JPFT - volume 13, nomor 1, pp. April 2025 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access https://jurnalfkipuntad. com/index. php/jpft PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) BERBASIS STEM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA The Effect Of STEM-Based Project Based Learning (PjBL) Model on Students' Creative Thinking Skills Hartati S. Sambali. Darsikin. Haeruddin. Nurjannah. Delthawati Isti Ratnaningtyas. Rizki Ilmianih Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Indonesia Alamat email : hartatisambali@gmail. Kata Kunci PjBL STEM Berpikir Kreatif Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Project based learning (PjBL) berbasis STEM terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IX. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan desain non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 2 Biau tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling, dengan sampel penelitian kelas IX A sebagai kelas kontrol dan kelas IX B sebagai kelas eksperimen. Jenis instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kreatif dibuat dalam bentuk essay yang telah divalidasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji hipotesis (Uji U MannWhitne. Hasil menunjukan skor rata-rata kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen sebesar 70,87, sementara kelas kontrol 58,20. uji hipotesis (Uji U Mann-Whitne. menghasilkan perhitungan pada taraf signifikan 0,05 diperoleh nilai ycsEaycnycycycuyci < ycsycycaycayceyco yang artinya hipotesis ya0 ditolak dan ya1 diterima. Kesimpulanya, model pembelajaran PjBL-STEM berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Keywords PjBL STEM Creative Thinking Abstract This research aims to determine whether or not there is an influence of the STEM-based Project based learning (PjBL) learning model on the creative thinking abilities of class IX students. This type of research is a Quasi Experiment with a non-equivalent control group design. The population of this research is all class IX students of SMP Negeri 2 Biau for the 2023/2024 academic year. The sampling technique used was purposive sampling technique, with class IX A research samples as the control class and class IX B as the experimental class. The type of instrument used is a creative thinking ability test made in the form of a validated essay. The data analysis technique used is hypothesis testing (Mann-Whitney U Tes. The results showed that the average score for creative thinking ability in the experimental class was 70. 87, while the control class was 58. Hypothesis testing (Mann-Whitney U Tes. produces calculations at a significance level of 0. 05, obtaining a value of Z_count < Z_table, which means that the hypothesis H_0 is rejected and H_1 is accepted. In conclusion, the PjBL-STEM learning model has a positive effect on students' creative thinking abilities. A2025 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 17/02/2025. Revised 27/02/2025. Accepted 16/03/2025. Available Online 30/04/2025 *Corresponding Author: pendidikanfisikauntad2@gmail. PENDAHULUAN seumur hidup . Salah satu bagian terpenting untuk pengembangan sumber daya manusia adalah kreativitas, karena masa depan bangsa bergantung pada warganya yang kreatif dan inovatif . Keterampilan berpikir kreatif memainkan peran penting dalam pembelajaran semua siswa dan merupakan bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi yang perlu dikembangkan. Berpikir kreatif memiliki sedikit perhatian dalam pembelajaran sains. Namun, ketika siswa kreativitas akan meningkatkan pemahaman dan Dalam era globalisasi serta kemajuan teknologi yang pesat sekarang ini, pendidikan mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi tantangan keterampilan abad ke21. Tujuan utama dari pendidikan bukan hanya untuk mengajarkan pengetahuan dasar tetapi diperlukan untuk keberlanjutan dan pendidikan Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online mendorong perkembangan kognitif siswa . Pengetahuan dan keterampilan didapatkan ketika melakukan pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang dilakukan dikebanyakan sekolah masih berfokus pada pengetahuan, ingatan dan penalaran. Kegitan pembelajaran yang menerapkan keterampilan berpikir kreatif dapat menghasilkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata hal ini pula dapat menerapkan keterampilan abad 21 yaitu pembelajaran dan inovasi. Untuk menumbuhkan ketertarikan siswa dan termotivasi dalam kegiatan Salah satu metode pengajaran yang mampu meningkatkan kreativitas siswa adalah melalui kegiatan praktik yang merupakan komponen penting dari kreativitas . Secara umum, kegiatan praktik dilakukan oleh guru atau siswa, baik dalam bentuk demonstrasi maupun percobaan yang dilakukan oleh siswa melalui proyek atau eksperimen. Membuat penilaian berdasarkan kegiatan eksperimen atau keterampilan abad ke-21 siswa dalam berbagai . Model pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) berbasis STEM. Pembelajaran PjBL sebelumnya oleh . menyatakan bahwa berpengaruh terhadap sikap kreatif siswa. Kreativitas siswa dilihat dari aspek berpikir STEM-project-based peningkatan kemampuannya berada pada taraf besar dan tinggi. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan oleh . menyatakan bahwa STEMPjBL dapat meningkatkan motivasi, pemahaman materi, kemampuan berpikir kreatif terhadap Pembelajaran dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL) yang terintegrasi dengan STEM telah terbukti dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kreativitas siswa . Secara khusus, pendekatan pembelajaran yang menggabungkan proyek berbasis STEM dan pembelajaran modul STEM juga telah kemampuan berpikir kreatif siswa . menunjukkan minat yang lebih besar untuk belajar fisika melalui pendekatan pembelajaran STEM konvensional . Penggabungan STEM dalam Vol. No. 1, pp. April 2025 keterampilan desain, teknologi, dan penerapan Ini kreativitas siswa . Dengan demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan PjBL yang terintegrasi STEM dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kreativitas siswa melalui pengembangan desain, teknologi, dan penerapan pengetahuan dalam konteks pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan hasil wawancara yang dilakukan di SMP Negeri 2 Biau dengan guru mata pelajaran IPA diperoleh keterangan bahwa kemampuan berpikir siswa pada mata pelajaran IPA masih dalam kategori Hal menggunakan metode pembelajaran yang kurang menarik yaitu pengerjaan soal dan penjelasan di papan Tulis yang membuat siswa cenderung bosan dan kurang minat mengikuti pembelajaran, sehingga berdampak pada cara berpikir sangat rendah. Berdasarkan pemaparan dapat dilihat bahwa peneliti-peneliti sebelumnya melakukan penelitian model pembelajaran Project based learning berbasis STEM dengan meneliti kemampuan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas ilmiah untuk melihat hasil belajar. Penelitian ini berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang pembelajaran PjBL-STEM dengan pembelajaran Belum banyak penelitian yang secara khusus membandingkan PjBL-STEM dengan model pembelajaran PjBL tanpa berbasis STEM. Padahal, perbandingan ini penting untuk memahami sejauh mana integrasi STEM dalam PjBL dibandingkan dengan PjBL saja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi gap tersebut dengan menganalisis pengaruh model pembelajaran ini terhadap kemampuan kreatif METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan penelitian eksperimen kuasi. Desain yang dilakukan dalam . onequivalet control group desig. desain yang perlakulan, serta posstest sesudah dikenakan Desain penelitian dapat dilihat pada tabel 1 . Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Tabel 1. Desain Penelitian Kelas Pretest Ekaperimen Kontrol Perlakuan Excel widows 2020 untuk mendapatkan uji Normalitas. Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis (U-Manny Whitne. Analisa digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif Langkah-langkah yang ditempu dalam pengelolahan data deskriptif adalah sebagai berikut . Posttest Keterangan: : Tes Awal O kelas dengan model Pembelajaran Project Based Learning berbasis STEM Penel itian ini dilaksanakan di SMP Negerri 2 Biau yang berada di Jl. Turungku, kecamatan Biau, kabupaten Buol. Provinsi Sulawesi Tengah Penel itian ini dilaksanakan pada semester Ganjil kelas IX SMP Negeri 2 Biau, pada tahun ajaran 2023/2024. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 2 Biau yang terdiri dari 5 kelas yang berjumlah 110 siswa. Sampel penelitian ini dipilih dua kelas dari lima kelas yaitu kelas IX A . sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dan IX B . sebagai pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM. Teknik pengambilan sampel menggunakan porpusive samping dengan pertimbangan tertentu, adapun pertimbangan yang dilakukan bersama dengan guru mata pelajaran IPA bahwa kedua kelas tersebut mempunyai tingkat kemampuan akademik yang Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah model pembelajaran Project Based Learning Berbasis STEM (PjBL-STEM). Ssedangkan pada variabel terikat adalah kemampuan berpikir kreatif siswa. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer yaitu hasil tes berpikir kreatif siswa kelas IX A dan kelas IX B. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini didatkan dengan cara memberikan tes kepada Tes dalam penelitian ini diberikan pada saat pretest . es awa. untuk melihat kemampuan awal siswa, dan posttest . es akhi. untuk melihat kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diberikan perlakuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes essay yang terlebih dahulu dilakukan uji validitas oleh ahli kemudian dilakukan uji validitas butir soal dan disusun berdasarkan indikator kemampuan berpikir kreatif Guilford meliputi kelancaran . Keluwesan . , elaborasi . dan orisinalitas . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa RPP. LKPD dan soal essay untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Sedangkan analisis data menggunakan program Vol. No. 1, pp. April 2025 ycC1 ycU Tabel 2. Kriteria kemampuan berpikir kreatif Rentang total skor Kriteria Sangat Kreatif 61- 80 Kreatif 41 Ae 60 Cukup Kreatif 21 Ae 20 Kurang Kreatif 0 Ae 20 Tidak kreatif HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Data Pretest dan Posttest Data yang disajikan dari hasil penelitian ini adalah memberikan gambaran secara umum mengenai epenyebaran data yang diproleh Data yang disajikan berupa data mentah yang akan diolah menggunakan teknik Data-data dideskripsikan yaitu berpikir kreatif yang terdiri dari kelas eksprimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Hasil Pretest dan posttest Kelas Kontrol dan Eksprimen Uraian Minim. Max Ratarata Pretest eksperimen kontrol 34,25 39,08 Posttest Eksperimen Kontrol 70,87 58,20 Berdasarkan Tabel 3 diperoleh bahwa ratarata nilai kemampuan awal siswa kelas eksperimen sebesar 34,25 dan kelas kontrol 39,08. Hal ini berarti bahwa rata-rata nilai kemampuan awal siswa kelas kontrol lebih besar daripada kelas eksperimen tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan atau dapat dikatakan bahwa kemampuan awal siswa sebelum perlakuan sama. Sedangkan untuk rata-rata nilai kemampuan akhir siswa kelas eksperimen sebesar 70,87 dan kelas kontrol 58,20. Hal ini berarti bahwa rata-rata nilai eksperimen jauh lebih tinggi dari kelas kontrol atau terdapat perbedaan yang sangat signifkan antara kedua kelas. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Persentase Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif Indiktor untuk tes kemampuan berpikir kreatif berjumlah 5 soal kemampuan lancar . , satu soal kemampuan berpikir luwes . , satu soal kemampuan orisinil . dan satu soal kemampuan merinci . Adapun nilai peresentase untuk keempat indiktor kemampuan berpikir kreatif pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 4 berpikir lancar . Pada kelas kontrol, aspek yang memiliki rata-rata skor tertinggi adaah aspek berpikir luwes . Kelas eksperimen masih lebih unggul daripada kelas Uji Normalitas Sebelum melakukan pngujian hipotesis, maka terlebih dahulu dilakukan pengujian prasyarat analisis berupa uji normalitas dan Kelompok data yang diuji normalitas adalah skor berpikir kreatif pada kelas eksperimen dan kontrol yang terdiri dari 24 Uji normalitas data penelitian ini menggunakan uji chi-kuadrat dengan bantuan Hasil perhitungan uji normalitas data dilihat pada tabel 5. Tabel 4. Persentase Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif Originality Fluency Flexibility Elobortion Originality. Pretest Kontrol 3,12 58,33 57,29 60,41 6,25 Posttest Ekspe 64,58 53,12 44,79 4,17 Kontrol 63,54 66,66 54,16 Ekspe 64,58 77,08 73,95 70,83 68,75 Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Pretest pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Uraian Pretest 54,16 68,75 60,41 44,79 66,66 70,83 10,12 11,51 yeoyayeiyeCyeEyeIyes 7,81 Tidak berdistribusi normal Tabel 6. Hasil Uji Normalitas Posttest pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Pretest Uraian Eksperimen Kontrol Sampel 6,25 4,167 57,29 53,12 73,95 58,33 64,58 63,54 77,08 yeoyayeOyeOyeiyenyeayeO Berdasarkan tabel 5 Terlihat bahwa nilai ycuEaycnycycycuyci < ycuycycaycayceyco pada taraf signifikan = 0,05 dan dk = 3. Dapat di simpulkan bahwa data kelas eksperimen dan kontrol berdistribusi normal. Perhitungan uji normalitas Pretest untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. pretesst eksperimen postteest kontrol 64,58 Kontrol Keputusan pretesst kontrol Eksperimen Sampel Presentas indikator berpikir kreatif siswa pretest-posttest pada kelas kontrol dan eksperimen dapat disajikan pada Gambar 1. 3,12 Vol. No. 1, pp. April 2025 yeoyayeOyeOyeiyenyeayeO 19,95 yeoyayeiyeCyeEyeIyes 7,81 Keputusan 8,77 Tidak Belrdistribulsi normal Tabel 6 terlihat bahwa nilai ycuEaycnycycycuyci < ycuycycaycayceyco pada taraf signifikan = 0,05 dan dk = 3 pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Hal ini menunjukan bahwa data Posttest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak terdistribusi Gambar 1. Klasifikasi Persentase Indikator kemampuan berpikir kreatif Hasil tes kemampuan berpikir kreatif yang terdiri atas empat aspek menunjukan bahwa nilai perentase indikator kemmpuan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen dengan nilai Posttet lebih tinggi dibandingkan dengan nilai persentase indikator kamampuan berpikir kreatif pada kelas kontrol. Kelas eksperimen yang di peroleh nilai tes diketahui bahwa aspek yang memilki rata-rata skor tertinggi adalah aspek Uji Hipotesis (U-Manny Withne. Uji mann-Whitney ini dinamakan juga uji U yang merupakan salah satu uji statistik nonparametrik digunakan sebagai alternatif lain dari uji t parametrik bila tidak berdistribusi Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online normal dan tidak homogen. Hasil Uji U (Dua Piha. Pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol dapat di lihat pada Tabel 7. serta menerapkan keterampilan mendesain . Hal ini diperkuat dengan pernyataan . bahwa STEM dalam PjBL menantang sekaligus memotivasi siswa, serta menuntut untuk berpikir kritis dan analisis sehingga meningkatkan keterampilan berpikir tingkat Pembelajaran PjBL-STEM siswa akan memperoleh pengetahuan dengan proyek sebagai inti dari pembelajaran, pengalaman belajar siswa atau akuisisi konsep dibanguln berdasarkan produk akhir yang dihasilkan dalam Hasil penelitian tersebut juga diperkuat dengan penelitian dari . dengan hasil penelitian yang menyatakan metode STEM dapat membantu calon guru mengembangkan daya cipta ilmiah mereka. Calon pendidik dapat mengembangkan keterampilan kreatif mereka dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik dengan mendapatkan pengalaman Berdasarkan temuan pada penelitian ini dapat dilihat bahwa memberikan perlakuan yang berbeda pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, akan memperoleh penguasaan konsep yang berbeda, perbedaan penguasaan konsep tersebut dapat dilihat dari skor pretest mapun posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap model pembelajaran dengan menggunakan pedekatan STEM. Siswa pada kelas eksperimen dituntut aktif dalam proses pembelajaran dalam memahami konsep fisika melalui berfikir, berdiskusi dengan teman sekelompoknya dan menyelesaikan masalah serta untuk membuat proyek yang bekaitan dengan STEM. Siswa pada kelas kontrol juga dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran secara kelompok di dalam kelas dengan adanya bimbingan dari guru. Temuan penelitian ini sesuai juga dengan temuan penelitian menurut . penerapan model PjBL STEM akan sangat menguntungkan karena melibatkan peserta didik untuk berpikir pada permasalahan yang kompleks yang mengasah daya berpikir kreatif mereka. Dalam kajian ini, pembelajaran PjBL STEM digunakan untuk membimbing peserta didik yang setiap langkah bertujuan untuk mencapai proses secara spesifik. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . bahwa dalam penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Terintegrasi STEM terdapat pengaruh signifikan terhadap kreativitas siswa. Hal tersebut dikarenakan dalam pembelajaran Project Based Lerning terintegrasi STEM siswa diajak untuk melakukan pembelajaran yang bermakna, siswa diajak untuk bereksplorasi melalui kegiatan proyek yang menyebabkan Tabel 7. Uji Hipotesis Pretest dan Posttest Kelas yeAyeOyeOyeiyenyeayeO yeAyeiyeCyeEyeIyes . u = ya, yay. Keputusan Eksperimen 0,86 1,96 ya0 ditolak Vol. No. 1, pp. April 2025 Berdasarkan perhitungan diperoleh ycsEaycnycycycuyci < ycsycycaycayceyco . Hal ini berarti nilai ycsEaycnycycycuyci berada diluar daerah penerimaan ya0 . Dengan demikian, ya0 ditolak dan ya1 diterima. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil kemampuan berpikir kreatif dengan model pelmbelajaran Project Based Learning menggunakan pendekatan STEM. Pembahasan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project based STEM terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IX SMP Negeri 2 Biau. Penelitian ini dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas Kelas eksperimen diberi perlakuan model pembelajaran Project based learning menggunakan pendekatan STEM sementara pada kelas kontrol diberi pelakuan model pembelajaran Project based learning tanpa menggunakan STEM. Berdasarkan hasil analisis data posttest menggunakan Uji U-Mann Whitney baik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. hipotesis ya0 ditolak dan ya1 diterima sehingga disimpulkan terdapat pengaruh peningkatan berpikir kreatif siswa pada model pembelajaran Project pendekatan STEM. Temuan penellitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh banyak ahli yaitu model PjBL dengan pendekatan STEM memiliki kemampuan dalam mengajak siswa untuk melakukan pembelajaran yang bermakna dalam memahami sebuah konsep dan bereksplorasi melalui sebulah proyek sehingga siswa terlibat aktif dalam prosesnya dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna. PjBL-STEM memberi pengalaman kepada siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan kehidupan nyata, sehingga membuat pengalaman belajar yang menarik bagi siswa karena siswa dituntut untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah, selain itu siswa juga dituntut untuk mampu berkolaborasi sehingga siswa berkesempatan untuk memberikan ide, meningkatkan produk. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online siswa terlihat sangat aktif didalam proses Selain itu, berdasarkan pengamatan penelliti selama proses pembelajaran berlangsung, dengan model pembelajaran Project Based Learning terintegrasi STEM siswa menjadi lebih mandiri dalam belajar, yang dalam artian bahwa siswa mampu untuk mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan dengan cara mencari diberbagai sumber seperti internet, buku, atau bahkan dengan cara berdiskusi bersama teman kelompok mereka. Hal ini dapat dilihat pada sintak Research, yaitul fase dimana siswa akan diberi kesempatan untuk mencari sendiri pengetahuan yang akan mereka pelajari. Hal ini sesuai dengan penellitian yang dilakukan oleh . bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning telintegrasi STEM dampak yang positif seperti membangun karakter mandiri siswa yang dapat dilihat dari perilaku siswa saat pembelajaran berlangsung, yaitu tidak bergantung kepada orang lain, kreatif dan berani menyampaikan pendapat kepada orang lain. Adapun Tahap-tahap pembelajaran yang dilakukan pada kelas eksperimen dengan model Project Based Learning terintegrasi STEM terdiri dari lima fase yaitu fase awal . ase reflactio. guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pembuka terkait konsep yang akan dipelajari dan siswa berusaha argumen atas jawabanya. Pada fase reflection, peneliti pertama-tama memberikan sebuah pertanyaan mendasar kepada siswa, yang mana materi pembelajaran yang akan dipelajari. Serta memberikan motivasi kepada siswa agar mereka lebih siap dan mengetahui apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Setelah itu, peneliti membagi siswa kedalam beberapa kelompok dan memberikan suatu permasalahan yang harus mereka selesaikan. pada fase ini sudah melatih keterampilan berpikir kreatif siswa terutama aspek berpikir lancar dan berpikir luwes. Fase kedua adalah Research yaitu peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari informasi yang mereka butuhkan diberbagai sumber, baik itu melalui buku Disini memperbolehkan siswa untuk menggunakan HandPhone yang mereka miliki. Tujuan dari fase ini adalah untuk membawa siswa kedalam konteks materi dan membantu siswa agar dapat menghubungkan apa yang mereka ketahui Vol. No. 1, pp. April 2025 dengan apa yang akan dipelajari. Pada tahap Research inilah siswa dapat menemukan sebuah ide dan gagasan dengan caranya sendiri. Hal ini terlihat dari bagaimana siswa mengatur dan berusaha untuk mencari informasi dengan berbagai cara yaitu mulai dari membagi tugas dalam penyelesaian proyek sampai pada bagaimana mereka saling memberikan saran dan masukan pada setiap proses pengerjaan Aspek keterampilan berpikir kreatif yang dilatih adalah berpikir orisinal . Pada fase ketiga adalah fase Discovery setiap kelompok diberikan kesempatan untuk merancang desain proyek yang akan mereka berdasarkan kreativitas mereka masing-masing. Tujuan dari fase ini adalah untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang siswa miliki kedalam suatu bentuk produk. Pada fase ini siswa membuktikan hipotesis mereka pada saat fase reflection dan dibuktikan melalui eksperimen. Sehingga, pada fase ini aspek keterampilan berpikir kreatif yang dapat dilatih adalah aspek . Fase keempat adalah fase application dimana siswa mampu menciptakan alat pembangkit listrik tenaga air sederhana dan fase kelima adalah fase communication pada fase ini siswa diberikan proyek merancang percobaan setelah kegiatan tersebut selesai dilakukan, dilanjutkan dengan kegiatan presentasi dan diskusi kelas terkait hasil proyek. Pada kegiatan ini tentu siswa dilatih untuk lancar dalam menyampaikan hasil proyek . erpikir lanca. , memberikan argumen atas hasil proyek . erpikir luwe. dan menguatkan jawaban atau gagasan teman . erpikir eloboras. serta mampu mengajukan permasalahan-permasalahan baru yang belum dikaji dalam kegiatan pembelajaran . erpikir orisina. Fase terakhir yaitu penutup fase dimana melakukan refleksi terkait proses pembelajaran yang telah dilakukan, sehingga aspek berpikir kreatif yang dilatih pada siswa adalah aspek eloborasi dan evaluasi. Kelas eksperimen menunjukan hasil yang lebih baik dari kelas kontrol. Saat peneliti melakukan penellitian, penelliti mengamati bahwa dengan menggunakan pendekatan STEM siswa dikelas lebih bersungguh-sungguh belajar materi dan Hasil ini menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat, terlihat ketika melakukan diskusi bahwa siswa bersemangat dalam mengikulti kegiatan pembelajaran. Memberikan umpan balik, dan mengevaluasi idenya. Pendekatan inilah yang menjadi daya tarik siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Dalam proses pembuatan proyek, siswa diizinkan untuk Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online memilih proyek yang ingin mereka buat selama proses pembuatan proyek. Kelas eksperimen menghasilkan kincir air dan kincir angin sebagai salah satu proyeknya. dengan memberikan siswa kesempatan untuk mengerjakan proyek yang mereka sukai dapat menumbuhkan kreativitas mereka. Berdasarkan temuan penelitian, teori dan hasil penelitian yang relevan sebagaimana diuraikan diatas diketahui bahwa model Project Based Learning STEM kemampuan berpikir kreatif siswa. Oleh karena itu, model pembelajaran model PjBL-STElM dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam kegiatan belajar mengajar untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan kreatif fisika siswa khusus nya pada materi listrik Vol. No. 1, pp. April 2025 DAFTAR PUSTAKA KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa menggunakan model pembelajaran Project Based Learning Berbasis STEM berplngaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif. Ini terbukti dari nilai rata-rata Postest dan Prettest yang di peroleh bahwa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Yang berarti ada pengaruh PjBL berbasis STEM terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Saran