J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains Artikel Penelitian AKTIVITAS ANTIBAKTERI (Propionibacterium acn. DAN ANTIDIABETES DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena. Vos. RifaAoi Arif1. Elda Ernawati1. Tarso Rudiana2* Program Studi Farmasi. Fakultas Sains. Farmasi dan Kesehatan Universitas MathlaAoul Anwar Banten, 42273 Indonesia Program Studi Kimia. Fakultas Sains. Farmasi, dan Kesehatan Universitas MathalaAoul Anwar Banten, 42273 Indonesia Masuk: Desember 2021 Revisi: Desember 2021 Diterima: Desember 2021 Publish: Desember 2021 Copyright: A2021. Published by Jurnal Medika & Sains Korespondensi: Tarso Rudiana rudiana@gmail. Abstrak. Bayam merah (Alternanthera amoena. Vos. merupakan salah satu jenis dari varietas bayam cabut yang mempunyai ciri khusus yaitu tanaman berwarna merah. Kandungan metabolit sekunder daun bayam merah berpotensi sebagai antibakteri dan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes dan antidiabetes melalui penghambatan enzim -glucosidase dari ekstrak etanol daun bayam merah (Alternanthera amoena. Vos. Serbuk simplisia diekstraksi dengan etanol selama 3x24 jam, maserat dipekatkan dengan vacuum rotary evaporator, ekstrak diuji fitokimia dan diuji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan metode sumuran serta uji antidiabetes dengan menghambat aktivitas enzim glucosidase secara in vitro. Ekstrak etanol daun bayam merah mengandung metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Ekstrak etanol daun bayam merah terhadap bakteri Propionibacterium acnes tergolong tidak memiliki aktivitas antibakteri. Ekstrak etanol daun bayam merah memiliki aktivitas penghambatan -glucosidase sebesar 12,739A2,19% pada konsentrasi 100 ppm. Senyawa yang diduga berperan sebagai antidiabetes adalah senyawa flavonoid dengan mekanisme membentuk ikatan hidrogen dengan gugus pada sisi aktif protein melalui interaksi ikatan kovalen dan atau nonkovalen yang akan mengubah konfigurasi molekul enzim, sifat hidrofilik dan hidrofobik, sehingga berdampak pada aktivitas enzim -glucosidase Kata Kunci: Alternanthera amoena. Voss, ekstrak, in-vitro. Propionibacterium acnes. Abstract. Red spinach (Alternanthera amoena. Vos. is a type of pulled spinach variety that has a special characteristic, namely red plants. The secondary metabolite content of red spinach leaves has the potential as antibacterial and antidiabetic. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of Propionibacterium acnes and antidiabetic through the inhibition of the -glucosidase enzyme from the ethanolic extract of red spinach (Alternanthera amoena. Vos. The simplicia powder was extracted with ethanol for 3x24 hours, the maserate was concentrated using a vacuum rotary evaporator, the extracts were tested for phytochemical and antibacterial activity against Propionibacterium acnes by the well method and antidiabetic test by inhibiting the activity of the -glucosidase enzyme in vitro. The ethanol extract of red spinach leaves contains secondary metabolites of alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins. The ethanol extract of red spinach leaves against Propionibacterium acnes was classified as not having antibacterial activity. The ethanolic extract of red spinach leaves had -glucosidase inhibitory activity of 12. 739A2. 19% at a concentration of 100 ppm. Compounds suspected of acting as antidiabetics are flavonoid compounds with the mechanism of forming hydrogen bonds with groups on the active side of the protein through covalent and/or non-covalent interactions that will change the configuration of the enzyme molecules, hydrophilic and hydrophobic properties, thus affecting the activity of the -glucosidase enzyme. Key words: Alternanthera amoena. Voss. J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 extract, in-vitro. Propionibacterium acnes. J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains Pendahuluan Bayam merah (Alternanthera amoena. Vos. merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura introduksi yang mulai dikembangkan di Indonesia beberapa tahun terakhir. Jenis sayuran ini lebih unggul dibandingkan dengan jenis bayam lainnya karena membuat nilai ekonomis dan gizi yang tinggi, serta warnanya yang lebih menarik. Tanaman ini mengandung banyak khasiat dan dapat mengobati berbagai penyakit. Bayam merah dipercaya dapat membersihkan darah setelah melahirkan, memperkuat akar rambut, mengobati disentri, dan mengatasi anemia (Bria, 2. Daun bayam merah mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral seperti zat besi. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol akar bayam merah menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin dan tanin (Pebrianti dkk. , 2. Bayam mengandung karotenoid dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Senyawa fenol dan turunannya . merupakan salah satu senyawa antibakteri yang bekerja dengan mengganggu fungsi membran sitoplasma dan senyawa tanin yang merupakan senyawa antidiabetes yang dapat menghambat hidrolisis karbohidrat dan penyerapan glukosa, regenerasi sel beta sehingga dapat meningkatkan pelepasan insulin, menghambat reduktase aldosa, dan mengontrol kadar glukosa mencegah sebagian kerusakan sel beta dan menghambat penyerapan gula (Dewi, 2. Propionibacterium acne merupakan flora normal dari kelenjar pilosebases kulit manusia, bakteri ini menyebabkan jerawat dengan menghasilkan lipase yang memecah asam lemak bebas dari lipid kuli Nurjanah . Jerawat atau yang biasa disebut Acne vulgaris adalah gangguan pada folikel rambut dan kelenjar sebasea. Jerawat terjadi akibat tersumbatnya folikel polisebasea . aluran minya. yang salah satu penyebabnya adalah infeksi bakteri Propionibacterium acne. Jerawat pada wajah disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes yang mengubah lemak sebum dari bentuk cair menjadi lebih padat (Warnida dkk. , 2. Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan yang serius karena jumlah kasusnya terus meningkat Diabetes merupakan salah satu dari empat prioritas Penyakit Tidak Menular. Diabetes merupakan penyebab utama untuk kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan amputasi kaki (Kemenkes RI, 2. Diabetes melitus merupakan serangkaian gangguan yang ditandai dengan defisiensi insulin absolut maupun relatif atau resistensi insulin . tau keduany. (Dewi, 2. Berdasarkan data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus diindonesia berdasarkan diagnosis J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains dokter pada usia Ou15 tahun sebesar 2% angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan prevalensi diabetes melitus pada penduduk usia Ou15 tahun pada hasil Riskesdas 2015 sebesar 1,5% (Riskesdas, 2. Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa ekstrak etanol bayam merah dapat menghambat pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) sebesar 6,71 mm pada konsentrasi 6 mg/mL dan pada bakteri Escherichia coli sebesar 6,56 mm pada konsentrasi 20 mg/mL (Limbong, 2. , dan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun bayam merah (Amaranthus tricolor L. ) dosis 0,375 g/kg BB, mempunyai aktivitas terhadap kadar gula darah yang sebanding dengan metformin dosis 63 mg/kg BB (Eka, 2. Berdasarkan potensi zat aktif yang dimiliki, maka perlu dilakukan uji aktivitas antibakteri dan antidiabetes dari ekstrak etanol daun bayam merah. Ekstrak diuji antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan menggunakan metode sumuran dan uji aktivitas antidiabetes melalui penghambatan enzim -glucosidase. Metode Penelitian Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah tabung reaksi dan rak tabung reaksi, mikro pipet, blender, gunting, toples . , alumunium foil, kertas saring, vacum rotary evaporator, timbangan analitik, waterbath, pH meter, timbangan, mikroskop, viscometer, spatel, cawan petri, jarum ose, tabung reaksi, paper disc, autoklaf, erlenmeyer, pengeduk, saringan, labu ukur bunsen, alat-alat gelas, tabung reaksi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun bayam merah (Alternanthera amoena. Vos. , etanol 96%, ammoniak, klorofom, pereaksi Mayer, pereaksi Wagner, feri klorida 1%, logam magnesium, metanol , air panas, asam klorida 2N, etanol 96%, asam asetat anhidrat. H2SO4 pekat, peptone, meat ekstrak. Mediklin. NA . utrient aga. Propionibacterium acne. Buffer fosfat (Na2HPO. Enzim -glucosidase, bovin serum albumin, buffer fosfat, aquades. Larutan p-nitrofenil--D-glucopyranoside. DMS. Na2CO3 0. 2 M, p-Nitrofenol. Quersetin. Sampel penelitian yang digunakan adalah daun bayam merah yang didapatkan dari kampung Maja Barat. Kecamatan Majasari Kabupaten Pandeglang. J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains Posedur Penelitin Preparasi Sampel dan Ekstraksi Daun bayam merah yang telah dikumpulkan kemudian dicuci bersih pada air mengalir, ditiriskan, dirajang kemudian dikering-anginkan sampai kering. Sampel kering dihaluskan dengan menggunakkan blender. Serbuk Daun Bayam Merah (Alternanthera amoena. Vos. diekstraksi dengan cara maserasi. Sampel serbuk dimaserasi dengan etanol 96%. Volume pelarut etanol harus melebihi batas simplisia (A2 cm dari permukaan Tutup wadah maserasi dengan alumunium foil dan diaduk. Maserasi dilakukan selama 24 jam, kemudian saring dengan kertas saring untuk memisahkan filtrat . dengan residu. Proses maserasi dilakukan berulang dengan 3 kali penggantian pelarut pada residu hasil penyaringan. Selanjutnya filtrat . , 2 dan . hasil maserasi digabungkan dan diuapkan pelarutnya menggunakan vaccum rotary evaporator, sehingga diperoleh ekstrak pekat daun bayam merah (Alternanthera amoena, vos. Skrining Fitokimia Uji Alkaloid Ekstrak etanol daun bayam merah dipipet sebanyak 1-2 mL dan dimasukan kedalam tabung serta ditambahkan 5 mL klorofom dan 3 tetes ammoniak. Fraksi klorofom dipisahkan dan dimasukan dengan 2 tetes asam sulfat pekat. Fraksi asam dibagi menjadi 3 tabung, kemudian masing-masing tabung ditambahkan preaksi Mayer dan Wagner. Positif alkaloid ditandai dengan terbentuknya endapan putih dengan pereaksi Mayer dan endapan coklat dengan pereaksi Wagner. Uji Tanin Ekstrak etanol daun bayam merah dipipet sebanyak 1-2 mL dan dimasukan kedalam tabung serta ditambahkan 5 mL akuades lalu dididihkan selama 5 menit campurkan, kemudian tambahkan dengan 5 tetes larutan feri klorida 1%. Positif jika terbentuk warna biru tua dan hijau kehitaman. Uji Flavonoid Ekstrak etanol daun bayam merah dipipet sebanyak 1-2 mL dan dimasukan kedalam tabung serta ditambahkan 5 tetes asam klorida pekat, sedikit serbuk Mg dan 5 tetes metanol kemudian dikocok. Terbentuk warna merah, jingga, atau kuning menunjukan adanya flavonoid. J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains Uji Saponin Ekstrak etanol daun bayam merah dipipet sebanyak 1-2 mL dan dimasukan kedalam tabung serta ditambahkan 5 mL air panas dan dikocok selama 15 menit, lalu ditambahkan 1 sampai 2 tetes asam klorida 2N. Terbentuk busa permanen menunjukan adanya saponin. Uji Terpenoid dan Steroid Ekstrak etanol daun bayam merah dipipet sebanyak 1-2 mL dan dimasukan kedalam tabung serta ditambahkan 3 mL etanol 96% panaskan. Kemudian ditambahkan asam asetat anhidrat 2 tetes dan 1 mL H2SO4 pekat. Adanya terpenoid ditunjukkan dengan warna jingga atau ungu dan adanya steroid ditunjukkan dengan adanya warna hijau atau Uji aktivitas antibakteri dan antidiabetes Uji Antibakteri Dengan Metode Disc Diffusion Test Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan metode discdiffusion test. Mikroba uji yang digunakan Propionibacterium acne. Larutan sampel dibuat seri konsentrasi larutan uji 1000, 500, 250, 125, 62,5, 31,25, dan 15,625 AAg/mL. Sebanyak 5 AAL senyawa uji dengan tujuh konsentrasi tersebut diteteskan ke paper disc. Sebelum ditempelkan pada media nutrient agar (NA) yang sudah berisi bakteri uji, paper disc yang berisi senyawa ditunggu sampai kering, yang menandakan pelarutnya sudah menguap. Mediklin digunakan kontrol positif dengan konsentrasi 10 mg/mL dan 5 mL. Kultur bakteri uji diinkubasi selama 24 jam, diamati zona hambatan di sekeliling paper disc. Uji Antibakteri Dengan Penentuan Nilai MIC Penentuan nilai MIC (Minimun Inhibitory Concentratio. dilakukan dengan menggunakan 2 mL media NA . utrient aga. yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan dengan larutan uji dengan konsentrasi 1000 AAg/mL, 500 AAg/mL, 250 AAg/mL, 125 AAg/mL, 62,5 AAg/mL, 31,25 AAg/mL, dan 15,625 AAg/mL sebanyak 1 mL, kemudian ditambahkan 1 mL biakan bakteri Propionibacterium acne. Kontrol positif dibuat dengan menggunakan media NB sebanyak 2 mL yang ditambahkan dengan 1 mL mediklin 10 mg/mL, kemudian ditambahkan 1 mL biakan bakteri Propionibacterium Sedangkan untuk membuat kontrol negatif, dilakukan dengan menambahkan 2 mL biakan bakteri Propionibacterium acne ke dalam 2 mL media NB. Setelah itu, semua larutan uji, kontrol positif dan kontrol negatif diinkubasi selama 1 hari . , kemudian J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains diamati kekeruhan pada larutan. Parameter yang digunakan adalah kekeruhan pada larutan uji. Uji Antibakteri Dengan Penentuan Nilai MBC Uji penentuan nilai MBC (Minimum Bactericidal Concentratio. dilakukan dengan cara menggoreskan sebanyak satu ose larutan uji yang digunakan untuk uji penentuan nilai MBC pada media NA . utrient aga. yang sudah disiapkan di dalam cawan petri. Larutan yang digunakan adalah larutan uji penentuan KHM yang bening/tidak ada tanda-tanda pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne. Kemudian diinkubasi selama 1 hari . Parameter yang digunakan adalah ada atau tidaknya pertumbuhan bakteri pada media agar tersebut yang ditandai dengan ada atau tidaknya daerah atau koloni berwarna putih pada media agar. Pengujian Inhibisi Aktivitas -Glucosidase Larutan p-nitrofenil--D-glucopyranoside 5 mM sebanyak 250 L dan buffer fosfat pH 7 0,1M sebanyak 495/490 L ditambahkan kedalam tabung reaksi yang berisi 5 mL . arutan standa. / 10 mL . arutan conto. dalam DMSO dengan variasi konsentrasi seperti diatas. Setelah homogen larutan dipreinkubasi selama 5 menit pada suhu 37AC, reaksi dimulai dengan penambahan 250 mL larutan -glucosidase . ,062 uni. , inkubasi dilanjutkan selama 15 menit. Reaksi dihentikan dengan penambahan 1 mL Na2CO3 0. Aktivitas enzim diukur berdasarkan pembacaan serapan p-nitrofenol yang terbentuk pada 400 nm. Quersetin digunakan sebagai baku pembanding. Presentasi aktivitas penghambatan diukur degan menggunakan persamaan: % Inhibisi = (C Ae S) x 100 / C C = Absorban blanko (DMSO) S = Absorban sampel . elisih absorban dengan dan tanpa enzi. Hasil dan Pembahasan Ekstrak pekat etanol daging buah asam jawa dihasilkan sebanyak sebanyak 144,7 g dengan persen rendemen 26,2 %. perhitungan % rendemen ekstrak bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara ekstrak dengan simplisia daging buah asam jawa. Kadar air ekstrak daging buah asam jawa sebesar 1,5 % . Kadar air pada ekstrak daging buah asam jawa yang diperoleh tidak lebih dari 10 % (Voight, 1. J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains Ekstraksi Daun Bayam Merah Alternanthera amoena. Voss Bayam merah dideterminasi. erdasarkan hasil determinasi yang dilakukan oleh di Herbarium Bogoriense-LIPI Bogor 066/IPH. 01/If. 07/1/2019 menunjukkan bahwa tanaman bayam merah termasuk famili Amaranthaceae dengan nama latin Alternanthera amoena. Voss. Ekstraksi serbuk simplisia menggunakan penyari etanol dengan menggunakan metode maserasi. Hasil maserasi dapat disajikan pada Tabel Tabel 1. Rendemen Ekstrak Etanol Alternanthera amoena. Voss Massa sampel . Serbuk Simplisia . Ekstrak Pekat . Rendemen % 6,94 Hasil rendemen tidak berbeda jauh dari penelitian Guntarti dan Ruliyani . yaitu ekstrak etanol bayam merah yang dibuat dengan maserasi diperoleh rendemen ekstrak etanol bayam merah sebesar 9,9%. Penelitian Mauliandani dkk. diperoleh rendemen ekstrak etanol bayam merah sebesar 9,348%. Hasil rendemen ekstrak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu proses pengadukan ketika maserasi, jenis pelarut, waktu, dan suhu yang digunakan ketika proses ekstraksi. Pengadukan ketika proses maserasi dapat mempengaruhi jumlah rendemen ekstrak yang dihasilkan. Pengadukan bertujuan agar pelarut dapat mengikat seluruh komponen polar yang terkandung dan panas dapat terdistribusi secara merata. Pengadukan pada saat ekstraksi mempengaruhi yield ekstrak. Semakin lama waktu pengadukan, semakin tinggi rendemen ekstrak dan kandungan fenoliknya (Ziotek et al. , 2. Rendemen hasil ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol, menurut beberapa penelitian komponen zat aktif ekstrak etanol bayam merah menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut ada yang bersifat polar dan non polar. Digunakan penyari ini dengan metode ekstraksi secara maserasi yaitu dengan melihat dari sifat zat aktif senyawa flavanoid yang akan ditarik yang tidak tahan terhadap panas. Penyari yang digunakan adalah etanol karena penyari ini dapat melarutkan hampir semua senyawa-senyawa yang ada pada sampel, baik senyawa polar maupun non polar (Mubarak dkk. , 2. Pelarut ini bersifat selektif, tidak beracun, dan bersifat universal yang cocok untuk mengekstrak semua golongan senyawa metabolit sekunder (Lalamentik dkk. , 2. J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains Skrining Fitokimia Hasil skrining fitokimia yang dilakukan dalam penelitian ini adalah alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, terpenoid dan steroid. Berdasarkan Tabel 2 diperoleh informasi bahwa ekstrak etanol daun bayam merah mengandung metabolit sekunder alkaloid, tanin, flavonoid dan saponin. Hasil skrining fitokimia ekstrak daun bayam merah berbeda dengan penelitian Mauliandani dkk. yaitu ekstrak daun bayam merah mengandung flavonoid, kuinon, polifenol dan steorod dan triterpenoid. Tabel 2. Hasil Skrining Fitokimia No. Golongan Metabolit Sekunder Alkaloid Tanin Flavonoid Saponin Terpenoid Steroid Reagen Wagner Mayer Akuades FeCl3 1% Mg- H2SO4 Akuades HCl Lieberman Buchard Lieberman Buchard Hasil Hasil Uji Antibakteri Terhadap Propionibacterium acnes Uji antibakteri dilakukan untuk mengetahui adanya efek antibakteri ekstrak daun bayam merah dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dengan metode Disk Diffusion. Metode difusi ini dilakukan dengan cara kertas cakram yang berisi senyawa antibakteri, kemudian diletakkan pada media padat yang telah diinokulasi Senyawa antibakteri akan berdifusi ke dalam media padat yang diinokulasi bakteri dan menghambat pertumbuhan bakteri yang ditandai dengan terbentuknya daerah jernih di sekeliling kertas cakram (Brooks et al. , 2. Metode Disk Diffusion menjadi metode yang dipilih dalam uji aktivitas karena sensitif terhadap berbagai jenis mikroba pada konsentrasi tertentu dan sering digunakan dalam uji kepekaan antibiotik dalam program pengendalian mutu (Lalamentik dkk. DMSO yang digunakan sebagai kontrol negatif tidak menunjukkan respon hambatan terhadap Propionibacterium acnes. Alasan DMSO digunakan sebagai kontrol negatif karena DMSO merupakan pelarut yang dapat melarutkan hampir semua senyawa polar maupun non polar (Assidqi dkk. , 2. DMSO juga tidak bersifat bakterisidal sehingga dapat dipastikan bahwa aktivitas antibakteri murni dari ekstrak daun bayam merah tanpa pengaruh pelarutnya. J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains Hasil http://jurnal. id/index. php/medsains Propionibacterium acnes pada konsentrasi 1000. 62,5. 31,25. dan 15,625 ppm tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes hal ini terlihat dari tidak terbentuknya daerah jernih di sekeliling kertas cakram. Hasil penelitian ini tidak berbeda dengan penelitian oleh Kumar et al. yang menunjukkan bahwa ekstrak Alternanthera amoena tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Bacillus subtilis. Staphylococcus aureus. Pseudomonas alcaligenes. Klebsiella Pneumoniae Salmonella typhimurium dan Escherichia coli. Penelitian Kusmiati dkk. juga menunjukkan bahwa ekstrak daun bayam merah tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli hal ini kemungkinan pada bayam merah tidak mengandung asam heksadekanoat yang mana kualitas kemiripan dibawah 90%, menurut pustaka bahwa asam heksadekanoat bersifat sebagai antibakteri. Tabel 3. Hasil Uji Antibakteri Terhadap Propionibacterium acnes Sampel Daun Bayam Merah 1000 Daun Bayam Merah 500 Daun Bayam Merah 250 Daun Bayam Merah 125 Daun Bayam Merah 62,5 Daun Bayam Merah 31,25 Daun Bayam Merah 15,625 ppm Medi-Klin 10. 000 ppm Medi-Klin 2000 ppm DMSO 2 % Diameter Penghambatan . /m. Rata-rata 0,00 0,00 0,00 Keterangan 0,00 0,00 0,00 Tidak Aktif 0,00 0,00 0,00 Tidak Aktif 0,00 0,00 0,00 Tidak Aktif 0,00 0,00 0,00 Tidak Aktif 0,00 0,00 0,00 Tidak Aktif 0,00 0,00 0,00 Tidak Aktif 10,30 9,20 0,00 10,60 9,60 0,00 10,45 9,40 0,00 Aktif Aktif Aktif Tidak Aktif MIC terhadap Propionibacterium acnes Penentuan KHM (Kadar Hambat Minimum. MIC) dan KBM (Kadar Bunuh Minimum. MKC) dilakukan untuk mengetahui konsentrasi terkecil ekstrak yang mampu menghambat dan membunuh bakteri. Penentuan nilai KHM dan KBM dilakukan dengan J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains metode dilusi padat dilanjutkan dengan uji penegasan. Uji penegasan dilakukan dengan menggoreskan pada permukaan media kemudian dilakukan streak plate pada media secara zig-zag dan diinkubasi selama 24 jam. Bila masih terdapat pertumbuhan bakteri di sekitar goresan streak plate maka menunjukkan KHM, sedangkan bila tidak terdapat pertumbuhan bakteri di sekitar goresan streak plate maka menunjukkan KBM (Warnida , 2. Hasil uji MIC (Minimum Inhibitory Concentratio. ekstrak daun bayam merah terhadap Propionibacterium acnes pada konsentrasi 1000. 62,50. 31,25. 15,625. 7,813. 3,906. 1,953. 0,976. dan 0,488 ppm menunjukkan bahwa ekstrak Propionibacterium acnes. Sedangkan Medi-Klin memiliki aktivitas bakteristatik terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 625 ppm. Tabel 4. MIC Ekstrak Daun Bayam Merah terhadap Propionibacterium acnes Sampel Media Ekstrak Konsentrasi rata-rata Media Ekstrak Bakteri Keterangan: Berdasarkan perhitungan. Ekstrak Daun Bayam Merah tidak memiliki aktivitas bakteristatik terhadap bakteri Propionibacterium acnes. J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains MBC Ekstrak Daun Bayam Merah terhadap Propionibacterium acne Hasil uji MBC (Minimum bactericidal concentratio. ekstrak daun bayam merah terhadap terhadap Propionibacterium acnes pada konsentrasi 1000. 62,5. 31,25. dan 15,625 ppm berdasarkan pengamatan. Ekstrak daun bayam merah tidak memiliki aktivitas bakterisidal terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi O 1000 ppm 1 mg/mL sedangkan Medi-klin tidak memiliki aktivitas bakterisidal terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi O 10000 ppm atau 10 mg/mL. Konsentrasi ekstrak daun bayam merah yang tertinggi digunakan dalam pengujian antibakteri adalah 1000 ppm atau 0,1% sedangkan konsentrasi Medi-klin yang tertinggi digunakan dalam pengujian antibakteri adalah 1. 0000 ppm atau 1%. Sehingga jika konsentrasi ekstrak daun bayam ditingkatkan ada kemungkinan daya antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Hal ini sesuai dengan penelitian Pormes dkk. , . yaitu ekstrak daun petik tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dikarenakan parameter untuk mengukur kekuatan senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak daun bayam merah dapat dilihat dari lebar diameter zona hambat. Semakin lebar zona hambat yang terbentuk maka semakin kuatnya senyawa bioaktif itu menghambat pertumbuhan bakteri. Ekstrak yang menunjukkan zona hambat kecil atau tidak ada daya hambat bukan berarti sampel tersebut kurang aktif, tetapi kemungkinan tidak terdekteksi pada konsentrasi sampel uji yang digunakan atau kadar hambat umumnya belum tercapai. Penelitian Lio dkk . membuktikan bahwa ekstrak bayam merah pada 70 dan 80% memiliki zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus sebesar 23,625. 16,625 dan 13,375 mm dan memiliki zona hambat terhadap bakteri Salmonella typhimurium sebesar 2,7. 5,18. dan 5,4,5 mm yang menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak bayam merah sebagai antibakteri pada konsentrasi 60. 70 dan 80% sedangkan pada penelitian konsentrasi tertinggi yang digunakan adalah 0,1% sehingga tidak terlihat aktivitas antibakterinya. Limbong . melaporkan bahwa ekstrak bayam merah pada konsentrasi 5 mg/mL tidak terdapat zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan konsentrasi 5,6,7,8,9 dan 10 mg/mL tidak terdapat zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli namun pada konsentrasi 20,30, 40, 60, 80, 100, 120,140,160,180 dan 200 mg/mL yang memiliki zona hambat terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains coli yang menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak yang digunakan sebagai penguji aktivitas antibakteri sangat mempengaruhi zona hambat atau kekuatan antibakteri. Aktivitas antibakteri yang dimiliki semakin meningkat seiring bertambahnya konsentrasi larutan. Konsentrasi dari suatu senyawa antibakteri merupakan salah satu faktor penentu besar kecilnya kemampuan senyawa tersebut dalam menghambat pertumbuhan bakteri yang diuji. Meskipun demikian, pada konsentrasi tertentu kenaikan konsentrasi tidak selalu diikuti dengan peningkatan diameter zona hambat. Kemungkinan hal ini terjadi karena perbedaan kecepatan difusi senyawa antibakteri pada media (Utomo , 2. Aktivitas antibakteri juga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kandungan zat antibakteri, jenis bakteri yang dihambat, waktu inkubasi, pelarut yang digunakan pada saat pembuatan ekstrak, dan juga kemampuan suatu bahan antimikroba dalam meniadakan kemampuan hidup mikroorganisme tergantung pada besarnya konsentrasi ekstrak tersebut (Indarto dkk. , 2. Bakteri Propionibacterium acnes merupakan bakteri anaerob aerotoleran yang berarti bakteri ini dapat hidup walaupun tidak terdapat oksigen disekitamya, serta Propionibacterium acnes bersifat aerobik atau mikroaerofilik yang berarti bakteri ini masih bisa bertahan dalam kadar oksigen yang rendah, namun tidak dapat bertahan ketika tidak ada oksigen (Zahrah dkk. , 2. Sehingga diperlukan konsentrasi yang lebih atau lebih dari 1. 000 ppm agar mampu membunuh Propionibacterium acnes. Tabel 5. MBC Ekstrak Daun Bayam Merah terhadap Propionibacterium acnes Sampel Ekstrak daun bayam merah Medi-klin Konsentrasi . Hasil 31,25 15,625 6,25 Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Positif Positif Positif Positif Positif Keterangan: berdasarkan perhitungan. Ekstrak Daun Bayam Merah tidak memiliki aktivitas bakteristatik terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Sedangkan Medi-Klin memiliki aktivitas bakteristatik terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 625 ppm J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains Kontrol positif yang digunakan dalam uji antibakteri adalah Medi-Klin (Clindamycin phosphate 1%) mempunyai rata-rata diameter zona hambat sebesar 10,45 mm . 000 pp. artinya respon hambatan dari kontrol positif termasuk kategori kuat. Menurut Katzung . , mekanisme efek antimikroba clindamycin adalah mengikat 50S subunit ribosome bakteri dan menghambat sintesa protein. Clindamycin menunjukkan tiga mekanisme kerja yaitu menurunkan prosentase asam lemak bebas, memiliki efek antiinflamasi dan menurunkan jumlah propionibacteria. Hasil Uji Inhibisi Enzim -Glukosidase Tabel 6. Hasil Aktivitas Inhibisi Enzim -Glucosidase Sampel Ekstrak etanol daun bayam merah Kuersetin Konsentrasi . % inhibisi (%) 12,74 76,73 Hasil uji inhibisi aktivitas -Glukosidase berdasarkan reaksi enzimatik secara in Enzim -Glukosidase terletak di epitel usus kecil, merupakan hidrolase yang mengubah pati dan karbohidrat menjadi glukosa yang bereaksi dengan ikatan 1,4- selama proses pencernaan (Kim et al. , 2. -Glukosidase merupakan enzim utama dalam mekanisme karbohidrat. Enzim ini berperan dalam katalisasi pemutusan ikatan glikosidik dalam oligosakarida. Pada pasien diabetes mellitus tipe 2, pengontrolan kadar gula postprandial sangat penting. Gula dalam darah berasal dari hidrolisis karbohidrat dan dikatalisis oleh enzim pencernaan seperti -glukosidase. Penghambatan enzim ini dapat menunda penyerapan monosakarida yang ada pada makanan. Sehingga mampu menurunkan hiperglikemia posprandial dan meningkatkan sensitivitas dari insulin sebab monosakarida yang diserap oleh usus menjadi berkurang (Zabidi et al. , 2021. Gonyalves et al. , 2. Prinsip pengujian aktivitas penghambatan enzim -glukosidase ini adalah enzim -glukosidase akan menghidrolisis p-nitrofenil-- D-glukopiranosida menjadi pnitrofenol yang berwarna kuning dan glukosa (Gambar 4. Aktivitas enzim diukur berdasarkan hasil absorbansi warna kuning p-nitrofenol yang terbentuk (Sumarlin dkk. J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains -Glukosidase p-nitrofenil- -D-glukopiranosida -D-glukosa p-nitrofenil (Berwarna Kunin. Gambar 1. Reaksi Enzimatik dari -Glukosidase (Sumarlin dkk. , 2. Penghambatan -glukosidase diukur dengan menggunakan kuersetin sebagai - Alasan lain penggunaan kuersetin sebagai pembanding, yaitu dikarenakan enzim - glukosidase yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Saccharomyces cerevisiae, sehingga jika menggunakan akarbose sebagai pembanding akan kurang sensitif dalam menghambat aktivitas enzim -glukosidase, hal ini dikarenakan akarbose lebih aktif dalam menghambat enzim -glukosidase yang berasal dari mamalia dibandingkan enzim -glukosidase yang berasal dari bakteri dan ragi (Sumarlin dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quercetin positif dapat menghambat inhibisi -glucosidase dengan %inhibisi sebesar 76,73%. Hasil pengukuran terhadap aktivitas penghambatan enzim -glukosidase pada ekstrak etanol daun bayam merah secara in vitro pada konsentrasi 100 ppm didapatkan % inhibisi 12,74 % yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bayam merah memiliki aktivitas yang kecil atau lemah dalam menghambat enzim -glukosidase. Senyawa yang diduga yang berperan sebagai antidiabetes adalah senyawa flavonoid yaitu antosianin. Mekanisme penghambatan dari antosianin terhadap enzim glukosidase tidak diketahui sepenuhnya. Namun, diasumsikan bahwa antosianin . ianidin-3-galaktosid. yang mengandung gugus hidroksil dalam struktur molekulnya mampu membentuk ikatan hidrogen dengan gugus polar . ugus amida, guanidin, peptida, amino dan karboksi. pada sisi aktif protein melalui interaksi kovalen dan atau Terjadinya interaksi tersebut akan mengubah konfigurasi molekul enzim, sifat hidrofilik dan hidrofobik, sehingga berdampak pada aktivitas enzim tersebut (Adisakwattana et al. , 2. Aktivitas penghambatan dari -glukosidase ini cenderung kompetitif, yaitu dengan cara gugus hidroksil dari antosianin dan senyawa fenolik lainnya akan berinteraksi dengan gugus polar yang ada di sisi aktif enzim, kemudian mengubah konfigurasi molekulernya sehingga menyebabkan aktivitas enzimatik (Hsieh-lo et al. J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains Selain itu, penelitian Kalita et al . menjelaskan bahwa aktivitas penghambatan antosianin pada enzim -glukosidase ini bersifat non-kompetitif karena nilai Ki sama dengan Kii. Dimana Kii adalah konstanta inhibitor untuk penghambatan non kompetitif. Tanaman pare dan eldelberry dilaporkan memiliki aktivitas penghambatan pada -glukosidase dengan senyawa yang berperan aktif adalah antosianin. Penelitian oleh Gyder . pada buah eldelberry dengan beberapa varietas menunjukkan total antosianin yang setara dengan sianidin-3-glukosida mampu menurunkan kadar gula darah melalui penghambatan enzim -glukosidase dengan nilai IC50 88,19 hingga 107,68 AAg/mL. Penelitian pada sianidin-3-glukosida dan sianidin-3 sambubiosida yang di isolasi dari eldelberry memiliki nilai IC50 berturur-turut 2,8 AAM . ,67 AAg/mL) dan 5,0 AAM . ,2 AAg/mL) dalam menghambat - glukosidase, dimana nilai tersebut lebih baik dibandingkan kontrolnya yaitu akarbosa. Keberadaan kedua senyawa antosianin tersebut berperan penting dalam menginduksi penghambatan pada enzim -glukosidase (Ho et al. , 2. Bayam Merah (Alternanthera amoena Voss. ) merupakan salah satu jenis tanaman yang mengandung senyawa antosianin. Namun untuk mengekstraksi senyawa antosianin dianjurkan dilakukan pada suasana asam karena asam berfungsi mendenaturasi membran sel tanaman, kemudian melarutkan pigmen antosianin sehingga dapat keluar dari sel, serta mencegah oksidasi flavonoid (Robinson, 1. Hasil penelitian Adam . membuktikan bahwa bayam merah yang diekstrak dengan metode maserasi tanpa penambahan asam memiliki kandungan antosianin paling kecil yaitu 76,98 mg/L dibandingkan dengan maserasi menggunakan asam yaitu Etanol dan asam asetat 25% didapatkan antosianin total sebesar 107,21 mg/L. Etanol asam sitrat 3% didapatkan antosianin total sebesar 121,56 mg/L dan Etanol HCl 0,1 M didapatkan antosianin total sebesar 132,76 mg/L. Kesimpulan Ekstrak etanol daun bayam merah mengandung metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Ekstrak etanol daun bayam merah terhadap bakteri Propionibacterium acnes tergolong tidak memiliki aktivitas antibakteri. Ekstrak etanol daun bayam merah memiliki aktivitas penghambatan -glucosidase yang lemah dengan nilai % inhibisi sebesar 12,739A2,19% pada konsentrasi 100 ppm. J-MedSains, 2021, 1. : 19-37 J-MedSains http://jurnal. id/index. php/medsains Daftar Pustaka