Garba Pembangunan Masyarakat e-ISSN: 3046-5133 Volume 3 No. 2 Tahun 2026 (Hal: 21-. PEMBERDAYAAN TENAGA KERJA MANDIRI PEMULA (TKMP) MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN DAN PEMASARAN DIGITAL (Studi Pendampingan Program TKMP di Kabupaten Cianju. EMPOWERMENT OF BEGINNER INDEPENDENT WORKERS (TKMP) THROUGH FINANCIAL MANAGEMENT AND DIGITAL MARKETING TRAINING (A Mentoring Study of the TKMP Program in Cianjur Regenc. Jojo Jojo, . Ana Frasipa, . Asep Kurniawan, . Kuncorosidi Kuncorosidi, . Mutqi Sopiawadi . Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja. Subang. Indonesia. Universitas Subang. Subang. Indonesia *Email korespondensi: kangjojo06@gmail. ABSTRAK Histori Artikel: Diajukan: 09/01/2026 Diterima: 10/01/2026 Diterbitkan: 01/02/2026 Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) merupakan salah satu kebijakan strategis Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam upaya menekan angka pengangguran dan mendorong penciptaan wirausaha baru yang mandiri dan Namun demikian, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pemberian bantuan sarana usaha, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan manajerial peserta, khususnya dalam aspek manajemen keuangan dan pemasaran digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan peserta TKMP Tahun 2025 di Kabupaten Cianjur melalui pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan usaha mikro serta pemasaran Metode pengabdian yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan partisipatif, praktik langsung, dan evaluasi berkelanjutan terhadap 30 peserta TKMP dengan jenis usaha campuran yang mencakup sektor kuliner, perdagangan, dan jasa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran. Selain itu, peserta mulai menunjukkan perubahan perilaku usaha yang lebih terencana dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat keberlanjutan usaha peserta TKMP serta mendukung efektivitas program ketenagakerjaan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kata kunci: Tenaga Kerja Mandiri Pemula. Pemberdayaan. Manajemen Keuangan. Pemasaran Digital. Pengabdian kepada Masyarakat PENDAHULUAN Tingginya tingkat pengangguran dan dominasi sektor informal masih menjadi permasalahan struktural di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Cianjur. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi rumah tangga, tetapi juga berimplikasi pada meningkatnya kerentanan sosial dan Berdasarkan data Badan Pusat Statistik . , tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat masih berada di atas rata-rata penganggur berasal dari kelompok usia Fenomena ini menunjukkan bahwa potensi sumber daya manusia yang seharusnya dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi justru belum dimanfaatkan secara Oleh karena itu, pemerintah dituntut untuk terus mengembangkan kebijakan ketenagakerjaan yang tidak hanya berorientasi pada penyerapan tenaga kerja formal, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja alternatif berbasis kewirausahaan. Salah satu kebijakan strategis yang Kementerian Jojo Jojo1. Ana Frasipa2. Asep Kurniawan3. Kuncorosidi Kuncorosidi4. Mutqi Sopiawadi5 Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) Melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pemasaran Digital Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam menjawab tantangan tersebut adalah Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP). Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penciptaan wirausaha baru yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan (Kementerian Ketenagakerjaan RI, 2. TKMP diarahkan untuk membangun kapasitas individu agar mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia. Dalam implementasinya, program ini tidak hanya memberikan bantuan sarana usaha sebagai stimulus awal, tetapi juga menekankan pentingnya pelatihan dan pendampingan yang sistematis agar peserta mampu mengelola usahanya secara efektif dan Meskipun demikian, berbagai kajian empiris menunjukkan bahwa usaha mikro dan kecil yang baru dirintis sering kali menghadapi kendala serius pada aspek manajerial, terutama dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran usaha (Otoritas Jasa Keuangan, 2022. Tambunan, 2. Lemahnya kemampuan pencatatan keuangan menyebabkan pelaku usaha kesulitan mengetahui kondisi keuangan usahanya secara akurat, seperti tingkat keuntungan, arus kas, dan efisiensi biaya. Selain itu, keterbatasan strategi pemasaran menghambat perluasan pasar dan menurunkan daya saing produk. Pada era digital saat ini, informasi dan media digital menjadi faktor kunci keberhasilan usaha mikro dan kecil, karena pemasaran digital memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen secara lebih luas, cepat, dan efisien (Kotler & Keller. Chaffey & Ellis-Chadwick, 2. Peserta Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula Tahun 2025 di Kabupaten Cianjur pada umumnya didominasi oleh pelaku usaha pemula dengan karakteristik usaha yang beragam, seperti usaha kuliner, perdagangan, dan jasa. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang terstruktur dan masih mengandalkan praktik pengelolaan keuangan yang sederhana serta tidak terdokumentasi dengan baik. Di sisi lain, kegiatan pemasaran usaha masih didominasi oleh cara-cara konvensional yang terbatas pada lingkungan sekitar, sehingga potensi pasar yang lebih luas belum tergarap secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan program TKMP dengan kapasitas manajerial peserta di Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang manajerial peserta TKMP, khususnya dalam aspek manajemen keuangan dan pemasaran Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan peserta Tenaga Kerja Mandiri Pemula melalui pelatihan manajemen keuangan usaha mikro dan pemasaran digital yang aplikatif. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keberhasilan Program TKMP, meningkatkan keberlanjutan usaha peserta, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pelaksanaan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat (Lestari & Suryani, 2. METODE Kegiatan masyarakat ini dilaksanakan pada peserta Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) Tahun 2025 di Kabupaten Cianjur sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas manajerial pelaku usaha pemula. Sasaran kegiatan berjumlah 30 orang peserta TKMP yang memiliki jenis usaha campuran, meliputi usaha kuliner, perdagangan, dan jasa. Keberagaman jenis usaha ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai karakteristik usaha mikro di Kabupaten Cianjur serta memungkinkan penerapan materi pelatihan yang lebih kontekstual. Pemilihan peserta didasarkan pada keterlibatan aktif mereka dalam program TKMP, komitmen untuk mengembangkan usaha, serta kesediaan pengabdian secara berkelanjutan. Metode menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif, yang menempatkan peserta sebagai Gapura (Garba Pembangunan Masyaraka. - Vol. 2026 - . Jojo Jojo1. Ana Frasipa2. Asep Kurniawan3. Kuncorosidi Kuncorosidi4. Mutqi Sopiawadi5 Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) Melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pemasaran Digital subjek utama dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini dipilih agar peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung pada usaha masing-masing melalui (Mardikanto & Soebiato, 2. Dengan pendekatan partisipatif, peserta didorong untuk aktif berdiskusi, berbagi pengalaman usaha, serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, sehingga solusi yang diberikan lebih sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahapan utama, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, seperti pendamping TKMP dan pihak Dinas Tenaga Kerja setempat, guna memastikan keselarasan kegiatan dengan tujuan program TKMP. Selain itu, dilakukan identifikasi kebutuhan peserta melalui diskusi awal dan observasi terhadap kondisi usaha yang dijalankan. Identifikasi kebutuhan difokuskan pada aspek pengelolaan keuangan dan pemasaran usaha, termasuk kebiasaan pencatatan keuangan, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, serta metode pemasaran yang selama ini digunakan. Hasil identifikasi kebutuhan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan materi pelatihan agar lebih tepat sasaran dan aplikatif. secara lebih luas (OJK, 2022. Kotler & Keller. Tahap pendampingan dilakukan secara langsung dan berkelanjutan setelah pelatihan, di mana peserta didampingi dalam menerapkan pencatatan keuangan dan strategi pemasaran masing-masing. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara konsisten dalam kegiatan usaha sehari-hari. Melalui pendampingan, peserta diberikan umpan balik terhadap praktik yang dilakukan serta dibantu dalam mengatasi kendala yang muncul selama proses penerapan (Tabel . Tahap evaluasi dilakukan untuk menilai tingkat pemahaman, keterampilan, dan perubahan perilaku usaha peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, diskusi reflektif dengan peserta, serta penilaian terhadap hasil praktik pencatatan keuangan dan aktivitas pemasaran digital yang dilakukan. Indikator keberhasilan kegiatan meliputi kemampuan peserta dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana secara rutin, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, serta penggunaan media digital sebagai sarana pemasaran yang lebih terencana dan Tahap pelaksanaan meliputi dua jenis pelatihan utama, yaitu pelatihan manajemen keuangan usaha mikro dan pelatihan pemasaran Pelatihan manajemen keuangan dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan peserta melalui pengenalan konsep dasar keuangan usaha, pencatatan transaksi harian, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, serta pengenalan laporan keuangan sederhana seperti laporan laba rugi. Materi disampaikan dengan contoh kasus yang relevan dengan usaha peserta agar mudah dipahami dan Sementara itu, pelatihan pemasaran digital difokuskan pada pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, pembuatan konten promosi sederhana yang menarik, serta penggunaan aplikasi pesan instan dan platform digital lainnya untuk menjangkau konsumen Gapura (Garba Pembangunan Masyaraka. - Vol. 2026 - . Garba Pembangunan Masyarakat e-ISSN: 3046-5133 Volume 3 No. 2 Tahun 2026 (Hal: 21-. Tabel 1 Bentuk Pendampingan. Hari/Tanggal Materi Yang disampaikan Offline /Oneline Selasa, 28 Oktober . Sosialisasi kepada para TKMP Penyebaran kuesioner sebelum kegiatan . Pendampingan mengidentifikasi Produk Berupa barang/Jasa yang dibutuhkan pasar Sabtu, 1 Lanjutan dari Pendampingan memilih November 2025 Produk Berupa barang/Jasa yang dibutuhkan pasar Menginformasikan data-data yang dibutuhkan untuk pengurusan NIB Rabu, 05 Pelatihan dan pendampingan membuat November 2025 NIB Sabtu, 8 . Pendampingan pembuatan Nomor November 2025 Induk Berusaha (NIB) Minggu, 23 . Pelatihan pembuatan strategi November 2025 . Pelatihan cara membuat BMC Senin, 24 Pelatihan pembuatan strategi November 2025 pemasaran dan BMC Selasa, 25 Pelatihan pembuatan laporan arus kas November 2025 Online menggunakan WhatApp Group Minggu, 30 November 2025 Offline . Pengisian kuesioner setelah dilakukan kegiatan pendampingan . Monitoring dan Evaluasi kegiatan Online menggunakan WhatApp Group Online menggunakan WhatApp Group Offline Online menggunakan WhatApp Group Online menggunakan WhatApp Group Online menggunakan WhatApp Group Garba Pembangunan Masyarakat e-ISSN: 3046-5133 Volume 3 No. 2 Tahun 2026 (Hal: 21-. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Peserta Tenaga Kerja Mandiri Pemula Peserta kegiatan pengabdian berjumlah 30 orang yang merupakan peserta aktif Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula Tahun 2025 di Kabupaten Cianjur. Peserta berasal dari latar belakang sosial dan pendidikan yang beragam, mulai dari lulusan sekolah menengah hingga perguruan tinggi, dengan pengalaman usaha yang relatif terbatas. Jenis usaha yang dijalankan peserta bersifat campuran, terdiri atas usaha kuliner, perdagangan, dan jasa, yang sebagian besar berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar lokal. Sebagian besar peserta merupakan wirausaha pemula dengan lama usaha kurang dari dua tahun, sehingga masih berada pada fase awal pengembangan usaha yang ditandai dengan keterbatasan modal, jaringan usaha, serta pengalaman manajerial. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peserta TKMP di Kabupaten Cianjur memiliki potensi untuk berkembang, namun masih membutuhkan pendampingan intensif dan berkelanjutan, terutama dalam aspek pengelolaan Tanpa adanya penguatan kapasitas manajerial, usaha mikro yang baru dirintis berisiko mengalami stagnasi bahkan kegagalan. Temuan ini sejalan dengan pandangan Tambunan . yang menyatakan bahwa lemahnya kemampuan manajerial merupakan salah satu penyebab utama rendahnya tingkat keberlanjutan usaha mikro dan kecil di Indonesia. Gambar 1 Profil TKMP Hasil Pelatihan Manajemen Keuangan Pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman peserta dalam mengelola keuangan usaha secara lebih sistematis. Sebelum kegiatan pengabdian dilaksanakan, sebagian besar peserta belum melakukan pencatatan keuangan secara teratur dan cenderung mencampurkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Praktik tersebut menyebabkan peserta kesulitan dalam mengetahui besaran biaya operasional, tingkat keuntungan, serta arus kas usaha secara akurat. Selain itu, ketiadaan pencatatan keuangan juga menghambat peserta dalam melakukan perencanaan dan evaluasi Setelah pendampingan, peserta mulai mampu menyusun pencatatan keuangan sederhana yang mencakup pemasukan, pengeluaran, dan laba usaha secara Peserta juga mulai memahami pentingnya memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi sebagai dasar pengelolaan usaha yang sehat. Perubahan ini menunjukkan adanya peningkatan literasi keuangan peserta, yang menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan usaha. Peningkatan literasi keuangan ini sejalan dengan temuan Otoritas Jasa Keuangan . yang menyatakan bahwa literasi keuangan berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usaha mikro. Dengan adanya pencatatan keuangan yang lebih tertib dan terstruktur, peserta dapat mengetahui kondisi keuangan usahanya secara lebih akurat, seperti tingkat keuntungan dan Hal memungkinkan peserta untuk membuat keputusan usaha yang lebih rasional, misalnya dalam menentukan harga jual, mengendalikan biaya, serta merencanakan pengembangan usaha di masa Hasil ini memperkuat temuan berbagai pentingnya manajemen keuangan sederhana bagi keberlanjutan UMKM. Jojo Jojo1. Ana Frasipa2. Asep Kurniawan3. Kuncorosidi Kuncorosidi4. Mutqi Sopiawadi5 Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) Melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pemasaran Digital menjangkau konsumen di luar lingkungan terdekat dengan biaya yang relatif rendah dibandingkan metode pemasaran konvensional. Temuan ini sejalan dengan pendapat Chaffey dan Ellis-Chadwick . yang menyatakan bahwa pemasaran digital merupakan strategi yang efektif dan efisien bagi usaha mikro dan kecil dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif. Selain memperluas jangkauan pasar, penggunaan media digital juga meningkatkan interaksi antara pelaku usaha dan konsumen. Melalui pelanggan, menerima umpan balik, serta membangun hubungan jangka panjang yang berpotensi meningkatkan loyalitas pelanggan. Dengan demikian, pemasaran digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai media komunikasi dan penguatan citra Gambar 2. Laporan Keuangan Hasil Pelatihan Pemasaran Digital Pelatihan pemasaran digital mendorong peserta untuk mulai memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam memasarkan produk dan jasa yang dihasilkan. Sebelum kegiatan, sebagian besar peserta masih mengandalkan pemasaran konvensional melalui penjualan langsung dan promosi dari mulut ke mulut yang jangkauannya terbatas. Setelah mengikuti pelatihan, peserta mulai menggunakan media sosial seperti WhatsApp Business dan Instagram sebagai sarana promosi usaha. Peserta juga dilatih untuk membuat konten promosi sederhana yang informatif dan menarik, seperti foto produk, deskripsi singkat, serta informasi harga dan kontak usaha. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta semakin memahami peran pemasaran digital dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan visibilitas usaha. Pemanfaatan Gapura (Garba Pembangunan Masyaraka. - Vol. 2026 - . Jojo Jojo1. Ana Frasipa2. Asep Kurniawan3. Kuncorosidi Kuncorosidi4. Mutqi Sopiawadi5 Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) Melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pemasaran Digital Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pendampingan manajerial merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas program pemberdayaan ekonomi masyarakat (Mardikanto & Soebiato, 2019. Tambunan. Tanpa pendampingan yang memadai, bantuan sarana usaha yang diberikan melalui memberikan dampak optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini berkontribusi secara nyata dalam mendukung tujuan Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula, khususnya dalam membangun kemandirian dan keberlanjutan usaha peserta secara berkelanjutan. Hal ini terbukti mereka dibimbing dan mampu membuat pengembangan model bisnis BMC (Business Model Canva. dan memiliki NIB (Nomor Induk Berusah. Gambar 3. Pemasaran Digital Dampak Kegiatan terhadap Keberlanjutan Usaha Secara pengabdian kepada masyarakat ini memberikan dampak positif terhadap perilaku usaha peserta Tenaga Kerja Mandiri Pemula. Peserta menunjukkan perubahan sikap yang lebih terencana dan sistematis dalam mengelola usaha, baik dari aspek keuangan maupun pemasaran. Dampak jangka pendek yang terlihat adalah peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan pencatatan keuangan dan memanfaatkan media digital. Sementara itu, dampak jangka menengah yang diharapkan adalah peningkatan omzet, efisiensi usaha, serta keberlanjutan usaha peserta TKMP. Gapura (Garba Pembangunan Masyaraka. - Vol. 2026 - . Garba Pembangunan Masyarakat e-ISSN: 3046-5133 Volume 3 No. 2 Tahun 2026 (Hal: 21-. Gambar 4 BMC Jojo Jojo1. Ana Frasipa2. Asep Kurniawan3. Kuncorosidi Kuncorosidi4. Mutqi Sopiawadi5 Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) Melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pemasaran Digital Gambar 5 NIB Gapura (Garba Pembangunan Masyaraka. - Vol. 2026 - . Garba Pembangunan Masyarakat e-ISSN: 3046-5133 Volume 3 No. 2 Tahun 2026 (Hal: 21-. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan serta pemasaran digital pada peserta Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) Tahun 2025 di Kabupaten Cianjur terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas manajerial peserta secara signifikan. Melalui partisipatif dan aplikatif, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut secara langsung pada usaha yang dijalankan. Hal ini tercermin dari kemampuan peserta dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana secara lebih teratur, memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran yang lebih terencana dan adaptif terhadap perkembangan Selain peningkatan keterampilan teknis, kegiatan ini juga mendorong perubahan perilaku usaha peserta ke arah yang lebih profesional dan berorientasi pada keberlanjutan. Peserta mulai menunjukkan sikap yang lebih sadar terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang tertib sebagai dasar pengambilan keputusan usaha, serta lebih terbuka terhadap pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek keterampilan, tetapi juga berpotensi memberikan dampak jangka menengah dan panjang dalam bentuk peningkatan kinerja dan keberlanjutan usaha peserta TKMP. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan, rekomendasi dari kegiatan pengabdian ini adalah perlunya pendampingan yang berkelanjutan dan terstruktur bagi peserta TKMP setelah pelatihan selesai dilaksanakan. Pendampingan lanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa perubahan perilaku usaha yang telah terbentuk dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan seiring dengan dinamika usaha yang dihadapi peserta. Selain itu, integrasi manajemen keuangan dan pemasaran digital, dalam program TKMP perlu terus diperkuat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan penciptaan wirausaha baru. Ke depan, program TKMP diharapkan tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sarana usaha, tetapi juga semakin menekankan aspek penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan yang Dengan demikian, program ini dapat menghasilkan wirausaha mandiri yang tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, sehingga berkontribusi lebih optimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penurunan tingkat pengangguran di daerah. UCAPAN TERIMA KASIH