Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) Volume 6. Nomor 2. September 2025 ISSN 2721 - 4311 http://jurnal. id/index. php/JISP Konstruksi Sosial dalam Genderisasi terhadap Jenis Makanan Widya Putri Sukandi1. Eka Yusup2. Tri Widya Budhiharti3 1,2,. Prodi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Singaperbangsa Karawang. Indonesia *E-mail: 2010631190168@student. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya istilah baru yakni food gender. Adanya pandangan masyarakat mengenai laki-laki yang menggemari seblak yakni seblak merupakan makanan yang tidak maskulin. Identifikasi masalah dalam penelitian ini mengenai bagaimana pengalaman yang dialami oleh para laki-laki penggemar seblak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang digagas oleh Alfred Schutz dan menggunakan teori konstruksi sosial atas realitas yang digagas oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Hasil Penelitian menunjukan bahwa laki-laki yang menggemari seblak memiliki pengalaman yang berbeda walaupun dengan objek yang sama. Makna laki-laki penggemar seblak yaitu: . Seblak Sebagai Moodboster, . Makna Seblak Sebagai Makanan yang Memuaskan, . Makna Seblak Sebagai Makanan yang Selalu Terbayang, . Makna Seblak Sebagai Obat, . Makna Seblak Sebagai Penenang. Motif laki-laki penggemar seblak yakni: . because motive, seblak yakni adanya rasa penasaran dan karena diajak pasangan dalam penelitian ini merasakan, . in order to motive, seblak untuk mengembalikan mood yang sedang tidak baik, untuk menemani pasangan, untuk mengembalikan mood dan untuk meredakan stres. Pengalaman laki-laki penggemar seblak yakni adanya ketidaknyamaan akan asumsi yang dibuat masyarakat hingga mendapat sebuah cemooh dari orang-orang terdekat. Konstruksi sosial yang terjadi adanya pandangan bahwa laki-laki yang menggemar seblak merupakan laki-laki yang tidak maskulin. Kata Kunci: Food Gender. Laki-Laki. Seblak. Konstruksi Sosial Abstract This research is motivated by the existence of a new term, namely food gender. There is a societal view regarding men who like seblak, namely that seblak is a food that is not masculine. Identify the problem in this research regarding the experiences experienced by male Seblak fans. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach initiated by Alfred Schutz and uses the theory of social construction of reality initiated by Peter L. Berger and Thomas Luckman. The research results show that men who like seblak have different experiences even with the same object. The meaning of men who are fans of seblak are: . Seblak as a Moodboster, . The meaning of Seblak as a satisfying food, . The meaning of Seblak as a food that is always imagined, . The meaning of Seblak as medicine, . The meaning of Seblak as a tranquilizer. The motives of men who are fans of seblak are: . because motive, seblak is curiosity and because they are invited by their partner. In this study, they felt, . in order to motive, seblak to restore a bad mood, to accompany their partner, to return mood and to relieve stress. The experience of male seblak fans is that they are uncomfortable with the assumptions made by society, resulting in ridicule from those closest to them. The social construction that occurs is the view that men who like seblak are men who are not masculine. Keywords: Food Gender. Men. Seblak. Social Construction Cara citasi : Sukandi. Widya Putri. Yusup. Eka. Budhiharti. Tri Widya. Konstruksi Sosial dalam Genderisasi terhadap Jenis Makanan. Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) Vol 6 No 2 September 2025, 187-193. DOI: https://doi. org/10. 30596/jisp. Naskah diterima : 09-10-2024 Revisi akhir : 28-06-2025 Disetujui : 25-08-2025 Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Sukandi. Widya Putri. Yusup. Eka. Budhiharti. Tri Widya. Konstruksi Sosial dalam Genderisasi PENDAHULUAN Salah satu permasalah yang sedang dihadapi oleh Indonesia adalah adanya ketimpangan gender. Pemberian stereotip tidak hanya pada aktivitas maupun bidang dunia pekerjaan tetapi pada saat ini terjadi pada jenis makanan yang memiliki keterbatasan gender. Istilah ini disebut food gender yang tanpa kita sadari sudah masuk dalam lingkungan kita. Salah satu makanan yang termasuk kedalamm food gender adalah Seblak sangat diidentikan dengan perempuan sehingga masyarakat memiliki sudut pandang bahwa seblak adalah makanan feminim (Rahman Bayumi et al. , 2. Makanan menjadi bagian dari budaya yang menjadikan suatu ciri khas bangsa atau Seblak merupakan makanan khas Jawa Barat yang pada saat ini sudah berkembang dan menyebar diberbagai daerah salah satunya Karawang. beberapa kedai seblak di Karawang khususnya Telukjambe Timur yakni, seblak Teh Windy, seblak Bandung Slowdown, seblak Teh Irma, seblak milenial Karawang, dan seblak aduhay. Salah satu mantan personil boyband Smash yakni Rafael salah satu laki-laki yang menyukai seblak sehingga mendapat julukan Auduta seblakAy dan membuat menu seblak baru yakni seblak rafael dengan bahan utama hanya menggunakan kerupuk putih dan berbeda dengan seblak pada umumnya (Yanti et al. , 2. Pada awalnya hanya perempuan yang mengonsumsi seblak tetapi seiring berjalannya waktu, saat ini laki-laki pun menyukai seblak. Tetapi adanya konstruksi sosial dikalangan masyarakat seperti hal nya yang diunggah oleh artikel Indozone di mana ada seorang laki-laki yang mengungkapkan kekesalan nya karena disebut Augak lakiAy karena ia mengonsumsi seblak. Terjadinya stereotip ini merupakan pelabelan terhadap suatu kelompok tertentu seperti laki-laki dianggap sebagai sosok yang maskulin dan perempuan memiliki sifat feminim (Widyani et al. , 2. Fenomenologi merupakan sebuah studi mengenai pengetahuan yang berasal dari kesadaran atau cara memahami suatu objek atau peristiwa. Studi fenomenologi mencoba memahami bagaimana manusia mengkonstruksi makna dan konsep-konsep penting dalam intersubjektivitas. Dalam fenomenologi Schutz terdapat istilah lifeword atau dunia sehari-hari di mana sebagai realitas yang diterima sebagai pondasi pengalaman (Wita & Mursal, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitain kualitatif digunakan untuk pengumpulan data pada suatu latar belakang alamiah, dengan menggunakan metode Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 6. Nomor 2. September 2025: 187-193 alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah dengan hasil akhir berupa deskripsi. Istilah dari penelitian kualitatif yaitu merupakan penelitian naturalistik, fenomenologis, etnografi, dan interaksionis simbolik. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif serta memakai analisis induktif. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi yang digagas oleh Alfred Schutz. Fenomenologi merupakan suatu studi tentang ilmu pengetahuan yang berasal dari kesadaran dengan cara memahami suatu objek peristiwa yang dialami secara sadar (Haslita et al. , 2. Dalam penelitian ini menggunaan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam kepada keenam informan laki-laki yang menggemari seblak. Wawancara yang digunakan adalah wawancara tak berstrutur. Kemudian, observasi non partisipan, dokumentasi dan studi pustaka. Teknis analisis data yang digunakan yakni teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi data yang mencakup triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dimana menguji data dari berbagai macam sumber dan untuk triangulasi teknik memperoleh data menggunakan teknik yang berbeda untuk mendapatkan data dengan hasil yang sama (Alfansyur & Mariyani, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini peneliti mendapatkan enam informan laki-laki yang menggemari seblak berdasarkan seberapa sering informan mengonsumsi seblak dalam Dari hari wawancara dengan informan, peneliti dapat mengetahui makna, motif serta pengalaman yang dialami oleh masing-masing informan selama menggemari seblak. Makna menurut Hornby dalam Sujdarat 2009:13 makna merupakan suatu pengertian atau hal yang dimaksudkan oleh kita. Untuk mengartikan makna maka harus memahami terlebih dahulu peristiwa yang menjadi tujuan bagaimana suatu objek tercipta. Dengan adanya motif maka dapat mengetahui apa makna dari tindakan yang dilakukan individu dalam mencapai tujuan. Informan dalam penelitian ini memaknai seblak dengan makna yang berbeda. Mereka menjadikan seblak sebagai moodboster, makanan yang memuaskan, makanan yang selalu terbayang dan sebagai obat. Setiap inidvidu memiliki makna yang berbeda walaupun mereka melihat objek yang sama. Makna bersumber dari dari pengalaman yang pernah mereka alami (Farhansyah et al. , 2. Sukandi. Widya Putri. Yusup. Eka. Budhiharti. Tri Widya. Konstruksi Sosial dalam Genderisasi Makna Seblak Sebagai Moodboster: Laki-laki mengnganggap seblak sebagai moodboster karena seblak dapat mengembalikan dan membangktkan kembali mood yang sedang tidak baik. Makna Seblak Sebagai Makanan yang Memuaskan: Laki-laki penggemar seblak memaknai bahwa seblak sebagai makanan yang memuaskan yang dapat dirasakan dari kuah yang unik dengan cita rasa pedas dan kurih serta rempah yang menjadi ciri khas nya. Makna Seblak Sebagai Makanan yang Selalu Terbayang: Laki-laki penggemar seblak memaknai seblak sebagai makanan yang selalu terbayang di kala sedang moodswing. Seblak memiliki daya tarik tersendiri dan para menggemar tidak merasa bosan karena seblak memiki varian topping. Makna Seblak Sebagai Obat: Laki-laki memaknai seblak sebagai obat. Obat merupakan sesuatu yang dapat menghilangkan rasa sakit. Bagi laki-laki penggemar seblak seblak dapat menghilangkan mood yang sedang berantakan. Makna Seblak Sebagai Penenang: Laki-laki penggemar seblak memaknai seblak sebagai penenang di kala sedang lelah sehabis bekerja. Motif menurut Harold merupakan suatu keadaan yang ada dari dalam yang menggerakan pada perilaku yang akan dituju. Menurut Schutz konsep makna dibagi menjadi dua yakni because motive dan in order to motive (Supriyatni & Nuryasin, 2. motif tidak berkembang dengan sendirinya tetapi berasal dari adanya interasi sosial yang dilakukan individu (Putra, 2. Dalam kajian fenomenologi motif dibagi menjadi dua yakni because motive dan in order to motive. Because motive atau motive sebab merupakan pijakan utama yang melatarbelakngi mengapa individu melakukan suatu tindakan tersebut (Prajna Paramarthasatya Ningrum & Anik Lestariningrum, 2. Terdapat dua because motive dalam laki-laki penggemar seblak yakni adanya rasa penasaran dan karena diajak pasangan. Hal ini menjadikan awal mula mereka menggemari seblak. In order to motive atau motif tujuan ialah dalam memahami tindakan seseorang harus dilihat dari motif apa yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuannya (Sari & Wirman, 2. Dalam penelitin ini peneliti memperoleh motif yang mendorong informan untuk menjadi menggemar seblak yakni, seblak untuk mengembalikan mood yang sedang tidak baik, untuk menemani pasangan, untuk mengembalikan mood dan untuk meredakan stres. Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 6. Nomor 2. September 2025: 187-193 Pengalaman merupakan hasil dari kejadian yang dialami oleh seorang individu yang mana pengalaman juga dipahami sebagai proses untu memperdalam ilmu pengetahuan dan sikap yang terampil. Pengalaman dapat membentuk perubahan menjadi lebih bijaksan adalam bertindak. Pengalaman dapat dirasakan pada saat peristiwa itu beru saja terjadi atau sudah terjadi sejak lama (Qila. Saffana et al. , 2. Dalam kajian Femonena Schutz, ia menekankan adanya tumpakan pengalaman yang akan mempengarahui interpretasi manusia. Pengalaman individu merupakan totalitas dari pengalamannya itu sendiri (Budiarko, 2. Adapun pengalaman laki laki yang gemar mengkonsumsi seblak terdapat beberapa alasannya seperti penjelasan berikut ini. Merasa Tidak Nyaman Karena Kedai Dipenuhi Perempuan. Hal ini menunjukan bahwa adanya ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pera informan ketika ingin mengonsumsi seblak. Hal ini berkaitan pada strereotip gender terhadap makanan seblak. Stereotip gender ini adanya konsepsi pada sifat suatu golongan yang didasari prasangka Bagaimana setiap pandangan individu tentang dunia diiringi dengan praksangka (Dianita, 2. Konstruksi sosial ini merujuk pada norma dan nilai masyarakat membentuk suatu fenomena baru terkait makanan dan pembatasan gender. Masyarakat menganggap sebagian makanan mencerminkan suatu gender. Pengalaman Mendapat Cemooh. Hal ini terjadi pada salah satu informan laki-laki yang menggemari seblak. Ia menceritakan bahwa ia sedang mengonsumsi seblak ketika sedang bersama teman-teman nya. Kemudian ia mendapatkan cemooh Aulaki kok makan seblak, laki apa ceweAy. Hal ini sangat menjelaskan bahwa asumsi itu bukan hanya berasal dari kaum perempuan tetapi juga dari kaum laki-laki itu sendiri. Pandangan yang diciptakan masyrakat menyebar dengan cepat sehingga menjadi tatanan dilingkungan sosial. Kostruksi sosial yang diciptakan oleh masyarakat memang sudah menjadi tatanan sosial. pernyataan ini selaras dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori konstruksi sosial atas realitas yang dikemukakan oleh Peter Berger dan Thomas Luckman dimana acuan utama dalam teori ini adalah bagaimana memandang manusia sebagai individu yang dapat menciptakan realitas melalu Dalam teori ini terdapat dialetika dalam individu menciptakan masyarakat dan masyarakat menciptakan individu, yakni eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi (Romdani, 2. Sukandi. Widya Putri. Yusup. Eka. Budhiharti. Tri Widya. Konstruksi Sosial dalam Genderisasi SIMPULAN Berdasarkan uraian pembahasan dan penyajian teori dalam pembahasan, peneliti menyampaikan beberapa kesimpulan yakni Makna Laki-Laki Penggemar Seblak dikategorikan menjadikan empat yaitu: . menjadikan seblak sebagai moodboster, . makanan yang memuaskan, . makanan yang selalu terbayang, . dan sebagai obat. Motif Laki-Laki Penggemar Seblak dibagi menjadi 2 bagian yaitu: Motif Sebab (Because Motiv. adanya rasa penasaran, . dan karena diajak pasangan. Motif Tujuan (In Order To Motiv. : . seblak untuk mengembalikan mood yang sedang tidak baik, . untuk menemani pasangan, . untuk mengembalikan mood,. dan untuk meredakan stres. Pengalaman Laki-Laki Penggemar Seblak merupakan pengalaman yang kurang menyenangkan yang terjadi karena adanya sudut pandang dari masyarakat mengenai makanan yang harus dikonsumsi oleh gender tertentu. pengalaman yang dirasakan informan yakni:. merasa tidak nyaman karena kedai penuh dengan perempuan, . mendapatkan cemooh. DAFTAR PUSTAKA