Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPS di SMPN 3 Woja Sulaiman1 . JamaAoah2. Baiq Senyah3. Inul Justita4 Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Yapis Dompu Email: sulaiman. inov15@gmail. Submitted: 02-12-2. Reviewed: 04-12-2023 | Accepted: 06-12-2023 ABSTRAK Pendidikan harus diterapkan secara maksimal agar berdampak positif bagi pembangunan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan ilmu yang mempelajari kumpulan peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan masalah sosial. Namun kenyataan menunjukkan bahwa pembelajaran IPS belum meningkatkan hasil belajar siswa seperti yang diharapkan. Dalam pembelajaran IPS, guru tetap menggunakan metode ceramah/tradisional dalam pembelajaran. Guru masih kurang kreatif dan inovatif dalam mengembangkan teknik pengajaran. Penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus digunakan untuk penelitian ini. Lembar eksperimen dan observasi digunakan sebagai alat pengumpulan data, sedangkan teknik pengumpulan datanya adalah teknik eksperimen dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor aktivitas siswa dalam pembelajaran meningkat sehingga rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 8,5 dengan kategori Aucukup aktifAy dan pada siklus II meningkat menjadi 13 dengan kategori AuaktifAy. Rata-rata skor kinerja guru pada periode I sebesar 10,5 dengan kategori AubaikAy, dan pada periode II meningkat menjadi 15 dengan kategori Ausangat baikAy. Ketuntasan belajar pada siklus 1 sebesar 62% dan pada siklus II meningkat menjadi 90%. Kata Kunci: Media Audio Visual. Prestasi Belajar ABSTRACT Education must be implemented optimally so that it has a positive impact on nation Social Sciences (IPS) is a science that studies a collection of events, facts, concepts and generalizations related to social problems. However, the reality shows that social studies learning has not improved student learning outcomes as expected. In social studies learning, teachers continue to use lecture/traditional methods in learning. Teachers are still less creative and innovative in developing teaching techniques. Classroom action research (PTK) consisting of two cycles was used for this research. Experiment and observation sheets are used as data collection tools, while the data collection techniques are experimental and observation techniques. The results of the research showed that the student activity score in learning increased so that the average student activity in cycle I was 5 in the "quite active" category and in cycle II it increased to 13 in the "active" category. The average teacher performance score in period I was 10. 5 in the "good" category, and in period II it increased to 15 in the "very good" category. Learning completeness in cycle 1 was 62% and in cycle II it increased to 90%. Keywords: Audio Visual Media. Learning Achievement JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu program dan kerja terpenting dalam kehidupan manusia. Karena dengan pendidikan dapat membentuk manusia yang berpengetahuan, berkepribadian dan memiliki keterampilan, pendidikan pada hakekatnya merupakan usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia ke arah yang lebih baik, karena melalui pendidikan seseorang dapat menggali ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya sehingga mampu berperan aktif di tengah-tengah kehidupan (Sumiyati & Khatimah, 2. Apabila pendidikan tidak dilaksanakan secara maksimal, pasti akan menimbulkan dampak negatif yang sangat besar. Tujuan tersebut diwujudkan melalui disiplin ilmu di dunia pendidikan, salah satunya mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam Kurikulum Nasional yang dilaksanakan di berbagai jenjang pendidikan. Perumusan tujuan pendidikan sarat dengan pembentukan sikap. Secara khusus, penanaman sikap sosial tidak dapat dipisahkan dari mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sikap sosial dapat ditanamkan melalui pendidikan formal dan dipelajari di sekolah karena sekolah merupakan lembaga publik (Rismayani et al. , 2. AuIlmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu yang mempelajari kumpulan peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan masalah sosialAy (Mendikbud 2011: . Pembelajaran IPS memiliki peran strategis untuk membina warga negara dalam membangun karakter bangsa (Marhayani, 2. Orang-orang dengan kualitas unggul kekuatan mental atau akhlak, akhlak atau budi pekerti bersifat pribadi sebagai pengemudi dan sopir serta memisahkan orang dari orang lain. Mempelajari IPS dapat mengajarkan siswa untuk menghargai dan merasa bangga terhadap warisan budaya dan warisan sejarah bangsa, mengembangkan dan melaksanakan nilai-nilai moral luhur yang meneladani nilai-nilai keteladanan dan perjuangan para pahlawan, tokoh masyarakat dan kepala negara, mereka mempunyai kebanggaan dan keterlibatan nasional untuk menjaga identitas nasional. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan ilmu yang mempelajari berbagai ilmu sosial dan humaniora serta fungsi dasar manusia, dikemas secara ilmiah untuk memberikan pemahaman dan pemahaman yang komprehensif kepada peserta didik, khususnya siswa sekolah dasar dan Pada Pembelajaran IPS, guru tidak secara efektif melibatkan seluruh siswa dalam Tampak pada saat kegiatan belajar mengajar, para pengajar hanya memberi tugas JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 kepada beberapa murid yang sering aktif untuk menyelesaikan tugas, sementara siswa yang cenderung pasif hanya membuat catatan di meja mereka. Akibatnya, hal ini menimbulkan rasa kecemburuan sosial pada sebagian siswa yang kurang aktif, yang biasanya ditunjukkan siswa dengan menyela, membuat keributan dan mengabaikan temannya ketika guru menjelaskan pelajaran saat proses pembelajaran. Dalam pembelajaran IPS, guru masih belum cukup kreatif dan inovatif dalam mengembangkan metode pengajaran yang dapat merangsang motivasi dan hasil belajar siswa, dimana guru hanya menyajikan materi dan mengajukan beberapa pertanyaan praktis tanpa ada kegiatan yang memungkinkan siswa menemukan konsep sendiri dari materi yang mereka pelajari. Hal ini menyebabkan terjadinya kebosanan dalam partisipasi pembelajaran bagi siswa sehingga menurunkan hasil belajar siswa. Berbagai teknik pembelajaran telah dikembangkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik sesuai dengan kondisi dan lingkungan saat ini. Metode pengajaran ini secara umum adalah pendekatan atau strategi yang dipakai oleh pengajar untuk meningkatkan minat dan sikap belajar murid, kemampuan berpikir kritis, kemampuan sosial, serta untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik. Oleh karena itu, metode pengajaran terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Salah satu metode yang efektif adalah penggunaan media audio Penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa penggunaan media Visual sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa (Hasanudin, 2. sama halnya dalam penelitian yang dilakukan tentang peningkatan pemahaman konsep siswa pada pembelajaran IPS menggunakan media visual yang sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa (Ani Rosidah, 2. METODE PENELITIAN Menurut Arikunto . , jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas: AuPenelitian tindakan kelas adalah kajian tentang kegiatan pembelajaran yang berupa kegiatankegiatan yang secara sadar diciptakan dan berlangsung bersama-sama di dalam kelas. Ay Menurut Hidayah . AuPTK merupakan kegiatan reflektif bagi guru yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang telah selesaiAy. Untuk menjawab permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini, penelitian ini meneliti beberapa variabel, yaitu: . variabel input yang melibatkan pelajar, pengajar, dan materi pelajaran. Variabel proses, yang mencakup serangkaian kegiatan pembelajaran yang JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 dilaksanakan oleh pengajar dan murid dengan memanfaatkan media audio visual selama proses belajar mengajar. Variabel hasil berisi hasil akhir proses pembelajaran dengan menggunakan teknik pembelajaran media audio visual. Alat pengumpul data adalah alat yang digunakan untuk mencatat seluruh aktivitas siswa selama suatu kegiatan. Beberapa alat pengumpulan data yang digunakan peneliti antara . Teknik Tes Ujian akan diberikan dalam bentuk lima . soal esai sesuai dengan materi yang dibahas dalam materi pelajaran, yaitu. Kerajaan Hindu. Budha dan Islam di Indonesia. Tujuan dari tes ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang peningkatan prestasi akademik siswa kelas Vi-A. Percobaan dilakukan sebanyak dua kali, percobaan pertama dilakukan pada pertemuan ketiga siklus I dan percobaan kedua dilakukan pada pertemuan ketiga siklus II. Teknik Observasi Dalam penelitian ini dilakukan observasi untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa kelas Vi-A dalam proses pembelajaran. Observasi ini dilakukan pada meja observasi saat pembelajaran menggunakan media audio visual. Observer mengamati guru dan siswa secara langsung melalui lembar observasi. Teknik Analisis Data Ada beberapa aspek analisis data dalam penelitian ini yaitu: Analisis Data Tes Hasil Belajar Menggunakan rumus ketuntasan klasikal: KK = x 100 % Keterangan : KK = Ketuntasan Klasikal X = Jumlah siswa yang tuntas Z = Jumlah siswa yang ikut tes Sedangkan rumus untuk menghitung ketuntasan individual menggunakan NA = JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Tahapan Penelitian Tahap Perencanaan Tahap Pelaksanaan Tahap Observasi Tahap Refleksi HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Woja yang terletak di Jalan Diponegoro No. 40 Kecamatan Woja. Kabupaten Dompu. Provinsi Nusa Tenggara Barat, tahun ajaran 2013/2014, mulai tanggal 5 September 2014 sampai dengan 17 Oktober 2014. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua periode, yaitu. Periode I dan Periode II. Setiap siklus mempunyai 3 . kali pertemuan. Pada pertemuan pertama dan kedua guru memaparkan materi pembelajaran, kemudian pada pertemuan ketiga dilakukan tes penilaian untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas Vi SMP Negeri 3 Woja. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini berupa observasi aktivitas siswa dan guru dengan menggunakan media audio visual selama proses pembelajaran, serta data hasil proses belajar siswa. Hasil Berikut uraian setiap tahapan siklus pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Woja ViA Kelas V. Pelaksanaan Siklus I Pada putaran pertama pembelajaran berlangsung dalam dua . pertemuan yang masing-masing pertemuan berdurasi 2 x 35 menit. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 5 September 2014, pertemuan kedua pada tanggal 12 September 2014, dan evaluasi dilakukan pada pertemuan ketiga tanggal 19 September 2014 dengan batas waktu 70 menit. Kegiatan siklus I terdiri dari 4 tahap, yaitu: Tahap Perencanaan Tindakan Langkah-langkah berikut diambil selama tahap perencanaan: Berkomunikasi dengan guru SMP Negeri 3 Woja Kelas Vi-A tentang media audio visual . membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan tahapan teknik pembelajaran media audio visual JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . Menyiapkan media teknik pembelajaran media audio visual seperti kartu tanya dan kartu jawaban . Menyiapkan papan observasi terhadap kinerja siswa dan guru . Membuat tabel pertanyaan penilaian . Menyusun hasil belajar berupa soal esai . Membuat panduan penilaian untuk evaluasi . Tahap Pelaksanaan Tindakan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini merupakan kegiatan pembelajaran sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pertemuan Pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 5 September 2019. Tindakan yang dilakukan pada pertemuan tersebut adalah sebagai berikut: Pendahuluan . memeriksa kehadiran siswa. mengkomunikasikan tujuan pembelajaran dan teknik pembelajaran yang digunakan yaitu teknik media audio visual. pemberian kegiatan pembelajaran, seperti kartu tanya jawab. Memberikan gambaran tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya dengan kajiannya. Kegiatan inti . Menjelaskan materi pembelajaran tentang peninggalan kerajaan Hindu. Budha dan Islam di Indonesia. memberikan beberapa contoh terkait materi pembelajaran tentang kerajaan Hindu. Budha, dan Islam di Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Memberi ruang bagi murid untuk mengajukan pertanyaan tentang aspekaspek yang belum mereka pahami dari materi yang dipelajari. Membagi murid ke dalam empat grup, dengan setiap anggota grup ditentukan berdasarkan jumlah total siswa. Mendistribusikan kartu pertanyaan dan jawaban kepada setiap grup. Mengatur jalannya diskusi dan membantu murid selama aktivitas diskusi JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . Memberikan skor kepada tiap grup yang berhasil mencocokkan kartu mereka dengan tepat. Menyediakan kesempatan bagi setiap grup untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka. Mengapresiasi atau memberi penghargaan kepada grup yang sukses mencocokkan kartunya dengan benar. Penutup . Guru dan murid menyimpulkan isi dari materi yang telah dipelajari. Memberitahukan murid tentang topik yang akan dibahas di pertemuan . Menyediakan tugas latihan yang harus dikerjakan oleh setiap murid secara mandiri sebagai bagian dari proses belajar lanjutan. Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 12 September 2019. Tindakan yang dilakukan pada pertemuan tersebut adalah sebagai berikut: Pendahuluan . Melakukan pengecekan kehadiran murid. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan metode yang digunakan, yaitu penggunaan media audio visual. Memberikan tugas pembelajaran, misalnya melalui kartu pertanyaan dan . Memberikan rangkuman atau ulasan tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya dan membahasnya lebih lanjut. Kegiatan inti . Menjelaskan materi pembelajaran tentang peninggalan kerajaan Hindu. Budha dan Islam di Indonesia. memberikan beberapa contoh terkait materi pembelajaran tentang kerajaan Hindu. Budha, dan Islam di Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Memberi kesempatan kepada murid untuk mengajukan pertanyaan tentang bagian materi yang belum mereka mengerti. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . Membagi murid ke dalam empat tim, dengan setiap tim terdiri dari jumlah siswa yang seimbang. Mendistribusikan kartu pertanyaan dan kartu respons kepada setiap tim. Mengatur dan membantu murid selama kegiatan diskusi berlangsung. Memberikan skor kepada setiap tim yang berhasil mencocokkan kartu mereka dengan akurat. Memperbolehkan setiap tim untuk mempresentasikan temuan dari diskusi . Mengapresiasi atau memberikan penghargaan kepada tim yang sukses mencocokkan kartu mereka dengan benar. Penutup . Guru bersama murid menyusun kesimpulan dari materi yang telah dipelajari. Memberi tahu murid tentang topik yang akan dijelajahi di sesi pembelajaran . Menyiapkan tugas latihan yang harus diselesaikan oleh murid secara perorangan sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan. Tahap Observasi dan Evaluasi . Informasi observasi kinerja guru dan siswa Untuk memantau aktivitas guru dan siswa dilakukan beberapa hal sebagai berikut: Menyiapkan tabel observasi kinerja guru dan siswa. Siapkan 1 orang pengamat. Tabel 4. Hasil Observas Aktivitas dan Kriteria Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan Rata-rata Skor Aktivitas Guru Kategori Aktivitas Guru Baik Baik Baik Tabel 4. Hasil Observasi Aktivitas dan Kriteria Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan Rata-rata Skor Aktivitas Siswa Kategori Aktivitas Siswa Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dan siswa pada siklus yang diperoleh dari bentuk observasi, hasil perhitungan diperoleh dengan melihat grafik yang muncul, dan pedoman pengklasifikasian aktivitas guru disusun berdasarkan kriteria baik, sedangkan aktivitas siswa dinilai. cukup aktif. Terdapat beberapa kesenjangan pembelajaran antara siswa dan guru, misalnya: Guru belum efektif dalam pelaksanaan setiap tahapan pembelajaran sebagaimana ditentukan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Guru masih kurang yakin dalam berkomunikasi dengan siswa yang mencela temannya saat percakapan. Siswa tidak dapat menjaga ketertiban selama kegiatan percakapan Siswa masih belum mengetahui bagaimana menjustifikasi materi yang dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa hal yang telah dilaksanakan dengan baik pada Siklus I dapat ditransfer dalam hal peningkatan pembelajaran, sebagai Kartu belajar sesuai dengan konsep belajar. Kesediaan siswa dalam menerima materi pembelajaran cukup baik. Komunikasi antar siswa terjadi apabila jawaban dicari dari kartu soal. Siswa menjadi aktif saat berdiskusi. Data Hasil Tes Evaluasi Siswa Setelah proses pembelajaran, guru mengevaluasi sejauh mana siswa telah menguasai materi yang diajarkan dalam pembelajaran. Tes diberikan pada pertemuan ketiga pada tanggal 19. Soal tes penilaian terdiri dari lima soal yang diberi waktu 70 menit. Berikut hasil tes penilaian siklus I Tabel 4. Hasil Tes Evaluasi Belajar Siswa Siklus I Hasil Evaluasi Total nilai Nilai tertinggi Nilai terendah Jumlah siswa yang hadir Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas Porsentase ketuntasan klasikal Nilai JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Data berharga disajikan pada Tabel 4. 3, hasil tersebut diperoleh dari kajian hasil kerja siswa atau berdasarkan hasil koreksi peneliti pada 5 soal tes berbentuk Skornya disesuaikan dengan bobot kriteria evaluasi yang diberikan. Dari tabel analisis dokumen hasil belajar siswa di atas dapat disimpulkan bahwa: Jumlah siswa yang mengikuti tes sebanyak 21 orang, yang mengikuti 13 orang, yang tidak mengikuti 8 orang, yaitu. siswa dengan nomor urut 2, 3, 11, 13, 14, 16, 19 dan 21. Rasio siswa sebesar 62% sehingga belum mencapai tolak ukur yang telah ditetapkan dan masih memerlukan perbaikan klasikal. Tahap Refleksi Tindakan Pada musim gugur I, rata-rata nilai aktivitas guru adalah 10,5 yang tergolong baik, dan rata-rata nilai aktivitas siswa adalah 8,5 yang tergolong cukup aktif, pada saat kelulusan pembelajaran klasikal sebesar 62%. Melihat indikator yang telah ditetapkan dikatakan kesempurnaan klasikal belum mencapai indikator kinerja, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II. Berdasarkan hasil observasi guru dan siswa pertemuan pertama dan kedua siklus I, terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus I. Oleh karena itu, pada pembelajaran siklus kedua, guru memperbaiki kekurangan pada siklus Pelaksanaan Siklus II Pada musim gugur II, proses pembelajaran dilaksanakan dalam 2 . pertemuan yang masing-masing pertemuan berdurasi 2 x 35 menit. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2015, pertemuan kedua pada tanggal 10 Oktober 2015, dan evaluasi dilakukan pada pertemuan ketiga tanggal 17 Oktober 2015 dengan durasi waktu 70 menit. Kegiatan siklus II terdiri dari empat tahap, yaitu: Tahap Perencanaan Tindakan Langkah-langkah berikut diambil selama tahap perencanaan: Berkomunikasi dengan guru kelas SMP 3 Woja Vi-A tentang teknik pembelajaran media audio visual. menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan tahapan teknik pembelajaran media audio visual siklus II JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . Menyiapkan media yang diperlukan untuk teknik pembelajaran media audio visual, seperti kartu tanya jawab . Menyiapkan formulir observasi aktivitas siswa dan guru siklus II . menyiapkan kisi-kisi soal penilaian. menyiapkan hasil belajar berupa soal esai . Membuat panduan penilaian untuk evaluasi . Tahap Pelaksanaan Tindakan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini merupakan kegiatan pembelajaran sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat pada siklus II. Pertemuan Pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 3 Oktober 2019. Tindakan yang dilakukan pada pertemuan tersebut adalah sebagai berikut: Pendahuluan . memeriksa kehadiran siswa. menyampaikan tujuan pembelajaran dan teknik pembelajaran yang digunakan yaitu teknik campuran. pemberian kegiatan pembelajaran, seperti kartu tanya jawab. Memberikan gambaran tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya dengan . Kegiatan inti . Menjelaskan materi pembelajaran tentang peninggalan kerajaan Hindu. Budha dan Islam di Indonesia. memberikan beberapa contoh terkait bahan ajar peninggalan kerajaan Hindu. Budha, dan Islam Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahaminya dalam materi yang dipelajarinya. Bagilah siswa menjadi 4 kelompok, setiap anggota kelompok dibagi menurut jumlah siswa. Membagikan kartu tanya jawab kepada masing-masing kelompok. mengendalikan jalannya kegiatan diskusi dan memfasilitasi siswa selama kegiatan diskusi. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . memberikan poin kepada setiap kelompok yang mencocokkan kartunya dengan . Memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Memberikan pengakuan/hadiah kepada kelompok yang berhasil mencocokkan kartunya dengan benar. Penutup . Guru dan siswa menarik kesimpulan dari materi yang dipelajari. menginformasikan kepada siswa tentang materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Mengajukan soal latihan yang dikerjakan secara individu sebagai kelanjutan . Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 10 Oktober 2019. Tindakan yang dilakukan pada pertemuan tersebut adalah sebagai berikut: Pendahuluan . memeriksa kehadiran siswa. Komunikasikan tujuan pembelajaran dan teknik pembelajaran yang digunakan yaitu teknik media audiovisual . pemberian kegiatan pembelajaran, seperti kartu tanya jawab. Memberikan gambaran tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya dengan kajiannya. Kegiatan inti . Menjelaskan materi pembelajaran tentang peninggalan kerajaan Hindu. Budha dan Islam di Indonesia. memberikan beberapa contoh terkait bahan ajar peninggalan kerajaan Hindu. Budha, dan Islam Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahaminya dalam materi yang dipelajarinya. Bagilah siswa menjadi 4 kelompok, anggota setiap kelompok dibagi menurut jumlah siswa. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . Membagikan kartu tanya jawab kepada masing-masing kelompok. mengendalikan jalannya kegiatan diskusi dan memfasilitasi siswa selama kegiatan diskusi. memberikan poin kepada setiap kelompok yang mencocokkan kartunya dengan benar. Memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Memberikan pengakuan/hadiah mencocokkan kartunya dengan benar. Penutup . Guru dan siswa menarik kesimpulan dari materi yang dipelajari. menginformasikan kepada siswa tentang materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Mengajukan soal latihan yang dikerjakan secara individu sebagai kelanjutan . Tahap Observasi dan Evaluasi . Observasi aktivitas guru dan siswa Untuk memantau aktivitas guru dan siswa dilakukan beberapa hal sebagai . Menyiapkan tabel observasi kinerja guru dan siswa. Siapkan 1 orang pengamat. Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dan siswa siklus II yang diperoleh dari angket observasi, hasil perhitungan diperoleh dengan mempelajari uraian yang telah dipublikasikan, dan berdasarkan kriteria tersebut dijadikan pedoman untuk mengklasifikasikan poin-poin aktivitas guru. sangat Bagus . aktivitas siswa tergolong sangat aktif. Tabel 4. Hasil Observasi Aktivitas dan Kriteria Aktivitas Guru Siklus II Pertemuan Ke1 Rata-rata Skor Aktivitas Guru Kategori Aktivitas Guru Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Tabel 4. Hasil Observasi Aktivitas dan Kriteria Aktivitas Siswa Siklus II Pertemuan KeSkor Aktivitas Siswa Kategori Aktivitas Siswa Aktif Aktif Rata-rata Aktif Berdasarkan observasi peneliti, ada beberapa hal yang dapat disampaikan dalam hal pemajuan pembelajaran yang terlaksana dengan baik pada siklus II, komunikasi antar kelompok siswa berjalan dengan baik. komunikasi antara siswa dan guru pada saat konseling kelompok baik. Waktu dalam diskusi mulai terlihat, apabila siswa tidak terlalu berisik dan mainmain pada saat diskusi. Data Hasil Tes Evaluasi Siswa Setelah proses pembelajaran, guru mengevaluasi sejauh mana siswa telah menguasai materi yang diajarkan dalam pembelajaran. Soal penilaian terdiri dari 5 soal dengan waktu yang diberikan 70 menit. Berikut tabel hasil evaluasi siswa siklus II: Tabel 4. Hasil Tes Evaluasi Belajar Siswa Siklus II Hasil Evaluasi Jumlah skor Nilai tertinggi Nilai terendah Jumlah siswa yang hadir Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas Nilai Persentase ketuntasan klasikal Data berharga dan hasil yang disajikan pada Tabel 4. 3 diperoleh dari kajian hasil kerja siswa atau berdasarkan hasil koreksi peneliti dalam 5 soal tes berbentuk esai. Skornya disesuaikan dengan bobot kriteria evaluasi yang Dari tabel analisis hasil arsip belajar siswa di atas dapat disimpulkan bahwa: Jumlah siswa yang mengikuti ujian sebanyak 21 orang, lulus 19 orang, tidak lulus 2 orang yaitu. siswa dengan pukulan beruntun. 2 dan 21. Kecepatan pembelajaran klasikal adalah 90%, yaitu. telah mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan, sehingga penelitian dihentikan untuk siklus II. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . Tahap Refleksi Pada musim gugur II rata-rata nilai kinerja guru adalah 15 yang tergolong sangat baik dan peningkatannya sebesar 4,5. Sedangkan rata-rata skor aktivitas siswa dari 13 yang tergolong aktif meningkat 4,5. Pada siklus II kesiapan belajar klasikal mencapai 90%. Seluruh indikator kinerja tercapai sehingga penelitian Pembahasan Pada penelitian tindakan kelas ini, seorang guru menerapkan teknik pengajaran media audio visual untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 3 Woja Kelas Vi-A. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masingmasing terdiri dari 3 kali pertemuan, dua siklus diantaranya adalah proses pembelajaran dan 1 kali pertemuan adalah kegiatan evaluasi untuk mengetahui seberapa besar asimilasi siswa terhadap materi pembelajaran. Hasil setiap siklus dari siklus 1 sampai dengan siklus 2, serta aktivitas belajar siswa, aktivitas mengajar guru dan penyelesaian belajar dapat dilihat pada tabel ringkasan hasil penelitian di bawah ini: Tabel 4. : Ringkasan data hasil penelitian siklus I dan siklus II Siklus Ketuntasan Aktivitas siswa Rata-rata Kategori Aktivitas Guru Rata-rata Skor Kategori Cukup Aktif Baik Aktif Sangat Baik Siklus I Observasi Aktivitas Guru dan Siswa Pada pembelajaran masa lalu siklus I, jika melihat kinerja guru berdasarkan formulir observasi, rata-rata skor kinerja guru periode pertama adalah 10,5 yang tergolong baik, sedangkan jika melihat kinerja siswa berdasarkan formulir observasi, prestasi siswa pada periode pertama adalah 10,5. rata-ratanya adalah -Nilai aktivitas siswa rata-rata 8,5 yang tergolong cukup aktif. Ada beberapa faktor yang hilang dari kinerja guru dan siswa pada siklus I. Faktor siswa tersebut adalah sebagai berikut: pada saat mengerjakan kartu soal, ada siswa yang terlihat tidak serius jawaban pada kartu soal, masih ada siswa yang bermain-main saat berdiskusi. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 flashcard dan siswa masih belum bisa merangkum materi yang telah dipelajari. Sementara itu, guru juga menjadi faktor: guru kurang efektif sesuai rencana pada setiap tahapan pembelajaran, sehingga pada akhir pertemuan guru terburu-buru dalam mencapai hasil pembelajaran, guru tidak memaksimalkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. membuat ringkasan. hasil belajar dan guru masih kurang percaya diri dalam menghadapi siswa yang mengganggu teman dan menimbulkan kegaduhan dalam kegiatan diskusi. Selain itu pada siklus II dilanjutkan penelitian untuk meningkatkan rata-rata belajar siswa dan kinerja mengajar guru. Data Hasil Tes Belajar Siswa Informasi hasil tes belajar siswa diperoleh dari tes yang dilakukan pada pertemuan ketiga siklus I. Hasil perhitungan klasikal diperoleh sebesar 62%, sehingga indikator kinerja penelitian ini kurang berhasil. Selain itu, penelitian ini diperluas hingga siklus II guna meningkatkan hasil belajar siswa. Siklus II Observasi aktivitas Guru dan Siswa Pelaksanaan pembelajaran siklus II dilaksanakan dengan memperbaiki kekurangan pada siklus I, memaksimalkan penggunaan waktu, komunikasi antar kelompok siswa dengan meminta pendapat kelompok diskusi lain, kegiatan diskusi yang lebih ketat bagi siswa yang kurang terorganisir, dan kepemimpinan. siswa untuk menarik kesimpulan dari materi yang dipelajari. Hasil belajar siklus II lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siklus I. Pada musim gugur II skor aktivitas mengajar guru adalah 15 yang tergolong sangat baik. Skor kinerja guru meningkat dibandingkan skor kinerja guru siklus 1 menjadi 4,5. Sedangkan rata-rata skor aktivitas siswa siklus II adalah 13 yang tergolong aktif. Skor kinerja siswa meningkat sebesar 4,5 dibandingkan rata-rata skor kinerja siklus I. Data Hasil Tes Belajar Siswa Informasi hasil uji coba belajar siswa diperoleh dari evaluasi yang dilaksanakan pada pertemuan ketiga dari siklus kedua. Terdapat peningkatan hasil, dari 62% di siklus pertama menjadi 90% di siklus kedua. Hasil akhir dari siklus kedua ini menandakan bahwa semua kriteria keberhasilan yang ditargetkan dalam studi ini telah tercapai sepenuhnya, yang menunjukkan keberhasilan penelitian ini. Di balik JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 keberhasilan tersebut terdapat afirmasi yang diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran, dimana guru aktif membimbing dan membimbing siswa yang kesulitan, baik itu soal ujian esai, mengarahkan siswa untuk menyelesaikan soal dengan flash card. kirim agar mereka menemukan kartu yang mereka temukan. Selain itu guru juga mampu memberikan semangat dan motivasi kepada siswa agar selalu berani mengemukakan pendapat atau pertanyaan tentang hal-hal yang belum dipahaminya dalam kegiatan diskusi atau pembelajaran, dan di akhir pembelajaran, mampu memaksimalkan partisipasi siswa dalam pengambilan hasil belajar. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik pengajaran media Audio visual dapat meningkatkan prestasi akademik siswa IPS Kelas Vi A SMP Negeri 3 Woja. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS SMP Negeri 3 Woja kelas Vi-A. Hal ini terlihat dari peningkatan aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru dari siklus 1 ke siklus 2. Sementara itu, ketuntasan belajar klasikal siswa mencapai 62% pada siklus I, meningkat menjadi 90% pada siklus II. Saran Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran yang dapat diberikan oleh peneliti Para siswa perlu meningkatkan keaktifan dan prestasi belajarnya, tidak hanya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tetapi juga pada pelajaran lainnya. Para guru disarankan untuk menerapkan metode pengajaran yang efektif dalam proses pembelajaran, agar siswa tetap terlibat dan tidak mudah bosan selama belajar. Diharapkan agar sekolah lebih mengembangkan dan memperdalam penggunaan media audiovisual dalam proses pembelajaran untuk mendukung sistem pendidikan yang ada. Untuk peneliti lain yang ingin menggunakan media audiovisual dalam pembelajaran, sebaiknya lebih memperhatikan tahapan pembelajaran agar mencapai hasil yang JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 20-37 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak dalam lingkup STKIP Yapis Dompu yang telah memberikan dukungan baik secara material maupun non material demi kelancaran penelitian yang dilakukan. DAFTAR PUSTAKA Arifin. Zainal. Evakuasi Pembelajaran (Prinsip. Tehnik, dan prosedu. Cetakaan Kedelapan. Jakarta: Rosda Karya. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto. Suharsimi dkk. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Ani Rosidah. PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS. Jurnal Cakrawala Pendas, 2. , 11. https://jurnal. id/index. php/CP/article/view/499/0 Budimansyah. Dasim. Mengenal Konstitusi UUD 1945 dan Perubahannya. Jawa Barat: CV Regina Daryanto. Panduan Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif. Jakarta: AV Publisher. Hidayah. Nur. Panduan Praktis Penyusunan dan Pelaporan PTK. Jakarta: Prestasi Pustaka