48 | Brawijaya Journal of Social Science Sirkulasi Modal Sosial dalam Politik Elektoral: Strategi Ketahanan Mukhammad Misbakhun sebagai Caleg Petahanan Miftahul Huda Universitas Brawijaya Miftahulstudi@gmail. Keywords: Social Capital. Incumbent Legislative Candidate. Electoral Resilience. Modal Sosial. Calon Legislatif Petahana. Ketahanan Pemilu Vol. No. 1, 2025 DOI: https://doi. 21776/ub. Submitted: 2025-07-24 Accepted:2025-12-23 Abstract This study analyzes Mukhammad Misbakhun's electoral resilience strategy in maintaining power as a legislative member during three election periods . 9, 2014, and 2. , as well as his electoral success. The primary focus of this study is how the circulation of social capital, including relationship networks, ideological closeness, and constituent loyalty bases, correlates with the political resilience of an incumbent legislative candidate, even when switching political parties. Using a qualitative case study approach with data from in-depth interviews, campaign documentation, and meIa analysis, the findings demonstrate that social capital is not merely static but circulates and is strategically reproduced within electoral political spaces. Misbakhun was able to manage and expand his social capital through adaptation to the party context, local dynamics, and the consistency of the political narrative constructed during his term in office. This research offers new insights into how socio-political relations, more than just party structures, are a key determinant of the continued political power of incumbent legislative candidates in Indonesia. Abstrak Studi ini menganalisis strategi ketahanan elektoral Mukhammad Misbakhun dalam mempertahankan kekuasaan sebagai anggota legislatif selama tiga periode pemilu . 9, 2014, dan 2. , serta keberhasilan elektoralnya. Fokus utama studi ini adalah bagaimana sirkulasi modal sosial, termasuk jaringan hubungan, kedekatan ideologis, dan basis loyalitas konstituen, berkorelasi dengan ketahanan politik calon legislatif petahana, bahkan ketika berpindah partai politik. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dan data dari wawancara mendalam, dokumentasi kampanye, dan analisis meIa, temuan menunjukkan bahwa modal sosial tidak hanya statis, tetapi juga bersirkulasi dan direproduksi secara strategis dalam ruang politik Misbakhun mampu mengelola dan mengembangkan modal sosialnya melalui adaptasi terhadap konteks partai, dinamika lokal, dan Sirkulasi Modal Sosial dalam Politik Elektoral: Strategi Ketahanan Mukhammad Misbakhun sebagai Caleg Petahanan | 49 konsistensi narasi politik yang dibangun selama masa jabatannya. Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang bagaimana hubungan sosial-politik, lebih dari sekadar struktur partai, merupakan penentu utama keberlangsungan kekuatan politik calon legislatif petahana di Indonesia. Pendahuluan Dinamika politik, terutama mengenai tingkat keberhasilan calon, kerap menjadi perhatian utama selama pemilu legislatif. Seringkali, caleg yang telah menjabat sebelumnya Ianggap memiliki peluang lebih besar untuk terpilih kembali (Huda et al. , 2. Namun, pengalaman praktis menunjukkan bahwa mereka tidak selalu berhasil mempertahankan posisi mereka. Bahkan ada 273 anggota DPR yang terpilih kembali dari tahun 2024Ae2029 merupakan wajah baru (Savitri, 2. Hal ini menimbulkan pertanyaan akademis karena merupakan fenomena yang Menunjukkan peningkatan jumlah caleg petahana yang gagal terpilih kembali dalam beberapa pemilu terakhir. Kegagalan ini menunjukkan bahwa preferensi pemilih telah berubah. Menurut Cecep Hidayat, ada sejumlah alasan mengapa para petahana tidak dapat kembali ke Di antaranya, mereka mengabaikan komunikasi dengan konstituen mereka. karena ada perbedaan harga kursi di antara dapil. Ketiga, banyaknya swing voter, juga dikenal sebagai pemilih mengambang. Yang terakhir, partainya tidak melewati ambang batas parlemen meskipun memiliki banyak suara (Zaini, 2. Sejauh ini studi tentang politik cenderung melihat tiga isu utama. Pertama. Keterpilihan dan kegagalan Calon (Auliyah et al. , 2020. Perdana & Iman, 2023. Utami & Muslimin, 2. Kedua, money politik (Liando, 2016. Mora et al. , 2023. Yulianti, n. Ketiga, dinasti politik (Al et al. , 2020. Esty Ekawati, 2020. Farida Azzahra & Indah Fitriani Sukri, 2022. Huda & Jamil, 2023. Koho, 2. Seperti yang diungkap oleh (Perdana & Iman, 2. , bahwa individu dengan modal sosial yang besar serta pengaruh dalam politik, dan afiliasi partai yang kuat memiliki peluang keterpilihan yang tinggi. Hal ini juga didukung penelitian lain, bahwa modal politik, sosial, dan ekonomi berpengaruh terhadap keterpilihan calon legislatif. Namun, penguasaan modal politik dan sosial lebih berpengaruh terhadap keterpilihan, sementara modal ekonomi merupakan penguat dari modal politik dan sosial (Mariyah, 2. Sementara itu. Implikasi politik uang terhadap integritas penyelenggara dan hasil pemilu merusak citra dan nama baik lembaga, dan melemahkan legitimasi politik masyarakat. Sementara (Wimmy Halim, 2. mengungkap, terjadinya politik dinasti tidak selalu negatif, hasil penelitiannya menggambarkan tingkat kepuasaan publik tinggi terhadap kinerja keluarga dinasti. Dari ketiga kecenderungan penelitian di atas, tampak bahwa kajian tersebut luput dalam melihat bagaimana seorang calon bisa bertahan, setelah berhasil mendapatkan kekuasaan. Padahal, kajian tersebut penting untuk kelangsungan hidup calon, agar tetap eksis di lingkaran kekuasaan. Penelitian ini memiliki kekhasan utama pada cara memaknai modal sosial bukan sebagai aset statis, melainkan sebagai entitas dinamis yang terus disirkulasikan, direproduksi, dan 50 | Brawijaya Journal of Social Science dinegosiasikan dalam arena politik elektoral. Berbeda dari studi-studi sebelumnya yang cenderung menempatkan modal sosial sebatas jejaring sosial, kepercayaan, atau patronase politik, penelitian ini menunjukkan bahwa ketahanan politik caleg petahana dibangun melalui mekanisme sirkulasi modal sosial lintas aktor, lintas level, dan lintas arena mulai dari basis kultural, jaringan relawan, elite lokal, hingga struktur partai. Secara empiris, penelitian ini menghadirkan kasus Mukhammad Misbakhun sebagai representasi politisi petahana yang mampu mempertahankan elektabilitas dalam konteks kompetisi elektoral yang semakin pragmatis dan Kekhasan ini terletak pada pengungkapan bagaimana modal sosial kultural, simbolik, dan institusional tidak bekerja secara terpisah, tetapi terintegrasi dalam strategi ketahanan politik jangka panjang, bukan sekadar strategi elektoral sesaat menjelang pemilu. Berangkat dari pembahasan awal yang menempatkan modal sosial sebagai sumber daya relasional, penelitian ini melangkah lebih jauh dengan menunjukkan bahwa modal sosial tidak berhenti pada kepemilikan jejaring atau tingkat kepercayaan semata, melainkan bekerja melalui proses sirkulasi yang berkelanjutan, terstruktur, dan adaptif. Dengan demikian, penelitian ini menghadirkan perspektif yang jarang disentuh oleh studi-studi sebelumnya yang cenderung bersifat deskriptif dan statis. Penelitian ini menunjukkan bukti bahwa ketahanan Mukhammad Misbakhun sebagai caleg petahana dibangun melalui mekanisme sirkulasi modal sosial berlapis yang melibatkan aktor kultural, aktor politik, dan aktor organisasi secara simultan. Relasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama berfungsi sebagai basis legitimasi kultural, sementara sinergi dengan caleg tandem, jaringan partai, dan relawan memperkuat kapasitas mobilisasi politik. Integrasi lintas jaringan ini memungkinkan modal sosial Ialirkan secara fleksibel sesuai dengan konteks sosial dan dinamika elektoral, sehingga menciptakan stabilitas dukungan yang relatif konsisten dari satu periode pemilu ke periode berikutnya. Selain itu, penelitian ini memberikan bukti bahwa strategi ketahanan politik yang dijalankan tidak sepenuhnya bergantung pada politik Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan relasi sosial jangka panjang, konsistensi kehadiran di ruang sosial, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara kepentingan elite dan basis akar rumput menjadi faktor kunci dalam mempertahankan elektabilitas. Hal ini menantang asumsi dominan dalam literatur politik elektoral Indonesia yang menekankan peran uang dan patronase, dengan menunjukkan bahwa sirkulasi modal sosial dapat berfungsi sebagai mekanisme alternatif yang lebih stabil dan adaptif. Kesuksesan Muhammad Misbakhun mempertahankan kursinya pada Pemilu 2024 memberikan gambaran yang signifikan. Tentang strategi yang digunakan oleh caleg petahana dan komponen yang memengaruhi kemenangan mereka dalam sistem demokrasi yang semakin Meskipun mereka Ianggap memiliki beberapa keuntungan strategis sebagai caleg petahana, itu tidak menjamin mereka akan terpilih lagi. Menunjukkan bahwa rekam jejak dan keuntungan yang diperoleh caleg petahana bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi keberhasilan mereka mempertahankan posisi. Namun, pada kemampuan pembacaan realitas untuk menyesuaikan diri dengan perubahan politik, sosial, dan ekonomi. Dalam konteks Pemilihan Legislatif 2024, fenomena ini sangat relevan karena akan menentukan apakah caleg Sirkulasi Modal Sosial dalam Politik Elektoral: Strategi Ketahanan Mukhammad Misbakhun sebagai Caleg Petahanan | 51 petahana yang memiliki banyak keuntungan strategis bertahan atau justru tergeser oleh calon legislatif baru yang menjanjikan perubahan. Dengan demikian, penelitian ini menjadi penting untuk menjawab mengapa fenomena ini bisa terjadi. Mengingat Pentingnya memahami dinamika politik yang selalu dinamis, menjadikan kajian ini memengaruhi keberhasilan caleg petahana. Metode Penelitian Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan studi kasus sebagai jenisnya. Melalui pengumpulan data dari latar alami yang bertujuan untuk mengungkapkan gejala-gejala yang diteliti secara holistik-kontekstual. Peneliti menggunakan diri sendiri sebagai instrumen kunci dalam penelitian ini (Sugiarto, 2. Dalam konteks penelitian ini, peneliti mencoba melihat dan menganalisis terkait dengan sosok Mukhammad Misbakhun, yang terpilih secara berturutturut dalam kontestasi pemilihan legislatif. Berkaitan dengan, cara dan langkah beliau dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan. Sedangkan, studi kasus merupakan jenis penelitian kualitatif sebagai pendekatan untuk mempelajari, menerangkan, atau mengintepretasi suatu kasus dalam konteksnya yang alamiah (Assyakurrohim et al. , 2023. Sari et al. , 2. Sehingga dapat dikatakan bahwa studi kasus adalah sebuah pendekatan untuk mengangkat suatu kasus tertentu yang spesifik dan unik, kemudian hasil temuannya diletakkan dalam konteks tema yang lebih luas. Peneliti menggunakan metode purposive yaitu penentuan informan dengan sengaja dan Langkah kerja dari purposive, pertama-tama penulis menentukan terlebih dahulu informaninforman penelitian, kemudian berdasarkan wawancara di lapangan, informasi bisa bertambah tergantung kebutuhan untuk mendalami topik yang sedang Iangkat. Beberapa narasumber dipilih untuk mendapatkan pemahaman mendalam terutama terkait perspektif penelitian ini. Data yang diperoleh melalui narasumber didapatkan melalui wawancara mendalam . n depth intervie. Hasil dan Pembahasan 1 Sirkulasi Modal Sosial sebagai Strategi Ketahanan Politik Sirkulasi modal sosial sebagai strategi ketahanan politik dapat dipahami sebagai proses berkelanjutan dalam mengelola, mengalirkan, dan mereproduksi relasi sosial guna menjaga stabilitas dukungan politik dalam jangka panjang. Dalam perspektif sosiologi politik, modal sosial tidak sekadar merujuk pada kepemilikan jaringan, tingkat kepercayaan, atau kedekatan sosial, melainkan pada kemampuan aktor politik untuk mengaktifkan relasi-relasi tersebut secara strategis sesuai dengan konteks sosial dan dinamika politik yang dihadapi. Ketahanan politik, dalam hal ini, tidak dibangun secara instan menjelang pemilu, tetapi merupakan hasil dari praktik sosial yang konsisten dan terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat. Sejauh ini, kajian-kajian tentang politik elektoral cenderung menjelaskan keberhasilan atau kegagalan aktor politik 52 | Brawijaya Journal of Social Science melalui variabel yang bersifat instrumental dan sesaat, seperti kekuatan modal ekonomi, efektivitas mesin partai, atau intensitas kampanye menjelang pemilu. Pendekatan semacam ini, meskipun penting, belum sepenuhnya mampu menjawab pertanyaan mengapa sebagian petahana tetap mampu mempertahankan dukungan elektoral secara konsisten di tengah dinamika politik yang semakin kompetitif dan pragmatis. Berangkat dari kerangka teoretik yang memandang modal sosial sebagai sumber daya relasional yang bersifat dinamis, bagian ini menempatkan sirkulasi modal sosial sebagai kunci analisis. Modal sosial tidak dipahami sebagai kepemilikan jaringan atau tingkat kepercayaan yang statis, melainkan sebagai proses sosial yang terus bergerak, dinegosiasikan, dan direproduksi melalui interaksi antar aktor dalam berbagai arena. Ketahanan politik petahana tidak dibangun secara instan menjelang pemilu, melainkan merupakan akumulasi dari praktik sosial yang berlangsung jauh sebelum dan sesudah kontestasi elektoral. Keterlibatan dalam program sosial, relasi dengan tokoh masyarakat, serta pengelolaan jaringan relawan dan caleg tandem berfungsi sebagai medium sirkulasi modal sosial yang memperkuat posisi politik petahana dalam jangka Meskipun praktik transaksional tidak sepenuhnya dapat diabaikan, terdapat mekanisme sosial lain yang bekerja secara lebih halus namun berdaya tahan tinggi, yakni pengelolaan relasi sosial yang berkelanjutan melalui sirkulasi modal sosial. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya berkaitan dengan bagaimana petahana memenangkan pemilu, tetapi lebih jauh menjelaskan bagaimana kekuasaan elektoral direproduksi dan dipertahankan secara sosial dalam konteks politik lokal yang kompleks. Sirkulasi modal sosial berlangsung melalui interaksi yang terus-menerus antara aktor politik dengan berbagai kelompok sosial, baik pada ranah kultural, institusional, maupun organisasi. Relasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, elite lokal, dan basis akar rumput berfungsi sebagai medium utama dalam mengalirkan kepercayaan dan legitimasi. Melalui relasi tersebut, modal sosial tidak berhenti pada satu simpul jaringan, tetapi bergerak dan diperluas melalui mekanisme rekomendasi, representasi simbolik, dan pertukaran sosial yang bersifat timbal balik. Proses inilah yang memungkinkan seorang aktor politik mempertahankan visibilitas dan relevansi politiknya di tengah perubahan preferensi pemilih. Sebagai strategi ketahanan politik, sirkulasi modal sosial juga ditandai oleh kemampuan aktor politik untuk mentransformasikan relasi sosial menjadi sumber daya politik yang berkelanjutan. Modal sosial kultural, seperti kedekatan emosional dan legitimasi moral, dikonversi menjadi dukungan politik melalui konsistensi sikap, kehadiran dalam ruang sosial, serta kemampuan merespons aspirasi masyarakat. Transformasi ini tidak bersifat mekanis, melainkan melalui proses negosiasi sosial yang panjang, sehingga menghasilkan loyalitas pemilih yang relatif stabil dan tidak mudah tergerus oleh kompetisi elektoral jangka pendek. Lebih jauh, sirkulasi modal sosial memungkinkan petahana membangun strategi adaptif dalam menghadapi dinamika politik yang fluktuatif. Dengan jaringan sosial yang terus diaktifkan, petahana memiliki kapasitas untuk membaca perubahan situasi, meredam potensi konflik, dan menyesuaikan strategi politiknya tanpa kehilangan basis dukungan utama. Dalam konteks ini. Sirkulasi Modal Sosial dalam Politik Elektoral: Strategi Ketahanan Mukhammad Misbakhun sebagai Caleg Petahanan | 53 modal sosial berfungsi sebagai penyangga sosial yang memperkuat daya tahan politik, sekaligus sebagai mekanisme penghubung antara kepentingan elite dan kebutuhan masyarakat akar Dengan demikian, sirkulasi modal sosial sebagai strategi ketahanan politik menegaskan bahwa keberlanjutan kekuasaan elektoral tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan material atau kalkulasi elektoral jangka pendek. Sebaliknya, ketahanan politik dibangun melalui kerja sosial yang berkelanjutan, di mana relasi, kepercayaan, dan legitimasi terus diproduksi dan disirkulasikan dalam ruang sosial. Pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana aktor politik, khususnya petahana, mampu mempertahankan posisi politiknya secara relatif stabil dalam konteks politik elektoral yang semakin kompleks dan 2 Partisipasi dalam Program Sosial dan Kegiatan Masyarakat Keterpilihan Muhammad Misbakhun tidak terlepas dari salah satu faktor kunci yaitu, keaktifannya dalam program sosial dan kegiatan masyarakat di daerah pemilihan. Terlepas dari Ia memiliki jaringan partai yang luas dan pengalaman politik. Keaktifan dalam program sosial dan kegiatan masyarakat sangat penting untuk mempertahankan dukungan pemilih di sistem politik Indonesia, di mana pemilih semakin cerdas dan kritis. Keterlibatan seorang politisi dalam kegiatan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat dapat menjadi alat yang sangat baik untuk membangun citra positif dan meningkatkan loyalitas pemilih. Selama masa jabatannya. Misbakhun terkenal karena keterlibatannya yang aktif dalam berbagai program sosial yang melibatkan masyarakat langsung. Ia mendekatkan dirinya dengan orang-orang di Pasuruan dan Probolinggo melalui berbagai kegiatan sosial, selain kegiatan politik formal. Misbakhun berhasil membangun citra sebagai seorang pemimpin yang peduli dan mampu memahami kebutuhan dasar masyarakat melalui program-program seperti pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan akses pendidikan, bantuan sosial, dan pengembangan infrastruktur. Au Pak Misbakhun itu orangnya paling sering turun ke dapil. Ketika terpilih Ia tidak melupakan orang-orang yang berkontribusi terhadapnya. Misal kalau ada di pasuruan masyarakat Iajak Jadi bukan datang pas mau pemilu sajaAy. Muhammad Misbakhun dipilih dalam berbagai pemilu karena keterlibatannya yang lama dalam kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat di daerah Pasuruan dan Probolinggo, bukan karena kampanye politik singkat. Contoh dukungan masyarakat terhadap Misbakhun di Pasuruan dan Probolinggo menunjukkan bahwa keterlibatan politik yang didasarkan pada aksi sosial dan kesejahteraan masyarakat dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendapatkan elektabilitas. Hasil wawacara peneliti pada 14/12/2023 54 | Brawijaya Journal of Social Science Terpilihnya Misbakhun dalam pemilu dipengaruhi oleh program sosial dan kegiatan Metode ini memungkinkan Misbakhun untuk membangun hubungan yang kuat dengan pemilih, terutama mereka yang terpinggirkan dan jarang mendapat perhatian Au M2 kalau sudah di dapil, sehari itu bisa sampai enam titik. Itupun daerahnya pelosok, cuman karena Ia gamau diomongin datang pas butuhnya saja. Jadi kalau daerah yang sudah dikunjungi gantian ke daerah yang lain, biar merata. 2Ay Sebelum pemilu. Ia telah terlibat dalam program pemberdayaan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan bantuan sosial. Oleh karena itu, terpilihnya Misbakhun merupakan hasil dari pekerjaan nyata yang Ia lakukan dalam jangka waktu yang lama daripada upaya singkat menjelang pemilu. Misbakhun mengutamakan merawat jaringan atau konstituen, dan memperhatikan kebutuhan dan keinginan langsung masyarakat, yang membedakannya dari banyak politisi lainnya. Misbakhun terkenal karena terjun langsung ke lapangan dan berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya, membantu menyelesaikan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi. Masalah tersebut termasuk pengembangan sektor pertanian, penyeIaan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, dan pembangunan infrastruktur desa yang telah lama terabaikan. Ia digambarkan sebagai orang yang tidak hanya hadir di kampanye, tetapi juga orang yang benar-benar peduli dengan kemajuan daerahnya. Karena keterlibatannya yang konsisten dalam berbagai program sosial, warga Pasuruan dan Probolinggo percaya pada kemampuan Misbakhun untuk membawa perubahan yang lebih baik ketika Ia hadir di sana. Selain itu, hal ini menciptakan hubungan yang baik antara Misbakhun dan Dukungan akan diberikan berdasarkan bukti konkret, bukan janji politik. Berikut tabel perolehan suara, caleg DPR RI Jatim II yang lolos ke parlemen. Tabel. 1 Perolehan Suara Jatim II Nama Faisol Riza Mukhammad Misbakhun Anwar Sadad Irsyad Yusuf Mufti A. N Anam Syaiful Nuri Haerul Amri Partai PKB Golkar Gerindra PKB PDIP PAN Nasdem Sumber: Jatim. Hasil Wawancara peneliti pada 7/01/2024 Perolehan Suara Sirkulasi Modal Sosial dalam Politik Elektoral: Strategi Ketahanan Mukhammad Misbakhun sebagai Caleg Petahanan | 55 Melalui berbagai program yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan infrastruktur di daerah pemilihannya. Misbakhun telah menunjukkan keahliannya dalam membangun hubungan dengan konstituen. Dalam politik Indonesia, kekuatan seorang politisi sering kali bergantung pada kemampuan mereka untuk mempertahankan dukungan publik. Seringkali, program sosial yang diluncurkan oleh Misbakhun Ianggap sebagai solusi atas berbagai masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, terutama di daerah tertinggal. Salah satu contoh konkretnya adalah upayanya untuk membangun program-program pelatihan kerja, bantuan langsung tunai, dan pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Semua ini sering dikaitkan dengan pencapaian politik jangka panjang, baik dalam pemilu maupun dalam mempertahankan posisi di lembaga legislatif. 3 Koneksi dan Pengaruh Sosial Di tengah banyaknya caleg petahana yang gagal, fenomena keterpilihan Misbakhun menunjukkan peran penting koneksi dan pengaruh sosial dalam dunia politik Indonesia. Di sini, "koneksi" mengacu pada hubungan yang dimiliki politisi dengan berbagai pihak, termasuk meIa, masyarakat, kelompok bisnis, dan jaringan politik yang lebih luas. Pengaruh sosial mencakup bagaimana orang atau kelompok yang memiliki kekuasaan dapat memengaruhi pendapat publik, membentuk citra, dan membuat kolaborasi strategis untuk meraih kekuasaan. Muhammad Misbakhun, yang dikenal memiliki kekuatan yang kuat di kalangan pengusaha dan elit politik, juga membangun basis dukungan di daerah pemilihannya dengan memanfaatkan jaringan sosialnya yang luas. Seringkali, figur seperti Misbakhun memiliki pengaruh yang lebih besar daripada pertimbangan ideologis atau programatis yang ditawarkan oleh kandidat lain. Ini menunjukkan bahwa relasi dan kekuatan sosial yang dibangun jauh lebih penting daripada kebijakan substantif yang Iajukan oleh para calon dalam praktik politik di daerah. Dalam demokrasi yang mengutamakan partisipasi partai sebagai kekuatan politik, posisi seorang individu dalam partai politik sangat memengaruhi peluang politik mereka dan kemampuan mereka untuk mendapatkan dukungan. Misbakhun memiliki akses langsung ke jaringan nasional dan daerah yang luas sebagai pengurus pusat partai. Dengan posisi ini. Ia dapat dengan mudah mengumpulkan dukungan untuk kampanye pemilu. Partai politik di Indonesia, terutama yang besar seperti Golkar, berfungsi sebagai platform dengan jaringan yang kuat dan sumber daya manusia. Serta finansial yang dapat digunakan untuk mendukung kadernya dalam mencapai posisi politik. Dalam hal ini. Misbakhun memiliki keunggulan strategis dibandingkan calon legislatif lain dengan struktur kepengurusan yang berbeda. Au Orang disini itu melihat pak misbakhun ya golkar, partai golkar terkenal di Kota Pasuruan karena beliau. Kalau sudah orangnya datang kesini . banyak yang mau bertemu Jadi istilah dekengan wong pusat yang lagi ramai itu, benar adanya. 3Ay Hasil wawancara peneliti pada tanggal 20/01/2024 56 | Brawijaya Journal of Social Science Misbakhun sebagai pengurus pusat partai memiliki kekuatan untuk menggerakkan sumber daya partai, termasuk jaringan kader, infrastruktur logistik, dan strategi komunikasi politik. Sebagai pengurus pusat. Ia juga memiliki posisi yang kuat dalam pengambilan keputusan politik partai dan memiliki akses ke sumber daya yang digunakan untuk menciptakan citra politik, meningkatkan kampanye, dan memperluas basis anggota partai. Dengan statusnya saat ini. Ia memiliki kemampuan untuk memanfaatkan jaringan sosial yang ada untuk meningkatkan visibilitas politik dan mendapatkan suara pemilih yang lebih luas. Selain itu. Misbakhun memiliki akses ke berbagai kegiatan sosial dan politik yang dapat membantunya memperkuat posisinya. Ini termasuk berpartisipasi dalam forum diskusi, berpartisipasi dalam acara politik, dan berhubungan dengan pemangku kepentingan penting lainnya di tingkat lokal dan nasional. Ini meningkatkan popularitas dan kredibilitas politik, yang sangat penting untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Dalam posisinya sebagai pengurus pusat Partai Golkar. Mukhammad Misbakhun memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang kuat dengan pengurus partai di daerah. Memiliki hubungan ini memungkinkan Misbakhun untuk membangun kekuatan politik melalui pengurus di Membangun basis dukungan yang kuat, dan menyusun strategi kampanye yang efektif di setiap daerah pemilihan. Pengurus partai daerah sangat penting dalam mendukung calon legislatif, terutama dalam hal mobilisasi massa dan penyeIaan sumber daya yang dapat memperkuat kampanye calon. Misbakhun dapat memanfaatkan koneksinya yang kuat dengan pengurus partai daerah untuk mendapatkan dukungan dari tokoh agama, pengusaha lokal, dan kelompok sosial yang kuat. AuKemarin kita itu ada istilahnya caleg tandem, dengan caleg di dprd dari partai yang sama. Jadi caleg tandem ini, saat kampanye juga memiliki tugas untuk mengenalkan M2. Sehingga hal ini juga efektif mendongkrak elektabilitasnya, dan suaranya nanti dari caleg yang di daerah akan linear ke pusat. 4Ay Selain itu. Ia memiliki kemampuan politik untuk mendapatkan dukungan yang besar, dari jaringan sosial yang dibangun dengan pondok pesantren dan kyai . yang memiliki pengaruh besar di kalangan santri dan masyarakat Pasuruan-Probolinggo. Sebagai politisi. Mukhammad Misbakhun menyadari betapa pentingnya berkolaborasi dengan para kyai dan pondok pesantren untuk mendapatkan dukungan. Ia menggunakan hubungan ini sebagai salah satu taktik politik utama untuk meningkatkan basis dukungan di daerah pemilihan, terutama di daerah di mana mayoritas pengaruh kyai sangat kuat seperti di Pasuruan-Probolinggo. Sebagai tokoh agama yang dihormati dan memiliki jaringan dalam komunitas pesantren, kyai membantu Misbakhun menjangkau kelompok pemilih yang lebih luas, terutama dari kalangan santri dan keluarga pesantren, yang seringkali memiliki pengaruh besar terhadap keputusan politik di tingkat lokal. Hasil wawancara peneliti pada 22/01/2024 Sirkulasi Modal Sosial dalam Politik Elektoral: Strategi Ketahanan Mukhammad Misbakhun sebagai Caleg Petahanan | 57 AuHubungan ini dengan Pak Misbakhun sudah lama, bukan baru-baru ini. Jadi kami sudah dekat lama. Kalau turun ke dapil, khususya kalau ke Probolinggo, beliau pasti menyempatkan hadir bersilaturahmi ke Genggong. 5Ay Koneksi dengan pondok pesantren menjadi penting. Melalui berbagai forum keagamaan yang mereka pimpin, kyai memainkan peran penting dalam menentukan pilihan politik santri. Banyak kyai mengajarkan jamaah atau santri mereka tentang calon legislator yang Ianggap memiliki prinsip yang sesuai dengan ajaran Islam dan kebutuhan masyarakat. Hubungan politik Misbakhun dengan para kyai dapat memberikan legitimasi moral yang signifikan dalam situasi ini, yang dapat meningkatkan kepercayaan dan legitimasi politiknya di kalangan pemilih Muslim, terutama di daerah dengan pengaruh pesantren yang kuat. Dukungan yang lebih terorganisir dapat diperoleh Misbakhun berkat keterlibatan para kyai dan pesantren. Kyai dan pengurus pesantren seringkali memiliki jaringan yang kuat di tingkat lokal, sehingga mereka dapat memobilisasi pemilih dari kalangan santri dan keluarga pesantren. 4 Rekam Jejak dan Kinerja Sebagai Petahana Rekam jejak dan kinerja yang telah ditunjukkan seorang calon legislatif selama masa jabatan sebelumnya adalah komponen utama yang memengaruhi kemenangan seorang calon legislatif dalam pemilu. Dalam konteks Pemilu 2024, kemenangan Mukhammad Misbakhun sebagai anggota DPR RI dari Partai Golongan Karya (Golka. didukung oleh kinerja yang baik selama periode sebelumnya dan rekam jejak yang berhasil menumbuhkan kepercayaan Misbakhun memiliki banyak keuntungan sebagai petahana berkat pengalaman politiknya dan pencapaiannya sebagai anggota DPR. Jejak politik Muhammad Misbakhun dalam lembaga legislatif cukup dikenal, terutama karena upayanya dalam menjaga komunikasi dengan konstituen, pengawasan pemerintah, dan pembuatan kebijakan. Sebagai anggota DPR. Misbakhun terlibat dalam banyak diskusi penting tentang keuangan negara, politik ekonomi, dan undang-undang yang berdampak besar pada masyarakat. Pencapaian ini memberikan kesan positif bagi sebagian besar pemilih yang mengutamakan pengalaman dan kemampuan dalam menjalankan tugas legislatif. Au Pak misbakhun kalau turun ke dapil, pasti selalu membawa program dengan mitra Misal ada sosialisasi sama OJK atau BI ituloh mas, masyarakat sudah senang, jadi itu kenapa Pak Misbakhun selalu terpilih. Kadang ga Cuma itu, biasanya juga ada program bantuan pembinaan UMKM. 6Ay Hasil wawancara peneliti pada 27/01/2024 Hasil wawancara peneliti 17/01/2024 58 | Brawijaya Journal of Social Science Misbakhun dikenal karena komitmennya yang selalu membawa program dengan menggandeng mitra kerjanya. Terutama melalui sosialisasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Forum Group Discussion (FGD) dengan Bank Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkan hubungan langsung antara rakyat dan lembaga negara yang bertanggung jawab atas stabilitas ekonomi dan keuangan. Misalnya. Misbakhun menciptakan kolaborasi dengan OJK sebagai sarana penting bagi masyarakat untuk memahami pengelolaan keuangan yang sehat, perlindungan konsumen dalam industri jasa keuangan, dan pengetahuan tentang investasi yang aman. Program ini benar-benar membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dinamika ekonomi, terutama yang berkaitan dengan produk keuangan yang semakin populer. Sementara itu. Forum Group Discussion (FGD), yang difasilitasi oleh Misbakhun dan Bank Indonesia, adalah platform tempat orang berdiskusi tentang masalah moneter, inflasi, dan stabilitas ekonomi di daerah. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan para politisi, tetapi juga melibatkan masyarakat untuk berbicara langsung dengan perwakilan Bank Indonesia tentang kebijakan yang berdampak pada ekonomi mereka. Ini tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat, tetapi juga menunjukkan kepada konstituen bahwa Misbakhun peduli terhadap kondisi ekonomi mereka dan berusaha untuk memberikan solusi konkret melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan yang sangat mempengaruhi ekonomi negara. AuKami sebagai masyarakat biasa senang Iadakan acara semacam ini mas, biasaya kan kalau acara seperti ini orang penting semua. apalagi yang terkait dengan pinjaman online, bank mekar itu sudah meresahkan. Kalau seperti ini masyarakat kan jadi teredukasi. 7Ay Sebagai petahana. Mukhammad Misbakhun menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan jaringan dukungan melalui berbagai program sosial yang membantu masyarakat secara langsung dan membangun hubungan jangka panjang dengan warga daerah Misbakhun menyadari bahwa hubungan yang baik dengan konstituen harus dijaga sepanjang masa jabatan, bukan hanya selama pemilu. Untuk mencapai tujuan ini, ia secara aktif menerapkan berbagai program sosial yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah rakyat. Selain memperkuat posisi politiknya dan menciptakan basis dukungan yang kuat. Program-program ini membantu konstituen tetap setia dan mempertahankan dukungan mereka. Melalui strategi perawatan konstituen ini. Misbakhun dapat mempertahankan dukungan dari pemilih lama. Konstituen merasa dihargai dan diperhatikan karena program yang memenuhi kebutuhan mereka secara langsung dan komunikasi yang berkesinambungan. Misbakhun berhasil mempertahankan loyalitas konstituen dengan membangun hubungan yang kuat dan menguntungkan, yang pada akhirnya mendorongnya untuk terpilih kembali dalam pemilu. Hasil Wawacara peneliti 15/01/2024 Sirkulasi Modal Sosial dalam Politik Elektoral: Strategi Ketahanan Mukhammad Misbakhun sebagai Caleg Petahanan | 59 5 Persaingan Caleg DPR RI Dapil Pasuruan-Probolingo Pada tahun 2009. Mukhamad Misbakhun pertama kali menjadi calon legislatif pusat di Daerah Pemilihan (Dapi. Jawa Timur II (Kota Pasuruan. Kabupaten Pasuruan. Kabupaten Probolinggo, dan Kota Probolingg. Ia terpilih dengan meraup suara sebesar 27. Perolehan suara tersebut sama halnya dengan 40 persen dari total keseluruhan suara PKS di Dapil Jawa Timur II (Total suara PKS 68. Di Dapil tersebut. Misbakhun menjadi satu-satunya Caleg dari PKS yang lolos ke Parlemen pada tahun 2009. Padahal, pada Pemilu sebelumnya (Pileg 2. PKS tidak bisa mengantongi satu tiketpun ke Senayan dari Dapil tersebut. Fenomena ini menguatkan apa yang telah penulis paparkan sebelumnya betapa besar pengaruh modal personal dalam pemilihan DPR/D di tengah berlakunya sistem proporsional terbuka. Mukhamad Misbakhun berhasil pecah telor bagi PKS. Pada pemilihan legislatif 2014. Mukhamad Misbakhun kembali mencalonkan diri namun tidak lagi melalui PKS, tapi melalui Partai Golkar. Ia memperoleh 66. Jumlah suara yang diperoleh Mukhamad Misbakhun setara dengan 30 persen dari total keseluruhan suara Caleg dan partai Golkar di Dapil tersebut . Pada Pemilu Legislatif (Pile. Mukhamad Misbakhun kembali menggunakan Golkar sebagai kendaraan politiknya di Dapil yang sama. Hasilnya. Ia memperoleh 113. 739 suara dan menjadi satu-satunya Caleg Golkar dari Dapil Jawa Timur II yang lolos ke senayan. Jika dipresentasikan. Mukhamad Misbakhun menyumbang untuk Dapil tersebut sebesar 41 persen dari total keseluruhan perolehan suara Golkar . 760 suar. Gambar 1. Perolehan Suara Mukhammad Misbakhun dan Suara Golkar Kemenangan Mukhamad Misbakhun dalam dua partai yang berbeda pada dua pemilu legislatif menjadi cerminan dari kemampuannya dalam merawat dan mengelola jaringan sosial berbasis keagamaan ini, di mana legitimasi politik dibangun melalui pendekatan yang menghormati struktur kultural masyarakat, khususnya melalui relasi yang erat dengan para kiai, 60 | Brawijaya Journal of Social Science nyai, dan tokoh agama setempat. Dengan kata lain, keberhasilan politik di daerah ini lebih ditentukan oleh kedekatan emosional dan kepercayaan kolektif yang telah dibangun secara konsisten dalam relasi sosial berbasis keagamaan. Dalam konteks sosial-politik wilayah Pasuruan dan Probolinggo, ulama memegang peran yang sangat sentral, tidak hanya sebagai pemuka agama, tetapi juga sebagai pemimpin kultural dan figur politik yang memiliki otoritas moral tinggi di mata masyarakat. Keberadaan pesantren-pesantren besar dan jaringan kiai kharismatik menjadikan wilayah ini sebagai salah satu basis Islam tradisional . yang kuat di Jawa Timur. Masyarakat di kedua wilayah ini masih menunjukkan karakter konservatif, di mana nilainilai keagamaan, tradisi lokal, dan struktur patron-klien sangat dominan dalam membentuk pilihan politik. Dalam konteks ini, legitimasi politik lebih mudah diraih oleh kandidat yang mampu menjalin relasi kultural dan spiritual dengan para ulama serta tokoh agama lokal, dib&ingkan sekadar menjanjikan program rasional. Mukhamad Misbakhun memahami lanskap ini dengan baik, sehingga ia mengembangkan pendekatan yang mengakar pada jaringan pesantren, menghadiri forum-forum keagamaan, dan membangun kepercayaan melalui komunikasi intensif dengan para kiai. Peran ulama sebagai "king maker" dalam kontestasi elektoral menjadi sangat signifikan, terutama karena mereka sering kali menjadi panutan yang menentukan arah dukungan Oleh karena itu, keberhasilan elektoral Mukhamad Misbakhun tidak lepas dari kemampuannya menavigasi medan sosial yang konservatif, dengan cara menghormati dan melibatkan tokoh-tokoh agama sebagai poros utama dalam kampanye, advokasi, dan penyampaian visi-misinya. Sebagaimana dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dijelaskan bahwa Daerah Pemilihan (Dapi. II Jawa Timur terdiri dari beberapa kota/kabupaten Iantaranya Kabupaten Probolinggo. Kabupaten Pasuruan. Kota Probolinggo, dan Kota Pasuruan. Dapil ini memperebutkan 7 kursi dapil dari 87 total kursi di Jawa Timur. Begitu pun dengan pencalonan dalam Dapil II, terdapat 119 calon legislator yang berkontestasi pada pemilihan Adapun Keputusan KPU No. 360 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Dewan Perwakilan Daerah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota secara Nasional dalam Pemilihan Umum Tahun 2024 telah menetapkan hasil Pemilu Legislatif terutama Provinsi Jawa Timur Dapil II dengan perolehan suara sah sebanyak 735 suara. Lebih lanjut, dari perolehan suara tersebut, didapati 7 . anggota legislatif terpilih Iantaranya: Tabel 2. Anggota DPR RI Terpilih Dapil II Jawa Timur Nama Partai Politik Faisol Riza PKB Mohammad Irsyad Yusuf PKB Sirkulasi Modal Sosial dalam Politik Elektoral: Strategi Ketahanan Mukhammad Misbakhun sebagai Caleg Petahanan | 61 Anwar Sadad Gerindra Mufti Aimah Nurul Anam PDIP Mukhamad Misbakhun Dini Rahmania Golkar Nasdem Syaful Nuri PAN Sumber: Keputusan KPU No. 360 Tahun 2024 Tabel di atas menunjukkan anggota legislatif terpilih representasi dari Dapil II Jawa Timur. Faisol Riza memperoleh suara sah sebanyak 214. 779 suara. Diikuti oleh Mukhamad Misbakhun 736 suara. Anwar Sadad sebanyak 93. 471 suara MohammadIrsyad Yusuf sebanyak 884 suara. Mufti Aimah Nurul Anam sebanyak 77. 048 suara. Syaiful Nuri sebanyak 64. 989 suara, dan Dini Rahmania yang memeroleh sebanyak 46. 065 suara menggantikan Moh Haerul Amri 311 suara yang karena meninggal dunia. Ke tujuh anggota terpilih ini memperoleh suara pemilih dari Kabupaten Probolinggo. Kabupaten Pasuruan. Kota Probolinggo, dan Kota Pasuruan. Kota Pasuruan secara geografis merupakan kota yang terletak di antara Selat Madura dan Kabupaten Pasuruan. Kota Pasuruan memilki 34 . iga puluh empa. Kelurahan yang terdiri dari 4 . kecamatan Iantaranya Gadingrejo. Purworejo. Bugulkidul, dan Panggungrejo. Kecamatan Bugulkidul menjadi kecamatan yang memilki area yang paling luas Iantara kecamatan lainnya dengan luas sebesar 14,97 km2 . ,39%). Diikuti oleh Kecamatan Gadingrejo sebesar 8,69 km2 . ,28%). Purworejo sebesar 8,34 km2 . ,38%), dan Panggungrejo sebesar 7,00 km2 . ,95%)(Pemerintah Kota Pasuruan, 2. Berdasarkan Data BPS . , penduduk Kota Pasuruan diproyeksikan sebanyak 211. 497 jiwa pada tahun 2022 dengan terdiri dari 105. 753 jiwa laki-laki dan 105. 744 jiwa perempuan. Data penduduk tersebut juga kemudian diklasifikasikan jumlah Angkatan Kerja di tahun 2022 107. 143 orang dan 50. 315 orang yang bukan angkatan kerja. Adapun jumlah penduduk angkatan kerja menurut jenis kelamin tediri dari 59. 469 laki-laki dan 051 perempuan. Berbeda dengan Kota Pasuruan. Kabupaten Pasuruan secara geografis mengelilingi Kota Pasuruan. Di Sebelah Utara. Kabupaten Pasuruan berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan Selat Madura. Sementara itu, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Malang, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo, dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto. Kabupaten Pasuruan terdiri dari 24 Kecamatan, yang terbagi ke dalam 365 desa/kelurahan dengan luas wilayah sebesar 1. 474,02 km2. Kecamatan Lumbang menjadi kecamatan terbesar dengan luas 125,55 km2 . ,52%). Kemudian diikuti oleh Kecamatan Prigen dengan luas 121,90 km2 . ,27%), dan Kecamatan Purwodadi dengan luas 102,46 km2 . ,95%). Penduduk Kabupaten lebih banyak daripada penduduk Kota Pasuruan. Tercatat pada tahun 2022, 62 | Brawijaya Journal of Social Science 035 penduduk di Kabupaten Pasuruan. Kecamatan Gempol menjadi kecamatan yang padat penduduknya dengan 130. 719 jiwa, dan Kraton dengan 88. 969 jiwa. Data penduduk tersebut diklasifikasikan dari jumlah angkatan kerja di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2022 175 jiwa dan 389. 023 jiwa bukan angkatan kerja (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan, n. Sementara itu, dua kota/kabupaten lain yang masuk dalam Dapil II Jawa Timur Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo memiliki letak secara geografisnya tidak jauh dari Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Kota Probolinggo sendiri secara geografis berada di antara Selat Madura dan Kabupaten Probolinggo. Lebih lanjut. Kota Probolinggo berbatasan dengan Selat Madura di sebelah Utara. Kabupaten Probolinggo di sebelah Selatan. Barat, dan Timur. Sebagaimana batas- batas wilayah tersebut. Kota Probolinggo terbagi ke dalam 5 . kecamatan Iantaranya Kademangan. Kedopok. Wonoasih. Mayangan, dan Kanigaran . i s k omi n f o k o t a p r ob ol i n g g o, n. )Penduduk Kota Probolinggo pada tahun 2022 sebanyak 243. jiwa yang terdiri dari 120. 545 laki-laki dan 122. 655 perempuan Kecamatan Mayangan menjadi kecamatan dengan penduduk terbanyak yakni 61,79 ribu penduduk. Diikuti oleh Kecamatan Kanigaran yang hanya memiliki selisih 0,72 ribu penduduk lebih rendah yakni 61,70 ribu Dari sejumlah penduduk Kota Probolinggo tersebut, kemudian diklasifikasikan pada jumlah angkatan kerja yang memiliki kriteria penduduk berumur 15 tahun ke atas. Jumlah angkatan kerja di Kota Probolinggo sebanyak 129. 272 jiwa, dan bukan angkatan kerja sebanyak 755 jiwa. Lebih lanjut, daerah lain yang juga berbatasan langsung dengan Kota Probolinggo, yakni Kabupaten Probolinggo memiliki karakteristik geografis yang tidak jauh berbeda. Kabupaten Probolinggo memiliki luas wilayah sebesar 1. 696,17 km 2. Luas wilayah Kabupaten Probolinggo terbagi menjadi 24 . ua puluh empa. Kecamatan Krucil menjadi kecamatan yang lebih luas sebesar 202,53 km2. Kemudian diikuti oleh Kecamatan Tiris dengan luas wilayah sebesar 165,67 km2, dan Kecamatan Gading dengan luas sebesar 146,85 km 2. Penduduk Kabupaten Probolinggo pada tahun 2022 bejumlah 1. 965 jiwa yang terdiri dari 572. 137 jiwa laki-laki dan 587. 828 jiwa Perempuan (D I S K OMI N F O K O T A P R OB OL I N G G O, n. Kabupaten Probolinggo menjadi kabupaten yang penduduk perempuannya lebih banyak dib&ingkan penduduk laki-laki Iantara beberapa kabupaten/kota di Dapil II Jawa Timur. Ini juga men&akan bahwa setiap 100 penduduk perempuan di Kabupaten Probolinggo terdapat 97 penduduk laki-laki. Kecamatan Tiris tidak hanya menjadi salah satu kecamatan yang memiliki wilayah terluas di Kabupaten Probolinggo, akan tetapi Kecamatan Tiris juga merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk tertinggi yakni 69. 314 jiwa. Diikuti oleh Kecamatan Kraksaan dengan jumlah penduduk 68. 410 jiwa, dan Kecamatan Tongas sebanyak 68. 282 jiwa. Jumlah penduduk Kabupaten Probolinggo tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam jumlah angkatan kerja sebanyak 671. 564 jiwa, dan jumlah penduduk yang bukan angkatan kerja sebanyak 266. Pada pemilu 2024. Kabupaten Pasuruan menjadi daerah yang memiliki jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbanyak di Dapil II Jawa Timur. Kabupaten pasuruan memiliki jumlah DPT sebanyak 602 pemilih. Tiga daerah lainnya memiliki DPT yang lebih rendah di bawah 1000 pemilih. Sirkulasi Modal Sosial dalam Politik Elektoral: Strategi Ketahanan Mukhammad Misbakhun sebagai Caleg Petahanan | 63 seperti Kabupaten Probolinggo dengan 878. 770 pemilih. Kota Probolinggo dengan 178. pemilih, dan Kota Pasuruan dengan 154. 394 pemilih (Kabupaten-Probolinggo-Dalam-Angka-2024, 6 Modal Sosial Mukhammad Misbakhun Sebagai Basis Politik Elektoral Modal sosial Mukhammad Misbakhun menjadi fondasi utama dalam membangun kekuatan elektoral yang berkelanjutan, terutama dalam konteks transisi politiknya antara tahun 2009 hingga 2019. Dimensi bonding terlihat dari keterikatannya yang kuat dengan komunitas inti baik melalui jaringan keluarga, alumni pesantren, maupun simpul sosial yang homogen secara kultural dan religious. Putnam, 2001. Putnam, 2. , melalui teorinya tentang modal sosial, menegaskan bahwa jaringan, kepercayaan, dan norma timbal balik antarindividu atau kelompok menjadi fondasi utama untuk membangun kerja kolektif baik dalam masyarakat maupun politik. Konsep ini relevan untuk menganalisis kesuksesan Mukhamad Misbakhun dalam memenangkan pemilu legislatif di dua partai berbeda (PKS dan Golka. Sebagai politisi yang berpindah partai. Misbakhun tidak hanya meng&alkan platform ideologis, tetapi memobilisasi modal sosial yang dimilikinya, seperti jaringan Nahdlatul Ulama (NU), relasi bisnis, dan kedekatan dengan konstituen, untuk mempertahankan elektabilitas. Putnam membedakan modal sosial menjadi bonding . katan dalam kelompok homoge. dan bridging . aringan lintas kelompo. Dalam kasus Misbakhun, bonding social capital terlihat dari kemampuannya mempertahankan dukungan basis NU, kelompok homogen dengan ikatan keagamaan dan kultural yang kuat. Loyalitas ini tetap kokoh meski ia pindah dari PKS . artai berbasis Isla. ke Golkar . artai sekule. , menunjukkan bahwa konstituen lebih terikat pada figur daripada identitas Sementara itu, bridging social capital tercermin dari strategi Misbakhun membangun aliansi dengan elit lokal lintas ideologi, seperti tokoh adat, pengusaha, dan birokrat, yang memperluas jangkauan politiknya di kedua partai. Misbakhun secara konsisten memelihara hubungan emosional dan simbolik dengan kelompok ini, termasuk di dalamnya para santri, tokoh agama, dan masyarakat nahdliyin tradisional di Pasuruan dan Probolinggo. Sementara itu, dimensi bridging tampak dalam kemampuannya menjembatani kelompok sosial yang lebih heterogen, termasuk relasi dengan relawan muda, komunitas pengusaha lokal, dan kelompok perempuan yang memiliki latar belakang sosial berbeda. Ia tidak hanya menghalalkan basis tradisional, tetapi juga membuka ruang interaksi yang inklusif melalui berbagai program sosial, edukasi politik, dan kerja sama ekonomi. Adapun linking social capital terefleksi dari kemampuannya mengakses dan membangun relasi dengan aktor-aktor berpengaruh di level nasional, baik dalam konteks partai politik, birokrasi, maupun dunia usaha. Keberhasilan Misbakhun menjalin hubungan dengan elite nasional, termasuk tokoh-tokoh sentral di Partai Golkar memperkuat posisi tawarnya secara politik sekaligus membuka akses. Ketiga dimensi modal sosial inilah yang bersirkulasi dan bersinergi membentuk jaringan elektoral yang tidak hanya kokoh secara lokal, tetapi juga fleksibel dalam menghadapi dinamika politik Keterlibatan Mukhammad Misbakhun sebagai figur politik sangat didukung oleh modal 64 | Brawijaya Journal of Social Science Jaringan sosial yang kuat adalah hal pertama yang mendukung keberhasilannya. Jaringan ini terdiri dari hubungan yang kuat dengan pemimpin agama, tokoh masyarakat, dan individu informal yang memiliki pengaruh signifikan di tingkat komunitas. Misbakhun memperluas dukungan dan meningkatkan kredibilitasnya dengan menggunakan jaringan ini. Tokoh-tokoh tersebut memberikan kepercayaan kepadanya. Selain itu, membangun jaringan yang inklusif menjadi pendekatan yang berguna untuk menjangkau konstituen di berbagai tempat. Hal ini menjadi alat penting untuk menyebarkan program-programnya secara langsung, kepercayaan masyarakat dan meningkatkan hubungan pribadi antara dirinya dan masyarakat. Hal yang mendasari dukungan elektoral adalah sejarah perjuangannya untuk masalah lokal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, yang meningkatkan keyakinan bahwa ia adalah pemimpin yang peduli dan konsisten. Dalam keadaan seperti ini, kejujuran merupakan modal sosial yang strategis. Menanamkan kepercayaan pada masyarakat bahwa ia memiliki kemampuan untuk mewakili keinginan mereka tanpa mengorbankan tujuan pribadi. Selain itu, nilai-nilai Misbakhun yang sesuai dengan kebiasaan lokal, termasuk kebiasaan agama, memperkuat kepercayaan masyarakat, terutama di komunitas yang memiliki ikatan keagamaan yang kuat. Ini ditunjukkan oleh jejaring yang dimiliki oleh Mukhammad Misbakhun. Berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Genggong di Probolinggo adalah salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilannya dalam pemilihan legislatif. Sebagai salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di Probolinggo. Pondok Pesantren Genggong memainkan peran penting dalam membentuk keyakinan masyarakat Pesantren ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam tetapi juga kekuatan sosial dan politik lokal dengan ribuan santri yang masih aktif dan alumni yang tersebar luas. Pesantren mendukung Misbakhun, memberikan legitimasi moral dan sosial yang penting bagi pencalonannya, dan membantu memperluas basis dukungannya di masyarakat. Menggunakan berbagai strategi. Mukhammad Misbakhun membangun hubungan dengan Pondok Pesantren Genggong. Bagian dari strateginya adalah bersilaturahmi dengan para kiai dan tokoh pesantren untuk membangun hubungan yang kuat dengan pemimpin komunitas keagamaan yang dihormati oleh masyarakat. AuDi Pondok Pesantren Genggong, kami menganggap Pak Misbakhun sebagai individu yang memiliki tujuan yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang kami usung. Beliau sering mengunjungi pesantren, berbicara dengan para kiai, dan bahkan mendukung inisiatif pesantren seperti pemberdayaan santri dan pembangunan fasilitas. Kami memberikan dukungan kami bukan hanya karena hubungan pribadi, tetapi karena kami percaya bahwa Ia dapat mewakili aspirasi masyarakat Probolinggo di tingkat nasional. Ay (Wawancara dengan SG, salah satu timses dari Genggon. Selain membangun hubungan formal dengan pesantren. Mukhammad Misbakhun juga memanfaatkan jaringan informal yang melibatkan santri, alumni, dan orang-orang di sekitar Sirkulasi Modal Sosial dalam Politik Elektoral: Strategi Ketahanan Mukhammad Misbakhun sebagai Caleg Petahanan | 65 Alumni pesantren tersebar di seluruh negara menjadi pendorong untuk mendorong dukungan yang lebih besar. Masyarakat pemilih sulit mengabaikan rasa kedekatan yang dibangun oleh hubungan emosional Misbakhun dengan komunitas pesantren. Gambar 2. Proses Konsolidasi dengan Pilar Genggong Sumber: Peneliti Selain itu, dukungan langsung dari para kiai dan tokoh pesantren menambah kekuatan politik Misbakhun karena tokoh-tokoh ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan politik masyarakat Probolinggo yang religius. Reputasi politik Mukhammad Misbakhun sangat dipengaruhi oleh dukungan Pondok Pesantren Genggong. Kedekatannya dengan pesantren memberikan legitimasi dirinya sebagai perwakilan prinsip Islam yang sesuai dengan keinginan orang Probolinggo. Selain itu, cerita kampanye yang diusung Misbakhun sering menggambarkan prinsip-prinsip Islam, semakin memperkuat posisinya di mata pemilih sebagai figur yang memahami dan menghargai kebutuhan masyarakat beragamaan. Dalam mendukung Pak Misbakhun, kiai dan alumni Pesantren Genggong bekerja sama dengan baik. Sementara para alumni bergerak di lapangan untuk menjangkau jaringan masyarakat yang lebih luas, para kiai memberi arahan kepada masyarakat tentang pentingnya memilih tokoh yang bermoral. Kami optimis bahwa dukungan terhadap Pak Misbakhun dapat dimaksimalkan dengan kekuatan jaringan ini. (Wawancara dengan MJ, tokoh masyaraka. Akibatnya, jejaring ini memberikan keuntungan elektoral dan memperkuat posisinya sebagai politisi yang dekat dengan akar budaya dan keagamaan masyarakat. Selain itu, hubungan antara Misbakhun dan Pondok Pesantren Genggong menunjukkan sinergi antara jaringan formal dan informal dalam membangun modal sosial yang kuat. Akses ke mobilisasi massa yang 66 | Brawijaya Journal of Social Science terorganisir diberikan oleh dukungan formal dari struktur pesantren, yang mencakup organisasi dan tokoh kiai. Sementara itu, jaringan informal yang terbentuk melalui hubungan pribadi dengan santri, alumni, dan komunitas sekitar menumbuhkan kedekatan emosional yang mendorong pemilih untuk tetap setia. Kombinasi ini memungkinkan Misbakhun untuk mendapatkan dukungan dari pemilih pesantren tradisional dan juga menarik pemilih lain di daerah Probolinggo. "Sebagai alumni Pondok Pesantren Genggong, kami merasa memiliki kewajiban untuk membantu orang-orang yang dekat dengan pesantren dan peduli terhadap masyarakat. Salah satu orang yang sering berbicara dengan kami, mendukung kegiatan alumni, dan mendukung program pengembangan pesantren adalah Pak Misbakhun. Jaringan alumni di banyak tempat, termasuk di Probolinggo, aktif mendukungnya, terutama selama kampanye. (Wawancara dengan BA. Alumni Genggon. Dalam situasi ini, hubungan yang ada antara pesantren dan Mukhammad Misbakhun tidak hanya bersifat strategis, tetapi juga berdasarkan kepercayaan timbal balik, yang merupakan dasar untuk membangun jejaring sosial. Pondok Pesantren Genggong menjadi pusat pengaruh politik lokal karena kepercayaan masyarakat terhadap kiai dan tokoh-tokohnya. Pesantren mendukung Mukhammad Misbakhun, memberikan legitimasi dan meningkatkan reputasinya di masyarakat. Masyarakat kemudian mendukung Misbakhun karena Ia Ianggap selaras dengan prinsip keagamaan pesantren. Hal ini menunjukkan apa yang Putnam sebut sebagai ikatan kapital sosial, di mana kohesi kelompok diperkuat oleh hubungan antara anggota komunitas yang memiliki nilai atau identitas yang sama. Kemampuan jaringan untuk menjangkau komunitas yang lebih besar dikenal sebagai bridging social capital, menurut teori modal sosial Putnam. Alumni pesantren dari berbagai tempat menjadi sumber penting dukungan untuk Misbakhun. Mereka secara aktif berusaha untuk berkomunikasi, menyebarkan visi dan misi Misbakhun, dan membangun hubungan yang lebih intim dengan masyarakat di tingkat akar rumput. Pesantren Genggong menjadi pusat koordinasi yang efektif untuk mendapatkan dukungan politik berkat jejaring yang Selain itu, dukungan dari Pondok Pesantren Genggong menunjukkan bagaimana modal sosial keagamaan dapat berkembang menjadi modal politik. "Jejaring adalah segalanya dalam politik. Tidak memiliki jaringan yang kuat akan sulit bagi caleg untuk mendapatkan dukungan dari partai, masyarakat, dan kelompok strategis Jaringan ini melibatkan orang-orang di masyarakat dan organisasi, komunitas lokal, dan bahkan kelompok relawan. Peluang untuk meraih keterpilihan meningkat seiring dengan jaringan yang lebih luas dan kuat. (Wawancara dengan MJ, tokoh masyaraka. Modal sosial yang dihasilkan oleh jejaring pesantren ini memperkuat hubungan emosional Misbakhun dengan masyarakat dan memberikan struktur yang memungkinkan kampanye berhasil di tingkat lokal. Efek positif dari kombinasi ikatan sosial dan pembangunan kekayaan sosial membuat Misbakhun lebih disukai. Ini membuat pesantren menjadi institusi sosial yang Sirkulasi Modal Sosial dalam Politik Elektoral: Strategi Ketahanan Mukhammad Misbakhun sebagai Caleg Petahanan | 67 relevan secara politik dan meningkatkan popularitasnya. Putnam berpendapat bahwa jejaring sosial seperti ini bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya bagi individu yang Dukungan yang diberikan kepada Mukhammad Misbakhun tidak hanya terkait dengan kepentingan politik, tetapi juga menunjukkan bagaimana jejaring sosial yang berbasis pesantren dapat berfungsi sebagai alat penting untuk meningkatkan demokrasi lokal. Dengan kekuatan sosialnya. Mukhammad Misbakhun dapat membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat Probolinggo. Pada akhirnya, ini meningkatkan peluang Ia untuk dipilih dalam pemilu Kesimpulan dan Saran Rekam jejak yang kuat dan kinerja legislatif yang konsisten menjadi kekuatan utama Misbakhun sebagai petahana untuk mempertahankan dukungan konstituen. Kemampuan Misbakhun untuk mempertahankan dan menjaga anggota kelompoknya sebagai bagian dari jaringan sosial yang terus berkembang merupakan faktor penting dalam kemenangan Misbakhun. Dengan memanfaatkan program seperti sosialisasi ekonomi, bantuan sosial, dan pelatihan kewirausahaan. Misbakhun berhasil mempertahankan loyalitas konstituen dan mengumpulkan dukungan dari berbagai bagian masyarakat. Program-program ini meningkatkan hubungan emosional antara Misbakhun dan pemilihnya selain memberikan manfaat langsung kepada Selain itu. Misbakhun memiliki hubungan yang luas dengan tokoh agama, pengurus pondok pesantren, dan kelompok masyarakat lainnya yang dapat memengaruhi pemilihan. Koneksi ini sangat mendukung secara moral dan memberikan legitimasi politik, terutama di daerah pemilihan yang memiliki basis masyarakat muslim yang kuat. Kemenangan Misbakhun dihasilkan dari konsolidasi basis suara dan pengembangan jaringan dukungan melalui hubungan Penelitian ini memiliki keterbatasan pada fokus studi kasus tunggal sehingga temuan belum dapat digeneralisasikan ke konteks politik elektoral yang lebih luas. Selain itu, pendekatan kualitatif yang digunakan belum mengukur secara kuantitatif pengaruh modal sosial, serta masih terbatas dalam menggali perspektif pemilih. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan komparatif dan metode campuran, serta memberi perhatian lebih besar pada sudut pandang pemilih untuk memperkaya analisis ketahanan politik dalam konteks Daftar Pustaka