JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. PENDAMPINGAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DARI LIMBAH BONGGOL PISANG KEPOK DENGAN BIOAKTIVATOR DEKOMPOSER BSM (Bowuli Subur Makmu. KEPADA PESERTA DIDIK PRAKERIN SMKN I KOTA KOMBA DI STIPER FLORES BAJAWA Monika Moi Meo Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa Alamat : Jl. Piere Tandean. Tanalodu. Bajawa. Kabupaten Ngada. Nusa Tenggara Timur monicamoimeo@gmail. Naskah diterima. Oktober 2024. disetujui November 2024. publikasi online Desember 2024 Abstrak Penggunaan pupuk kimia/anorganik yang berlebihan dan terus-menerus dapat menyebabkan menurunnya tingkat kesuburan tanah, terganggunya keanekaragaman hayati, meningkatnya serangan hama penyakit sehingga disarankan untuk kita kembali menggunakan pupuk organik yang bahannya bisa kita dapatkan dari lingkungan sekitar seperti limbah bonggol pisang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan pupuk organic cair dengan memanfaatkan limbah/sampah bonggol pisang yang oleh masyarakat Kabupaten Ngada tidak berguna dan dijadikan pupuk organik untuk menekan penggunaan pupuk kimia. Tahapan-tahapan pembuatan pupuk organic cair dari bonggol pisang adalah melakukan pemaparan sekaligus diskusi tentang pupuk organik cair, persiapan alat dan bahan dan prosedur pembuatan pupuk organik cair (POC). Hasil dari kegiatan ini adalah memberikan keterampilan khusus serta pengetahuan bagi siswa/I prakerin SMK N I Kota Komba yang terlibat langsung dalam pembuatan POC dari bonggol pisang. Kata kunci: Pupuk Organik. Pupuk Anorganik. Pupuk Organik Cair (POC). Bonggol Pisang Abstract Excessive and continuous use of chemical/inorganic fertilizers can cause a decrease in soil fertility levels, disruption of biodiversity, increased pest attacks, so it is recommended that we return to using organic fertilizers whose ingredients we can get from the surrounding environment, such as banana tuber waste. The aim of this activity is to find out how to make liquid organic fertilizer by utilizing banana tuber waste/garbage which the people of Ngada Regency find useless and use as organic fertilizer to reduce the use of chemical fertilizers. The stages of making liquid organic fertilizer from banana humps are providing a presentation and discussion about liquid organic fertilizer, preparation of tools and materials and procedures for making liquid organic fertilizer (POC). The result of this activity is to provide special skills and knowledge for vocational students of SMK N I Komba City who are directly involved in making POC from banana tubers. Keywords: Organic Fertilizer. Inorganic Fertilizer. Liquid Organic Fertilizer (POC). Banana Weevil PENDAHULUAN Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa adalah kampus pertanian yang ada di Kabupaten Ngada. Kecamatan Bajawa. Propinsi Nusa Tenggara Timur yang didirikan sejak tahun 2020 dibawah naungan Yayasan Persekolahan Umat Katolik Kabupaten Ngada. Kehadiran kampus pertanian ditengah masyarakat yang hampir 80% mayoritas penduduknya adalah petani merupakan suatu tantangan bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan kemampuan berbagai produk yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. Kemampuan perguruan tinggi dalam memenuhi tuntutan masyarakat menjadi dasar utama dari relevansi kegiatan pendidikan yang Jika kegiatan pendidikan tersebut dan terdapat bukti-bukti yang menunjukan akuntabilitas yang objektif maka masyarakat akan memberikan penilain yang positif atas kulitas perguruan tinggi. akan meningkat. Salah satu produk inovasi kampus Stiper Flores bajawa adalah pupuk organik cair (POC) Bowuli Subur Makmur (BSM) yang menjadi produk unggulan kampus. POC Bowuli Subur Makmur memiliki tiga jenis yakni decomposer. nutrisi dan ZPT & Hormon. ZPT &Hormon digunkan untuk tanaman karena memiliki hormon pertumbuhan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil Salah satu produk yang sangat dibutuhkan petani untuk meningkatkan hasil pertanian adalah pupuk. Pupuk sangat penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman karena mempunyai kemampuan menyuburkan tanaman dengan kandungan unsurr hara makro dan mikro yang dimilikinya. Pupuk dikelompokan menjadi dua yakni pupuk organic dan pupuk anorganik. Penggunaan pupuk anorganik/kimia yang terusmenerus menyebabkan ketidakseimbangan unsur hara dalam tanah bahkan dapat menimbulkan permasalahan social ekonomi, meningkatnya biaya produksi, menurunnya kualitas hasil pertanian dan kualitas lingkungan akibat polusi air,tanah dan udara. Penggunaan bahan kimia dalam dosis yang besar tidak hanya mengurangi kesuburan tanahtetapi juga dapat menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan meningkatkan serangan hama dan penyakit serta gulma. Dampak negative lain yang ditimbulkan oleh pertanian anorganik adalah tercemarnya produk pertanian dengan bahan-bahan kimia yang kemudian akan berdampak buruk bagi kesehatan. Berangkat dari permasalahan tersebut maka perlu adanya solusi untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk anorganik dengan kembali mennggunakan pupuk organik. Nutrisi mengandung mikroba tanah yang berfungsi sebagai unsur hara makro maupun mikro untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakuakan oleh Bay. menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair jenis Nutrisi BSM mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi varietas Inpari 30 dan Kusuma 06 terutama pada tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah daun. Gambar 1. Decomposer. Nutrisi dan ZPT&Hormon Bowuli Subur Makmur Dekomposer Bowuli Subur Makmur (BSM) adalah mikroorganisme lokal berupa cairan yang mengandung bakteri yang diisolasi dari rumen sapi dan dari mikroba tanah yakni Lactobacillus ,Pseudomonas sp. Azotobacter. Azospirillum, dan Mikoriza. Kegunaan dari decomposer BSM ini adalah untuk fermentasi dalam pembuatan pupuk, fermentasi pakan ternak, menghilangkan bau busuk pada limbah ternak, mengembalikan kegemburan tanah, menyuburkan ekosistem kolam ikan maupun tambak udang, dan sebagai Decomposer BSM mengandung unsur hara makro seperti N. P, dan K dan unsur hara Pupuk organik yang digunakan selama ini antara lain pupuk kandang, kompos, dan kompos cair yang dikatakan memiliki daya angkut yang baik untuk mengembalikan kesuburan tanah. Seperti yang dikatakan Sutanto . , hal ini disebabkan karena pupuk organik dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, kapasitas retensi air dan aktivasi mikroorganisme Dengan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah maka kesuburan tanah juga Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Cair (Po. dari Limbah Bonggol Pisang Kepok dengan Bioaktivator Dekomposer BSM (Bowuli Subur Makmu. Kepada Peserta Didik Prakerin SMKN I Kota Komba di STIPER Flores Bajawa (Monika Moi mikro serta mikroorganisme yang mampu menguraikan bahan organik, merangsang pertumbuhan dan berperan sebagai agen pengendalian hama. dasarnya limbah /sampah organik adalah bahan/ sampah yang bisa terurai oleh mikroorganisme/ jasad renik. Limbah organik yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Ngada salah satunya adalah bonggol pisang. Semua bagian tanaman pisang mulai dari daun,buah,jantung,dan batang pisang sering dimanfaatkan oleh masyarakat namun bonngol pisang itu sendiri biasanya tidak digunakan dan dibuang begitu saja menjadi limbah dan pada kesempatan ini pembuatan pupuk organic cair akan memanfaatkan limbah bonggol pisang dan juga ditambahkan dengan limbah air cucian beras. Bonggol pisang mengandung 43% kalori: 0,6% protein: 11,6% lemak: 15% arang terhidrasi: 60% Ca: 0,5% P: 0,01% Fe: 12% vitamin. 86% air, sedangkan bonggol pisang kering mengandung 245% kalori: 3,4% protein: 66,2% lemak: 60% arang terhidrasi: 150% Ca: 2% P: 0,04% Fe: 4% vitamin: dan 20% air. Berdasarkan komposisi kimia bonggol pisang dapat digunakan sebagai bahan pangan yang cukup baik karena mengandung banyak karbohidrat . ,2% untuk bonggol kerin. dan merupakan pengganti nasi dan gandum yang paling sederhana (Munajim. Menurut Sukasa . bonggol pisang mempunyai kandungan pati sebesar 45,4% dan kandungan protein sebesar 4,35%. Suhastyo pisang mengandung bakteri pengurai bahan Bakteri yang telah teridentifikasi pada MOL bonggol pisang antara lain Bacillus sp. Aeromonas sp. dan Aspergillus. Bakteri ini sering menguraikan bahan organik. Dari uraian latar belakang diatas maka rumusan masalahnya adalah bagaimana cara pembuatan pupuk organic cair (POC) dengan memanfaatkan limbah bonggol pisang ? Sedankan tujuan dari laporan ini adalah untuk mengetahui cara membuat pupuk organic cair (POC) dengan memanfaatkan limbah bonggol pisang. METODE Pengabdian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan cara memeberi edukasi kepada siswa/i prakerin tentang manfaat pupuk organik cair untuk tanaman dan lingkungan lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Adapun tahapan-tahapan dalam pembuatan pupuk organik cair yakni: melakukan pemaparan sekaligus diskusi tentang pupuk organik cair, persiapan alat dan bahan dan prosedur pembuatan pupuk organik cair (POC). Selain bonggol pisang, dalam pembuatan MOL juga bisa ditambahkan air cucian beras pada pembuatan MOL. Kandungan yang terdapat dalam air cucian beras ternyata cukup berperan dalam meningkatkan pertumbuhan Menurut hasil penelitian Wulandari al . , hasil analisis kandungan air cucian beras putih adalah N 0,015%. P 16,306%. K 0,02%. Ca /1944%. Mg 14,252%. S 0,027%. Fe 0,0427% dan B1 0,043%. Air cucian beras putih memiliki kandungan unsur hara nitrogen, fosfor, magnesium, dan sulfur yang lebih tinggi. Air limbah cucian beras diketahui mempunyai mikroba/bakteri Pseudomonas fluorescens yang banyak digunakan sebagai bahan baku POC (Pupuk Organik Cai. (Nurhasanah, 2. Tahap Pemaparan dan diskusi tentang POC (Pupuk Organik Cai. Pada tahap ini diberikan pemahaman dan diskusi tentang pentingnya POC dalam dunia pertanian yang ramah lingkungan kepada siswa/i prakerin SMKN I Kota Komba Manggarai Timur, dengan memanfaatkan limbah bonggol pisang. Bahan dalam pembuatan pupuk organik bisa kita dapatkan disekitar kita melalui bahanbahan yang tidak terpakai lagi atau yang disebut sampah/limbah. Sampah/limbah organik dapat kita dapatkan dari sisa sayuran dan buah, daundaun kering, kotoran hewan dan lain-lain. Pada Tahap Persiapan Alat dan Bahan Alat-alat yang dipakai dalam pembuatan POC adalah 1 buah ember dengan kapasitas 50 liter, timbangan, pisau, parang, gayung, blender/ Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. Dalam pembuatan POC dibutuhkan bahan-bahan decomposer Bowuli Subur Makmur, gula aren, limbah bonggol pisang, limbah air cucian beras serta air sumur. Aduk hingga homogen dan tutup rapat ember tersebut sampai 14 hari. Pada tahap fermentasi ini ember harus ditutup rapat karena fermentasi dilakukan secara anaerob. Setiap 3 hari ember dibuka tutupannya untuk mengeluarkan gas. Gambar 2. Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Tahap Pembuatan POC Gambar 4. Proses Fermentasi POC Tahap pembuatan bahan baku Tahap Pengambilan POC Bonggol pisang sebanyak 5 kg dipotongpotong lalu ditumbuk sampai halus menggunakan Untuk limbah air cucian beras sudah ditampung selama 1 minggu sebanyak 15 liter. Setelah 14 hari, jika pupuk ini sudah berbau tape maka pupuk organik cair ini sudah bisa POC bonggol pisang dipanen dengan cara disaring agar terpisah dari ampasnya. Ampasnya ini bisa kita jadikan sebagai pupuk padat untuk tanaman. Pupuk organik cair larutannya kuning kecoklatan. Gambar 3. Proses Tahap Menghaluskan Bonggol Pisang Tahap pembuatan molases Molases merupakan larutan gula yang digunakan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme yang terdapat dalam decomposer BSM. Gula yang dipakai dalam pembuatan POC dari bonggol pisang adalah gula aren sebanyak 500 gram yang diserut dan dilarutkan dalam air. Gambar 5. Warna POC Hasil Fermentasi Tahap Pemakaian POC Tahap fermentasi Cara pemakaian POC bonggol pisang ini adalah 1:15, artinya 1 liter POC bonggol pisang dicampur dengan 16 liter air lalu disiramkan disekitar tanaman dua kali dalam seminggu. Penggunaan POC tidak memiliki efek samping, karena menggunakan bahan alami yang memang diperlukan oleh tumbuhan dan tidak Pada tahap ini bonggol pisang yang sudah dihaluskan,dimasukan kedalam ember berkapasitas 50 liter dan ditambahkan dengan larutan gula aren serta 1 L larutan decomposer BSM. Tambahkan pula 15 liter air cucian beras. Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Cair (Po. dari Limbah Bonggol Pisang Kepok dengan Bioaktivator Dekomposer BSM (Bowuli Subur Makmu. Kepada Peserta Didik Prakerin SMKN I Kota Komba di STIPER Flores Bajawa (Monika Moi merusak struktur maupun fisik tanah. Namun jika menggunakan pupuk organik cair, yang perlu di perhatikan yaitu dosis dan proses fermentasinya sempurna atau tidak. Karena jika takarannya berlebihan atau pupuk cairnya belum terfermentasi secara sempurna maka dapat meningkatkan pH tanah sehingga tanah menjadi lebih asam, dan dapat mengakibatkan tumbuhan menjadi layu akhirnya akan mati. metabolit yang dihasilkan pada fase ini berupa metabolit primer yang digunakan dalam proses metabolism (Faradila et al. , 2022. Fahlevi et al. Warna pada POC yang dibuat dengan menggunakan biaktivator EM4 sudah memenuhi standar keberhasilan POC, karena menurut Tanti et al. , . , ciri-ciri POC yang berhasil yaitu memiliki warna kuning kecoklatan. Menurut Hidayati et al, 2020 mengatakan bahwa warna POC yang dihasilkan setelah fermentasi dapat dipengaruhi oleh bahan baku pembuatannya dan perubahan warna pada POC dapat disebabkan oleh terdekomposisinya bahan pupuk oleh mikroorganisme yang berasal dari bioaktivator,sehingga warna pupuk dapat menjadi cokelat bahkan sampai coklat kehitaman ( Palupi dan Asngad, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan memanfaatkan limbah bonggol pisang yang ditambahkan dengan limbah air cucian beras dilakukan di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa selama 15 hari yang dimulai dari tahap persiapan hingga selesaai. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2024 di ruangan khusus pembuatan pupuk organik cair dan diawalai dengan pemberian pemahaman kepada siswa/i prakerin SMKN I Kota Komba. Manggarai Timur tentang pemanfaatan limbah bonggol pisang dan limbah air cucian beras dalam pembuatan pupuk organik cair serta pentingnya pupuk organik cair dalam dunia pertanian. Terdapat bercak - bercak putih pada permukaan larutan POC pada pengamatan di hari ke-3, hari ke-6, hari ke-9 dan hari ke-12 serta hari ke-14 hal ini berarti proses fermentasi berhasil karena bercak-bercak putih merupakan sebuah tanda bahwa terjadi aktivitas mikroorganisme pengurai limbah organik, misalnya dari jenis Actinomycetes yang berhasil hidup pada permukaan POC (Warjoto,2. Tabel 1. Pengamatan POC dari Limbah Bonggol Pisang dan Limbah Air Cucian Bearas selama 14 hari fermentasi. Waktu Hasil pembuatan POC ini memiliki aroma/ bau yang dihasilkan seperti aroma tape sehingga dapat dinyatakan berhasil karena telah memenuhi standar keberhasilan POC yakni bau tape atau asam, karena menurut Astuti et al. , . dan Nopriyanti et al. , . POC yang berhasil umumnya beraroma berhasil dilakakukan dan dapat diaplikasikan pada tanaman agar menambah unsur hara pada tanaman tersebut sehingga menunjang pertumbuhan dan Tampak Permukaan Warna Bau Hari ke-3 Kuning Bau tape Terdapat bercak Hari ke-6 Kuning Bau tape Terdapat bercak Hari ke-9 Kuning Bau tape Terdapat bercak Hari ke-12 Kuning Bau tape Terdapat bercak Hari ke-14 Kuning Bau tape Terdapat bercak Dari tabel diatas menunjukan lama waktu fermentasi adalah 14 dikarenakan pada waktu 7 hari Ae 14 hari mikroorganisme sedang berada pada fase eksponensial. Fase eksponensial atau fase logaritmik yaitu fase mikroorganisme saat mengalami peningkatan dalam pembelahan sel dan kebanyakan mikroorganisme melakukan akivitasnya pada fase ini, kemudian produk atau Dalam kegiatan prakerin ini siswa/i SMK N I Kota Komba sangat antusias dan tertarik dengan pembuatan pupuk organik sebagai pengganti pupuk anorganik/kimia yang memanfaatkan limbah rumah tangga. Pupuk organik tidak perlu mahal tapi hal-hal yang kita anggap limbah/ sampah ternyata dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk yang murah dan mudah didapatkan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. DAFTAR PUSTAKA