Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 03 No. Desember 2024 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin Implementasi Strategi Pembelajaran Kepala Bernomor dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di MAN 2 Model Medan Arlina1*. Delvina Sari 22. Habibie Ramadhan 33 Sriwahyuni Pasaribu Email: arlina@uinsu. Delvinasari266@gmail. com, habibiramadhan2710@gmail. Sriwahyuni88997@gmail. (Universitas Islam Negeri Sumatera Utar. Abstract Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan strategi kepala bernomor dalam pembelajaran akidah akhlak pada kelas XI F1 E IPA di MAN 2 Model Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan juga dokumentasi dengan tujuan untuk mengumpulkan dan menjadi penguat dari data data penelitian. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI F1 E IPA MAN 2 Model Medan. Dengan menggunakan teknik keabsahan data yaitu berlama lama, berpanjang panjang dan triangulasi. Hasil dari penelitian yang didapatkan bahwa strategi kepala bernomor dalam pembelajaran akidah akhlak pada kelas XI F1 E IPA MAN 2 Model Medan dapat meningkatkan minat belajar dan aktivitas siswa pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas XI F1 E di MAN 2 Model Medan, karena dengan menerapkan strategi kepala bernomor yang sangat menyenangkan, juga menambah semangat bagi siswa di kelas XI F1 E MAN 2 Model Medan terutama pembelajaran akidah akhlak. Kata Kunci : Akidah Akhlak. Strategi Pembelajaran Pendahuluan Pendidikan adalah suatu proses yang melibatkan tiga dimensi: individu, masyarakat individu atau komunitas nasional, dan seluruh isi realitas, baik material maupun spiritual, yang berperan dalam menentukan sifat, dan bentuk manusia dan masyarakat. Penekanan pendidikan dibandingkan pengajaran adalah pada pembentukan kesadaran dan kepribadian individu atau masyarakat, di samping mentransfer ilmu pengetahuan dan keahlian. Pendidikan juga merupakan suatu kegiatan yang mempunyai maksud atau tujuan tertentu yang bertujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat, baik sebagai individu maupun sebagai (Nurkholis, 2013 : 24-. Menurut Hamel dan pharalad Strategi merupakan suatu tindakan yang bersifat inkremental atau terus meningkat dan dijalankan secara terus menerus berdasarkan perspektif apa yang diharapkan pelanggan di masa depan. (Tania, 2018:. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 03 No. Desember 2024 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin Menurut Chandler Strategi adalah alat untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka panjang organisasi, melaksanakan tindakan dan mengalokasikan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Persari dkk, 2018:. Strategi ini dapat membuat siswa merasa senang dan lebih semangat lagi dalam melaksanakan pembelajaran. Oleh karena itu, kami menawarkan strategi kepala bernomor yang dikembangkan oleh Spencer Kagen, untuk melibatkan peserta didik yang lebih banyak dalam menelaah materi yang mencakup suatu pembelajaran dan pemahaman terhadap pembelajaran Kepala bernomor ialah bentuk ragam dari sebuah diskusi kelompok yang setiap peserta didik di kelompok itu mendapatkan sebuah nomor. Kepala bernomor mempunyai cara yang berbeda dengan pembelajaran kelompok biasa. Yaitu pada laporan hasil kelompoknya pada pembelajaran kelompok yang biasa seseorang yang mempresentasikan hasil dari dari kerja kelompok atau laporan kelompok bebas, yang menyampaikan hanyalah salah seorang angkota kelompok, sedangkan pada kepala bernomor yang mempresentasikan hasil atau laporan kelompok yaitu dari nomor yang dipilih tidak berurut atau diacak oleh pendidik, jadi setiap peserta didik di dalam kelompoknya mempunyai rasa tanggung jawab dalam diskusi tersebut. Strategi ini memberikan peluang atau kesempatan kepada peserta didik agar sama-sama saling membagikan ide-ide atau pikiran dengan mempertimbangkan jawaban atau hasil yang paling tepat untuk mempelajari sebuah materi yang ditentukam. Jadi, teknik ini mempermudah dalam sebuah pembelajaran, karena dapat menumbahkan rasa tanggung jawab peserta didik yang berkaitan dengan teman-teman kelompoknya. (Sulistio. Haryanti, 2021: . KAJIAN TEORI Strategi Pembelajaran Proses pembelajaran dilakukan untuk mendapat perubahan baru untuk hasil pengalaman sendiri atau interaksi lingkungan yang dilakukan secara sadar dan memperoleh suatu yang lebih baik, dan proses perubahan kepribadian individu yang ditunjukkan membentuk peningkatan tingkah laku, kalitas, dan kuantitas serta pengetahuan sikap, daya fikir dan kemampuan lainnya. Tujuan belajar yaitu untuk memperoleh pengetahuan dengan meningkatnya kemampuan berpikir suatu individu untuk memiliki pengetahuan baru menjadi lebih baik. Pengetahuan peningkatan berpikir individu yang akan berkembang melalui ilmu pengetahuan yang telah dipelajari. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 03 No. Desember 2024 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin Menurut Gillstrap & Martin menyatakan strategi kepala bernomor adalah perilaku guru untuk membantu siswa dan pola keterampilan agar siswa mencapai tujuan pengajaran. (Siti Kusrini, 1995 : . , lalu menurut Udin S. Winataputra dan Tita Rosita strategi pembelajaran adalah prosedur, langkah atau urutan yang digunakan pendidik dan membawa siswa untuk tercaainya tujuan pembelajaran dalam suasana tertentu. (Udin S. Winataputra dan Tita Rosita, 1997 : . Kepala Bernomor Strategi kepala bernomor adalah strategi yang dianjurkan oleh para ahli yaitu. Menurut Trianto kepala bernomor yaitu pembelajaran dengan jenis kooperatif utuk mempengaruhi pola interaksi dari siswa. (Trianto, 2009 : . , lalu menurut Huda strategi kepala bernomor yaitu strategi yang memberikan kesempatan siswa untuk berbagi ide ide dan mempertimbangkan jawaban kelompok yang dapat meningkatkan kerja sama bagi para siswa. (Huda, 2011 : . , sedangkan menurut Aris Shoimin, didalam buku model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013, kepala bernomor yaitu teknik pembelajaran secara kelompok yang mempunyai tanggung jawab dari setiap anggota dan tidak ada pemisahan siswa yang satu dengan yang lainnya dan saling memberi, menerima anta satu dengan yang lain. (Aris Shoimin, 2013 : . Adapun langkah langkah dalam pelaksanaan strategi kepala bernomor Menurut Spencer Kagan langkah langkah pembelajaran menggunakan strategi kepala bernomor yaitu siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan setiap siswa diberikan nomor, lalu guru memberikan tugas kepada setiap kelompok yang telah dibagikan dan masing masing mengerjakannya, kemudian setiap kelompok mendiskusikan dan memastikan jawaban mereka dan setiap kelompok dapat mengetahui dan memastikan jawabannya. Guru memanggil nomor siswa, dan nomor yang dipanggil melaporkan hasil diskusi kelompoknya. Siswa yang lain memberikan tanggapannya kemudian guru menunjuk pada nomor siswa yang lain, terakhir (Aqib, 2013:18-. , lalu menurut Ibrahim dan Mastudar langkah langkah metode kepala bernomor yaitu pertama peserta didik membagi menjadi 5 kelompok beranggotakan 5 sampai 6 orang dan setiap siswa mendapatkan nomor, lalu pendidik memberi Hangout dan masing masing mempelajari dari materi dan soal soal tersebut, selanjutnya mendiskusikan materi dan soal soal dengan memastikan setiap anggota mengerjakan dan mengetahui jawaban dengan baik, lalu pendidik memilih acak satu kelompok dan memanngil salah satu nomor dari siswa dalam kelompok itu untuk menyajikan hasil diskusinya, yang kemudian mempresentasikannya dan kelompok lain memberi tanggapan, pendidik mengulang penjelasan itu agar setiap siswa Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 03 No. Desember 2024 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin memahaminya, kemudian pendidik memilih kelompok yang lain dan memanggil lagi satu nomor, begitu juga selanjutnya, terakhir pendidik memberikan kuis untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman yang dimiliki dan memberikan kesimpulan. (Yenni, 2016 : . Metode Penelitian Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data berupa kata kata lisan dan tulisan dari orang atau perilaku yang diamati, dimana penelitian ini mengaplikasikan strategi kepala bernomor yang ada. Teknik pengumpulan data yang kami lakukan menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Observasi ini penulis lakukan untuk mengambil data-data ketika proses implementasi strategi kepala bernomor dari hal-hal yang belum jelas atau perlu penguatan dari hasil observasi oleh karena itu, penulis melakukan wawancara. Hal ini menunjukkan bahwa wawancara kepada anakanak adalah sumber data. Melalui dokumentasi, dengan cara mengumpulkan data data dari hasil belajar serta menentukan dan menyajikan sebuah hasil dari penelitian tersebut. Kami melakukan dokumentasi untuk sebuah pembuktian atau wahana informasi data sebagai suatu kesaksian dalam penelitian yang sedang dijalankan, terutama di MAN 2 Model Medan ini. Teknik keabsahan data yaitu berlama-lama, berpanjang-panjang, dan triangulasi, dimana lebih dari tiga orang siswa yang kami wawancarai. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 2 Model Medan. Ciri khusus penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu di lakukan di dalam kelas dan pokus penelitian ini yaitu perilaku peserta didik dalam melakukan interaksi karena peserta didik terlibat di dalam penelitian. Subjek penelitian ini adalah kelas XI F1 E MAN 2 Model Medan tahun pelajaran 2023/2024 yang berjumlah 42 siswa. Yang terdiri dari 16 siswa laki laki dan 26 siswa perempuan. Alasan penelitian ini memilih kelas XI sebagai subyek penelitian yaitu karena ingin mengajarkan strategi pembelajaran kepala bernomor didalam pelajaran akidah akhlak pada kelas XI untuk mengetahui respons dan potensi dalam melakukan strategi pembelajaran kepala bernomor ini. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan analisis data implementasi yang kami lakukan di MAN 2 Model Medan, kegiatan yang penulis lakukan, penulis melakukan doa sebelum belajar dengan membaca doa AuRadhitubillaahirabbaa wabil islamidiina wabimuhammadinnabiyyawwarasulahu, rabbi dzidni Aoilma Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 03 No. Desember 2024 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin wardzuknaafahmaa waAoamalan shaalihay, tujuannya agar pembelajaran yang dilaksanakan mendapat keberkahan ilmu dari Allah Swt. Penulis melakukan absensi untuk mengetahui kehadiran mereka dan untuk mengetahui berapa jumlah yang hadir. Kemudian penulis menjelaskan tujuan dari pembelajaran, yang mana tujuan ini di beritahu untuk mengetahui supaya mempersiapkan siswa mengetahui ruang lingkup yang akan dikuasai setelah pembelajaran. Penulis membagi menjadi beberapa kelompok, penulis membagi 4 kelompok dan kemudian penulis menanyakan . tentang materi di pertemuan hari ini, dan materi yang akan di pelajari adalah tentang Keteladan Uwais Al-Qarni. Proses pembelajaran di mulai dengan salah satu siswa untuk menyampaikan apa yang mereka tahu sebelumnya tentang kisah Uwais Al-Qarni. Kemudian peneliti memberikan materi melalui link yang kami kirimkan ke grup wa mereka, kemudian mereka membaca dan mendiskusikan materi yang telah diberikan untuk mencari informasiinformasi penting mengenai Uwais Al-Qarni. Setiap kelompok mempersentasikan tentang informasi apa yang akan mereka diskusikan dan bacakan didepan kelas. Setelah mendapatkan informasi-informasi tersebut penulis meminta kepada setiap perwakilan kelompok untuk mempresentasikan informasi yang telah mereka dapatkan dari apa yang mereka diskusikan dan mengumpulkannya ke depan kelas. Kemudian penulis membagikan karton-karton yang berisi nomor-nomor sehingga mereka gunakan dikepala mereka yang telah penulis siapkan untuk menerapkan strategi kepala bernomor ini sesuai dengan nomor absen mereka masing-masing. Penulis mengarahkan mereka untuk mamakai media kepala bernomor yang telah diberikan. Kemudian penulis memberi instruksi bagaimana cara kerja kepala bernomor ini. Setelah mereka memahaminya, kemudian penulis memulai strategi dari kepala bernomor. Kemudian membacakan soal yang telah penulis siapkan mengenai Uwais Al-Qarni. Setelah membacakan soal, lalu menunjuk acak dengan cara menyebutkan nomor, yang nomornya disebutkan berdiri dan menjawab pertanyaan yang telah di berikan. Namun dalam proses tersebut ada seorang siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan dengan benar, maka pertanyaan akan di lemparkan dengan menjawab secara rebutan antara siswa yang ada didalam kelas tersebut. Dan proses itu berlangsung sampai semua informasi-informasi yang telah di dapat tersampaikan. Siswa yang tidak mampu menjawab di berikan hukuman berupa bernyanyi di depan kelas dan siswa yang mampu menjawab di berikan reward yang telah disiapkan yaitu beberapa makanan kecil. Diakhir pertemuan, penulis memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan kembali apa yang dipelajari . dan memberikan reward kepada siswa tersebut. Terakhir, menutup 137 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 03 No. Desember 2024 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin pelajaran dengan membaca doa setelah belajar AuSubahanakallahumma wabihamdika asyhaduallaa ilaahaillaa anta astaghfiruka waatuubu ilaiik. Ay Berdasarkan analisa data menunjukkan ketika terjadi proses pembelajaran dengan menerapkan strategi kepala bernomor membuat siswa merasa : Menyenangkan. Hal ini dimana mereka merasa senang ketika mereka bisa berbagi ilmu dengan temannya dan bisa mempersentasikan didalam kelas dan mereka mampu menjawab pertanyaan yang diberikan, hal ini dapat di buktikan dari wawancara berikut : Au Seru sih, karna dari kakak-kakaknya juga ngasikan game kayak quis untuk kami, jadi bagi yang enggak bisa jawab itu di kasih hukuman dan enggak berat-berat kali hukumannya nyanyi, menarik juga. Ay Semangat. Hal ini terlihat dimana disaat pembelajaran mereka banyak bertanya, hal ini dapat di perkuat dari hasil wawancara berikut ini : AuKarna hampir semua kelompok itu sama jawabannya kan kak, jadi ada kelompok yang menampilkan dan itu gampang ingatnya karna kan itu di ulang-ulang dan di adakan quis ini jadi makin ingat gitu kak. Ay Berpikir Kritis. Dimana dengan diskusi ini mereka dapat berbagi ilmu dan saling membantu satu sama lain. Hal ini dapat di perkuat dengan hasil wawancara sebagai berikut : AuPertamakan orang kakak udah ngasi link untuk kita tau kenal siapa Uwais Al-Qarni, terus tiap kelompok itu kan di kasih 10 informasi terus di bacakan. Ay Percaya Diri. Dengan adanya strategi ini membuat tumbuhnya kepercayaan terhadap diri masingmasing siswa dan berani untuk tampil mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan Dari hasil analisa data yang didapatkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan strategi kepala bernomor adalah pembelajaran yang menyenangkan, seru, menarik, mudah dipahami, gampang diingat karena menurut mereka pembelajaran dengan menggunakan strategi kepala bernomor ini adalah seperti melakukan pembelajaran dengan bermain, dan dengan mengadakan quiz menggunakan nomor acak jadi seperti bermain games dan menurut 138 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 03 No. Desember 2024 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin mereka itu membuat proses pembelajaran menjadi tidak membosankan dan pelajaran yang dipelajari menjadi gampang diingat dan mudah dipahami oleh mereka. Dengan strategi ini membuat pembelajaran bagi siswa menjadi : Menyenangkan, dimana di dalam teori yang menyatakan bahwa belajar sambil bermain menyenangkan, adalah : Menurut Lil Khoiru Ahmadi . 1: . Kata menyenangkan adalah sifat berupa kenyamanan dan terpesona sehingga peserta didik yang terlibat merasakan asik dalam pembelajaran juga penuh rasa percaya diri dan tertantang dalam proses pembelajaran. Lalu menurut Santrock . 7 : 216-. Bahwa permainan merupakan aktivitas bersenang-senang dan menyenangkan. Games yaitu aktivitas dengan kesenangan tetapi memiliki peraturan. Semangat, dimana di dalam teori ini menyatakan bahwa kegiatan belajar di lakukan sambil bermain menimbulkan rasa semangat pada siswa : Menurut Mashar . 1 : . Kegiatan belajar sambil bermain dapat mengembangkan kemampuan emosi dan sosial anak dan muncul perilaku dan emosional yang sesuai dengan konteks yang di terima dan di hadapi. Lalu menurut Sigmund Freud berdasarkan teori psychoanalytic yang menyatakan bahwa belajar sambil bermain dapat berfungsi untuk mendorong anak untuk mengurangi rasa cemas yang berlebih. Berpikir Kritis, dimana di dalam teori ini menyatakan bahwa dengan adanya kelompok berdiskusi dengan quis dapat membuat siswa berpikir kritis : Menurut Hermanto . team quis yaitu sebuah metode untuk melatih siswa belajar dengan diskusi kelompok. Lalu menurut Dalvi . team quis yaitu sebuah pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam roses belajar mengajar dalam suasa yang Percaya diri, dimana di dalam teori ini menyatakan bahwa kepercayaan diri dari siswa menimbulkan rasa berani untuk tampil di depan kelas : Menurut Hakim . alam Polpoke, 2. bahwa percaya diri yaitu keyakinan dalam diri seseorang terhadap apa yang dimilikinya dan merasa mampu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Lalu menurut Ibrahim Elfiky, rasa percaya diri yaitu dorongan dari diri seseorang untuk berkembang dan maju untuk memperbaiki diri. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 03 No. Desember 2024 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang penulis lakukan di kelas XI F1 E MAN 2 MODEL, dengan membuat soal dan memberikan secara acak tentang soal yang dibuat, tentunya tidak memberatkan bagi peserta didik. Proses pembelajaran adalah suatu sistem yang mencapai standar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dari setiap komponen yang membentuk dan mempengaruhi dari proses Komponen yang di maksud adalah guru karena guru adalah faktor yang penting dalam sebuah pendidikan. Guru berperan menciptakan suasa belajar secara nyaman dan mempunyai kemampuan untung mengembangkan siswanya. Guru juga harus menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Seperti dalam hadist Anas bin Malik berikut ini : ]AU[IACUEONA-U]A aOa aacO aOEUa aIa acA aOU[AOAUA AOa aacO aOEUa aa aacOA:UAI I I IEE O NEE IN IAOA Artinya : Dari Anas bin Malik Nabi SAW "Permudahlah dan janganlah kalian mempersulit. Gembirakanlah dan janganlah kalian menakut-nakuti. " (Hadis sahih - Muttafaq 'alai. Penjelasan dari hadis diatas bahwa sebuah proses pembelajaran harus mudah dan juga menyenangkan agar peserta didik tidak gampang bosan dan merasa tertekan terhadap suasana yang terjadi dalam proses pembelajaran dan pengajaran yang sedang berjalan didalam kelas, dan pasti akan membuat siswa menjadi berani dan percaya diri dalam menyampaikan hasil diskusi atau pembelajaran di dalam kelas. Kesimpulan Strategi kepala bernomor adalah pendekatan yang dikembangkan oleh Spencer Kagen . untuk mendorong lebih banyak siswa terlibat dengan isi pelajaran dan menguji pemahaman mereka terhadap isi pelajaran. Ketika diajarkan, strategi kepala bernomor ini dapat membantu siswa memperoleh keterampilan berpikir kritis ketika memecahkan masalah dan berinteraksi dengan siswa lain ketika menjawab atau menyajikan suatu pertanyaan atau Untuk meningkatkan efektivitas pembentukan kelompok atau penataan tugas, strategi pemimpin bernomor ini dapat digunakan dalam kelompok yang dibentuk secara Dimana siswa diminta untuk mengingat kelompok dan nomornya. Strategi kepala bermomor yang kami terapkan pada pembelajaran Akidah Akhlak di MAN 2 Model Medan, membuat anak merasa senang, karena adanya Quis yang berbentuk 140 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 03 No. Desember 2024 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin seperti belajar dengan bermain, dengan cara menyebutkan acak nomor yang telah dibagikan. Dan membuat anak merasa senang, percaya diri, semangat, dan berpikir kritis. Daftar Pustaka