JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 2 Tahun 2023 | 97 Ae 102 JPK : Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan http://journal. id/index. php/JPK/index ISSN 2527-7057 (Onlin. ISSN 2549-2683 (Prin. Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pelayanan Kesehatan Petugas Rekam Medis di Puskesmas Kabupaten Karanganyar Tunjung Bayu SintaA 1. Hanifah A 2 Informasi artikel Sejarah Artikel : Diterima Mei 2023 Revisi Juni 2023 Dipublikasikan Juli 2023 Keywords : Nilai-Nilai Pancasila Pelayanan Kesehatan Petugas Rekam Medis How to Cite : Sinta. Hanifah . Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pelayanan Kesehatan Petugas Rekam Medis di Puskesmas Kabupaten Karanganyar. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 8. DOI: http://dx. org/10. 9/jpk. ABSTRAK Kurangnya kesadaran masyarakat akan nilai-nilai Pancasila menunjukkan implementasi nilai-nilai sila Pancasila belum maksimal diterapkan pada masyarakat khususnya di bidang pelayanan Kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila serta hambatannya dalam pelayanan Kesehatan petugas rekam medis di Puskesmas Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh petugas rekam medis yang berada di garda paling depan dalam memberikan pelayanan Kesehatan pada pasien di Puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mencari data yang diperlukan. Dari hasil yang ditemukan di lapangan, ditemukan bahwa beberapa nilai-nilai sila Pancasila dimulai dari sila pertama sampai sila kelima sudah diimplementasikan di Puskesmas Kabupaten Karanganyar. Kepala Puskesmas memiliki peranan penting dalam menerapkannya. Hambatan dalam pengimplementasian ini yaitu hambatan secara internal terdapat pada petugas yang masih terlambat dalam mengikuti apel pagi, tidak bisa mengikuti rapat evaluasi. Sehingga kepala Puskesmas dan jajarannya harus dapat memberikan motivasi, dukungan, serta contoh pada petugas puskesmas khususnya rekam medis. ABSTRACT Implementation of Pancasila Values in Health Services for Medical Record Officers at the Karanganyar District Health Center. The lack of public awareness of Pancasila values shows that the implementation of Pancasila values has not been maximally applied to society, especially in the field of health services. This study aimed to determine the implementation of Pancasila values and the obstacles in health services for medical record workers at the Karanganyar District Health Center. This research is motivated by medical record officers who are at the forefront of providing health services to patients at the Puskesmas. This study uses a qualitative method with a case study approach to find the necessary data. From the results found in the field, it was found that some of the values of the Pancasila precepts starting from the first precept to the fifth precept had been implemented at the Karanganyar District Health Center. The head of the Puskesmas has an important role in implementing it. Obstacles in this implementation, namely the internal obstacles found in officers who were still late in attending the morning assembly, could not attend the evaluation meeting. So that the head of the Puskesmas and its staff must be able to provide motivation, support, and examples to the puskesmas staff, especially medical records. Alamat korespondensi: STIKes Mitra Husada Karanganyar1. D3 RMIK. Karanganyar2 E-mail: tunjungbayusinta@stikesmhk. hanifah1611@gmail. Copyright A 2023 Universitas Muhammadiyah Ponorogo PENDAHULUAN Setiap Negara mempunyai cita-cita atau pandangan hidup untuk mencapai tujuan tertentu, dalam pelaksanaannya terdapat berbagai permasalahan. Cita Ae cita tersebut dapat digunakan sebagai dasar nilai dalam setiap pemecahan masalah. Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara Indonesia yang sudah tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Oleh karena itu, setiap warga negara Indonesia harus mengenal, mempelajari, serta mempraktekkan nilai sila-sila Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat (Duha, 2. Nilainilai Pancasila diimplementasikan pada saat itu saja namun dilestarikan setiap hari. Sebagai dasar bangsa dan negara Indonesia Pancasila pada hakikatnya digali dari DOI: http://dx. org/ 10. 24269/jpk. email: jpk@umpo. Sinta dan Hanifah | Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pelayanan Kesehatan. nilai kebudayaan bukan hanya sebagai renungan atau pemikiran individu seperti dasar lain di dunia, nilai religi yang terkandung dalam pandangan hidup tentang kehidupan bangsa Indonesia sebelum berdirinya sebuah negara (Sianturi & Dewi, 2. Nilai keluhuran Pancasila tercermin dalam sila-sila Pancasila yaitu Nilai KeTuhanan Yang Maha Esa yang menjiwai empat sila lainnya seperti nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan (Agus Sutono, 2. Nilai-nilai Pancasila adalah sumber dari segala aturan baik formal maupun informal, nilai-nilai Pancasila bermasyarakat agar tujuan negara Indonesia dapat terwujud sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 alinea keempat (Maulana, 2. Pencapaian pengakuan Pancasila sebagai transformasi nilai-nilai Pancasila yang nyata dan berkesinambungan oleh bangsa Indonesia. Setiap penyelenggaraan negara dan setiap lembaga kenegaraan kemasyarakatan di tingkat pusat dan daerah. Permasalahan bangsa Indonesia saat ini dapat dilihat dari tingkah laku dan karakter masyarakat yang bersumber pada perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan masyarakat cukup memprihatinkan akibat kemiskinan dan kebodohan kolonialisme, imperialis dan kapitalis (Putu dkk. , 2. Jika rakyat Indonesia menerapkan sistem yang manusiawi dan adil, mereka memiliki peluang untuk sejahtera. Oleh karena itu. Pancasila hadir untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan Pelaksanaan nilai-nilai Pancasila semakin mengalami kemerosotan saat tidak berlakunya lagi TAP MPR No. II/MPR/1978 yang berisikan pedoman tentang bagaimana mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang lebih umum dikenal sebagai P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasil. (Savitri & Dewi, 2. Survey Kompas menghasilkan bahwa Pancasila kurang dipahami oleh masyarakat dan mengalami penurunan sebesar 48% responden berusia 16 tahun hingga 30 tahun tidak dapat dengan benar dan sepenuhnya menyebutkan nilai-nilai Pancasila, sebesar 42% responden berusia 47 tahun keatas salah menyebutkan prinsip Pancasila. Mempraktekkan nilai-nilai Pancasila harus muncul dan berkembang ditengah . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Penerapan ini harus dibarengi dengan sadar diri akan kehidupan masyarakat itu sendiri (Olivia. Dalam kehidupan masyarakat, ada satu cara untuk mewujudkannya diantaranya melalui pelayanan Kesehatan oleh tenaga Kesehatan khususnya petugas rekam medis baik di puskesmas atau rumah sakit. Tenaga medis memiliki peranan penting dalam memajukan kualitas pelayanan Kesehatan Penyelenggaraan profesi pelayanan Kesehatan bertanggung jawab, bermoral dan beretika tinggi, berwibawa serta memiliki keahlian yang mutunya terus ditingkatkan melalui Pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan menurut Pancasila. Sebagai sumber informasi, rekam Oleh karena itu, pelayanan rekam medis perlu diselenggarakan oleh PMIK yang berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku. Seorang PMIK kompetensi yang harus dipahami, selain itu petugas rekam medis berhadapan secara langsung terhadap pasien di bagian pendaftaran. Hal tersebut menjadikan petugas rekam medis harus melayani pasien sesuai dengan nilai Ae nilai Pancasila. Oleh karena itu tujuan dalam artikel ini adalah untuk menjelaskan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pelayanan Kesehatan petugas rekam medis Puskesmas di kabupaten Karanganyar. METODE Studi ini memakai teknik kualitatif, seperti yang dikatakan Lincoln dan Guba dalam Naturalistic Inquiry, teknik kualitatif merupakan sistem studi yang mendalami gejala individu atau sosial dengan menghasilkan deskripsi yang menyeluruh dan rumit yang dapat disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan rinci yang diperoleh dari sumber informasi dan dilakukan dalam setting yang alami (Lincoln & Guba, 1. Selain itu, (Fadli, 2. menjelaskan bahwa dalam riset kualitatif kajian informasi harus dilakukan dengan hati-hati dan deskripsi yang diperoleh harus dideskripsikan dengan baik agar menjadi hasil penelitian yang Riset ini menggunakan desain penelitian studi kasus . ase stud. , yaitu suatu pendekatan pelaksanaan penelitian yang terkonsentrasi, terperinci dan mendalam terhadap masalah yang diteliti dalam bentuk proyek, peristiwa, kegiatan. Sinta dan Hanifah | Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pelayanan Kesehatan. dan lain-lain untuk memperoleh pengetahuan atau informasi yang mendalam. Fenomena yang dipilih sering disebut sebagai kasus artinya sesuatu yang nyata sedang terjadi bukan sesuatu yang telah berlalu (Rahmawati, 2. Pernyataan tersebut diperjelas dengan definisi studi kasus dalam (Darmalaksana, 2. yaitu kajian penelitian kualitatif yang dimulai dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat dan sangat menarik untuk mendapatkan kebenaran dibalik peristiwa tersebut. Strategi kualitatif dan pendekatan studi kasus dipakai dalam penelitian ini guna mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila pada petugas rekam medis di Puskesmas. Strategi kualitatif dipilih karena menjanjikan komprehensif terkait peristiwa yang sebenarnya terjadi di sebuah lingkungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Nilai-nilai Pancasila pada Petugas Rekam Medis di Puskesmas. Nilai adalah ukuran, asumsi tentang kepercayaan yang ada dalam suatu masyarakat. Nilai menjadi tolak ukur seseorang dalam bertingkah laku di masyarakat. Nilai yang tercantum dalam Pancasila akan mengarahkan metode berpendapat dan berbuat sama pemikiran negara (Dermawan & Nurchotimah, 2. Implementasi atau pencerminan Pancasila dapat dibagi menjadi dua hal yaitu implementasi subjektif dan implementasi objektif. Dalam kegiatan pelayanan rekam medis inilah implementasi subjektif dari Pancasila, hal ini penyebab ada tujuan yang ingin dicapai dalam pelayanan Kesehatan yaitu menggapai cita-cita nasional adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Nilai sila pertama keTuhanan Yang Maha Esa adalah nilai-nilai yang bersumber dengan hubungan seseorang dengan apa yang dianggapnya mempunyai kekuatan sakral. Memahami Tuhan sebagai pedoman hidup adalah mewujudkan masyarakat yang beriman kepada Tuhan yaitu membangun manusia Indonesia yang berjiwa besar dan setiap perbuatan baik yang dilakukan harus diridhoi oleh Tuhan (Hardika & Rahman, 2. Dalam kegiatan pelayanan Kesehatan petugas rekam medis di Puskesmas Kabupaten Karanganyar yaitu Puskesmas Jaten I dan Puskesmas Jaten 2 selalu mengawali kegiatan dengan mengucapkan salam karena semua petugas rekam medis beragama Islam. Kegiatan menyapa dan mengucapkan salam sudah menjadi kebiasaan bahkan merambah ke dalam kehidupan seharihari mereka. Setelah salam, dalam berbagai kegiatan juga diawali dengan berdoa bersama. Dalam sila kesatu, norma yang tercantum yaitu maka kita selaku individu diciptakan oleh Tuhan dan wajib melaksanakan perintah-Nya serta menghindari segala larangan-Nya. Setiap masyarakat negara Indonesia berhak memeluk agamanya dan berkewajiban untuk hidup menurut agamanya. Sila pertama juga mengajarkan sikap toleransi diantara umat beragama, serta menghargai seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Hal ini juga akan bermanfaat untuk lingkungan yang terawat karena individu yang mempunyai rasa syukur atas kepercayaannya kepada Tuhan. Puskesmas Jaten 1 dan Jaten 2 antar petugas rekam medis maupun dengan pasien juga menunjukkan saling toleransi antara sesama agama lain. Hal ini dapat dilihat pada setiap kegiatan menjelang akhir sholat dzuhur atau berbuka, dengan tujuan agar tidak mengganggu orang-orang yang pergi beribadah dalam menunaikan perintah Tuhan. Nilai sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah membentuk rasa hidup berdasarkan asas keteraturan karena setiap orang berpotensi menjadi individu yang memiliki Manusia yang maju teknologinya akan lebih mudah menerima kenyataan dan mengenal hukum secara universal. Nilai yang terkandung bahwa sebagai individu kita memiliki derajat yang setara sesama manusia di lingkup masyarakat dan di mata hukum (Khosiah, 2. Di Puskesmas Jaten 1 dan Puskesmas Jaten 2 sudah menunjukkan sikap beradab yaitu sikap saling membantu sesama dalam kegiatan kemanusiaan yaitu mengadakan program vaksinasi covid 19, dimulai dari vaksin 1, vaksin 2, dan vaksin booster secara gratis. Selain saling membantu sesama, petugas rekam medis juga mengakui persamaan hak dan kewajiban pasien yakni tidak membeda-bedakan pasien umum dan pasien BPJS. Masyarakat Indonesia akan lebih tentram jika senantiasa menjalankan sila kedua ini selama kehidupannya, karena sila ini mengutamakan aspek sosial yaitu cinta sesame manusia sebagai prinsip dan manusia individu diperlakukan sama tanpa memandang agama, ras, etnis, dan golongan. Nilai sila ketiga Persatuan Indonesia, bukan sikap atau cara pandang yang sempit, tetapi seseorang harus berusaha untuk JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Sinta dan Hanifah | Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pelayanan Kesehatan. memandang diri sendiri secara lebih baik dari dunia luar. Persatuan adalah gabungan dari beberapa bagian dan keberadaan Indonesia dan rakyatnya di muka bumi tidak terbantahkan lagi. Negara Indonesia terbentuk melalui proses perjuangan yang panjang dan terdiri dari berbagai suku bangsa, namun perbedaan tersebut tidak dipermasalahkan melainkan menjadi satu kesatuan Indonesia (Nurgiansah, 2. Hal ini diterapkan pada petugas rekam medis yang memiliki sebuah organisasi profesi yang PORMIKI (Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesi. Organisasi mewajibkan individu yang berprofesi sebagai perekam medis untuk menjadi anggota. Setiap sebulan sekali diadakan pertemuan antar anggota, dimulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa petugas rekam medis di Puskesmas memiliki rasa persatuan dengan mengikuti secara aktif kegiatan organisasi PORMIKI. Indonesia mempunyai berbagai pulau yang artinya ada jutaan manusia tinggal dan menetap di Indonesia. Jika tidak ada persatuan dalam hidup, tidak aka nada perdamaian di Indonesia. Dalam hal ini, perlu ditumbuhkan rasa cinta tanah air, rasa cinta pada bangsa dan bhineka tunggal ika. Penerapan cinta tanah air, di Puskesmas Jaten 1 dan Jaten 2 setiap pagi diadakan apel yang dipimpin oleh kepala Pada saat hari besar nasional pun juga diadakan upacara bendera walaupun bertepatan dengan hari libur. Cinta tanah air juga dapat diterapkan dengan menerapkan 3M dalam rangka menanggulangi virus COVID 19. Setiap hari kamis bulan pertama, seluruh petugas di Puskesmas menggunakan seragam pakaian adat Negara Indonesia, hal ini menunjukkan sikap yang mencerminkan bhineka tunggal ika. Nilai sila keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan adalah suatu keadaan masyarakat yang mencerminkan pemikiran masyarakat pada tingkat yang lebih tinggi sebagai suatu bangsa terbebas dari belenggu pemikiran berdasarkan kelompok sempit dan aliran pemikiran tertentu. Pengamalan sila keempat identik dengan demokrasi, salah satu pengamalannya di Puskesmas yaitu tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Di Puskesmas Jaten 1 diadakan rapat evaluasi setiap sebulan sekali, kepala puskesmas memberikan kesempatan kepada peserta rapat untuk menyampaikan . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan pendapat dan mencari solusi secara bersama Ae Menyampaikan masukan atau usulan harus berdasarkan kepentingan bersama, bukan hanya keperluan pribadi. Agar dapat mementingkan kepentingan umum maka setiap persoalan di Puskesmas dapat diselesaikan secara mufakat melalui musyawarah. Nilai sila kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah menjunjung tinggi nilai-nilai berdasarkan norma keadilan, keseimbangan dan keadilan dalam segala hal. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan tujuan nasional dan Segala upaya ditujukan untuk merangsang potensi masyarakat, menumbuhkan karakter dan meningkatkan kualitas masyarakat (Ubaidillah, 2. Pengamalan sila kelima diterapkan oleh Puskesmas Jaten 1 dan Jaten 2 dengan mensosialisasikan setiap program pelayanan rekam medis ke semua masyarakat seperti program imunisasi dan vaksin. Selain itu antar petugas rekam medis melaksanakan hubungan kerja yang sesuai dengan kode etik Pengembangan Nilai kelima Pancasila sikap kekeluargaan Tindakan gotong royong. Dengan demikian, membentuk sikap adil sesama sesama, menjaga keseimbangan hak dan kewajiban serta menghargai hak orang lain (Nilawati. Haris, & Mustaring, 2. Gotong royong sudah diterapkan dalam Puskesmas yaitu antar petugas rekam medis saling bekerja sama untuk mengerjakan akreditasi puskesmas. Hambatan Implementasi Nilai-nilai Pancasila pada Petugas Rekam Medis di Puskesmas (Fatimah dkk. , 2. menyatakan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dapat dikatakan penuh dengan hambatan. Dia membedakan antara hambatan eksternal dan internal. Hambatan eksternal antara lain menyebutkan bahwa pesatnya proses globalisasi cenderung menggeser masyarakat Indonesia ke arah nilainilai dari luar, seperti nilai-nilai personal, materialistis, pragmatis yang berujung pada lunturnya kesadaran nasionalisme sedangkan nilai-nilai Pancasila tidak lagi menjadi pedoman untuk kehidupan sehari-hari. Hambatan internal dapat dilihat dari etos multikultural seringkali berdampak pada pengabaian nilai-nilai Pancasila seperti terlihat pada adanya etos kedaerahan eksklusif yang terkesan menganggu kesadaran bangsa (Hapsari Indria & Sukarya, 2. Sinta dan Hanifah | Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pelayanan Kesehatan. Di Puskesmas ditemukan beberapa hambatan khususnya hambatan internal dalam nilai-nilai Pancasila. Faktor hambatan internal sila ketiga pada saat diadakan apel setiap pagi masih ada beberapa petugas yang terlambat untuk mengikuti apel Pada sila keempat masih adanya petugas yang tidak mengikuti rapat evaluasi bulanan, petugas tidak memberikan pendapat. Selain pada rapat evaluasi bulanan, ada juga beberapa petugas yang tidak mengikuti rapat organisasi secara rutin. Walaupun terdapat beberapa hambatan tetapi juga ada faktor pendukung khususnya dari pihak puskesmas, kepala mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila pada petugas pelayanan Kesehatan. SIMPULAN Pertama, nilai-nilai Pancasila pada petugas rekam medis di Kabupaten Karanganyar telah terlaksanakan di semua Puskesmas khususnya puskesmas Jaten 1 dan puskesmas Jaten 2 sebagai perwujudan bentuk nasionalisme pada Negara Indonesia. Implementasi nilai-nilai Pancasila tercermin dalam lima sila, dimulai dari nilai KeTuhanan sampai nilai Keadilan yang dilaksanakan dalam pelayanan kesehatan petugas rekam medis. Sila pertama ditunjukan oleh kegiatan menyapa dan mengucapkan salam, sila kedua adanya sikap saling tolong menolong melalui kegiatan kemanusiaan seperti pemberian vaksin covid 19. Sila ketiga dengan mengikuti organisasi profesi perekam medis yaitu PORMIKI. Sila keempat ditunjukkan dengan memberikan pendapat pada saat rapat evaluasi yang diadakan setiap bulan di Puskesmas. Sila kelima melaksanakan hubungan kerja antar petugas rekam medis yang sesuai dengan kode etik profesi. Kedua, hambatan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila di Puskesmas terdapat hambatan internal seperti keterlambatan petugas dalam mengikuti apel pagi serta beberapa petugas yang tidak bisa mengikuti rapat evaluasi yang dilakukan setiap satu bulan sekali. Kepala Puskesmas memiliki peran penting dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila pada petugas rekam medis. Sehingga, kepala puskesmas dan jajarannya harus lebih dapat memberikan motivasi, dukungan, serta contoh pada petugas nilai-nilai Pancasila. DAFTAR PUSTAKA