhadiyatni & Aji, 2. Kombinasi antara informasi yang terstruktur dan visual yang menarik menjadikan booklet sebagai alat strategis untuk mendukung pariwisata berbasis pendidikan dan pengalaman. Dengan mencantumkan gambar dan deskripsi yang menarik, booklet ini akan menampilkan keindahan serta keragaman kain tenun yang diproduksi, sambil memberikan konteks sejarah yang mendalam. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kain tenun sebagai bagian penting dari identitas budaya Desa Bonjeruk, sekaligus menjaga kelestariannya di tengah arus modernisasi. Gambar 6. Booklet Kain Tenun Sumber: Dokumentasi Tim KKN . Gambar 7. Booklet Kain Tenun Sumber: Dokumentasi Tim KKN . Simpulan Kegiatan pelaksanaan KKN STP Mataram di Desa Bonjeruk telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan komunitas, khususnya dalam upaya mempromosikan dan melestarikan kain tenun tradisional. Melalui berbagai tahapan, mulai dari pendataan pengerajin, diskusi dengan tokoh masyarakat, hingga pembentukan Sanggar Tenun Pusake, tim KKN berhasil menciptakan wadah bagi pengerajin untuk berkumpul dan berkolaborasi. Selain itu, pembuatan booklet yang berisi https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. No 2. Halaman 69-78. Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 filosofi dan sejarah kain tenun, yang didasarkan pada wawancara dengan para tetua, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap budaya lokal Capaian kegiatan KKN ini tidak hanya terukur dari aspek pengembangan ekonomi melalui peningkatan produksi dan promosi kain tenun, tetapi juga dari peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, pokdarwis, dan komunitas pengerajin serta pemangku stakeholder serta pemerintah diharapkkan dapat membantu memperkenalkan dan mempromosikan produk hasil kerjainan tenun tradisional para pengerajin yang tergabung dalam sanggar tenun pusake melalui pameran-pameran di setiap event nasional maupun mancanegara serta melalui platfrom digital sehingga kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang . Referensi Akhadiyatni. , & Aji. Perancangan Desain Poster Edukasi Wisata Agro Lembah Kecubung Desa Penanggungan Kecamatan Trawas. MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2. , 309Ae314. https://doi. org/10. 58184/mestaka. Hildegardis. Putra. Kabupung. Soge. , & Kaidu. Pelestarian Warisan Budaya Melalui Pembangunan Rumah Sanggar Tenun Ikat Mbola So di NTT. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8. , 990Ae996. https://doi. org/10. 30653/jppm. Kurniawan Abka. , & Murdana. Kajian Potensi Desa Wisata Sebagai Daya Tarik Wisata Alternatif di Lombok Tengah. Journal of Mandalika Review, 2. https://doi. org/10. 55701/mandalika. Maisyura. Ajizah. , & Amintarti. The Validity of Learning Media on the Form of Booklet Types of Bryophytes in the Riverbanks of Wisata Alam Sungai Kembang for Senior High School Student Grade X. BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, 3. , 66. https://doi. org/10. 20527/bino. Makna. Motif. Sutera. , & Wajo. Jurnal Mahasiswa Antropologi. , 91Ae116. Mareni. , & Septiviari. Peranan Pariwisata Bahari Dalam Pemberdayaan Dan Peningkatan Taraf Ekonomi Masyarakat Lokal Di Desa Les Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng. National Conference Creative Industry. September, 5Ae6. https://doi. org/10. 30813/ncci. Marlini. Murniasih. Kaler. Antropologi. Budaya. , & Udayana. Peranan Sanggar Watu Bo Dalam Produksi Tenun Ikat Tradisional Desa Kajowair. 24(Augus. , 314Ae321. Mojokerto. Munawaroh. , & Abadi. Jurnal Abdi Bhayangkara UBHARA Surabaya. , 1153Ae1160. Mujahidin. Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Mengenai Strategi Branding untuk Meningkatkan Pemasaran UMKM Produk Lokal di Desa Kaliwlingi. , 27Ae38. Muniarty. Wulandari. Pratiwi. , & Rimawan. Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima. Journal of Empowerment, 2. , https://doi. org/10. 35194/je. Paputungan. Implementasi KKN sebagai Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sesuai dengan Bidang Ilmu. Media Onlin. Journal of Education and Culture (JEaC), 3. , 2986Ae1012. Parmawati. Hardyansah. Pangestuti. , & Hakim. Ekowisata: determinan pariwisata berkelanjutan untuk mendorong perekonomian masyarakat. Universitas Brawijaya Press. Prasetyo Jati. Peranan KKN sebagai Perwujudan Penerapan Pengetahuan Tentang Pengolahan Jagung kepada Masyarakat Desa Bleberan. Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Atma Inovasia, 1. , 592Ae607. https://doi. org/10. 24002/jai. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. No 2. Halaman 69-78. Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 Sismudjito. Pohan. , & Kariono. Mobilitas Sosial Penduduk Berbasis Industri Pariwisata Dalam Meningkatkan Status Sosial Ekonomi Masyarakat di Kota Gunung Sitoli. Nias Propinsi Sumatera Utara. Talenta Conference Series: Local Wisdom. Social, and Arts (LWSA), 1. , 203Ae https://doi. org/10. 32734/lwsa. Syardiansah. PENGEMBANGAN KOMPETENSI MAHASISWA ( Studi Kasus Mahasiswa Universitas Samudra KKN Tahun 2017 ). 57Ae68. Uyun. , & Darayani. Pengembangan Daya Tarik Desa Wisata Mekar Sari Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. , 167Ae170. Ucapan Terima Kasih