Jurnal Ayurveda Medistra e-ISSN 2656-3142iCp-ISSN 2656-5609iCVolume 7 Nomor 1 . | pages:1-7 Available online at http://ojs. stikesmedistra-indonesia. PENGARUH KOMBINASI ABDOMINAL EXERCISE DAN PENGGUNAAN KORSET TERHADAP DIASTASIS RECTI ABDOMINIS IBU POST PARTUM PERVAGINAM Anisa Sevi Oktaviani1*. Ernawati2 1Program Studi Kebidanan (D. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Amikom Purwokerto dan 2Program Studi Kebidanan (D. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Amikom Purwokerto, ernawati2802@gmail. com, 081327124916 Abstrak Latar Belakang: Diastasis Recti Abdominis (DRA) merupakan kondisi umum pada ibu post partum, ditandai dengan pemisahan otot rectus abdominis akibat peregangan dinding abdomen selama kehamilan. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan fisik, kosmetik, hingga disfungsi otot perut dan dasar panggul. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan otot abdominal dan penggunaan korset terhadap penurunan ukuran DRA pada ibu post partum. Metode:Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest. Sebanyak 20 responden dipilih melalui teknik Simple Random Sampling. Intervensi berupa kombinasi latihan otot abdominal dan penggunaan korset dilakukan, kemudian dilakukan pengukuran ulang menggunakan kaliper digital. Hasil:Rerata ukuran DRA sebelum intervensi sebesar 4,60 A 0,6743 cm menurun menjadi 4,15 A 0,6245 cm setelah intervensi. Uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan nilai p = 0,000, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Sebanyak 18 dari 20 responden mengalami penurunan ukuran DRA. Kesimpulan:Kombinasi latihan otot abdominal dan penggunaan korset terbukti efektif dalam menurunkan ukuran DRA, memperkuat otot perut, serta mendukung proses pemulihan pasca persalinan. Intervensi ini direkomendasikan sebagai strategi pemulihan yang sederhana, aman, dan efektif untuk ibu post partum. Kata Kunci: Diastasis Recti, latihan abdominal, korset, post partum Abstract Background: Diastasis Recti Abdominis (DRA) is a common condition among postpartum women, characterized by the separation of the rectus abdominis muscles due to abdominal wall stretching during This condition may lead to physical discomfort, cosmetic concerns, and dysfunction of the abdominal and pelvic floor muscles. Objective: This study aims to examine the effect of abdominal muscle exercises combined with the use of an abdominal binder . on reducing DRA in postpartum women. Methods: A pre-experimental design with a pretest-posttest approach was used. A total of 20 respondents were selected through simple random sampling. The intervention involved a combination of abdominal muscle exercises and corset usage. Digital calipers were used to measure the DRA before and after the intervention. Results: The average DRA size decreased from 4. 60 A 0. 6743 cm before the intervention to 4. 15 A 0. 6245 cm after the intervention. Wilcoxon Signed Ranks Test showed a significant difference with p = 0. < 0. total of 18 out of 20 respondents experienced a reduction in DRA size. Conclusion: The combination of abdominal muscle exercises and corset use is proven effective in reducing DRA, strengthening the abdominal muscles, and supporting postpartum recovery. This intervention is recommended as a simple, safe, and effective recovery strategy for postpartum women. Keywords: Diastasis Recti, abdominal exercise, corset, postpartum PENDAHULUAN Menurut Guo. J et al. , . beberapa Selama periode post partum, ibu perubahan yang dapat dialami ibu pada masa post partum antara lain perubahan pada perubahan fisik dan psikis,dimana ibu terus corpus uterin, cervix, vulva, vagina, otot-otot membutuhkan perawatan dan perlindungan. pendukung pelvis serta terjadinya Diastasis Jurnal Ayurveda Medistra Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025 iCSekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia Recti Abdominis (DRA). Menurut Ren dan setelah kehamilan, dan cara persalinan Shuaijun, et al. , . ,bahwa pada masa ini sebagian besar wanita terutama mereka yang (Cavalli et al. , 2. Selain itu, paritas dan tidak aktif melakukan olah raga fisik selama kehamilan dan setelah melahirkan akan kejadian DRA (Zulfiani, 2. Hal ini sejalan mengalami kelemahan otot rektus abdominis dengan penelitian yang dilakukan pada tahun (RA) dan peregangan jaringan ikat sehingga 2019 di Pakistan yang menyatakan bahwa terjadi pemisahan dan penipisan linia alba. terdapat faktor predisposisi lainnya yaitu. Diastasis rekti adalah pemisahan otot obesitas, hamil kembar, bayi lahir dengan rektus abdominis lebih dari 2,5 cm pada tepat berat badan berlebih, serta cairan rahim yang setinggi umbilikus sebagai akibat pengaruh Sedangkan untuk faktor penyebab hormon terhadap linea alba serta akibat DRA yaitu, multiparitas, penuaan, kelahiran perenggangan mekanis dinding abdomen (Rezaei & Shakiba 2. Beberapa peneliti makrosomia janin, dan berat bayi lahir yang juga menyatakan bahwa Kondisi ini biasanya tinggi (Armed et al. , 2. SC, terjadi saat masuk trimester kedua dan akan Berdasarkan hasil penelitian yang menjadi lebih jelas di trimester ketiga dan dilakukan oleh Weingerl dan Kozinc . Persalinan diketahui bahwa 27% wanita mengalami . DRA umumnya terjadi di Diastasis Rectus Abdominis (DRA) pada sekitar umbilikus, tetapi dapat terjadidi mana saja antara prosesus xifoideus dan tulang . Setelah Setelah normalnyadiastasis rekti sekitar 5 cm dan sebanyak 53% wanita masih menunjukkan akan menjadi 2 cm dan akan kembali normal setelah 6-8 minggu. Ibu post partum berisiko mengalami celah otot yang belum kembali ke mengalami DRA dimana perut ibu tidak ukuran normal pada minggu ke-5 hingga ke-7 kembali ke bentuk asalnya karena adanya Prevalensi DRA pada ibu post pemisahan dari musculus rectus abdominis. Otot ini memiliki belahan kiri dan kanan yangdipisahkan oleh fascia yang disebut linea Prevalensi Pada Diastasis Recti Abdominis terjadi DRA, berturut-turut sekitar 60%, 45%, dan 33% perlemahan bagian ini sehingga perut terlihat pada 6 minggu, 6 bulan dan 12 bulan post lebih menonjol. partum (Gluppe. Engh dan By, 2. Pada Menurut penelitian, kejadian DRA studi pendahuluan yang dilakukan dengan berkaitan dengan beberapa faktor risiko. Usia, pengukuran menggunakan kaliper digital IMT sebelum kehamilan dan enam bulan pada 3 titik pemeriksaan ditemukan bahwa 8 setelah melahirkan, peningkatan berat badan dari 10 ibu post partum mengalami DRA selama kehamilan, berat bayi saat lahir, usia yang melebihi ukuran normal. Selain itu, kehamilan, tingkat olahraga sebelum, selama. DRA Jurnal Ayurveda Medistra Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025 iCSekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia punggung bawah dan kram pada tungkai Jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi ibu setelah melahirkan adalah senam nifas penelitian yang dilakukan di China pada (Aisyah, 2. Senam nifas adalah latihan tahun 2019 bahwa lterdapatl hubungan yang dapat dimulai dalam 24 jam pertama signifikan antara kejadian DRA dengan setelah melahirkan, dengan gerakan yang kejadian Low Back Pain (LBP) (Wu et al. disesuaikan terhadap kondisi ibu post-partum. Latihan ini bertujuan untuk mempertahankan Hal Diastasis Recti Abdominis (DRA) dan meningkatkan sirkulasi darah, serta mengaktifkan dan memperkuat otot-otot perut mengembung pada dinding perut, khususnya sejak dini (Shohaimi, et al. , 2. Hasil saat melakukan aktivitas yang meningkatkan penelitian Coldron et al . senam nifas memberikan perubahan jarak antar recti dari membungkuk, atau duduk/berdiriAifenomena 1 hari sampai 1 tahun postpartum dan yang sering terlihat pada periode post-partum. mencatat bahwa jaraknya menurun secara Banyak wanita tidak melaporkan nyeri secara nyata dari hari 1 sampai 8 minggu. intra-abdominal Penelitian sebelumnya oleh Gitta et ketidaknyamanan visual atau sensasi tekanan . yang menyatakan bahwa kontraksi Pemicu yang umum termasuk postur ditunjukkan untuk mengurangi jarak DRA. mengejan, bahkan gerakan sederhana seperti Riset oleh Rezaei & Shakiba . juga berdiri dari tempat tidur atau duduk di kursi menyatakan bahwa untuk mencegah dan setelah persalinanl(Fuentes Aparicio, et al. mengurangi DRA, terapi fisik dapat dilakukan setelah melahirkan. Lain penelitian Wijayanti, menyatakan bahwa umum dampak DRA . membuktikan bahwa lingkar perut adalah kelemahan otot perut, inkontinensia dapat dikurangi dengan memperkuat otot urin, penurunan elastisitas dinding perut, fisioterapi, dan papan latihan. Berdasarkan punggung bawah nyeri. Selanjutnya, sekitar semua bukti sebelumnya yang diperoleh 52% pasien dengan gangguan uroginekologi bahwa latihan dan latihan fisik perut Otot menyatakan bahwa mereka memiliki DRA dapat mencegah dan mengurangi masalah wanita pasca melahirkan seperti mengurangi Kelemahan otot dasar panggul seperti stres perut lingkar dan perut yang meningkat kekuatan otot. Penelitian ini berfokus pada dan/atau prolaps organ panggul. papan latihan dilakukan untuk menentukan Beberapa Upaya DRA sit-up. Hasil penelitian yang dilakukan oleh . bdominal binde. juga disarankan untuk . Keeler, bawah ini Umbilikus. meningkatkan kekuatan otot perut ibu serta efeknya tentang mengurangi jarak DRA di Jurnal Ayurveda Medistra Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025 iCSekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hartono dan Wahyuni menjelaskan bahwa Diastasis dengan Involusi Uteri Postpartum. Diastasis Abdominis . Musculus Recti Rectus kembali untuk mengetahui efek intervensi Abdominis Metode Pengumpulan Data DRA merupakan kondisi umum yang Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Simple Random sering terjadi pada ibu post partum. Bahkan sampling yang merupakan cara pengambilan ibu post partum mungkin memiliki efek yang anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata Menurut PMK no. 65 tahun 2015, fisioterapi yang ada dalam populasi tersebut. merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan . isik, elektroterapeutis dan mekani. pelatihan fisioterapi dapat berperan dalam mengurangi inter-recti menyebabkan Diastasis Recti Abdominis . Yang HASIL DAN PEMBAHASAN Gambarl l1. l lDiagraml lhasill lukur DRA Hasil analisis deskriptif menunjukkan Abdominis (DRA) sebelum intervensi adalah 4,60 A 0,6743 cm, dan menurun menjadi Desain penelitian ini mengadopsi 4,15 pendekatan kuantitatif dengan model satu Penurunan ini mengindikasikan adanya efek kelompokAipretestAeposttest, yang termasuk dari kombinasi latihan otot abdominal dan dalam kategori quasi-eksperimental. Dalam rancangan ini, pengukuran awal . kondisi otot perut pasca persalinan. METODE PENELITIAN Recti Diastasis 0,6245 Analisis uji Wilcoxon Signed Ranks diikuti oleh intervensi, dan diakhiri dengan menunjukkan nilai Z = -3,733 dengan p = pengukuran ulang . untuk menilai 0,000 . < 0,. , yang berarti terdapat perubahan yang terjadi akibat perlakuan yang sesudah intervensi. Sebanyak 18 dari 20 responden mengalami penurunan ukuran DRA, mengalami perubahan. perlakuan setelah itu dilakukan pengukuran Secara singkat, prosedurnya adalah perbedaan signifikan antara sebelum dan diberikan (Portney, 2. Jurnal Ayurveda Medistra Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025 iCSekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia Hasil ini mengindikasikan bahwa deep core exercise telah meningkatkan intervensi kombinasi latihan otot abdominal dengan dukungan eksternal berupa korset secara fungsional, yang mendukung proses mampu memberikan efek positif terhadap pemulihan alami jaringan penyambung linea Aktivasi otot stabilisator dalam tersebut DRA. Peneliti berasumsi bahwa keterlibatan otot dalam intra-abdominal diyakini berperan sebagai penarik kembali seperti transversus abdominis melalui latihan otot-otot rektus abdominis ke posisi jaringan kolagen pada area yang teregang. Secara rectus abdominis dinding perut. Penelitian ini juga didukung oleh kajian Fitriani et al. , yang DRA korset juga diduga mempercepat penurunan ketidaknyamanan primer . yeri, citra tubuh DRA dengan cara memberikan penekanan eksternal yang membantu menyatukan otot- instabilitas panggu. , yang dapat dikurangi otot rektus serta mengurangi pergerakan melalui pendekatan latihan dan dukungan berlebihan pada area perut. Dengan tekanan eksternal seperti korset. terarah, korset diyakini memberikan Aoistirahat fungsionalAo . yeri Lebih lanjut. Estiani dan Aisyah . menyebutkan bahwa DRA banyak memungkinkan proses penyembuhan lebih dialami oleh ibu dengan multiparitas, obesitas, optimal, khususnya pada ibu dengan paritas dan kehamilan besar, yang meningkatkan tinggi atau keluhan perut kendur. tekanan intra-abdomen dan melemahkan otot Temuan ini sejalan dengan penelitian Dengan demikian, intervensi sederhana Kurniatin et al. , . yang menyatakan namun terarah seperti latihan otot abdominal bahwa latihan deep core efektif dalam dan penggunaan korset terbukti efektif dan layak diterapkan dalam upaya pemulihan DRA. Latihan mengaktifkan otot inti seperti transversus pasca persalinan. abdominis yang membantu menarik kembali Tabell l1. l lHasill lanalisis statikl Point Negative Ranks (Sesudah < Sebelum Intervens. Keterangan N = 18. Mean Rank = 9,50. Sum of Ranks = 171,00 N = 0. Mean Rank = 0,00. Sum of Ranks = 0,00 N=2 -3,733 0,000 Positive Ranks (Sesudah > Sebelum Intervens. Ties (Nilai Sam. Asymp. Sig. -taile. Sumber: data olahan sendiri, 2025 SIMPULAN DAN SARAN Diastasis Recti Abdominis (DRA) pada ibu post partum. Rerata ukuran DRA menurun Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 4,60 cm menjadi 4,15 cm, dengan hasil penggunaan korset lmemberikanl pengaruh uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000. yang signifikan terhadap penurunan ukuran Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi Jurnal Ayurveda Medistra Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025 iCSekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia non-invasif memperbaiki kondisi otot dinding perut. Gambar sebagai strategi pemulihan struktural yang perbandingan ukuran DRA sebelum dan sederhana, aman, dan efektif untuk ibu sesudah intervensi yang diterapkan pada pasca melahirkan. Latihan otot abdominal kelompok ibu post partum. Tampak bahwa konsisten, serta penggunaan korset yang penurunan lebar celah otot rektus abdominis. tepat, dapat mendukung pemulihan fungsi Visual ini mendukung data numerik pada Tabel 1 yang menunjukkan bahwa 18 dari 20 lketidaknyamananl yang dialami. Penelitian responden mengalami perbaikan ukuran DRA lanjutan dengan desain jangka panjang dan setelah menjalani kombinasi intervensi. Dua responden lainnya menunjukkan nilai tetap diperlukan guna memperluas bukti ilmiah . idak beruba. , dan tidak ada peningkatan ukuran DRA yang dilaporkan. Berdasarkan DAFTAR PUSTAKA