AL-MUHITH JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN HADITS E-ISSN: 2963-4024 . edia onlin. P-ISSN : 2963-4016 . edia cetak DOI : 10. 35931/am. TELAAH PERANGKAT DAN MAKNA ISTIFHAM DALAM AL-QURAoAN PERSPEKTIF MORALITAS DAN TEOLOGI ISLAM KONTEMPORER Laili Maya Ramadani Universitas Islam Negeri Antasari. Banjarmasin. Indonesia lailimayaramadani@gmail. Muhamad Ishaac Universitas Islam Negeri Antasari. Banjarmasin. Indonesia ishaacmuhammad21@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menelaah makna istifham dalam al-QurAoan, dengan menyoroti perangkat linguistik yang digunakan dalam membangun dan menyampaikan makna pertanyaan dalam konteks wacana Islam kontemporer. Istifham dalam al-QurAoan tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengajukan pertanyaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menegaskan keyakinan, menggugah kesadaran moral, serta mengarahkan pembaca pada perenungan teologis yang mendalam. Melalui pendekatan analisis linguistik dan tafsir, penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk istifham serta menelaah dan mengeksplorasi fungsi dan pengaruhnya dalam dinamika pemaknaan teks al-QurAoan. Studi ini menemukan bahwa perangkat istifham memiliki daya tarik tersendiri dalam menarik perhatian pembaca terhadap aspek-aspek teologis, moralitas, dan etika yang dibahas dalam al-QurAoan. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti relevansi perangkat istifham dalam konteks wacana Islam kontemporer, terutama dalam menjawab tantangan modern seperti pluralisme, keadilan sosial, dan pendidikan Islam di era digital. Temuan penelitian ini menujukkan bahwa istifham dalam al-QurAoan dapat berfungsi sebagai kerangka kerja kritis yang membantu pembaca dalam memahami dan mengapresiasi nilai-nilai Islam yang relevan dengan tantangan zaman modern. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi tafsir alQurAoan serta memperkaya wacana teologi Islam dengan pendekatan yang lebih dinamis dan kontekstual. Kata kunci: kurikulum, pendidikan. Islam Abstract This study aims to explore and examine the meaning of istifham in the Qur'an, by highlighting the linguistic devices used in constructing and conveying the meaning of questions in the context of contemporary Islamic Istifham in the Qur'an not only functions as a tool for asking questions, but also has an important role in affirming beliefs, arousing moral awareness, and directing readers to deep theological contemplation. Through a linguistic analysis and interpretation approach, this study identifies various forms of istifham and examines and explores their functions and influences in the dynamics of the meaning of the text of the Qur'an. This study finds that the istifham device has its own appeal in drawing readers' attention to the theological, moral, and ethical aspects discussed in the Qur'an. In addition, this study also highlights the relevance of the istifham device in the context of contemporary Islamic discourse, especially in responding to modern challenges such as pluralism, social justice, and Islamic education in the digital era. The findings of this study indicate that istifham in the Qur'an can function as a critical framework that helps readers understand and appreciate Islamic values that are relevant to the challenges of the modern era. Thus, this study contributes to the development of the study of the interpretation of the Qur'an and enriches the discourse of Islamic theology with a more dynamic and contextual approach. Keywords: curriculum, education. Islam Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer PENDAHULUAN Al-Qur'an merupakan mukjizat yang diturunkan kepada nabi akhir zaman melalui perantara Malaikat Jibril. Secara harfiah "Al-Qur'an" berarti bacaan yang mencapai puncak kesempurnaan. Al-Qur'an al-Karim berarti bacaan yang Maha Sempurna dan Maha Mulia. 1 Kemaha Muliaan dan Maha Sempurnaan AubacaanAy ini agaknya tidak hanya dapat dipahami oleh para pakar, tetapi juga oleh semua orang yang mau menggunakan sedikit pikirannya. "Kalamullah" merupakan nama lain dari al-Qur'an, yang mana sejatinya ketika "kalam" sudah dilakukan maka terjadilah sebuah interaksi. 2 Dr. Yusuf Qardhawi memberikan mendefinisikan al-Qur'an dengan definisi yang singkat nan komprehensif, yaitu: AuAl-Qur'an merupakan media interaksi antara Tuhan dan hamba-NyaAy. 3 Alat yang digunakan dalam media interaksi ini adalah Bahasa Arab, sebagaimana firman Allah yang berbunyi: a acIe aIe aEeINa Ca e acI aOUc E aE aE eI a e aCEa eOIA Dalam diksi interaksinya, al-Qur'an menggunakan beragam kalimat, salah satunya adalah Istifham atau bentuk pertanyaan dalam Al-Qur'an adalah salah satu perangkat linguistik yang sangat penting dalam memahami dan menafsirkan makna ayat-ayat suci. 4 Dalam tradisi tafsir, istifham tidak hanya berfungsi untuk menanyakan sesuatu secara literal, tetapi juga sering kali digunakan untuk menggugah pemikiran, memberikan pelajaran moral, atau bahkan menegaskan keyakinan tertentu. Penggunaan istifham dalam Al-Qur'an menunjukkan keragaman gaya bahasa dan kekayaan makna yang terkandung dalam kitab suci ini. Kajian mengenai istifham dalam Al-Qur'an telah banyak dilakukan oleh para ulama klasik maupun modern. Penelitian terdahulu seperti yang dilakukan oleh Al-Zamakhsyari dalam tafsir AlKashshaf dan Al-Razi dalam Mafatih al-Ghayb memberikan kontribusi penting dalam memahami fungsi dan tujuan dari perangkat istifham. Namun, kajian-kajian tersebut lebih banyak fokus pada tafsir tekstual dengan pendekatan linguistik yang cenderung tradisional. Abd Al-Qahir Aljurjani. Dalail Al-IAojaz (Kairo: Isa Al-Halbi, t. Fuad NiAomah. Mulakhkhash Qawyid al-Lughah al-Arabiyah (Kairo: Al-Maktabah Al-Mujalladal- Iraq, t. Quraish Syihab. Lentera Hati (Bandung: Penerbit Mizan, 1. Jalaluddin As-Suyuthi Asy-SyafiAoi. Itqan Fi Ulum Al-qurAoan (Beirut: Dar al-Fik. , diakses 30 Agustus 2024, https://inlislite. uin-suska. id/opac/detail-opac?id=4888. Jalal Al-Din Al-Qazawayni. Al-Idhah fi AoUlum Al-Balaghah (Beirut: Dar Al-Kuthub Al-AoIlmiyah. Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir jilid 1: Lubabut Tafsir Min Ibnu Katsir, trans. oleh M. Abdul Ghoffar (Bogor: Pustaka Imam Asy-SyafiAoi, 2. , https://inlislite. uin-suska. id/opac/detailopac?id=31046. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, muncul kebutuhan untuk merekonstruksi pemahaman kita tentang perangkat istifham dalam Al-Qur'an dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan relevan dengan isu-isu kontemporer. 7 Pendekatan ini tidak hanya melibatkan analisis linguistik semata, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana perangkat istifham tersebut dapat mempengaruhi dan membentuk dinamika interpretatif dalam wacana modern. Penelitian ini menawarkan kontribusi baru dengan mengintegrasikan analisis linguistik dengan kajian teologi kontemporer, untuk memahami bagaimana perangkat istifham dalam AlQur'an dapat digunakan sebagai alat untuk mengarahkan perhatian pembaca terhadap isu-isu teologis dan moral yang relevan di era modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatannya yang menggabungkan perspektif tradisional dan modern, serta pada fokusnya yang menyoroti peran istifham dalam membentuk dinamika tafsir yang lebih inklusif dan dinamis. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan studi tafsir Al-Qur'an, serta memperkaya pemahaman mengenai hubungan antara bahasa dan teologi dalam tradisi Islam. Penelitian ini juga diharapkan dapat membuka ruang bagi dialog antara tradisi dan modernitas dalam konteks interpretasi teks-teks suci, yang sangat relevan dengan tantangan dan peluang di era digital ini. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks untuk mengkaji dan merekonstruksi makna istifham dalam Al-Qur'an. Sumber data utama penelitian ini adalah teks Al-Qur'an, yang dianalisis untuk mengidentifikasi ayat-ayat yang mengandung istifham. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan berbagai tafsir klasik dan kontemporer sebagai sumber data sekunder. Tafsir-tafsir ini, seperti Al-Kashshaf karya Al-Zamakhsyari dan Mafatih al-Ghayb karya Al-Razi, memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana para ulama terdahulu dan modern menafsirkan perangkat istifham dalam Al-Qur'an. Proses pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur, di mana peneliti menelusuri dan mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung bentuk-bentuk istifham, serta mengkaji tafsir-tafsir terkait. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji studi-studi sebelumnya yang berfokus pada analisis istifham dalam Al-Qur'an untuk memperkaya perspektif dan pemahaman tentang topik Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. , di mana peneliti mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis ayat-ayat yang mengandung istifham berdasarkan bentuk, fungsi, dan konteks teologis serta moralnya. Muhammad Addien Nastiar. AuUnsur Balaghah Dalam Surah Al-QariAoah (Telaah Kitab Safwah alTafasi. ,Ay Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin. Pemikiran. Dan Fenomena Agama 24, no. Juni 2. , https://doi. org/10. 19109/jia. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Istifham Istifham merupakan istilah dalam bahasa Arab yang secara etimologi merupakan bentuk mashdar dari kata istafhama yang berarti istaudhaha. Kata istifham dibentuk dari akar kata fahima mendapat tambahan alif, sin dan ta di awal kata yang salah satu fungsinya adalah untuk meminta. Dengan demikian istifham berarti permintaan penjelasan, permintaan keterangan, kata tanya, atau menuntut keterangan . halab al-fahm. Sedangkan pengertian istifham secara terminologi, istifham berarti harapan untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui sebelumnya dengan menggunakan salah satu perangkat dari beberapa perangkat istifham. Dalam ilmu Nahwu istifham merupakan uslub yang berisikan permintaan akan informasi yang tepat dari suatu hal yang tidak diketahui. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa istifham adalah bentuk kalimat yang berfungsi untuk meminta keterangan akan informasi yang jelas dan tepat tentang suatu hal yang belum diketahui sebelumnya dengan menggunakan salah satu perangkat istifham. Klasifikasi Istifham Dalam kajian bahasa Arab. Istifham diklasifikasikan menjadi dua pola, yang pertama istifham haqiqi dan yang kedua adalah istifham majazi. Istifham haqiqi bermakna pertanyaan seseorang kepada orang lain tentang sesuatu yang memang benar-benar belum diketahui Adapun istifham majazi adalah pertanyaan tentang sesuatu yang sebenarnya sudah 9 Dalam kondisi ini, fungsi yang dimiliki oleh kalimat istifham tersebut tidak lagi orisinil sebagai pertanyaan yang mengharapkan jawaban, namun beralih kepada fungsi-fungsi lainnya semisal larangan, perintah, pengingkaran, doa, harapan, sangkalan, serta tujuan lainnya. Adawatu al-Istifham (Perangkat Istifha. Al-Istifham berdasarkan kata tanyanya dikategorikan menjadi 2 yaitu. Pertama, harf alistifham . artikel tany. yang terdiri dari hamzah dan hal . Kedua, ism al-istifhym . ronomina tany. yang terdiri dari man . , ma . , mata . , ayyana . , aina . , anna . ari man. , kaifa . , kam . , ayyu . iapa atau ap. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan Al-QurAoan, trans. oleh Abdul Hayyie Al-Kattani (Jakarta: Gema Insani Press, 1. InAoam Fawwal. Al MuAojam Al Mufashal Fi Ulum Al Balaghah (Beirut: Dar al Kutub al Ilmiyah. NiAomatul Lisana. Hasan Busri, dan Retno Purnama Irawati. AuKata Tanya (Istifhy. Dalam AlQurAoan Juz 20 (Analisis Semanti. ,Ay Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching 10, no. Juli 2. , https://doi. org/10. 15294/la. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer Hamzah (A)A Hamzah adalah ibu dari perangkat istifham yang memiliki beberapa fungsi, yaitu Tashawwur atau pemahaman atas sesuatu. 11 Dalam hal ini, jawaban yang dihasilkan akan berupa perbandingan 2 kata dan datang setelah lafaz am (A )IAyang berarti atau. Contoh: AII A I EA Tashdiq atau kebenaran terhadap hal yang ditanyakan mengenai perbuatan atau sifat seseorang, dan jawabannya dapat berupa na'am . atau la . Contoh: AC E EEA Hal (A)NEA Hal memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai Tashdiq saja, yang tujuannya untuk memastikan terjadi atau tidaknya sesuatu. Maka jawabannya akan berupa na'am . Contoh: A NE A ECAOAatau bisa pula bermakna atau berfungsi sebagai tidak boleh bertanya dengan penjabaran dari sesuatu, karena akan menimbulkan kebingungan, contoh: ANE A EI O EA. Kedua berfungsi sebagai Itsbat saja, yang tujuannya untuk membuktikan atau memverifikasi Maka tidak boleh bertanya seperti ini: ANE IE EOA Man (A)IIA Kata ini lebih dari 80 kali disebutkan dalam al-Qur'an dan berfungsi untuk menanyakan sesuatu yang berakal. Kebanyakan kata ini untuk pembuktian kezholiman orang-orang kafir dengan cara kecondongan pemahaman kepada sesuatu yang nafi. Contoh: a a )111 :A (EOA. aAEEA c AaOaI eI aeO A a a en I aIA Ma (A)IA Kata tanya ini berfungsi menanyakan sesuatu yang tidak berakal, juga menanyakan tentang kebenaran atau sifatnya sesuatu, baik itu sesuatu yang berakal maupun tidak berakal. Contoh: a )19 :AOE aI aEcaOac eO aI (IEAAIOA a AaOaIe a e A Muhammad Adriani Yulizar. AuUslub Hamzah Istifham Sebagai Salah Satu Bentuk Dialektika Dialogis Al-QurAoan,Ay Al-Fathin: Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab 4, no. Desember 2. , https://doi. org/10. 32332/al-fathin. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer Mata (A)IOA Kata ini terdapat sebanyak 9 kali dalam al-Qur'an dan umumnya berfungsi untuk menanyakan keterangan waktu. Contoh: )214 :AEEa a (ECA e aI IA c AA aA Ayyana (A)OIA Kata ini terdapat sebanyak 6 kali dalam al-Qur'an dan berfungsi untuk menanyakan keterangan waktu di masa depan dalam keadaan yang hebat dan agung. Contoh: ) :AOa eaEa eO aI aacO aI Oa eOaI E caOe aaI (EacOA Ayna (A)OIA Kata ini terdapat sebanyak 10 dalam pada al-Qur'an dan berfungsi untuk menyakan tepat suatu kejadian. Contoh: cao ae AO aCO aEA ) :AeEIe a aI Oa eOaI aiO s aOe aI Ee aI ac (ECOIA ea Anna (A)IcOA Kata ini terkadang menjadi makna dari "kaifa" . , contoh: (: A(IIOA. A a ccI Oa aE eO aI a eaE a E UIA a aACA ca AE aA Dan terkadang menjadi makna "min aina" . ari man. , contoh: a aAE OaaIOa a ccI EA ) :AE N a a (E IIA e a aACA Kaifa (A)EOAA Kata ini terdapat lebih dari 80 kali dalam al-Qur'an dan berfungsi untuk menerangkan Contoh: aa a e a aA ) :aOUc (IIOA a A EaeON CaEaeO aEeOA a AA Ia aEEc aI aI eI aE aI aA Ee aI eNA Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer Kam (A)EIA Kata ini berfungsi untuk mengetahui suatu jumlah. Contoh: a )19 :AE acIeI aN eI aE eI Eaae a eI (EENAA a aACA U AE Ca aiOA Ayyu (A)cOA Kata ini berfungsi untuk menentukan pilihan di antara dua hal, dan dapat digunakan untuk sesuatu yang berakal, contoh: A O AOC EAdan dapat digunakan untuk sesuatu yang tidak berakal, contoh: A O E CAdan dapat digunakan untuk menanyakan tempat, contoh: AO NA A EAdan dapat digunakan untuk menanyakan waktu, contoh: AO AA. Contoh dalam al-Qur'an: a AA ) :AE . EIAA AA AEA a a a a AA eOas I aA a AOA ca a Fungsi Istifham dalam al-QurAoan Fungsi istifham yang akan dibahas dalam makalah ini adalah dari klasifikasi majazi yang sering digunakan dalam al-Qur'an, antara lain: 12 Taqrir (Menetapka. Dalam hal ini pola kalimat istifham tidak memerlukan terhadap jawaban, sebab tujuannya adalah menetapkan suatu gagasan, bukan pertanyaan. Pola yang sering digunakan hamzah yang kemudian diikuti oleh fi'il nafi. Contoh: ) :AEaeO sosE (EAOEA e au aaIEe aeaO a eE aEeO a aN eI a eaA ABukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka . ntuk menghancurkan Ka'ba. itu sia-sia?Ay Contoh tersebut, menggunakan hamzah kemudian diikuti kalam nafi, namun sebaliknya menetapkan dan memberikan pembenaran terhadap kalimat yang ada setelah huruf nafi tersebut. Ikhbar (Menginformasika. Ikhbar berfungsi menerangkan informasi tentang sesuatu. Pola istifham ini bertujuan untuk menguatkan informasi atau kabar yang disampaikan dalam suatu kalimat. Kalimat istifham yang menjadi fungsi kedua ini biasanya menggunakan huruf AuhamzahAy atau AuhalAy Harun Al Rasyid. Muhammad Helmi Ridho, dan Nurul Hartini. AuAnalisis Istifham Dalam Qs. AlBaqarah 258 (Studi Analisis Balagha. ,Ay Innovative: Journal Of Social Science Research 4, no. Juni 2. , https://doi. org/10. 31004/innovative. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer a a aA EeA sebagai polanya, seperti ayat: AOa aA a eAOE a aOA a AAu aN eE aASudah datangkah kepadamu . hari pembalasan?Ay Dalam keterangan bukunya. Quraish Syihab ingin menggambarkan melalui pertanyaanpertanyaan yang diawal surah. Allah SWT berupa penegasan, dengan menegaskan kepada manusia dulu mereka tidak dapat disebut sebagai makhluk, setelah ruh ditiupkan sehingga tumbuh menjadi sesuatu. Dan redaksi ini juga sebagai tentang apa yang diberitakan sesudah pertanyaan ini. Al-Taswiyah (Menyamaka. Pola istifham ini bertujuan menyamakan dan menunjukkan kalimat dan sesudah huruf istifham memiliki kedudukan yang sama. Perangkat yang digunakan AuhamzahAy dan AuhalAy. a a Contoh dari pola ini adalah: A aOU aEaeO aN eI aaIe a ea eI a eI aIEe a eI a eaN eI aeE Oa eaIIa eOIA a A a I EOe aI aE aeOA . Dalam ayat ini, pola istifham menggunakan AuhamzahAy berfungsi untuk menyamakan watak dan kondisi orang kafir, baik itu ketika diberi peringatan atau tidak diberi peringatan. Penyamaan . dalam suatu kalimat dengan menggunakan uslub istifham memang akan lebih memunculkan estetika kebahasaan kalimat tersebut, dibanding jika penyamaan tersebut diungkapkan dengan menggunakan pola kalimat biasa. Al-Irsyad (Petunju. dan al-Tadzkir (Penginga. Kedua uslub istifham dalam pola ini bertujuan sebagai petunjuk dan pengingat, sebagaimana dalam surat al-Ghasiyyah ayat 18-21, berbunyi: a a a a ae A Oa aaEA AOa aaE E I a aEOA Aa aA a A aOa aaE eaeA AA A Aa a cEaeA AA a IA e AA a a aA e a e aa a e a a A aEeOA a AEa aE aEeOA so a A aI a cEUA a eAacIae aIA AuDan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena Sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Ay Istifham dalam hal ini difungsikan sebagai evaluasi diri sendiri. Sebagaimana ayat diatas menggambarkan situasi di hari pembalasan akan tergambarkan bagi orang-orang hina, kafir, musyrik yang terancam api neraka karena manusia selama di alam dunia tidak memanfaatkan alam semesta dengan baik. Istifham ini, dalam al-Qur'an digunakan untuk evaluasi diri sendiri, sebagai bahan intropeksi diri untuk tidak melakukan hal yang sama di lain waktu. Sekaligus untuk memperbaiki berbagai kesalahan masa tempo dalam koridor positif. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer Ifham (Pemberian Pemahama. Istifham berfungsi untuk memberikan pemahaman yang memiliki korelasi dengan ayat sesudahnya, seperti halnya dalam surat al-Qadr ayat 2 Ae 3, yakni: A EaeO Eaa Ee aC e aA AOE aI EaeO Eaa Ee aC e a a AaOaIe a e A a eA a s ios a eeO acII aEA AuDan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan AA a eNA e U itu lebih baik dari seribu bulan. Ay Dari pernyataan kalimat istifham yang digunakan bertujuan seberapa besar pengetahuan manusia tentang AuLailatur QodrAy di bulan puasa. Apakah mereka mengetahui hakikat keistemewaan keindahan malam tersebut. Tashwiq (Memotivas. Istifham disini bertujuan untuk menggiring perasaan manusia kepada gagasan yang dimunculkan dalam kalimat istifham tersebut. s AeacOaOac aN E aOeI IIaO aNE aaEac aEI a EO as aeI aeO aEI acII a aA ) :A aEaeO sI (Ea e e e ea a AuHai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?Ay Dalam surat ini menerangkan, kepada seluruh manusia terutama orang- orang yang beriman, dimana mereka akan diperlihatkan bentuk-bentuk amalan yang dapat menolong mereka dari siksaan di hari kebangkitan . aumul hisa. nanti, sebagai bentuk motivasi mereka untuk membenahi diri selama mereka masih di alam dunia maya. Al-Amr (Perinta. Penggunaan kalimat perintah di sini memiliki pola sendiri yang menggunakan struktur istifham didahului dengan penjelasan-penjelasan terlebih dahulu lebih detail, kemudian dikuatkan dengan pola amr. a A EO aaI OII Oa aOA a AeacOaOacN E aOI IIaO aeE aaO aOA A EeO aI aINn aaOe aI a aaEe aA e a aA a e e aa e a ea e a ae a so a a a AE EEa EaO aEI O eeaNn I aEO aIeI aEI aII a s a OEEa IA c AEEa OaacE eO aI eI O aa aOA a a ec e a a a a e e a c a e aOEe aIeI aE a aOEa eOaeE AA aAEEA a aA aE aIIe aE eI OE a a a eI Oac eaeeO A AIO aOEe aI N a aOe aI a ea e A aOaeE aaOea aE aOEaO Ee a aeO U aEaeO UIA a e AOaE Ee aC e aOEe aI EA a a AaO aEA c AEEa Ea aE eI aaOA c AA aA a eO aaeE ac eO aI a eI Oe a )22-21 :A (EIOA AEEa a aA eOU aeO UIA e aAEE anOEeOa e aA eO aOEeOA c ea AuDan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka . akan memberi . kepada kaum Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer kerabat. , orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ay Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar r. bahwa Dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri Aisyah. Maka turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu dan menyuruh memaafkan dan berlapang dada terhadap mereka sesudah mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu. NafiAo (Meniadaka. Fungsi istifham ini banyak sekali ditemukan dalam al-Qur'an, sebagaimana surat ArRahman ayat 60, berbunyi: cao ae AI aeEA a a AeEA AeE e a aIA a e e au aN eE aTidak ada Balasan kebaikan kecuali kebaikan . Ay. Ayat ini menjelaskan tentang rasa kasih-sayang Allah yang diberikan kepada manusia dalam bentuk apapun, dan apabila manusia mengingkari kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, maka tidak ada pula balasan yang baik kepadanya. Tamanna (Pengharapa. Istifham banyak sekali dipakai dalam al-Qur'an ataupun percakapan Bahasa Arab, sebagimana dalam surat al- AAraf ayat 53, berbunyi: aeAaNE OaeIaeO aI aeE aae aOOeEaNn a Oa eOaI aaOA A a a aE aacIa aa ea oacacCA e aA aae aOOeEaNn Oa aC eO aE EOe aI Ia a eONa aI eI Ca e aE Ca e aA a e ea aN eE EIa I eI a aA aa AaOa e a eO EaIaA AuTidakkah mereka menunggu kecuali takwilnya . erwujudnya kebenaran Al-QurAoa. Pada hari bukti kebenaran itu tiba, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata. AuSungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafaat bagi kami AAy Maksudnya orang-orang yang tidak beramal sebagaimana yang digariskan oleh alQur'an. pada dasarnya mereka berharap agar datang seorang penolong bagi mereka untuk mengembalikan mereka kedunia untuk memperbaiki kesalahan dan beramal baik. Namun, harapan mereka tersebut hanyalah harapan yang tidak mugkin terwujud. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer NahiAo (Laranga. Situasi ini istifham berfungsi untuk menegaskan tentang pelarangan terhadap sesuatu. ae AeacOaOacNA Contoh al-Qur'an dalam kalimat ini adalah surat al-Infithar ayat: 6, bunyi: AeEIe aI aI a aEA so AE Ee aE aeIOA a caA a a AuWahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu . erbuat durhak. terhadap Tuhanmu Yang Maha MuliaAy. Dalam ayat ini menjelaskan kepada manusia, mengapa mereka durhaka kepada Allah SWT, sehingga ia telah melalaikan kewajibannya. Ayat ini menunjukkan larangan kepada manusia untuk menjauhi hal-hal yang duniawi yang membuat lalai dan terlena dalam kehidupan. Taubikh (Celaa. Pola istifham ini bertujuan untuk mencela sebagaimana surat al-Maidah: 116. a a AE EE OaOO I IaIO aIe CaEe EaEIA a a a e Aac aOaaI OaaIO a EA AE aIA a aAEEa aCA a aAE ae IA a a a a e a a e a e ac a aO e CA c AIO I eI a eOIA a a c a e e A A a a A CaEeaNn Aa aC e aEa eIaNn aa eEa aI aI a eaA Ia eA a eO aOae a eEa aI aIA ee a AOa aE eO aIA a eA a eaE aa scC a eI aEIA a AaE a eI aCa eOaE aI EaeOA a a I eA aA a A a E aI EeaOaOA a AE aIA a ae a eAE aIA Au(Ingatla. ketika Allah berfirman. AuWahai Isa putra Maryam, apakah engkau mengatakan kepada orang-orang. AoJadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?AoAy Dia (Is. AuMaha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa pun yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah Engkau mengetahui apa pun yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa pun yang ada pada diri-Mu. Sungguh. Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib. Ay Kalimat istifham di sini berfungsi sebagai ejekan dan celaan kepada para Tuhan dimana Maryam dan Nabi Isa dijadikan Tuhan selain Allah, melainkan kalimat tersebut ditujukan kepada Nabi Isa. TaAozhim (Mengagungka. Istifham juga berfungsi untuk mengagung-agungkan sesuatu, seperti surat al-Baqarah: 255, berbunyi: cao a a a AIO aOe aOe aN eI aOaI aEe aA aN eIA a eaI eI a E eO Oa e aA a eI aNn e eE a eINn Oa eEa aI aI A Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer AuTidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. ay Dalam ayat ini istifham tidak dimaksudkan untuk meminta jawaban, melainkan memaparkan Kursi yang ada pada ayat ini. dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaan-Nya. Tahqir (Menghina atau Merendahka. Model istifham disini bertujuan untuk menghina atau merendahkan derajat, sebagaimana tercantum dalam surat al-Furqan ayat 41: a a A aOIA AEEa a a eOeEA a AE eE aNaO a N a E a eO a aA a a e a AaO a aaeO aE eI OA c AA AuApabila melihat engkau (Nabi Muhamma. , mereka tidak menjadikan engkau selain sebagai ejekan . engan mengataka. AuInikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?Ay Kalimat istifham yang dilontarkan oleh kaum kafir dalam ayat ini berfungsi untuk menghina tentang kerasulan dan kenabian Muhammad SAW. Kalimat istifham di sini juga berfungsi sebagai penguatan tentang keingkaran mereka terhadap Muhammad sebagai Rasul yang diutus oleh Allah. l-Suyuthi: . TaAoajjub (Mengagumi/Keherana. Contoh dari pola istifham berfungsi ta'ajub ini adalah kalimat yang tercantum dalam surat Shad ayat 5, berbunyi: a a a a e AAu aEAApakah dia menjadikan AA U Aeaa E O n I N a Ea a eOU a aA a aa tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang sangat Ay Al-Istibtho (Menganggap Lamba. Pola istifham menunjukkan sifat keterlambatan atau mematahkan semangat. Contoh pola ini tercantum dalam surat al-Baqarah ayat 214, berbunyi: Aa aOaEe aEaeOA AEaIa aOEa I aaOea aE eI Ia aE E aOe aI aEa eO aI eI Ca eEa aE eI a aI e aN aI Eeae aa aOE A e AaeI a ae a eI a eI a e aEaOA a A O aCOaE E O aE OE aOI IIaO INn I IaA EEa a aae a I Ia AA c ae c ae a a a e a a e a e a e a c a U eAEE Ca aOA AuApakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu . ang dialam. orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang . engan berbagai cobaa. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata. AuKapankah datang pertolongan Allah?Ay Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. Ay Pemaknaan Istifham Al-QurAoan dalam konteks Teologi dan Moralitas Istifham atau bentuk pertanyaan dalam Al-Qur'an, memainkan peran yang sangat penting dalam menyampaikan ajaran teologis dan moralitas Islam. Dalam konteks teologi, istifham digunakan sebagai perangkat untuk merangsang pemikiran kritis, mendorong introspeksi, dan mengarahkan umat Muslim untuk memahami makna mendalam dari konsep-konsep keimanan. Misalnya, ayat-ayat yang menggunakan bentuk pertanyaan retoris sering kali dimaksudkan untuk menegaskan keyakinan akan keberadaan Tuhan, keesaan-Nya, dan kekuasaan-Nya yang mutlak. Dengan mengajukan pertanyaan. Al-Qur'an tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga mengundang pembacanya untuk merenungkan dan memperkuat keimanan mereka. Dalam konteks moralitas, istifham berfungsi untuk menggugah kesadaran moral dan etika Al-Qur'an sering kali menggunakan pertanyaan untuk mengeksplorasi isu-isu moral, seperti keadilan, kebaikan, dan tanggung jawab sosial. Pertanyaan-pertanyaan ini menantang pembaca untuk mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan mereka dan mendorong mereka untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip moral Islam. Misalnya, ketika Al-Qur'an menanyakan, "Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman: , pertanyaan ini mengajak manusia untuk menghargai nikmat yang telah diberikan Allah dan bersikap syukur sebagai bentuk kesadaran moral. Peran istifham dalam teologi dan moralitas ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an menggunakan bahasa sebagai alat yang tidak hanya informatif tetapi juga transformasional. Melalui istifham. Al-Qur'an mengarahkan pembacanya untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan hidup, nilai-nilai yang harus dijunjung, dan hubungan mereka dengan Tuhan dan sesama manusia. Relevansi Pemaknaan Istifham dalam Wacana Islam Kontemporer Dalam konteks wacana Islam kontemporer, relevansi istifham tetap sangat signifikan. era modern yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan global, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Al-Qur'an menjadi semakin penting untuk Istifham dalam Al-Qur'an tidak hanya relevan bagi umat Muslim dalam memahami teks al-QurAoan secara lebih kritis, tetapi juga berperan dalam menghadapi isu-isu modern seperti Fadhilah Umami. Rajab Al Fathin Nasution, dan Harun Alrasyid. AuIAojaz Al-Bayani Dalam Uslub Al-QurAoan: Hamzah Istifham Dalam Al-QurAoan,Ay HUMANITIS: Jurnal Homaniora. Sosial Dan Bisnis 2, no. Juni 2. Abdul Karim Mahmud Yusuf. Uslubu Al-Istifham Fii Al-Quran Al-Karim (Dimasyqa: MathbaAoah Asy-Syam, 1. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer pluralisme, hak asasi manusia, keadilan sosial, dan lingkungan dilihat dari jawaban-jawaban dalam al-QurAoan. Dalam dunia yang semakin kompleks dan terhubung, kemampuan untuk bertanya dan mencari jawaban yang bermakna sangat penting bagi umat Islam. 15 Istifham dapat dilihat sebagai metode untuk mengeksplorasi isu-isu ini dari perspektif qurani, yang menuntut pemahaman yang lebih dalam dan respons yang relevan terhadap tantangan zaman. Dengan demikian, istifham dalam Al-Qur'an menyediakan kerangka kerja bagi umat Muslim untuk terlibat dalam dialog yang konstruktif dan kritis dengan dunia di sekitar mereka, tanpa kehilangan pijakan teologis dan moral Selain itu, istifham juga relevan dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Dalam upaya mengembangkan pemikiran kritis dan nalar logis, pendidik Islam dapat menggunakan istifham sebagai alat pedagogis untuk mengajak siswa berpikir lebih dalam tentang ajaran agama Dengan mendorong siswa untuk bertanya dan mencari jawaban, istifham dapat membantu mereka mengembangkan pemahaman yang lebih holistik tentang Islam dan menghubungkannya dengan realitas modern. Perangkat istifham dalam Al-Qur'an memiliki pengaruh yang signifikan dalam konteks Islam kontemporer, terutama dalam mendukung dialog yang lebih kritis dan reflektif di kalangan umat Muslim. Dalam era di mana tantangan modernitas dan globalisasi semakin kompleks, istifham menawarkan sebuah pendekatan yang unik untuk menavigasi pertanyaan-pertanyaan teologis, moral, dan sosial yang dihadapi umat Muslim saat ini. Sebagai alat retorika, istifham berfungsi untuk merangsang pemikiran kritis dan introspeksi, mendorong individu untuk tidak menerima ajaran secara pasif, tetapi untuk mempertanyakan, menganalisis, dan mencari makna yang lebih dalam dari ajaran Islam. Dalam wacana Islam kontemporer, di mana interpretasi dan pemahaman ajaran agama seringkali perlu disesuaikan dengan konteks zaman, istifham dapat berperan sebagai jembatan antara tradisi dan modernitas, memungkinkan penyampaian pesan-pesan keagamaan yang tetap relevan tanpa kehilangan esensi aslinya. Lebih jauh lagi, penggunaan istifham dalam dakwah dan pendidikan Islam dapat membantu membangun kesadaran kritis di kalangan generasi muda Muslim, yang dihadapkan pada berbagai pandangan dunia yang sering kali kontradiktif. Istifham dapat berfungsi untuk membuka ruang diskusi yang lebih terbuka dan inklusif, di mana berbagai perspektif dapat dipertimbangkan dan Sriwahyuningsih R. Saleh. Chaterina Puteri Doni, dan Nurul Aini Pakaya. AuSemiotika Al-QurAoan: Pembacaan Heuristic Dan Heurmenetic Michael Riffaterre Dalam Dialog Nabi Ibrahim Q. S Al-AnbiyaAo 5962,Ay `A Jamiy : Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab 12, no. Oktober 2. , https://doi. org/10. 31314/ajamiy. Amin Ali dan Mustofa Al Jeremy. Al-Balaghah Al-Wadhihhah (Mesir: Dar Al-MaAoarif, 1. Saida Gani. AuTujuan Penggunaan Kalimat Interogatif . l-IstifhA. Dalam Al-QurAoan: Analisis Balagah,Ay `A Jamiy : Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab 13, no. Juli 2. , https://doi. org/10. 31314/ajamiy. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Laili Maya Ramadani. Muhamad Ishaac: Telaah Perangkat dan Makna Istifham dalam Al-QurAoan Perspektif Moralitas dan Teologi Islam Kontemporer diuji secara kritis. Dengan demikian, istifham tidak hanya memperkaya pemahaman individu tentang ajaran Islam, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka untuk berdialog dengan dunia luar, menjadikan mereka lebih siap untuk menghadapi tantangan global sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar Islam. Dalam konteks politik dan sosial, istifham juga dapat digunakan untuk mengkritisi kebijakan atau tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga berfungsi sebagai alat kontrol sosial yang mengarahkan masyarakat menuju perilaku yang lebih adil dan beretika. Pengaruh istifham dalam konteks Islam kontemporer, oleh karena itu, tidak bisa diremehkan, karena ia menawarkan cara yang dinamis dan relevan untuk menafsirkan dan mengaplikasikan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari di tengah perubahan zaman. KESIMPULAN Pemaknaan istifham dalam Al-Qur'an bukan sekadar alat untuk mengajukan pertanyaan, melainkan sebuah perangkat linguistik yang memiliki fungsi teologis dan moral yang mendalam. Dalam berbagai bentuknya, seperti pertanyaan retoris, istifham digunakan untuk menegaskan keyakinan, menggugah kesadaran, dan mendorong pembaca untuk merenungkan esensi ajaran Islam secara kritis. Penggunaan istifham dengan beragam variasinya mulai dari pertanyaan yang mengonfirmasi hingga yang mengandung unsur penolakan berperan penting dalam membangun narasi yang memandu pembaca untuk mengeksplorasi hubungan manusia dengan Tuhan serta tanggung jawab moral yang harus diemban. Selain itu, istifham berfungsi sebagai alat retorika yang memperkaya diskursus keagamaan, mengarahkan pembaca untuk mempertanyakan asumsi-asumsi normatif dan memperdalam pemahaman teologis. Dengan demikian, istifham bukan hanya elemen gramatikal, melainkan juga instrumen teologis yang krusial dalam menyampaikan pesan-pesan AlQur'an, serta relevansinya dalam menghubungkan teks suci dengan isu-isu dan tantangan kontemporer yang dihadapi oleh umat Muslim saat ini. SARAN DAN REKOMENDASI