Adjektiva Educational Languages and Literature Studies VOLUME 4 No. 2 (September 2. Page 40-45 Deiksis dalam Rubrik Opini Kaltim Post Agustus 2019 serta Fungsinya sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Siti Nur Hidayah. Rusydi Ahmad. Syaiful Arifin Universitas Mulawarman Universitas Mulawarman Universitas Mulawarman Email: sitinurzakyahms@gmail. ABSTRACT Changes in the context of speech or discourse can often result in errors in the use of deixis in a speech or discourse. This encourages to know the meaning of the speech or discourse. In newspapers, especially opinion rubrics, the proper use of deixis can make the newspaper easier to understand. Opinion is a journalistic product which is writing about the views or opinions of someone from various professions. This study aims to examine the form of deixis in the August 2019 edition of the Kaltim Post opinion rubric and its function as teaching materials for Indonesian language learning in high school. This research is a qualitative research with descriptive method. The source of the data comes from the August 2019 edition of the Kaltim Post daily opinion The data was obtained using the listening and note-taking technique. The results of this study are . found 5 types of deixis namely personal deixis . e, us, you, he, him, the. social deixis . ecturers, pilgrims. Bappena. , place deixis . his and tha. , time deixis . ast week, this year, 2045 late. and discourse deixis . naphora and cataphor. opinion rubric meets the criteria as teaching materials for editorial text learning in high school. Keywords: deixis, opinion rubric, teaching materials PENDAHULUAN Pragmatik adalah ilmu yang menelaah menghubungkan dan menyerasikan kalimatkalimat sesuai konteks secara tepat dalam Seperti yang dikemukakan oleh Yule . , pragmatik adalah studi tentang makna yang disampaikan oleh penutur . tau penuli. dan ditafsirkan oleh pendengar . tau Salah satu fenomena ilmu pragmatik yang melibatkan konteks dan penafsiran adalah Deiksis merupakan cara yang paling jelas untuk menggambarkan hubungan antara bahasa dan konteks dalam struktur bahasa itu sendiri. Deiksis baru diketahui maknanya jika diketahui pula siapa, di mana, dan kapan kata itu diucapkan. Jadi, pusat orientasi deiksis adalah penutur. Dengan demikian, deiksis merupakan identifikasi makna sebuah bahasa yang hanya dapat diketahui bila sudah berada dalam peristiwa bahasa karena dipengaruhi oleh konteks situasi pembicaraan yang diacu oleh penutur. Deiksis ditemukan di dalam berbagai tulisan, salah satu sumber tulisan adalah surat kabar harian Kaltim Post pada rubrik opini. Opini merupakan tulisan tentang pandangan atau opini seseorang dari berbagai profesi. Seseorang yang menulis pendapat di koran belum tentu mengetahui apakah maksudnya dapat tersampaikan kepada pembaca atau tidak. Hal ini dimungkinkan karena pemahaman antara pembaca yang satu dengan Siti N. Rusydi A. Syaiful A. Deiksis dalam Rubrik Opini Kaltim Post Agustus 2019 serta Fungsinya sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. yang lainnya berbeda-beda, dan penulis belum mengetahui apakah kata yang digunakan dalam menuliskan pendapatnya mengandung deiksis. Peneliti memilih surat kabar atau koran sebagai objek penelitian bertujuan untuk meningkatkan minat baca perserta didik. Menurut pandangan peneliti, koran sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia sangat mudah dijumpai, namun masih jarang dimanfaatkan sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia karena jumlah halaman yang banyak dan dianggap membosankan. Oleh karena itu, minat baca peserta didik terhadap koran itu Dengan menjadikan bahan ajar pembelajaran, secara tidak langsung peserta didik membaca koran dan minat bacanya meningkat. Selain itu, koran dapat dianalisis dari tata bahasa yang terdapat di dalamnya seperti konjungsi, tanda baca, dan kata ganti . Kaltim Post . ahulu Manuntun. merupakan surat kabar yang memiliki eksistensi di kalangan masyarakat Kalimantan Timur dan mampu mencetak hingga 800 eksemplar koran per hari. Kaltim Post memberikan kesempatan bagi para pembacanya untuk turut menyampaikan buah pikirannya dalam bentuk opini, dengan mengirimkan tulisan yang memuat tentang pembangunan, pendidikan, kesehatan atau hal lainnya. Opini tersebut memerlukan pemakaian deiksis yang digunakan untuk mengetahui rujukan atau acuan. Rujukan atau acuan tersebut berubah-ubah bergantung konteks penutur/penulis, partisipan/pembaca, tempat waktu dan situasi saat mengutarakan tuturan/tulisan. Jika dikaitkan dengan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah deiksis yang terdapat pada rubrik opini Kaltim Post Agustus 2019 dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia di SMA pada jenjang kelas XII dengan melihat Kompetensi Dasar/KD yang terdapat pada silabus kurikulum Selain itu, pemanfaatan koran sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia yaitu untuk meningkatkan minat baca dan keterampilan menulis peserta didik. Hal ini diharapkan penggunaan deiksis dapat dimanfaatkan oleh pendidik sebagai bahan ajar pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dan bagi perserta didik dapat membentuk pemahaman dalam memiliki kata yang tepat pada saat melakukaan keterampilan menulis maupuan pada saat melakukan keterampilan berbicara, menulis, dan METODE PENELITIAN Gunawan . menyatakan bahwa penelitian kualitatif menekankan analisis proses dari proses berpikir secara induktif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dan senantiasa menggunakan logika Maksud berpikir secara induktif adalah analisis berpijak pada data. Berdasarkan pengertian di atas peneliti penelitiannya bersifat deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan berdasarkan topik yang dipilih penulis tentang analisis deiksis pada surat kabar, maka peneliti dalam pengumpulan maupun analisisnya banyak menggunakan kata- kata/kalimat dan banyak menggunakan deksripsi/narasi. Sejalan dengan pendapat Bogdan dan Taylor dalam Moleong . yang menyatakan bahwa Aumetodologi kualitatifAy sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Jadi, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif karena analisis data berupa paparan deskritif tentang pemakaian ungkapan deiksis pada rubrik opini Kaltim Post edisi Agustus 2019. Subroto . , data adalah semua informasi atau bahan yang disediakan oleh alam . alam arti lua. yang harus dicari/dikumpulkan dan dipilih oleh penulis. Namun, keduanya tersebut dapat dimengerti bahwa, data kebahasaan berupa fenomena-fenomena kebahasaan apapun yang sesuai dengan segi-segi tertentu yang diteliti. Data berbeda dengan objek peneitian. Sebagai bahan penelitian, maka di dalam data terkandung objek penelitian dan unsur lain yang membentuk data yang disebut konteks . bjek penelitia. Jadi tidak lain data adalah objek penelitian plus Sumber data dalam penelitian ini adalah salah satu rubrik di dalam koran Kaltim Post, yaitu rubrik opini edisi Agustus 2019. Sumber data ini merupakan sumber data satu-satunya yang digunakan penulis dalam penelitian ini. Adapun objek dalam penelitian ini adalah deiksis, sedangkan data yang diambil berupa kalimatkalimat yang mengandung deiksis pada rubrik opini Koran Kaltim Post. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dan metode padan. Menurut Sudaryanto . , metode agih adalah metode yang alat penentunya berada di dalam bahasa itu sendiri, sedangkan metode padan adalah metode yang alat penentunya di luar, terlepas, dan tidak Siti N. Rusydi A. Syaiful A. Deiksis dalam Rubrik Opini Kaltim Post Agustus 2019 serta Fungsinya sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. menjadi bagian dari bahasa . yang bersangkutan . Sudaryanto juga menambahkan dimungkinkan digunakannya metode padan itu adalah di atas pengandaian bahwa bahasa yang diteliti memang sudah memiliki hubungannya itu . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dan metode padan. Menurut Sudaryanto Deiksis Rubrik Opini Sebagai satuan bahasa yang bersifat deiktis, penggunaan deiksis dalam sebuah tindak tutur sangat dipengaruhi oleh konteks. Deiksis adalah sebuah kata yang merujuk kepada suatu hal yang sifatnya tidak tetap atau dapat berganti dan berubah sesuai konteks dan situasi terjadinya sebuah tuturan. Indikator jenis deiksis terbagi menjadi lima, yaitu deiksis persona, deiksis sosial, deiksis tempat, deiksis waktu, dan deiksis Berikut penulis memaparkan pembahasan jenis-jenis deiksis pada rubrik opini Kaltim Post edisi Agustus 2019 sebagai berikut. Deiksis Persona . Deiksis Persona Tunggal Pertama C Saya Kata Saya adalah salah satu contoh dari deiksis persona kata ganti orang pertama tunggal. Kata Saya lebih sering digunakan dalam keadaan situasi maupun tulisan resmi atau formal. Hasil analisis dari rubrik opini hanya terdapat 1 data yang menggunakan kata ganti saya yang merujuk pada dirinya sendiri. Perhatikan contoh berikut ini: Sebuah kebetulan ? bagi saya Berkumpulnya Iduladha dan HUT RI dalam waktu berdekatan memiliki mutiara hikmah yang besar bagi masyarakat muslim Indonesia. Anwaril Hamidy M. Pd, sebagai penulis opini yang berjudul AuSetelah Pengorbanan ada KemerdekaanAy menggunakan kata ganti saya yang merujuk kepada diri sendirinya sendiri ketika mengemukakan pendapatnya pada Dalam opini lain yang penulis teliti tidak ditemukannya deiksis persona pertama tunggal yakni saya. Hal ini menjadi ciri khas dari tulisan Anwaril Hamidy, karena memaparkan sudut pandangnya dengan penggunaan kata ganti Deiksis Persona Pertama Jamak Kita Kata ganti kita, adalah salah satu contoh dari deiksis persona kata ganti orang pertama Kata kita lebih bisa dihunakan dalam keadaan formal maupun nonformal. Hasil analisis ditemukan bahwa dari 9 opini yang penulis teliti, 7 diantaranya menggunakan kata ganti kita. Perhatikan contoh berikut ini: Jika kita melihat sabda Rasullullah ini, kita akan melihat keutamaan wukuf di Banyaknya penggunakan kata Kita dalam tulisan opini karena penulis mengajak interaksi dengan para pembaca opini Kaltim Post. Seperti pada contoh diatas yakni opini yang berjudul AuIbadah HajiAy penulis menggunakan kata ganti Kita sebagai penguhubung antar penulis dan . Deiksis Persona Kedua Tunggal Anda Kata Anda adalah salah satu contoh dari deiksis persona kata ganti orang kedua tunggal. Kata Anda lebih sering digunakan dalam situasi Hasil dari analisis ditemukan bahwa Deiksis Persona Ketiga Tunggal sedikit digunakan pada penulisan opini. Dari 9 data opini hanya terdapat 1 data opini yang menggunakan kata Anda. Perhatikan contoh berikut ini: Jika anda mulai mencium aroma kotoran sapi atau kambing di beberapa ruas jalan dan bertebaran tawaran jasa pengolahan daging. Anwaril Hamidy M. Pd, sebagai penulis opini yang berjudul AuSetelah Pengorbanan ada KemerdekaanAy menggunakan kata ganti anda yang merujuk kepada pembaca. Dalam opini lain yang penulis teliti tidak ditemukannya deiksis persona kedua tunggal yakni anda. Hal ini menjadi ciri khas dari tulisan Anwaril Hamidy, karena penggunaan kata anda merujuk langsung dengan pembaca sehingga merasa dekat dengan pembaca. Deiksis Persona Ketiga Tunggal Dia dan Ia Kata Dia adalah salah satu contoh dari deiksis persona kata ganti orang ketiga Hasil analisis ditemukan bahwa beberapa penulis menggunakan kata dia untuk merujuk pada sesuatu yang tunggal Siti N. Rusydi A. Syaiful A. Deiksis dalam Rubrik Opini Kaltim Post Agustus 2019 serta Fungsinya sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. yang telah dinyatakan sebelumnya. Perhatikan contoh berikut ini: Anak tidak pasif menerima berpikir dan konsepsi anak pengalamannya dengan dunia sekitar dia, namun ternyata anak yang ia peroleh dari pengalaman, serta dalam mengdaptasikannya pada pengetahuan dan konsepsi mengenai dunia yang ia telah Penggunaan kata dia untuk merujuk pada sesuatu yang tunggal yang telah dinyatakan sebelumnya, dapat bermanfaat dalam penulisan sebuah opini agar tidak terjadinya banyak pengulangan kata dan mengefektifkan sebuah kalimat. Deiksis Persona Ketiga Jamak Mereka Kata Mereka adalah salah satu dari deiksis persona kata ganti orang ketiga Kata Mereka digunakan dalam situasi atau tulisan formal maupun Hasil analisis menemukan bahwa dari 9 data opini, 6 diantaranya menggunakan kata mereka. Perhatikan contoh berikut ini: Namun, beberapa orangtua sekolah yang terbaik untuk putraputrinya, yaitu sekolah dengan kualitas guru terbaik dan sarana prasarana yang lengkap dan Penggunaan menyatakan orang-orang yang dibicarakan. Dalam penulisan sebuah opini, kata mereka banyak digunakan karena untuk menunjuk atau mewakili orang-orang dalam konteks yang sama. Deiksis Sosial Deiksis sosial yang ditemukan pada pada rubrik opini di Kaltim Post edisi Agustus 2019 penulis bagi menjadi tiga fungsi yaitu sebagai berikut. Pembeda tingkat sosial Adanya kemasyarakatan terlihat dalam ungkapan yang merujuk pada pekerjaan, jabatan, pangkat, dan struktur lapisan masyarakat yang bertingkat antara satu dengan yang lainnya. Fungsi deksis sosial untuk membedakan tingkat sosial di masyarakat. Perhatikan contoh berikut: Program-program terkait pengentasan kemiskinan tidak serta-merta permasalahan karena kompleksnya permasalahan penduduk miskin. Kata penduduk miskin merupakan pembeda tingkat sosial berdasarkan jabatan dan struktur lapisan masyarakat. Dalam penulisan rubrik opini cukup ditemukan banyak deiksis sosial, karena lingkup tema dalam opini batasannya luas, seperti membicarakan tentang isu politik dan sosial seperti halnya yang dituliskan dalam opini di atas yang berjudul AuWakaf Uang dan Pembangunan NegaraAy yang dituliskan oleh Ahmad Syarif (Dosen Ekonomi Syariah IAIN Samarind. Pembeda identitas sosial Identitas status sosial berfungsi untuk mengetahui semua ciri, jenis kelamin, pengalaman, sifat-sifat, latar belakang budaya, pendidikan, dan semua atribut yang melekat pada diri Perhatikan contoh berikut: Hal ini tentu disambut hangat dan antusisas dari berbagai kalangan masyarakat khususnya warga Balikpapan yang berharap ibu kota tersebut dengan Kota Beriman. Frasa warga Balikpapan merupakan deiksis sosial yang berfungsi sebagai pembeda identitas sosial. Hal ini karena makna dari frasa warga Balikpapan menunjukan kesamaan atau identitas penduduk yang mendiami wilayah Balikpapan. Dalam penulisan suatu opini, deiksis sosial yang berfungsi sebagai pembeda identitas sosial cukup banyak digunakan sebagai tokoh yang dirujuk atau disebutkan dalam sebuah tulisan opini. Siti N. Rusydi A. Syaiful A. Deiksis dalam Rubrik Opini Kaltim Post Agustus 2019 serta Fungsinya sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Mengefektifkan kalimat Agar kalimat menjadi efektif Perhatikan contoh berikut. Salah satu indikator KLA adalah adanya infrastruktur yang ramah anak termauk di dalamnya ruang publik untuk tempat Contoh diatas merupakan salah satu penggunaan deiksis sosial yang Penulis opini yang berjudul AuMenyeriusi Hak Anak dalam BermainAy menggunakan singkatan KLA untuk mengefektifkan kalimat Kabupaten/Kota Layak Anak. Deiksis Tempat Deiksis tempat yang ditemukan pada pada rubrik opini di Kaltim Post edisi Agustus 2019 adalah deiksis tempat yang dekat dengan penutur dan deiksis tempat yang jauh dengan penutur yaitu penggunaan kata ini dan itu. Perhatikan contoh berikut: Padahal kampus ini baru berusia 38 tahun. alaman 54, kolom no. Penggunaan kata ini merujuk kata ganti ruang yang dekat dari penuturnya. Dalam menggunakan kata ini ataupun itu sesuai masing-masing konteks dan setting dalam Deiksis Waktu Deiksis waktu yang ditemukan pada pada rubik opini di Kaltim Post edisi Agustus 2019 adalah deiksis waktu lampau, deiksis waktu sekarang dan waktu yang akan datang. Deiksis waktu lampau berfungsi untuk mengacu pada hal yang telah berlalu. Deiksis waktu lampau yang ditemukan di data berupa minggu lalu, dan 74 tahun silam. Deiksis waktu sekarang berfungsi untuk menunjukkan waktu yang sedang dan masih berlangsung. Deiksis waktu sekarang yang ditemukan di data berupa tahun ini. Deiksis waktu yang akan datang menunjukkan keadaan yang akan Deiksis waktu yang akan datang yakni 2045 nanti pada data. Tidak banyak deiksis waktu yang ditemukan dalam rubrik opini. Karena dalam tulisan opini tidak semua butuh rujukan yang menggunakan keterangan Deiksis Wacana Deiksis wacana sangat erat kaitannya dengan memaham penggunaan kalimat tuturan yang diungkapkan secara tidak Sebuah kata bisa disebut deiksis wacana jika kata tersebut mengacu pada bagian pasti dari teks tersebut dimana referen dibuat menjadi wacana saat ini. Perhatikan contoh berikut: Seseorang yang ingin berhaji harus berwukuf di Arafah, jika tidak berwukuf, hajinya tidak sah. alaman 73, kolom no. Kata hajinya memiliki fungsi rujukan bagi seseorang yang ingin berhaji. Kata hajinya juga merupakan jenis dari deiksis wacana sebagai menunjuk kembali rujukan yang sudah disebutkan dan bersifat anafora. Dalam opinii untuk menemukan rujukan pada deiksis wacana sangat mudah pembaca hanya perlu memahami struktur analisis dari deiksis wacana tersebut. Fungsinya sebagai bahan ajar pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Rubrik opini Kaltim Post dapat dijadikan bahan ajar dalam pembelajaran teks opini di sekolah menengah atas karena memenuhi kriteria bahan ajar yang baik. Kriteria bahan ajar yang sesuai dengan pembelajaran teks opini yaitu bahan ajar sesuai dengan isi materi pembelajaran pembelajaraan teks opini. Bahan ajar dapat mendukung pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran teks opini. Bahan ajar mudah Kriteria terakhir bahan ajar harus sesuai dengan kompetensi dasar dan kurikulum pembelajaran teks opini yakni KD bahasa Indonesia SMA kelas XII poin . Kesimpulan Setelah menganalisis rubrik opini Kaltim Post, penulis menemukan berbagai deiksis yang terdapat dalam rubrik opini tersebut serta fungsinya sebagai bahan ajar. Adapun hasil temuan yang dimaksud termasuk ke dalam bentuk deiksis pesona, deiksis sosial, deiksis waktu, deiksis tempat, dan deiksis Bentuk deiksis dalam rubrik opini Kaltim Post edisi Agustus 2019 Deiksis Persona Siti N. Rusydi A. Syaiful A. Deiksis dalam Rubrik Opini Kaltim Post Agustus 2019 serta Fungsinya sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Sudaryanto. Metode dan Aneka Teknik Analisis . Deiksis persona pertama tunggal Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University. bentuk saya dan persona jamak Sugiyono. Metode Penelitian Kombinasi (Mix pertama bentuk kita. Method. Bandung: Alfabeta. Deiksis persona kedua tunggal bentuk Yule. George. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Deiksis persona ketiga tunggal bentuk ia, dia. Aenya dan persona ketiga jamak bentuk mereka. Deiksis Sosial . Pembeda tingkat sosial berupa pemerintah. Menristekdikti M. Nasir, rektor asing, akademisi, politisi, menteri, rektor, rektor IPB Arif Satria, dosen, dekan, orang asing, penduduk miskin, masyarakat kelas miskin. Presiden Joko Widodo, dan . Pembeda identitas sosial berupa jamaah haji, calon haji. Warga Negara Indonesia, masyarakat, warga Balikpapan, siswa dan istri. Mengefektifkan Lemhannas Bappenas. RPTA,KLA. Deiksis Tempat Peneliti menemukan dua bentuk deiksis tempat yaitu bentuk ini dan bentuk itu. Deiksis Waktu . Waktu lampau berupa minggu lalu, dan 74 tahun silam. Waktu sekarang berupa tahun ini. Waktu yang akan datang 2045 nanti. Deiksis Wacana . Anafora berupa nya . Katafora berupa adalah dan di Fungsinya sebagai bahan ajar pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Rubrik opini Kaltim Post dapat dijadikan bahan ajar karena sesuai dengan kompetensi dasar dan kurikulum pembelajaran teks opini yakni KD bahasa Indonesia SMA kelas XII poin . , dan. REFERENSI