ISSN: 2850-7994 Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 4, nomor 1. Juli 2020, hal 17-24 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ONLINE (PENELITIAN PADA MAHASISWA STIE NIAS SELATAN- KABUPATEN NIAS SELATAN) Paskalis Dakhi. SE. MM. AP1 ABSTRAK Transaksi online menjadi berkembang dalam beberapa tahun ini. Hal ini dapat terlihat dari semakin meningkatnya kegiatan bisnis yang menggunakan transaksi secara online. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian secara online, dan penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa STIE Nias Selatan yang sudah melakukan transaksi secara online. Teknik analisis data yaitu regresi linier berganda dengan teknik penentuan sampel adalah teknik non probability sampling yaitu purposive sampling, dengan dasar penentuan sampel adalah mahasiswa yang sudah melakukan transaksi secara Jumlah populasi adalah 1249 orang, sedangkan sampel adalah 86 orang. Berdasarkan analisis hasil penelitian secara parsial gaya hidup konsumen memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian secara online. Sedangkan kepercayaan konsumen tidak berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian secara online. Kemudahan bertransaksi juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian secara online dan kualitas informasi juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian secara online. Jadi dari hasil penelitian ini diketahui bahwa keputusan pembelian secara online pada mahasiswa STIE Nias Selatan secara parsial dipengaruhi oleh: gaya hidup konsumen, kemudahan bertransaksi dan kualitas Sedangkan kepercayaan konsumen tidak mempengaruhi keputusan pembelian secara online. Kemudian secara simultan keputusan pembelian secara online dipengaruhi oleh gaya hidup konsumen, kepercayaan konsumen,kemudahan bertransaksi dan kualitas informasi. Kata kunci: gaya hidup konsumen, kepercayaan konsumen, kemudahan bertransaksi, kualitas informasi dan keputusan pembelian secara online PENDAHULUAN Kemajuan transaksi online marketing menjadikan banyak aktivitas bisnis dan perusahaan mulai mengalami perubahan dari kegiatan secara offline menjadi online. Pada aspek pemasaran, apakah itu penjualan atau promosi kecenderungan produsen maupun konsumen dalam bertransaksi secara online semakin meningkat. Ada beberapa faktor yang mendorong konsumen melakukan pembelian secara online, antara lain: masyarakat tidak perlu bersusah payah pergi keluar dari rumah, berpanas-panasan, kepercayaan mendapatkan produk yang diinginkan karena tersedianya banyak pilihan produk yang ditawarkan oleh produsen secara online, tidak perlu mengantri untuk membayar demi membeli produk tertentu serta informasi yang memadai dari setiap produsen sehingga konsumen memiliki informasi yang berkualitas Dosen Tetap Program Studi Manajemen STIE Nias Selatan . akhi_paskalis@gmail. dalam membeli produk. Data MasterCard Online Shopping Behaviour Study menyatakan bahwa pemakai internet di Indonesia memiliki tingkat kepuasan sangat tinggi . %) terhadap transaksi online di antara 14 negara kawasan Asia Pasifik. Berdasarkan data tersebut menunjukan bahwa masyarakat Indonesia memiliki antusiasme terhadap transaksi online. Kehadiran toko online juga merupakan keuntungan kepada konsumen terutama kaum muda yang sedang gemar-gemarnya menunjukan identitas diri mereka melalui penggunaan produk dari banyak Sehingga hal ini menjadi peluang kepada perusahaan aplikasi online yang berkembang dengan pesat saat ini di Indonesia di bandingkan negara lain, contohnya: Tokopedia. Shopee. Bukalapak. Lazada. Blibli. Zalora dan lain-lain. Menurut Bank Indonesia (BI) , sepanjang tahun 2018 transaksi delapan toko online . -commerc. utama di Indonesia mencapai Rp 77,766 triliun, terdapat peningkatan 115% dibandingkan tahun 2017 yang hanya Rp 30,94 triliun. Selanjutnya menurut data BI, transaksi yang meningkat adalah sektor makanan dan minuman . ood and baverage. Peningkatan transaksi dari Rp 630,6 miliar menjadi Rp 2. 289 triliun atau meningkat 262,99%. Kemudian disusul sektor fashion, dengan nilai transakasi mencapai Rp 12,125 triliun atau meningkat 261,19% dibandingkan transaksi tahun 2017 sebesar Rp 3,357 triliun. Mahasiswa STIE Nias Selatan juga memiliki kebiasaan belanja secara online, hal ini dapat dilihat jumlah responden yang disurvei pada observasi awal yaitu sebanyak 70 orang, dan 60 orang pernah melakukan belanja secara online dengan rata-rata transaksi Rp. 500 ribu rupiah. Meskipun frekuensi belanja masih rendah yakni 50% melakukan belanja online setiap enam bulan sekali akan tetapi sebanyak 15% melakukan transaksi online setiap dua minggu. Adapun produk yang dibeli secara online yaitu sebanyak 50% adalah pakaian dan 40% sepatu, dan produk lainnya berupa aksesoris smartphone, buku dan smartphone. Peningkatan transaksi beberapa tahun terakhir menjadi daya tarik kepada peneliti untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian konsumen secara online pada mahasiswa STIE Nias Selatan. Dari uraian diatas, maka penelitian bertujuan yaitu untuk mengetahui apakah gaya hidup konsumen, kepercayaan konsumen, kemudahan bertransaksi dan kualitas informasi memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian secara online. Gaya Hidup Konsumen Defenisi gaya hidup konsumen menurut Kotler dan Keller . adalah cara hidup individu tertentu di dunia yang dinyatakan dalam aktivitas, bakat dan opininya. Gaya hidup menggambarkan semua aktivitas seseorang dalam melakukan interaksi dengan eksternalnya. Sedangkan Sumarwan . mendefenisikan gaya hidup sebagai penggambaran dengan kegiatan, bakat dan opini dari seseorang. Gaya hidup seseorang kecenderungannya tidak tetap dan selalu berubah. Kepercayaan Konsumen Individu dapat dengan cepat merubah seleranya akan suatu produk karena menyesuaikan dengan keadaan saat ini. Kepercayaan Konsumen Menurut Doney dan Canon dalam Aydin dan Ozer . yaitu merupakan suatu perbandingan antara biaya yang telah digunakan berdasarkan dari hasil yang diterima. Hasil yang didapatkan bisa berupa pelayanan yang unggul yang digunakan oleh konsumen saat ini dan juga berkelanjutan kedepan. Defenisi lain menurut Nurrahmanto . bahwa kepercayaan konsumen adalah keyakinan individu konsumen bahwa individu lain mempunyai integritas dan dapat dipercaya, serta individu yang dipercayainya akan memberikan segala tanggungjawabnya dalam menjalankan transaksi seperti yang diharapkan. Kemudian Kottler . mengatakan bahwa kepercayaan adalah konsep yang ada pada seseorang yang mampu memberikan deskripsi tentang sesuatu. Kemudahan Bertransaksi Kemudahan Bertransaksi didefinisikan sebagai suatu tingkat atau kondisi dimana individu yakin bahwa dengan memakai sistem tertentu tidak diperlukan upaya apapun atau teknologi tersebut dapat dengan mudah dipahami oleh pemakai (Davis, 1. Menurut Nasution . menyatakan pemakai teknologi informasi memiliki kepercayaan jika teknologi informasi lebih fleksibel, mudah dimengerti dan mudah penggunaannya merupakan ciri kemudahan penggunaan. Selanjutnya kemudahan bertransaksi juga dapat dipersepsikan dengan kemudahan penggunaan yaitu mudah dipelajari, mudah dipahami, simple dan mudah pengoperasiannya (Jogiyanto, 2. Kualitas Informasi Kualitas Informasi Menurut Sutabri Tata . mendefinisikan Informasi adalah data yang sudah dikelompokkan atau diinterpretasikan kemudian bermanfaat untuk proses pengambilan keputusan. Adapun kualitas dari informasi adalah sebagai berikut: Akurat . Informasi terbebas dari kesalahan yang tidak jelas atau ambigu. Akurat juga memiliki arti bahwa informasi harus menggambarkan maksudnya. Tepat waktu . , berarti informasi yang sampai kepada pihak lain harus tepat waktu, sehingga informasi tidak usang dan akan memiliki nilai, karena informasi dijadikan dasar di dalam pengambilan Informasi tersebut berguna untuk konsumen. Relevansi informasi kepada setiap individu tidak sama. Kualitas informasi handal bisa didapatkan melalui internet ketika bisa didapatkan dengan mudah . idak susah dalam pencarianny. , terorganisasi . , dan terdapat dalam kuantitas yang memadai (Istianingsih dan Wijanto, 2. Keputusan Pembelian Secara Online Keputusan Pembelian Secara Online Menurut Yazid . , keputusan pembelian merupakan suatu keputusan yang berkaitan pilihan diantara dua atau lebih alternatif untuk melakukan pembelian. Defenisi lain menurut Hardiawan . bahwa pengambilan keputusan merupakan kegiatan individu secara langsung menentukan dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadap produk yang akan ditawarkan oleh penjual. Selanjutnya menurut Hardiawan . keputusan pembelian online dipengaruhi oleh : a. Efisiensi . epat, mudah menggunakan, dan usaha pencarian muda. Value . arga kompetitif dan berkualita. Interaksi . nformasi, keamanan, load time dan navigas. Kerangka Berpikir Keputusan pembelian secara online dipengaruhi oleh banyak faktor. Gaya hidup konsumen, kepercayaan konsumen, kemudahan bertransaksi dan kualitas informasi merupakan beberapa faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian secara Sehingga dalam penelitian ini keterkaitan antar faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian secara online dapat terlihat pada gambar 1 Gambar 1 Kerangka Berpikir Gaya Hidup Konsumen (X. Kepercayaan Konsumen (X. Keputusan Pembelian Secara Online (Y) Kemudahan Bertransaksi (X. Kualitas Informasi (X. Sumber: penelitian, 2019 Hipotesis Berdasarkan tujuan penelitian dan kerangka berpikir, maka hipotesis yang diajukan H1: Terdapat pengaruh Gaya hidup konsumen terhadap keputusan pembelian secara online H2: Terdapat pengaruh Kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian secara online H3: Terdapat pengaruh kemudahan bertransaksi terhadap keputusan pembelian secara online H4: Terdapat pengaruh kualitas informasi terhadap keputusan pembelian secara online H5: Terdapat pengaruh secara bersama-sama gaya hidup konsumen, kepercayaan konsumen, kemudahan bertransaksi dan kualitas informasi terhadap keputusan pembelian secara online METODE PENELITIAN Jenis penelitian kuantitatif bersifat kausal yaitu penelitian yang melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Populasi adalah seluruh mahasiswa STIE Nias Selatan yang berjumlah 1240 orang. Sedangkan sampel pada penelitian ini berjumlah berjumlah 86 orang. Teknik penentuan sampel non probability sampling yaitu purposive sampling, dimana responden memiliki karakteristik adalah mahasiswa/i yang sudah melakukan pembelian melalui aplikasi online. Teknik pengumpulan data yaitu melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Teknik menganalisis data yaitu regresi linier berganda dan menggunakan software spss 22. Menurut Kuncoro . regresi berganda dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh beberapa variabel bebas terhadap satu variabel terikat. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Berganda Setelah melakukan uji asumsi klasik . ji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heterokedastisita. sehingga data tersebut layak dan memenuhi syarat untuk mengadakan uji hipotesis pada model penelitian ini, selanjutnya dilakukan analisis hasil dan pembahasan. Tabel 1 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. 1,272 Standardized Coefficients Std. Error Sig. Beta 4,200 Gaya Hidup ,292 ,112 Konsumen Kepercayaan ,040 ,153 Konsumen Kemudahan ,348 ,143 Bertransaksi Kualitas Informasi ,258 ,127 Dependent Variable: Keputusan Pembelian Secara Online ,303 ,763 ,271 2,596 ,011 ,035 ,263 ,793 ,262 2,437 ,017 ,241 2,031 ,046 Berdasarkan data pada tabel 1 menunjukkan bahwa hasil uji statistik pengaruh parsial gaya hidup konsumen terhadap keputusan pembelian secara online menunjukkan bahwa t hitung 2,596 > t tabel 1,987. Selanjutnya uji parsial menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian secara online dengan hasil uji t hitung 0,263 < t tabel 1,987. Hal ini disebabkan, beberapa produk yang dibeli secara online tidak sesuai antara harapan konsumen dengan apa yang diperlihatkan pada iklan yang dilihat oleh konsumen melalui aplikasi online. Kemudian kemudahan bertransaksi menunjukkan berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian secara online dengan t hitung 2,437 > t tabel 1,987. Sedangkan kualitas informasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian secara online dengan t hitung 2,031> t tabel 1,987. Tabel 2 Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 727,287 181,822 14,903 ,000b Residual 988,213 12,200 Total 1715,500 Dependent Variable: Keputusan Pembelian Secara Online Predictors: (Constan. Kualitas Informasi. Gaya Hidup Konsumen. Kemudahan Bertransaksi. Kepercayaan Konsumen Hasil Uji F, bahwa secara simultan gaya hidup konsumen, kepercayaan konsumen, kemudahan bertransaksi dan kualitas informasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian secara online dengan F hitung 14,903 > F tabel 2,48. Model Tabel 3 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,651 ,424 ,396 3,49287 Predictors: (Constan. Kualitas Informasi. Gaya Hidup Konsumen. Kemudahan Bertransaksi. Kepercayaan Konsumen Berdasarkan uji koefisien determinasi . memperlihatkan bahwa variasi keputusan pembelian secara online sebesar 42,4 % ditentukan oleh gaya hidup konsumen, kepercayaan konsumen, kemudahan bertransaksi dan kualitas informasi. Sedangkan 57,6 % variasi lain ditentukan oleh variabel diluar penelitian ini. Hasil persamaan regresi , yaitu: Y= b0 bX1 bX2 bX3 bX4 Y= 1,272 0,292 X1 0,040 X2 0,348 X3 0,258 X4 Berdasarkan persamaan regresi bahwa pengaruh nilai konstanta sebesar 1,272 merupakan nilai keputusan pembelian secara online, jika nilai gaya hidup konsumen, kepercayaan konsumen, kemudahan bertransaksi dan kualitas informasi memiliki nilai sebesar 0. Setiap kenaikan satu satuan gaya hidup konsumen maka akan meningkatkan 0,292 satuan keputusan pembelian secara online dengan asumsi variabel lain tetap. Gaya hidup konsumen yang semakin modern akan berdampak pada cara belanja online yang akan Setiap kenaikan kepercayaan konsumen maka akan meningkatkan kepercayaan konsumen 0,040 satuan keputusan pembelian secara online dengan asumsi variabel lain tetap. Pengalaman konsumen yang positif akan berpengaruh terhadap meningkatnya pembelian secara online. Setiap kenaikan satu satuan kemudahan bertransaksi maka akan meningkatkan juga keputusan pembelian secara online sebesar 0,348 satuan dengan asumsi variabel lain tetap. Semakin mudahnya melakukan pembelian secara online maka keputusan pembelian secara online juga akan meningkat. Sedangkan kenaikan satu satuan kualitas informasi akan meningkatkan keputusan pembelian secara online sebesar 0,258 satuan dengan asumsi variabel lain tetap. Informasi yang yang semakin akurat yang didapatkan konsumen pada transaksi online maka akan meningkatkan peluang konsumen melakukan pembelian secara online. KESIMPULAN Berdasarkan analisis hasil dan pembahasan, kesimpulan pada penelitian ini adalah: Secara parsial gaya hidup konsumen, kemudahan bertransaksi dan kualitas informasi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian secara online. Sedangkan kepercayaan konsumen tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian secara Secara konsumen,kepercayaan bertransaksi, dan kualitas informasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian secara Variasi keputusan pembelian secara online ditentukan oleh gaya hidup konsumen, kepercayaan konsumen, kemudahan bertransaksi dan kualitas informasi sebesar 42,4 % dan variasi lainnya ditentukan oleh variabel yang tidak digunakan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA