Kelola: Journal of Islamic Education Management Oktober 2024. Vol. No. Hal 280-291 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola PENGARUH SARANA PRASARANA DAN PROFESIONALISME DOSEN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA 1Ibrahim Halim, 2Duriani, 3Abdul Kadir Universitas Muhammadiyah Palopo E-mail: ibrahimhalim@umpalopo. id , durianiumpalopo@ac. abdulkadir@umpalopo. Abstract This research is quantitative positivistic, aims to describe . lecturer professionalism, . facilities and infrastructure, . academic atmosphere, and student learning achievement of the State Islamic Institute of Palopo, and to test the correlation between . lecturer professionalism and student learning achievement of the State Islamic Institute of Palopo, . facilities and infrastructure and student learning achievement of the State Islamic Institute of Palopo, . academic atmosphere and student learning achievement of the State Islamic Institute of Palopo, finally testing the multi-correlation between . lecturer professionalism, facilities and infrastructure, academic atmosphere on student learning achievement of the State Islamic Institute of Palopo. This study uses questionnaires, observation guidelines, and lists and tables as measuring tools, with a population consisting of 12,000 students. The sample was determined using the Slovin formula, resulting in a total of 389 respondents. The descriptive hypothesis test produced the following conclusions: . The average score of lecturer professionalism is 79. 90%, which is included in the high category. This shows that lecturers at the State Islamic Institute of Palopo apply good professionalism indicators. The average score of facilities and infrastructure reached 72. 70%, also in the high category, which shows that students at the State Islamic Institute of Palopo utilise facilities and infrastructure optimally during the lecture process. The average score of the academic atmosphere was 78%, which is considered high, proving that the campus atmosphere at the State Islamic Institute of Palopo supports a conducive environment. The average score of learning achievement was 79%, included in the high category, which shows that student achievement at the State Islamic Institute of Palopo is very satisfying. Keywords: Professionalism. Facilities and Infrastructure, and Atmosphere, academic learning Abstrak Penelitian ini bercorak positivistic kuantitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan . profesionalisme dosen, . sarana prasarana, . atmosfer akademik, dan prestasi belajar mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Palopo, serta menguji korelasioanl antara . profesionalisme dosen dengan prestasi belajar mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Palopo, . sarana prasarana dengan prestasi belajar mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Palopo, . atmosfer akademik dengan prestasi belajar Institut Agama Islam Negeri Palopo, terkahir menguji multi korelasional antara . profesionalisme dosen, sarana prasarana, atmosfer akademik terhadap prestasi belajar Institut Agama Islam Negeri Palopo. enelitian ini menggunakan angket, pedoman observasi, serta daftar dan tabel sebagai alat ukur, dengan populasi yang terdiri dari 12. 000 mahasiswa. Sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan total 389 responden. Uji hipotesis deskriptif menghasilkan kesimpulan Vol 9. No. Oktober 2024 Pengaruh Sarana Prasarana . sebagai berikut: . Skor rata-rata profesionalisme dosen adalah 79,90%, yang termasuk dalam kategori tinggi. Ini menunjukkan bahwa dosen di Institut Agama Islam Negeri Palopo menerapkan indikator-indikator profesionalisme yang baik. Skor rata-rata sarana prasarana mencapai 72,70%, juga dalam kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri Palopo memanfaatkan sarana dan prasarana dengan optimal selama proses perkuliahan. Skor rata-rata atmosfer akademik adalah 78%, yang tergolong tinggi, membuktikan bahwa suasana kampus di Institut Agama Islam Negeri Palopo mendukung lingkungan yang kondusif. Skor rata-rata prestasi belajar adalah 79%, masuk dalam kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri Palopo sangat memuaskan. Kata Kunci,: Profesionalisme. Sarana Prasarana, dan Atmosfer, akademik prestasi belajar PENDAHULUAN Pendidikan adalah pemberian bimbingan dan bantuan rohani kepada orang yang belum dewasa, dan mendidik berarti melakukan tindakan dengan sengaja untuk mencapai kedewasaan sebagai tujuan pendidikan1. Dengan demikian, pendidikan merupakan usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh orang dewasa untuk membantu peserta didik mencapai kedewasaannya. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia saat ini adalah lemahnya proses pembelajaran. Masih sering dijumpai proses pembelajaran yang kurang mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di kelas diarahkan pada kemampuan menghafal informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari2. Akibatnya, lembaga pendidikan menghasilkan lulusan yang pintar secara teoretis, akan tetapi mereka tidak mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Setiap guru atau dosen meyakini bahwa pekerjaannya merupakan pekerjaan profesional yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian standar proses pendidikan yang diharapkan3. yaitu standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Suasana akademik . cademic atmospher. merupakan kondisi yang harus mampu diciptakan untuk membuat proses pembelajaran di perguruan tinggi berjalan sesuai dengan visi misi tujuan serta sasarannya. Serta bekerjsama dengan komunitas seperti keluarga dan lingkugan sekitar4. Keterlibatan aktif 1 Tatang and Syarifuddin. Landasan Pendidikan Cet. (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia, 2. Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana Prenda Media Group, 2. 3 Wina Sanjaya. Kurikulum Dan Pembelajaran: Teori Dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (Jakarta: Kencana, 2. 4 Abdul Kadir et al. Au Family Therapy the Basics 1 St Edition Family Therapy the Basics 1 St Edition , by Michael D. Reiter. New York. Routledge, 2023, 212 Pp. C 84. (Hardbac. ISBN 9781032320472 ,Ay International Journal of Systemic Therapy 00, no. : 1Ae3, https://doi. org/10. 1080/2692398x. Vol 9. No. Oktober 2024 282 | Ibrahim Halim dkk. pengajar5Suasana akademik menciptakan iklim yang kondusif bagi kegiatan akademik, interaksi antara dosen dan mahasiswa. Suasana akademik yang kondusif ini tercermin dari proses pembelajaran yang berlangsung dalam suasana Aufeeling at homeAy. Proses tersebut akan melibatkan sumberdaya pendidikan . osen, fasilitas atau sarana-prasarana, laboratorium, perpustakaan, organisasi manajemen dan kurikulum yang mampu memberikan kontribusi bagi proses pembelajara. Sumber daya pendidikan perlu dirancang dan dikelola dengan standar mutu tertentu agar menimbulkan kegairahan bagi para pembelajar, meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kesungguhan untuk menjamin tercapainya standar mutu proses pembelajaran. Paradigma baru prestasi belajar mahasiswa memberikan peluang dan tantangan yang besar bagi perkembangan profesionalisme, baik pada preservice dan inservise dosen-dosen. Sebagian besar paradigm aini menggambarkan definisi proses pengajaran dan peran-peran yang dimainkan oleh dosen dalam proses perkuliahan. Meskipun kebutuhan untuk membimbing, mengasuh, menyayangi dan mengembangkan mahasiswa secara maksimal itu akan tetap berada dalam genggaman pengajaran, tuntutan-tuntutan baru yang menghasilkan sederetan prinsip perkuliahan baru dan perilaku yang harus dipraktekkan. Bagi mahasiswa, faktor-faktor yang dapat menghasilkan prestasi belajat tersebut ialah: . terprogramnya kegiatan belajar, . kiat untuk berburu referensi aktual dan mutakhir, . diskusi substansial perkembangan akademik, . sumbangsih pemikiran mengenai masalahmasalah sosial kemasyarakatan, . diskusi mengenai kebangsaan demi terwujudnya masyarakat berkeadilan sosial dan Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan6. Oleh karena itu, pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan diarahkan pada pencapaian kualifikasi lulusan yang mencakup seluruh aspek kepribadian peserta didik. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia saat ini adalah lemahnya proses pembelajaran. Masih sering dijumpai proses pembelajaran yang kurang mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di kelas diarahkan pada kemampuan menghafal informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya, mahasiswa hanya megetahui ilmu, tetapi tidak memahami filosofi dari ilmu itu dibangun. Pembelajaran menjadi efektif untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa terutama oleh dosen yang memiliki keahlian profesional. Dosen yang efektif adalah dosen yang menguasai materi pelajaran dan keahlian atau Abdul Kadir. Psikologi Perkembangan Peserta Didik (Yogyakarta: deepublish, 6 Sanjaya. Kurikulum Dan Pembelajaran: Teori Dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengaruh Sarana Prasarana . keterampilan mengajar yang baik7. Idealnya, dosen yang profesional adalah dosen yang menguasai materi pembelajaran, dan memiliki keterampilan dasar mengajar. Kinerja dosen maksudkan harus sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi yaitu melaksanakan pengajaran, melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Hal ini menjadi tugas utama dari setiap dosen. Oleh karena itu kinerja dosen yang berkaitan dengan tri dharma Pendidikan perguruan tinggi dapat dilakukan melalui usaha prencanaan, penagajaran, dan melaksanakan apa yang telah direncanakan dan diprakarsai oleh pimpinan perguruan tinggi yang berkaitan dengan usaha tersebut di atas. Optimalisasi pencapaiaan prestasi dipengaruhi oleh kinerja yang didukung oleh profesionalisme dosen. Keberhasilan Pendidikan dan kualitas produktifitas dari perguruan tinggi. Begitu pula sarana prasarana dan atmosfer akademik. Penelitian yang mengkaji profesionalisme dosen, sarana prasarana dan atmosfir akademik yang dihubungkan dengan prestasi belajar mahasiswa dipandang urgen untuk menguji hipotesis yang dilandaskan pada teori pembelajaran konstruktivisme yang menekankan pada bagaimana mahasiswa membangun pengetahuan dan pemahaman mereka melalui aktivitas belajar secara mandiri. Adapun rumusan masalah yaitu: Masalah pokok dalam penelitian ini adalah AuBagaimana pengaruh profesionalisme dosen, sarana prasarna dan atmosfir akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri PalopoAy. Dari masalah pokok tersebut, dirumuskan beberapa masalah penelitian dalam bentuk deskriptif dan asosiatif sebagai berikut: Bagaimana profesionalisme dosen di Institut Agama Islam Negeri Palopo? Bagaimana sarana prasarana di Institut Agama Islam Negeri Palopo? Bagaimana atmosfer akademik di Institut Agama Islam Negeri Palopo? Apakah profesionalisme dosen, sarana prasarana, dan atmosfer akademik berpengaruh positif secara bersama-sama terhadap prestasi belajar mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri Palopo?. Sedangkan penelitian terdahulu terkait Studi ilmiah tentang profesionalisme dosen, sarana prasarana dan atmosfir akademik, serta prestasi belajar telah banyak dilakukan, baik oleh kalangan profesional dan ilmuan maupun oleh peneliti akademisi lainnya. Beberapa hasil studi dan penelitian tersebut dideskripsikan untuk mengidentifikasi kemungkinan signifikansi dan kontribusi akademik terhadap penelitian ini dalam konteks waktu dan tempat, dan sekaligus menentukan kedudukan dan relevansinya dengan pokok masalah yang dikaji dalam penelitian ini. penelitian yang lakukan oleh Hastuti Naibaho yang berjudul: Pengaruh Lingkungan Kampus Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa: Studi Kasus Universitas Pelita Harapan SurabayaAy. Jurnal Manajemen Pemasaran8 7 H. Tilaar. Paradigma Baru Pendidikan Nasional (Jakarta: Rineka Cipta, 2. 8 Hastuti Naibaho et al. AuPENGARUH LINGKUNGAN KAMPUS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA (Studi Kasus Universitas Pelita Harapan Surabay. ,Ay Jurnal Manajemen Pemasaran 5, no. : 22Ae26, https://doi. org/10. 9744/pemasaran. Vol 9. No. Oktober 2024 284 | Ibrahim Halim dkk. Penelitian tersebut relevan untuk mengkaji salah satu variabel pada penelitian ini, bahwa prestasi belajar mahasiswa pada dasarnya dapat ditingkatkan melalui penerapan salah satu model pembelajaran. Implikasinya, dosen harus kompoten mengelola lingkungan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian yang dilakukan oleh Nana Sudjana, yang berjudul: AuHubungan Kemampuan Berpikir Ilmiah dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Program S1 LPTK di Jawa BaratAy. Laporan Penelitian Penelitian yang mendeskripsikan salah satu kesimpulan, bahwa 70% prestasi belajar mahasiswa dipengaruhi oleh kemandirian mahasiswa, dan 30% prestasi belajar mahasiswa dipengaruhi oleh lingkungan yang membentuk mahasiswa9. Berdasarkan analisis data dan pembahasan mengenai pengaruh variabel kompetensi profesional dosen dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Korespondensi Indonesia, ditemukan bahwa secara simultan, kedua variabel ini memiliki pengaruh positif dan Secara parsial, baik kompetensi profesional dosen maupun fasilitas belajar menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Namun, variabel fasilitas belajar memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa, seperti faktor internal, yaitu keinginan dan minat mahasiswa untuk belajar, selain kompetensi dosen dan fasilitas belajar10. pengaruh kompetensi dosen dan lingkungan kampus terhadap kepuasan Pengaruh layanan akademik dan lingkungan secara simultan terhadap kepuasan mahasiswa sangat besar yaitu 86,6%. Untuk itu peningkatan kompetensi dosen sangat perlu terus menerus ditingkatkan agar para mahasiswa semakin merasa puas atas layanan yang diterima. Begitu juga lingkungan kampus juga perlu terus menerus ditingkatkan agar para mahasiswa yang kuliah merasa nyaman dan senang berada di kampus11 Metode Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kuantitatif. Salah satu metode yang umum digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah metode Metode ini melibatkan pengumpulan data dari sampel yang diambil dari populasi, bukan langsung dari seluruh populasi. Dengan metode ini, 9 Yolanda Matondang. AuPengaruh Persepsi Atas Profesionalisme Dosen Dan Sarana Belajar Terhadap Prestasi Mahasiswa Dalam Mata Kuliah Bahasa Indonesia,Ay Deiksis 9, no. : 258, https://doi. org/10. 30998/deiksis. 10 Iis Torisa Utami. AuAnalisis Pengaruh Kompetensi Profesional Dosen Dan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Akademi Sekretari Budi Luhur Pada Masa Pandemik / Covid-19 (Studi Empiris: Perkuliahan Korespondensi Bahasa Indonesia Sem. ,Ay Jurnal Maneksi 9, no. : 378Ae83, https://doi. org/10. 31959/jm. 11 Prima Sadewa and Riska Damayanti. AuPengaruh Kompetensi Dosen Dan Lingkungan Kampus Terhadap Kepuasan Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang,Ay SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION : Economic. Accounting. Management and Business 6, 1 . : 65Ae73, https://doi. org/10. 37481/sjr. Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengaruh Sarana Prasarana . peneliti dapat mengidentifikasi kejadian-kejadian yang relatif, distribusi, serta hubungan antar variabel sosiologis dan psikologis. populasi pada penelitian ini, terdiri atas profesionalisme dosen, sarana, prasarana, dan atmosfir akademik, serta prestasi belajar mahasiswa sebagai unsur isi. Institut Agama Islam Negeri sebagai unsur kesatuan atau unit. Palopo sebagai unsur ruang atau tempat, dan tahun 2015- 2021 sebagai unsur waktu. Secara spesifik, populasi dalam penelitian ini terdiri atas 13. 686 orang mahasiswa, yang tersebar pada empat fakultas di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo. Penelitian dilakukan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo. Adapun populasi didalam penelitian ini yakni mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo yang berjumlah 13. Teknik pengumplan data Beberapa cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data adalah observasi, kuesioner . , dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan interpretasi data sebagai gambaran penerapan cara berpikir penalaran pada proses penelitian dilakukan untuk menguji hipotesis statistik. Didasarkan pada hipotesis yang dirumuskan, maka statistik yang digunakan untuk menganalisis data adalah statistik deskriptif, dan statistik inferensial. Pengaruh Profesionalisme Dosen terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo Berdasarkan hasil penelitian dengan pengujian secara parsial (Uji-. yang menunjukkan bahwa variabel Profesionalisme dosen (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi akademik Mahasiswa (Y) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo dengan koefisien regresi sebesar 0,426 atau 42,6% artinya dengan meningkatnya variabel Profesionalisme dosen (X. akan meningkat pula Prestasi akademik Mahasiswa (Y) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo diikuti dengan perubahan peningkatan yang signifikan, ini dapat dilihat dari tingkat signifikan yaitu sebesar 0,033. Hasil ini menunjukkan pengaruh langsung dan signifikan dengan indikator: menguasai bahan ajar dengan mengkaji bahan mata kuliah dan kurikulum serta menguasai bahan pendalaman perkuliahan, mengolah program perkuliahan dengan mengenal dan dapat menggunakan metode mengajar, mengelola kelas dengan mengatur tata ruang kelas dan menciptakan iklim perkuliahan yang serasi. Mempelajari fungsi, macam-macam Teknik, dan prosedur penilaian, mengelola dan menginterpretasikan hasil penilaian guna perbaikan proses perkuliahan. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi perguruan tinggi. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian Pendidikan guna keperluan perkuliahan. Hal ini menunjukkan bahwa baik dosen maupun mahasiswa percaya bahwa profesionalisme dosen mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, sesuai dengan indikator yang telah disebutkan. Dengan kata lain, para responden menganggap bahwa profesionalisme dosen memberikan dampak positif terhadap prestasi akademik mahasiswa di IAIN Palopo. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama, yang menyatakan bahwa profesionalisme dosen berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa IAIN Palopo. Vol 9. No. Oktober 2024 286 | Ibrahim Halim dkk. terbukti benar. Untuk tetap menjaga dan meningkatkan profesionalitas dosen, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu: pendidikan, pembelajaran, penelitian, forum ilmiah terprogram, publikasi ilmiah, forum komunikasi, penguasaan program teknologi informasi, program induksi/magang, dan penunjang yaitu Kegiatan penunjang dapat dilakukan dalam bentuk keterlibatan dalam berbagai kegiatan kampus, misalnya komprensi, lokakarya dan seminar dalam kampus. Kegiatan tersbut akan membuka wawasan yang lebih luas, yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi dan pengalaman yang lebih banyak, baik denga peserta dari satu bidang keilmuan tertentu, maupun dari aneka disiplin ilmu yanglain Pengaruh Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo Berdasarkan hasil penelitian dengan pengujian secara parsial (Uji-. yang menunjukkan bahwa variabel Sarana Prasarana (X. berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Prestasi akademik Mahasiswa (Y) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo dengan koefisien regresi sebesar 0,247 atau 24,7% artinya dengan ketersediaan Sarana Prasarana . idak diikuti dengan peningkatan Prestasi akademik Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo secara signifikan dengan idikator: Menggunakan ruang dan perlengkapan serta alat0alat peraga pembelajaran di kelas, menggunakan laboratorium dan alat perlengkapan praktikum, menggunakan pusat keterampilan kesenian, keagamaan, dan olahraga. Menggunakan berbagai aturan dan kebijakan pimpinan perguruan tinggi yang tertuang dalam pedoman akademik untuk keperluan perkuliahan. Menggunakan prasarana jalan kampus. Menggunakan prasarana penerangan kampus. Menggunakan prasarana kamar kecil kampus. Menggunakan prasarana halaman, kebun, dan lapangan kampus. Sebagian responden merasa bahwa mereka tidak memaksimalkan pusat keterampilan, kesenian, keagamaan dan olahraga. Begitu pula ada responden kurang menggunakan berbagai aturan dan kebijakan pimpinan yang tertuang dalam pedoman akademik. Selain itu pula banyak yang tidak bisa memaksimalkan prasarana halaman, kebun dan lapangan kamus. Berdasarkan besarnya pengaruh masing-masing faktor tersebut terhadap Prestasi akademik Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, maka dapat disimpulkan bahwa variable Sarana Prasarana (X. yang mempunyai pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Prestasi akademik Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo. Pengaruh Atmosfer Akademik Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo Berdasarkan hasil penelitian dengan pengujian secara parsial (Uji-. yang menunjukkan bahwa variabel Atmosfer Akademik (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi akademik Mahasiswa (Y) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo dengan koefisien regresi sebesar 0,021 atau 02,1% artinya dengan meningkatnya variabel Atmosfer Akademik (X. akan meningkat pula Prestasi akademik Mahasiswa (Y) Institut Agama Islam Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengaruh Sarana Prasarana . Negeri (IAIN) Palopo diikuti dengan perubahan peningkatan yang signifikan, ini dapat dilihat dari tingkat signifikan yaitu sebesar 0,021. Hasil ini menunjukkan pengaruh langsung positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo dengan indikator: Pembudayaan kemampuan menggunakan istilah atau definisi dalam mendeskripsikan suatu kejadian, keadaan, kelompok atau individu tertentu secara abstrak. Pembudayaan penalaran induktif dan deduktif. Pembudayaan berfkirir kritis dengan cara merumuskan masalah, menganalisis argument, menanyakan dan menjawab pertanyaan, menilai kredibilitas sumber informasi, melakukan observasi dan laporan hasil. Pembudayaan berfikir kreatif secara konvergen dan divergen. Pembudayaan kemandirian belajar dengan menunjukkan sikap tanggung jawab, percaya diri, dan inisiatif dalam belajar. Memiliki motivasi yang kuat, kemampuan menyelesaikan masalah dan Hasrat untuk kompetensi dalam belajar. Menunjukkan kegigihan dalam belajar, kebebasan bertindak dan sikap yang tidak terpenagaruh oleh lingkungan. Menunjukkan sikap yang tegas dalam bertindak dan menguasai tugas-tugas sebagai pengajar. Atmosfer akademik merupakan factor penting dalam menunjang performansi atau kinerja sebuah perguruan tinggi. Mengingat pentingnya atmosfer akademik, maka penyusunannya diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi dan kondisi yang kondusif bagi tim-tim belajar mahasiswa di perguruan tinggi untuk menampilkan kinerja yang lebih baik dan dapat dan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Atmosfer akademik harus mampu diciptakan untuk membuat proses pembelajaran di perguruan tinggi berjalan sesuai dengan visi, misi, dan tujuan yang telah dirumuskan. Perguruan tinggi merupakan suatu organisasi Pendidikan, dimana individuindividu saling berinteraksi dan bekerja sama guna menciptakan atmosfer Pemahaman dan komitmen seluruh civitas akademika tentang pentingnya atmosfer akademik dalam Pendidikan tinggi harus diwujudkan dan dikembangkan secara konsisten. Meskipun penciptaan atmosfer akademik merupakan tugas dan tanggung jawab seluruh civitas akademika. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa kunci keberhasilan pada Pendidikan tinggi terletak pada eran dosen dalam kegiatan pembelajaran. Idealnya setiap dosen memiliki nilai-nilai tertentu, seperti nilai tanggung jawab, nilai kejujuran, nilai kekritisan, nilai ketekunan, nilai kaingin tahuan, dan nilai kepedulian. Nilai-nilai tersebut diharapkan akan membentuk karakter mahasiswa sebagai makhluk intelektual yang berkualitas akademik. Sejatinya, intelektual adalah bagaimana memunculkan gagasan atau ide dalam upaya penyelesaian masalah dan bukan melalui kekerasan fisik serta anarkis. Intisari dalam kehidupan perguruan tinggi terletak pada interaksi antara dosen dan mahasiswa. Secanggih apapun fasilitas pada perguruan tinggi, jika interaksi antara dosen dan mahasiswa tidak baik, maka Pendidikan tinggi akan kehilangan maknanya. Perlu difahami bahwa pembentukan iklim kampus yang kondusif bagi perkembangan akademik juga bermanfaat bagi peningkatan profesionalisme dosen. Kehadiran dosen dan/atau mahasiswa di bawah standar meruapakan contoh interaksi yang Vol 9. No. Oktober 2024 288 | Ibrahim Halim dkk. tidak baik antara dosen dan mahasiwa dari segi kualitas. Diperlukan karakteristik keperibadian ilmiah dosen dan mahasiswa dalam membangun atmosfer akademik, yaitu: nilai tanggungjawab, nilai kejujuran, nilai kekritisan, nilai ketekunan, nilai kengintahuan, dan nilai kepedulian, serta interkasi secara baik antara dosen dan mahasiswa, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Keenam karakteristik kepribadian ilmiah tersebut diuraikan sebagai berikut: Nilai tanggungjawab, dosen sebagai pendidik bukan saja bertanggungjawab atas pemerolehan pengehuan mahasiswanya, tetapi juga bertanggungjawab menanamkan karakter di hati dan perilaku mahasiswa. Dosen harus memiliki nilai tanggungjawab untuk menjadikan dirinya sebagai teladan atau panutan. Nilai kejujuran, akan tercermin dalam perilaku yang diikuti dengan hati yang tulus, berbicara sesuai dengan kenyataan, berbuat atau bertindak sesuai dengan bukti dan kebenaran. Nilai kejujuran meruapakan salah satu untuk kekuatan spiritual, akhlak mulia, serta Menjunjung tinggi nilai kejujuran akan mengantarkan kita pada kehidupan yang seimbang dan harmonis. Jujur terhadap peran pribadi, jujur terhadap hak dan tanggungjawab, jujur tehadap tatanam yang ada, jujur dalam berfikir, bersikap, dan bertindak. Apabila kejujuran sudah hilang, maka kekacauan dan ketidakharmonisan akan menguasai kehiduapn ini, selanjutnya yang ada hanyalah rekayasa dan manipulasi, penyerobotan hak, serta penindasan. Nilai kekritisan. Berfikir kritis tidak sama halnya dengan mengakumulasi informasi. Seorang pemikir kritis mampu menyimpulkan dari apa yang diketahuinya, serta mengetahui cara memanfaatkan informasi untuk memecahkan masalah dengan mencari sumber-sumber informasi yang Berfikir kritis bersifat netral, obyektif, dan tidak bias. Walaupun berfikir kritis dapat digunakan untuk menunjukkan kekeliruan atau alas analasan yang buruk. Manfaat dari sikap kritis adalah dapat membuat seseorang membiasakan diri untuk berfikir secara terbuka, mampu mengkomunikasikan gagasan, pemdapat, dan solusi. Nilai ketekunan. Dalam proses pencapaian kesuksesan diperlukan ketekunan. Namun demikian, keteunan bukan berartt hanya menjalankan rutinitas. Ketekunan harus didampingi dengan visi yang kuat. Bahwa seseorang harus mengetahui dan memahami tujuan perguruan tinggi. Nilai keingintahuan. Karakter keingintahuan digambarkan sebagai sosok yang suka pada tantangan, berinovasi dan kreatif. Sifat keingintahuan bermakna sebagai sikap dan Tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang diketahuinya, dilihatnya, didengarnya, dan dipelajarinya. Nilai kepedulian. Kepedulian seorang dosen akan terlihat dari sosok yang penuh kasih dan berempati dalam proses pembalajaran. Kepedulian digambarkan sebagai sikap toleran, empati, bersedia bekerjasama, membantu orang lain, keikhlasan, dan kasih Keenam karakteristik kepribadian ilmiah tersebut ditanamkan melalui interaksi antara dosen dan mahasiswa, baik di dalam maupun di luar kampus, dalam rangka menciptakan iklim yang mendorong perkembangan dan kegiatan akademik yang menjujung tinggi kebenaran ilmiah. Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengaruh Sarana Prasarana . Atmosfer akademik yang kondusif dipengaruhi terutama oleh interaksi antara dosen dan mahasiswa untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Untuk itu, kedua komponen tersebut didorong untuk saling berhubungan secara efesien dengan tetap memperhatikan aspek hubungan antara Semangat yang ditebarkan adalah penciptaan iklim akademis yang kondusif, yang ditandai dengan sikap terbuka, postif, dan senantiasa mencari solusi yang paling baik untuk setiap masalah yang dihadapi. Pengaruh Profesionalisme Dosen. Sarana Prasarana, dan Atmosfer Akademik Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Berdasarkan hasil uji secara simultan (Uji F) dalam analisis regresi linear berganda pada penelitian ini diketahui bahwa tingkat signifikan sebesar 0,000 lebih kecil jika dibandingkan dengan tingkat = 5% berarti bahwa semua variabel bebas yang meliputi Profesionalisme dosen. Sarana Prasarana, dan atosfer akademik (X. secara simultan mempunyai pengaruh postif dan signifikan terhadap Prestasi akademik Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo. Besarnya faktor-faktor Profesionalisme dosen (X. Sarana Prasarana (X. dan atmosfer akademik (X. terhadap Prestasi akademik Mahasiswa (Y) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo sebesar 0,532 atau 53,2%. Dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain secara variabel bebas pada penelitian ini sebesar 0,478 atau 47,8%. Pengujian hipotesis asosiatif yang menyatakan bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara profesionalisme dosen, sarana prasarana, dan atmosfer akademik dengan prestasi akademik mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo. Adanya pengabaian faktor-faktor selain dari Profesionalisme dosen (X. Sarana Prasarana (X. dan Atmosfer Akademik (X. ternyata masih mampu memberikan pengaruh sebesar 47,8%. Hal ini menjadi bahan pertimbangan dan saran bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dengan topik yang sama dengan penelitian ini kiranya menambahkan variabel baru misalnya motivasi, yang nantinya diharapkan akan mampu memberikan informasi tambahan. KESIMPULAN Profesionalisme dosen pada Institut Agama Islam Negeri Palopo, ditunjukkan dengan persentase rerata sebesar 80% yang berkatagori tinggi, sehingga dapat dinyatakan bahwa dosen Institut Agama Islam Negeri Palopo menjalankan nilai-nilai profesionalisme dalam kegiatan pembelajaran. Sarana prasarana pada Institut Agama Islam Negeri Palopo, ditunjukkan dengan persentase rerata sebesar 73% yang berkatagori tinggi, sehingga dapat dinyatakan bahwa sarana prasarana pada Institut Agama Islam Negeri Palopo sangat memadai dalam menopang proses belajar menagajar. Atmosfer akademik pada Institut Agama Islam Negeri Palopo, ditunjukkan dengan persentase rerata sebesar 78% yang berkatagori tinggi, sehingga dapat dinyatakan bahwa atmosfer akademik pada Institut Agama Islam Negeri Palopo sangat baik dalam menopang suasana yang kondusif dan Vol 9. No. Oktober 2024 290 | Ibrahim Halim dkk. menyenangkan dalam kampus. Prestasi belajar mahasiswa pada Institut Agama Islam Negeri Palopo, ditunjukkan dengan persentase rerata sebesar 79% yang berkatagori tinggi, sehingga dapat dinyatakan bahwa dosen Institut Agama Islam Negeri Palopo menjalankan nilai-nilai profesionalisme dalam kegiatan pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA