Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Strategi Penguatan Daya Saing Lulusan Teknologi Pendidikan Sebagai Desainer Pembelajaran di Industri Yerry Soepriyanto*1. Henry Praherdhiono1. Citra Kurniawan1. Taufik Ikhsan Slamet1. Saida Ulfa1. Ence Surahman1. Dany Wijaya Kesuma1. Rengga Prakoso Nugroho2. Mochammad Hilman Amirudin Nahri1 Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang Direktorat Program Akademik dan Kependidikan. Teknologi Pendidikan ID email: yerry. fip@um. Abstract This study explores strategies to enhance the employability of Educational Technology students by strengthening their professional identity as instructional designers. Drawing on the Action Learning model, the research involved three phases, analysis, design, and implementation, to develop and deliver a digital showcasing bootcamp. Sixty participants from three Indonesian universities engaged in a weeklong online program that emphasized practical skill development, including the use of learning management systems, authoring tools, and digital portfolio creation. The training focused on building digital self-branding competencies and articulating instructional design capabilities through reflective and performance-based approaches. Pre- and post-assessments, as well as portfolio evaluations, revealed marked improvements in participantsAo self-confidence, professional communication, and readiness to enter instructional design roles. The findings suggest that contextualized, practice-driven interventions can bridge the gap between academic preparation and industry expectations, particularly in emerging markets. This work contributes to the discourse on aligning instructional design education with workforce demands in the digital age. Keywords: educational technology job, learning designer industry, quality education, decent work and economic growth, digital skills for innovation Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi strategi untuk meningkatkan keterserapan kerja mahasiswa Teknologi Pendidikan dengan memperkuat identitas profesional mereka sebagai perancang instruksional. Menggunakan Model Pembelajaran Tindakan, penelitian ini melibatkan tiga fase: analisis, desain, dan implementasi, untuk mengembangkan dan menyelenggarakan bootcamp pameran digital. Enam puluh peserta dari tiga universitas di Indonesia mengikuti program online selama seminggu yang menekankan pengembangan keterampilan praktis, termasuk penggunaan sistem manajemen pembelajaran, alat authoring, dan pembuatan portofolio digital. Pelatihan ini berfokus pada pengembangan kompetensi branding digital dan kemampuan desain instruksional melalui pendekatan reflektif dan berbasis kinerja. Evaluasi pra- dan pasca-pelatihan, serta penilaian portofolio, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri peserta, komunikasi profesional, dan kesiapan untuk memasuki peran desain Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi yang kontekstual dan berorientasi pada praktik dapat menjembatani kesenjangan antara persiapan akademik dan ekspektasi industri, terutama di pasar yang sedang berkembang. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi tentang menyelaraskan pendidikan desain instruksional dengan tuntutan tenaga kerja di era digital. Kata Kunci: Pekerjaan di bidang teknologi pendidikan, industri desain pembelajaran, pendidikan berkualitas, pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, keterampilan digital untuk inovasi PENDAHULUAN Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. melalui Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020, memberikan kerangka kebijakan yang mendukung transformasi pembelajaran di https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 perguruan tinggi Indonesia. Salah satu bentuk implementasi konkret dari kebijakan tersebut adalah program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan tinggi dan dunia Melalui program ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar dan bekerja secara langsung di institusi mitra selama satu hingga dua semester, dengan pengakuan konversi kredit akademik dari perguruan tinggi asal (Kemendikbudristek. Program MSIB memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesiapan kerja . ork readines. lulusan perguruan tinggi. Konsep experiential learning yang mendasari program ini selaras dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik yang diyakini dapat meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa secara signifikan . , . Namun, dalam praktiknya, tidak semua mahasiswa atau alumni memiliki akses yang merata terhadap peluang tersebut. Salah satu kelompok yang menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan manfaat program ini adalah alumni Program Studi Teknologi Pendidikan. Program Studi Teknologi Pendidikan memiliki profil lulusan yang relevan dengan berbagai posisi kerja di industri, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia dan teknologi Dalam konteks dunia kerja, posisi seperti learning designer, instructional designer, learning and development specialist, serta curriculum developer implementasi kompetensi lulusan Teknologi Pendidikan . , . , . Posisi tersebut banyak ditawarkan oleh perusahaan multinasional, start-up digital, dan lembaga pengembangan pembelajaran internal. Namun demikian, tingkat partisipasi alumni Teknologi Pendidikan dalam posisiposisi tersebut masih tergolong rendah. Berdasarkan survei internal dan data pelacakan alumni, hanya sekitar 10% alumni yang berhasil menempati posisi sebagai learning designer dalam kurun waktu lima https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 tahun terakhir . Angka ini menunjukkan adanya tantangan struktural dalam proses transisi lulusan dari pendidikan tinggi ke dunia kerja yang sesuai dengan bidang Beberapa menyebabkan rendahnya keterlibatan alumni dalam posisi strategis di industri dapat Pertama, terdapat kesenjangan antara keterampilan teoritis dan keterampilan praktis yang dimiliki oleh lulusan. Mahasiswa Teknologi Pendidikan umumnya memiliki fondasi teoritis yang kuat dalam desain instruksional dan media pembelajaran, namun belum dibekali secara optimal dengan keterampilan teknis seperti penguasaan authoring tools (Articulate. Adobe Captivate, dl. , learning management system (LMS), analitik pembelajaran, serta pengembangan konten berbasis multimedia dan e-learning . , . , . Kedua, keterbatasan akses informasi mengenai peluang kerja dan pelatihan profesional menjadi hambatan signifikan. Informasi mengenai lowongan kerja yang relevan, pelatihan industri, atau sertifikasi profesi seringkali tidak terdistribusi secara merata kepada alumni. Hal ini diperparah oleh kurangnya mekanisme resmi yang menjembatani perguruan tinggi dengan ekosistem industri digital yang dinamis dan cepat berubah . Ketiga, lemahnya koneksi jaringan profesional . antara alumni, mahasiswa, dan pelaku industri menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran sosial dan pertukaran informasi strategis. Dalam dunia kerja yang kompetitif, jaringan profesional tidak hanya menjadi sarana berbagi peluang kerja, tetapi juga menjadi jalur utama untuk pengembangan karir, pembelajaran informal, dan akses terhadap proyek-proyek kolaboratif . , . Selain itu, perkembangan teknologi yang sangat cepat juga menjadi tantangan Dunia kerja, khususnya di sektor pembelajaran, menuntut lulusan yang adaptif dan memiliki kemampuan belajar mandiri secara berkelanjutan . ifelong learnin. Lulusan yang tidak terus memperbarui p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 keterampilan dan wawasan digital berisiko mengalami skill obsolescence, yaitu kondisi di mana keterampilan yang dimiliki tidak lagi relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini . Melihat tersebut, diperlukan pendekatan yang bersifat strategis, terukur, dan kontekstual untuk menjawab kebutuhan alumni Teknologi Pendidikan dalam meningkatkan kesiapan dan daya saing kerja . Intervensi yang dirancang tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga pendukung karir secara menyeluruh. Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini menawarkan tiga solusi utama yang dirancang secara kontekstual dan berbasis pada kebutuhan nyata di lapangan. Ketiga solusi ini tidak hanya menjawab persoalan keterampilan, informasi, dan jejaring, tetapi juga selaras dengan praktik baik . est practice. dalam pengembangan kesiapan kerja lulusan pendidikan tinggi. Pelatihan Keterampilan Praktis Berbasis Teknologi Pendidikan Terkini. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis yang secara spesifik dibutuhkan oleh industri pembelajaran digital, seperti penguasaan authoring tools . isalnya Articulate Storyline. Adobe Captivate. Canva Educatio. , pemanfaatan LMS (Learning Management Syste. , serta desain kurikulum berbasis kompetensi dan microlearning. Selain itu, pelatihan juga mencakup pendekatan design thinking dan penerapan model instruksional SAM (Successive Approximation Mode. Agile Instructional Design yang kini banyak digunakan dalam lingkungan kerja berbasis proyek . roject-based workplac. Menurut laporan LinkedIn Workplace Learning Report 2023, posisi Instructional Designer dan Learning Experience Designer merupakan dua dari lima posisi yang mengalami lonjakan permintaan tertinggi dalam sektor corporate learning & Namun, 64% dari perekrut Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 menyatakan kesulitan menemukan kandidat dengan pengalaman dan keterampilan praktis dalam digital content development. Hal ini keterampilan yang dapat dijembatani melalui pelatihan berbasis praktik nyata . Lebih lanjut, penelitian oleh . menekankan pentingnya penguasaan prinsip multimedia learning dalam menciptakan konten pembelajaran yang efektif secara visual dan pedagogis. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memperkuat landasan pedagogis yang membedakan lulusan Teknologi Pendidikan dari profesi serupa lainnya. Setiap kegiatan di atas dirancang dengan pendekatan berbasis evaluasi kinerja . erformance-based approac. Indikator keberhasilan yang akan digunakan antara lain: Peningkatan kompetensi teknis peserta yang diukur melalui pre-test dan post-test dalam pelatihan. Jumlah dan aktivitas pengguna platform karier, termasuk jumlah lowongan yang diakses, resume yang diunggah, dan engagement terhadap konten pengembangan karier. Tingkat partisipasi dan jejaring yang terbentuk dalam forum profesional, termasuk jumlah alumni yang terhubung, mitra industri yang terlibat, serta peluang kerja yang dibuka melalui forum Dengan pelaksanaan intervensi ini secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan, diharapkan terbentuk ekosistem dukungan yang komprehensif bagi alumni Program Studi Teknologi Pendidikan kepercayaan diri menghadapi tantangan dunia kerja digital. Solusi ini tidak hanya mendukung pencapaian visi Merdeka Belajar, tetapi juga memperkuat posisi strategis program studi dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan adaptif terhadap tuntutan 0 dan society 5. METODE PENGABDIAN Model Action Learing yang dipopulerkan oleh McArdle . digunakan untuk mengembangkan desain program pelatihan Di dalam model tersebut, terdapat enam https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 tahap utama yaitu, justifikasi bisnis, analisis, desain, pengembangan, implementasi dan Untuk menyederhanakan proses pengembangan, enam tahapan tersebut diringkas menjadi tiga tahapan utama yaitu analisis, desain dan implementasi. Tahap analisis merupakan tahapan yang menentukan tujuan, capaian dan sasaran subjek program pelatihan. Di tahapan ini, peneliti akan melakukan wawancara, need assesment kepada calon peserta program, melakukan analisis kebutuhan keterampilan. Seluruh hasil dari proses analisis akan menjadi acuan dalam tahapan desain program pelatihan. Setelah kebutuhan para calon peserta mengembangkan desain pelatihan. Pada mengembangkan tujuan pembelajaran, konten pembelajaran, alur belajar serta teknik dalam mengevaluasi kinerja belajar maupun kinerja pasca pelatihan. Di tahap ini, peneliti akan melakukan produksi sumber belajar dan perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam program Peneliti akan melakukan mendampingi para peserta dalam proses pelatihan sehingga beban para peneliti dalam melaksanakan program pelatihan dapat diminimalkan dan fokus pada proses belajar peserta pelatihan. Untuk mengakomodasi gaya dari para pelatih yang terlibat dalam pelatihan, peneliti akan membuka diskusi untuk mempertimbangkan masukan yang diberikan oleh para pelatih. Masukan dari pelatih akan menjadi pertimbangan agar desain pelatihan yang sudah ada sesuai dengan gaya atau karakteristik dari setiap Tahap terakhir yaitu implementasi. Pada tahap ini, program pelatihan dilakukan secara nyata. Kebutuhan logistik seperti ruangan, peralatan penunjang pembelajaran. LMS dan sumber belajar telah siap untuk digunakan oleh para peserta, pelatih dan Para peserta akan melakukan https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 pembelajaran sesuai dengan desain pelatihan yang ditentukan dan pelatih akan memberikan materi sesuai dengan kesepakatan yang sudah Fasilitator akan mendampingi para peserta sepanjang program pelatihan berlangsung baik secara 1-on-1 atau Peneliti akan fokus pada evaluasi kinerja belajar para peserta yang diukur melalui nilai pre-test, post-test, pengumpulan tugas portofolio para peserta. Peserta pelatihan dalam kegiatan ini adalah Mahasiswa Teknologi Pendidikan yang berasal dari Universitas Negeri Malang. Universitas Pendidikan Indonesia. Universitas Negeri Surabaya yang berjumlah 60 mahasiswa. Sasaran utama dari pelatihan ini ialah mahasiswa yang sedang menempuh semester tiga hingga semester lima. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Analisis Pada tahap analisis yang sudah dilakukan, ditemukan bahwa terdapat kesenjangan keterampilan mahasiswa dalam membangun citra digital sebagai desainer pembelajaran. Dalam konteks jejaring profesional, citra digital menjadi elemen penting dalam membangun relasi. Citra digital umumnya berisi unjuk kerja nyata, pembuktian ketuntasan dari sebuah pekerjaan maupun pendidikan, karya Ae karya akademik maupun profesional dan pendidikan hingga case study dari proyek Ae proyek yang pernah digarap. Dari proses wawancara yang dilakukan oleh peneliti, mahasiswa teknologi pendidikan memiliki keterampilan yang mumpuni dalam mendesain pembelajaran , baik produksi media maupun merancang alur pembelajaran. Namun, hanya sebagian kecil mahasiswa yang mampu untuk unjuk kinerja dari keterampilan mereka secara sistematis dalam dunia profesional khususnya jejaring sosial Dari studi yang dilakukan oleh . , . , . , mahasiswa teknologi pendidikan cenderung fokus pada penceritaan unjuk kinerja produksi media, audio dan video, sedangkan kebutuhan para rekruter adalah Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 talenta yang mampu untuk melakukan desain pembelajaran. Studi ini selaras dengan wawancara internal yang dilakukan oleh peneliti di lingkungan Universitas Negeri Malang. Diperlukan penguatan keterampilan mahasiswa dalam membangun citra digital sebagai desainer pembelajaran. Dengan memiliki keterampilan dalam membangun citra digital, diharapkan para mahasiswa mampu untuk menceritakan dan melakukan elaborasi secara utuh pengalaman mereka dalam proses perkuliahan di hadapan jejaring profesional, terutama rekruter desainer pembelajaran. Tabel 1. Tujuan Pembelajaran Program Pelatihan Topik Membangun Citra Desainer Pembelajaran Sedari Dini bagi Mahasiswa Tujuan Pembelajaran Peserta pelatihan dapat mengidentifikasi minimal 3 nilai personal dan kekuatan utama yang dimiliki sebagai mahasiswa Teknologi Pendidikan melalui refleksi terstruktur dan panduan eksplorasi diri. Peserta pelatihan dapat menentukan satu spesialisasi yang cocok dalam bidang Teknologi Pendidikan serta minimal dua prospek karier yang relevan, setelah melakukan asesmen minat, bakat, dan analisis peluang kerja. Peserta pelatihan dapat menjelaskan dan menerapkan pendekatan STAR (Situasi. Tantangan. Aksi, dan Hasi. dalam penulisan bio profesional dengan mencantumkan semua elemen secara lengkap dan Peserta pelatihan dapat menulis satu bio awal profesional maksimal 100 kata yang mencerminkan identitas, spesialisasi, dan tujuan profesional mereka, menggunakan panduan dan kerangka yang tersedia. Peserta pelatihan dapat melakukan audit dan evaluasi profil LinkedIn secara kritis dan konstruktif, dengan mengidentifikasi minimal 3 aspek yang perlu ditingkatkan serta memberikan saran yang sesuai berdasarkan rubrik penilaian. Memvisualisasikan 1. Peserta pelatihan dapat mengkurasi minimal 3 karya terbaik . Keterampilan video, modul, proyek digital, dll. ) sebagai bahan personal branding setelah diberikan panduan dan contoh portofolio profesional. Peserta pelatihan dapat membuat satu konten media sosial profesional . aption atau carouse. yang mencerminkan keahlian dan spesialisasi mereka, menggunakan template dan arahan yang tersedia. Peserta pelatihan dapat menulis satu refleksi pribadi menggunakan pendekatan STAR yang mencakup situasi, tantangan, tindakan, dan hasil secara jelas setelah diberikan panduan dan contoh. Peserta pelatihan dapat menciptakan satu portofolio profesional yang kredibel dan sesuai dengan spesialisasi mereka, menggunakan platform digital dan template yang disediakan. Oleh karena itu, pengembangan citra digital menjadi pilihan topik pelatihan. Pelatihan penguatan citra digital telah banyak dilakukan dengan sasaran calon lulusan dari program sarjana. Program ini telah terbukti membantu para calon lulusan untuk mencari kerja maupun membangun relasi dengan jejaring yang lebih luas baik di industri maupun akademisi. Tahap Desain Pada tahap desain, peneliti merancang alur pelaksanaan pelatihan dan pembelajaran. Pada alur pelaksanaan pelatihan, ditentukan tanggal pelatihan, mode pelatihan, fasilitator https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Sedangkan pembelajaran, peneliti mendesain alur belajar, tujuan pembelajaran, sumber belajar hingga sistem manajemen pembelajaran yang akan digunakan. Tahap desain pengalaman belajar yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan para peserta dalam membangun citra digital untuk berjejaring maupun mencari kerja. Pada topik pembelajaran, peneliti membangun dua topik, yaitu . Membangun Citra Desainer Pembelajaran Sedari Dini bagi Mahasiswa, dan . Memvisualisasi Keterampilan. Kedua topik tersebut dibangun dengan tujuan agar mahasiswa mampu melakukan unjuk kinerja keterampilan desainer pembelajaran dengan percaya diri serta menjunjung marwah keilmuan teknologi pembelajaran di lingkungan profesional. Untuk tujuan pembelajaran dari setiap topik dapat dilihat di Error! Reference source not found. Untuk menjangkau calon peserta yang berada di luar wilayah Universitas Negeri Malang, peneliti mendesain pelatihan dilaksanakan dalam jaringan . Pelatihan daring telah banyak dilakukan oleh berbagai institusi dengan berbagai format seperti MOOC. Supervised, hingga bootcamp daring. Menggunakan format pelatihan daring mampu untuk menghemat pengeluaran dan kebutuhan logistik fisik yang kompleks dengan keunggulan yaitu lingkungan belajar fisiknya, menjangkau sasaran yang lebih luas, jam belajar yang fleksibel hingga kesempatan berkolaborasi lintas ruang dan waktu . , . Pelatihan akan dilaksanakan dalam jangka waktu satu minggu yang terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama yaitu sesi terbimbing daring dan sesi kedua adalah proyek mandiri. Sesi terbimbing mendengarkan, bertanya, dan mengungkap pengalaman mereka bersama dengan pelatih melalui telekonferensi. Di sesi terbimbing daring, para peserta dipersilakan untuk https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 bertanya, menyatakan, meminta klarifikasi akan materi yang disampaikan oleh pelatih. Pelatih memiliki kewajiban untuk menjawab dan menanggapi seluruh umpan balik yang diberikan oleh peserta. Pada sesi proyek mandiri, peserta akan mengembangkan sebuah portofolio citra digital sesuai dengan materi yang dipelajari bersama pelatih. Peserta akan didampingi oleh fasilitator Proyek mandiri ini bersifat wajib dan menjadikan unjuk kerja nyata dari para peserta dalam mengikut program pelatihan. Untuk gambaran umum pelatihan. Digital Showcasing Bootcamp merupakan program pelatihan intensif yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom dan Google Classroom selama 7 hari. Pelatihan ini dirancang untuk membantu mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan unjuk kinerja keterampilan sebagai desainer pembelajaran secara percaya diri, sekaligus menjunjung tinggi marwah keilmuan teknologi pembelajaran dalam konteks Program ini dibimbing oleh dua pelatih berpengalaman, yaitu Dany Wijaya Kesuma dan Chandrina Damayanti Setiasih, serta didukung oleh fasilitator Moch. Hilman Amirudin Nahri dan Rengga Prakoso Nugroho, yang turut berperan dalam memastikan kelancaran dan efektivitas proses Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menampilkan kompetensi mereka secara optimal dan profesional dalam dunia kerja yang menuntut kemampuan praktis dan inovatif. Untuk dilaksanakan secara daring, diperlukan sebuah sistem pengelolaan pembelajaran (LMS). Dengan adanya LMS, peserta dimudahkan dalam melacak kinerja belajar dan mencari sumber belajar resmi yang sudah disediakan oleh peneliti. Dengan adanya LMS, keterlibatan peserta dalam forum dan diskusi terbuka dapat lebih mudah untuk dilacak . , . , . , . Peneliti juga dimudahkan dalam melakukan pengelolaan kelas karena LMS memungkinkan dalam p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 pemberian tugas secara ad-hoc maupun Oleh karena itu, peneliti menggunakan Google Classroom sebagai LMS. Google Classroom dipilih karena sederhana dan telah terbukti kemudahannya dalam pengelolaan kelas daring . , . Berikut adalah desain LMS yang akan digunakan oleh para peserta pelatihan yang dapat dilihat pada Gambar 1 Desain LMS Program Pelatihan. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 oleh Universitas Pendidikan Indonesia sebanyak 6 mahasiswa. Sisanya adalah Universitas Negeri Semarang. Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Negeri Padang yang masing Ae masing hanya terdapat satu Sedangkan sebaran semester tempuh para peserta paling banyak dari mahasiswa semester enam sebanyak 24 mahasiswa, diikuti oleh mahasiswa semester 8 sebanyak lima orang, dan sisanya berasal dari mahasiswa semester dua maupun empat. Selain mahasiswa aktif, terdapat dua alumni yang bergabung dalam pelatihan daring ini. Gambar 1 Desain LMS Program Pelatihan Tahap Implementasi Program pelatihan dilaksanakan sesuai dengan rancangan yang telah dibangun. Pada hari pertama, pelatih yaitu Dany Wijaya Kesuma memberikan pembelajaran dengan topik Membangun Citra Desainer Pembelajaran Sedari Dini bagi Mahasiswa. Pelatih memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengidentifikasi arah mahasiswa jika menjadi seorang Sedangkan Chandrina Damayanti Setiasih membawakan topik Memvisualisasikan Pada topik yang dibawakan oleh Chandrina, lihat pada Gambar 2 Rekaman Hasil Pelaksanaan Pelatihan Daring, peserta dilatih untuk mampu menceritakan secara lisan dan visual atas pengalamannya yang relevan di perkuliahan maupun non-pendidikan ke dalam bentuk Kedua pelatih tersebut melatih para peserta selama dua hari penuh, dengan pertemuan setiap sesi berlangsung selama empat jam pembelajaran. Pelatihan ini mendapatkan 35 pendaftar yang berasal dari lima universitas di Indonesia. Pendaftar terbanyak berasal dari Universitas Negeri Malang dengan jumlah peserta sebanyak 25 mahasiswa yang diikuti Gambar 2 Rekaman Hasil Pelaksanaan Pelatihan Daring Selama pelaksanaan program, peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam aspek pengetahuan dan sikap, khususnya terkait dengan pemahaman mengenai personal branding, strategi mengubah pengalaman yang tampak tidak relevan menjadi narasi kompetensi yang bermakna, serta pengembangan portofolio dalam konteks instructional design, lihat pada Gambar 3 Hasil belajar peserta pelatihan. Peserta mulai menyadari bahwa keterampilan pengalaman organisasi, maupun tugas akademik dapat dikurasi secara strategis sebagai bagian dari aset karier. Hal ini terhadap pentingnya bukti kerja . ork sample. sebagai bagian dari kesiapan memasuki dunia profesional. Cerita perubahan dari para peserta menunjukkan dampak nyata program kepercayaan diri dalam membangun karier di bidang Teknologi Pendidikan. Sebelum mengikuti program, sebagian besar peserta merasa ragu terhadap relevansi latar belakang https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 akademik dan pengalaman mereka dengan kebutuhan dunia kerja. Banyak yang belum dipresentasikan kepada calon pemberi kerja atau mitra profesional. Gambar 3 Hasil belajar peserta pelatihan Salah satu peserta. W, sempat pengalaman kerja sebelumnya yang dirasa tidak relevan. Ia bertanya, "Apakah saya tetap perlu mempublikasikan pengalaman yang tidak relevan di LinkedIn? Dan bagaimana caranya menonjolkan diri jika pengalaman instructional design saya masih sedikit?" Melalui program ini. W memahami bahwa personal branding dapat dibangun dari proses belajar yang terbuka dan Ia kemudian mengambil peran teknis dalam proyek produksi media, termasuk pengembangan podcast dan penerbitan e-book hasil kerja tim. Dalam refleksinya, ia menyampaikan bahwa proses ini menjadi Auan extraordinary first step as a curriculum and e-book maker. Ay Cerita ini menggambarkan bahwa dengan dukungan dan ruang aktualisasi, peserta dapat menjembatani kesenjangan kompetensi dan mulai membangun kredibilitas di bidang yang dituju. SIMPULAN Program ini berhasil menciptakan ekosistem pembelajaran yang suportif dan adaptif, yang terbukti dari peningkatan pengetahuan, kepercayaan diri, dan kesiapan kerja peserta dalam bidang desainer pembelajaran. Melalui pendekatan praktik langsung, sesi reflektif, dan bimbingan personal, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 konsep, tetapi juga mampu menghubungkan pengalaman masa lalu yang tidak relevan menjadi bagian dari narasi kompetensi profesional mereka. Keberhasilan ini diperkuat dengan dukungan narasumber yang relevan dengan kebutuhan industri serta adanya ruang dialog terbuka antara fasilitator dan peserta. Sebagai kelanjutan dari program ini, disarankan untuk mengembangkan variasi program yang lebih berjenjang dan terstruktur sesuai kebutuhan pengembangan karier Beberapa bentuk kegiatan yang dapat dijajaki antara lain, . MOOC untuk menjangkau peserta lebih luas, . Community group sharing alumni program sebagai forum reflektif dan kolaboratif antar peserta lintas angkatan dan universitas, . Curriculum matchmaking dengan industri untuk memahami kebutuhan lebih mendalam keterampilan kasar yang dibutuhkan oleh seorang desainer pembelajaran. UCAPAN TERIMAKASIH Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Universitas Negeri Malang skema Desentralisasi Fakultas dengan nomor 85/UN32. 1/PM/2025 dan SK Rektor Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat nomor 21. 33/UN32/KP/2025. Terima kasih diucapkan kepada mitra pelaksana pengabdian kepada masyarakat, yaitu Teknologi Pendidikan ID. Terima kasih diucapkan kepada Himpunan Mahasiswa Departemen Teknologi Pendidikan UM. Ikatan Mahasiswa Teknologi Pendidikan Seluruh Indonesia serta tim pengelola program EDTECH Career Lab atas kontribusinya telah mengundang para mahasiswa untuk bergabung di dalam program pelatihan yang diselenggarakan. DAFTAR PUSTAKA