Atmosfer: Jurnal Pendidikan. Bahasa. Sastra. Seni. Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 168-175 DOI: https://doi. org/10. 59024/atmosfer. Pengaruh Literasi Membaca Cerita Pendek Terhadap Pengembangan Kosakata Siswa Sekolah Dasar Galih Maulana Hendrawan PGSD. FIP. Universitas Muhammadiyah Jakarta Misriandi Misriandi PGSD. FIP. Universitas Muhammadiyah Jakarta Alamat: Jl. KH Ahmad Dahlan Ciputat Cirendeu, 15419 Korespondensi Penulis: misriandi@umj. Abstract. This research was motivated by the low level of vocabulary development among students, making it difficult for students to understand reading written texts and hampering students' digestibility in understanding the contents of the text, especially in learning material. The research hypothesis is that there is an influence of short story reading literacy on the vocabulary development of grade IV elementary school students at SDN Duren Seribu 01. The aim of this research is to find out whether there is an influence of short story reading literacy on elementary school students' vocabulary development. This research was carried out at SDN Diren Seribu 01. Duren Seribu Village. Bojongsari District. Depok City. The research population used in this research was class IV C with a sample of 29 students. The instrument given is a description test with a total of 10 questions to develop students' vocabulary. This research was conducted with pre-experimental research using a quantitative approach The data collection techniques used in this research were observation, tests, and documentation. Success in this research was proven by the T test with results showing 0. 000 < . Thus it can be concluded that there is an influence of literacy in reading short stories on vocabulary development. Keywords: Literacy. Reading. Vocabulary Development Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pengembangan kosakata terhadap siswa sehingga siswa sulit dalam memahami bacaan teks yang tertulis dan memperhambat daya cerna siswa dalam memahami isi teks tersebut terkhusus dalam materi pembelajaran. Adapun hipotesis penelitian yang menduga adanya pengaruh literasi membaca cerita pendek terhadap pengembangan kosakata siswa sekolah dasar kelas IV SDN Duren Seribu Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari literasi membaca cerita pendek terhadap pengembangan kosakata siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Diren Seribu 01. Kelurahan Duren Seribu. Kecamatan Bojongsari Kota Depok. Populasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas IV C dengan sampel yang berjumlah 29 siswa. Instrumen yang diberikan adalah tes uraian dengan jumlah 10 butir soal untuk mengembangkan kosakata siswa. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian pre-eksperimen menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, serta dokumentasi lalu keberhasilan dalam penelitian ini terbukti dengan Uji T dengan hasil yang menunjukkan 0,000 < . dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh literasi membaca cerita pendek terhadap pengembangan kosakata siswa. Kata kunci: Literasi. Membaca. Pengembangan Kosakata PENDAHULUAN Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 Aumenggunakan 15 menit membaca buku sebelum waktu belajar dimulaiAy merupakan salah satu kegiatan dalam gerakan ini. Kegiatan ini dilakukan untuk membangkitkan minat siswa dalam membaca dan meningkatkan kemampuan membaca sehingga dapat belajar lebih cepat. Berdasarkan tahap perkembangan siswa, bahan bacaan menyampaikan nilai-nilai moral berupa kearifan lokal. Received April 30,2024. Accepted Mei 01,2024. Published Mei 31, 2024 * Misriandi Misriandi, misriandi@umj. Pengaruh Literasi Membaca Cerita Pendek Terhadap Pengembangan Kosakata Siswa Sekolah Dasar nasional, dan global. Musthafa (Madu dan Jediut 2022: . menjelaskan bahwa kebiasaan membaca buku pelajar Indonesia mengalami penurunan selama dua dekade terakhir. anak usia 7 hingga 8 tahun mengalami kesulitan yang signifikan dalam memahami teks cerita yang Karena seseorang tidak memiliki wawasan yang cukup mengenai kualitas hidupnya tanpa membaca, hal ini merupakan masalah yang signifikan dan meresahkan. Akibatnya, kebiasaan membaca atau literasi siswa menjadi metrik penting dalam mengingat dan memahami pelajaran. Dalam jurnal Lestari . 9: . Angka UNDP juga mengejutkan bahwa angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen saja. Sedangkan Malaysia sudah 86,4 persen. Rendahnya budaya literasi di Indonesia membuat pendidikan di Indonesia tertinggal dari negara-negara tetangga. Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, kemampuan membaca anak usia 15 tahun hanya 37,6 persen anak membaca tanpa bisa menangkap makna. Berdasarkan penelitian di atas membuktikan bahwa kemampuan dan kesadaran membaca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Banyaknya ulama yang disebutkan dalam kitab Manna' Khalil Qaththan Mabahits fi Ulum al-Qur'an menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW melihat ayat pertama. lima ayat dari Al'alaq. Al-Qur'an. Paragraf pertama adalah: AuBacalah dengan . nama Tuhanmu yang menciptakanAy (Q. Al Alaq . : . Margaret Meek (Indrawati 2020: . berpendapat bahwa bahasa lisan lebih penting untuk literasi daripada bahasa tertulis karena bahasa tertulis dimungkinkan oleh bahasa lisan. Dengan demikian menurut hemat peneliti literasi dapat meningkatkan nilai kualitas seseorang melalui ucapan, sehingga kemampuan menulis akan meningkat pula seiring dengan meningkatnya bahasa lisan yang disampaikan oleh seseorang. Naima (Purba 2021: . juga sependapat dengan Meek, namun lebih menekankan pada kemampuan bercerita menggunakan aspek bahasa lisan. Dalam hal tersebut ia menegaskan, kemampuan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis mendukung keterampilan literasi pada sesorang. Muriel (Purba 2021: . tidak membedakan antara literasi di computer, televisi dan literasi di teks cetak, karena dasar dari literasi adalah dengan menemukan dan mendapatkan suatu informasi dari berbagai arah sehingga tidak ada pembatas bagi sumber literasi itu sendiri sehingga seseorang dengan mudah mendapatkannya. Joanne F. Carlisle menyatakan (Widyahening 2021: . , pemahaman bacaan, decoding, ejaan, dan kesuksesan akademis semuanya terkait dengan kosakata. Ia melanjutkan, kosakata merupakan bagian besar dalam membantu siswa mempelajari kata-kata baru dan membangun kesadaran linguistik, yang pada akhirnya mendorong literasi bahasa dan perkembangan bahasa yang baik. Membaca dan menghafal kamus lengkap bahasa Indonesia memang bisa membantu Anda memperluas kosakata, namun hal tersebut akan membuat siswa ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 168-175 bosan dan malas belajar. Konsep pembelajaran menambah kosakata baru ini harus dilaksanakan dengan metode yang tepat, khususnya bagi siswa sekolah dasar. Penelitian yang dilakukan oleh Richards (Plandra & Thahar 2020: . menunjukkan pentingnya penguasaan kosakata yang menunjukkan bahwa pengelolaan kata yang efektif merupakan komponen penting dalam pengajaran kemahiran berbicara, menulis, membaca, dan Selain itu, pandangan tersebut juga sejalan dengan pernyataan Pramesti (Plandra & Thahar 2020: . yang menyatakan bahwa kosakata merupakan komponen penting dalam pengajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar karena menjadi landasan bagi siswa untuk menguasai materi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu landasan untuk menguasai keterampilan berbicara secara efektif dan cepat memahami pelajaran adalah penguasaan Chaer (Ardiyanti. Bandu & Usman 2018: . mengungkapkan terdapat beberapa pengertian terkait tentang kosakata yaitu: Semua kata yang terdapat dalam suatu bahasa. Kata-kata yang dikuasai oleh seseorang atau sekelompok orang dari lingkungan yang Kata-kata atau istilah yang digunakan dalam satu bidang kegiatan atau ilmu pengetahuan. Sejumlah kata dari suatu bahasa yang disusun secara alfabetis beserta dengan sejumlah penjelasan maknanya, layaknya sebagai sebuah kamus. Semua morfem yang ada dalam suatu bahasa. Menurut Magdalena . 1: . perbendaharaan kata yang dimiliki seseorang baik kuantitas maupun kualitasnya sangat menentukan kualitas kemampuan berbahasanya. Kemampuan Bahasa akan meningkat seiring dengan bertambahnya kosakata yang dimiliki. Oleh karena itu, kosakata perlu terus ditingkatkan dan diperluas sesuai dengan kebutuhan usia. Kami sadar bahwa semakin lama perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat membaca semakin menurun disukai oleh banyak siswa, hal ini disebabkan karena gadget lebih menarik dibandingkan membaca cerita pendek atau buku lainnya. Penggunaan berbagai konsep di kelas merupakan salah satu cara guru dapat lebih kreatif dalam menyikapi fenomena tersebut sehingga dapat diatasi dengan baik. Berdasarkan kondisi tersebut pada pengertian latar belakang masalah di atas dengan hasil peneliti dalam mengadakan observasi di SDN Duren Seribu 01 kelas IV C bahwa kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam memahami kalimat yang terdapat dalam teks atau soal yang diberikan dalam buku pelajaran karena keterbatasan kosakata yang dimiliki siswa sebagai contoh misalnya kata Aumeliuk-liuk, gemulai, migrasi, merantau, purba, rentang. Pengaruh Literasi Membaca Cerita Pendek Terhadap Pengembangan Kosakata Siswa Sekolah Dasar peradaban, interaksi, dan lain sebagainyaAy, contoh kata tersebut yang ditemukan siswa dalam buku pelajaran masih ternilai asing sehingga selain mengalami kesulitan dalam belajar siswa juga mengalami keterhambatan dalam memahami pelajaran. Dengan demikian peneliti kali ini akan menarik penelitian mengenai AuPengaruh Literasi Membaca Cerita Pendek Terhadap Pengembangan Kosakata Siswa Kelas IV C SDN Duren Seribu 01Ay. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian Pre-eksperimen dengan pendekatan Penelitian ini menggunakan bentuk desain one group pretest-posttest design. Dengan desain one group pretest-posttest hasil penelitian tersebut dapat diketahui dengan tepat karena dalam rencana ini terdapat pre-test sebelum dilakukan dan post-test setelah dilakukan, sehingga dapat melihat keadaan sebelum diberikan perlakuan dan sesudahnya karena diberikan Jenis penelitian yang dilakukan pada kesempatan peneliti kali ini adalah menggunakan penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan konsep penelitian one group pretest posttest dimana sampel pada penelitian ini diobservasi lebih dahulu sebelum diberi perlakuan, kemudian setelahnya diberikan perlakuan sampel di observasi kembali. Perbedaan antara sebelum eksperimen (O. dan sesudah eksperimen (O. dapat digeneralisasikan sebagai efek perlakuan atau eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV C semester ganjil tahun 2023/2024 SDN Duren Seribu 01 kelurahan Duren Seribu, kecamatan Bojongsari Kota Depok yang terdiri dari satu kelas dimana kelas IV C berjumlah 29 siswa. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan prosedur pengujian Sugiyono . 7: . menegaskan Nonprobability Testing merupakan suatu strategi pemeriksaan yang tidak memberikan pintu terbuka yang setara kepada setiap komponen atau individu dari sampel untuk dipilih sebagai contoh. Pengambilan sampel jenuh . digunakan peneliti untuk memilih sampel penelitian ini. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 168-175 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian pada instrumen nilai pretest dan posttest siswa kelas IV C SDN Duren Seribu 01sebagai berikut: Uji Validitas Uji Reliabilitas Butir Varian Varian Total Jumlah Varians Butir 0,680 0,507 0,448 0,815 0,778 0,751 0,608 0,606 0,739 0,815 14,571 6,749 0,596 Kriteria Keterangan 0,50 Ae 0,70 Cukup Uji Normalitas Variabel Nilai Kelas Dependen Signifikansi Pengembangan IV C Kosakata Uji Linearlitas Uji Homogenitas 0,165 Pengaruh Literasi Membaca Cerita Pendek Terhadap Pengembangan Kosakata Siswa Sekolah Dasar Uji T Interpretasi Hasil Penelitian Instrumen tes diuji cobakan ke kelas V A SDN Duren Seribu 01 yang berjumlah 30 Selanjutnya hasil instrumen tes diuji validitasnya memakai rumus Pearson Product Moment dengan rumus Alpha Cronbach menggunakan Microsoft Excel. Dengan hasil ycEaycnycycycuyci instrumen tes yang diperoleh lebih besar nilainya dibandingkan dengan ycycycaycayceyco yaitu 0,367, dengan demikian 10 butir soal tersebut dikatakan valid. Lalu setelah uji validitas yaitu dilakukan pengujian reliabilitas pada 10 butir soal yang kevalidannya sudah selesai di uji cobakan, kemudian pada uji reliabilitas ini dengan hasil ialah jumlah varians butir 6,479, varians total 14,571, dan yc11 0,596, yang menunjukkan bahwasannya instrumen tes dinyatakan reliabel karena kriteria 0,50 Ae 0,70 memiliki status reliabilitas cukup. Instrumen tes dimanfaatkan untuk menentukan apakah terdapat pengaruh literasi membaca cerita pendek terhadap pengembangan kosakata siswa dengan bentuk design one group pretes-postes melalui analisis uji-t menggunakan satu kelas eksperimen sejumlah 29 siswa pada kelas IV C SDN Duren Seribu 01. Hasil penelitian dilakukan pada siswa kelas IV C di mana kelas tersebut memanfaatkan dengan metode literasi membaca cerita pendek pada 15 menit awal jam pelajaran. Pada tahap ini uji yang dilakukan adalah pengujian normalitas dengan chi-kuadrat apakah instrumen tes berdistribusi normal, dengan memakai taraf nilai sig. = 0,05 andaikan nilai signifikan > dikatakan data berdistribusi normal. Maka hasil pada nilai normalitas instrumen tes dengan memanfaatkan program komputer SPSS 22 adalah 0,165 > 0,05 maka dari hasil nilai tersebut dapat diartikan bahwasannya distribusi data penelitian adalah normal. Pada penelitian ini untuk mengukur hasil pada pengaruh literasi membaca cerita pendek terhadap pengembangan kosakata siswa kelas IV C SDN Duren Seribu 01 adalah dengan menggunakan teknik uji paired-sample T-test dengan kriteria pengujian hipotesis Jika sig. maka ya1 ditolak, artinya penerapan literasi membaca siswa memberikan pengaruh terhadap pengembangan kosakata. Penelitian ini diuji dengan memakai uji-T kepada nilai pretest dan posttest dengan hasil menunjukkan nilai signifikan 0,000 < . Hasil ini menunjukkan bahwasannya dengan model penerapan literasi membaca cerita pendek mempengaruhi pengembangan kosakata siswa kelas IV C SDN Duren Seribu 01. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 168-175 Dengan demikian hasil uji hipotesis pada penilaian pretest dan postest menyatakan bahwasannya literasi membaca cerita pendek sangat berpengaruh pada pengembangan kosakata siswa, dengan nilai hasil perhitungan signifikan 0,000 yang lebih kecil dari nilai signifikan 0,05. SIMPULAN Penelitian yang dilakukan pada SDN Duren Seribu 01 untuk mengetahui hasil dari pengemebangan kosakata dengan memakai penerapan literasi membaca cerita pendek pada pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV C disimpulkan sebagai berikut: Sesuai dengan kriteria, ya0 menunjukkan penerimaan dan ya1 menunjukkan penolakan. Dari hasil hitung uji-t bahwa literasi membaca cerita pendek berpengaruh terhadap pengembangan kosakata siswa dengan nilai hasil perhitungan terhadap nilai pretest dan posttest yaitu hasil menunjukkan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka ditolak ya1 dan pada hasil ini menunjukkan bahwasannya dengan model penerapan literasi membaca cerita pendek mempengaruhi pengembangan kosakata siswa kelas IV C SDN Duren Seribu 01. Melihat dari hasil perhitungan nilai rata-rata terhadap soal pretest menunjukan bahwa 52% dan 89% nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada soal posttest. Dengan jumlah persentase rata-rata nilai pretest dan posttest tersebut menunjukan bahwa pengaruh literasi membaca cerita pendek terhadap pengembangan kosakata pada siswa sebesar 70,5%. REFERENSI