p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Edukasi dan Sosialisai DAGUSIBU Obat Sebagai Upaya Promotif Kesehatan Bagi Siswa-Siswi di SMA 05 Dumai Sakban. Alif Rafli Mahesa,Ella Elyana. Helsan Septira Universitas Muhammadiyah Riau e-mail: sakban80@umri. Abstract The Community Service Program (KKN) of Group 40 of Muhammadiyah University of Riau at SMA Negeri 05 Dumai aims to increase students' awareness and knowledge about the DAGUSIBU (Get. Use. Store, and Dispose of Medicine. program as a health promotion effort. This program is carried out using interactive socialization and education methods, including delivering materials, question and answer sessions, and providing questionnaires to assess students' understanding. This journal emphasizes the importance of knowledge about DAGUSIBU to prevent the negative impacts of improper use and disposal of medicines, especially among adolescents. The results of the KKN activities show a significant increase in the knowledge and awareness of SMA Negeri 05 Dumai students about DAGUSIBU, as well as their enthusiasm in participating in this program. This journal also highlights the important role of KKN in empowering communities and improving the quality of health in the area. Keywords: KKN. DAGUSIBU. Peliung Village Abstrak Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 40 Universitas Muhammadiyah Riau di SMA Negeri 05 Dumai bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa-siswi tentang program DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan. Simpan, dan Buang Oba. sebagai upaya promotif kesehatan. Program ini dijalankan dengan metode sosialisasi dan edukasi interaktif, meliputi penyampaian materi, sesi tanya jawab, dan pemberian kuesioner untuk menilai pemahaman siswa. Jurnal ini menekankan pentingnya pengetahuan tentang DAGUSIBU untuk mencegah dampak negatif dari penggunaan dan pembuangan obat yang tidak tepat, terutama di kalangan remaja. Hasil kegiatan KKN menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran siswa-siswi SMA Negeri 05 Dumai tentang DAGUSIBU, serta antusiasme mereka dalam mengikuti program ini. Jurnal ini juga menyoroti peran penting KKN dalam memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas kesehatan di wilayah tersebut Kata kunci: KKN. DAGUSIBU. Kelurahan Peliung PENDAHULUAN Pengetahuan yang memadai adalah kunci keberhasilan dalam berbagai hal, termasuk dalam penggunaan obat. Namun, banyak orang, terutama remaja, masih memiliki keterbatasan dalam memahami obat-obatan (Rahmat Ismail et al. , 2. Mereka seringkali kesulitan memahami petunjuk penggunaan, tidak menyadari potensi efek samping, dan tidak mengetahui cara membuang obat dengan benar. Padahal, sembarangan dapat menimbulkan masalah lingkungan yang serius. Selain itu, banyak remaja juga salah kaprah mengenai cara penyimpanan obat, seperti menyimpan semua jenis obat di lemari pendingin. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang Dagusibu melalui sosialisasi yang intensif, misalnya di sekolah-sekolah (Astuti & Hidayati, 2. Dagusibu ((DApatkan. GUnakan. SImpan. Buan. merupakan panduan praktis untuk memastikan penggunaan obat yang aman dan tepat. Mendapatkan obat dengan benar berarti kita harus memperolehnya melalui saluran resmi https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 seperti apotek atau toko obat yang memiliki izin, terutama untuk obat-obatan yang memerlukan resep dokter (Prabandari & Febriyanti, 2. Kita juga perlu teliti membaca peringatan pada kemasan, dan (Astutiningsih et al. , 2. Setiap Untuk mendapatkan hasil pengobatan yang optimal, sangat penting bagi kita untuk mengikuti petunjuk tersebut dengan Jika ada bagian yang kurang dipahami, jangan ragu untuk bertanya kepada apoteker. Bagi mereka yang sedang berpuasa, pengaturan jadwal konsumsi obat perlu disesuaikan. Misalnya, jika obat harus diminum 4 kali sehari, maka dapat diatur saat sahur, berbuka puasa, dan dua waktu malam hari dengan interval waktu yang relatif sama (Stiani et al. , 2. Setelah selesai digunakan, obat harus disimpan dengan benar. Simpan obat dalam kemasan asli dan tempat yang sejuk serta kering. Hindari paparan sinar matahari langsung dan perubahan suhu yang ekstrem. Jangan lupa untuk menutup rapat wadah obat dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Perhatikan juga tanggal kadaluarsa dan tanda-tanda kerusakan obat (Kurniawan et , 2. Tahap terakhir dalam pengelolaan obat yang baik adalah membuang obat dengan Setiap bentuk sediaan obat memiliki cara pembuangan yang berbeda. Sebagai contoh, untuk obat kapsul, isi kapsul perlu dikeluarkan terlebih dahulu, kemudian dilarutkan dalam air sebelum dibuang ke saluran pembuangan (Ervianingsih et al. Remaja, dengan daya jangkau sosial yang luas, memiliki potensi besar untuk menyebarkan informasi tentang Dagusibu kepada orang-orang di sekitarnya, seperti keluarga dan tetangga. Harapannya, melalui program penyuluhan dan sosialisasi yang intensif di SMA Negeri 5 Dumai, para siswa dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 pentingnya pengelolaan obat yang benar. Dengan demikian, kualitas kesehatan baik di lingkungan sekolah maupun rumah tangga dapat ditingkatkan. METODE PENELITIAN Pelaksaanaan masyarakat dalam KKN ini menggunakan metode presentasi, pemaparan materi, tanya jawab dan dilanjutkan memberikan kuesioner di akhir kegiatan untuk menilai pemahaman siswa-siswi terkait dengan DAGUSIBU. Untuk pengetahuan siswa-siswi SMA 05 Dumai terkait DAGUSIBU maka dari itu kelompok 40 KKN UMRI melakukan sosialisai dan edukasi. Adapun beberapa tahapan dalam kegiatan KKN ini adalah sebagai berikut: Persiapan Meminta izin ke sekolah SMA 05 Dumai Menyiapkan materi dan peralatan untuk edukasi DAGUSIBU Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Agustus 2024. Lokasi kegiatan dilaksanakan di SMAN 05 Dumai dengan peserta kelas 3. Kegiatan edukasi berupa penyampaian materi dalam bentuk Power Point (PPT) oleh Saudara Ella Elyana dan Helsan Septira selaku narasumber kepada siswa-siswi SMAN 05 Dumai. Evaluasi Evaluasi program sosialisasi Dagusibu dilakukan untuk mengukur keberhasilan program, mengidentifikasi kendala yang ada, dan mencari solusi untuk meningkatkan efektivitas program. Salah satu metode evaluasi yang digunakan adalah sesi tanya jawab. Melalui sesi ini, diharapkan dapat terungkap sejauh mana pemahaman siswa mengenai materi Dagusibu. Sebagai motivasi, siswa yang aktif menjawab pertanyaan akan diberikan hadiah kecil. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Gambar 3: Kegiatan tanya jawab tentang HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi Dagusibu telah dilaksanakan di SMA Negeri 5 Dumai pada tanggal 16 Agustus 2024. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas 3 dan melibatkan partisipasi aktif dari para guru. Materi yang disampaikan meliputi tata cara penggunaan antibiotik, klasifikasi obat, dan konsep Dagusibu secara komprehensif. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Pihak sekolah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini dan menyambut baik adanya kegiatan serupa di masa mendatang. Kegiatan berlangsung selama dua jam, mulai pukul 09. 00 WIB hingga pukul 11. 00 WIB Gambar 1: Contoh Power Point Materi Kegiatan DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan. Simpa. Obat dengan Benar KKN Kelompok 40 UMRI di SMAN 05 Kota Dumai. Kegiatan sosialisasi yang berlangsung selama kurang lebih 120 menit ini berjalan dengan baik dan lancar. Peserta, terutama anak-anak, menunjukkan tingkat perhatian yang tinggi terhadap materi yang Hal ini dapat dilihat dari sikap mereka yang fokus dan tidak banyak gangguan selama kegiatan berlangsung. Kesuksesan kegiatan ini mengindikasikan bahwa materi yang disampaikan telah berhasil menarik minat dan perhatian Gambar 2: Foto Bersama Di Akhir Sesi kegiatan Kegiatan sosialisasi Dagusibu yang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Dumai bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya penggunaan obat yang benar. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengurangi kasus penggunaan obat yang tidak tepat dan meningkatkan kesehatan siswa. Materi mendapatkan obat yang benar, cara penggunaan obat yang sesuai dengan petunjuk, dan cara membuang obat sisa dengan aman. Materi disampaikan secara menarik melalui presentasi PowerPoint oleh Ella Elyana dan Helsan Septira. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai sumber-sumber obat sudah cukup baik. Namun, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang cara membuang obat yang benar. SIMPULAN Pelaksanaan mensosialisasikan konsep DAGUSIBU telah berjalan dengan sangat baik. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai cara pengelolaan obat yang benar, mulai dari cara mendapatkan obat yang tepat hingga cara membuang obat sisa dengan aman. Dengan demikian, kegiatan KKN Kelompok 40 di Kelurahan Pelintung telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Hal menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi DAGUSIBU merupakan langkah yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola obat dengan baik dan benar. UCAPAN TERIMAKASIH Atas nama Kelompok 40, kami mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan KKN di Kelurahan Pelintung. Semoga program yang kami laksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Indonesia. Kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terselenggaranya kegiatan KKN Kelompok 40 di Kelurahan Pelintung. Semoga program yang kami laksanakan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah ini. DAFTAR PUSTAKA