Volume 2 Nomor 2 . Desember GENITRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN E-ISSN: 2964-7010 Kampung Sehat GAMMARATTA (Gerakan Masyarakat Menanam Area Tempat Tingga. Berbasis TOBATHER (Tanaman Obat Herba. di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar GAMMARATTA Healthy Village (Community Movement for Planting Residential Area. Based on TOBATHER (Herbal Medicinal Plant. in Bontokadatto Village. Takalar Regency Suardi1 Ernawati2 Rusman3 Patmawati4 Dewiyanti5 Ade Putri Ceria6 Aryawahyu7 Nur Ikrayani Yarmi8 Putri Chaerunnisa Yusuf9 Virta Vionita10 1,2,4,5,6,7,8,9,10 STIKES Tanawali Takalar Universitas Islam Makassar Corresponding author: Suardi Email: suardiners@gmail. ABSTRAK Tanaman herbal yang digunakan sebagai bahan obat ini mutlak harus terbebas dari bahan berbahaya dan harus diproduksi secara alami dan ramah lingkungan dan diistilahkan dengan budi daya organik tanaman obat dan banyak digunakan masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan Masyarakat Dengan Metode Pemberian Penyuluhan, edukasi, bimbingan, pelatihan dan pendampingan tentang Manfaat Tanaman Obat Herbal, cara pengolahan tanaman obat herbal. Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Menanam obat Herbal. Cara Menanam dan memilih tanaman obat herbal. Praktik budidaya tanaman obat herbal. Metode pelaksanaan kegiatan dengan cara pemberian penyuluhan secara langsung dengan menggunakan Metode pelaksanaan kegiatan dengan cara mengukur pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan Hasil kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan Penyuluhan di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar, yaitu dari 7 responden . %) menjadi 34 responden . %) tentang manfaat tanaman obat herbal, untuk Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Menanam obat Herbal, terjadi peningkatan pengetahuan baik yaitu 5 responden . %) menjadi 33 responden . %), untuk cara pengolahan tanaman obat herbal, terjadi peningkatan pengetahuan baik dari 9 responden . %) menjadi 34 responden . %), dan untuk pengetahuan tentang Cara Menanam dan memilih tanaman obat herbal yaitu dari 10 responden . %) menjadi 33 responden . %), sehingga masyarakat perlu terus diberikan edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sehingga masyarakat tetap memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman herbal sehingga mampu meningkatkan kesehatan dan penghasilan. Kata Kunci: Tanaman Herbal. Pengetahuan. Penyuluhan ABSTRACT Herbal plants used as medicinal ingredients must absolutely be free from harmful substances and must be produced naturally and environmentally friendly and are termed organic Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ cultivation of medicinal plants and are widely used by the public. The aim of this service is to increase public knowledge by providing counseling, education, guidance, training and assistance regarding the benefits of herbal medicinal plants, how to process herbal medicinal plants, utilizing the home yard by planting herbal medicines, how to plant and select herbal medicinal plants. Practice of cultivating herbal medicinal plants. The activity implementation method is by providing direct counseling using the activity implementation method measuring knowledge before and after the activity is carried out. The results of the activity were an increase in knowledge after being given counseling in Bontokadatto. Takalar Regency, namely from 7 respondents . %) to 34 %) regarding the benefits of herbal medicinal plants, for the use of home gardens by planting herbal medicines, there was an increase in good knowledge, namely 5 respondents . %) to 33 respondents . %) , for how to process herbal medicinal plants, there was an increase in knowledge from 9 respondents . %) to 34 respondents . %), and for knowledge about how to plant and select herbal medicinal plants, from 10 respondents . %) to 33 respondents ( 94%), so people need to continue to be given education to increase their knowledge and skills, so that people continue to use their home gardens for herbal plants so they can improve their health and Keyword : Herbal Plants. Knowledge. Extension PENDAHULUANA Beberapa tahun terakhir obat dari bahan alam kembali menjadi tren di masyarakat karena adanya anggapan bahwa bahan alam lebih aman dan ekonomis dibandingkan dengan obat kimia. Anggapan bahwa obat dari bahan alam lebih aman dibandingkan dengan obat kimia tidaklah sepenuhnya benar karena hal tersebut harus dibuktikan melalui uji toksikologi dan uji Saat ini cukup banyak penelitian yang telah dilakukan untuk membuktikan adanya efek farmakologi bahan alam (Elenora & Ristiawati, 2. pengobatan sendiri dengan obat sebanyak 40,7-81,8%, menurut hasil sensus penduduk Nasional BPS mencatat 66% orang sakit di Indonesia yang melakukan pengobatan Saat ini obat yang digunakan dalampengobatan itu sendiri tidak hanya obat moderen, tetapi juga obat herbal (Setiawati. Hendra Stevani. Mispari, 2. Di Indonesia terdapat 20. 000 jenis tumbuhan obat, yang terdata sekitar 1. jenis, dan yang sudah dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional baru sekitar 300 jenis. Gaya hidup sehat alami ini diikuti oleh penggunaan tanaman herbal yang alami, yaitu berasal dari tumbuhan, di Indonesia diistilahkan dengan jamu. Tanaman herbal yang digunakan sebagai bahan obat ini mutlak harus terbebas dari bahan berbahaya dan harus diproduksi secara alami dan ramah lingkungan dan diistilahkan dengan budi daya organik tanaman obat dan banyak digunakan masyarakat (Yulianto, 2. Trend penggunaan tanaman herbal . erb cor. dikalangan masyarakat perkotaan dewasa ini menjadi perbincangan dari berbagai kalangan. Hal ini sangat menarik karena pada saat yang sama upaya senantiasa menghimbau masyarakat agar tetap memanfaatkan rumah sakit sebagai media tempat berobat. Namun, himbauan pemerintah tersebut seolah-olah disikapi secara dingin dan skeptis oleh masyarakat, masyarakat terhadap obat herbal sepertinya menjadi menarik dan lebih bermanfaat ketimbang menggunakan obat kimia (Patria Monida, 2. Literasi tanaman herbal (Herb crop literac. sesungguhnya bukan merupakan informasi atau pengetahuan baru bagi perkotaan akan tetapi sudah lama mengemuka hanya pemahaman, konsep dan istilah yang berbeda. Pemaknaan tanaman herbal dewasa khususnya di kalangan masyarakat perkotaan lazim dikenal dengan Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ istilah apotik hidup, dan pengobatan dengan menggunakan tanaman herbal lazim dikenal dengan istilah pengobatan timur atau obat tradisional (N. , & W. , 2. (Harjono. Yusmaini, & Bahar, 2. Pemanfaatan tanaman obat merupakan salah satu solusi masalah kesehatan dimasyarakat baik untuk pencegahan maupun pengobatan. Penggunaan tanaman obat berdampak besar terhadap kelestarian dan keanekaragaman hayati tumbuhan. Pengetahuan tradisional masyarakat kini terus mengalami degradasi (Hasanuddin. Isrul. Yuliastri, & Lolok, 2. Hal ini diakibatkan adanya modernisasi, budaya, rusaknya habitat, kurangnya usaha budidaya, dan regenerasi yang lambat dari tanaman obat khususnya jenis-jenis tertentu (Meisia. Rafdinal, & Ifadatin, 2. Pemanfaatan obat tradisional di Kelurahan bontokadatto yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Polongbangkeng Selatan masih sangat kurang, dikarenakan sebagian masyarakat masih lebih memilih menggunakan obat modern untuk tujuan efek yang lebih cepat, dimana penggunaan obat modern masih memiliki banyak efek samping yang berbahaya, serta harga yang relatif lebih mahal. Disamping itu kurangnya sarana apotek dan atau toko obat menyebabkan banyaknya masyarakat yang membeli obat modern secara tidak tepat sehingga menambah permasalahan dibidang Salah satu alternatif dalam mengatasi hal tersebut adalah pengobatan Salah satu yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan pemahaman kesehatan pada masyarakat adalah dengan metode Kegiatan Penyuluhan, edukasi, bimbingan, pelatihan dan pendamping. Alur pemecahan masalah dapat dijelaskan pada bagan berikut ini: Penyuluhan. Penyampaian Informasi Masyarakat Manfaat Kelurahan Tanaman Obat Bontokadat Herbal, cara tanaman obat Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Menanam obat Herbal. Cara Menanam dan memilih tanaman obat herbal. Praktik budidaya Meningkatkan Meningkatkan literasi Merubah perilaku Memecahkan Gambar 1: Alur Pemecahan Masalah METODE Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Rabu, 20 September 2023, pukul 09. WITA bertempat di Aula Kantor Kel. Bontokadatto Kec. Polongbangkeng Selatan Kab. Takalar. Metode pelaksanaan kegiatan dengan cara mengukur pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan kegiatan. Pemberian Penyuluhan, edukasi, bimbingan, pelatihan Manfaat Tanaman Obat Herbal, cara pengolahan Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Menanam obat Herbal. Cara Menanam dan memilih tanaman obat herbal. Praktik budidaya tanaman obat herbal. Sasaran kegiatan ini adalah Seluruh Masyarakat di Kelurahan Bontokadatto Kec. Polongbangkeng Selatan Kab. Takalar. Pengumpulan mengukur pengetahuan sebelum dan setelah kegiatan dengan melakukan analisa data Susunan pelaksanaan kegiatan ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Penentuan lokasi kegiatan. Penentuan waktu pelaksanaan kegiatan. Persiapan materi Kegiatan Pengabdian Masyarakat. Pelaksaan Kegiatan (Pre dan Post Tes. Penyusunan laporan kegiatan Publikasi hasil kegiatan Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Pertama : Persiapan Pada tahap ini dilakukan persiapan pelaksanaan kegiatan yang meliputi : Persiapan surat menyurat Persiapan materi dan Media Edukasi Mempersiapkan Pendataan dan registrasi Tahap Kedua :Pelaksanaan Pada tahap ini dilaksanakan beberapa kegiatan meliputi : Melakukan pre-test dengan tiga puluh butir pertanyaan, untuk skor pada pertanyaan benar nilainya adalah 1 dan 0 jika salah. Penyampaian materi dilakukan oleh Dosen STIKES Tanawali Takalar dimana pada mengikuti kegiatan dengan baik dan sangat koperatif. Selanjutnya dilakukan diskusi dengan dengan peserta yang hadir. Melakukan post-test dengan tiga puluh butir pertanyaan, untuk skor pada pertanyaan benar nilainya adalah 1 dan 0 jika salah, untuk mengukur tingkat pemahaman penderita DM. Melakukan Praktik Pememilihan Tanaman Herbal Melakukan Praktik Budidaya Tanaman Herbal Tabel 1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Masyarakat tentang Manfaat Tanaman Obat Herbal di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar Tahun 2023 Sebelum Setelah Pengetahuan Baik Kurang Total Sumber: Data Primer . Dilihat dari Tabel 1 terlihat dari 35 responden, yang pengetahuan baik sebelum pemberian penyuluhan yaitu 7 responden . %) dan setelah dilakukan penyuluhan menjadi 34 responden . %), artinya terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan tentang manfaat tanaman obat herbal di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Masyarakat Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Menanam obat Herbal di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar Tahun 2023 Sebelum Baik Kurang Total Sumber: Data Primer . Pengetahuan Setelah Dilihat dari Tabel 2 terlihat dari 35 responden, yang pengetahuan baik sebelum pemberian penyuluhan yaitu 5 responden . %) dan setelah dilakukan penyuluhan menjadi 33 responden . %), artinya terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan tentang Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Menanam obat Herbal di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar. Tabel 3 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Masyarakat tentang cara pengolahan tanaman obat herbal di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar Tahun 2023 Sebelum Setelah Pengetahuan Baik Kurang Total 100 35 100 Sumber: Data Primer . Dilihat dari Tabel 3 terlihat dari 35 responden, yang pengetahuan baik sebelum pemberian penyuluhan yaitu 9 responden . %) dan setelah dilakukan penyuluhan menjadi 34 responden . %), artinya terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan tentang cara pengolahan tanaman obat herbal di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar. Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ Tabel 4 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Masyarakat tentang Cara Menanam dan memilih tanaman obat herbal di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar Tahun 2023 Sebelum Baik Kurang Total Sumber: Data Primer . Pengetahuan Setelah Dilihat dari Tabel 4 terlihat dari 35 responden, yang pengetahuan baik sebelum pemberian penyuluhan yaitu 10 responden . %) dan setelah dilakukan penyuluhan menjadi 33 responden . %), artinya terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan tentang Cara Menanam dan memilih tanaman obat herbal di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar. Gambar 1. Pemberian Penyuluhan Gambar 2. Pemberian Bibit Tanaman Herbal Adapun tujuan dari pengabdian ini pengetahuan pada masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat secara baik dan Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat tradisional dengan benar. Apabila masyarakat mampu memanfaatkan tumbuhan obat yang tumbuh pada pekarangan rumah mereka dengan baik, maka akan sangat membantu masyarakat, baik secara ekonomi maupun Menurut Jadjitala. Kasim. Pomalango, 2022, informasi merupakan Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ mempengaruhi semakin banyak informasi yang didapatkan maka semakin baik pengetahuan yang dimiliki (Jadjitala et al. , 2. Hal ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Mubarak . bahwa pengetahuan merupakan segala sesuatu yang didapatkan dari informasi dan pengalaman manusia itu sendiri. Menurut Natoatmodjo . pengetahuan merupakan hasil pengindraan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui alat indra yang dimilikinya sehingga menghasilkan Menurut Kholid . Informasi bisa didapatkan dari pengalaman pribadi atau hasil tahu seseorang terhadap objek yang tertanam pada diri seseorang. Pada umumnya penyuluhan kesehatan adalah suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan kata lain adanya penyuluhan kesehatan tersebut diharapkan dapat membawa akibat terhadap perubahan pengetahuan. Adapun pengetahuan masyarakat setelah diberikan pendidikan kesehatan mengalami kenaikan dengan kategori baik. Hal ini dapat dikatakan bahwa penyuluhan kesehatan memberikan kontribusi yang baik dalam peningkatan pengetahuan pada masyarakat. Pada pemanfaatan tanaman obat tradisional, masyarakat dapat menanam dan membudidayakannya di lingkungan rumah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk menyediakan tanaman yang digunakan sebagai obat, pengobatan sendiri maupun untuk pencegahan atau pemeliharaan kesehatan. Manfaat yang diperoleh dalam menanam tanaman obat tradisional adalah memberikan rumah,melengkapi tumbuhan obat tradisional, alami, aman dan tanpa efek samping serta dapat dijadikan penghasilan tambahan sebagai usaha kecil ketika tanaman tersebut dibudidayakan dengan baik dan tepat (Aseptianova, 2. Masyarakat yang mengikuti penyuluhan ini sangat antusias dan aktif karena setelah menyajikan materi, banyak masyarakat memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan mengenai masalah kesehatan yang Selain itu sebagai penutup, narasumber juga memberikan beberapa motivasi kepada masyarakat yang mengkuti penyuluhan diantaranya: 1. Memberi motivasi untuk memulai menanam suatu tanaman yang diyakini sebagai obat tradisional di pekarangan rumah masing-masing. Memberi dorongan pada masyarakat untuk menyebarluaskan informasi dan kebiasaan dalam menanam tanaman obat keluarga kepada saudara, anak, orang tua, maupun kerabat harus tetap dijaga mengingat pemanfaatan tanaman obat asli Indonesia merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang perlu ditingkatkan dan Pengobatan dengan menggunakan terapi komplementer mempunyai manfaat selain dapat meningkatkan kesehatan secara lebih menyeluruh juga lebih murah. Terapi komplementer terutama akan dirasakan lebih murah bila klien dengan penyakit kronis yang harus rutin mengeluarkan dana. Pengalaman klien yang awalnya menggunakan terapi modern menunjukkan bahwa biaya membeli obat berkurang 200-300 dolar dalam beberapa komplementer (Nezabudkin, 2. Minat masyarakat Indonesia terhadap terapi komplementer ataupun yang masih tradisional mulai meningkat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengunjung praktik terapi komplementer dan tradisional di berbagai tempat. Selain itu, sekolah-sekolah khusus ataupun kursuskursus terapi semakin banyak dibuka. Ini dapat dibandingkan dengan Cina yang telah memasukkan terapi tradisional Cina atau traditional Chinese Medicine (TCM) ke dalam perguruan tinggi di negara tersebut (Snyder & Lindquis, 2. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan Kampung Sehat GAMMARATTA (Gerakan Masyarakat Menanam Area Tempat Tingga. Berbasis TOBATHER (Tanaman Obat Herba. pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan Terjadi peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Manfaat Tanaman Obat. Pengetahuan Masyarakat tentang Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Menanam obat Herbal. Pengetahuan Masyarakat tentang Cara Menanam dan memilih tanaman obat herbal dan Pengetahuan Masyarakat tentang cara pengolahan tanaman obat herbal. Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ UCAPAN TERIMAKASIH TIM Pelaksana Kegiatan Pengabdian mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi atas Hibah PKM yang diberikan. Terima Kasih Ketua STIKES Tanawali Takalar. Ketua LPPM dan Yayasan Tanawali Persada, yang memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh TIM PKM yang terlibat didalamnya. Dinas Kesehatan Kab. Takalar. Puskesmas Polongbangkeng Selatan, dan Mitra Kelurahan Bontokadatto, memberikan ijin dan membantu dalam berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA