BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 2 Nomor 2. July 2023 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Meningkatkan Konsentrasi Belajar Melalui Kegiatan Meronce Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Kelompok B RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda Niken Ayu Trimusqirfa1*. Khoirunnisa2. Nor Rosita3. Yulistia Intan Amelia4. Nasnawati5. Ahmad Riyadi6 1,2,3,4,6 UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda Received: July 9th, 2023. Revised: July 12th, 2023. Accepted: July 13th, 2023. Published: July 14th, 2023 Abstrak Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan prasiklus dan siklus I. Proses penelitian melibatkan beberapa tahap, seperti perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak Kelompok B di RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda. Dalam hasil penelitian ini, terlihat adanya peningkatan sebanyak 5% pada presentase konsentrasi, yaitu dari 72% pada prasiklus menjadi 77% pada siklus I. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan permainan meronce mampu meningkatkan tingkat konsentrasi pada anak. Hasil tersebut mencerminkan dampak positif dari implementasi kegiatan meronce terhadap kemampuan konsentrasi anak dalam konteks pendidikan di RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda. Kata kunci: konsentrasi belajar, kegiatan meronce. Abstract This study is a Classroom Action Research (CAR) comprising a pre-cycle and Cycle I. The research involves stages such as planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study are 15 children from Group B at RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda. The results of the study show an increase of 5% in concentration, from 72% in the pre-cycle to 77% in Cycle I. It can be concluded that engaging in the game of "meronce" can enhance concentration in children. These findings reflect the positive impact of implementing the "meronce" activity on children's concentration abilities in the educational context of RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda. Keywords: Study concentration, "meronce" activity Copyright . 2023 Niken Ayu Trimusqirfa. Khoirunnisa. Nor Rosita. Yulistia Intan Amelia. Nasnawati. Ahmad Riyadi * Correspondence: Niken Ayu Trimusqirfa Email Address: nikenyu814@gmail. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Niken Ayu Trimusqirfa. Khoirunnisa. Nor Rosita. Yulistia Intan Amelia. Nasnawati, & Ahmad Riyadi Pendahuluan Tujuan pendidikan pada anak usia dini adalah untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai norma-norma dan nilai-nilai kehidupan yang berlaku di Masyarakat (Raharja. , & Wardhana. E, 2. Pendidikan pada anak usia dini seharusnya tidak hanya difokuskan kepada akademiknya saja tetapi juga difokuskan kepada kemahiran-kemahiran dalam belajar. Melihat pentingnya kreativitas pada anak ketika berlangsungnya pembelajaran, maka dibutuhkan usaha yang dapat mengoptimalkan kreativitas anak. Salah satu aktivitas pembelajaran diharapkan dapat mengembangkan kemampuan untuk berkonsentrasi dengan menggunakan kegiatan Kegiatan meronce ini harus bersifat menyenangkan sehingga anak tidak merasa Melalui kegiatan meroce dapat membantu meningkatkan konsentrasi, imajinasi, melatih daya ingat, kesabaran, ketelitian dan keuletan dalam menghasilkan suatu karya. Selain sebagai bentuk hasil karya, meronce juga dapat melatih keterampilan kreatif dan kemampuan motorik halus anak (Primawati, 2. Selain meningkatkan konsentrasia anak dengan kegitan meronce dapat berakibat baik pada perkembangan kognitif anak yang masih kurang. Kegiatan meronce ini diharapkan bisa membantu anak untuk mengasah kemampuan motorik halus dalam dirinya, seperti kemampuan menggerakkan jari dan tangan, mengembangkan kreatifitas, imajinasi, serta melatih fokus pada peserta didik itu sendiri. Kegiatan meronce pada peserta didik juga diharapkan untuk dapat berpikir kritis dan dapat memecahkan masalah dengan melakukan kerja sama dengan peserta didik yang lain, seperti warna apa yang bagus untuk digunakan, pola seperti apa yang akan di buat, dan lain sebagainya. Kegiatan meronce dapat menjadi metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak karena hasil meroncenya dapat digunakan anak sebagai hiasan atau aksesori. Meronce juga dapat mengembangkan keterampilan seni, ketelatenan, dan kecekatan. Faktanya saat ini pada anak usia 5-6 tahun di Kelompok B RA Al-Islamiyah AlKhalidiyah masih ada beberapa siswa yang belum bisa meronce dengan benar, terdapat beberapa anak yang sudah dapat memasang manik ke dalam benang yang telah disediakan tetapi belum bisa menyamakan dengan apa yang telah diperintahkan oleh guru, ada yang bisa menyesuaikan dengan apa yang diperintahkan guru seperti sesuai dengan warna dan pola, dan ada juga beberapa anak bisa menyesuaikan warna tapi tidak sesuai dengan pola. Namun ada pula anak yang mengerti dengan arahan tapi kemudian di tengah-tengah pengerjaan anak mulai keliru, tidak mengikuti pola, dan merangkai manik-manik dengan susunan pola yang tidak sesuai. Anak dapat mengikuti sesuai urutan pola yang diberikan bisa terhitung dengan jari di banding dengan anak yang tidak mengikuti urutan pola yang ditentukan oleh gurunya. Untuk rasa antusias anak dalam merangkai manik-manik, mereka sangat antusias dan justru senang sekali namun yang masih disayangkan adalah beberapa dari mereka yang merangkai manik- manik tersebut tanpa mengikuti arahan dari gurunya. Kondisi tersebut jika diabaikan akan berdampak pada perkembangan anak yang berpengaruh kepada setiap aspek kehidupannya. Padahal konsentrasi belajar ini penting bagi anak karena jika konsentrasi belajar anak berkembang dengan baik maka anak juga akan lebih mudah memahami penjelasan dan pembelajaran dari guru, jika anak paham dengan pembelajarannya maka akan berdampak pada kualitas siswa dan sekolahnya. Salah satu upaya yang dapat guru lakukan untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak usia 5-6 tahun di kelompok B RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda dengan kegiatan Kami berharap dari kegiatan tersebut dapat meningkatkan keberhasilan konsentrasi belajar di RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda. Judul penelitian tindakan kelas yang peneliti ambil dari penelitian ini yaitu Meningkatkan Konsentrasi Belajar Melalui Kegiatan Meronce pada Anak Usia 5-6 Tahun di Kelompok B RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Meningkatkan Konsentrasi Belajar Melalui Kegiatan Meronce Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Kelompok B RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda Tinjauan Pustaka Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata konsentrasi adalah pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal dan kata belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Konsentrasi belajar merupakan sebuah perilaku yang siswa lakukan dalam memfokuskan pemikiran, perhatian, dan kesadaran sehingga paham dengan materi pelajaran maupun proses pengajaran serta menjauhkan hal-hal yang tidak berkaitan dengan kegiatan belajar (Konsentrasi Belajar - Pengertian. Aspek. Indikator, dan Cara Meningkatkan, 2. Konsentrasi belajar merupakan suatu tindakan memfokuskan perhatian untuk memperhatikan dan memahami setiap materi dalam pelaksanaan pembelajaran (Sumarmo & Upi, t. Setelah penjabaran pengertian konsentrasi belajar menurut beberapa ahli disimpulkan bahwa konsentrasi belajar adalah kemampuan siswa dalam memfokuskan pemikiran dan perhatian saat pembelajaran berlangsung. Konsentrasi belajar bermanfaat besar dalam proses belajar mengajar, berikut adalah beberapa manfaat konsentrasi belajar: . Berpengaruh besar terhadap keberhasilan proses belajar mengajar (Riinawati, 2. Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi (Aviana & Hidayah, 2. Membuat siswa siap untuk menangkap materi yang diajarkan. (Nasriruddin & Idris, n. Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Ada berbagai cara untuk meningkatkan konsentrasi belajar, seperti persiapan sebelum belajar, membangkitkan minat, metode belajar yang benar, menciptakan suasanan belajar yang nyaman, belajar secara aktif, dan menyisihkan waktu untuk rehat. Belajar memerlukan konsentrasi, tanpa hal tersebut maka proses pembelajaran akan sia-sia, itu adalah pengalaman yang mengecewakan. Penyebab orang sulit berkonsentrasi saat belajar adalah karena perhatiannya terganggu oleh suatu objek. Selain itu guru juga berperan sangat penting dalam membantu siswa berkonsentrasi belajar dengan memberikan bimbingan dan pertimbangan yang cukup. Metodologi Penelitian ini dilakukan di Kelas Munawwarah. Kelompok B. RA Al-Khalidiyah AlIslamiyah Samarinda, dengan jumlah siswa 15 anak. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan prasiklus dan siklus I sehingga mencapai tujuan peningkatan yang diinginkan. Penelitian tindakan kelas yang peneliti lakukan yaitu berurutan dengan cara merencanakan, melaksanakan, observasi, dan refleksi. Peneliti juga melakukan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif bersama guru kelas guna meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Diharapkan dengan dilaksanakannya Penelitian Tindakan Kelas ini dapat meningkatkan konsentrasi belajar anak usia 5-6 tahun di Kelas Munawwarah. Kelompok B. RA Al-Khalidiyah Al-Islamiyah Samarinda, dengan demikian guru dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif yang di mana guru dapat melakukan kegiatan ini setelah berkolaborasi dengan peneliti. Hasil dan Pembahasan Prasiklus Kegiatan awal yang peneliti lakukan sebelum mulai kepada tahap penelitian tindakan kelas yaitu melakukan pengamatan dan wawancara dengan guru kelas. Peneliti melakukan pengamatan dan wawancara terhadap dengan tujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi melalui kegiatan meronce di Raudhatul Athfal Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Kota Samarinda. Aspek yang digunakan dalam melakukan pengamatan dan wawancara terdiri dari aspek ingatan dengan indikator siswa bisa memahami materi yang paparkan guru. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Niken Ayu Trimusqirfa. Khoirunnisa. Nor Rosita. Yulistia Intan Amelia. Nasnawati, & Ahmad Riyadi aspek sikap dengan indikator memperhatikan penjelasan guru, dan aspek keterampilan dengan indikator siswa melakukan arahan sesuai petunjuk guru. Hasil dari kegiatan yang dilakukan peneliti dapat dilihat pada tabel 1 di atas. Berdasarkan table 1 di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan konsentrasi anak dalam meronce di RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda rata-rata 72%. Di prasiklus ini anak hanya diperintahkan untuk meronce dengan pola yang tidak beraturan. Maka dari itu anak mampu untuk meronce tanpa adanya aturan. No. Nama Umar Wildan Hanifah Dina Zain SaAoad Shakel Alfin Mustofa Nabila Dava Fani Aira Ninda Fasya Rata-Rata Total Rata-Rata Tabel 1. Prasiklus Aspek Ingatan Sikap Skor 1-5 Skor 1-5 Keterampilan Skor 1-5 Tabel 2. Siklus 1 No. Nama Umar Wildan Hanifah Dina Zain SaAoad Shakel Alfin Mustofa Nabila Dava Fani Aira Ninda Fasya Rata-Rata Total Rata-Rata Ingatan Skor 1-5 Aspek Sikap Skor 1-5 Keterampilan Skor 1-5 BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Meningkatkan Konsentrasi Belajar Melalui Kegiatan Meronce Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Kelompok B RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda Gambar 1. Diagram Prasiklus dan Siklus I Siklus I Tindakan pada siklus 1 dilaksanakan sebanyak 1 kali pertemuan. Di pertemuan ini peningkatan kemampuan konsentrasi anak meningkat di banding pertemuan sebelumnya. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada table 2 di atas Berdasarkan pada tabel 2 di atas, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pada aspek 1 5%, pada aspek 2 6%, dan pada aspek 3 6%. Sehingga kita ketahui bahwa dengan terjadinya peningkatan tersebut maka nilai rata-rata keberhasilan juga meningkat 5% yag semula 72% menjadi 77%. Jika dilihat dari diagram prasiklus dan siklus I, aspek 1 72%, indikator 2 sebesar 68%, dan aspek 3 sebesar 77% dengan rata-rata yang dicapai anak pada prasiklus sebesar 72%, anak masih kurang fokus dalam pembelajaran yang artinya konsentrasi belajar pada anak masih kurang. Maka dari itu, guru berusaha meningkatkan konsentrasi belajar anak pada kegiatan meronce siklus I. Peningkatan hasil aspek 1 sebesar 77%, aspek 2 sebesar 71%, aspek 3 sebesar 83% dengan rata-rata yang dicapai anak pada siklus I sebesar 77%. Terjadi peningkatan sebanyak 5% pada presentase 72% prasiklus menjadi 77% siklus I. Penyajian dari data kuantitatif yang sudah dipaparkan di atas, kesimpulan yang dapat diambil yaitu meningkatkan konsentrasi belajar dapat dilakukan dengan kegiatan meronce. Anak yang semulanya ada yang belum mampu meronce hingga akhirnya anak mampu untuk meronce pada pertemuan selanjutnya. Peningkatan total dari pertemuan sebelumnya dengan pertemuan ini mengalami peningkatan sebanyak 7%. Berdasarkan kategori keberhasilan, pertemuan ini berada pada kategori yang sama dengan persentase yang mengalami peningkatan. Hasil perhitungan di atas juga didukung oleh teori yang dipaparkan (Hera & Latief, t. ) tentang faedah meronce khususnya untuk peserta didik, diantaranya . melatih fleksibilitas otot tangan, . mengoptimalkan konsentrasi, . mengoptimalkan kemampuan mengenal warna dan bentuk, . merangsang kemampuan membaca, . mengasah aspek kognitif, . mengasah kesabaran, dan . mengasah Kesimpulan Dari data-data yang sudah disebutkan di atas, kesimpulan yang dapat diambil yaitu meningkatkan konsentrasi belajar dapat dilakukan dengan kegiatan meronce. Anak yang semulanya ada yang belum mampu meronce hingga akhirnya anak mampu untuk meronce pada pertemuan selanjutnya. Peningkatan total dari pertemuan sebelumnya dengan pertemuan ini mengalami peningkatan sebanyak 7%. Berdasarkan kategori keberhasilan, pertemuan ini berada pada kategori yang sama dengan persentase yang mengalami BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 2. July 2023 Niken Ayu Trimusqirfa. Khoirunnisa. Nor Rosita. Yulistia Intan Amelia. Nasnawati, & Ahmad Riyadi References