Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) PADA TEMA 7 SUBTEMA 1 KERAGAMAN SUKU BANGSA DAN AGAMA DI NEGERIKU BAGI SISWAKELAS IV SD NEGERI 100308 PANOMPUAN Oleh Nurhayati Rambe . Gabby Maureen Pricilia2. Sartika Rati Asmara Nasution3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Email : nurhayatirambe16@gmail. Received: 25 Juni 2022 Article history: Revised: 10 September 2022 Published: 20 Mei 2023 Accepted: 13 Mei 2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan model Numbered Head Together pada tema 7 subtema 1 Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku bagi siswa kelas IV SD Negeri 100308 Panompuan. Subjek penelitian berjumlah 34 siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data melalui lembar soal tes dan lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Hasil ketuntasan hasil belajar di siklus I adalah 19 siswa . ,8%) sudah mencapai KKM dan 15 siswa . , 2%) yang belum mencapai KKM. Siklus II meningkat menjadi 28 siswa . ,3%) sudah mencapai KKM dan 6 siswa . ,7%) belum mencapai KKM. Peningkatan hasil belajar mencapai 26,5%. Berdasarkan hasil pengamatan, peningkatan aktivitas siswa mencapai 22,2% dan peningkatan aktivitas guru mencapai 10%. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa dengan menggunakan model Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 1 dikelas IV SD Negeri 100308 Panompuan. Kata-kata kunci: Hasil Belajar. Model. Numbered Head Together. Abstarct This study aims to improve student achievement by applying Numbered Head Together model on the theme of 7 sub-themes 1 AuKeragaman Suku Bangsa dan Agama di NegerikuAy at fourth grade studentsAo of SD Negeri 100308 Panompuan. The research subjects are 34 studentsAo. The type of research used classroom action research. The technique of collecting data are test question sheets and studentsAo and teacher activity observation sheets. StudentsAo achievement are measured through tests carried out at the end of each cycle. The results of the research showed studentsAo achievement at the first cycle are 19 studentsAo . 8%) who have reached the KKM and 15 studentsAo . 2%) who have not reached the KKM. The second cycle increased to 28 studentsAo . 3%) have reached the KKM and 6 studentsAo . 7%) have not reached the KKM. The increase in achievement reached 26. Based on observations, the increase in studentsAo activity reached 22. 2% and the increase in teacher activity reached 10%. This resule can prove that applying Numbered Head Together model can improve studentsAo achievement on theme 7 sub-theme 1 AuKeragaman Suku Bangsa dan Agama di NegerikuAy at fourth grade studentsAo of SD Negeri 100308 Panompuan. Keywords: model, numbered head together, studentsAo achievement, studentsAo activity, teacher activity Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Karena pendidikan merupakan sarana yang penting untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam menyelenggarakan pendidikan di sekolah guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan dengan adanya intekrasi belajar mengajar. Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mencapai dan mengarahkan seseorang dalam menuju kedewasaan dengan memberikan berbagai ilmu pengetahuan, melatih berbagai keterampilan penanaman nilai-nilai yang baik, serta sikap yang layak dan wajar. Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 Menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terancam untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang kondusif agar siswa secara aktif dapat mengambangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, mengendalikan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menurut Pricilia, . pendidikan bisa dikatakan adalah salah satu kunci pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, baik dari aspek pengetahuan, aspek sikap maupun aspek psikomotorik. Kualitas baik tersebut dapat dicapai dengan adanya lembaga pendidikan. Di Indonesia sendiri, lembaga pendidikan formal tertinggi adalah tingkat perguruan tinggi. Melalui lembaga pendidikan formal tersebut pemerintah memfasilitasi sarana prasana yang bersifat fisik maupun non fisik seperti mata pelajaran yang disediakan guna mendukung pendidikan nasional. Meski prasarana sudah disediakan, namun masalah pendidikan terus terjadi, baik masalah pendidikan nasional maupun masalah pada tingkat satuan pendidikan itu sendiri. Berkaitan dengan itu pemerintah berusaha mendirikan berbagai pusat pendidikan di antaranya pendidikan non formal yang dilaksanakan secara berjenjang. Sekolah dasar sebagai institusi formal yang memiliki pedoman kurikulum yang telah diatur dalam undang-undang yang berlaku saat ini adalah kurikulum K13 yaitu pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik adalah suatu pembelajaran yang menggabungkan beberapa materi pelajaran dan menyajikannya kedalam sebuah tema atau topik. Pembelajaran tematik dapat diartikan suatu kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan materi beberapa mata pelajaran dalam satu tema/topik pembahasan. Model mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru dalam mengajar. Teknik penyajian yang dikuasai oleh seorang guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pembelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secara individual maupun kelompok, agar pelajaran itu dapat dipahami dan di manfaatkan oleh siswa dengan tepat tentunya tidak lepas dari peran seorang guru. Makin baik model ataupun metode mengajar yang digunakan oleh guru, makin efektif pula pencapaian tujuan dari kegiatan suatu pembelajaran. Dalam pelaksaan pembelajaran tematik di kelas IV SD Negeri 100308 Panompuan Kecamatan Angkola Timur. Kabupaten Tapanuli Selatan. Sumatera Utara ditingkat pendidikan dasar ditemukan bahwa pembelajaran tematik menuntut kemampuan belajar siswa yang relatif baik, baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya, karena model pembelajaran eksplorasi, dan elaboratif. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada hari senin tanggal 31 Januari 2022 di kelas IV SD Negeri 100308 Panompuan, terdapat 34 siswa yang terdiri dari 20 laki-laki dan 14 Dalam proses pembelajaran hanya beberapa siswa yang terlihat langsung dalam pembelajaran mereka lebih asyik bermain dengan dirinya sendiri. Intekrasi saat pembelajaran di dalam kelas baik guru terhadap siswa maupun siswa terhadap siswa lainnya masih rendah, dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru belum menggunakan model pembelajaran sehingga proses pembelajaran membuat peserta didik mudah merasa bosan sehingga materi yang disampaikan oleh guru terserap maksimal. Selain itu, kreativitas siswa dalam mengungkapkan ide atau gagasan yang mereka miliki cenderung hanya terpendam di hati karena mereka tid Di samping itu, ada juga siswa yang tidak memperhatikan dan mengacukan penjelasan guru yang sedang memberikan penjelasan, bahkan siswa cenderung lebih menikmati obrolan dengan teman-teman mereka dibandingkan memperhatikan penjelasan dari guru. Hal ini disebabkan karena guru tidak menggunakan model dalam proses Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. pembelajaran, yaitu dimulai dari guru yang bercerita, menerangkan materi, siswa hanya mendengarkan dan mencatat materi yang telah di sampaikan oleh guru, setelah itu siswa diberikan tugas. Di dalam proses pembelajaran guru tidak menggunakan model yang menyebabkan proses pembelajaran tidak menarik sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa rendah. Suasana pembelajaran monoton juga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa kurang maksimal dan mengakibatkan belum tercapainya kriterial ketuntasan minimun (KKM) yang diterapkan> 75. Belajar merupakan kegiatan yang sangat penting bagi setiap orang. Belajar adalah suatu proses perubahan kepribadian seseorang dimana perubahan tersebut dalam bentuk peningkatan kualitas perilaku, seperti peningkatan pengetahuan, daya pikir, pemahaman, sikap dan berbagai kemampuan Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang baik. Menurut Asmara . 2: . Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam intekrasi dengan lingkungannya. Menurut Winataputra dkk . 1:1. Belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies, skill, and attitudes. Kemampuan . , keterampilan . , dan sikap . tersebut diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi sampai masa tua melalui rangkaian proses belajar sepanjang hayat. Menurut Mudjiono . Dalam gagne belajar menurupakan kegiatan yang kompleks. Menurut Pane . Belajar menunjukkan aktivitas yang dilakukan oleh seseorang yang disadari atau disengaja. Menurut Djamaluddin . Belajar adalah suatu proses perubahan kepribadian seseorang dimana perubahaan tersebut dalam bentuk peningkatan kualitas perilaku, seperti peningkatan, pengetahuan, keterampilan, daya pikir, pemahaman, sikap, dan berbagai kemampuan lainnya. Dari beberapa pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam intekrasi dan lingkungannya. Hasil belajar sering kali digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang diajarkan. Hasi belajar adalah salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalam memecahkan suatu belajar. Menurut Purwanto dalam Pratiwi . 8: . Hasil belajar adalah hasil yang dicapai dari proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan. Manurut Nurrita Teni . Hasil belajar adalah hasil yang diberikan kepada siswa berupa penilaian setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menilai pengetahuan, sikap, keterampilan, pada diri siswa dengan adanya perubahan tingkah laku. Dari pendapat para ahli diatas dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa karena adanya usaha yang dilakukan oleh siswa selama belajar. Hail belajar yang diperoleh dapat berupa angka atau nilai. Siswa dalam mencapai hasil belajar yang maksimal dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Wasliman dalam Susanto . Hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik merupakan hasil intekrasi antara sebagai faktor yang memengaruhi, baik faktor internal maupun eksternal. Secara rinci diuraikan sebagai berikut: Faktor internal : Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik, yang mempengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini meliputi: kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan. Faktor eksternal : Faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang memengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar Keluarga yang morat-marit keadaan ekonominya, pertengkaran suami istri, perhatian orang tua yang kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan sehari-hari berperilaku yang kurang baik dari orangtua dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh dalam hasil belajar peserta didik. Macam-macam Hasil belajar hasil belajar menurut Benyamin Bloom dalam (Sudjana 2009:. Ada 3 ranah, yaitu: . Ranah kognitif, . Ranah afektif, . Ranah psikomotorik. Model pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran. Model pembelajaran efektif sangat membantu dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai. Menurut Adi dalam Pricilia . Model pembelajaran adalah kerangka Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. konseptual yang berisi prosedur dalam mengorganisasikan pengalaman pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Menurut Gurning . Model pembelajaran merupakan cara yang digunakan guru untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa. Menurut Brady dalam Pricilia . Model pembelajaran adalah blueprint yang dijadikan pedoman pengajar dalam melaksanakan proses pembelajaran. Berdasarkan beberapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan model pembelajaran merupakan prosedur sistematis yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Model pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Numbered Head Together. Menurut Sani Berlin . Salah satu model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Togethe. atau kepala bermotor struktur. Model ini dapat dijadikan alternatif variasi model pembelajaran dengan membentuk kelompok heterogen, setiap kelompok beranggotakan 3-5 siswa, setiap anggota memiliki satu nomor. Kemudian guru mengajukan pertanyaan untuk didiskusikan bersama dalam kelompok dengan menunjukkan salah satu nomor untuk mewakili kelompok. Nur Kholis . Salah satu usaha untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe NHT Numbered Head Together. Pembelajan kooperatif mewadahi bagaimana siswa dapat bekerja sama dalam kelompok, konsekuensi positif dari pembelajaran ini adalah siswa diberi kebebasan untuk terlibat secara aktif dalam kelompok mereka. Siswa harus menjadi partisipan aktif melalui kelompoknya, sehingga dapat membangun komunikasi pembelajaran (Learning comunit. yang saling membantu antar satu sama lain. Nova Nuro Alfain . Pembelajaran NHT merupakan tipe pembelajaran yang dirancang untuk mempengaruhi pola intekrasi siswa memiliki tujuan untuk meningkatkan semangatsemangat kerja sama mendidkusikan jawaban yang paling tepat. Langkah-langkah model pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Togethe. menurut Sohimin Aris . , yaitu: Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya dengan baik. Guru memanggil salah satu nomor siswa dan nomor yang dipanggil keluar dari kelompoknya melaporkan atau menjelaskan hasil kerja sama mereka. Tanggapan dengan teman yang lain, kemudian guru menunjukkan nomor yang lain. Kesimpulan. Beberapa kelebihan dari model pembelajaran NHT (Numbered Head Togethe. menurut Kurniasi imas dan Berlin Sani . , yaitu: Dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Mampu memperdalam pemahaman siswa. Melatih tanggung jawab Menyenangkan siswa dalam belajar. Mengembangkan rasa ingin tahu siswa. Meningkatkan rasa percaya diri siswa. Mengembangkan rasa saling memiliki dan kerjasama. Setiap siswa termotivasi untuk menguasai materi. Menghilangkan kesenjangan antara yang pintar dengan tidak pintar. Tercipta suasana gembira dan belajar. Beberapa kekurangan dari model pembelajaran NHT (Numbered Head Togethe. Menurut Kurniasi Imas dan Berlin Sani . , yaitu: Ada siswa yang takut diintimidasi bila memberi nilai jelek kepada anggotanya . ila kenyataannya siswa lain kurang mampu menguasai mater. Ada siswa yang mengambil jalan pintas dengan meminta tolong pada temannya untuk mencarikan Solusinya mengurangi poin pada siswa yang membantu dan dibantu. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Apabila pada satu nomor kurang maksimal mengerjakan tugasnya, tentu saja mempengaruhi pekerjaan pemilik tugas lain pada nomor selanjutnya. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 100308 Panompuan tempatnya di Kecamatan. Angkola Timur. Kabupaten. Tapanuli Selatan. Sumatera Utara. Sekolah ini di pimpin oleh Bapak Bonggal Siregar S. Pd sebagai kepala sekolah. Adapun alasan peneliti memilih tempat tersebut untuk mencari model yang cocok untuk meningkatkan hasil belaja siswa dengan menggunakan model NHT (Numberead Head Togethe. , dikarenakan disekolah ini hasil belajar siswa masih rendah yaitu masih dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. Penelitian dilakukan dikelas IV SD Negeri 100308 Panompuan. Kecamatan. Angkola Timur. Kabupaten. Tapanuli Selatan. Sumatera Utara pada tanggal 12 April sampai 16 April 2022. Objek penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar menggunakan model kooperatif tipe NHT (Numbered Head Togethe. pada tema 7 subtema 1 Keragaman suku bangsa dan agama di negeriku bagi siswa kelas IV SD Negeri 100308 Panompuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 100308 Panompuan pada tahun ajar 2022/2023 sebanyak 34 orang. Siswa berjenis kelamin laki-laki 20 orang dan siswa berjenis kelamin perempuan berjumlah 14 orang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Tindak kelas (PTK). Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi siswa dan guru untuk mengukur aktivitas siswa dan guru saat pembelajaran berlangsung. Sedangkan untuk mengukur hasil belajar menggunakan lembar soal tes terdiri dari 10 butir pilihan berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif ini diperoleh dari hasil evaluasi. Adapun tekni pengamatan analisis dan kualitatif ini digunakan untuk menganalisis hasil dari observasi aktivitas guru dan siswa. Berikut rumus untuk menghitung nilai ratarata dari hasil pengamatan observasi aktivitas guru maupun siswa. Berikut ini rumus untuk menghitung nilai rata-rata dari hasil pengamatan observasi aktivitas guru maupun siswa: Skor yang diperoleh Nilai Rata Oe Rata = x 100 % Skor maksimal Dengan Kategori pencapaian nilai : = Sangat Baik = Baik = Cukup = Kurang (Sumber : adaptasi dari Agip, dkk. 2009 : 41 ) Adapun kriteria pencapaiapan skor observasi penilaian sebagai berikut : Skor Kategori Buruk Cukup Baik Sangat baik HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Data Siklus I Penelitian pada siklus I dilaksanakan pada hari selasa 12 April 2022 dengan waktu 180 menit. Peneliti membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model, membuat media pembelajaran untuk mendukung agar pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan yaitu berupa kertas manila yang dibentuk seperti topi ulang tahun dengan memberikan nomor pada setiap Selain itu, peneliti juga membuat soal tes untuk melihat sejauh mana tingkat pemahaman siswa atau tingkat keberhasilan siswa saat belajar subtema dengan menggunakan model NHT (Numbered Head Togethe. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Observasi Siswa Pengumpulan data dilakukan oleh observer sesuai kriteria yang ada pada lembar observasi. Pengamatan aktivitas belajar bertujuan untuk melihat sejauh mana keaktifan siswa saat belajar menggunakan model Numbered Head Together pada tema 7 subtema 1. Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Observasi Siswa Siklus I Siklus Skor Persentasi 63,88% Pada tabel diatas dapat dilihat aktivitas belajar siswa masih rendah yaitu mencapai 63,88% dengan jumlah 23 poin kategori cukup. Dalam hal ini penerapan model pembelajaran masih kurang baik sehingga siswa masih kurang antusian dalam belajar. Hal ini disebabkan karena guru masih belum terbiasa menggunakan model Numbered Head Together dan masih dalam tahap pengenalan sikap dan karakteristik siswa kelas IV. Observasi Guru Lembar observasi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kemampuan peneliti menggunakan model pembelajaran. Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Observasi Guru Siklus Skor Persentasi 65,6% Baik Pada tabel diatas dapat dilihat aktivitas peneliti dalam mengajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together. Dimana jumlah yang diperoleh dari hasil pengamatan observer yaitu 58 poin dengan rata-rata 72,5%. Hasil Belajar Setelah selesai dilaksankan siklus I peneliti melaksanakan tes berupa soal pilhan ganda dengan jumlah soal 10 butir. Setiap soal terdiri dari 4 pilihan yaitu a,b, c, dan d, dengan jumlah skor setiap soal dikalikan 10 point. Tes dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Tabel 3. Rekapitulasi hasil tes siklus I KKM Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Sumber. Hasil tes siklus I Pada tabel diatas, dapat dilihat tingkat keberhasilan siswa masih jauh dari target yang ingin peneliti Persentasi ketuntasan masih mencapai 56 % atau 19 orang siswa, sedangkan jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 44% atau 15 orang siswa. Untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa setelah dilaksanakan siklus I menggunakan model Numbeed Head Together dengan data awal yang diperoleh saat melaksanakan observasi. Untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa setelah dilaksanakan siklus I menggunakan model Numbeed Head Together dengan data awal yang diperoleh saat melaksanakan observasi. Tabel 3. Perbandingan hasil belajar siswa pra siklus dan setelah siklus KKM Siklus I % Tuntas 35,30% Tidak Tuntas 64,70% Jumlah siswa Persentasi Tabel diatas menunjukan hasil belajar siswa pra seklus dan setelah siklus meningkat 20,5%. Berikut diagram perbandingan hasil belajar siswa seblum dan setelah melaksanakan siklus. Gambar 1. Diagram hasil belajar siswa Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Tuntas Tidak Tuntas Hasil Penelitian Deskripsi Data Siklus II Rencana tindakan pada siklus II ini dilakukan dengan memperhatikan hasil refleksi siklus I. Berdasarkan faktor penyebab yang dipaparkan pada hasil refleksi siklus I untuk aktivitas peneliti maka pada siklus II ini, peneliti lebih mempersiapkan diri sehingga pada saat pelaksanaan tindakan siklus II, peneliti mampu menjelaskan cara menggunakan metode Numbered Head Together dengan lebih jelas, rinci dan sistematis supaya siswa dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik. Tahap perencanaan meliputi pembuatan RPP dengan penerapan metode Numbered Head Together, serta menjadikan RPP siklus 1 sebagai bahan perbaikan terhadap tindakan yang akan dilakukan pada siklus II sehingga berjalan dengan optimal. Observasi Siswa Berdasarkan hasil pengamatan observer, aktivitas siswa meningkat. Berikut rekapitulasi hasil pengamatan observasi siswa. Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Observasi Siswa Siklus II Siklus Skor Persentasi Kriteria 83,3% Baik Dari tabel diatas, dapt dilihat perubahan atau peningkatan aktivitas siswa yaitu mencapai 83,3 % dengan kategori baik. Aktivitas belajar siswa meningkat setelah dilakukan refleksi pada siklus I. Peningkatan mencapai 22,3 % dengan kategori baik. Observasi Guru Lembar observasi aktivitas guru dibuat bertujuan untuk mengamati peneliti dalam proses Berdasarkan data hasil observasi yang diperoleh peneliti dari observer sebagai pengamat proses pembelajaran, proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti dapat dikatakan pada kategori Hal ini dapat dilihat dari data hasil pengamatan. Berikut data hasil pengamatan lembar observasi aktivitas guru pada siklus II. Tabel 5. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Observasi Guru Siklus Skor Persentasi kriteria 84,37% Baik Data yang diperoleh dari observer menunjukan adanya peningkatan aktivitas guru saat pembelajaran mencapai 18,77 % yaitu dari 65, 6% menjadi 84,37% dengan kategori baik. Berikut tabel peningkatan aktivitas guru saat melaksanakan pembelajaran. Tabel 6. Perbandingan Peningkatan Aktivitas Guru Siklus I Dan Siklus II Poin Siklus I 73,75% Siklus II 83,75% Peningkatan Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Hasil Belajar Setelah melaksanakan siklus I, peningkatan hasil belajar siswa meningkat pada siklus II. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil tes yang sudah dilaksanakan pada akhir pembelajaran siklus II. Berikut hasil rekapitulasi hasil belajar siswa pada siklus II. Tabel 7. Rekapitulasi Nilai Hasil Tes Siklus II Kelas KKM Tuntas % Tidak tuntas % Jumlah siswa 82% 6 Sumber. Hasil tes siklus II Dari tabel diatas, dapat dilihat ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 82% dengan jumlah siswa 28 orang. Sedangkan 18% atau 6 orang siswa belum mencapai KKM yang sudah ditentukan. Untuk mengetahui perbandingan ketuntasan hasil belajar sebelum melaksanakan siklus dan sesudah melaksanakan siklus dapat dilihat dari tabel berikut ini. Tabel 8. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Setelah Melaksanakan Siklus. Aspek yang Siklus I Siklus II Diamati Tuntas Tidak tuntas % tuntas % tidak tuntas Peningkatan Dari data diatas, dapat dilihat hasil belajar siswa mulai meningkat pada siklus I. Hasil belajar makin meningkat 26 % pada saat dilaksanakan tes pada siklus II menjadi 82 % atau 28 orang siswa yang tuntas. Untuk lebih terperinci dapat dilihat pada diagram peningkatan hasil belajar siswa. Gambar 2. Diagram Peningkatan Hasil Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah Melaksanakan Siklus II. tidak tuntas Siklus I Siklus II Dari diagram tersebut terlihat jelas peningkatan hasil belajar siswa mulai sebelum dilaksanakan siklus dan setelah dilaksanakan siklus I dan siklus II. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri 100308 Panompuan tahun ajaran 2021/2022, maka dapat disimpulkan: Penerapan model pembelajaran Number Head Together (NHT) pada Tema 7 subtem 1 keragaman suku bangsa dan agama di negeriku bagis siswa kelas IV SD Negeri 100308 Panompuan. Peneliti menggunakan II siklus yang dilaksanakan selama penelitian dimana setiap siklus terdiri dari 2 Dalam proses pembelajaran peneliti memiliki 3 tahapan kegiatan yaitu awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir atau penutup. Peningkatan hasil belajar sebelum siklus hasil belajar mencapai 35,30 % atau 12 siswa tuntas, pada siklus I menjadi 56 % atau 19 siswa tuntas, dilaksanakan tes pada siklus II menjadi 82 % atau 28 siswa yang tuntas. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. DAFTAR PUSTAKA