97 JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 PENGARUH KONSENTRASI PVP-30 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP MUTU FISIK TABLET EKSTRAK BIJI MAHONI (Swietenia mahagoni (L. Oleh Sary Mutiara Aprilliyani1. Supriyanto2. Wahyu Purwanjani3 1,2,3Prodi Farmasi. Fakultas Sains dan Kesehatan. Universitas An Nuur Purwodadi. Kab. Grobogan. Telp. Email: 1mutiaraaprilliyani@gmail. com, 2priyanto_apt@yahoo. 3wahyupurwanjani24@gmail. Article History: Received: 17-09-2024 Revised: 06-10-2024 Accepted: 22-10-2024 Keywords: Mutu Fisik. Tablet. Biji Mahoni Abstract: Biji tanaman mahoni merupakan salah satu tanaman yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah. Dengan memformulasikan biji mahoni dalam bentuk sediaan tablet, dapat memudahkan pengguna dalam pemanfaatannya secara praktis dan efisien. Dalam pembuatan sediaan tablet, bahan pengikat merupakan bahan tambahan yang penting. Bahan pengikat yang biasa digunakan dalam pembuatan sediaan tablet adalah PVP-30. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh PVP-30 sebagai bahan pengikat terhadap mutu fisik tablet ekstrak biji mahoni (Swietenia mahagoni (L. )). Biji mahoni (Swietenia mahagoni (L. )) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Sediaan tablet terdiri dari 3 formula dengan perbedaan konsentrasi PVP-30 yaitu dengan formula I 12,5 mg, formula II 18,75 mg, dan formula i 25 mg. Parameter mutu fisik dilakukan pada granul dan tablet. Parameter mutu fisik granul meliputi kadar air, waktu alir, dan sudut diam. Sedangkan parameter mutu fisik tablet meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan tablet, kerapuhan tablet, dan waktu hancur tablet. Ketiga formula tablet ekstrak biji mahoni memenuhi persyaratan mutu fisik tablet. Variasi PVP-30 mempengaruhi kekerasan tablet, kerapuhan tablet, dan waktu hancur tablet pada ketiga formula. Konsentrasi PVP-30 yang menunjukkan mutu fisik tablet ekstrak biji mahoni paling optimum adalah sebesar 12,5 mg pada formula I PENDAHULUAN Ekstrak biji mahoni mengandung senyawa-senyawa yang terdiri dari flavonoid, alkaloid, terpenoid, antraquinon, cardiac glycosides, saponin, dan volatile oil yang membantu perbaikan sel yang rusak, biji mahoni memiliki khasiat untuk anti-microba, anti-diabetes, antioksidan, analgesik, anti-inflamasi dan anti jamur . Ekstrak etanol 96% biji mahoni dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah pada mencit yang diberikan dosis 70, 140 dan 280 mg/kgbb/hr. Untuk memudahkan manfaat dari biji mahoni, maka perlu dibuat dan dibentuk sediaan yang sesuai, praktis dan efisien. Tablet adalah bentuk sediaan dimana meempunyai a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 beberapa keuntungan, yaitu mudah untuk dikonsumsi, praktis, takarannya tepat, dapat menutupi rasa pahit, dikemas secara baik dan stabilitas terjaga dalam penyimpanan . Dalam pembuatan tablet diperlukan bahan pengisi atau zat tambahan lainya. PVP-30 adalah bahan pengikat yang biasa digunakan dalam pembuatan tablet karena memiliki sifat alir yang baik, sudut diam yang minimum, menghasilkan fines lebih sedikit dan daya kompaktibilitasnya lebih baik . Kekerasan tablet baik dan kerapuhan rendah tetapi mempunyai daya hancur tinggi, tingginya waktu peluruhan disebabkan kuatnya ikatan antar partikel dan dapat menyebabkan tingginya kekerasan pelat . PVP-30 dengan konsentrasi 4% memberikan hasil tablet dengan mutu yang memenuhi persyaratan dan pada suhu kamar memberikan mutu tablet terbaik . Penelitian ini dilakukan dengan membuat tiga formula tablet ekstrak biji mahoni dengan perbedaan PVP-30 sebagai bahan pengikat menggunakan metode granulasi Metode granulasi basah dipilih karena dapat meningkatkan fluiditas dan kekompakan bahan sehingga lebih mudah untuk diubah menjadi tablet. meliputi uji kadar air, waktu alir dan sudut diam. Sedangkan pada uji mutu fisik granul meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan tablet, kerapuhan tablet dan waktu hancur tablet. Pada uji kadar air mutu fisik granul ada dua pengujian yaitu susut pengeringan yang dihitung menggunakan presentase LOD dan kandungan kelembaban dihitung dengan menggunakan presentase moisture content, selanjutnya ada waktu alir, dihitung mengguakan stopwatch dengan perhitungan bobot granul dibagi dengan waktu alir dari stopwatch. Dilanjutkan dengan uji mutu fisik tablet, yang pertama ada uji keseragaman bobot, dilakukan untuk memastikan keseragaman dosis yang masuk kedalam tubuh agar setiap tablet sama dan sesuai dengan keamanan sediaan obat. Kedua, uji keseragaman ukuran tablet, diukur dengan jangka sorong dan dikatakan seragam apabila diameter tidak melebihi 3 kali atau paling sedikit 1Ie dari ketebalan tablet. Ketiga, kekerasan tablet, diukur dengan alat hardness tester dengan kekuatan 4-8 kg. Keempat, kerapuhan tablet, diukur menggunakan alat freability tester dengan kecepatan 25 rpm selama 4 menit kemudian tablet ditimbang kembali. Kelima, waktu hancur tablet, diukur dengan menggunakan alat disintregration tester dengan syarat waktu hancur kurang dari 15 menit di temprature 36AC. LANDASAN TEORI Tanaman mahoni merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak ditemukan. Di Indonesia tanaman mahoni digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi , kencing manis diabetes mellitus, kurang nafsu makan, demam, masuk angin, dan pengobatan kanker. Kandungan senyawa flavonoid dalam tanaman mahoni mampu mengkelat logam Mg 2 dan Zn2 sehingga kedua ion logam tersebut tidak akan menempel dan mengaktifasi enzim DNA polymerase (Anam dkk, 2. Golongan flavanoid yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi adalah flavon atau flavonol (Winata & Putri, 2. Ekstrak biji mahoni mengandung senyawa-senyawa antioksidan yang terdiri dari flavonoid, alkaloid, terpenoid, antraquinon, cardiac glycosides, saponin, dan volatile oil yang terlibat dalam perbaikan sel yang rusak. Selain itu, ekstrak biji mahoni mengandung kandungan zat swietenin yang agonis dengan PPAR dan akan mengaktifkan gen responsif insulin (Sumekar & Fauzia, 2. Ekstraksi merupakan salah satu tehnik pemisahan kimia untuk mengambil satu atau lebih komponen atau senyawa-senyawa . dari suatu sampel dengan menggunakan pelarut yang sesuai (Leba, 2. Metode ekstraksi maserasi merupakan metode pendinginan a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 (Mawarda dkk, 2. Maserasi adalah metode paling sederhana yang paling banyak Cara kerja dari metode ini adalah memasukan serbuk tanaman kedalam pelarut yang sesuai menggunakan wadah inert yang tertutup rapat pada suhu ruang (Muhriani. Metode pembuatan tablet dengan granulasi basah dipilih karena metode granulasi basah memiliki fluiditas dan kekompakan bahan sehingga lebih mudah untuk diubah menjadi tablet. Metode granulasi basah dilakukan dengan mencampurkan bahan awal kemudian terbentuk granul dan di ayak, selanjutnya, granul di keringkan lalu pencampuran bahan akhir kemudian baru di kempa atau di cetak (Kaushik, 2. Ada Enam bahan yang digunakan pada penelitian ini, yang pertama bahan aktif menggunakan ektrak etanol 96% biji mahoni yang mengandung zat swietenin yang agonis dengan PPAR dan akan mengaktifkan gen responsif insulin (Sumekar & Fauzia, 2. Yang kedua, bahan pengikat menggunakan Polivinil pirolidon (PVP) dengan konsentrasi 3% - 15% menghasilkan granul yang baik, kering dengan cepat dan pengempaan yang baik (Tungadi. PVP-30 bisa menaikan kekerasan tablet dan membuat tablet lebih kompak, penggunaan PVP-30 sebagai pengikat dengan konsentrasi 2% menghasilkan formulasi tablet memenuhi persyaratan produk fisik tablet. Kemudian pada PVP-30 konsentrasi 0,5% - 5% sebagai bahan pengikat menghasilkan sifat fisik tablet yang baik (Saputri & Saryanti, 2. Yang ketiga, bahan penghancur menggunakan amilum manihot dengan konsentrasi 10% 20% menghasilkan waktu hancur yang baik (Khaldir dkk, 2. Yang keempat, bahan lubrikan menggunakan magnesium stearat dengan konsentrasi yang digunakan adalah 0,25% hingga 5,0%. Yang kelima, bahan glidant menggunakan talk yang memperbaiki sifat alir tablet karena tidak larut dalam air. Yang keenam, bahan pengisi menggunakan laktosa yang menunjukan stabilitas pada banyak zat aktif. Parameter mutu fisik granul meliputi uji kadar air, uji waktu alir, dan sudut diam. Dalam uji kadar air ada dua pengujian yaitu susut pengeringan yang dihitung menggunakan presentase LOD (Lost On Dryin. dan kandungan kelembaban yang dihitung dengan presentase moisture content. Kemudian uji waktu alir dithitung menggunakan stopwatch dengan perhitungan bobot granul dibagi dengan waktu alir dari stopwatch. Yang terakhir ada uji sudut diam, sudut diam dikatakan sempurna dan memenuhi syarat apabila sudut yang dihasilkan lebih dari 25A dan kurang dari 40A (Rusdiah dkk, 2. Parameter mutu fisik tablet meliputi keseragaman bobot tablet, keseragaman ukuran tablet, kekerasan tablet, kerapuhan tablet dan waktu hancur tablet. Keseragaman bobot tablet dilakukan untuk memeriksa keseragaman dosis obat yang masuk ke dalam tubuh agar dosis setiap tablet sama dan sesuai dengan keamanan sediaan obat (Ulfa dkk, 2. Keseragaman ukuran tablet suatu tablet dikatakan mempunyai keseragaman ukuran yang baik bila diameternya tidak melebihi 3 kali atau paling sedikit 1Ie dari ketebalan tablet (Ulfa dkk, 2. Diambil 10 tablet, kemudian di ukur diameter dan tebal masing-masing tablet dengan menggunakan jangka sorong. Kekerasan tablet di ukur dengan alat hardness tester yang berkisar antara 4-8 kg (Gopalan & Gozali, 2. Kerapuhan tablet diukur menggunakan alat freabillity tester. Kerapuhan diatas 1% membuktikan bahwa tablet dianggap rapuh dan kurang baik (Rijal dkk, 2. Penggunaan freabillity tester dengan kecepatan 25rpm selama 4 menit, kemudian tablet ditimbang kembali (Gopalan & Gozali, 2. Waktu hancur tablet di ukur dengan alat disintegration tester kemudian di catat waktu hancur masing-masing Syarat waktu hancur kurang dari 15 menit dengan suhu 36AC (Ulfa dkk, 2. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 METODE PENELITIAN Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah beker glass, ayakan 80 dan 60, waterbath, blender, timbangan analitik, erlemeyer, corong, kertas saring, gelas ukur, pipet tetes, mortir, stamper, jangka sorong, rotary evaporator, botol kaca coklat besar, freability tester, disintegration tester, hardness tester, flow tester. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak biji mahoni, etanol 96%. PVP-30, amilum manihot. Mg stearat, talk, laktosa. Pembuatan Ekstrak Biji Mahoni. Menimbang bobot serbuk biji mahoni sebanyak 250g dan mencampurkan dengan etanol 96% sebanyak 1 liter didalam botol coklat besar, kemudian direndam selama 5 hari sambil sesekali digojok. Setelah itu, maserat disaring menggunakan kertas saring dimasukan ke bekerglass, setelah disaring maserat di uapkan di atas waterbath selama A5 hari dan didapatkanlah ekstrak kental. Pembuatan Tablet Ekstrak BijI Mahoni. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan, kemudian timbang bahan sesuai formulasinya, masukan amilum manihot dan laktosa kedalam mortir, gerus sampai homogen kemudian masukan ekstrak biji mahoni gerus ad homogen, tambahkan PVP-30 yang dilarutkan dengan etanol 96% secukupnya gerus kembali hingga terbentuk massa basah, masa basah kemudian diayak menggunakan ayakan No. 8 mesh, granul basah yang diperoleh dikeringkan menggunakan oven pada suhu 50A-55AC selama A16 jam, kemudian dilakukan uji mutu fisik granul, selanjutnya talk dan magnesium stearat ditambahan kedalam granul kering kemudian dilakukan kompresi tablet menggunakan alat pencetak tablet bertekanan 1500 Newton dan ukuran punch 12mm. Selanjutnya tablet diuji mutu fisiknya (Rijal dkk, 2. Tabel 1. Formulasi Tablet Ekstrak Biji Mahoni Kegunaan Ekstrak biji mahoni Zat aktif PVP-30 Pengikat Bahan Amilum Mg stearat Talk Penghancur Lubrikan Glidant Laktosa 2,5 2,5 ,75 Pengisi Uji Parameter Sifat Fisik Granul. Uji Kadar Air Susut Pengeringan (Lost On Dryin. Persyaratan % LOD antara 0% - 100%. Timbang Bobot Granul Basah, setelah dikeringkan timbang kembali bobot granul kering (Tungadi, 2. Hitung % LOD dengan menggunakan rumus: (Bobot granul basah - Bobot granul kerin. %LOD= y100% Bobot granul basah a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 Uji Kandungan Kelembaban (MC (Moisture Conten. ) Persyaratan % MC antara 0% - tak terhingga. Timbang bobot granul basah, setelah kering timbang kembali bobot granul kering (Tungadi, 2. Hitung % MC dengan menggunakan rumus : %MC = (Bobot granul basah - Bobot granul kerin. y100% Bobot granul basah Waktu Alir Pemeriksaan waktu alir dilakukan agar mengetahui bahwa serbuk yang digunakn mempunyai waktu alir yang baik. Waktu alir yang baik maka akan menghasilkan sediaan tablet yang memenuhi syarat keseragaman bobotnya (Rohmani & Rosyanti, 2. Pengujian dilakukan dengan alat uji sudut diam dengan ditentukan oleh stopwatch dihitung pada saat granul mulai mengalir hingga berhenti atau habis (Tungadi, 2. Kecepatan alir dapat dihitung dengan rumus : Bobot granul Kecepatan alir = Waktu alir Sudut Diam Penetapan sudut istirahat dilakukan dengan menggunakan corong yang bagian atas berdiameter 12 cm, diameter bawah 1 cm dan tinggi 10 cm. Granul dimasukkan ke dalam corong, lalu dialirkan melalui ujung corong dan ditentukan besar sudut istirahatnya (Rusdiah dkk, 2. Persyaratan : uji dikatakan memenuhi syarat apabila 25A > < 40A. = . ^(-. 2h/d Keterangan : = sudut istirahat h = tinggi kerucut . d = diameter kerucut . (Rusdiah dkk, 2. Uji Parameter Mutu Fisik Tablet Keseragaman Bobot Ditentukan oleh banyaknya penyimpangan bobot tiap tablet terhadap bobot rata-rata dari semua tablet sesuai syarat yang hitung berat rata-ratanya, apabila setiap tablet ditimbang satu per satu, maka jumlahnya tidak lebih dari dua tablet, setiap tablet mempunyai massa yang berbeda-beda, massa rata-rata yang tercatat pada kolom A dan tidak ada tablet yang mempunyai massa yang menyimpang dari massa rata-rata kolom B (Rusdiah dkk, 2. Perhitungan penyimpangan tablet dapat di hitung menggunakan Bobot tiap tablet - Bobot rata-rata tablet Penyimpangan= y100% Bobot rata-rata tablet Tabel 2. Penyimpangan Bobot Rata-rata Bobot rata- rata 25mg atau Penyimpangan bobot rata-rata a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 26mg 150mg 151mg Ae Lebih dari 7,5% Keseragaman Ukuran Tablet dikatakan mempunyai keseragaman ukuran yang baik bila diameternya tidak melebihi 3 kali atau paling sedikit 1Ie dari ketebalan tablet. Diambil 10 tablet, kemudian di ukur diameter dan tebal masing-masing tablet dengan menggunakan jangka sorong. Diameter tablet tidak boleh lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1Ie tebal tablet (Ulfa dkk, 2. Kekerasan Tablet Faktor yang memengaruhi kekerasan tablet adalah tekanan kopresi dan sifat bahan yang Kekerasan tablet berkisar antara 4-8kg. Biasanya diukur dengan alat hardness tester (Gopalan & Gozali, 2. Kerapuhan Tablet Ketahanan tablet dalam melawan pengikisan dan goncangan adalah kerapuhan. Besaran yang dipakai adalah bobot yang hilang selama pengujian. Alat yang digunakan adalah freabillity tester. Kerapuhan diatas 1% membuktikan bahwa tablet dianggap rapuh dan kurang baik (Rijal dkk, 2. Penggunaan freabillity tester dengan kecepatan 25 rpm selama 4 menit, kemudian tablet ditimbang kembali (Gopalan & Gozali, 2. Waktu Hancur Tablet Waktu hancur adalah salah satu uji mutu fisik tablet, dimana batas maksimal waktu hancur adalah 15 menit setelah dioralkan menurut Farmakope Indonesia edisi V. Disiapkan air dengan suhu 36AC, mengambil 6 tablet secara acak dan dimasukan ke disintegration tester kemudian di catat waktu hancur masing-masing tablet. Syarat waktu hancur kurang dari 15 menit (Ulfa dkk, 2. Analisis Data. Analisis data menggunakan metode statistik deskriptif dan kuantitatif One Way ANOVA (Analysis Of Varian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pembuatan Ekstrak Biji Mahoni. Rendemen ekstrak yang didapatkan memenuhi persyaratan Farmakope Herbal Indonesia . yaitu nilai rendemen lebiih dari 10% dinyatakan bahwa semakin tinggi nilai rendemen maka semakin banyak ekstrak yang dihasilkan dan semakin tinggi kandungan zat yang akan tertarik pada bahan baku. Tabel 3. Hasil Rendemen Ekstrak Serbuk Biji Mahoni . Ekstrak Kental . Rendeme n (%) Hasil Pembuatan Tablet Ekstrak Biji Mahoni. Pada pembuatan tablet yang mengandung PVP-30 dan menggunakan metode granulasi basah. PVP-30 harus benar-benar a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 terlarut, berakibat penimbangan formula awal yang seharusnya menjadi 100 tablet harus berkurang menjadi F1 . F2 . Table. dan F3 . Table. Hasil pembuatan tablet dipengaruhi oleh kelarutan PVP-30 yang menggunakan alkohol 96% hingga larut dan susut pengeringan granul. Tabel 4. Hasil Pembuatan Tablet Formula Granul . Tablet . Jumlah Hasil Uji Parameter Sifat Fisik Granul Uji Kadar Air Hasil pengeringan granul F1 . ,52%). F2 . ,43%) dan F3 . ,5%) masih memiliki kadar Apabila kandungan air dalam granul tinggi, akan mengganggu sifat dari granul yaitu timbulnya kohesivitas antar partikel sehingga aliran granul menjadi terlalu tinggi. Namun, apabila kandungan air dalam granul <1% dapat menyebabkan terjadinya capping yaitu bagian atas tablet terbelah. Tabel 5. Hasil Susut Pengeringan dan Moisture Content Bobot Bobot Form sebelum di sesudah di %MC LOD . 3,52 3,52 19,77 19,07 4,43 4,43 16,90 16,15 15,44 14,14 8,5% 8,5% Uji Waktu Alir. Tabel 5. Hasil Pengujian Waktu Alir Formul Waktu alir . /deti. 9,12 8,90 Hasil pengujian ketiga fomula memenuhi persyaratan waktu alir yang baik yaitu 4-10 g/detik dapat dilihat pada tabel 5. Kecepatan alir yang baik dikarenakan terdapat laktosa, selain digunakan sebagai zat pengisi, laktosa juga dapat memperbaiki sifat alir (Hilda, 2. Kemudian formula 1, 2 dan 3 memiliki waktu alir yang hampir sama menunjukan bahwa formula berhasil dibuat dengan perlakuan yang konsisten. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 Sudut Diam Hasil ketiga formula dapat dilihat pada tabel 6 yang ketiganya memenuhi persyaratan sudut diam granul yaitu lebih kecil dari 30A dan tidak lebih besar atau sama dengan 40A yang dapat dikatakan bahwa ketiga formula bisa mengalir bebas. Tabel 6. Hasil Pengukuran Sudut Diam Sudut Diam Formula (A) Hasil Uji Parameter Mutu Fisik Tablet Keseragaman Bobot Hasil dari keseragaman bobot dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 7 Hasil Keseragaman Bobot Bobot . Tablet Formula Formul Formula Rata250A10 250A10 250A10 rataCSD Dari pengujian keseragaman bobot ketiga formula pada tabel 7 sudah memenuhi persyaratan BPOM RI yaitu tidak lebih dari 2 tablet yang menyimpang lebih besar dari 7,5% dan tidak ada satu pun tablet yang lebih besar dari 15%. Semua F1. F2 dan F3 memiliki ratarataC SD bobot sebesar 250mgC10 tablet, walaupun terlihat pada tabel 7 ada 2 tablet pada masing-masing formula yang bobotnya kurang atau lebih disebabkan karena terdapat granul yang masih tersisa pada alat manual yang dipakai atau human error pada penimbangan. Kemudian, pada pengujian analisis data normalitas didapatkan hasil F1. F2 dan F3 sebesar 0,105 nilai Sig. -valu. >0,05 berkesimpulan data berdistribusi secara normal, kemudian dilanjutkan dengan analisis homogenitas didapatkan hasil 1,000, nilai Sig. >0,05 berkesimpulan data homogen dan pada hasil analisis OneWay Anova didapatkan hasil 1,000 nilai Sig. -valu. >0,05 dapat disimpulkan bahwa data tidak ada perbedaan secara signifikan. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 Keseragaman Ukuran Hasil dari pengujian keseragaman ukuran ketiga formula pada tabel 8 sudah sesuai dengan persyaratan yaitu diameter tablet tidak lebih dari 3 kali ketebalan tablet. Dari 8 menunjukan bahwa ketiga formula memiliki ukuran yang seragam. Laju alir, homogenitas campuran bahan dan kestabilan punch menyebabkan ukuran tablet menjadi seragam. Berikut adalah hasil dari keseragaman bobot : Tabel 8 Hasil Keseragaman Ukuran Diameter Ketebalan . Tablet F 1 F 2 F3 F 1 F2 0,6 0,6 0,6 0,2 0,2 0,6 0,6 0,6 0,2 0,2 0,6 0,6 0,6 0,2 0,2 0,6 0,6 0,6 0,2 0,2 0,6 0,6 0,6 0,2 0,2 0,6 0,6 0,6 0,2 0,2 0,6 0,6 0,6 0,2 0,2 0,6 0,6 0,6 0,2 0,2 0,6 0,6 0,6 0,2 0,2 0,6 0,6 0,6 0,2 0,2 Rata- 0,6 0,6 0,6 0,2 0,2 0,2 rata A1. A1. A1. A2. A2. A2, 11 11 11 77 77 77 CSD Pada analisis data SPSS keseragaman ukuran tidak ada hasil yang keluar dikarenakan ukuran diameter F1. F2 dan F3 sama semua yaitu sebesar 0,6 cm, begitu pula dengan ketebalan tablet F1. F2 dan F3 sama semua yaitu 0,2 cm. Kekerasan Tablet Berikut adalah hasil dari kekerasan tablet : Tabel 9 Hasil Kekerasan Tablet Kekerasan Tablet . Tablet For Form mula Formu a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 RatarataCS 4,12A 0,09 4,25 A0,0 4,51A0 ,09 Hasil dari kekerasan tablet ketiga formula pada tabel 9 sudah sesuai persyaratan yaitu antara 4-8kg. Dengan hasil rata-rata F1 . ,12A0,. F2 . ,25A0,. dan F3 . ,51A0,. Faktor yang mempengaruhi kekerasan tablet adalah tekanan kopresi dan sifat bahan yang dikempa (Gopalan & Gozali, 2. Dilanjutkan dengan uji SPSS normalitas memiliki hasil F1 . F2 . dan F3 . hasil tersebut lebih dari nilai Sig. -valu. > 0,05 berkesimpulan data homogen dan pada hasil analisis OneWay Anova didapatkan hasil nilai Sig. -valu. < 0,05 dapat disimpulkan bahwa data ada perbedaan secara signifikan antara F1 dan F2. F1 dan F3. F2 dan F3. Perbedaan yang signifikan disebabkan oleh banyaknya bahan pengikat yang terkandung pada masing-masing tablet. Kemudian kekerasan tersebut akan berpengaruh pada waktu hancur tablet. Kerapuhan Tablet Setelah tablet diuji dengan alat kerapuhan atau alat freability tester tablet kemudian ditimbang kembali satu per satu. Hasil kerapuhan tablet sudah sesuai persyaratan yaitu kerapuhan kurang dari 1% bobot tablet, dikarenakan PVP-30 membentuk ikatan granul yang kompak dan tablet yang kompak akan menurunkan tingkat kerapuhan tablet dengan rata-rata F1 . ,39A9,. F2 . ,9A9,. dan F3 . ,03A10,. Dilanjutkan dengan pengujian SPSS Normalitas dengan hasil F1 . F2 . dan F3 . nilai tersebut lebih dari nilai Sig. -valu. > 0,05 berkesimpulan data homogen dan pada hasil analisis OneWay Anova didapatkan hasil 0,994 nilai tersebut lebih dari nilai Sig. -valu. > 0,05 dapat disimpulkan bahwa data tidak ada perbedaan secara signifikan. Berikut adalah hasil dari pengujian kerapuhan tablet : Tabel 10 Hasil Kerapuhan Tablet Bobot Sebelum Bobot Sesudah . Tablet F 1 F 2 F3 F 1 F2 F3 249, 25 25 229, 26 26 7,5 9,5 258, 25 24 9,5 9,8 238, 24 24 7 8,5 http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 Ratarata CSD A10 249, 25 267, 23 A10 A9, 9,54 Waktu Hancur Tablet Hasil dari uji waktu hancur ketiga formula pada tabel 11 telah memenuhi syarat kurang dari 15 menit dengan rata-rata F1 . ,1A0,. F2 . ,6A0,. dan F3 . ,5A1,. Waktu hancur sendiri dipengengaruhi oleh perbedaan bahan pengikat yang dipakai. Pada formulasi F1 memakai bahan pengikat PVP-30 sebanyak 12,5 mg yang lebih kecil dari pada F2 dan F3 menghasilkan waktu hancur yang lebih cepat dari pada F2 dan F3, sedangkan F2 menggunakan bahan pengikat PVP-30 sebanyak 18,75 mg yang menghasilkan waktu hancur yang pas dengan rata-rata hancur 7,68 menit, kemudian pada F3 menggunakan bahan pengikat PVP-30 sebanyak 25 mg yang menyebabkan waktu hancur lebih lama dari pada F1 dan F2. Kemudian, dilanjutkan pada pengujian SPSS normalitas memiliki hasil nilai Sig. -valu. > 0,05 berkesimpulan data homogen dan pada hasil analisis OneWay Anova didapatkan hasil nilai 0,000 nilai tersebut kurang dari nilai Sig. -valu. < 0,05 dapat disimpulkan bahwa data ada perbedaan secara signifikan antara F1. F2 dan F3. Berikut adalah hasil dari tablet yang di masukan ke alat disitergration tester : Tabel 11. Hasil Uji Waktu Hancur Waktu Hancur Tablet . Tablet Formula Formula Formula Rata7,6A0,5 12,5A1, rata 6,1A0,57 CSD a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 KESIMPULAN Berdasarkan hasil pnenelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : Ketiga formula tablet ekstrak biji mahoni dapat memenuhi persyaratan mutu fisik tablet Pengaruh dari variasi PVP-30 terhadap ketiga formula ada pada kekerasan tablet, kerapuhan tablet dan waktu hancur tablet. Konsentrasi penggunaan PVP-30 pada tablet ekstrak biji mahoni paling optimum ada pada 12,5 mg. SARAN Setelah penelitian ini perlu dilanjutkan penelitian mengenai : Perlu dilakukan penelitian dengan sediaan yang sama dan alat yang lebih modern Perlu dilakukan penelitian sediaan tablet untuk diujikan ke hewan uji Perlu dilakukan penelitian sediaan tablet dengan variasi konsentrasi bahan yang lain atau mengembangkan menjadi sediaan tablet lainnya. DAFTAR PUSTAKA