Jurnal Kesehatan Amanah Volume. Nomor. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. DOI: https://doi. org/10. 57214/jka. Tersedia: https://ejournal. id/index. php/jka Hubungan Kualitas Layanan Elektronik SIMRS dengan Kinerja SDM di RS X Alifiani Dewintha Putri1. Sarah Geltri Harahap2*. Catherine Hermawan Salim3 Program Studi Strata Satu Administrasi Kesehatan. STIKes RS Husada Jakarta Pusat. Indonesia Penulis Korespondensi: sarahgharahapp@gmail. Abstract. The quality of SIMRS electronic services is expected to make the performance of existing human resources at Hospital X work optimally. Hospital services have entered the digitalization era, where all human resources are required to be able to operate the system used. This study aims to see whether there is a relationship between system quality and human resource performance at Hospital X, because now services are done digitally. The sampling technique used total sampling with a total of 53 respondents. The data in this study were analyzed univariately to see the picture per indicator and bivariate analysis with Spearman correlation to see the The results of the study showed that the relationship between the two variables is interconnected with a high correlation level of 0. 700 with a p-value of 0. The results of the existing data indicate that the quality of SIMRS has a positive and statistically significant relationship with human resource performance. The results of the study from looking at the relationship between system quality indicators and human resource performance show a relationship between 3 of the 4 indicators with human resource performance. These indicators are system flexibility, system integrity, and response time Keywords: HMIS. Hospital. HR Performance. Spearman Correlation. System Quality. Abstrak. Kualitas layanan elektonik SIMRS yang baik diharapkan dapat membuat kinerja SDM yang ada di RS X bekerja secara optimal. Pelayanan RS sudah memasuki era digitalisasi, yang dimana seluruh SDM diwajibkan untuk dapat mengoperasikan sistem yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara kualitas sistem dengan kinerja SDM di RS X, karena sekarang pelayanan sudah dilakukan secara Teknik penentuan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 53 orang. Data pada penelitian ini dianalisis secara univariat untuk melihat gambaran per indikator dan analisis bivariat dengan korelasi spearman untuk melihat hubungan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut saling berhubungan dengan tingkat korelasi tinggi sebesar 0,700 dengan p-value sebesar 0,01. Hasil data yang ada menunjukkan bahwa kualitas SIMRS berhubungan positif dan signifikan secara statistik dengan kinerja sumber daya manusia. Hasil penelitian dari melihat hubungan antara indikator kualitas sistem dengan kinerja SDM memperlihatkan adanya hubungan 3 dari 4 indikator dengan kinerja SDM. Indikator tersebut yaitu fleksibilitas sistem, integritas sistem, dan waktu respon. Kata Kunci: Kinerja SDM. Korelasi Spearman. Kualitas Sistem. Rumah Sakit. SIMRS. LATAR BELAKANG Pelayanan kesehatan merupakan serangkaian upaya yang dilakukan secara bersamasama dalam suatu organisasi guna menjaga serta meningkatkan kesehatan, mencegah dan mengobati penyakit, serta memulihkan kondisi kesehatan individu, keluarga, kelompok, maupun masyarakat. Teknologi pelayanan kesehatan di Indonesia sudah berkembang secara signifikan seiring dengan pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi. Pelayanan kesehatan Indonesia 4. 0 terdapat beberapa inisiatif teknologi pelayanan diantaranya : telemedicine (SIMRS), aplikasi kesehatan mobile, dan Rekam Medis Elektronik . Keberadaan platform daring saat ini yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memungkinkan pasien untuk lebih mudah mengakses berbagai layanan medis . Naskah Masuk: 29 Agustus, 2025. Revisi: 19 September, 2025. Diterima: 30 September, 2025. Terbit: 03 Oktober, 2025 Hubungan Kualitas Layanan Elektronik SIMRS dengan Kinerja SDM di RS X Sistem Informasi (SI) terpadu yang dikenal sebagai Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) mengatur semua proses yang berkaitan dengan manajemen rumah sakit, diantaranya: pendaftaran pasien, pelayanan diagnosis dan medical record, pengobatan pasien, database sumber daya manusia, penyimpanan obat, apotek, penagihan, akuntansi, hingga proses penggajian karyawan . Permenkes RI Nomor 82 Tahun 2013 menetapkan bahwa setiap rumah sakit harus memiliki Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang berfungsi untuk membantu organisasi kesehatan bekerja lebih efisien dan efektif serta mencapai tujuan untuk mengoptimalkan mutu kualitas pelayanan kesehatan rumah sakit . Penelitian ini berfokus untuk mengetahui hubungan dari kualitas SIMRS yang telah di implementasikan di RS X dengan kinerja SDM penginput ataupun pengolah data. Hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di tempat penelitian memperlihatkan bahwa SIMRS sudah digunakan selama 6 tahun di RS X. Sistem yang dipakai merupakan pihak ketiga, akan tetapi sistem dapat dengan cepat menyesuaikan kebutuhan RS X sehingga tampilan sistemnya sangat mudah dipahami dan terintegrasi dengan baik. Terdapat beberapa permasalahan pada sistem di RS X diantaranya masalah jaringan, sistem eror, dan SDM yang merupakan dokter, tidak menginput hasil pemeriksaan ke sistem secara langsung. Dokter akan menyerahkan kertas pemeriksaan ke bagian admin dan admin akan menginput data tersebut ke dalam sistem. Penelitian yang dilakukan di RSU Mitra Sejati Medan memperlihatkan bahwa harapan pegawai masih belum terpenuhi. Hal tersebut membuktikan masih terdapat kendala yang terjadi di lapangan. Salah satu masalah yang dihadapi yaitu tidak adanya kewajiban RME (Rekam Medis Elektroni. yang menyebabkan penumpukan data tentang status pasien secara fisik sehingga data tidak terintegrasi ke dalam sistem. Aspek organisasi RSU Mitra sudah baik, manajemen rumah sakit telah memberikan pelatihan terhadap SDM dan jika terdapat perubahan atau penambahan aplikasi, pelatihan akan diadakan kembali. Aspek teknologi yang digunakan oleh pihak IT untuk menerapkan SIMRS terhadap kualitas layanan sudah cukup memuaskan bagi para SDM, dan pihak IT akan langsung memperbaiki masalah ketika terjadi kerusakan sistem . Pengelolaan SIMRS membutuhkan SDM kompeten untuk menjalankan SI tersebut. SDM dapat diartikan sebagai asset yang sangat penting di dalam rumah sakit, karena dapat mengelola maupun mengatur berbagai aspek operasional RS, khususnya konteks SIMRS. Kehadiran SDM yang berkualitas sangat penting dan tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh sumber daya lainnya. Pemanfaatan teknologi modern dan alokasi dana untuk menggantikan peran SDM mungkin dilakukan, akan tetapi hal ini tidak akan meningkatkan kualitas dan pengelolaan SIMRS tanpa adanya SDM yang professional . Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Penelitian ini mempunyai 2 tujuan yaitu tujuan umum : untuk mengetahui hubungan kualitas SIMRS dengan Kinerja SDM, sedangkan tujuan khusus : untuk mengetahui gambaran kualitas SIMRS di RS X, mengetahui gambaran kualitas sistem berdasarkan kenyamanan akses, fleksibilitas sistem, integritas sistem, dan waktu respon pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit X, untuk mengetahui gambaran kinerja Sumber Daya Manusia Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit X, untuk mengetahui gambaran kinerja Sumber Daya Manusia berdasarkan kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, efektifitas biaya, pengawasan, dan hubungan interpersonal di Rumah Sakit X, untuk mengetahui hubungan antara Kenyamanan Akses. Fleksibilitas Sistem. Integritas Sistem, dan Waktu Respon dengan Kinerja Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit X, dan Untuk mengetahui hubungan antara Kualitas SIMRS dengan Kinerja Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit X. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di RS X Jakarta Timur dengan waktu penelitian 29 hari yang dimulai dari 28 April Ae 18 Juni 2025. Observasi awal dilakukan oleh peneliti pada tanggal 7 Maret 2025. Penelitian ini sudah melakukan uji etik penelitian di UMS dengan no etik penelitian No. 1083/KEPK-FIK/V/2025 dan dinyatakan layak untuk diteliti. Populasi yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu seluruh tenaga kerja di Rumah Sakit X Jakarta Timur yang merupakan SDM penginput dan pengolah data pasien di Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang berjumlah 53 SDM. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data Data primer merupakan data yang dikumpulkan secara mandiri oleh peneliti, sedangkan data sekunder adalah data yang peneliti dapatkan dari referensi yang sudah disesuaikan dengan judul serta data dari pihak RS X. Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner untuk menghasilkan output penelitian dan wawancara untuk memenuhi kebutuhan data awal yang akan dijadikan sebagai latar belakang, gambaran tenaga kerja, dan isi dari Bab IV. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan analisis deskriptif. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang dimodifikasi dari beberapa pernyataan penelitian terdahulu dan kuesioner baru yang disusun oleh peneliti dari teori Bailey dan Pearson . dan teori Haryono . Terdapat 2 kategori penilaian yang digunakan yaitu penilaian untuk Kualitas SIMRS (Independe. dan Kinerja SDM (Depende. Pengukuran kuesioner menggunakan skala likert dengan rincian sebagai berikut : Sangat Setuju (SS). Setuju (S). Cukup Setuju (CS). Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Metodologi statistik Hubungan Kualitas Layanan Elektronik SIMRS dengan Kinerja SDM di RS X yang digunakan yaitu Uji Korelasi Spearman dengan tujuan untuk menganalisis data dan descriptive statistics untuk melihat gambaran dari masing-masing indikator variabel. Penggunaan Uji Korelasi Spearman didasari dari hasil data yang tidak normal setelah diuji normalitasnya dan digunakan untuk mengetahui hubungan antara 4 indikator kualitas SIMRS dengan kinerja SDM dan antara variabel kualitas SIMRS dengan kinerja SDM. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Tabel 1. Distribusi Karakteristik SDM di RS X . Karakteristik Responden Frekuensi Persentase < 20 Tahun 20 Ae 35 Tahun 56,6% > 35 Tahun 43,4% Perempuan 43,4% Laki-laki 56,6% Back Office Front Office SMA 26,4% D3/S1 73,6% S2/S3 Umur Jenis Kelamin Unit Kerja Pendidikan Berdasarkan tabel 1 diatas, distribusi karakteristik SDM di RS X dijabarkan menjadi 4, diantaranya terdapat Umur. Jenis Kelamin. Unit Kerja, dan Pendidikan. Ketika dilihat secara seksama dapat dikatakan mayoritas responden pada penelitian ini ber Umur 20-35 tahun dengan persentase 56,6%, mayoritas Jenis Kelamin yaitu Laki-laki dengan persentasi 56,6%, mayoritas Unit Kerja berada di Front Office dengan persentase 83%, dan mayoritas pendidikan responden yaitu D3/S1 dengan persentase 73,6%. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Gambaran Kualitas Sistem Tabel 2. Distribusi Variabel dan Indikator Kualitas Sistem . Hasil Ukur Distribusi Baik Tidak Baik Total Kualitas Sistem 98,1% 1,9% Kenyamanan Akses Fleksibilitas Sistem Integritas Sistem 98,1% 1,9% Waktu Respon 96,2% 3,8% Tabel 3. Distribusi Jawaban Pernyataan Kualitas Sistem . Kenyamanan Akses Pernyataan STS Total Total Persentase Jika terjadi gangguan jaringan/sistem terdapat notifikasi pemberitahuan Jika terjadi perbaikan sistem/upgrade terdapat notifikasi pemberitahuan Proses log-in ke dalam website Periksa. id mudah Website Periksa. id memudahkan saya untuk bekerja karena fiturnya yang mudah dipahami Akun saya akan log-out sendirinya jika halaman website Peduli. id sudah Pada saat saya ingin men-download data/berkas/informasi pasien ataupun rumah sakit dan tidak sengaja saya download yang menyebabkan website log-out sendiri, tetapi ketika saya login kembali, maka website akan tetap berada di halaman terakhir kali saya akses dan tidak perlu melakukan download ulang Fleksibilitas Sistem Hubungan Kualitas Layanan Elektronik SIMRS dengan Kinerja SDM di RS X Website Periksa. id sudah diperbarui Total Persentase sesuai dengan kebutuhan rumah sakit Website Periksa. id dapat diakses oleh saya tanpa jaringan khusus rumah sakit . enggunakan paket dat. Saya mudah website Periksa. id jika terjadi upgrade sistem Format laporan yang dihasilkan oleh website Periksa. id sudah disesuaikan dengan format yang akan dikirimkan ke atasan, sehingga saya tidak perlu mengolah data kembali Pada saat sistem selesai di upgrade . enambahan fitur/penguranga. , kualitas sistem tidak down . ecuali jaringan wifi yang eror. Integritas Sistem Data pada website Periksa. id sudah saling terintegrasi antar unit, yang mendapatkan informasi unit lain sesuai dengan kebutuhan data Website Periksa. komunikasi antar data Website Periksa. id menghemat waktu dalam menyajikan informasi/data Terdapat mekanisme pencadangan data secara rutin untuk mencegah kehilangan informasi dan data Hanya tenaga kerja tetap dan aktif yang mendapatkan akses berupa dan password website Periksa. Saya pekerjaan rekan kerja melalui akun Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Total Persentase Waktu Respon Pada saat menginput data ke dalam website Periksa. id, sistem berjalan Total Persentase dengan cepat Pada data/informasi baik itu pasien ataupun kebutuhan rumah sakit dari website Periksa. id, sistem berjalan dengan Pada saat men-download berkas/data Periksa. berjalan dengan normal Sistem akan tetap berfungsi dengan normal meskipun digunakan dalam waktu yang lama. Sistem tidak perlu sering di refresh Website Periksa. mengolah data, sehingga informasi yang ditampilkan selalu up to date Berdasarkan tabel 2 diatas dapat dilihat gambaran dari variabel kualitas sistem dinyatakan bahwa kualitas sistem di RS X dikategorikan baik dengan persentase 98,1%. Hasil gambaran variabel Kualitas SIMRS pada penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di RSUD Dr. Doris Sylvanus menghasilkan penelitian yang sejalan dengan penelitian ini, yang dimana mayoritas responden menyatakan kualitas sistem sangat baik. Penilaian performa kualitas sistem sangat baik di RSUD ini didasari oleh sistem tersebut sudah mampu memenuhi kebutuhan pengguna, pengguna yang menggunakan merasakan bahwa pengimplementasian sistem memberikan kemudahan, fleksibilitas, kecepatan akses, keamanan data, integrasi, dan keandalan sistem. Hasil observasi ke responden menyatakan bahwa sistem telah terintegrasi dan beradaptasi dengan sistem eksternal . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Meirina yang dimana penelitian tersebut menunjukkan bahwa kualitas sistem menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan implementasi SIMRS. Jika kualitas sistem tidak baik maka SIMRS tidak dapat beroperasi atau Hubungan Kualitas Layanan Elektronik SIMRS dengan Kinerja SDM di RS X di implementasikan dengan maksimal . Penelitian yang dilakukan oleh Mulyana di RS X memperlihatkan bahwa kualitas sistem yang digunakan sudah baik, dapat dilihat dari beberapa pernyataan yang terkait dengan kualitas sistem yaitu kemudahan penggunaan. menilai tingkat keterbacaan sistem bagi pengguna baru. kemudahan untuk dipelajari. mengukur sejauh mana sistem dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna. ketersediaan informasi dan data yang diperlukan dengan tepat waktu. keberadaan menu dalam sistem yang sesuai dengan kebutuhan. mengukur kemampuan sistem untuk mudah diterima, adaptasi, dan berfungsi dengan efektif. dan menilai tingkat keamanan sistem agar mencegah manipulasi data oleh pihak yang tidak berwenang . Temuan uji statistik pada penelitian ini dan beberapa penelitian pendukung memperlihatkan bahwa Kualitas SIMRS sangat penting bagi SDM, hal tersebut dikarenakan pada tahun 2025 seluruh penginputan data sudah terdigitalisasi dengan perangkat lunak, tenaga kesehatan juga ikut terlibat dengan digitalisasi. Seluruh penginputan, laporan, informasi, dan laptop/komputer hardware/software rumah sakit. Semakin baik kualitas SIMRS yang dimiliki, maka akan mempermudah SDM untuk mengolah ataupun menginput serta mengakses informasi dari SIMRS yang di implementasikan. Berdasarkan tabel 2 juga dapat dilihat indikator kualitas sistem yang terdiri dari kenyamanan akses, fleksibilitas sistem, integritas sistem, dan waktu respon di RS X masuk ke dalam kategori baik dengan masing masing persentase 100%, 100%, 98,1%, dan 96,2%. Hasil gambaran kenyamanan akses sejalan dengan hasil penelitian dari RS TK. Madiun memperlihatkan bahwa mayoritas responden menyatakan Sangat Setuju dan Setuju pada persepsi kemudahan akses. Pernyataan yang menjadi pendukung pandangan tersebut yaitu kemudahan dalam mengoperasikan SIMRS, mudah untuk memahami sistem baik dari fungsi maupun kegunaan sistem, mudah untuk mengakses sistem tanpa adanya gangguan baik dari perangkat, sistem, maupun jaringan, dan fitur yang digunakan di dalam SIMRS tidak asing pada saat mencoba pertama kali . Sebagian besar responden di RSIA Kemang menjawab setuju mengenai kualitas SIMRS mempunyai akses yang mudah. Responden menyatakan bahwa SIMRS berbasis website dapat membebaskan mereka dari kesulitan . Temuan uji statistik pada penelitian ini memperlihatkan bahwa seluruh responden merasakan akses untuk masuk ke dalam website peduli. id mudah dipahami dan dipelajari. Akses yang nyaman selama mengoperasikan peduli. id sangat membantu sumber daya manusia untuk bekerja secara efektif. Beberapa penelitian pendukung menjadi penguat hasil penelitian ini bahwa kenyamanan akses merupakan indikator penting di dalam SIMRS. Kenyamanan akses SIMRS tidak hanya diperuntukkan untuk pasien, akan tetapi juga untuk SDM penginput ataupun pengolah. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Hasil gambaran fleksibilitas sistem penelitian ini sejalan dengan pernyataan yang digunakan di dalam penelitian RSUD dr. Karneni memperlihatkan bahwa mayoritas responden menyatakan Sangat Setuju dan Setuju mengenai fitur yang ada di dalam SIMRS sangat relevan dan sesuai dengan kebutuhan SDM. Temuan tersebut mengindikasikan SIMRS tidak hanya mendukung efisiensi operasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan RS secara menyeluruh . Temuan statistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang digunakan di RS X sudah fleksibel atau format tampilan id dapat dikurangi atau ditambahkan sesuai kebutuhan ataupun keperluan rumah sakit. Format yang tidak lagi digunakan dapat dihapus dan diubah menjadi format yang terbaru oleh pihak ketiga sesuai dengan saran dari pihak stakeholder, rumah sakit, kebutuhan SDM, dan kebutuhan pasien. Beberapa penelitian pendukung menjadi bukti bahwa fleksibilitas sistem menjadi indikator yang membantu operasional pelayanan kesehatan. Hasil gambaran integritas sistem penelitian ini sejalan dengan penelitian di RS Multazam Gorontalo memperlihatkan bahwa data yang dihasilkan oleh SIMRS cukup baik, karena sudah mendukung pekerjaan tenaga medis dan administrasi Integrasi sistem di RS Multazam mempunyai beberapa manfaat, diantaranya pengelolaan informasi pasien dan manajemen lebih rapi, serta pencatatan rekam medis yang lebih baik dari sebelumnya. Sistem yang terintegrasi dengan baik akan memudahkan tenaga medis dalam mengakses riwayat medis pasien, sehingga akan mengurangi resiko kesalahan dalam pengobatan . Temuan uji statistik pada penelitian ini dan beberapa penelitian pendukung menyimpulkan bahwa integritas sistem menjadi indikator pendukung kualitas sistem yang akan membantu SIMRS bekerja lebih optimal, selain itu SDM yang mengakses akan mendapatkan informasi secara akurat, aktual, cepat, dan up to Hasil gambaran waktu respon penelitian ini sejalan dengan Hasil penelitian deskriptif variabel waktu respon dari Dewi Septiana di RSUD dr. Moewardi memperlihatkan bahwa SIMRS yang digunakan sudah baik. Pengguna SIMRS merasa puas akan kualitas sistem mengenai waktu respon SIMRS. Waktu respon menjadi salah satu faktor penting dalam kualitas sistem informasi, karena akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Jika data atau informasi yang disampaikan atau hasilkan tidak tepat waktu, maka informasi atau data tersebut akan menjadi kurang berguna bagi stakeholder . Temuan uji statistik pada penelitian ini dan beberapa penelitian pendukung menyimpulkan bahwa waktu respon menjadi indikator pendukung kualitas sistem yang akan membantu SIMRS bekerja lebih optimal. SDM dibagian IT yang bertanggung jawab atas kualitas SIMRS juga berperan penting untuk selalu memantau sistem Ketika diakses oleh SDM penginput ataupun pengolah, jika ditemukannya kendala Hubungan Kualitas Layanan Elektronik SIMRS dengan Kinerja SDM di RS X ketika diakses maka pihak IT harus segera memperbaiki dan menghubungi pihak ke-tiga untuk menyelesaikan kendala tersebut. Pelayanan di bidang kesehatan membutuhkan waktu respon yang cepat untuk efisiensi waktu pelayanan ke pasien. Gambaran Kinerja SDM Tabel 4. Distribusi Variabel dan Indikator Kinerja SDM . Hasil Ukur Distribusi Baik Tidak Baik Total Kinerja SDM 96,2% 3,8% Kualitas Kuantitas 98,1% 1,9% Ketepatan Waktu 94,3% 5,7% Efektifitas Biaya Pengawasan Hubungan Interpersonal Berdasarkan tabel 4 diatas dapat dilihat gambaran dari variabel kinerja SDM dinyatakan bahwa kinerja SDM di RS X dikategorikan baik dengan persentase 96,2%. Hasil gambaran kinerja SDM pada penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di RSJ Tampan. Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa kinerja SDM masuk ke dalam kategori baik. Pernyataan yang mendukung kategori tersebut yaitu SDM mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan jumlah yang ditetapkan, hasil kerja yang diselesaikan sesuai dengan standar yang ditetapkan. SDM melakukan tugas tanpa melakukan kesalahan. SDM bekerja sesuai dengan jadwal kerja yang telah ditentukan. SDM bersedia menerima masukan dari rekan kerja, dan SDM hadir tepat waktu . Berdasarkan tabel 4 juga dapat dilihat indikator kinerja SDM yang terdiri dari kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektifitas biaya, pengawasan, dan hubungan interpersonal di RS X masuk ke dalam kategori baik dengan masing masing persentase 83%, 98,1%, 94,3%, 100%, 100%, dan 100%. Hasil gambaran kualitas pada kinerja SDM sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sukmawati Haryanto memperlihatkan bahwa kualitas SDM masuk ke dalam kategori Baik. Terdapat pernyataan yang mempengaruhi kategori tersebut yaitu SDM terampil dalam melaksanakan tugas yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan SDM bersedia kerja lembur jika pekerjaan belum diselesaikan . Temuan uji statistik pada penelitian ini dan beberapa Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. penelitian pendukung memperlihatkan bahwa SDM mempunyai kualitas yang sesuai kebutuhan RS. Pernyataan yang digunakan di dalam penelitian ini dan penelitian pendukung juga menjadi penilaian yang dapat memperlihatkan bahwa SDM tersebut mempunyai kualitas kinerja yang baik. Kualitas SDM yang baik dapat meningkatkan pelayanan kesehatan karena tidak adanya penghalang SDM untuk menyelesaikan Seluruh kendala yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik tanpa merugikan pasien maupun rekan sejawat. Hasil gambaran kuantitas pada kinerja SDM sejalan dengan penelitian di RS Surya Insani memperlihatkan bahwa kuantitas SDM masuk ke dalam kategori baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa SDM dapat memberikan ide yang inovatif sehingga dapat mempercepat terlaksananya suatu tujuan, setiap karyawan dapat menyelesaikan pekerjaannya dalam satu waktu atau satu hari, dan karyawan taat pada aturan yang berlaku . Temuan uji statistik pada penelitian ini dan penelitian pendukung dapat disimpulkan bahwa kuantitas SDM sudah sesuai dengan kebutuhan RS, hal tersebut dapat dilihat bahwa SDM dapat menyelesaikan seluruh pekerjaannya sebelum tenggat waktu dan mempunyai strategi kerja yang baik. Hasil gambaran ketepatan waktu pada kinerja SDM sejalan dengan penelitian Dinda Maulina yang menyatakan bahwa ketepatan waktu masuk ke dalam kategori tinggi. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan yang digunakan di dalam penelitian yaitu SDM menyatakan bahwa SDM mampu menyelesaikan tugas tepat waktu sesuai dengan ketentuan dan SDM tidak menunda pekerjaan yang telah diberikan . Temuan uji statistik pada penelitian ini dan penelitian pendukung dapat disimpulkan bahwa ketepatan waktu menjadi indikator dari kinerja SDM yang mempunyai kategori baik. Ketepatan waktu SDM dalam menyelesaikan pekerjaan dan melayani pasien dapat meningkatkan kinerja SDM, semakin baik ketepatan waktu SDM maka akan semakin baik pula kinerja yang dihasilkannya. Hasil gambaran efektifitas biaya pada kinerja SDM sejalan dengan penelitian Siti Aisah yang dimana rumah sakit dapat menghemat pengeluaran dengan menggunakan SIMRS dan memanfaatkan sumber daya organisasi yang ada. Efektifitas biaya tersebut dapat menghilangkan kebutuhan rumah sakit mencetak kertas dan menyimpannya ke dalam SIMRS . Temuan uji statistik pada penelitian ini dan penelitian pendukung dapat disimpulkan bahwa efektifitas biaya menjadi indikator dari kinerja SDM yang mempunyai kategori baik. Efektifitas biaya yang telah di implementasikan di RS X menunjukkan keberhasilan dalam mengelola dan mendistribusikan keuangan secara efektif. RS mampu mengadakan pelatihan dan pengembangan sistem secara bersamaan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. Hubungan Kualitas Layanan Elektronik SIMRS dengan Kinerja SDM di RS X Hasil gambaran pengawasan pada kinerja SDM sejalan dengan penelitian Hasil penelitian lainnya yang sejalan dengan hasil penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh Endri Mustofa yang memperlihatkan bahwa pengawasan yang terdiri dari standarisasi, membandingkan hasil kerja dan kegiatan keputusan, serta tindakan pengukuran masuk ke dalam kategori baik . Temuan uji statistik pada penelitian ini memperlihatkan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan tim ataupun pimpinan rumah sakit berdampak baik ke kinerja SDM di RS X. Penelitian pendukung mempunyai pandangan yang sama dengan hasil uji statistik penelitian ini. Pengawasan menjadi indikator yang dapat menjadi bagian motivasi SDM untuk melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati dan sesuai dengan tanggung Hasil gambaran hubungan interpersonal pada kinerja SDM sejalan dengan penelitian Dolly, yang dimana menyatakan bahwa hubungan interpersonal yang terjalin sudah baik. Hal tersebut dilihat dari pernyataan penelitian bahwa SDM lebih menyukai bekerja secara bersamasama. SDM lebih suka menjadi bagian dari kelompok, dan SDM cenderung membangun hubungan yang erat dengan rekan kerja . Temuan uji statistik pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin maik hubungan interpersonal yang terjalin di RS X maka akan semakin baik pula kinerja SDMnya. Seluruh SDM yang menjadi responden menyatakan bahwa hubungan interpersonal mereka baik antar karyawan ataupun dengan atasan terjalin dengan baik serta saling membantu satu sama lain untuk mencapai tujuan yang sama. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Hubungan Kualitas Sistem dan Indikator Kualitas Sistem dengan Kinerja SDM . Tabel 5. Derajat Hubungan Koefisien Korelasi Nilai Korelasi Tingkat Hubungan 0,00 Ae 0,20 Sangat Lemah 0,20 Ae 0,40 Lemah 0,40 Ae 0,60 Sedang/Cukup 0,60 Ae 0,80 Kuat 0,80 Ae 1,00 Sangat Kuat Tabel 6. Hubungan Kualitas Sistem dan Indikator Kualitas Sistem dengan Kinerja SDM . Variabel Penelitian Kinerja SDM Kualitas Sistem 0,700 <0. Kenyamanan Akses 0,225 0,106 Fleksibilitas Sistem 0,298* 0,030 Integritas Sistem 0,404** 0,003 Waktu Respon 0,301* 0,028 Berdasarkan tabel 6 diatas dapat dilihat hubungan 4 indikator kualitas sistem dengan kinerja SDM hanya ada 3 indikator yang mempunyai hubungan positif dan signifikan secara Indikator tersebut yaitu hubungan antara fleksibilitas sistem . orelasi 0,298* dan pvalue = 0,. , integritas sistem . orelasi 0,404** dan p-value = 0,. , dan waktu respon . orelasi 0,301 dan p-value 0,. dengan kinerja SDM. Sedangkan hubungan variabel kualitas sistem dengan variabel kinerja SDM memperlihatkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan korelasi 0,700 dan p-value <0,001. Hasil dari hubungan antara kenyamanan akses dengan kinerja SDM yang menggunakan uji korelasi spearman memperlihatkan bahwa hubungan yang dihasilkan positif dengan tingkat korelasi lemah . elihat dari tabel . dan tidak signifikan secara statistik karna p-value diatas 0,05. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa jika kenyamanan akses sistem informasi tidak mempengaruhi secara langsung kinerja SDM. Terdapat 6 pernyataan yang digunakan pada indikator kenyamanan akses, dari ke-6 pernyataan tersebut yang mempunyai jawaban sangat setuju dan setuju tertinggi yaitu pernyataan mengenai sistem yang mempunyai notifikasi pemberitahuan jika terjadi gangguan pada jaringan/sistem dan pernyataan proses log-in ke Hubungan Kualitas Layanan Elektronik SIMRS dengan Kinerja SDM di RS X dalam website Periksa. id mudah, sedangkan pernyataan yang mempunyai jawaban sangat setuju dan setuju terendah yaitu pernyataan ketika SDM mendownload suatu berkas dan tidak sengaja SIMRS log-out, maka ketika log-in kembali ke dalam SIMRS tampilan yang akan muncul merupakan tampilan terakhir kali. Hasil dari hubungan antara fleksibilitas sistem dengan kinerja SDM yang menggunakan uji korelasi spearman memperlihatkan bahwa hubungan yang dihasilkan positif dengan tingkat korelasi lemah . elihat dari tabel . dan signifikan secara statistik karna p-value dibawah 0,05. Penelitian ini sejalan dengan penelitian di RS Hermina Arcamanik memperlihatkan bahwa sistem mengalami adaptasi pelayanan elektronik. SDM dan karyawan di RS Hermina dapat mengikuti adaptasi sistem tersebut dengan baik karena seringnya dilakukan pelatihan. Layanan yang berbasis digital di RS Hermina sudah didukung oleh perangkat komputer dan jaringan yang memadai, sehingga seluruh kegiatan dapat dilakukan secara maksimal . Hasil dari hubungan antara integritas sistem dengan kinerja SDM yang menggunakan uji korelasi spearman memperlihatkan bahwa hubungan yang dihasilkan positif dengan tingkat korelasi sedang/cukup . elihat dari tabel . dan signifikan secara statistik karna p-value dibawah 0,05. Penelitian ini sejalan dengan penelitian di RSU Daerah Majene memperlihatkan bahwa SIMRS yang terintegrasi dapat menyesuaikan laporan sesuai dengan data yang ada, karena sistem dilengkapi dengan mekanisme validasi yang memastikan keakuratan data. Integrasi sistem tersebut memberikan berbagai manfaat kepada SDM dan meningkatkan kinerja SDM, salah satunya yaitu proses layanan menjadi lebih cepat karena seluruh unit saling terhubung sehingga informasi atau data yang ingin didapatkan lebih mudah dan menghemat waktu . Hasil dari hubungan antara kualitas sistem dengan kinerja SDM yang menggunakan uji korelasi spearman memperlihatkan bahwa hubungan yang dihasilkan positif dengan tingkat korelasi lemah . elihat dari tabel . dan signifikan secara statistik karna p-value dibawah 0,05. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Firdaus di RSUD X menggunakan beberapa indikator SIMRS untuk menunjang penelitiannya, diantaranya perangkat keras, perangkat lunak, internet, jaringan manusia, dan prosedur. Hasil yang diperoleh dari 5 indikator SIMRS yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu indikator perangkat lunak dan jaringan internet, sedangkan untuk indikator perangkat keras, manusia, dan prosedur menunjukkan adanya pengaruh tetapi tidak signifikan. Berdasarkan dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa SIMRS memiliki hubungan terhadap kinerja pegawai . Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang diperoleh dari RS X, didapatkannya beberapa kesimpulan sebagai berikut : Hasil gambaran variabel kualitas sistem beserta 4 indikator dan variabel kinerja SDM beserta 6 indikator menunjukkan hasil ukur yang baik. Indikator dari kualitas sistem yang menunjukkan jawaban seluruh responden menyatakan baik yaitu berada di indikator kenyamanan akses dan fleksibilitas sistem, sedangkan indikator dari kualitas sistem yang menujukkan jawaban tidak baik terbanyak berada di indikator waktu respon. Indikator dari kinerja SDM yang menunjukkan jawaban seluruh responden menyatakan baik yaitu berada di indikator efektifitas biaya, pengawasan, dan hubungan interpersonal, sedangkan indikator dari kinerja SDM yang menunjukkan jawaban tidak baik terbanyak berada di indikator kualitas. Hasil analisis bivariat penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara 3 dari 4 indikator kualitas sistem dengan kinerja SDM. 3 indikator tersebut yaitu fleksibilitas sistem, integritas sistem, dan waktu respon. Hasil analisis hubungan antara variabel kualitas sistem dengan variabel kinerja SDM menunjukkan bahwa adanya hubungan yang kuat dan positif. DAFTAR REFERENSI Cipta Medika. Kesehatan 4. 0: Teknologi yang meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan kesehatan di Indonesia. Tersedia pada https://hosti. id/kesehatan-4-0teknologi-yang-meningkatkan-kualitas-dan-efisiensi-pelayanan-kesehatan-diindonesia/#::text=Rekam Medis Elektronik menjadi standar,akan%2 0mulai mendapat sanksi administratif Pane. Fanisya. Rizkina. Nasution. , & Agustina. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Detecta: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1. , 01Ae14. https://doi. org/10. 55606/detector. Surya. , et al. Rumah sakit di RSUD Anugerah Tomohon. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8. , 6309Ae6318. https://doi. org/10. 31004/prepotif. Hasibuan. Layli. Safitri. Anastasya. , & Pertiwi. Evaluasi penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dengan metode Hot Fit di RSU Mitra Sejati Medan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 24. , 231. https://doi. org/10. 33087/jiubj. Fauziah. , & Mulyanti. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia terhadap sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS). Manabis: Jurnal Manajemen dan Bisnis, 2. , 27Ae36. https://doi. org/10. 54259/manabis. Hubungan Kualitas Layanan Elektronik SIMRS dengan Kinerja SDM di RS X Hidayah. Sutrisno. , & Wariyanti. Evaluasi implementasi sistem informasi manajemen rumah sakit dengan metode Delon dan Mclean di RSUD Dr. Doris Sylvanus Kalimantan Tengah. Prosiding Seminar Nasional dan Rakernas PORMIKI X, 7, 137Ae147. Meirina. , & Dewi. Dampak kinerja individu terhadap hubungan antara sistem informasi manajemen dengan kinerja organisasi. Analysis, 2. , 153Ae164. https://doi. org/10. 56855/analysis. Mulyana. Situmorang. , & Fatikasari. Evaluasi sistem informasi (Electronic Medical Recor. dengan metode Hot-Fit terhadap mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Warta Dharmawangsa, 17. , 1580Ae1599. https://doi. org/10. 46576/wdw. Febriana. Evaluasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM) pada ruangan perawatan rawat inap di Rumah Sakit TK. IV Madiun. Jurnal Karya Tulis Ilmiah, 201807042, 1Ae72. Tersedia pada https://repository. stikes-bhm. id/1189/ Widodo. Hosizah, & Pertiwi. Persepsi kemanfaatan dan kemudahan terhadap perilaku penggunaan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) berbasis website di RSIA Kemang Medical Care Jakarta. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 12. , 185Ae191. Retnanto. Indriati. , & Harini. Evaluasi persepsi pengguna sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) pada rawat jalan. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 9, 961Ae968. Olilingo. Pengaruh budaya power distance terhadap penerimaan SIMRS di Rumah Sakit Multazam Gorontalo. Jurnal Sistem Informasi, 7. Wulandari. Sutrisno. , & Sugiarsi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) rawat inap di RSUD Dr. Moewardi. J-REMI: Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 5. , 307Ae315. https://doi. org/10. 25047/j-remi. Sulfah. Pengaruh pengawasan terhadap kinerja tenaga kesehatan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Universitas Islam Riau. Haryanto. Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di PT Bank BJB Cabang Tamansari Kota Bandung. Business Entrepreneurship Journal, 3. https://doi. org/10. 55903/juria. Alni. Analisis kinerja karyawan pada Rumah Sakit Surya Insani di Kabupaten Rokan Hulu. Universitas Islam Riau. Maulina. Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Badan Urusan Logistik Kantor Wilayah Jambi. Aleph, 87. Ae. , 149Ae200. Aisah. , & Maharani. Peran sistem informasi manajemen dalam meningkatkan efisiensi rumah sakit. Jurnal Sistem Informasi. Akuntansi dan Manajemen, 4. , 137Ae https://doi. org/10. 59581/jusiik-widyakarya. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Mustofa. Widhiastuti. , & Dewi. Gaya kepemimpinan transaksional dan pengawasan terhadap kinerja perawat melalui perilaku pelayanan di rumah sakit. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11. , 145. https://doi. org/10. 26714/jkj. Sitanggang. Pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan bagian kantor pada PT Air Jernih Pekanbaru Riau. Universitas Islam Riau. Priotomo. Efektivitas penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kinerja karyawan di Rumah Sakit Hermina Arcamanik. Prosiding FRIMA, 1. , 433Ae439. https://doi. org/10. 36656/jpksy. Junaedi. Analisis penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) pada bagian rekam medis dengan pendekatan HOT-FIT di RSU Daerah Majene. Sustain, 11. , 1Ae14. Firdaus. Tonis. Bisra. Zaky. Nadya. , & Rifly. Analisis pengaruh penerapan SIMRS terhadap kinerja karyawan pada unit rawat jalan RSUD X. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo, 10. , 420Ae431. https://doi. org/10. 29241/jmk.