Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Peningkatan Pengetahuan Siswa SDN 066668 Medan Johor Melalui Edukasi Sarapan Pagi Muhammad Al Fahri1. Sarah Adelia Hasibuan2. Anisa Ananda3. Nurhayati Mahdiyyah4. Seri Rahmadani Hasibuan5. Rapotan Hasibuan6* 1,2 3,4,5,6 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia *Korespondensi : muhammadalfahri135@gmail. Abstrak Sarapan pagi merupakan kebiasaan penting yang sebaiknya dilakukan setiap hari untuk mencukupi kebutuhan energi tubuh, terutama dalam menunjang aktivitas harian secara maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengatahuan siswa tentang pentingnya Metode pengabdian ini menggunakan pre-post test one group design melalui koordinasi, pendampingan . dentifikasi, penentuan prioritas dan penyusunan upaya perbaika. , penyuluhan, serta evaluasi dengan partisipan yang terdiri dari 30 siswa kelas 5. Setelah pelaksanaan penyuluhan, pemahaman siswa tentang pentingnya sarapan pagi meningkat signifikan sebanyak 100%. Namun hal ini masih memerlukan memerlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam prakteknya. Oleh karena itu, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan menggunakan pendekatan yang sistematis dan terukur, kegiatan ini merekomendasikan penerapan program berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong sarapan pagi sampah yang efektif di sekolah. Kata kunci: Sarapan Pagi. Pengabdian Kepada Masyarakat. Siswa. Abstract Breakfast is an important habit that should be done every day to meet the body's energy needs, especially in supporting daily activities optimally. This community service activity aims to increase students' knowledge about the importance of breakfast. This service method uses a pre-post test one group design through coordination, mentoring . dentification, prioritization and preparation of improvement effort. , counseling, and evaluation with participants consisting of 30 grade 5 students. After the counseling, students' understanding of the importance of breakfast increased significantly by 98. However, this still requires a more comprehensive approach in practice. Therefore, by involving all stakeholders and using a systematic and measurable approach, this activity recommends the implementation of a sustainable program to raise awareness and encourage effective garbage breakfasts in schools. Keywords: Breakfast. Community Service. Students. Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Sarapan kebiasaan penting yang sebaiknya dilakukan setiap hari untuk mencukupi kebutuhan energi tubuh, terutama dalam menunjang aktivitas harian secara Bagi anak usia sekolah dasar, kebiasaan ini berperan signifikan dalam mendukung proses tumbuh kembang serta kesiapan mereka dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah (Wiarto. Sarapan pagi memiliki peran penting dalam meningkatkan performa akademik, keterlibatan di kelas, dan kondisi psikologis siswa. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa siswa yang konsisten sarapan menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif. Sliwa et al. menemukan bahwa siswa yang rutin melewatkan sarapan memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami perasaan sedih atau putus asa, nilai akademik yang rendah, dan rasa keterikatan yang lemah terhadap sekolah (Sliwa SA. et al. Selain itu, sarapan pagi dikaitkan dengan motivasi dan hasil tes yang lebih baik, terutama jika sarapannya sehat dan Namun, di banyak kelompok usia, kebiasaan melewatkan sarapan masih tinggi kenyataannya 10Ae30 % remaja belum makan saat pagi hari (Sincovich. et al. Sarapan yang sehat terdiri dari peningkatan asupan kalori sekitar 2035% dari kebutuhan kalori harian tubuh dan dikonsumsi setidaknya dua jam setelah bangun tidur dan biasanya paling lambat pukul 10. 00 (Hanifah KN, 2. Studi sebelumnya menunjukkan 46,2% Indonesia mengalami masalah fokus. Bahkan selama ujian nasional, sebagian besar Vol. 9 No. Mei 2025 siswa tertidur di kelas. Selain itu berdasarkan hasil penelitian sebelumnya sebagian besar responden hanya minum air putih saat sebelum berangkat kesekolah atau tidak makan pagi, hal tersebut dikarenakan tidak selera makan dan kurangnya bervariasi dalam menu Dampak dari hal tersebut adalah ketidakmampuan siswa untuk fokus pada pengajaran sampai tingkat pembelajaran mereka (Munif. Anak sekolah dasar tidak disarankan untuk melewati kebiasaan sarapan pagi, karena akan memiliki efek samping pada anak kekurangan energi yang mengakibatkan peruttidak terisi makanan-makanan yang memiliki peran Konsentrasi belajar tersebut prestasivbelajar, karena itu dijadikan pendidikanvyang memiliki pengaruh terhadap sektor kesehatan seperti gizi (Ruhmanto. Pengabdian kepada masyarakat pada siswa SDN 066668 Medan Johor pengetahuan siswa mengenai sarapan pagi setelah diedukasi, meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa mengenai pentingnya sarapan pagi serta meningkatkan kepedulian guru terhadap kebiasaan sarapan pagi pada siswa. METODE PELAKSANAAN Kegiatan masyarakat dilaksanakan pada bulan Mei s. d Juni 2025 di UPT SDN 066668 Kec. Medan Johor. Sasaran kegiata nadalah siswa kelas 5 sebanyak 30 Penyuluhan. Identifikasi, penentuan prioritas dan penyusunan kesehatan lingkungan dilaksanakan menggunakan metode Bryant yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pemberian skoring . =paling minimal, sampai 5=paling maksima. oleh masing-masing tim penilai berdasarkan beberapa kriteria dan dilanjutkan dengan menjumlahkan skor. Menurut cara ini masing-masing kriteria diberi score, masing-masing Hasil dibandingkan dengan masalah-masalah yang dinilai. Masalah-masalah dengan score tertinggi, akan mendapat prioritas yang tinggi (Chriswardani 2. Hasil perkalian ini dibandingkan dengan masalah-masalah yang dinilai Penentuan prioritas komplain dilakukan dengan dengan memberikan nilai . untuk paramter yang telah di tetapkan, parameter tersebut adalah: prevalensi, seriousness, community concern dan Komplain dengan skor paling besar menjadi prioritas utama (Ghiffary dan Adharani 2. Evaluasi pemberdayaan masyarakat dilakukan untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan sebelum dan sesudah kegiatan. Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan pemahaman kader kesehatan, maka dilakukan analisis statistik menggunakan pre-post test one group design. Vol. 9 No. Mei 2025 program ini tidak hanya membantu kehidupannya secara mandiri, tetapi juga berpengaruh pada pembangunan nasional (Mustanir et al. Kegiatan koordinasi dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2025 dengan pihak sekolah SDN 066668 Kec. Medan Johor. Pada kegiatan koordinasi disampaikan izin melakukan kegiatan dan rencana pemberdayaan masyarakat Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. koordinasi merupakan upaya kerja sama antar organisasi, institusi/lembaga untuk melaksanakan tugas yang saling mengisi, membantu dan melengkapi. Dalam pemberdayaan masyarakat, koordinasi diperlukan untuk menyatukan kegiatan-kegiatan sehingga adanya keserasian dalam melaksanakan tugas atau kewenangan dalam rangka mewujudkan tujuan secara bersama dan efisien (Lantemona et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberdayaan masyarakat di UPT SDN 066668 Kec. Medan Johor merupakan strategi untuk meningkatkan permasalahan kesehatan lingkungan secara berkelanjutan. Pemberdayaan masyarakat adalah proses pembangunan sumberdaya manusia atau masyarakat itu sendiri dalam bentuk penggalian kompetensi, dan daya pikir serta tindakan yang lebih baik dari waktu Pemberdayaan masyarakat merupakan tindakan yang mulia, sebab. Gambar 1. Koordinasi dan izin pelaksanaan pemberdayaan masyarakat Pendampingan dalam identifikasi, penentuan prioritas dan penyusunan kesehatan, perilaku, dan lingkungan dilaksanakan menggunakan metode Bryant pada tanggal 26 Mei 2025 yang dihadiri oleh 5 wali kelas dari kelas 1-5 dan 2 siswi kelas 5 SD. Sasaran kegiatan ini adalah wali kelas dan siswa. Pertimbangan pelibatan wali kelas sebagai sasaran adalah wali Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 kelas sudah berperan aktif dalam memelihara kebiasaan, kerbersihan, serta kesehatan siswa. Wali kelas mempunyai peranan yang penting dalam mengembangkan kemajuan peserta Wali kelas tidak hanya mengajar, mendidik, dan melatih peserta didiknya namun wali kelas juga merupakan orang tua bagi siswa di sekolah yang mempunyai tugas yaitu mendorong, memotivasi, dan membantu proses perkembangan aspek-aspek pribadi siswa. Penentuan prioritas dalam masalah kesehatan penduduk dan penentuan prioritas dalam program intervensi yang dilaksanakan merupakan sesuatu yang penting mengingat adanya keterbatasan sumberdaya SDM dan dana (Symond. Hasil penentuan prioritas permasalahan kesehatan lingkungan dengan metode Bryant dapat dilihat pada tabel 1. Gambar 2. Pelaksanaan kegiatan rembuk sekolah Kegiatan penuluhan dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2025 di kelas 5 SDN 066668 Kec. Medan johor. Peserta penuluhan adalah siswa siswi kelas 5 SD yang berjumlah 30 siswa. Materi yang diberikan terkait dengan Jarang sarapan yang menjadi fokus utama materi, lalu ditambah kebiasaan cuci tangan menggunakan sabun, lalu terakhir materi tentang sakit gigi. Tabel 1. Hasil penentuan prioritas permasalahan kesehatan lingkungan dengan metode Bryant No. Alternat Pri Sakit Gigi i Diare CTPS DBD Jarang Sarapan Batuk Kegiatan penyuluhan merupakan suatu proses komunikasi dua arah antara komunikator . dan komunikan dalam suatu interaksi. Penyuluhan sangat ditentukan oleh bentuk hubungan antar komunikator dengan sasaran yaitu masyarakat, jika diantaranya telah terjadi penyesuaian, komunikasi akan berjalan lancar. Dalam hal ini komunikator harus mencoba mencapai kesesuaian dengan komunikan, dimana sesuatu yang disampaikan juga harus komunikan (Rofiki dan Famuji 2. Hasil permasalahan kesehatan menunjukkan, masalah tentang jarang sarapan menjadi prioritas utama untuk diselesaikan, masih banyak siswa yang tidak sarapan pada pagi hari dikarnakan kurangnya kesadaran terhadap pentingnya sarapan bagi siswa. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 lingkungan pada hakikatnya membantu Pendidikan karakter sadar lingkungan dapat menjadi tolak ukur kesadaran dan kepekaan lingkungan hidup siswa. Lingkungan belajar mengajar yang nyaman dan sehat akan terjamin dengan adanya kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Siswa dapat tampil lebih baik dan lebih kreatif di lingkungan kelas atau di lingkungan belajar yang nyaman dan sehat. Karena anak-anak secara alami tertarik pada hal-hal yang tidak biasa, pendidik kesehatan masyarakat harus selektif dalam menanamkan nilai-nilai moral baik melalui bercerita, menyanyi, bermain, berima, atau aktivitas lainnya. Jika dibandingkan dengan pola persekolahan tradisional . , efektivitas hasil intervensi dengan menunjukkan kecenderungan positif. Evaluasi mengukur sejauh mana tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat yang meliput penyuluhan, permainan edukati, dan edukasi menggunakan media poster. Dilakukan pengukuran pre dan post-test tentang sarapan pagi. Soal yang diberikan berupa pengetahuan umum mengenai sarapan. Terdiri dari 3 soal dengan multi pilihan. Gambar 3. Pemaparan materi dan foto Hasil penelitian ini sejalan dengan menemukan bahwa sikap siswa meningkat setelah mendapat pendidikan kesehatan melalui metode pendidikan Berdasarkan hasil pretest dan posttest terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan tentang pentingnya sarapan pagi sebelum dan sesudah intervensi promosi kesehatan, serta perbedaan pengetahuan siswa tentang kenapa harus sarapan pagi. sebelum dan sesudah intervensi promosi kesehatan. Sesuai dengan temuan penelitian sebelumnya (Purwanti 2. , yang dikutip oleh Zaenuri dan Muqowim . , salah satu faktor kunci dalam mengurangi sampah yang berserakan di sekolah adalah perlunya menanamkan nilai kesadaran lingkungan pada siswa di semua tingkat pendidikan. Setiap warga sekolah harus mempunyai sikap peduli terhadap lingkungan. Hal ini dapat ditunjukkan dengan menjadikan lingkungan menjadi lebih baik, meningkatkan kesadaran siswa tentang menghentikan kerusakan lingkungan, dan menjaga ketertiban setiap saat untuk Pendidikan karakter sadar Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 dilakukan secara rutin dan disesuaikan menarik bagi siswa. HASIL PRE-TEST & POSTTEST Pengertian Sarapan Dampak Sarapan Post-Test KESIMPULAN Kegiatan ini dinilai telah mencapai tujuan utamanya. Setelah pelaksanaan penyuluhan, pemahaman siswa tentang pentingnya sarapan pagi meningkat signifikan sebanyak 100%. Namun hal ini masih memerlukan memerlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam prakteknya. Oleh karena itu, dengan melibatkan seluruh pemangku pendekatan yang sistematis dan terukur, penerapan program berkelanjutan untuk mendorong sarapan pagi sampah yang efektif di sekolah. Jenis Makanan Sarapan Pre-Test Gambar 4. Grafik Hasil Pretest dan Posttest Berdasarkan grafik hasil pre-test dan post-test yang ditampilkan, diketahui bahwa pemahaman siswa meningkat dari 95,8% saat pre-test menjadi 100% pada saat post-test, sehingga terjadi peningkatan sebesar 4,2% setelah dilakukan edukasi Persentase ini menunjukkan bahwa meskipun siswa pada awalnya telah memiliki tingkat pemahaman yang cukup tinggi, kegiatan penyuluhan tetap wawasan dan memperkuat pengetahuan mereka, khususnya mengenai manfaat sarapan dalam mendukung kesehatan tubuh serta konsentrasi saat belajar. Peningkatan ini juga menjadi indikator bahwa penyampaian materi dilakukan dengan baik dan mampu dipahami oleh siswa secara menyeluruh. Oleh peningkatannya tidak terlalu besar mencerminkan keberhasilan program pemahaman siswa dan pentingnya menjaga kebiasaan sarapan sehat setiap Untuk hasil yang lebih optimal, kegiatan edukatif seperti ini sebaiknya REFERENSI