JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar Vol, . No, . p-ISSN: e-ISSN: Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Ambon Upaya Guru Kelas Dalam Menanamkan Self-Awareness Berbasis Kearifan Lokal . ocal Wisdo. Maluku Pada Peserta Didik Kelas V Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon Safia Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Institut Agama Islam Negeri Ambon e-mail: fyfia092@gmail. Abstract This study aims to find out what efforts the teacher made, the supporting factors, and the inhibiting factors of the teacher in instilling Self-Awareness based on the values of Maluku local wisdom in class V students at State Madrasah Ibtidaiyah (MIN) 1 Ambon. This research is qualitative research that uses a phenomenological approach, data collection techniques through interviews or interviews, observation, and documentation. The results showed that the efforts made by the teacher to instill Self-Awareness in students were in the form of being a role model for students, integrating Maluku local wisdom values in learning, providing structured counseling or guidance, controlling students, and collaborating with parents/guardians of students. Based on these efforts, of course, there are supporting factors that come from external students in the form of habituation at home, social friends, and madrasa culture. While the internal supporting factors are in the form of personal learners. This effort also has inhibiting factors that come from external students in the form of unfavorable environmental factors and Madrasah activities that are only based on religious While the internal inhibiting factors are psychological factors of students Keywords: classroom teacher. Self-Awareness. Local wisdom Maluku Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja upaya yang guru lakukan, faktor pendukung dan faktor penghambat guru dalam menanamkan Self-Awareness berbasis nilainilai kearifan lokal Maluku pada peserta didik kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologis, teknik pengumpulan data melalui interview atau wawancara, observasi dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang guru lakukan untuk menanamkan Self-Awareness pada peserta didik berupa menjadi role model untuk peserta didik, pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal maluku dalam pembelajaran, memberikan bimbingan nasehat atau konseling terstruktur, mengontrol peserta didik dan melakukan kerjasama dengan orang tua/ wali peserta didik. Berdasarkan upaya tersebut tentunya memiliki faktor pendukung yang berasal dari eksternal peserta didik berupa pembiasaan di rumah, teman bergaul, dan budaya madrasah. Sedangkan faktor pendukung internal berupa pribadi peserta Upaya ini juga memiliki faktor penghambat yang berasal dari eksternal peserta didik berupa faktor lingkungan yang kurang baik dan kegiatan Madrasah yang hanya berpatokan pada nilai-nilai agama. Sedangkan faktor penghambat internal berupa faktor psikologi peserta Kata kunci: Guru Kelas. Self-Awareness. Nilai-nilai kearifan lokal Maluku Vol, 1. No,1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: Pendahuluan Pada dasarnya pendidikan saat ini lebih mengutamakan kualitas dalam diri seseorang yang memiliki tata perilaku, berwawasan keilmuan, dan berbudi pekerti luhur disetiap perbuatannya. Oleh karena itu pendidikan berlandaskan nilai sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas moral, personality, dan perilaku peserta didik yang semakin luntur karena pengaruh perkembangan zaman. 1 Pendidikan karakter yang dilaksanakan melalui pengenal nilai-nilai kearifan lokal dapat dilangsungkan dengan sarana dalam pembentukan karakter peserta didik yang selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal serta melestarikan budaya-budaya lokal, sehingga terus hidup dan selalu berkembang melalui pendidikan di madrasah. Pengenalan nilai-nilai kearifan lokal dapat berasal dari budaya yang terdapat pada sekitar peserta didik Salah satunya yaitu Maluku yang memiliki berbagai jenis nilai kearifan lokal . ocal wisdo. dengan tujuan untuk membentuk karakter masyarakat di Maluku yang berdasar pada nilai-nilai religius, gotong royong dan nilainilai seni dan sastra lokal. Salah satu contoh bentuk nilai kearifan lokal yang terdapat di Maluku adalah pela. Pela dapat membentuk hak dan kewajiban setiap masyarakat untuk saling melengkapi dalam kekurangan dan kelebihan meskipun tidak memiliki ikatan darah satu sama lainnya. 3 Pela tidak memandang status sosial, agama, maupun budaya yang dianut oleh seseorang karena setiap masyarakat menyadari mereka saling membutuhkan satu sama lainnya. Contoh perilaku pela seperti peristiwa yang terjadi pada 24 Desember 2018 yaitu pengamanan dan pengaturan lalu lintas di depan gereja silo yang dilakukan oleh aparat TNI Polri serta beberapa pemuda muslim dan remaja masjid dengan menggunakan baju kokoh dan kopiah yang berpartisipasi mengamankan ibadah malam natal di Gereja Silo yang berada di kawasan Tugu Trikora. Jln. AM. Sangaji. Kota Ambon. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon yang di laksanakan langsung dengan kegiatan PPKT selama tiga bulan dari tanggal 20 September Ae 15 November 2022, peneliti menemukan bahwa masih terdapat adanya konflik antar sekolah atau lebih sering dikenal sebagai tawuran antar peserta Selain itu adanya kubu-kubu pertemanan atau circle yang terdapat di dalam kelas sehingga membatasi hubungan pertemanan peserta didik antara satu sama lainnya. Serta adanya intimidasi verbal antar peserta didik, sehingga memunculkan adanya kerenggangan hubungan peserta didik. Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan nilai kearifan lokal . ocal wisdo. Maluku. Dari fenomena tersebut dapat kita ketahui bahwa pembelajaran yang terdapat di kelas sama sekali tidak menyentuh karakter peserta didik atau merubah karakter peserta didik. Untuk menangani kejadian ini perlu Latifah Nuraini. AuIntegrasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Matematika SD/MI Kurikulum 2013Ay (Jurnal JPM. Vol. 1 No. Tahun 2. , hlm 2. Karimatus Saidah. AuImplementasi Pendidikan Karakter Melalui Pengenalan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Di SDN Burengan 2 Kota KediriAy (Tarbiyatuna. Vol. 2 No. , 2. , hlm 36. Ibid. Rahmat Rahman Patty, . AuPemuda Masjid di Ambon Bantu Jaga Ibadah Natal di GerejaAy, (Kompas. com, https://amp. com/regional/read/2018/12/24/23303801/pemuda-masjid-di-ambon-bantujaga-ibadah-natal-di-gereja. ) diakses pada 21 Januari 2023 JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar adanya Self-Awareness dalam diri peserta didik, tentang pentingnya penerapan nilainilai kearifan lokal dalam kegiatan sehari-hari. Self-Awareness yaitu kontrol dalam diri seseorang saat menghadapi lingkungan yang berbeda-beda serta menyadari alasan atas perilaku atau kegiatan yang Self-Awareness merupakan cara setiap indivisu untuk memiliki kesadaran dalam diri agar dapat memotivasi, emotions control, convident, yakin terhadap diri sendiri agar peka dan dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Untuk menumbuhkan Self-Awareness pada peserta didik dibutuhkan peran guru. Sesuai dengan pasal 20 UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen terdapat beberapa kewajiban berupa sikap yang perlu dimiliki oleh guru yaitu guru harus bertindak objektif dan tidak membeda-bedakan peserta didiknya berdasarkan jenis kelamin, religion, suku, ras, kondisi fisik, background, dan status sosial peserta Guru juga perlu menghormati dan mengamalkan perundang-undangan, kode etik guru, nilai-nilai agama, etika, dan memelihara serta memupuk rasa persatuan dan Guru menjadi penentu mutu dan personality peserta didik karena guru dijadikan sebagai role model bagi peserta didik. Sesuai dengan pengamatan peneliti terhadap guru kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon, terdapat minimnya penanaman berbasis nilai-nilai kearifan lokal . ocal wisdo. Maluku yang guru lakukan kepada peserta didik untuk selalu menjaga dan melindungi nilai-nilai lokal Maluku sehingga tidak sirna. Pembahasan Definisi Upaya Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia AuUpaya adalah usaha, ikhtiar untuk mencapai sesuatu, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar dan sebagainya. Upaya adalah sesuatu yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. 6 Upaya diartikan sebagai usaha, syarat untuk mencapai hal tertentu. 7 Dari kedua konsep tersebut maka dapat kita ketahui upaya merupakan kegiatan atau tindakan yang dilakukan seseorang untuk mencapai goal atau menyelesaikan persoalan tertentu yang berkaitan dengan dirinya sendiri. Pengertian Guru Guru menjadi aspek penentu kualitas pendidikan karena guru secara langsung berinteraksi dengan peserta didik yang memiliki beragam karakter, sosial dan budaya. Melalui guru kualitas dan personality peserta didik dibentuk, itulah mengapa guru disebut sebagai kurikulum berjalan. Sebaik apapun kurikulum dalam suatu pendidikan tetapi jika tidak didukung kualitas dan skill guru maka semuanya tidak akan berguna. Dhita Paranita & Duana Fera. AuPeningkatan Self- Awaareness Anak Usia Dini Melalui Mitigasi Bencana Gunung MeletusAy. Al-Athfal Jurnal Pendidikan Anak. No. 2 (Desember 2. , hlm. Ghina Salsabila. AuUpaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Keasadaran Berbusana Muslimah Bagi Siswa Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 9 Muaro Jambi Provinsi JambiAy (Jambi: Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin. Tahun 2. , hlm 9. Shima Dewi Fauzia. AuUpaya Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Fiqih Di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kota MetroAy (Metro: Institut Agama Islam Negeri Metro. Tahun 2. , hlm 26. M Shabir. AuKedudukan Guru Sebagai PendidikanAy (Auladuna. Vol. 2 No. Tahun 2. , hlm 222. Vol, 1. No,1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: Guru harus mampu mengkreasikan atau melakukan berbagai metode agar motivasi peserta didik muncul dan berkembang dengan baik. 9 Guru juga dijelaskan dalam Hadis Riwayat Bukhari, yaitu sebagai berikut:10 A aNA a AaE eOIA a eAO aacIaOcaAeOIa aEa aI a AaCa aN aA ca a AEa aI a aOOaCa aE A a aA A a AEacIaO EacaO OA a a eE a eE aI Ca e aE aEA a a a cacO EIA Artinya: jadilah pendidik yang penyanyun, ahli fiqih, dan ulama. Disebut pendidik apabila seseorang mendidik manusia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikt yang lama-lama menjadi banyak (HR. Bukhar. Guru menjadi role model yang akan ditiru dan diikuti oleh peserta didiknya. Oleh karena itu karakter atau sikap guru perlu diperhatikan karena setiap tindakan guru dijadikan sebagai panutan bagi peserta didik. 11 Contoh tindakan seperti bersikap jujur, bertanggung jawab, tekun, rendah hari, sopan santun, dan menghargai orang lain. merupakan komponen penting yang menentukan berhasil dan tidaknya suatu pembelajaran yang dilaksanakan, guru juga dapat membentuk karakter dan moral peserta didik karena guru merupakan role model terhadap peserta didik oleh karena itulah guru diwajibkan agar selalu kreatif dalam melaksanakan suatu pembelajaran agar tidak sia-sia. Peserta didik Peserta didik adalah seseorang yang memperoleh layanan pendidikan yang selaras dengan minat, bakat serta kapabilitas dengan tujuan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik serta memiliki rasa puas ketika menerima dan mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh gurunya. 12 Menurut Hadari Nawawi Aupeserta didik adalah seseorang yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan fisik, psikologis, sosial dan religius. Ay13 Peserta didik merupakan seseorang yang terdapat dalam masa pertumbuhan dan perkembangan dengan memperoleh pelayanan pendidikan yang selaras dengan minat, bakat dan kemampuannya baik bidang fisik, psikologis, sosial maupun agama. Self-Awareness (Kesadaran Dir. Self-Awareness adalah suatu situasi yang membuat kita sadar mengenai emosi dialami serta munculnya pemikiran-pemikiran kita mengenai emosi tersebut. 14 SelfAwareness adalah kemampuan dalam mengobservasi dan mengenali diri dalam menciptakan identitas yang kuat, mengenali sumber kekuatan dan kelemahan internal, serta dapat mengubah tujuan dalam mengambil keputusan secara Sumiati. AuPeran Guru Kelas Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar SiswaAy (Tarbawi: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. 3 No. Tahun 2. , hlm 148. https://w. com/hikmah/doa-dan-hadits/d-6425790/5-hadits-tentang-guru-bukti-betapa-islammemuliakannya#::text=Artinya: Barang siapa memuliakan orang,surga (Kitab Lub abul Hadit. , diakses pada Selasa, 13 Januari 2023 Rina Palunga dan Marzuki. AuPeran Guru Dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Depok SlemanAy (Jurnal Pendidikan Karakter. Vol. 8 No. Tahun 2. , hlm 111. Askhabul Kirom. AuPeran Guru dan Peserta Didik Dalam Proses Pembelajaran Berbasis MultiKulturalAy (Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. 3 No. Tahun 2. , hlm 75. Karmaliah. AuHakikat Peserta didikAy (Education Journal: General and Specific Research. Vol. 1 No. Tahun 2. , hlm 50. Jocelyn dkk. AuKedisiplinan Ditinjau Dari Self-Awareness Pada Siswa Kelas XI Di SMK TELKOM 2 MedanAy (Journal Of Research In Business. Economics. And Education. Vol. 3 No. Tahun 2. , hlm 1531. JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar 15 Self Awareness atau sering disebut juga sebagai kesadaran diri merupakan suatu keadaan yang mana seorang individu menyadari emosi yang dialaminya dan perilakunya terhadap suatu situasi tertentu sehingga dapat mendorong individu tersebut untuk lebih mengatur dan memperhatikan dirinya Menurut Robert indikator Self-Awareness memiliki beberapa komponen yaitu bisa mengontrol atas tindakan yang dilakukan, memiliki sikap mandiri, mengetahui kekurangan dan kelebihan diri, mempu membuat keputusan dengan mempertimbangkan langkah yang tepat, terampil menyampaikan pendapat, dan dapat mengevaluasi diri. Kearifan lokal . ocal wisdo. Kearifan lokal . ocal wisdo. bersumber dari pengalaman masyarakat pada suatu wilayah yang belum digunakan oleh wilayah lainnya. 17 Kearifan lokal . ocal wisdo. mencakup seluruh bentuk keadilan yang berlandaskan nilai-nilai kebaikan yang diyakini, diimplementasikan dan selalu dijaga kelestariannya secara turuntemurun pada wilayah tersebut yang menjadi tempat tinggal mereka. 18 kearifan lokal adalah bersumber dari experience masyarakat yang mengandung nilai-nilai positif yang diimplementasikan, dilestarikan, dan diyakini oleh masyarakat setempat sebagai strategi dalam menghadapi masalah tertentu sehingga dijadikan sebagai pandangan hidup pada masyarakat yang berada di wilayah tersebut. Menurut Alhafidz terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal yaitu berupa nilai religi contohnya berupa festival hadrat, gotong royong yang setiap daerahnya memiliki istilah yang berbeda contohnya Maluku yaitu Masohi, nilai-nilai seni dan sastra lokal yang mana setiap wilayah di Indonesia memiliki nilai luhur yang berbeda-beda conothnya di Maluku adalah pela gandong . Metode Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologis. Pendekatan fenomenologis bersumber dari bahasa Yunani yaitu AuPhainomenonAy yang berarti AugejalaAy atau sesuatu yang telah memperlihatkan diri sehingga nyata bagi pengamat. Penelitian fenomenologis adalah suatu penelitian yang berusahan untuk mengetahui makna dari suatu kejadian serta interaksi sosial pada masyarakat disekitar pada perisriwa tertentu sehingga memunculkan sejumlah anggapan yang berbeda dengan cara menemukan AufaktaAy atau AupenyebabAy melalui Helfiyana Maduwu. AuEfektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Self Awareness Santri Dalam Melaksanakan Shalat FardhuAy (Sumatera Barat: Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Tahun 2. , hlm 22. Titi Catur Aritin. AuDeskripsi Kemampuan Berpikir Analitis Matematis Ditinjau Dari Self-Awareness Siswa SMP Negeri Purwokerto Ay (Jawa Tengah: Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Tahun 2. , hlm 1920. Sukron Dkk. AuNilai-Nilai Kearifan Lokal Sebagai Pembentuk Karakter MasyarakatAy (Jurnal Pendidikan Karakter. Vol. 10 No. Tahun 2. , hlm 250. Nurmala Sari. AuPendidikan Berbasis Kearifan Lokal Untuk Membentuk Karakter Siswa Sekolah DasarAy (Jp: Jurnal penelitian, pendidikan dan pengajaran. Vol. 1 No. Tahun 2. , hlm 33. Alhafizh Mahardika. AuPenanaman Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lokal Di SekolahAy (Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan. Vol. 7 No. Tahun 2. , hlm 20. Vol, 1. No,1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: sejumlah subjek penelitian. 20 Oleh sebab itu, peneliti mengkaji upaya guru kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon dalam menanamkan Self-Awareness berbasis kearifan lokal (Local Wisdo. Maluku pada peserta didik kelas V. Menggali informasi tentang faktor pendukung dan penghambat guru kelas dalam menanamkan Self-Awareness berbasis kearifan lokal (Local Wisdo. Maluku pada peserta didik kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon. Hasil dan Pembahasan Upaya guru dalam menanamkan Self-Awareness berbasis nilai-nilai kearifan lokal Maluku Berdasarkan kegiatan yang peneliti lakukan untuk mengumpulkan data penelitian yang sesuai maka peneliti mendapatkan hasil penelitian sebagai berikut: Menjadi Role Model bagi peserta didik dalam mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal Maluku Menjadi role model merupakan segala sikap dan tindakan yang guru lakukan untuk menampilkan nilai-nilai kearifan lokal Maluku dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat di ikuti oleh peserta didik. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Asri dan Rustan yang menyatakan bahwa seorang guru harus mampu dalam menjaga sikap dan perilaku karena guru merupakan role model bagi peserta didik, keluarga, dan masyarakat. 21 Mengajarkan nilai-nilai kearifan lokal Maluku pada peserta didik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berdasarkan data wawancara bersama ibu hayati . ali kelas VC) menyatakan bahwa guru selalu membantu, menjaga, dan saling mengingatkan peserta didik agar menghargai satu dan lainnya meskipun mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Hal tersebut juga diajarkan kepada peserta didik di dalam kelas agar saling menghargai satu sama lain. Hal ini selalu diimplementasikan oleh guru dalam kehidupan sehari-hari agar peserta didik memiliki Self-Awareness berupa mengetahui kelebihan dan kekurangan diri pada item dapat memiliki rasa tanggung jawab dalam menerapkan nilai kearifan lokal Maluku berupa pela gandong. Mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Maluku dalam pembelajaran Pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal Maluku dalam pembelajaran ini dibutuhkan pengetahuan dan rasa ingin tahu guru terhadap peristiwa atau halhal apa saja yang sedang berkembang atau yang terjadi dilingkungan Hal tersebut sesuai pernyataan dari Naela Khusna bahwa salah satu langkah mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal yaitu dengan mengobservasi keadaan dan potensi yang ada di lingkungan sekitar peserta didik kemudian dianalisis apakah dapat diintegrasikan dalam materi Tjipto Subadi. AuMetode Penelitian KualitatifAy (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2. , hlm 17. Asri dan Rustan. AuMoralitas dan Profesionalisme Guru Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu PendidikanAy (Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran. Vol. 3 No. Tahun 2. , hlm 297 JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar 22 Pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal Maluku dapat dibentuk menjadi pembelajaran yang menarik. Berdasarkan hasil wawancara bersama Bapak Masduqi . ali kelas VA), beliau menyatakan bahwa membuat suatu pembelajaran harus menarik serta sesuai dengan lingkungan sekitar peserta didik untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal Maluku. Dalam menanamkan nilai-nilai kearifan lokal Maluku guru juga menyesuaikan nilai-nilai yang ada dengan karakteristik mata pelajaran itu sendiri. Contoh materi SBdP (Seni Budaya dan Prakary. yang diintegrasikan dalam nilai-nilai kearifan lokal Maluku yaitu Tema 7 peristiwa dalam kehidupan Subtema 2 peristiwa kebangsaan seputar proklamasi kemerdekaan pembelajaran 2, dalam pembelajaran tersebut guru membagi kelompok peserta didik dan memerintahkan agar setiap kelompok menghafalkan satu tarian, kemudian ditampilkan di depan kelas. Melalui tugas kelompok ini guru-guru mulai menanamkan Self-Awareness pada indikator mengetahui kelebihan dan kekurangan diri, mampu membuat keputusan, dan terampil menyampaikan pendapat. Hal ini juga merupakan nilai pela gandong pada prinsip kebersamaan peserta didik. Memberikan bimbingan nasehat atau konseling terstruktur Hal ini sesuai dengan peran guru sebagai Supervisor yang artinya guru mengawasi, memberikan bimbingan, mengetahui masalah peserta didik kemudian memberikan solusi atas permasalahan tersebut. 23 Pemberian nasehat dapat dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara bersama Ibu Hayati . ali kelas VC), guru selalu memberikan nasehat kepada peserta didik sebelum melaksanakan proses Hal ini dimaksudkan untuk menanamkan Self-Awareness peserta didik mengenai tanggung jawabnya di Madrasah yaitu sebagai peserta didik dan tanggung jawabnya di rumah terhadap orang tuanya yaitu sebagai seorang anak. Pemberian nasehat dan bimbingan ini selalu dilaksanakan oleh guru sehinga penanaman indikator Self-Awareness berupa mengetahui kelebihan dan kekurangan diri dalam item memiliki tanggung jawab dalam menerapkan nilainilai kearifan lokal Maluku berupa pela gandong. Mengontrol peserta didik Mengontrol peserta didik ini biasanya muncul dari berbagai kegiatan madrasah yang melibatkan peserta didik seperti pemberian tugas. Hal ini sesuai dengan peranan guru sebagai pendidik profesional yang selalu siap dalam mengontrol peserta didik, dimana pun dan kapan pun. James B Brow berpendapat bahwa peran guru harus mampu menguasai dan mengembangkan Naela Khusna AuPembelajaran berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar: Sebuah Kerangka KonseptualAy (Inopendas Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. 1 No. Tahun 2. , hlm 51. Ahmad Sopian. AuTugas. Peran dan Fungsi Guru Dalam PendidikanAy (Raudah: Jurnal Tarbiyah Islamiyah. Vol. 1 No. Tahun 2. , hlm 90. Vol, 1. No,1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: materi pembelajaran, merancang, serta menyiapkan pembelajaran setiap hari dengan mengontrol dan mengevaluasi kegiatan peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara bersama Bapak Masduqi . ali kelas VA), pengontrolan diri peserta didik dapat guru ketahui melalui hal-hal yang kecil seperti pemberian tugas yang mana peserta didik tersebut harus mengerjakan dan mengumpulkannya tepat waktu. Oleh karena itu, guru harus memiliki berbagai cara dan strategi untuk menanamkan Self-Awareness pada peserta Salah satunya selalu mengingatkan tugas pada peserta didik jika belum Dengan tindakan tersebut, guru mulai menanamkan indikator SelfAwareness pada peserta didik berupa bertanggung jawab mengerjakan tugastugas yang diberikan guru. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di kelas V peserta didik selalu mengerjakan tugas meskipun terlambat Hal ini menanamkan indikator Self-Awareness peserta didik dalam aspek bersikap mandiri yaitu dengan mengatasi masalah dengan baik dan mengevaluasi diri. Melakukan kerjasama Kerjasama dengan Orang tua/ Wali peserta didik merupakan hubungan antar guru dan orang tua/ wali peserta didik untuk berpartisipasi pada kegiatan peserta didik, menangani peserta didik, mendidik serta membimbing peserta didik dan lain-lain. pendidikan yang didapatkan anak di madrasah akan diimplementasikan dalam keluarga, begitupun sebaliknya yang ajaran yang diterima peserta didik dari orang tua di rumah akan menjadi pondasi awal bagi kepribadian peserta didik. 25 Sehingga banyak kegiatan madrasah yang melibatkan orang tua. Berdasarkan data hasil wawancara bersama bapak Muhsin (Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Ambo. , setiap pengadaan kegiatan Madrasah guru-guru selalu berusaha melibatkan Orang tua/ Wali murid sehingga kegiatan yang diadakan bisa berjalan dengan baik. Pelibatan orang tua/ wali murid dalam kegiatan peserta didik berupa kegiatan dalam kelas maupun di luar kelas. Kegiatan di dalam kelas, berupa tugas yang diberikan oleh guru. Melalui tugas itu guru berusaha melibatkan orang tua/ wali peserta didik untuk mengontrol dan mengingatkan anaknya untuk mengerjakan tugas dengan melalui pesan grup kelas. Berdasarkan hasil observasi, guru juga selalu memberikan tugas pada peserta didik yang harus dikerjakan bersama dengan orang tua. Hal tersebut bertujuan agar peserta didik memiliki indikator Self-Awareness berupa dapat Leni Herlina. AuGuru Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Lingkungan Hidup. Telaah Perannya Dalam Membentuk Karakter Peserta DidikAy (Idrak: Journal Of Islamic Education. Vol. 03 No. Tahun 2. Syarifah Rahmi. AuKerja Sama Orang Tua Dan Guru Dalam Membentuk Kepribadian Peserta Didik Di SekolahAy (Jurnal Azkia. Vol. 16 No. Tahun 2. JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar mengontrol diri atas tindakan yang dilakukan serta menanamkan nilai kearifan lokal Maluku berupa nilai masohi kepada peserta didik. Faktor pendukung dan penghambat guru dalam menanamkan Self-Awareness berbasis nilai-nilai kearifan lokal Maluku . Faktor pendukung Faktor pendukung dibagi menjadi 2 yaitu faktor eksternal dan internal, yaitu sebagai berikut: Faktor eksternal . Pembiasaan di rumah Menurut Syaiful Bahri hal ini dikarenakan kepribadian anak ditentukan oleh ajaran, pengalaman serta kegiatan-kegiatan yang dilakukanya dalam lingkungan keluarga sejak kecil. 26 Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara bersama bapak Maduqi terdapat beberapa peserta didik yang memang memegang kebiasan di rumah atau memegang ajaran yang diberikan oleh orang tuanya dan berlanjut di Madrasah serta di manapun tempat dia berada contohnya seperti melaksanakan sholat. Berdasarkan hal tersebut peserta didik telah memiliki Self-awareness dalam mengontrol diri atas tindakan yang dilakukaan. Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap beberapa peserta didik kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon ketika mahasiswa PPKT membersihkan mushola dan mengecat pot bunga, peserta didik ikut membantu dalam kegiatan itu. Berdasarkan perilaku peserta didik tersebut peserta didik telah mengimplementasikan nilai kearifan lokal Maluku yaitu . Teman bergaul Teman bergaul dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik berupa perilaku, karena teman bergaul dapat mengajak atau mengingatkan peserta didik mengenai hal-hal apa saja yang perlu dilakukan. Hal ini sesuai dengan hasil observasi terhadap peserta didik yang menyatakan bahwa beberapa peserta didik suka mengajak temannya untuk mengikuti sholat dhuha, mengajak teman-temannya untuk berdoa sebelum belajar bahkan tanpa di perintahkan oleh guru, serta peserta didik bersama-sama melaksanakan sholat 5 waktu, serta saling mengajak untuk mengikuti lomba di Madrasah maupun di luar Madrasah. Berdasarkan hal tersebut peserta didik telah memiliki Self-awareness berupa mengevaluasi diri dan mengetahui kelebihan dan kekurangan diri. Berdasarkan hasil observasi peneliti ketika kegiatan mahasiswa PPKT untuk membersihkan mushola, terdapat peserta didik yang mengajak 2 orang temannya untuk ikut serta membantu mahasiswa PPKT. Akhirnya. Syarifah Rahmi. AuKerja Sama Orang Tua Dan Guru Dalam Membentuk Kepribadian Peserta Didik Di SekolahAy (Jurnal Azkia. Vol. 16 No. Tahun 2. Vol, 1. No,1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: mereka bertiga ikut membantu dalam membersihkan mushola. Berdasarkan kejadian tersebut, maka peserta didik sudah mengimplementasikan nilai kearifan lokal Maluku berupa nilai masohi. Budaya Madrasah Menurut Ahmad dan Andika yang menyatakan bahwa budaya Madrasah dibentuk dengan tujuan untuk membantu dan membina peserta didik untuk berproses menjadi dewasa dan memiliki budi pekerti yang baik. 27 Hal tersebut sesuai hasil observasi peneliti di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon, kegiatan harian madrasah di mulai dengan peserta didik datang lebih awal jika ada sholat dhuha bersama di sekolah yang dimulai pukul 07:00, kemudian dilanjutkan dzikir serta sholawat bersama, setelah kegiatan sholat dhuha selesai peserta didik berbaris di depan kelas dengan rapi, kemudian peserta didik mencium tangan guru dan masuk kelas, setelah itu peserta didik mulai membaca surat-surat pendek dan dilanjutkan dengan berdoa, kemudian guru memberikan waktu 10 menit agar peserta didik sarapan pagi terlebih dahulu yang berlangsung dengan guru memberikan bimbingan berupa nasehat kepada peserta didik, dan guru memulai Kegiatan mingguan yang di adakan madrasah berupa sholat dhuhah bersama setiap hari Selasa dan Kamis kemudian senam pagi yang dilakukan setiap hari JumAoat. Kegiatan tahunan yang diadakan oleh madrasah berupa perayaan Maulid nabi. Pesantren kilat, dan perayaa harihari nasional. Kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Madrasah dapat membantu guru dalam menanamkan Self-Awareness pada peserta didik karena melalui kegiatan-kegiatan tersebut peserta didik dapat mengontrol diri, memiliki sikap mandiri, dan dapat mengevaluasi diri. Berdasarkan hasil observasi peneliti, menemukan bahwa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon sering mengutus peserta didiknya dalam mengikuti berbagai lomba contohnya lomba hadrat yang merupakan nilai kearifan lokal Maluku dalam bidang religi. Lomba tersebut di adakan pada tanggal 23 Oktober 2022. Melalui kegiatan ini, pihak Madrasah telah mengajarkan nilai-nilai kearifan lokal Maluku berupa tarian Hadrat yang termasuk dalam nilai-nilai kearifan lokal Maluku pada nilai religi. Faktor internal Pribadi peserta didik merupakan perilaku peserta didik dalam menanggapi suatu keadaan atau situasi tertentu. Salah satu faktor pendukung guru dalam menanamkan nilai-nilai Self-Awareness berbasis nilai-nilai kearifan lokal Maluku pada peserta didik terdapat pada pribadi atau sikap peserta didik yang memang telah dimiliki. Pembawaan peserta didik yang mampu berkembang dengan baik, hal ini dapat menghasilkan hal Ahmad Tajudin & Andika Aprilianto. AuStrategi Kepala Madrasah Dalam Membangun Budaya Religius Peserta DidikAy (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Vol. 1 No. Tahun 2. , hlm 103. JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar yang memuaskan dalam pencapaian tujuan pendidikan. 28 Hal tersebut sesuai dengan data wawancara bersama ibu Suriyani . ali kelas VB), dalam menghadapi suatu situasi atau keadaan tertentu peserta didik tentunya memiliki respon yang berbeda-beda. Hal tersebut tergantung pribadi atau perilaku peserta didik. Hal tersebut termasuk dalam Self-awareness berupa dapat mengontrol diri atas tindakan yang dilakukan. Faktor penghambat Faktor eksternal . Faktor lingkungan yang kurang baik Lingkungan merupakan faktor yang menghambat pembinaan kepribadian peserta didik karena lingkungan ikut andil dalam menentukan tingkah laku peserta didik sehingga menjadikan peserta didik sesuai dengan keadaan disekitarnya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat dari Syarifah Rahmi yang menyatakan bahwa lingkungan merupakan faktor yang menghambat pembinaan kepribadian peserta didik karena lingkungan ikut andil dalam menentukan tingkah laku peserta didik sehingga peserta didik dapat bertindak sesuai dengan keadaan di sekitarnya. 29 Oleh karena itu, lingkungan menjadi penghambat bagi guru karena meskipun peserta didik itu memiliki Self-Awareness terhadap suatu hal tetapi pengaruh dan ajakan dari teman akan mempengaruhi hal tersebut. Berdasarkan pendapat dari ibu Suriyani . ali kelas VB) beliau menyatakan bahwa, peserta didik pada tingkat MI memiliki sifat yang mudah tersinggung dan mudah dipengaruhi, sehingga menyebabkan peserta didik melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Hal tersebut dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku peserta didik dalam bertindak, meskipun peserta didik tersebut bisa menerima tindakan buruk dari lingkungannya dengan baik dan tanpa ikut melakukannyya tetapi jika terus dihasut oleh teman disekitarnya maka peserta didik tersebut akan melakukan hal yang sama. Berdasarkan hal tersebut tentunya menghambat guru dalam menanamkan Self-awareness berbasis nilai-nilai kearifan lokal Maluku pada peserta didik berupa pengontrolan diri atas tindakan yang dilakukan dan mengevaluasi diri. Hal ini juga berdampak pada nilai kearifan lokal Maluku berupa nilai masohi dan pela gandong. Kegiatan Madrasah yang berpatokan pada nilai-nilai agama Kebanyakan kegiatan madrasah berpatokan pada nilai-nilai agama sehingga nilai-nilai kearifan lokal tidak terlalu nampak di lingkungan Hal ini sesuai dengan pengalaman peneliti selama berada di kelas ketika peserta didik praktek tarian, kebanyakan tarian yang di praktekkan adalah tarian islam hanya 1 kelompok yang menarikan tarian lenso . arian Aam Amaliyah dan Azwar Rahmat. AuPengembangan Potensi Peserta Didik Melalui Proses PendidikanAy (Attadib: Journal Of Elementary Education. Vol. 5 No. Tahun 2. , hlm 30-31. Syarifah Rahmi. AuKerja Sama Orang Tua Dan Guru Dalam Membentuk Kepribadian Peserta Didik Di SekolahAy (Jurnal Azkia. Vol. 16 No. Tahun 2. Vol, 1. No,1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: khas Maluk. Rata-rata penanaman nilai-nilai kearifan lokal hanya melalui Berdasarkan hasil wawancara bersama ibu Suriyani beliau menyatakan bahwa, guru-guru hanya memberikan permasalahan berupa soal yang di dalamnya terdapat perilaku-perilaku pela gandong sehingga peserta didik hanya memilih perilaku apa yang akan dilakukan jika menghadapi hal yang Dari penjabaran tersebut kegiatan madrasah yang terlalu berpatokan pada nilai-nilai agama akan menghambat peserta didik dalam mengetahui nilai kearifan lokal Maluku berupa nilai masohi, pela gandong dan religi. Menurut Yuyun ketika peserta didik berada di ruang kelas kemungkinan peserta didik merasa kreativitasnya terbelenggu sehingga menimbulkan kejenuhan dalam menerima pembelajaran. 30 Hal tersebut juga berdampak pada Self-awareness yang ditanamkan oleh guru pada peserta didik berupa pengontrolan diri atas tindakan yang dilakukan dalam aspek pemahaman seseorang terhadap nilai-nilai kearifan lokal Maluku. Faktor internal Faktor psikologi merupakan faktor yang terdapat dalam diri peserta didik yang belum bisa mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal, faktor psikologi ini berupa kecerdasan peserta didik, minat peserta didik, motivasi peserta didik, sikap serta bakat peserta didik. Hal ini dapat menjadi penghambat upaya guru karena bagaimana pun guru berusaha tetapi jika peserta didik tersebut belum bisa beradaptasi dengan baik atau belum bisa menerima hal-hal tertentu. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Yuyun bahwa faktor psikologi dalam diri peserta didik yang belum bisa mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal yang disebabkan oleh kecerdasan peserta didik, minat peserta didik, motivasi peserta didik, sikap serta bakat peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara bersama bapak Masduqi . ali kelas VA) iau menyatakan bahwa faktor psikologis atau tingkat pertumbuhan anak itu bertahap sehingga terdapat beberapa peserta didik yang belum bisa menyesuaikan sikapnya dengan nilai-nilai kearifan lokal Maluku yang telah di ajarkan karena mereka lebih cenderung sifatnya bermain. Sehingga dalam menanamkan nilai-nilai kearifan lokal peserta didik perlu untuk selalu diingatkan oleh guru. Faktor psikologis atau tingkat pertumbuhan anak itu bertahap sehingga terdapat beberapa peserta didik yang belum bisa menyesuaikan sikapnya dengan nilai-nilai kearifan lokal Maluku yang telah di ajarkan karena mereka lebih cenderung untuk bermain. Hal tersebut menyebabkan penanaman nilai-nilai kearifan lokal peserta didik perlu untuk selalu diingatkan oleh guru. Berdasarkan hasil wawancara bersama ibu Suriyani, terlihat jelas bahwa peserta didik ingin ditegur terlebih dahulu lalu bisa melaksanakan nilai-nilai yang diajarkan. Artinya mereka ingin lebih diperhatikan oleh gurunya. Oleh karena itu hal ini dapat menghambat guru dalam menanamkan nilai-nilai kearifan lokal Maluku pada peserta didik karena guru harus memberikan Yuyun Nur. AuPenanaman Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Dan Kearifan Lokal Peserta Didik Sekolah DasarAy http://yuyunnurazizah. id/wp-BUDAYA-DAN-KEARIFAN-LOKAL-PESERTADIDIK-SEKOLAH-DASAR. pdf, , diakses pada Rabu 14 Juni 2023 JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar perhatian lebih banyak kepada mereka yang belum bisa Oleh sebab itu, faktor psikologi menghambat penanaman Self-awareness peserta didik pada indikator dapat mengevaluasi diri, pengontrolan diri atas tindakan yang dilakukan, dan memiliki sikap Hal tersebut tentunya menghambat peserta didik dalam mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal Maluku berupa nilai masohi dan pela gandong. Kesimpulan Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon memiliki upaya dalam menanamkan Self-Awareness berbasis nilai-nilai kearifan lokal Maluku pada peserta didik Kelas V yaitu menjadi role model bagi peserta didik dalam mengaplikasikkan nilai-nilai kearifan lokal Maluku, mengintegrsikan nilai-nilai kearifan lokal Maluku dalam pembelajaran, memberikan bimbingan nasehat dan konseling terstruktur, mengontrol peserta didik pada saat pembelajaran di dalam maupun di luar madrasah, serta berkerjasama dan berkomunikasi dengan Orang tua/ Wali peserta didik. Upaya guru dalam menanamkan Self-Awareness berbasis nilai-nilai kearifan lokal Maluku memiliki faktor pendukung yang berasal dari eksternal peserta didik berupa pembiasaan di rumah, teman bergaul, dan budaya madrasah. Sedangkan faktor pendukung internal berupa pribadi peserta didik. Upaya ini juga memiliki faktor penghambat yang berasal dari eksternal peserta didik berupa faktor lingkungan yang kurang baik dan kegiatan Madrasah yang hanya berpatokan pada nilai-nilai agama. Sedangkan faktor penghambat internal berupa faktor psikologi peserta didik. DAFTAR PUSTAKA