Ekasakti Matua Jurnal Manajemen e-ISSN: 2985-6590 | p-ISSN: 2985-6604 Vol. No. Juli 2026 Website: https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Pengaruh Kecakapan Pelayanan Pegawai Dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai dalam Pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai Tomi Pranata1. Agus Sutarjo2. Susi Yuliastanty3 Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Corresponding Author: tomiprana952@gmail. Abstract: This research aims to determine which indicators are dominant in terms of employee service skills, organizational culture and employee job satisfaction and the influence of employee service skills and organizational culture on employee job satisfaction in making KTPs at the West Siberut Subdistrict Office. Mentawai Islands Regency . ase study of service at the Subdistrict Office West Siberu. partially and simultaneously. This study uses a quantitative approach. The research sample was 43 respondents. Data collection uses a valid and reliable questionnaire. Data analysis was carried out using multiple linear regression analysis, t and F hypothesis testing. The results of the research. The dominant indicator of employee service skills is reliability with a TCR value of 87. 40%, indicators of organizational culture are aggressiveness with a TCR value of 82. 40% and The indicator of employee job satisfaction is that the work situation has an average value of 4. 53 with a TCR Partially, the employee service skills variable has a positive and significant effect on employee job satisfaction. Partially, the organizational culture variable has a positive and insignificant effect. on employee job satisfaction and the variables of employee service skills and organizational culture simultaneously have a positive and significant effect on employee job satisfaction in making KTPs at the West Siberut District Head Office. Mentawai Islands Regency. Keywords: Service Skills. Organizational Culture and Job Satisfaction Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator manakah yang dominan dari kecakapan pelayanan pegawai, budaya organisasi dan kepuasan kerja pegawai dan pengaruh kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Bara. secara parsial dan simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 43 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda,pengujian hipotrsis t dan F. Hasil penelitian Indikator dominan kecakapan pelayanan pegawai adalah keandalan dengan nilai TCR sebesar 87,40%, indikator dari budaya organisasi indikator adalah keagresifan dengan nilai TCR sebesar 82,40% dan indikator dari kepuasan kerja pegawai adalah situasi kerja memiliki nilai rata-rata 4,53 dengan TCR sebesar sebesar 90,60%, secara parsial kecakapan pelayanan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Secara parsial budaya organisasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dan kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi secara simultan DOI: https://doi. org/10. 31933/emjm. Licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License 333 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kata Kunci: Kecakapan Pelayanan. Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja PENDAHULUAN Pelayanan prima ini menjadi isu strategis, karena tingkat kualitas kinerja pelayanan publik akan menentukan baik buruknya pelayanan kepada masyarakat dan pada gilirannya akan menentukan citra dari aparatur negara itu sendiri. Peningkatan kualitas pelayanan prima diharapkan memperbaiki citra pemerintah, karena dengan kualitas pelayanan prima akan semakin baik, kepuasan masyarakat kepada pemerintah akan dapat diwujudkan. Upaya peningkatan pelayanan prima oleh Camat sejalan dengan intruksi presiden Nomor 5 tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi, mengintruksikan diantaranya kepada seluruh Gubernur dan Camat untuk meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat baik dalam bentuk jasa maupun perizinan melalui transparansi dan standarisasi yang meliputi persyaratan, target waktu penyelesaian dan biaya yang harus dibayar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang senantiasa berupaya mencegah, mengurangi bahkan menghapuskan pungutan tidak resmi. Budaya organisasi adalah sehimpunan nilai, prinsip-prinsip, tradisi dan cara-cara bekerja yang dianut bersama oleh para anggota organisasi dan mempengaruhi cara mereka bertindak (Stephen P Robbins, 2. Berikut adalah jawaban 10 responden terkait dengan pelayanan prima pada Kantor Camat Siberut Barat sebagai berikut: Tabel 1. Servey Pelayanan Pembuatan KTP Kantor Camat Siberut Barat Tidak Pernyataan Jumlah Jumlah Pegawai kantor camat dalam menyelesaikan pembuatan KTP memberikan perhatian yang baik Pegawai memberikan respon secara tepat terhadap masyarakat yang membuat KTP Peralatan dan fasilitas fisik kantor camat memadai dalam pembuatan KTP Kondisi sarana seperti kursi, meja, komputer, serta alat yang digunakan dalam pembuatan KTP dapat digunakan dengan baik Sumber: Jawaban Pertanyaan 10 Responden, 2023 Berdasarkan tabel 1 di atas dapat diketahui bahwa pelayanan prima masyarakat dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai mendapat nilai yang berbeda dengan jawaban responden, dimana jawaban yang menjawab tidak paling banyak adalah Peralatan dan fasilitas fisik kantor camat memadai dalam pembuatan KTP dengan 3 menjawab iya dan 7 menjawab tidak dan jawaban Pegawai kantor camat dalam menyelesaikan pembuatan KTP memberikan perhatian yang baik dengan jawaban sama yaitu 5 responden iya dan 5 tidak. Dalam suatu organisasi, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah memperbaiki budaya organisasi guna mencapai cita-cita dan tujuan organisasi. Untuk menunjang organisasi dalam mencapai tujuan, diperlukan aturan yang formal dan informal yang harus dipahami dan disepakati bersama oleh anggota organisasi yaitu pegawai. Aturan tersebut adalah budaya organisasi yang secara sistematis menuntun para pegawai untuk meningkatkan komitmen kerjanya pada organisasi (Wibowo, 2. Istilah budaya organisasi mengacu pada budaya yang berlaku dalam sebuah instansi. Budaya organisi adalah seperangkat nilai, 334 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM keyakinan-keyakinan, asumsi, atau norma yang berlaku, disepakati dan diikuti oleh seluruh anggota organisasi sebagai pedoman perilaku (Sutrisno, 2. Sedangkan menurut Menurut (Yuliastaty, 2. budaya organisasi didefinisikan sebagai Aunilai-nilai yang menjadi pegangan sumber daya manusia dalam menjalankan kewajibannya dan juga perilakunya didalam organisasi. Berikut disajikan data pengurusan KTP oleh masyarakat selama tahun 2023 adalah sebagai berikut: Tabel 2. Data Masyarakat Pengurusan KTP Nama Desa Jumlah masyarakat membuat KTP Desa Simalegi 85 orang Desa Simatalu 178 orang Desa Sikapokna 97 orang Jumlah 360 orang Sumber: Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai No. Berdasarkan Tabel 2 dapat terlihat jumlah perkembangan masyarakat dalam pengurusan KTP selama satu tahun terakhir. Dimana tiap bulannya menunjukan angkat yang bervariasi dan mengalami fluktuasi. Sedangkan berdasarkan budaya organisasi terdapat jawaban responden adalah sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Survey Mengenai Budaya Organisasi Kantor Camat Siberut Barat Tidak Pernyataan Jumlah Jumlah Pegawai kantor camat dapat membedakan persoalan pribadi dan persoalan pekerjaan Apakah menyelesaikan tugas dengan tepat waktu Pegawai kantor camat dalam bekerja saling kerja Pegawai kantor camat menjaga nama baik Apakah pegawai kantor camat merasa loyal terhadap kegiatan pembuatan KTP Sumber: Jawaban Pertanyaan 10 Responden, 2023 Berdasarkan tabel 3 di atas dapat diketahui bahwa budaya organisasi masyarakat dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai mendapat nilai yang berbeda dengan jawaban responden, dimana jawaban yang menjawab tidak paling banyak adalah Pegawai kantor camat dapat membedakan persoalan pribadi dan persoalan pekerjaan dengan 3 menjawab iya dan 7 menjawab tidak dan jawaban Apakah pegawai kantor camat merasa loyal terhadap kegiatan pembuatan KTP memberikan perhatian yang baik dengan jawaban sama yaitu 5 responden iya dan 5 tidak. Kepuasan pelanggan adalah persepsi pelanggan bahwa harapannya telah terpenuhi atau terlampai (Gerson 2. Dalam gambaran persepsi pelanggan terhadap jasanya dapat bertahan dan bersaing serta dapat memuaskan pelaggannya, maka perusahanan harus menciptakan kualitas yang baik bagi masyarakat. Kualitas jasa disini dapat dilihat dari tingkat kepuasan atas kehandalan . , tingkat kepuasan atas daya tanggap . , tingkat kepuasan atas jaminan . , tingkat kepuasan atas empati dan tingkat kepuasan atas bukti fisik . Berdasarkan uraian di atas, maka penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian mengenai Pengaruh Kecakapan Pelayanan Pegawai Dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Dalam Pembuatan KTP Pada Kantor Camat Siberut Barat 335 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Kabupaten Kepulauan Mentawai (Studi Kasus Pelayanan Di Kantor Camat Siberut Bara. Berdasarkan permasalahan tersebut maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Indikator manakah yang dominan dari kecakapan pelayanan pegawai, budaya organisasi dan kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Bara. ? Apakah kecakapan pelayanan pegawai berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Bara. ? Apakah budaya organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Bara. ? Apakah kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Bara. ? Kepuasan Kerja (Edison dkk,2. , kepuasan kerja adalah seperangkat perasaan pegawai tentang halhal yang menyenangkan atau tidak terhadap suatu pekerjaan yang mereka hadapi. (Hasibuan,2. kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi antara keduanya. Pekerjaan memerlukan interaksi dengan rekan kerja dan atasan, mengikuti peraturan dan kebijakan organisasi, memenuhi standar kerja, hidup dengan kondisi kerja yang sering kurang ideal dan semacamnya. Kepuasan kerja mencerminkan sikap dan perilaku, namun kepuasan kerja merupakan variabel utama karena terdiri dari dua alasan, yaitu: . menunjukan hubungan dengan faktor kinerja dan . merupakan preferensi nilai yang dipegang banyak peneliti perilaku organisasi. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaanya, ini tampak dalam sikap positif pegawai terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya. Berdasarkan pendapat para ahli diatas penulis mencoba memberikan pengertian kepuasan kerja adalah suatu cara pandang seseorang mengenai pekerjaanya serta perasaan puas dan tidak puas terhadap pekerjaan yang diberikan kepadanya. Indikator kepuasan kerja Menurut (Wibowo,2. Pengalaman masa lalu Pengalaman masa lalu adalah ukuran tentang lama waktu atau masa kerja yang telah ditempuh sesorang dapat memahami tugas-tugas suatu pekerjaan dan telah melaksanakan dengan baik. Pendidikan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif untuk memiliki kekuatan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan. Situasi kerja Situasi kerja adalah suasana dimana karyawan melakukan aktivitas setiap harinya. Situasi kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan karyawan untuk dapat bekerja optimal. Pengaruh lingkungan Perubahan atau pengaruh lingkungan adalah angka kecepatan dari perubahan lingkungan umum dan lingkungan khusus perusahaan. 336 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Kecakapan Pelayanan Pegawai Pelayanan dalam hal ini sangat erat kaitannya dengan hal pemberian kepuasan terhadap pelanggan, pelayanan dengan mutu yang baik dapat memberikan kepuasan yang baik pula bagi pelanggannya, sehingga pelanggan dapat lebih merasa diperhatikan akan keberadaannya oleh pihak perusahaan. Pengertian lebih mudahnya adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekumpulan orang untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Menurut Tjiptono . menyatakan bahwa kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Sebaliknya, definisi kualitas yang bervariasi dari yang kontroversional hingga kepada yang lebih strategik. Menurut Wirawan . menyatakan bahwa terdapat lima perspektif mengenai kualitas, salah satunya yaitu bahwa kualitas dilihat tergantung pada orang yang menilainya, sehingga produk yang paling memuaskan preferensi seseorang merupakan produk yang berkualitas paling tinggi. Indikator kecakapan pelayanan pegawai, merupakan dimensi kecakapan pelayanan dimana setiap pelayanan yang di tawarkan memilki beberapa aspek yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kualitasnya. Menurut Lupiyoadi . didalam mengevaluasi kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan digunakan 5 . dimensi pokok. Bukti fisik . , kemampuan pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Barat dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Keandalan . , yakni kemampuan pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Barat untuk memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Daya tanggap . , yaitu suatu kemauan untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tepat pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Barat, dengan penyampaian informasi yang jelas. Jaminan . , pengetahuan, kesopansantunan, dan kemampuan para pegawai pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Barat Empati . , memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para masyarakat dengan berupaya memahami pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai Menurut (Lupiyoadi,2. , indikator kecakapan pelayanan pegawai yaitu: Keandalan . , yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua konsumen tanpa kesalahan, sikap yang simpatik, dan akurasi yang tinggi. Empati . , yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada masyarakat dengan berupaya memenuhi dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Barat. Bukti fisik . , yaitu kemampuan suatu Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Barat dalam menunjukan eksistensinya dalam pihak eksternal. 337 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Daya tanggap . , yaitu suatu kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat . dan tepat kepada masyarakat, dengan penyampaian informasi yang jelas, membiarkan masyarakat menunggu persepsi negatif dalam kualitas Jaminan dan kepastian . , yaitu pengetahuan, kesopan santunan, dan kemampuan para pegawai untuk menumbuhkan rasa percaya. Hal ini meliputi beberapa komponen antara lain komunikasi . , kredibilitas . , keamanan . , kompetensi . , dan sopan santun . Budaya Organisas Budaya organisasi didefinisikan sebagai suatu kerangka kerja kognitif yang membuat sikap-sikap, nilai-nilai, norma-norma dan pengharapan-pengharapan bersama yang dimiliki oleh anggota-anggota organisasi. Budaya organisasi atau corporate culture sering diartikan sebagai nilai-nilai, simbol-simbol yang dimengerti dan dipatuhi bersama, yang dimiliki suatu organisasi sehingga anggota organisasi merasa satu keluarga dan menciptakan suatu kondisi anggota organisasi tersebut merasa berbeda dengan organisasi lain. Indikator Budaya Organisasi menurut (Edison,2. Kesadaran diri Anggota organisasi dengan kesadarannya bekerja untuk mendapatkan kepuasan dari pekerjaan mereka, mengembangkan diri, menaati aturan, serta menawarkan produkproduk berkualitas dan layana tinggi. Keagresifan Anggota organisasi menetapkan tujuan yang menantang tapi realistis. Mereka menetapkan rencana kerja dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut serta mengejarnya dengan Kepribadian Anggota bersikap saling menghormati, ramah, terbuka, dan peka terhadap kepuasan kelompok serta sangat memperhatikan aspek-aspek kepuasan pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal. Setiap anggota saling menghormati dan memberikan salam pada saat perjumpaan. Anggota kelompok saling membantu. Masing-masing anggota saling menghargai perbedaan pendapat. Performa Anggota organisasi memiliki nilai kreatifitas, memenuhi kuantitas, mutu, dan efisien. Anggota selalu mengutamakan kualitas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Anggota selalu berinovasi untuk menemukan hal-hal baru dan berguna. Setiap anggota selalu berusahan untuk bekerja dengan efektif dan efisien. Orientasi tim Anggota organisasi melakukan kerjasama yang baik serta melakukan komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan keterlibatan aktif para anggota, yang pada gilirannya mendapatkan hasil kepuasan tinggi serta komitmen bersama. Ada Enam indikator yang secara keseluruhan merupakan hakikat-hakikat budaya organisasi, menurut (Robbins dan Judge, 2. adalah sebagai berikut: Inovasi dan keberanian mengambil resiko sejauh mana pegawai didorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil resiko. Perhatian pada hal-hal rinci sejauh mana pegawai diharapkan menjalankan presisi, analisis dan perhatian pada hal-hal detail. Orientasi hasil kerja sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut. 338 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Orientasi pada anggota organisasi sejauh mana keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas manusia yang ada dalam organisasi ketimbang pada individu-individu. Orientasi tim sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja diorganisasi pada tim ketimbang individu-individu. Keagresifan sejauh mana orang bersikap agresif dan kompetitif ketimbang santai dan hanya diam saja. Menurut (Umi, dkk,2. indikator budaya organisasi dapat diukur: Norma Norma adalah sebuah aturan yang tidak tertulis, yang diterima anggota kelompok. Norma memberitahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan di bawah keadaan atau situasi Norma bersifat memotivasi, berkomitmen, serta meningkatkan pegawai berkinerja tinggi. Nilai Dominan Nilai Dominan adalah nilai-nilai utama yang ada dalam organisasi yang diterima anggota Aturan Aturan adalah peraturan, prosedur, kebijakan secara tertulis yang telah disepakati dan wajib dipatuhi dan dijalankan oleh seluruh pegawai didalam suatu organisasi. Memiliki standar, bagaimana pegawai berinteraksi. Contohnya dalam berbicara, berperilaku, ketepatan waktu disiplin dalam hadir maupun mengerjakan tugas. Semua agar memiliki kinerja yang baik dan hasil yang baik pula bagi organisasi. Iklim Organisasi Iklim Organisasi bahwa iklim organisasi yaitu suatu penyampaian keterbukaan atau perasaan seorang pegawai didalam suasana lingkungan kerja, yang berguna untuk mengevaluasi seluruh masalah yang ada di lingkungan kerja agar tujuan organisasi Iklim organisasi juga bentuk perilaku atau karakteristik pegawai agar berani mengutarakan pendapat demi kenyamanan bersama. Kerangka Konseptual Variabel Independen Variabel Dependen Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian 339 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah suatu pernyataan yang diandalkan benar untuk sementara waktu dan sampai keadaan yang sebenarnya terbukti melalui data yang dikumpulkan. Berdasarkan kajian teori dan kerangka konseptual diatas, maka peneliti mengajukan hipotesis yang akan diuji kebenarannya melalui penelitian ini yaitu: H1: Diduga bahwa pengaruh kecakapan pelayanan pegawai terhadap kepuasan masyarakat dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Bara. H2: Diduga bahwa pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan masyarakat dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Bara. H3: Diduga bahwa pengaruh kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi terhadap kepuasan masyarakat dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai . tudi kasus pelayanan di Kantor Camat Siberut Bara. Metode Penelitian Jenis penelitian adalah kuantitatif. Metode pengumpulan data adalah riset lapangan . ield researc. dan riset kepustakaan . ibrary researc. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi dan kuesioner. sumber data digunakan dalam penelitian ini data Adalah data yang diperoleh secara langsung dari karyawan yang menjadi responden melalui daftar pertanyaan . baik dari variabel dependen dan variabel independen. Dan data ini merupakan jawaban yang akan dianalisis untuk kepentingan pengujian statistik. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai sebanyak Sampel 42 orang. Metode analisis data adalah analisis regresi linear berganda. Uji koefisien determinasi serta uji hipotesis uji t. HASIL PENELITIAN Analisa regresi linear berganda Analisis regresi linear berganda merupakan analisis yang digunakan untuk mengukur pengaruh antara variabel dependen yaitu kepuasan kerja pegawai dengan beberapa variabel independen dari kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi. Hasil pengujian regresi linear berganda dapat dilihat dalam tabel 4 sebagai berikut. Tabel 4. Uji Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 45,240 14,909 Sig. 3,034 ,004 ,582 4,519 ,000 ,997 1,003 ,069 ,539 ,593 ,997 1,003 Model 1 (Constan. ,718 ,159 budaya organisasi ,131 ,243 Dependent Variable: kepuasan kerja Sumber: Data yang Diolah Dengan SPSS v23. Lampiran 8 Collinearity Statistics Tolerance VIF Berdasarkan tabel 4 dapat dibuat persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: KK = 45,240 0,718KP 0,131BO e Dari persamaan diatas maka dapat di interprestasikan beberapa hal, sebagai berikut: Konstanta sebesar 45,240 artinya jika tidak ada dari kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi (X1. X2, = . maka nilai kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah sebesar konstanta yaitu 45,240 satuan. 340 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Koefisien kecakapan pelayanan pegawai 0,718, koefisien bernilai positif artinya kecakapan pelayanan pegawai berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai dimana jika kecakapan pelayanan pegawai naik satu satuan maka kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai naik sebesar 0,718 satuan bila variabel independen lainnya Koefisien budaya organisasi 0,131, koefisien bernilai positif artinya budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai dimana jika budaya organisasi naik satu satuan maka kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai akan naik sebesar 0,131 satuan bila variabel independen lainnya konstan. Hasil Koefisien Determinasi Nilai R2 yang mendekati satu . berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Hasil pengujian koefisien determinasi (R. dapat dilihat dalam tabel 4 sebagai berikut. Tabel 5. Koefesien Determinasi Model Summaryb Change Statistics Adjusted R Std. Error of the R Square Model R Square Square Estimate Change F Change df1 df2 ,582a ,339 ,306 6,24182 ,339 10,248 Predictors: (Constan. , budaya organisasi, kecakapan pelayanan Dependent Variable: kepuasan kerja Sumber: Data yang Diolah Dengan SPSS v23. Lampiran 8 Sig. Change ,000 Berdasarkan tabel 5 nilai koefisien determinasi ditunjukkan oleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,306. Hal ini berarti pengaruh kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai sebesar 41,60% sedangkan sisanya 58,40% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini seperti kompetensi, kompensasi dan Uji t Uji signifikan koefisien regresi . dilakukan untuk menguji apakah suatu variabel independen . ecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisas. secara parsial berpengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel dependen . epuasan kerj. Dimana besarnya yang diguankan dalam uji ini adalah 5% ( = 0,. Hasil pengujian hipotesis uji-t dapat dilihat dalam tabel 4. 16 sebagai berikut. Tabel 6. Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 45,240 14,909 Model 1 (Constan. ,718 ,159 budaya organisasi ,131 ,243 Dependent Variable: kepuasan kerja Sumber: Data yang Diolah Dengan SPSS v23. Lampiran 9 Sig. 3,034 ,004 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,582 4,519 ,000 ,997 1,003 ,069 ,539 ,593 ,997 1,003 341 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Berdasar tabel 6 dapat dijelaskan sebagai berikut: Variabel kecakapan pelayanan pegawai memiliki t hitung . >t tabel . ,01. dan nilai sig perhitungan yang diperoleh adalah sebesar 0,000<0,05. Hal ini berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat dinyatakan bahwa kecakapan pelayanan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai Variabel budaya organisasi memiliki t hitung . 0,05. Hal ini berarti bahwa H2 ditolak dan H0 diterima. Sehingga dapat dinyatakan bahwa budaya organisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai Uji F Uji Simultan (Uji-F) digunakan untuk menunjukan apakah semua variabel bebas . yaitu kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama . atau tidak terhadap variabel dependen yaitu kepuasan kerja. Dimana besarnya yang digunakan dalam uji ini adalah 5% ( = 0,. Tabel 4. 17 Uji -F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 798,565 399,283 Residual 1558,411 38,960 Total 2356,977 Dependent Variable: kepuasan kerja Predictors: (Constan. , budaya organisasi, kecakapan pelayanan Sumber: Data yang Diolah Dengan SPSS v23. Lampiran 9 10,248 Sig. ,000b Dari tabel tersebut diketahui nilai F hitung 10,248 >F tabel . dan nilai probabilitas yang dihasilkan dari perhitungan adalah 0,000b< . Hal ini berarti bahwa H3 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat dinyatakan bahwa kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dengan demikian dapat disimpulkan variabel kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi secara bersamasama atau simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pembahasan Pengaruh Kecakapan Pelayanan Pegawai Terhadap Kepuasan Kerja Berdasarkan analisis regresi linear berganda dan pengujian hipotesis uji t variabel kecakapan pelayanan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai Menurut (Edy Sutrisno,2. kepuasan kerja adalah suatu sikap pegawai terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja, kerja sama antar pegawai, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis. Menurut (Wibowo,2. setiap orang yang bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari tempatnya bekerja. Kepuasan kerja akan mempengaruhi produktivitas yang sangat diharapkan manajer. Untuk itu, manajer perlu memahami apa yang harus dilakukan untuk menciptakan kepuasan kerja pegawainya. 342 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Menurut (Rivai,2. , mengemukakan bahwa kepuasan kerja adalah penilaian dari pekerja tentang seberapa jauh pekerjaanya secara keseluruhan memuaskan kebutuhannya. Menurut (Badeni,2. , kepuasan kerja pegawai merupakan salah satu elemen yang cukup penting dalam organisasi. Hal ini disebabkan karena kepuasan kerja personel organisasi dapat mempengaruhi perilaku kerja, seperti malas, rajin, produktif dan lain-lain atau mempunyai hubungan dengan beberapa jenis perilaku yang penting dalam organisasi. Pelayanan dalam hal ini sangat erat kaitannya dengan hal pemberian kepuasan terhadap pelanggan, pelayanan dengan mutu yang baik dapat memberikan kepuasan yang baik pula bagi pelanggannya, sehingga pelanggan dapat lebih merasa diperhatikan akan keberadaannya oleh pihak perusahaan. Pengertian lebih mudahnya adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekumpulan orang untuk memenuhi kebutuhan orang Menurut Tjiptono . menyatakan bahwa kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Sebaliknya, definisi kualitas yang bervariasi dari yang kontroversional hingga kepada yang lebih strategik. Menurut Wirawan . menyatakan bahwa terdapat lima perspektif mengenai kualitas, salah satunya yaitu bahwa kualitas dilihat tergantung pada orang yang menilainya, sehingga produk yang paling memuaskan preferensi seseorang merupakan produk yang berkualitas paling tinggi. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Berdasarkan analisis regresi linear berganda dan pengujian hipotesis uji t variabel budaya organisasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai Menurut (Edy Sutrisno,2. kepuasan kerja adalah suatu sikap pegawai terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja, kerja sama antar pegawai, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis. Menurut (Wibowo,2. setiap orang yang bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari tempatnya bekerja. Kepuasan kerja akan mempengaruhi produktivitas yang sangat diharapkan manajer. Untuk itu, manajer perlu memahami apa yang harus dilakukan untuk menciptakan kepuasan kerja pegawainya. Pengaruh Kecakapan Pelayanan Pegawai Dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Berdasarkan koefisien determinan dan pengujian hipotesis uji-F kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Menurut (Edy Sutrisno,2. kepuasan kerja adalah suatu sikap pegawai terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja, kerja sama antar pegawai, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis. Menurut (Wibowo,2. setiap orang yang bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari tempatnya bekerja. Kepuasan kerja akan mempengaruhi produktivitas yang sangat diharapkan manajer. Untuk itu, manajer perlu memahami apa yang harus dilakukan untuk menciptakan kepuasan kerja pegawainya. Penelitian tedahulu yang meneliti tentang kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai, terutama kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai instansi pemerintah belum ada yang di 343 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM teliti oleh penelitian terdahulu, sehingga sebagai pembanding maupun acuan untuk penelitian yang sama belum ada. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Indikator yang paling dominan kecakapan pelayanan pegawai adalah keandalan dengan nilai TCR sebesar 87,40%, indikator yang paling dominan dari budaya organisasi indikator adalah keagresifan dengan nilai TCR sebesar 82,40% dan indikator yang paling dominan dari kepuasan kerja pegawai adalah situasi kerja memiliki nilai rata-rata 4,53 dengan TCR sebesar sebesar 90,60%. Variabel kecakapan pelayanan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai Variabel budaya organisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai kecakapan pelayanan pegawai dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai Saran Pada variabel kecakapan pelayanan pegawai tanggung jawab pegawai dalam melaksanakan tugas sangatlah penting, agar pegawai dapat bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dan pegawai dapat menunjukkan adanya sikap professional dalam Sehingga pegawai dapat menunjukan professionalitas diri dalam bekerja dengan memperhatikan keahlian dan kemampuannya berdasarkan latar belakang pendidikan dan pengalaman dan tanggung jawab pegawai terhadap tugas yang diberikan pun dapat Variabel budaya organisasi pada pegawai tentang solidaritas dalam bekerja agar nantinya pegawai akan selalu bekerjasama dan bekerja tepat waktu dan tidak meninggalkan kantor sebelum waktunya sehingga nanti akan membuat disiplin karyawan menjadi lebih baik lagi dan juga dapat dengan cara pemberian sanksi-sanksi tegas jika pegawai melanggar peraturan dan tidak disiplin. Memaksimalkan kepuasan kerja pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai, maka diharapkan secara berkelanjutan pimpinan perlu mengadakan pengawasan, serta membenahi segala bentuk kekurangan yang ada pada pegawai dalam pembuatan KTP pada Kantor Camat Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai DAFTAR PUSTAKA