P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional. Dan Sales Growth Terhadap Tax Avoidance Pada Perusahaan Manufaktur Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019 - 2021 Lydia Kurniawan 1 . Monika Budiman 2 Gabriella Yohanna 3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y. I 1. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y. I 2, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y. I 3 kurniawan@stie-yai. id 1 , monika. budiman@stie-yai. gebyohanna@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris apakah kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan sales growth berpengaruh terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021. Dalam penelitian ini digunakan data sekunder. Sampel penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur makanan & minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2019-2021, dan dengan menggunakan metode purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 22 perusahaan. Penelitian ini menggunakan Eviews 10 dalam pengolahan datanya. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap tax avoidance sedangkan sales growth tidak bepengaruh terhadap tax Kata Kunci : Kepemilikan Institusional . Kepemilikan Manajerial. Sales growth, dan Tax Avoidance ABSTRACT In this study, tax evasion in food and beverage manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019Ae2021 period will be experimentally tested in relation to ownership managerial, institutional ownership, and sales growth. utilized secondary data in this investigation. Using the purposive sampling method, a sample of 22 businesses representing the food and beverage manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019Ae2021 period was obtained for this study. Eviews 10 was used in this study's data processing. According to the study's findings, managerial and institutional ownership had an impact on tax avoidance, however sales growth had no bearing Keywords : Institutional Ownership . Managerial Ownership. Sales Growth and Tax Avoidance PENDAHULUAN UU KUP menyatakan pajak adalah iuran yang sifatnya dipaksakan sebagai bentuk kontribusi wajib pajak bagi pembangunan negara tanpa mendapat imbalan dalam bentuk langsung baik diwajibkan untuk orang pribadi dan badan Sesuai dengan UU KUP yang berlaku demi kemakmuran rakyat tertulis didalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009, pajak adalah bentuk kewajiban pembangunan nasional yang dilakukan warga negara. Tanggung jawab Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. pembayaran pajak, adalah bentuk kewajiban kenegaraan perpajakan dan berada pada masyarakat itu sendiri untuk memenuhi kewajibannya sehingga perlu kesadaran diri. Seperti hal nya self assesment yang ada pada perpajakan indonesia dan Direktorat Jenderal Pajak pembinaan atau penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan. ttps://w. d/id/paja. Menjadi hal yang umum wajib pajak ingin pajak yang dibayarkan kecil mendapatakan laba usaha yang sangat Hal ini menjadi menarik untuk kami melihat bagaimana cara wajib pajak berusaha meminimalkan jumlah pajak yang harus mereka bayarkan. Karena pada dasarnya pajak yang dibayarkan awalnya adalah kekayaan milik individu atau perusahaan yang kemudian diberikan secara sukarela kepada negara, bagi negara, pajak menjadi pendapatan untuk pembangunan negara tetapi disisi lain bagi perusahaan, jumlah pajak yang dibayarkan akan berpengaruh terhadap keuangan perusahaan seperti pembagian dividen, saham, atau jumlah laba bersih Kepemilikan kepemilikan saham yang berpacu pada kepemilikan saham biasa oleh manajemen yang terlibat aktif dalam perusahaan khususnya pengambilan keputusan, yang akan membuat para manajer giat dan teliti dalam memutuskan sebuah keputusan untuk perusahaan karena akan berdampak besar pada perusahaan. Karena keputusan keberlangsungan perusahaan dalam berbagai aspek salah satunya pajak. Manajer berperan penting atau dapat memberikan saran juga memberikan keputusan terhadap masalah atau kepentingan terkait perusahaan. Dalam keuangan yang sifatnya melibatkan banyak pihak akan membuat manajer teliti dalam bertindak. (Prasetyo. , & Pramuka. menyatakan Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 kepemilikan manajerial tidak berpengaruh pada tax avoidance setelah dilakukan penelitian oleh Menjadi keputusan yang berisiko negatif pada perusahaan adalah salah satu peran kepemilikan manajerial. Kepemilikan institusional ialah dapat terdiri atas saham yang dimiliki oleh entitas pemerintah baik dalam maupun luar negeri, entitas keuangan , entitas swasta dalam negeri serta entitas lainnya diakhir tahun pelaporan keuangan, pada penelitian yang dilakukan prasetya dan memiliki pengaruh pada tax avoidance (Irwan Prasetyo. Bambang Agus Pramuka, 2. Namun demikian kepemilikan institusional dapat menjadi tidak berpengaruh terhadap tax avoidance selama kegiatan operasional berjalan baik sehingga keputusan yang dilakukan kepemilikan institusional tidak terkait dengan perpajakan tax avoidance (Su'un, , 2. Sales growth adalah kenaikan angka penjualan pada perusahaan, yang menggambarkan keberhasilan perusahaan didalam melakukan investasi dan dalam mengelola perusahaan ini menjadi tolak ukur dengan adanya peningkatan Nugraha. , & Mulyani. Di sisi lain pertumbuhan penjualan dapat berpengaruh tidak signifikan terhadap tax avoidance, pernyataan tersebut disampaikan peneliti Tristianto. , & Oktaviani. menunjukkan tidak berpengaruh pada penghindaran pajak karena pertumbuhan penjualan masih didalam koridor ketentuan pajak yang berlaku. Penelitian oleh (Wahyuni. , & Wahyudi. penjualan tidak berpengaruh signifikan pada tax avoidance. Pada penelitian ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap tax avoidance atau penghindaran pajak dengan variabel independennya adalah P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan sales growth, serta manufaktur Makanan dan minuman dengan judul AuKepemilikan Institusional. Kepemilikan Manajerial. Dan Sales Growth Terhadap Tax Avoidance (Perusahaan Manufaktur Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019 Ae 2. LANDASAN TEORI Teori Agensi Konsep teori keagenan . gency theor. menurut Sinaga. , & Supriyono. yaitu hubungan kontraktual antara prinsipal dan agen. Hubungan ini dilakukan untuk suatu jasa dimana principal memberi wewenang kepada agen mengenai pembuatan keputusan yang terbaik bagi principal dengan mengutamakan kepentingan dalam mengoptimalkan laba perusahaan sehingga meminimalisir beban, termasuk penghindaran pajak. Teori keagenan adalah pemberian wewenang oleh pemilik perusahaan . emegang saha. kepada pihak menjalankan operasional perusahaan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati, jika kedua belah pihak memiliki kepentingan yang sama untuk meningkatkan nilai perusahaan maka manajemen akan bertindak sesuai dengan kepentingan pemilik perusahaan. Teori agensi berisi hubungan kontraktual antara dua pihak yaitu agen dan prinsipal, dimana investor atau pemilik perusahaan menunjuk agen sebagai manajemen yang mengelola perusahaan atas nama pemilik Dimana penerima kuasa tersebut dapat mengambil keputusan karena memiliki kendali, keputusan yang dimaksud salah satunya perencanaan menguntungkan perusahaan atau juga oknum tertentu. Karena kendali terdapat https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. pada manajer maka kemungkinan manajer dapat melakukan penghindaraan pajak tax evasion ataupun tax avoidance bisa saja terjadi agar memperbesar laba perusahaan dengan memperkecil tanggung jawab pajak Suatu institusi yang beroperasi bagi kepentingan internal juga eksternal atau pemilik kepentingan maayarakat, pemerintah, kreditor, pemilik saham, dan lain sebagainya pernyataan tersebut adalah teori stakeholder. Good corporate governance adalah suatu sistem yang dirancang untuk mengarahkan pengelolaan perusahaan secara profesional berdasarkan prinsip yang bertanggung jawab, transparan, independen, akuntabilitas dan kewajaran serta kesetaraan. Perusahaan yang menerapkan good corporate governance akan menumbuhkan kualitas perusahaan Hal melakukan penghindaran pajak atau tidak. Kepemilikan Manajerial Nilai saham yang dimiliki manajemen dengan posisi berkontribusi aktif pada keputusan akhir dan besar di sebuah Dapat dilihat pada catatan atas laporan keuangan pada modal saham dimana tertera jumlah saham yang dimiliki oleh pihak yang memiliki peran sebagai manajer perusahaan. Menarik sebagai pemegang saham perusahaan manajer juga bisa membuat keputusan terhadap sesuatu. Hunardy. , & Tarigan, . membuat pihak manajemen akan sangat berhati-hati dan tidak terburu-buru ketika akan memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan perusahaan kaena hal tersebut akan berpengaruh pada kualitas dan keberlangsungan entitas yang dikelola khususnya dalam hal perpajakan, setiap pihak jika berurusan dengan pajak apapun mengambil keputusan terburu Ae buru. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Kepemilikan-Institusional Kepemilikan oleh sebuah entitas atau sebuah perusahaan baik perusahaan dalam negeri maupun luar negeri, swasta atau non swasta, institusi keuangan maupun non keuangan dan lain sebagainya. Kepemilikan institusional diharapkan dapat menjadi bentuk pengawasan bagi perusahaan, karena jika perusahaan utama salah mengambil keputusan tentu saja perusahaan yang memiliki saham . ttps://accounting. id, 2. Sales Growth Bentuk dari hasil pencapaian sebuah perusahaan mampu atau tidak dalam pengeolaan operasional dan mampu atau tidaknya perusahaan bersaing dalam masing-masing mempertimbangkan daya saing antar Putri. Pertumbuhan penjualan menggambarkan suatu keberhasilan pengelolaan usaha pada periode sebelumnya yang kemudian akan dijadikan sebagai analisa dalam pertumbuhan perusahaan kedepannya. Apabila sales growth secara otomatis akan ada jumlah beban pajak yang juga ikut berubah dengan kata lain bertambah, dan kedepannya tentunya kemungkinan akan semakin besar. Karena pertumbuhan penjualan menggambarkan kenaikan pendapatann hal ini sejajar dengan bertambahnya beban. Tax Avoidance Tindakan legal menghindari pajak namun tetap mengikuti peraturan perpajakan dinamakan tax avoidance. Tax avoidance dapat dikatakan menghambat pemungutan pajak karena menyebabkan jumlah pajak yang diterima negara Tebiono. , & Sukadana. Tax avoidance bagi negara akan mengurangi pemasukan negara sehingga akan berpengaruh pada anggaran pembangunan nasional namun, bagi Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 berpengaruh baik bagi laba perusahaan yaitu dengan membayar jumlah pajak yang lebih sedikit akan membuat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih besar. Perusahaan Manufaktur makanan dan Entitas yang bergerak dibidang pengelolaan barang mentah menjadi berbentuk setengah jadi ataupun barang jadi yang dibutuhkan oleh pasar dan memiliki nilai jual. Manufaktur Menurut Heizer Dkk dalam . com, 2. Manufaktur berasal dari kata Manufacture yang artinya dalah memposes dengan mesin untuk tujuan menghasilkan barang dalam berbagi METODOLOGI Data dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini mengambil populasi perusahaan manufaktur sektor konsumsi subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019 Ae 2021 yaitu sebanyak 49 Pada penelitian ini mengapa saya memilih populasi tersebut karena sekarang banyak perusahaan dibidang ini yang mengalami sebuah pertumbuhan yang baik dan sangat sigfikan. Pada penelitian digunakan adalah Non-probability sampling yaitu teknik memerlukan batasan untuk tujuan Pada penelitiam purposive sampling method menjadi teknik yang dipilih oleh peneliti menyesuiakan dengan tujuan dari penelitian dan harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan Sehingga sampel yang diperoleh sebanyak 22 perusahaan. Analisis Data Dari seluruh data yang telah ada kemudian peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana variabelvariabel berpengaruh menggunakan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 program E-views 10. Adapun uji yang dilakukan : Uji Normalitas. Uji Heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi dan Uji Sebelum melakukan pengujian, terlebih dahulu peneliti menentukan model yag akan digunakan apakah Common Effect Model. Fixed Effect Model, dan Random Effect Model Desain dan Hipotesis Penelitian Gambar 1 Desain Penelitian Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masalah harus dibuktikan Adapun Hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut : H1 : Kepemilikan Manajerial berpengaruh terhadap Tax avoidance H2 : Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Tax avoidance H3 : Sales growth berpengaruh terhadap Tax avoidance HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Statistik Deskriptif dalam penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata . , standar deviasi dan range. Gambar 2 Statistik Deskriptif https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Uji Asumsi Klasik ) Uji Normalitas Pada Uji Normalitas Nilai prob sebesar 426750 > 0,05 berarti data terdistribusi dengan normal. ) Uji multikolinieritas nilai correlation dari variabel X1. X2, dan. X3 < 0,90 menunjukkan tidak ada masalah multikolinieritas atau tidak ) Uji Autokorelasi Nilai prob. Chi-square . ang Obs*Rsquare. sebesar 0,0586 > 0,05 menunjukkan tidak ada masalah pada ) Uji Heteroskedastisitas penelitian diatas hasil Obs*R-squared 0,98 > 0. 05 menunjukkan data tidak terkendala pada heterokedastisitas. Pemilihan Model Dalam melakukan penelitian terlebih dahulu memilih data yang diujikan melalui Uji Chow. Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier. Uji Chow ( CEM VS FEM) Dari penelitian nilai prob cross section chi-square sebesar 0. 0000 < 0,05 menunjukkan model yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM) sehingga selanjutnya harus dilakukan uji Hausman. Uji Hausman (FEM VS REM) Pada hasil Uji Hausman diatas menunjukkan nilai prob cross section chi-square sebesar 0. 0268 < 0,05 sehingga FEM terpilih sebagai model penelitian dan pengujian ini selesai dan tidak harus melakukan Uji Lagrange Multiplier. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Uji hipotesis pada Interpretasi Model Dari hasl penelitian sudah terpilih model yaitu Fixed Effect Model yang akan digunakan didalam penelitian dengan persamaan regesi data panelnya sebagai Y = 272065 0. 678417*XCA 683479*XCC 0. 017392*X3 Koefisien Determinasi Koefisen determinasi dilihat dari Ajusted R-squared yaitu sebesar 0. %) mengandung arti bahwa variabel Y yaitu Tax Avoidance dapat dijelaskan oleh X1,X2,dan manajerial, kepemilikan institusional, dan sales growth sedangkan sisanya . S%=47%) dipaparkan oleh variabel Uji Hipotesis Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Tax Avoidance. Berdasarkan hasil uji hipotesis manajerial memiliki angka koefisien positif sebesar 0. 678417 sehingga menyatakan hal tersebut berpengaruh terhadap tax avoidance, dengan nilai prob 0076 < 0,05 . Sehingga H1 diterima seperti penelitian Prastiyanti. , & Mahardhika, . yang menghasilkan kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap Tax Avoidance. Hal ini terjadi manajerial itu sendiri dimiliki oleh para manajer perusahaan yang berperan penting dalam pengambilan keputusan termasuk dalam keputusan melakukan Tax Avoidance, para manajer akan sangat mempertimbangkan resiko perpajakan demi keberlangsungan perusahaan. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 Kepemilikan Manajerial berpengaruh terhadap Tax Avoidance hal ini terjadi karena Keputusan melakukan tax avoidance akan mempengaruhi kinerja dan kualitas perusahaan pihak manajerial berperan besar dalam pengambilan keputusan tersebut . Pengaruh kepemilkan Institusional terhadap Tax Avoidance Berdasarkan hasil penelitian uji hipotesis menunjukkan bahwa angka 683479 bernilai positif dan dengan prob 0. 0045 < 0. 05 menyatakan berpengaruh terhadap Tax Avoidance sehingga H2 diterima dan hal ini tidak sejalan dengan penelitian Praditasari. , & Setiawan. menyatakan kepemilkan institusional Tax Avoidance mungkin hal ini disebabkan oleh sektor penelitian yang digunakan karena perbedaan sektor penelitian bisa membuat hasil penelitian berbeda. Namun untuk hasil penelitian ini Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Tax Avoidance hal ini terjadi pemegang kepemilikan institusional akan mempertimbangkan keputusan untuk melakukan tax avoidance akan merugikan perusahaan karena bersangkutan dengan Pengaruh sales growth terhadap Tax Avoidance Berdasarkan menunjukkan angka koefisien 0. dengan nilai prob 0. 7620 > 0. menyatakan bahwa sales growth tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance sehingga H3 tidak ditolak hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Aprianto. , & Dwimulyani. Apri. yang menyatakan bahwa sales P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 growth tidak berpengaruh terhadap tax avoidance karena pertumbuhan penjualan perusahaan dan ini akan berpengaruh pada operasional perusahaan dan tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Sales growth tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance, hal ini terjadi karena perrtumbuhan penjualan akan signifikan terhadap operasional perusahaan tidak pada keputusan untuk tax avoidance. KESIMPULAN Dari seluruh pemaparan penjelasan pada materi penelitian, kesimpulan yang dapat disampaikan dari penelitian ini : Kepemilikan Manajerial berpengaruh terhadap Tax Avoidance . Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Tax Avoidance . Sales growth tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance. DAFTAR PUSTAKA