HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS MUARA WIS Rika Damayanti1. Husnul Warnida1 dan Rusdiati Helmidanora1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda Email : damayantir332@gmail. ABSTRACT Diabetes Mellitus has become the world's premier health problem with a still very high incidence and mortality rate. The most common occurrence of DM disease in the community is type two DM. The purpose of this study is to find out the relationship between family support and drug compliance in patients with type 2 diabetes mellitus at Muara Wis Health Center. This type of research is a non-experimental study that uses descriptive design correlation with cross sectional approach Samples in this study amounted to 100 patients with type 2 diabetes mellitus who were treated at muara wis health center. Sampling techniques are done using purposive The tools used are family support questionnaire sheets and drug-taking compliance. Research procedures include licensing, validity and reliability tests, data collection and data analysis using spearman rank test statistical methods. The results showed that the compliance of taking drugs in patients with type 2 diabetes mellitus at Muara Wis Health Center showed that Compliance with taking drugs in patients with type 2 diabetes mellitus in Muara Wis Health Center there is a very strong link between family support and compliance with the drug taking type 2 diabetes mellitus patients at Muara Wis Health Center. Keywords: Diabetes Mellitus Type 2. Family Support. Compliance WithMedicine Muara Wis Health Center PENDAHULUAN Diabetes Melitus (DM) telah menjadi masalah kesehatan utama dunia dengan angka kejadian dan kematian yang masih sangat tinggi. Kejadian penyakit DM yang paling sering terjadi di masyarakat adalah diabetes melitus tipe dua. Kasus pada tahun 2019, prevalensi diabetes melitus di dunia adalah sebesar 9,3% dan angka kejadian diabetes melitus di dunia 463 juta jiwa. Prevalensi Indonesia menempati urutan ke 4 dunia dengan jumlah penderita sebanyak 12 juta jiwa dan diperkirakan akan meningkat menjadi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 . Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki prevalensi DM yaitu mencapai 2 % pada tahun 2013 dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 yaitu mencapai 3%. Berdasarkan Profil Kesehatan Kalimantan Timur 2018, penyakit diabetes termasuk dalam 10 besar penyakit yang ada di Kalimantan Timur. Jumlah kasus penderita diabetes mellitus yang ditangani pada tahun 2018 sebesar 85% kasus yaitu 21. 746 jiwa. Diabetes melitus (DM) merupakan kondisi kronis dimana terjadi kenaikan kadar glukosa dalam darah dikarenakan tubuh tidak dapat menghasilkan atau memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Kepatuhan pasien untuk meminum obat memegang peranan sangat penting pada keberhasilan pengobatannya untuk menjaga kadar glukosa darah dan tekanan darah dalam rentang normal. Dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam kepatuhan pengobatan. Berdasarkan Profil Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara 2018 jumlah kasus penderita diabetes mellitus tercatat 51. 546 jiwa. Desa Muara Wis merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Muara Wis Kabupaten Kutai Kartanegara. Berdasarkan data yang diperoleh di Puskesmas Muara Wis tercatat bahwa kasus diabetes mellitus tahun 2020 menempati peringkat kedua dari 10 besar penyakit yang ada di puskesmas Muara Wis. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis akan melakukan penelitian terhadap Au Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Muara WisAy METODE PENELITIAN sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu . Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini merupakanpenelitian non-eksperimentalyang pengambilan data dilakukan sekali saja dengan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur . Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2. Sampel dan Teknik Sampling Sampel Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dari jumlah 108 pasien diabetes mellitus tipe 2 yang berobat di puskesmas Muara Wis. Teknik Sampling Teknik dilakukan dengan menggunakan purposive Prosedur Penelitian Persiapan Penelitian . Izin Permohonan Penelitian Memperoleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda penelitian di Puskesmas Muara Wis. Memperoleh izin dari pihak Puskesmas Muara Wis untuk pengambilan Melakukan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Uji Validitas Reliabilitas bahwa kuesioner yang penelitian ini mampu penelitian dengan baik. Pengumpulan Data Lokasi untuk pengumpulan data adalah puskesmas Muara Wis, peneliti memperkenalkan diri kepada pasien dan menjelaskan perihal penelitian yang meliputi tujuan, prosedur/pelaksanaan dan manfaat Peneliti kesediaan pasien menjadi responden menandatangani informed consent, kemudian dilakukan pengukuran kadar glukosa darah diperiksa dengan menggunakan blood glucose monitor dibantu dan didampingi petugas Pemantauan kadar gula darah selama 9 hari terhitungsejak pertemuan hari pertama dengan responden dan menghitung jumlah sisa obat pasien dengan metode pill Pengolahan Data Data yang telah dimasukan ke masing-masing kuesioner, disusun dengan berdasarkan kelompok umur, pendidikan terakhir dan pekerjaan dilanjutkan dengan proses analisis Pembahasan Data yang diperoleh dibahas berdasarkan literatur dan pembahasan disesuaikan dengan tujuan penelitian. Pengambilan Kesimpulan Pengambilan berdasarkan data yang diperoleh dan dari hasil penelitian berdasarkan tujuan penelitian. ANALISIS DATA Data yang telah diperoleh kemudian dikumpulkan dan dilakukan analisis. Proses analisis data menggunakan uji spearman rank dari program SPSS untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2 di puskesmas Muara Wis. Analisis data bertujuan untuk memperoleh gambaran dari hasil penelitian dilakukan,membuktikan hipotesis penelitian yang telah dirumuskan, dan memperoleh kesimpulan secara umum dari penelitian yang telah dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini akan menjelaskan mengenai hasil penelitian dan pembahasan tentang Hubungan Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Muara Wis. Data demografi responden responden berdasarkan jenis usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan lama menderita. Variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2. Data Demografi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Responden pada penelitian ini sebanyak 100 orang pasien diabetes melitus tipe 2 yang berobat ke puskesmas Muara Wis. Data penelitian diperoleh dari hasil pengisian kuisioner yang dibagikan kepada pasien diabetes melitus tipe 2. Karakteristik responden dapat dilihat tabel di bawah ini: Tabel 1. Karakteristik Responden Total Penggolongan Karakteristik Parameter Usia 45-55 tahun Jumlah Responden 56-65 tahun Perempuan Laki-laki Tidak Sekolah SMP SMA Perguruan Tinggi Tidak Bekerja Ibu Rumah Tangga Petani Nelayan Wiraswasta Pegawai Swasta PNS <5 tahun >5 tahun Jenis Kelamin Pendidikan Jenis Pekerjaan Lama Menderita Berdasarkan tabel 1 dapat di lihat bahwa sebagian besar responden berusia 56-65 tahun yaitu sebanyak 54 responden . %) dan responden paling sedikit pada rentang usia 45-55 tahun yaitu sebanyak 46 responden . %). Diabetes mellitus tipe 2 sering terjadi pada usia 45 tahun ke atas. Peningkatan resiko diabetes mellitus tipe 2 seiring dengan bertambahnya usia terjadi fungsi fisiologis pada tubuhnya . Pada rentang usia 56-65 tahun termasuk ke dalam golongan lanjut usia awal sehingga mulai mengalami penurunan fungsi organ termasuk pankreas yang mengakibatkan produksi insulin mulai menurun dan biasanya pada rentang usia tersebut pola menurun/kurang . Berdasarkan terbanyak adalah perempuan sebanyak 65 orang . %). Prevalesi kejadian diabetes mellitus tipe 2 pada wanita lebih tinggi daripada laki-laki karena secara fisik wanita memiliki peluang peningkatan indeks masa tubuh yang lebih besar . Hasil penelitian ini sesuai degan hasil penelitian Rahmawati et al. , . , menunjukkan responden terbanyak adalah perempuan sebanyak 24 orang dari total sampel 33 responden. Perempuan lebih beresiko terkena diabetes melitus tipe 2 daripada laki-laki. Berdasarkan pendidikan dapat dilihat bahwa mayoritas pendidikan adalah pendidikan SD sebanyak 34 orang . %), dan pendidikan paling sedikit adalah Perguruan Tinggi sebanyak 10 orang . %). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Riyadi dan Muflihatin . , menunjukkan responden paling banyak pendidikan SD 77 . ,7%), tingkat pendidikan dapat mempengaruhi persepsi dan pola pikir seseorang tentang kondisi maupun kesehatannya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Julaiha . , mayoritas pendidikan SD, rendahnya pendidikan mempengaruhi daya serap seseorang dalam menerima informasi sehingga dapat tentang penyakit diabetes mellitus cara pengobatan, dan bahaya akibat minum obat tidak teratur. Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar pekerjaan responden adalah Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 34 . %), dan pekerjaan yang paling sedikit adalah Pegawai Swasta sebanyak 5 . %). Respoden dengan pekerjaan IRT lebih beresiko terkena diabetes melitus tipe 2 karena mereka kurang dalam melakukan aktivitas fisik hal ini dapat dibuktikan memasak, menyapu, mencuci, dan lainB. lain jarang melakukan latihan fisik seperti . Berdasarkan menderitasebagian besar lama menderita responden terbanyak adalah >5 tahun sebanyak 56 orang . %). Responden yang paling lama menderita diabetes melitus tipe 2 selama 15 tahun. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Reliance . , menunjukkan hasil yang sama mayoritas lama menderita >5 tahun 63,4% sebanyak . Pasien yang mempunyai durasi penyakit lebih lama cenderung merasa Pada umumnya semakin lama orang menderita penyakit maka akan menjadi faktor pemicu seseorang menjadi bosan terhadap pengobatan dalam terapi. Kepatuhan Minum Obat Kepatuhan Minum Obat Berdasarkan Kuesioner MMAS-8 Tabel 2. Distribusi Persentase Kuesioner MMAS-8 No. Kategori Tingkat Kepatuhan > 2 (Kepatuhan Rendah ) 1 atau 2 ( Kepatuhan Sedan. 0 ( Kepatuhan Tingg. Jumlah Berdasarkan tabel diatas dijelaskan bahwa kepatuhan minum obat rendah sebanyak 55 orang . %), kepatuhan minum obat sedang sebanyak 27 orang . %), kepatuhan minum obat yang tinggi sebanyak 19 orang . %). Mayoritas kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 termasuk dalam kategori rendah yaitu sebanyak 55 orang . %). Salah satu instrumen kepatuhan pengobatan yang dapat digunakan adalah kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication 8-item Adherence Scal. yaitu nilai kepatuhan mengkonsumsi obat dengan 8 skala pengukuran yang digunakan untuk mengukur kepatuhan minum obat pada Jumlah (Oran. Persentase (%) membutuhkan terapi jangka panjang Berdasarkan hasil penelitian diperoleh mayoritas kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe termasuk dalam kategori kepatuhan rendah yaitu Salah kepatuhan rendah adalah dari tingkat pendidikannya, sebagian besar responden berpendidikan SD. Rendahnya tingkat pendidikan menyebabkan kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan sehingga responden tidak patuh dalam menjalani terapi pengobatan yang Kepatuhan Minum Obat Berdasarkan Pill Count Tabel 3. Distribusi Persentase Pill count No. Kategori Tingkat Kepatuhan Jumlah(Oran. Persentase (%) Kepatuhan Sangat Rendah. -25%) Kepatuhan Rendah . -50%) Kepatuhan Sedang . -75%) Kepatuhan Tinggi . -100%) Jumlah Berdasarkan tabel diatas hasil 24% . dan Tinggi 19% . perhitungan pill count digunakan untuk Sebagian besar kepatuhan minum obat pada mengetahui kepatuhan pasien berdasarkan pasien diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan masing-masing obat yang didapatkan. pill count termasuk dalam kategori rendah Metode ini digunakan untuk menghitung yaitu 57% . Metode pill count sisa obat yang didapatkan pasien selama dalam penelitian ini mengukur kepatuhan terapi pada periode waktu tertentu. dengan menghitung jumlah sisa obat Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Metode pill count dilakukan dengan di Puskesmas Muara Wis diperoleh bahwa cara menghitung jumlah obat pada persentase pasien patuh berdasarkan pill kunjungan pertama dan jumlah sisa obat count adalah kepatuhan sangat rendah 0% pada kunjungan hari ke 9 yang dilakukan . Rendah 57% . Sedang dirumah pasien. Kepatuhan Minum Obat Berdasarkan Kadar Gula Darah Tabel 4. Distribusi Persentase Kadar Gula Darah No. Kategori Kadar Gula Darah Jumlah (Oran. Persentase (%) Kadar Gula Darah Terkontrol Kadar Gula Darah Tidak Tekontrol Jumlah mempengaruhi pengendalian kadar gula Berdasarkan tabel diatas kadar gula darah salah satunya yaitu kepatuhan minum darah yang terkontrol 27 orang . %) dan kadar gula darah tidak terkontrol 73 orang Pasien diabetes melitus tipe 2 di . %). Mayoritas pasien memiliki kadar Puskesmas Muara wis dengan pengobatan gula darah yang tidak terkontrol yaitu monoterapi maupun kombinasi sebagian . %). Berdasarkan tabel 10 kadar gula besar memiliki tingkat kepatuhan minum darah yang terkontrol 27 orang . %) dan obat yang rendah. Hal ini disebabkan kadar gula darah tidak terkontrol 73 orang Pasien sengaja tidak menggunakan obat . %). Mayoritas pasien memiliki kadar karena alasan obat yang digunakan dapat gula darah yang tidak terkontrol yaitu merusak ginjal, efek samping obat yang . %). Hal ini disebabkan terdapat kadar mengganggu pasien dalam beraktivitas gula darah responden yang meningkat dan pasien merasa bahwa obat yang hingga 400 mg/dL, tidak terkendalinya diminum tidak memberikan manfaat. kadar gula darah pada penderita diabetes Pasien memberikan alasan pasien sengaja melitus tipe 2 karena asupan karbohidratnya tidak menggunakan obat adalah karena melampaui keperluan tubuh menyebabkan kesulitan pasien dalam menelan obat tingginya kadar gula darah yang berasal . dan efek samping obat yang dari karbohidrat lalu rendahnya kepatuhan mengganggu kenyamanan pasien dalam Faktor-faktor beraktivitas. Pasein mengatakan bahwa kesulitan pasien dalam menelan dapat Dukungan Keluarga Tabel 5. Distribusi Persentase Dukungan Keluarga No. Kategori Dukungan Keluarga Jumlah (Oran. Dukungan Keluarga Rendah Dukungan Keluarga Sedang Dukungan Keluarga Tinggi Jumlah Berdasarkan tabel 5 dukungan keluarga rendah sebanyak 53 orang . %), dukungan keluarga sedang sebanyak 28 orang . %) dukungan keluarga yang tinggi sebanyak 19 orang . %). Mayoritas dukungan keluarga pada pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki dukungan keluarga kategori rendah yaitu . %). Hal ini disebabkan dukungan sepenuhnya kepada anggota kesehatan, keluarga kurang memberikan perhatian sehingga pasien merasa kesepian, putus asa, despresi bahkan stress, hal ini di karenakan kesibukan yang dimiliki oleh anggota keluarga, sehingga jarang berada di rumah dan jarang bersama pasien mengawasi pasien atau memberikan informasi tentang kesehatan pasien. Bentuk dukungan keluarga yang kadang-kadang atau tidak pernah di lakukan yaitu mendampingi minum obat. obat-obatan berukuran besar dan dalam bentuk tablet. Uji Korelasi Spearman Rank Persentase (%) nilai tersebut lebih kecil dari pada nilai = 0,05. Artinya, hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Nilai koefisien korelasi . 0,847 bermakna bahwa terjadi hubungan yang sangat kuat . ,80 Ae 1,. antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Maka dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga sangat berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Muara Wis dengan judul AuHubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Muara WisAy dapat disimpulkan bahwa, ada hubungan yang sangat kuatantara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Muara Wis. Kuesioner Kepatuhan dan Dukungan Keluarga Pengujian ini digunakan untuk menguji dua data untuk mencari apakah ada Analisis Spearman Rank. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil sig . 0,000 . <0,. DAFTAR PUSTAKA