Journal of S. Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Training E-ISSN 2620-7699 | P-ISSN 2541-7126 https://doi. org/10. 37058/sport Manajemen Pembinaan Prestasi Anak Usia Dini Sekolah Sepak Bola Sempati Muda Patikraja Kabupaten Banyumas Aderaya Sasongko1. Aziz Amrulloh2 Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang Abstrak Pembinaan prestasi merupakan serangkaian tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan atlet agar mencapai hasil yang optimal dalam Sempati Muda merupakan sekolah sepak bola yang berdomisili di Patikraja, yang memiliki tujuan untuk mengembangkan keterampilan dasar anak dalam olahraga sepak bola. Pembinaan prestasi yang baik dapat dicapai apabila memiliki manajemen yang sehat, karena manajemen dan pembinaan prestasi saling terikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi manajemen pengelolaan dan sistem pembinaan prestasi yang dijalankan di SSB Sempati Muda Patikraja. Pendekatan penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan Subjek penelitian adalah pengurus, pelatih dan atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen SSB Sempati Muda sudah menjalankan fungsi manajemen . erencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasa. , serta program pembinaan prestasi yang sudah berjalan dengan baik karena menerapkan sistem pembinaan prestasi . emasalan, pembibitan dan pengembangan baka. Simpulan dalam penelitian ini yaitu manajemen telah melakukan fungsi manajemen yang sudah ada, sehingga pembinaan prestasi yang ada di SSB Sempati Muda dapat berjalan dengan baik. Kata Kunci: Manajemen. Pembinaan Prestasi. Anak Usia Dini. Sepak Bola Abstract Achievement coaching is a series of actions taken to improve the athlete's ability to achieve optimal results in sports. Sempati Muda is a soccer school domiciled in Patikraja, which aims to develop children's basic skills in soccer. Good achievement development can be achieved if there is sound management, because management and achievement development are intertwined. The purpose of this study was to determine the condition of the management and achievement development system for early childhood that was implemented at SSB Sempati Muda Patikraja. The research approach uses descriptive qualitative research methods with data collection methods including observation, interviews and documentation. The research subjects are administrators, coaches and The results showed that the management of SSB Sempati Muda had carried out management functions . lanning, organizing, activating, and supervisin. , as well as the achievement development program which had been running well because it implemented an achievement coaching system . ales, nursery and talent developmen. The conclusion in this study is that management has carried out existing management functions, so that the achievement development at SSB Sempati Muda can run well. Keywords: Management. Achievement Development. Early Childhood. Football Correspondence author: Aderaya Sasongko. Universitas Negeri Semarang. Indonesia. Email: aderayasasongko4@students. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Aderaya Sasongko. Aziz Amrulloh Manajemen Pembinaan Prestasi Sekolah Sepak Bola Sempati Muda Patikraja Kabupaten Banyumas PENDAHULUAN Olahraga prestasi melibatkan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan untuk membina dan mengembangkan atlet dengan tujuan mencapai prestasi tingkat daerah, nasional, maupun internasional (Republik Indonesia, 2. Pembinaan merupakan faktor penting dalam mencapai prestasi olahraga yang diinginkan. Dalam pembinaan, perlu diperhatikan elemen seperti penetapan tujuan, program pelatihan terorganisir, dan metode serta materi pelatihan yang tepat. Pembinaan prestasi dapat dimulai sejak usia dini, karena pada tahap ini anak-anak memiliki potensi untuk belajar dan berkembang dengan pesat dalam berbagai aspek seperti pengetahuan, keterampilan berpikir, emosi, dan fisik (Aida, 2. Manajemen berperan penting dalam kesuksesan atlet dan klub olahraga, meliputi strategi, manajemen keuangan, struktur pengurus, dan kinerja. Manajemen dan pembinaan prestasi saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Tujuan manajemen olahraga adalah mengendalikan, mengevaluasi, dan mencapai rencana dan tujuan klub olahraga (Bakhtiar. Sekolah sepak bola dikenal sebagai organisasi olahraga sepak bola yang memiliki tujuan untuk membina dan mengembangkan potensi serta semangat para atlet sepak bola. Di Indonesia, telah didirikan berbagai SSB yang mampu meraih prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional, hal ini dikarenakan adanya manajemen dan program pembinaan yang Salah satu contohnya adalah SSB Sempati Muda, yang awalnya dibentuk oleh sang manajer saat masih aktif sebagai atlet sepak bola dengan tujuan agar anaknya dapat bermain sepak bola dengan baik dan SSB Sempati Muda menerima peserta didik dari kelompok usia dini hingga remaja. Meskipun tidak berlokasi di pusat kota. SSB Sempati Muda tetap mampu bersaing dengan SSB lainnya di Kabupaten Banyumas. Penelitian pada tahun 2021 tentang AuPembinaan Sepakbola Usia Dini di Sekolah Sepakbola Kota SurakartaAy menyatakan bahwa kurangnya kesadaran manajemen akan pentingnya sistem organisasi pembinaan dalam proses pembinaan di sekolah sepak bola (Larung, 2. Pada Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 632-650 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. penelitian tentang AuPembinaan Sepakbola Usia Dini di Sekolah Sepakbola Peta Kabupaten KediriAy tahun 2019, menyatakan bahwa pembinaan berjalan dengan baik dilihat dari segi sumber daya manusia, sarana prasarana dan program latihan sangat menunjang untuk pembinaan pemain sehingga bisa meraih prestasi (Aji. Bimo. Sakti & Faruk, 2. Selain itu, terdapat penelitian pada tahun 2021 tentang AuManajemen Pembinaan Prestasi di Sekolah Sepak BolaAy yang menyatakan bahwa pengelolaan program sepak bola anak usia dini sudah baik dengan mengembangkan program pembinaan sekolah sepak bola yang mengikuti aturan PSSI dan mengawasi kegiatan program (Wijaya, 2. Sedangkan pada penelitian tahun 2019 tentang AuAnalisis Pembinaan Prestasi terhadap Manajemen Olahraga Sekolah Sepakbola (SSB) Se-Kabupaten Pati Tahun 2019Ay menyatakan bahwa pengelolaan pembinaan prestasi kurang baik karena adanya rangkap jabatan oleh pengurus (Syahroni et al. , 2. Pada penelitian tahun 2017 tentang AuPembinaan Olahraga Sepakbola di Klub Indonesia Muda Purwokerto Kabupaten BanyumasAy menyatakan bahwa program pembinaan prestasi berjalan dengan baik (Ghozali et al. , 2. Sekolah sepak bola merupakan organisasi olahraga sepak bola yang memiliki misi untuk membina dan mengembangkan potensi dan semangat para atlet sepak bola. Prestasi olahraga sebagian besar dipengaruhi oleh manajemen, karena manajemen yang efektif melibatkan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, tindakan, dan pengawasan. Manajemen diperlukan dalam pembinaan olahraga untuk mencapai tujuan pembinaan yang diinginkan. Pembinaan prestasi yang baik akan didapatakan apabila memiliki manajemen yang sehat, karena manajemen dan pembinaan prestasi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sekolah sepak bola juga membutuhkan struktur manajemen yang baik untuk menghasilkan atlet masa depan yang berbakat dan memajukan perkembangan pembinaan prestasi yang ada. Selain manajemen, sekolah sepak bola membutuhkan program pelatihan yang terukur dan berulang untuk mencapai tujuannya. Komponen manajemen, organisasi, sumber Aderaya Sasongko. Aziz Amrulloh Manajemen Pembinaan Prestasi Sekolah Sepak Bola Sempati Muda Patikraja Kabupaten Banyumas pendukung pembinaan adalah contoh faktor pendukung yang diperlukan untuk membentuk organisasi olahraga yang efektif. Berdasarkan uraian diatas, dapat digambarkan kerangka berpikir yang dapat dilihat pada gambar 1 berikut: Sekolah Sepak Bola Manajemen Pembinaan Prestasi Fungsi Manajemen . lanning, organizing, actuating, controllin. Pemasalan. Pembibitan dan Pengembangan Bakat Program Latihan Prestasi Gambar 1 Kerangka Berpikir Sumber: Peneliti Berdasarkan hasil observasi. SSB Sempati Muda memiliki kendala dalam struktur kepengurusan yang kurang baik, termasuk adanya rangkap jabatan yang dapat menghambat pencapaian dalam pembinaan prestasi. Pentingnya pembinaan prestasi yang baik juga sejalan dengan keberadaan manajemen yang efektif. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif, yaitu suatu metode pendekatan penelitian kualitatif yang melibatkan pendeskripsian secara Menurut (Murdiyanto, 2. bahwa penelitian kualitatif dapat dimanfaatkan untuk melihat kehidupan masyarakat, sejarah, perilaku, fungsionalisasi organisasi, gerakan sosial, dan hubungan kekerabatan. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 632-650 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi manajemen pengelolaan dan sistem pembinaan prestasi anak usia dini yang dijalankan di SSB Sempati Muda Patikraja. Penelitian ini dilakukan di SSB Sempati Muda Patikraja. Jawa Tengah, pada bulan April 2023. Subjek penelitian meliputi 3 pengurus, 4 pelatih dan 10 atlet SSB Sempati Muda Patikraja. Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data untuk membandingkan data dari sumber yang berbeda, metode yang berbeda, dan periode yang berbeda. Hal ini memastikan bahwa waktu, metode pengumpulan data, dan sumber data semuanya diperhatikan (Bachri, 2. HASIL Berikut merupakan hasil penelitian menggunakan metode triangulasi data yang dapat dilihat pada tabel 1: Tabel 1 Hasil Penelitian Observasi Wawancara Tidak ada struktur Struktur kepengurusan sederhana, tanpa ada perekrutan anggota Struktur Terdapat visi dan Memiliki visi dan misi untuk melawan dampak negatif terhadap kecanduan gadget pada atlet Tidak adanya atlet yang sibuk bermain gadget sebelum dimulainya latihan Pendanaan di catat oleh bendahara Pemasukan berasal dari uang pendaftaran dan SPP atlet yang digunakan untuk membeli dan memperbaiki sarana prasarana yang ada, serta memberi upah Pencatatan pemasukan oleh Dokumentasi Aderaya Sasongko. Aziz Amrulloh Manajemen Pembinaan Prestasi Sekolah Sepak Bola Sempati Muda Patikraja Kabupaten Banyumas Manajemen datang mengawasi latihan secara langsung Manajemen secara langsung mengamati kegiatan latihan dan kompetisi, serta sarana dan prasarana yang sudah tidak layak Pengamatan manajemen saat latihan berlangsung Manajemen melakukan evaluasi setelah latihan Manajemen rutin melakukan evaluasi mingguan setelah latihan dan kompetisi Arahan dari manajemen setelah selesai latihan Tidak ada perekrutan pelatih Siapa saja yang bersedia melatih bisa Tidak ada perekrutan pelatih Terdapat sertifikat Hampir semua pelatih memiliki sertifikat Terdapat beberapa kepelatihan yang dimiliki pelatih Terdapat pembagian tugas Masing-masing pelatih menjalankan program latihan sesuai dengan Pembagian tugas pelatih, seperti pelatih kiper, fisik dan teknik Pelatih memiliki program latihan Pelatih memiliki program latihan yang diberikan kepada atlet dengan 3 kali latihan dalam seminggu Pelatih memberikan arahan program latihan kepada atlet Pelatih berinteraksi dengan atlet saat program latihan Pelatih mampu menanggapi kendala yang dialami oleh atletnya saat latihan Pelatih memberikan contoh secara langsung terkait kendala yang dialami atlet saat Pelatih memberikan evaluasi setelah selesai latihan Pelatih memberikan Pelatih memberikan evaluasi tentang evaluasi setelah kedisiplinan dan materi selesai latihan Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 632-650 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Tidak ada perekrutan atlet Atlet dapat bergabung Tidak ada secara terbuka dengan perekrutan atlet biaya pendaftaran dan bulanan yang Atlet menerapkan materi latihan sesuai dengan yang pelatih Atlet memahami program latihan yang diberikan oleh pelatih Penerapan materi latihan yang diberikan oleh Peralatan latihan cukup lengkap dan terdapat lapangan untuk latihan Sarana dan prasarana untuk latihan di Sempati Muda sudah cukup lengkap dan Beberapa sarana dan prasarana di Sempati Muda Terdapat sarana dan prasarana yang kurang layak digunakan, dan ada sebagian yang masih layak Sarana dan prasarana cukup layak untuk digunakan latihan sehari-hari Beberapa sarana dan prasarana di Sempati Muda Tidak ada Pemasalan dilakukan melalui kompetisi internal yang bertajuk Sempati Muda Cup Pelaksanaan kompetisi Sempati Muda Cup Manajemen pembibitan dan bakat melalui program latihan Manajemen tidak melakukan seleksi atlet dalam pembibitan, melainkan pendaftaran secara Pengembangan bakat atlet diterapkan pada program latihan yang diberikan pelatih Penerapan program latihan yang diberikan oleh Aderaya Sasongko. Aziz Amrulloh Manajemen Pembinaan Prestasi Sekolah Sepak Bola Sempati Muda Patikraja Kabupaten Banyumas Melakukan pertandingan uji coba dengan SSB Sempati Muda kerap pertandingan uji coba dengan SSB lain guna kemampuan atlet Pertandingan uji coba dengan SSB Mengikuti kompetisi usia dini Mengikuti beberapa kompetisi usia dini Kompetisi usia dini Sempati Muda Cup Meraih prestasi kompetisi usia dini Meraih beberapa prestasi pada kompetisi tingkat usia Prestasi yang diraih oleh Sempati Muda pada tingkat usia Sumber: Peneliti PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian diatas, terdapat pembahasan sebagai Manajemen Pengelolaan SSB Sempati Muda Sekolah Sepak Bola merupakan organisasi olahraga sepak bola yang memiliki misi untuk membina dan mengembangkan potensi dan semangat para atlet sepak bola. Secara umum, sekolah sepak bola dapat menerima siswa dari usia dini hingga remaja. Tujuan utama dari sekolah sepak bola adalah untuk memanfaatkan anak-anak ditingkatkan melalui berbagai latihan. Manajemen adalah proses mengatur, mengarahkan, dan mengelola kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan sumber daya organisasi (Mamduh, 2. Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengaturan adalah semua bagian dari proses manajemen, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan orang dan sumber daya lainnya. Sebuah organisasi olahraga harus memiliki manajemen yang baik, diawali dengan proses perencanaan, agar dapat menumbuhkan Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 632-650 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. kerjasama tim yang baik. Dalam pembinaan olahraga, manajemen sangat diperlukan guna mencapai tujuan pembinaan olahraga yang Menurut (Republik Indonesia, 2. tentang Keolahragaan, disebutkan bahwa organisasi olahraga merupakan kumpulan orangorang yang bekerjasama membentuk suatu organisasi guna menyelenggarakan olahraga sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan untuk mencapai tujuan olahraga. Sekolah sepak bola membutuhkan struktur kepengurusan yang kuat untuk meningkatkan perkembangan prestasi yang ada dan menghasilkan atlet-atlet muda yang unggul, yang merupakan syarat lain untuk menjadi organisasi olahraga yang baik. Berdasarkan manajemen pengelolaan Sekolah Sepak Bola Sempati Muda telah berhasil mencapai tujuan pembinaan prestasi melalui penerapan fungsi manajemen yang efektif namun tidak keseluruhan, karena pada fungsi pengorganisasian manajemen kurang baik dengan tidak adanya perekrutan anggota dan adanya rangkap jabatan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya sumber daya manusia yang ada, serta pendanaan yang hanya mengandalkan uang pendaftaran atlet dan uang SPP bulanan atlet. Visi dan misi Sekolah Sepak Bola Sempati Muda yang fokus pada memerangi hal-hal negatif pada anak usia dini, seperti kecanduan gadget, telah memberikan arah yang jelas dalam upaya mencapai prestasi baik dalam hal akademik maupun non-akademik. Meskipun struktur kepengurusan Sekolah Sepak Bola Sempati Muda cukup sederhana, dengan hanya terdiri manajemen berhasil mengelola secara efisien dan memberikan perhatian yang cukup kepada pengembangan atlet. Manajer Sempati Muda turut berperan sebagai pelatih kepala, menunjukkan keterlibatan langsung dalam pembinaan atlet. Adapun struktur kepengurusan Sempati Muda dapat dilihat pada gambar 2. Aderaya Sasongko. Aziz Amrulloh Manajemen Pembinaan Prestasi Sekolah Sepak Bola Sempati Muda Patikraja Kabupaten Banyumas Manajer Merangkap Jabatan Sekretaris Pelatih Bendahara Pelatih Pelatih Pelatih Gambar 2 Struktur Kepengurusan SSB Sempati Muda Sumber: Manajemen SSB Sempati Muda Menurut (Mahsun, 2. penganggaran atau penyusunan anggaran . adalah tindakan membuat rencana keuangan untuk suatu organisasi yang dilakukan dengan membuat jadwal kerja untuk periode waktu tertentu, seringkali satu tahun, dan dinyatakan dalam satuan moneter. Dana bulanan yang diterima oleh Sekolah Sepak Bola Sempati Muda digunakan dengan bijak untuk membeli peralatan latihan sepak bola dan memberikan upah kepada pelatih, menunjukkan adanya pengelolaan keuangan yang baik. Catatan keungan juga dicatat dengan baik oleh manajemen Sekolah Sepak Bola Sempati Muda. Rencana program latihan dan kompetisi yang sesuai dengan tujuan dan visi Sekolah Sepak Bola Sempati Muda, serta jadwal latihan dan metode latihan yang terorganisir, menjadi faktor penting dalam mengembangkan bakat atlet di sekolah sepak bola tersebut. Manajemen Sekolah Sepak Bola Sempati Muda juga telah menunjukkan kualitas pengawasan yang baik dengan melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan untuk memastikan pencapaian tujuan awal. Selain itu, pelatih tidak diberi beban target yang terlalu tinggi oleh pengurus, yang lebih fokus pada upaya agar para atlet mampu bermain sepak bola dengan baik sesuai arahan pelatih, dan pencapaian juara dianggap sebagai bonus dari hasil latihan rutin yang berkesinambungan. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 632-650 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Pembinaan Prestasi Anak Usia Dini Anak usia 4-5 tahun sudah mampu melakukan aktivitas dasar seperti melompat, berlari, menendang, dan melempar. Fase usia dini (Rahayu. Pembinaan prestasi sebaiknya dimulai sedini mungkin karena anak usia dini memiliki potensi besar untuk belajar dan berkembang. Dengan kemampuan belajar yang tinggi dan rasa ingin tahu yang kuat, mereka dapat mengalami perkembangan pesat di berbagai aspek, termasuk kognitif, emosional, dan fisik. Pelatih Seorang kemampuan sejati dalam waktu singkat (Emral, 2. Ilmu kepelatihan mempelajari implementasi pelatihan dan kompetisi dalam olahraga untuk mencapai tingkat kesuksesan tertinggi (Hasyim & Saharullah, 2. Sistem perekrutan pelatih di SSB Sempati Muda Patikraja adalah terbuka bagi siapa saja yang memiliki minat dan kompetensi dalam melatih. Tidak ada seleksi khusus atau persyaratan tertentu yang harus dipenuhi. Ini memungkinkan individu dengan minat dan keahlian dalam pelatihan sepak bola untuk bergabung dan berkontribusi dalam pembinaan atlet. Dari empat pelatih yang ada, semuanya memiliki latar belakang sebagai mantan atlet sepak bola, memberikan keuntungan dalam memberikan pembinaan dan program latihan kepada Tiga pelatih telah mendapatkan lisensi D kepelatihan melalui pelatihan resmi. Sementara satu pelatih belum memiliki lisensi kepelatihan, pengalaman mereka sebagai mantan atlet memberikan pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk Aderaya Sasongko. Aziz Amrulloh Manajemen Pembinaan Prestasi Sekolah Sepak Bola Sempati Muda Patikraja Kabupaten Banyumas Pelatih-pelatih di SSB Sempati Muda memberikan program latihan berdasarkan penataran kepelatihan dan pengalaman mereka sebagai mantan atlet sepak bola. Mereka juga menerapkan pendekatan disiplin dan ketegasan untuk membentuk mental yang baik pada atlet. Meskipun beberapa anak sulit diatur saat latihan, pelatih tetap memberikan penjelasan dan latihan yang jelas. Secara keseluruhan, keempat pelatih SSB Sempati Muda, yang merupakan mantan atlet sepak bola, memberikan pembinaan yang baik kepada atlet berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka. Meskipun tidak ada proses seleksi meningkatkan kualifikasi kepelatihan dan memperoleh lisensi yang relevan guna memastikan pembinaan optimal sesuai standar kepelatihan yang berlaku. Atlet Atlet adalah individu yang aktif berlatih dan berkompetisi dalam olahraga dengan kemampuan terbaiknya (Emral, 2. Pembinaan atlet dilakukan melalui kompetisi yang sistematis, terencana, berjenjang, dan berkelanjutan dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan (Aji. Bimo. Sakti & Faruk, 2. Upaya melibatkan masyarakat dalam kegiatan olahraga untuk mengembangkan dasar keterampilan gerak dan mengidentifikasi atlet berbakat untuk mencapai prestasi tinggi (Supriyanto, 2. Pembibitan atlet merupakan pendekatan untuk mengidentifikasi individu yang memiliki potensi tinggi dalam mencapai prestasi olahraga. Proses pembinaan prestasi harus dilakukan secara benar, terukur, dan bertahap. SSB Sempati Muda memiliki sistem pembinaan prestasi olahraga yang meliputi pemasalan, pembibitan atlet, dan pengembangan bakat. Mereka tidak melakukan seleksi untuk calon atlet, tetapi menerima pendaftaran terbuka dengan biaya Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 632-650 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. pendaftaran Rp100. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin bermain sepak bola untuk bergabung dengan SSB Sempati Muda. Atlet-atlet yang bergabung dengan SSB Sempati Muda mengikuti berbagai kegiatan latihan yang diadakan oleh pelatih. SSB ini juga aktif dalam mengikuti pertandingan uji coba dan kompetisi untuk meningkatkan kemampuan atletnya. Atlet-atlet tersebut mampu memahami dan mengaplikasikan materi latihan dengan baik, seiring dengan beberapa prestasi yang telah diraih oleh SSB Sempati Muda. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas atlet di SSB Sempati Muda cukup baik. SSB Sempati Muda sukses membina atlet sepak bola dengan baik tanpa melakukan seleksi. Prestasi atlet yang telah diraih menunjukkan efektivitas pendekatan SSB dalam mengembangkan potensi mereka. Program Pembinaan Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, pembinaan olahraga prestasi melibatkan atlet muda potensial yang dikembangkan melalui pemantauan, pembinaan, dan pengembangan bakat. Pembinaan yang dilakukan sejak dini penting untuk mencapai prestasi maksimal. Program latihan merupakan serangkaian latihan yang diatur oleh pelatih dengan volume dan intensitas yang sesuai (Oemar & Marsudi, 2. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa program pembinaan prestasi di Sempati Muda telah berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan awal. Program latihan yang dirancang khusus untuk memperkenalkan anak-anak pada dasar-dasar keterampilan sepak bola telah berhasil membuat para atlet mampu memahami dan mempraktekkan teknik dasar sepak bola dengan baik. Sempati Muda juga mengambil pendekatan yang tepat dalam pembinaan atlet dengan tidak memberikan latihan Aderaya Sasongko. Aziz Amrulloh Manajemen Pembinaan Prestasi Sekolah Sepak Bola Sempati Muda Patikraja Kabupaten Banyumas fisik yang berlebihan. Hal ini dilakukan untuk menghindari trauma pada atlet dan memastikan program latihan disesuaikan dengan perkembangan fisik dan kognitif anak-anak. Dengan melibatkan pelatih yang fokus pada latihan teknik dasar sepak bola. Sempati Muda berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kemampuan atlet dengan baik. Latihan yang diberikan oleh pelatih yaitu 3 kali dalam seminggu dengan dosis latihan yang sedang setiap kelompok umur. Adapun data program latihan yang dijalankan oleh Sempati Muda dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Program Latihan HARI WAKTU Rabu Sore MATERI Jumat Sore Pemanasan . ogging ringan mengelilingi lapangan dan stretchin. Latihan . elompati, menghindari, atau berjalan melewati cones yang ditempatkan secara berurutan oleh Latihan keterampilan kaki . enggiring bola, menghentikan bola, mengoper bola, dan mengontrol bol. Peregangan. Pemanasan . ogging ringan mengelilingi lapangan dan stretchin. Melatih . elompati, menghindari, atau berjalan melewati cones yang ditempatkan secara berurutan oleh pelati. dengan intensitas yang lebih tinggi. Latihan passing dan control dalam lingkaran kecil yang terdiri dari 8 anak, dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama tim dan teknik keterampilan. Latihan shooting ke arah gawang dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan punggung kaki. Permainan kecil dengan membagi anakanak menjadi 2 tim, dengan 7 orang di setiap tim, untuk mengasah kemampuan yang telah dipelajari selama latihan. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 632-650 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Minggu Pagi Peregangan. Pemanasan . ogging ringan mengelilingi lapangan dan stretchin. Latihan strategi dengan memberikan penjelasan tentang posisi-posisi dasar dalam sepak bola. Melatih . elompati, menghindari, atau berjalan melewati cones yang ditempatkan secara berurutan oleh pelati. dengan intensitas yang lebih tinggi. Latihan passing dan control dalam lingkaran kecil yang terdiri dari 5 anak, dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama tim dan keterampilan teknik. Latihan menggiring bola ke arah gawang dan shooting ke arah gawang yang dijaga oleh kiper, dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan punggung kaki. Permainan kecil dengan membagi anakanak menjadi 2 tim, dengan 7 orang di setiap tim, untuk mengasah kemampuan yang telah dipelajari selama latihan. Peregangan. Sumber: Pelatih SSB Sempati Muda Selain Sempati Muda pertandingan uji coba dan kompetisi sebagai sarana untuk mengasah kemampuan atlet. Melalui pengalaman berkompetisi, para atlet dapat meningkatkan keterampilan dasar sepak bola, mental emosional, konsentrasi, dan motivasi mereka. Prestasi yang telah diraih oleh Sempati Muda dalam pertandingan uji coba dan kompetisi juga menunjukkan bahwa program pembinaan ini efektif. Adapun data prestasi yang telah dicapai oleh Sempati Muda dapat dilihat pada tabel 3. Aderaya Sasongko. Aziz Amrulloh Manajemen Pembinaan Prestasi Sekolah Sepak Bola Sempati Muda Patikraja Kabupaten Banyumas Tabel 3 Data Prestasi SSB Sempati Muda Nama Kejuaraan Perolehan Usia Tahun Tidak Ada (Pandemi Covid-. Tidak Ada (Pandemi Covid-. Tidak Ada (Pandemi Covid-. Sempati Muda Cup IV Juara 1 U-10 POPDA Kabupaten Juara 3 U-12 Banyumas Somagede Serayu Cup Juara 1 U-12 Sempati Muda Cup V Juara 3 U-15 Sumber: Manajemen SSB Sempati Muda . Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang baik merupakan landasan olahraga (Ihsan & Badaru, 2. SSB Sempati Muda memiliki sarana dan prasarana yang cukup baik, termasuk peralatan latihan seperti bola, cones, marker, gawang kecil, dan rompi. Peralatan ini dibeli menggunakan uang SPP bulanan yang dibayarkan oleh para atlet. Lapangan yang digunakan oleh SSB Sempati Muda memiliki kondisi yang tidak ideal. Saat cuaca panas, lapangan menjadi keras dan kering, sedangkan saat hujan, lapangan Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 632-650 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. menjadi becek. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada keselamatan dan performa atlet. Meskipun demikian. SSB Sempati Muda tetap berusaha memberikan fasilitas terbaik dengan sumber daya yang ada. Kelengkapan peralatan latihan yang baik menjadi salah satu keunggulan dalam pembinaan prestasi olahraga. Untuk mengatasi masalah lapangan, solusi alternatif seperti menggunakan lapangan lain atau perbaikan dapat dipertimbangkan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa manajemen pengelolaan Sempati Muda telah berhasil mencapai tujuan pembinaan prestasi melalui penerapan fungsi manajemen yang efektif, meskipun pada fungsi manajemen pengorganisasian kurang Dana bulanan digunakan dengan bijak untuk membeli peralatan latihan dan memberikan upah kepada pelatih. Rencana program latihan dan kompetisi yang sesuai, jadwal latihan yang terorganisir, serta evaluasi kegiatan menjadi faktor penting dalam mengembangkan bakat atlet. Pengawasan yang baik dilakukan dengan melakukan evaluasi untuk memastikan pencapaian tujuan awal. Target yang realistis diberikan kepada pelatih, dengan fokus pada upaya agar para atlet mampu bermain sepak bola dengan baik. Program pembinaan prestasi anak usia dini di SSB Sempati Muda berhasil mencapai tujuan awal melalui pemasalan, pembibitan dan pengembangan bakat. Perekrutan atlet dilakukan secara terbuka tanpa seleksi dengan biaya pendaftaran yang terjangkau. Pelatih yang berpengalaman sebagai mantan atlet sepak bola memberikan program Atlet mempraktekkan teknik dasar sepak bola dengan baik melalui program SSB Sempati Muda juga memanfaatkan pertandingan uji coba dan kompetisi untuk mengasah kemampuan atlet. Program pembinaan prestasi di SSB Sempati Muda berhasil mengembangkan kemampuan teknik dasar Aderaya Sasongko. Aziz Amrulloh Manajemen Pembinaan Prestasi Sekolah Sepak Bola Sempati Muda Patikraja Kabupaten Banyumas perkembangan mereka. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada pengelola, pelatih, dan atlet SSB Sempati Muda karena telah berpartisipasi dalam serangkaian penelitian ini hingga selesai. Selain itu, peneliti berterima kasih kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang, atas bantuan dan kemudahan dalam izin penelitian ini. REFERENSI