RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTUAN FLASHCARD TERHADAP MINAT DAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA Raiyan Isnaini. Syafrizal Idris*. Fajrul Wahdi Ginting. Halimatus Sakdiah. Nuraini Fatmi. Muliani Program Studi Pendidikan Fisika. FKIP Universitas Malikussaleh. Aceh. Indonesia *e-mail: syafrizal@unimal. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah minat dan hasil belajar siswa telah meningkat ketika model kooperatif tipe Students Teams Achievement Division (STAD) berbantuan flashcard diterapkan di SMP Negeri 4 Dewantara. Penelitian ini menggunakan desain non-equivalent control group dan teknik sampling jenuh dengan jumlah 42 siswa, terdiri dari 21 siswa kelas X. 1 untuk kelas eksperimen dan 21 siswa kelas X. 2 untuk kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui soal pilihan ganda dan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, ratarata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 78,33, sedangkan rata-rata nilai post-test kelas kontrol sebesar 57,38. Uji non parametrik Mann-Whitney digunakan untuk menguji hipotesis, diperoleh hasil sig . -taile. sebesar 0,000, kurang dari 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha Hasil kuesioner menunjukkan minat sebagian besar siswa meningkat, dengan skor rata-rata indikator minat sebesar 81,25%. Maka penerapan model pembelajaran kooperatif STAD berbantuan Flashcard berpengaruh signifikan terhadap minat dan hasil belajar siswa pada materi Listrik Statis. Kata Kunci: Minat belajar. Hasil Belajar. STAD. Flashcard APPLICATION OF THE STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) LEARNING MODEL ASSISTED BY FLASHCARDS ON INTEREST AND IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES Abstract: The purpose of this study was to determine whether students' interest and learning outcomes had improved when the Students Teams Achievement Division (STAD) type cooperative model assisted by flashcards was applied at SMP Negeri 4 Dewantara. This study used a non-equivalent control group design and saturated sampling technique with a total of 42 students, consisting of 21 students of class X. 1 for the experimental class and 21 students of class X. 2 for the control class. Data were collected through multiple choice questions and Based on the research results, the average post-test score of the experimental class was 78. 33, while the average post-test score of the control class was 57. The MannWhitney non-parametric test was used to test the hypothesis, the sig . -taile. result was 0. less than 0. 05, which means H0 is rejected and Ha is accepted. The results of the questionnaire showed that the interest of most students increased, with an average score of interest indicators So the application of the STAD cooperative learning model assisted by Flashcards has a significant effect on student interest and learning outcomes in Static Electricity material. Keywords: Interest in learning. Learning Outcomes. STAD. Flashcard RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. PENDAHULUAN Pendidikan sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa karena diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang mampu memajukan bangsa tersebut (Muhardi. Keberhasilan pendidikan tergantung bagaimana cara pendidik dalam menyalurkan ilmunya kepada peserta didik atau siswanya. Pendidik harus memiliki cara-cara yang mampu membangkitkan minat siswanya dalam mengikuti pelajaran. Keberhasilan siswa dalam belajar apabila memperoleh nilai diatas standar yang ditetapkan oleh sekolah. Namun, kenyataan yang didapatkan dilapangan masih banyak siswa yang nilainya dibawah standar ketuntasan, dikarenakan minat belajar siswa yang masih minim. Secara umum, faktor yang mempengaruhi belajar siswa terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal (Wahab & Rosnawati, 2. Minat belajar adalah salah satu faktor internal yang signifikan, yang didefinisikan sebagai kecenderungan dan ketertarikan yang stabil dalam proses belajar karena menyadari pentingnya hal yang dipelajari (Sardini, 2. Rendahnya minat belajar siswa dapat disebabkan karena penerapan model pembelajaran yang tidak sesuai dengan kondisi siswa. Maka menerapkan model pembelajaran yang berbeda dari sebelumnya sangat penting untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa karena penerapan model pembelajaran yang tidak sesuai dengan kondisi siswa dapat menyebabkan penurunan minat belajar siswa. Hasil observasi awal yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Dewantara untuk mata pelajaran Fisika menunjukkan bahwa sebanyak 83,3% siswa mengaku tidak tertarik dengan pembelajaran fisika dan 76,6% siswa menyatakan bahwa pembelajaran fisika masih menggunakan metode ceramah . eacher center learnin. Pembelajaran juga masih bertumpu pada guru, sehingga siswa jadi kurang aktif, dan hanya menerima materi yang dipaparkan oleh guru tanpa menggali sendiri. Oleh karena itu, 86,6% mengaku jenuh hingga tidak memperhatikan pembelajaran. Akibatnya, ketika diminta memberikan tanggapan, siswa tidak dapat memberikan tanggapan ataupun mengajukan pertanyaan. Rendahnya minat belajar siswa dalam mempelajari fisika berdampak pada hasil akhir nilai siswa yang rendah. Hal ini terlihat dari hasil ulangan yang belum mencapai nilai Kriteria Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan disekolah sebesar 75. Maka sangat dibutuhkan inovasi dan kreativitas dalam menyampaikan materi fisika, seperti dengan menerapkan metode maupun model pembelajaran yang inovatif dan efektif. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, pendidik harus lebih cermat dalam memilih model yang dapat dipadukan dengan media-media pembelajaran yang membangkitkan minat belajar siswa. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menerapakan model yang bertumpu pada siswa (Student Centered Learnin. yaitu pembelajaran yang dapat menggerakkan siswa untuk lebih antusias dalam belajar (Trinova, 2. Model pembelajaran yang dipandang dapat membuat siswa bertukar pikiran yaitu model kooperatif, karena dalam pembelajarannya dapat mengarahkan siswa untuk berkomunikasi secara berkelompok. Model kooperatif yang dapat diterapkan yaitu tipe Students Teams Achievement Division (STAD) berbatuan Flashcard. Maka oleh karena itu, penelitian di SMP Negeri 4 Dewantara untuk melihat peningkatan minat dan hasil belajar siswa dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran STAD berbantuan Flashcard pada salah materi pelajaran fisika yaitu listrik statis. METODE Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Jenis desain eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen quasi, yang merupakan pengembangan dari desain eksperimen yang sebenarnya, yang memiliki kelompok kontrol tetapi tidak memiliki kendali penuh atas faktor luar yang mempengaruhi kinerja eksperimen (Sugiyono, 2. Adapun desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivaalent Control Group Design Dimana dua kelompok dipilih secara acak (R), kelompok pertama diberi perlakuan (X) RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. dan kelompok kedua tidak. Kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol (Sugiyono, 2. Penelitian ini menggunakan satu kelas eksperimen dan satu kelas control dengan melakukan uji pretest dan posttest. Tabel 1. Desain Penelitian Kelas Pretest Perlakuan Posttest Eksperimen ycC1 ycC2 Kontrol ycC3 ycC4 Sumber : (Sugiyono, 2. Adapun populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas IX SMP Negeri 4 Dewantara. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampling jenuh, yang merupakan teknik pengambilan sampel yang semua anggota populasinya digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2. Sampel penelitian ini yaitu kelas IX. 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas IX. 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan secara langsung menggunakan uji tes soal dalam bentuk pilihan ganda. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing sebanyak 21 siswa dengan cara memberikan instrumen tes berupa 20 soal pilihan ganda. Hasil nilai rata-rata Pretest dan Posttest dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Data Pretest dan Posttest N Minimum Maximum Mean Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen Pretest Kontrol Posttest Kontrol Std. Deviation Berdasarkan Tabel 2 pada kelas eksperimen diperoleh nilai Pretest yaitu 34,52 sedangkan nilai Posttest yaitu 78,33 dan pada kelas kontrol diperoleh nilai Pretest yaitu 31,19 sedangkan nilai Posttest yaitu 57,38. Setelah data diperoleh, dilakukan uji prasyarat analisis data, yaitu uji normalitas, untuk mengetahui apakah nilai Pretest dan Posttest yang diperoleh merupakan data berdistribusi normal atau tidak. Karena sampel yang digunakan kurang dari 30 siswa, uji normalitas yang digunakan adalah uji Shapiro-Wilk. Tabel 3. Uji Normalitas Shapiro-Wilk Kelas Pretest Eksperimen Pretest Kontrol Posttest Eksperimen Posttest Kontrol Statistik 0,951 0,961 0,883 0,929 Signifikan 0,410 0,539 0,016 0,131 Menurut Tabel 3. Hasil uji normalitas data pretest pada kelas eksperimen dan kontrol menunjukkan bahwa nilai taraf signifikannya lebih besar dari 0,05 artinya data berdistribusi RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. Sebaliknya untuk data posttest diperoleh nilai taraf signifikannya lebih kecil dari 0,05 artinya data tidak berdistribusi normal. Data pretest didapatkan bahwa data berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan uji normalitas untuk mengetahui data yang diperoleh homogen atau tidak. Tabel 4. Homogenitas Pretest Levene Statistik Sig. Tabel 4 menunjukkan bahwa data pretest memiliki homogenitas varian yang diuji dengan uji levene, dan nilai signya lebih dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa di kedua kelas eksperimen dan kontrol berasal dari populasi dengan varian yang sama atau keduanya homogen. Hasil dari uji prasyarat diperoleh bahwa data posttest tidak berdistribusi normal. Maka dapat dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji non-parametrik yakni dengan menggunakan uji Mann-Whitney Test. Tabel 5 Uji Mann-Whitney Test Hasil Belajar Mann-Whitney U Wilcoxon W Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan Tabel 5. Dapat dilihat bahwa hasil uji Mann-Whitney untuk data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai sig. -taile. 0,000 < 0,05. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil perhitungan nilai N-Gain menunjukkan bahwa nilai rata-rata untuk kelas eksperimen adalah 0,66, kategori sedang, dan nilai rata-rata untuk kelas kontrol adalah 0,39, termasuk dalam kategori sedang mendekati rendah. Perbedaan peningkatan hasil belajar dapat dilihat pada Gambar 1. 0,66 0,39 Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Uji N-Gain Gambar 1. Hasil N-Gain score Pembahasan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minat dan hasil belajar siswa pada materi listrik statis di kelas IX SMP Negeri 4 Dewantara dapat ditingkatkan dengan RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. menggunakan model Kooperatif Tipe Students Team Achievement Division (STAD) yang dibantu oleh flashcard. Penelitian dilakukan dengan menggunakan instrumen tes yang terdiri dari dua puluh soal pilihan ganda yang digunakan baik pretest maupun posttest. Dua kelas digunakan dalam penelitian ini. Kelas IX. 1 digunakan sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Students Teams Achievement Division (STAD), yang dibantu oleh Flashcard, dan Kelas IX. 2 digunakan sebagai kelas kontrol menggunakan model Direct Instruction. Berdasarkan uji prasyarat, data pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol bersifat parametrik karena terdistribusi normal dan homogen. Hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,295 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H 0 diterima, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen sebelum diterapkan model pembelajaran. Sedangkan data posttest kedua kelas bersifat non-parametrik, sehingga menggunakan uji Mann-Whitney Test dan diperoleh hasil sig. -taile. sebesar 0,00 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H 0 ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah diterapkan model pembelajaran. Maka penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD berbantuan Flashcard memberikan pengaruh yang signifikan pada materi listrik statis di kelas IX SMP Negeri 4 Dewantara. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pada kelas eksperimen mendapatkan nilai ratarata pretest sebesar 34,52, serta nilai rata-rata posttest sebesar 78,33, ada 18 siswa berhasil mencapai nilai KKM dengan ketentuan nilai KKM sebesar 75. Sedangkan pada kelas kontrol mendapatkan nilai rata-rata pretest sebesar 31,19 serta nilai rata-rata posttest sebesar 57,38, hanya ada 2 siswa yang berhasil mencapai nilai KKM. Berdasarkan hasil uji pretest dan posttest yang diperoleh, pada kelas eksperimen mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar siswa lebih tinggi yaitu sebesar 43,81 daripada nilai pretest dan posttest kelas kontrol yaitu 26,19. Hal ini dikarenakan pada saat proses pembelajaran dengan menggunakan model Kooperatif Tipe STAD berbantuan Flashcard siswa lebih aktif dan lebih memperhatikan pembelajaran, serta dapat mengemukakan pendapatnya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi yang dipelajari. Hal ini sesuai dengan pendapat (Irwanti et al. , 2. bahwa pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD, siswa dituntut terlibat aktif dan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah secara berkelompok, keterlibatan siswa dalam pembelajaran menjadikan siswa lebih mudah menguasai konsep-konsep materi yang dipelajari. Selain itu dapat meningkatkan semangat dan hasil belajar siswa. karena model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dilaksanakan melalui prosedur yang sesuai dengan tata pelaksanaan pembelajaran Kooperatif tipe STAD itu sendiri. Sehingga siswa sangat antusias dalam proses pembelajaran, berdiskusi dan saling membantu terhadap teman yang lain (Astuti Handayani et al. , 2. Penelitian ini juga menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa pada materi listrik statis yang dilihat melalui uji N-Gain score, pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata N-Gain score adalah sebesar 0,66 termasuk dalam kategori sedang, dan kelas kontrol sebesar 0,39 termasuk dalam kategori sedang mendekati rendah. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nurfaida et al. , 2. dengan hasil bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan N-gain score adalah 2,821 maka berada pada kategori tinggi. Hasil analisis angket minat sebagian besar siswa berminat dalam belajar fisika dengan nilai skor rata-rata siswa mencapai 81,25%. Tingkat minat belajar siswa tinggi setelah dilakukan penelitian dengan menerapkan metode STAD berbantuan Flashcard siswa terlihat lebih aktif dan termotivasi untuk saling belajar mengajar membuat siswa lebih aktif dalam belajar. Hal ini sejalan dengan penelitian (Novera et al. , 2. yang membahas tentang RELATIVITAS: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika http://ojs. id/index. php/relativitas/index April 2024. Vol. No. p-ISSN: 2654-4172 e-ISSN: 2655-8793 DOI : doi. org/10. 29103/relativitas. penerapan model STAD pada penelitian tersebut membuat siswa lebih aktif dan memperhatikan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan minat siswa. Penggunaan media permainan yakni Flashcard membantu siswa meningkatkan minat dan rasa senang dalam proses belajar. Siswa menjadi lebih bersemangat dalam mencari jawaban soal dalam permainan Flashcard tersebut sehingga berpengaruh pada hasil belajar dan meningkatnya minat siswabahkan juga membantu siswauntuk berpikir kritis. Penelitian ini tentu telah dilaksanakan sebaik mungkin, namun masih memiliki kekurangan yaitu dalam pembelajaran proses pengambilan data kurang maksimal sehingga data posttest kedua kelas bersifat non-parametrik, karena data tidak berdistribusi normal dan menyebabkan sebuah kelemahan dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu. PENUTUP Model kooperatif tipe Students Teams Achievement Division (STAD) berbantuan Flashcard berpengaruh secara signifikan terhadap minat dan hasil belajar siswa, dilihat dari skor rata-rata indikator minat belajar siswa pada materi listrik statis di SMP Negeri 4 Dewantara. DAFTAR PUSTAKA