140 Rifalni Saeful Pratiwi, et. P-ISSN : 2502-8383 E-ISSN : 2808-3954 Vol. 10 No. 2, 2025 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ APPLICATION OF PROBLEM-BASED LEARNING INTEGRATED WITH TEACHING AT THE RIGHT LEVEL TO IMPROVE IPAS LEARNING OUTCOMES Rifalni Saeful Pratiwi 1. Nivelia Triyani 2. Mega Lestari Br Sinuraya3. Nur Azizah Afwanda4. Herliani Izhar5. Fitri Siti Sundari6. Siti Nurjanah7 Universitas Pakuan Email: rsaefulpratiwi@gmail. com1, niveliatriyani27@gmail. com2, lesmega52@gmail. azizahafwanda@gmail. com4, herlianiizhar73@gmail. com5, fitri. sundari@unpak. sitinurjanah748@gmail. 1,2,3,4,5,6,7 Article Info Corresponding Author: Rifalni Saeful Pratiwi rsaefulpratiwi@gmail. Keywords: Problem Based Learning. Teaching at The Right Level. Classroom Action Research. Natutral and Social Sciences Kata kunci: Problem Based Learning. Teaching at The Right Level. Penelitian Tindakan Kelas. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Naskah. Diterima : 09 /06 /2025 Direvisi : 08 /08/ 2025 Disetujui : 28/09/ 2025 Abstract The study purposes to improve students' learning results in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS) by applying the Problem Based Learning (PBL) model integrated with the Teaching at The Right Level (TaRL) approach. The background of this study is the low learning outcomes in IPAS at SDN Bondongan due to teacher-centered learning that does not consider the different learning abilities of students. This investigation is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, involving 27 fifth-grade students in the even semester of the 2024/2025 academic year. Tests of learning outcomes and observations of students' educational activities were used to gather data. The average scores and the proportion of students who learned everything they needed to from cycle I to cycle II both significantly improved, according to the results. The classical completeness rose 33% to 88. 89%, while the average score rose from 50 to 80. In addition, the active participation and engagement of students in learning have also increased. This finding shows that the application of the PBL model combined with the TaRL approach is effective in improving IPAS learning results . Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di SDN Bondongan yang disebabkan oleh pembelajaran yang berpusat pada guru dan kurang memperhatikan perbedaan kemampuan belajar siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, melibatkan 27 siswa kelas V pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Tes hasil belajar dan observasi aktivitas belajar siswa digunakan untuk mengumpulkan data. Nilai rata-rata dan proporsi siswa yang menguasai semua materi dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan yang signifikan. Ketuntasan klasikal meningkat dari 33,33% menjadi 88,89%, sedangkan nilai rata-rata meningkat dari 50 menjadi 80. Selain itu, partisipasi aktif dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga meningkat. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL yang dipadukan dengan pendekatan TaRL efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Rifalni Saeful Pratiwi, et. PENDAHULUAN Pendidikan tidak semata-mata berfungsi sebagai sarana untuk mengajarkan kemampuan mendasar antara lain membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses yang memiliki tujuan dalam rangka pengembangan potensi siswa dengan cara optimal, mencakup dimensi intelektual, sosial, dan personal (Ilham, 2. Titik awal dari perkembangan anak untuk mengembangkan kecakapan berpikir kritis dan kreatif adalah pada saat di bangku sekolah dasar (Mufida et al. , 2. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi salah satu mata pelajaran yang berfungsi membangun kecakapan tersebut (Widya et al. , 2. yang mengintegrasikan aspek keilmuan dan lingkungan sosial secara kontekstual. Namun, dalam praktiknya, hasil belajar IPAS siswa di beragam sekolah masih termasuk rendah (Dewi Astiti et al. , 2. Hal ini dapat dikarenakan oleh pendekatan pembelajaran yang belum sepenuhnya menyesuaikan dengan kebutuhan belajar dan tingkat perkembangan kognitif siswa, terlebih lagi mata pelajaran IPAS tergolong mata pelajaran yang kompleks. Pembelajaran IPAS di tingkat SD idealnya disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif Pada usia ini, anak berada dalam tahap operasional konkret dan mulai menuju operasional Berdasarkan teori perkembangan Piaget (N. Mardani et al. , 2. Ia menyatakan bahwa pembelajaran akan lebih efektif jika disesuaikan dengan kemampuan berpikir anak pada tahap tersebut, karena belajar tidak dapat dipisahkan dari tindakan. Perkembangan intelektual serta emosional siswa sangatlah dipengaruhi oleh keterlibatan aktif mereka, baik secara fisik maupun mental, dengan lingkungan sekitar (Puspita Sari & Mulyadi, 2. Merujuk pada hasil observasi di kelas V SDN Bondongan pada mata pelajaran IPAS, ditemukan bahwasanya proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah yang sifatnya satu arah serta pusatnya ada pada guru. Minimnya penggunaan media pembelajaran serta kurangnya variasi metode menyebabkan partisipasi siswa rendah. Situasi ini membuat siswa cenderung pasif, mudah merasa jenuh, dan kesulitan mempertahankan konsentrasi selama pembelajaran Akibatnya, pencapaian hasil belajar siswa menjadi kurang optimal. Problem Based Learning (PBL) ialah satu dari beberapa model pembelajaran yang memberikan dorongan pada siswa untuk aktif memecahkan masalah nyata, bekerja sama dalam kelompok, dan berpikir kritis dalam proses pencarian solusi (N. Mardani et al. , 2. PBL diyakini dapat meningkatkan pemahaman konsep secara mendalam serta menanamkan rasa ingin tahu siswa. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Rifalni Saeful Pratiwi, et. Namun demikian, efektivitas PBL akan lebih optimal apabila dikombinasikan dengan pendekatan yang mampu mengidentifikasi tingkat kemampuan siswa secara tepat. Pokok utama dari penerapan PBL adalah menyajikan masalah kepada siswa sebelum mempelajari teori atau konsep, siswa perlu menyadari bahwa informasi baru yang relevan dengan masalah harus dipelajari terlebih dahulu untuk diselesaikan (Putri Riyatul Mawaddah et al. , 2. Teaching at The Right Level (TaRL) ialah pendekatan pembelajaran yang memusatkan pada kapasitas aktual siswa, bukan sekadar berdasarkan jenjang kelas. Pendekatan ini menekankan pentingnya diagnosis awal untuk menentukan tingkat pemahaman siswa dan kemudian mengelompokkan mereka agar pembelajaran lebih terarah dan berdasarkan kebutuhan masingmasing. Integrasi antara PBL dan TaRL dipandang sebagai strategi yang saling melengkapi, di mana siswa tidak hanya dilibatkan dalam pemecahan masalah nyata, tetapi juga difasilitasi sesuai dengan tingkat kesiapan belajarnya. Dengan menyelaraskan pengajaran sesuai berdasarkan level wawasan siswa, bukan hanya berdasar kelas atau usia, pendekatan TaRL membantu dalam kesenjangan pembelajaran (Hanafi & Laela, 2. Siswa dapat maju lebih cepat dan lebih percaya diri dalam pembelajaran jika konten disajikan sesuai dengan tingkat pemahaman mereka (Resti Ardianti et al. , 2. Dalam hal membantu siswa yang tertinggal untuk mengejar ketertinggalan dan memperoleh keterampilan dasar yang diperlukan, pendekatan TaRL bekerja dengan sangat baik, maka dari itu model PBL dapat diintegrasikan ke dalam proses belajar mengajar di kelas. Untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan konteks pembelajaran, siswa yang menggunakan model pembelajaran PBL harus menggunakan pemikiran kritis. (Misnahwati et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini memiliki tujuan dalam rangka menelaah praktik model pembelajaran PBL yang dipadukan dengan pendekatan TaRL dalam rangka menaikkan tingkat hasil belajar IPAS pada siswa sekolah dasar. Strategi ini diharapkan mampu mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta mendorong peningkatan capaian akademik secara signifikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini diadakan di SDN Bondongan semester 2 tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret Ae Mei 2025. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V semester 2 tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 27 siswa. Objek penelitian ini yakni hasil pembelajaran siswa kelas V SDN Bondongan semester 2 tahun pelajaran 2024/2025 dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Rifalni Saeful Pratiwi, et. Penelitian ini mengadopsi pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merujuk pada model siklus dari Kemmis dan Taggart. Pemilihan metode ini didasarkan pada kemampuannya dalam mendorong peningkatan berkesinambungan dalam praktik pembelajaran, dengan menitikberatkan pada permasalahan riil yang muncul di ruang kelas (Hariatin, 2. Pelaksanaan penelitian berlangsung dalam dua siklus yang kesemuanya terdiri dari empat komponen utama, yakni: merencanakan, melaksanakan tindakan, mengobservasi, dan merefleksikan. Apabila capaian yang diharapkan belum terpenuhi pada siklus pertama, maka siklus selanjutnya dirancang dengan perbaikan berdasarkan temuan refleksi sebelumnya (Satriani & Qalbi Rusdin, 2. Struktur Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diterapkan dalam penelitian ini mengacu secara langsung pada kerangka kerja Kemmis dan Taggart. Setiap siklus mencakup empat fase penting: . Perencanaan: Penyusunan strategi tindakan yang melibatkan perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis pendekatan TaRL. Tahap ini mencakup pemetaan siswa berdasarkan tingkat penguasaan konsep matematika, yang diidentifikasi melalui hasil tes diagnostik . Pelaksanaan Tindakan: Proses pembelajaran dijalankan sesuai dengan rencana, di mana pendekatan TaRL diimplementasikan melalui diferensiasi instruksi berdasarkan kelompok kemampuan siswa. Observasi dan Evaluasi: Observasi difokuskan pada keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran, sementara evaluasi dilakukan melalui pengukuran hasil belajar di akhir siklus. Refleksi: Peneliti melakukan analisis kritis terhadap proses dan hasil tindakan untuk menentukan keberhasilan intervensi. Apabila indikator keberhasilan belum tercapai, maka dilakukan revisi perencanaan guna dilanjutkan pada siklus berikutnya (Hannania & Desi, 2. Adapun tahapan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model Kemmis dan MC Tagart Sumber: (Muh Ali et al. , 2. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Rifalni Saeful Pratiwi, et. Penelitian ini mengambil subjek siswa kelas V-C di SDN Bondongan, yang terdiri atas 27 Pemilihan kelas ini dipertimbangkan secara strategis karena keberagaman kemampuan akademik para siswa, sehingga sesuai dengan implementasi pendekatan TaRL. Penelitian dijalankan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 dengan sasaran memaksimalkan capaian belajar siswa dalam mata pelajaran IPAS. Instrumen utama yang digunakan berupa tes pilihan ganda untuk mengevaluasi hasil belajar, yang diberikan di akhir setiap siklus. Ambang batas keberhasilan pembelajaran ditetapkan pada skor 70 sebagai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Di samping itu, lembar observasi dipergunakan guna mendokumentasikan tingkat kesertaan siswa pada saat kegiatan proses belajar berlangsung. Pengamatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kedalaman wawasan siswa pada elemen yang dipelajari. Pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik utama, yakni tes hasil belajar serta observasi Tes diberikan pada akhir setiap siklus untuk menilai peningkatan pemahaman konseptual siswa terhadap materi IPAS. Bentuk tes berupa soal pilihan ganda dengan rentang nilai 0 sampai 100, dan skor 70 dijadikan sebagai standar ketuntasan. Selain itu, observasi dilaksanakan untuk mencermati partisipasi aktif siswa dalam aktivitas pembelajaran , baik secara individual ataupun kelompok, serta kemampuan mereka dalam memahami dan mengaplikasikan konsepkonsep IPAS. Data pencapaian pembelajaran siswa dilakukan analisis melalui cara mengitung ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal dengan rumus di bawah ini: Ketuntasan Individual yayceycycycuycycaycycaycu ycnycuyccycnycyccycycayco = ycycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa ycu 100 ycycoycuyc ycycuycycayco Capaian hasil belajar siswa selanjutnya dianalisis dengan merujuk pada KKM yang sudah ditentukan oleh SDN Bondongan untuk mata pelajaran IPAS, yakni sebesar 70. Tabel di bawah ini menyajikan klasifikasi tingkat ketuntasan hasil belajar individu yang dijadikan acuan dalam proses analisis data Tabel 1. Kriteria Ketuntasan Minimal Nilai Tes Ketuntasan Ou70 Tuntas <70 Belum Tuntas Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Rifalni Saeful Pratiwi, et. Ketuntasan Belajar Klasikal Dalam konteks klasikal, ketuntasan belajar dinilai berhasil jika sedikitnya 80% dari total siswa mencapai nilai minimal ataupun rata-rata kelas yang telah ditetapkan. Dalam rangka mengukur tingkat ketuntasan klasikal tersebut, dipergunakan formula berikut ini: yayceycycycuycycaycycaycu ycoycoycaycycnycoycayco = ycycycoycoycaEa ycycnycycyca ycycaycuyci ycycycuycycayc ycu 100% ycNycuycycayco ycycnycycyca Penilaian ketuntasan secara klasikal dilaksanakan melalui pembandingan hasil pencapaian siswa pada kriteria yang telah ditetapkan. Jika persentase siswa yang memenuhi ketuntasan belajar mencapai 80% atau lebih, maka pembelajaran tersebut dinyatakan tuntas secara klasikal. Sebaliknya, apabila persentase ketuntasan belajar berada di bawah angka 80%, maka pembelajaran secara klasikal dinilai belum mencapai ketuntasan (Wardani et al. , 2. Untuk memudahkan proses analisis data observasi selama kegiatan pembelajaran, pendekatan kuantitatif diterapkan. Analisis pembelajaran dengan cara kuantitatif ini menggunakan rumus tertentu sebagaimana dijelaskan oleh (Nursyam, 2. ycEycyceycyceycuycycaycyce ycaycoycycnycycnycycayc ycayceycoycaycycayc ycycnycycyca = ycycycoycoycaEa ycycoycuyc ycnycuyccycnycoycaycycuyc ycu 100% yaycycoycoycaEa ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Sebelum pembelajaran dengan mata pelajaran IPAS dimulai, peneliti melaksanakan asesmen diagnostik terlebih dahulu dalam rangka mengidentifikasi pemahaman awal siswa pada materi serta untuk menentukan pembagian kelompok berdasarkan tingkat pemahaman belajar siswa. Asesmen diagnostik yang diberikan berbentuk tes tertulis dengan jumlah 5 soal yang berisi pertanyaan mengenai organ sistem pencernaan manusia dan jenis-jenis nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dalam makanan. Pertanyaan dari soal asesmen diagnostik tersebut menjadi acuan pengetahuan awal yang patut dipahami secara mendalam atas siswa itu sendiri sebelum mendalami materi IPAS. Asesmen diagnostik yang telah dilaksanakan oleh siswa, menunjukkan hasil yang bervariasi dalam tingkat pemahaman belajar siswa. Siswa kemudian dibagi menjadi 3 kategori kelompok belajar sesuai dengan implementasi pendekatan TaRL, yaitu terdiri dari tingkat kemampuan belajar Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Rifalni Saeful Pratiwi, et. low, middle, dan high. Selanjutnya pembelajaran IPAS dilaksanakan dengan mempergunakan model PBL yang disesuaikan dengan pendekatan TaRL berdasarkan kemampuan belajar masing-masing kategori kelompok agar seluruh siswa mendapatkan pemahaman belajar yang sama. Pelaksanaan pembelajaran materi IPAS dengan model PBL yang terintegrasi dengan pendekatan TaRL dilaksanakan dengan dua siklus, menunjukkan hasil belajar siswa yang cukup Hasil analisis tersebut didapatkan melalui tes evaluasi setiap siklus. Siswa yang pada awalnya berada di kategori low menunjukkan perubahan yang lebih baik dari hasil belajarnya jika dibandingkan pada hasil tes tertulis di asesmen diagnostik awal. Adapun analisis data hasil belajar siswa dapat dipaparkan pada table berikut: Tabel 2 Hasil Belajar Siswa Siklus RataRata Nilai Siswa yang Mencapai Ketuntasan Pra Siklus Siklus I Siklus II Siswa yang Belum Mencapai Ketuntasan Presentase Ketuntasan 33,33% 59,26% 88,89% Merujuk pada penelitian yang sudah dilaksanakan terhadap materi IPAS kelas V di SDN Bondongan Kota Bogor dengan mempergunakan model PBL yang terintegrasi pendekatan TaRL, teridentifikasi bahwa adanya kemajuan hasil pembelajaran siswa yang jelas terlihat dari pra-siklus hingga siklus II. Adapun presentase ketuntasan pada siklus I sebesar 59,26% dengan jumlah siswa yang sudah mencapai ketuntasan nilai sejumlah 16 siswa. Selain itu, pada siklus II meningkat secara cukup dengan presentase ketuntasan mencapai 88,89% dengan jumlah pesert didik yang mencapai nilai ketuntasan sejumlah 24 siswa dari total jumlah siswa secara keseluruhan. Dari penelitian hasil belajar siswa di atas dengan mempergunakan model PBL dan pendekatan TaRL pada materi IPAS kelas V di SDN Bondongan kota Bogor, menunjukkan kesesuaian dengan penelitian dari Putri et al. bahwa, dengan mengintegrasikan pendekatan TaRL pada model PBL sangat tepat guna dalam menaikkan tingkat hasil belajar siswa karena dapat mempermudah siswa dalam memaknai materi yang sangat luas. Selain itu, disebutkan pula pada penelitian Lucky Taufik Sutrisno et al. , . bahwa pendekatan TaRL membuat siswa lebih percaya diri dalam belajar sebab disesuaikan dengan tingkat pemahaman belajarnya. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Rifalni Saeful Pratiwi, et. Dengan dilaksanakannya pembelajaran dengan menggunakan model PBL yang terintegrasi dengan pendekatan TaRL dalam pelajaran IPAS untuk kelas V SD, menahkilkan bahwa peserta didik mumpuni dalam belajarnya. Penelitian ini juga memiliki kesesuaian dengan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh (Listyaningsih et al. , 2. pada mata pelajaran lainnya di kelas Rencana pembelajaran seperti ini juga memiliki keselarasan dengan (Safira et al. , 2. yang berpendapat bahwa metode pembelajaran yang dipilih oleh guru mendorong siswa untuk lebih termotivasi lagi dalam mengupayakan hasil belajar yang lebih maksimal. Selama penelitian, peneliti juga mengambil data berdasarkan observasi selama pembelajaran berlangsung dari pra-siklus hingga siklus II untuk membandingkan hasil belajar klasikal yang diperoleh siswa berdasarkan kriteria tertentu. Adapun hasil penilaian observasi pada kegiatan pembelajaran IPAS dengan mempergunakan model PBL yang terintegrasi pendekatan TaRL pada materi IPAS kelas V yang dilaksanakan di SDN Bondongan Kota Bogor, sebagai berikut: Tabel 3 Hasil Observasi Kegiatan Pembelajaran Indikator Terlibat aktif dalam Terlibat aktif dalam Mampu meyelesaikan tugas dengan tepat waktu Mampu LKPD Mempresentasikan LKPD dengan percaya diri Hasil Rata-Rata Siklus Siklus 87,5% Presentase Peningkatan 37,5% 87,5% 37,5% 62,5% 87,5% 87,5% 37,5% 57,5% 32,5% Dari hasil kegiatan pembelajaran pada materi IPAS kelas V di SDN Bondongan Kota Bogor dengan menerapkan model PBL dan pendekatan TaRL, didapatkan bahwasanya terjadi peningkatan pada aktivitas hasil belajar klasikal siswa dari siklus I yang semula memiliki rata-rata 57,5% menjadi 90% pada siklus II. Hal ini memberi bukti bahwa dengan menerapkan model PBL Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Rifalni Saeful Pratiwi, et. yang terintegrasikan dengan pendekatan TaRL dapat memberikan hasil belajar yang relatif meningkat dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS yang mana materinya cukup kompleks. Menurut hasil observasi aktivitas belajar pada siklus I, mengindikasikan bahwasanya masih belum tercapainya hasil belajar klasikal siswa secara maskimal. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya beberapa siswa yang kurang menunjukan partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas, terutama dalam berdiskusi kelompok. Rendahnya keaktifan siswa dalam kelompok menyiratkan bahwa tingkat pemahaman siswa dalam kelompok berbeda-beda , maka terkait dengan hal ini pendekatan TaRL sangat efektif dalam proses belajar yang melibatkan tingkat pemahaman siswa secara homogen agar siswa dengan kategori low dan middle dapat memiliki pemahaman materi yang baik berdasarkan kemampuan belajarnya (Misnahwati et al. , 2. Setelah dilaksanakannya siklus II dengan ditambah modifikasi pembelajaran yang mendukung partisipasi aktif siswa pada model PBL, memberikan hasil belajar klasikal yang meningkat dan sudah lebih baik dari siklus sebelumnya yaitu sebesar 32,5% dengan rata-rata 90%. Dari hasil peningkatan tersebut memberi tanda bahwa penelitian tindakan kelas ini mencapai keberhasilan yang baik. Hal tersebut seperti yang dinyatakan oleh (Azhari & Yuliana, 2. pada studinya bahwa jika presentase siswa mencapai ketuntasan sebesar 80% maka hasil belajar siswa dalam konteks klasikal sudah Begitupun sebaliknya, apabila presentase ketuntasan belajar siswa di bawah 80% maka siswa dianggap belum tuntas dalam materi tersebut Berdasarkan hasil dari data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa juga membuat siswa lebih percaya diri dalam belajar (Puspita Sari & Mulyadi, 2. Dalam hal ini motivasi dalam diri siswa yang menciptakan tumbuhnya rasa percaya diri dan sikap optimis dalam belajar sehingga hasil belajar siswa meningkat, apalagi didukung dengan pembelajaran yang menarik minat belajar siswa (Nursyam, 2. Penelitian tindakan kelas yang diadakan oleh peneliti dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada materi IPAS dengan mempergunakan model Problem Based Learning yang terintegrasi pendekatan TaRL menunjukkan temuan hasil belajar siswa yang meningkat secara signifikan. Temuan penelitian ini linear dengan studi yang kembangkan oleh (Ayuningrum & Abdullah, 2. bahwasanya pendekatan TaRL dalam pembelajaran dapat mendukung siswa dalam memahami materi berdasarkan tingkat kemampuan belajar siswa, dengan demikian siswa yang kurang memahami pelajaran dapat mengejar ketertinggalan tersebut dengan cara memberikan scaffolding berdasarkan tingkat kemampuan belajar siswa. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Rifalni Saeful Pratiwi, et. SIMPULAN Implementasi model Problem Based Learning (PBL) yang terintegrasikan dengan pendekatan Teaching at The Right Level terbukti efektif pada proses peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V di SDN Bondongan. Peningkatan diindikasikan oleh perolehan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan yang meningkat dengan signifikan dari pra-siklus hingga siklus II. Strategi ini tidak hanya mampu menaikkan tingkat pemahaman materi, tetapi juga mendorong keaktifan siswa pada proses Proses belajar mengajar yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan aktual siswa melalui pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) mampu membantu siswa dengan kemampuan rendah untuk mengejar ketertinggalan secara optimal. Maka dari itu, integrasi PBL dan TaRL dapat dimanfaatkan sebagai solusi efektif pada proses peningkatan hasil belajar, terutama terhadap mata pelajaran IPAS yang bersifat kompleks dan menantang bagi siswa DAFTAR RUJUKAN Azhari. , & Yuliana. Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL). PTK: Jurnal Tindakan Kelas, 5. https://doi. org/10. 53624/ptk. Dewi Astiti. Putu. Mahadewi. Suarjana. , & Kunci. Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar IPA. Jurnal Mimbar Ilmu, 26. , 193Ae203. https://ejournal. id/index. php/MI Hanafi. , & Laela. Implementasi Pendekatan Teaching at Right Level (TaRL) untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif pada Materi Penjumlahan & Pengurangan Bilangan Cacah di Sekolah Dasar. In All rights reserved (Vol. Issue . http://ejournal. edu/index. php/pedadidaktika/index Hannania. , & Desi. Pembelajaran Melalui Pendekatan TaRL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas XI. Hariatin. Kemampuan Menulis Siswa melalui Metode Berbasis Kompetensi: Penelitian Tindakan Kelas di SDN Baujeng 1. PTK: Jurnal Tindakan Kelas, 3. , 1Ae9. https://doi. org/10. 53624/ptk. Ilham. Menggagas Pendidikan Nilai dalam Sistem Pendidikan Nasional. https://jurnaldidaktika. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Rifalni Saeful Pratiwi, et. Listyaningsih. Nugraheni. , & Yuliasih. Peningkatan Hasil Belajar Melalui Pendekatan TaRL Model PBL Dalam Matematika Kelas V SDN Bendan Ngisor. Jurnal Ilmiah Multidisipline, 1. https://doi. org/10. 5281/zenodo. Lucky Taufik Sutrisno. Tatang Muhtar, & Yusuf Tri Herlambang. Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi Sebagai Sebuah Pendekatan Untuk Kemerdekaan. Misnahwati. Rahman. , & Nurul Suci. Penerapan Pendekatan TARL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas V Sekolah Dasar. In Pinisi Journal PGSD (Vol. Mufida. Mukmin. , & Putra. Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik. PTK: Jurnal Tindakan Kelas, 5. , 526Ae537. https://doi. org/10. 53624/ptk. Muh Ali. Satriawati. , & Nur. Meningkatkan Hasil Belajar IPA Menggunakan Metode Eksperimen Kelas VI Sekolah Dasar. PTK: Jurnal Tindakan Kelas, 3. , 114Ae121. https://doi. org/10. 53624/ptk. Mardani. Atmadja, & I. Suastika. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPS. Jurnal Pendidikan IPS Indonesia, 5. , 55Ae65. https://doi. org/10. 23887/pips. Nursyam. Peningkatan Minat Belajar Siswa Melalui Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi. https://doi. org/doi. org/10. 30863/EKSPOSE. V18I1. Puspita Sari. , & Mulyadi. Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini (Vol. Issue . Putri Riyatul Mawaddah. Vicky Dwi Wicaksoni. Zulfa Imudadiyah Firnanda. Mukaromah, & Sumarsono. Implementation Of Teaching At The Right Level Based PBL To Improve StudentsAo Cognitive Learning Outcomes In Ecosystem Material For Class 5 SDN Kalisari 02 Surabaya. In JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Vol. Issue . http://journal. al-matani. com/index. php/jkip/index Resti Ardianti. Eko Sujarwanto, & Endang Surahman. Problem Based Learning: Apa dan Bagaimana. http://jurnal. id/index. php/Diffraction Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Rifalni Saeful Pratiwi, et. Safira. Sunaryo. , & Pardiman. Pengaruh Metode Pembelajaran dan Motivasi Terhadap Kedisiplinan dan Prestasi Belajar. JURNAL EKONOMI PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN, 9. , 169Ae188. https://doi. org/10. 26740/jepk. Satriani. , & Qalbi Rusdin. Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika. 2, 85Ae90. Wardani. Sulianto. , & Wardana. Pengaruh Aktivitas Pada Pembelajaran Pendekatan Open Ended dengan Media Puzzle Terhadap Pemahaman Konsep Pecahan Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar. Volume 09 Nomor 2. Widya. Marwa. Usman. , & Qodriani. Persepsi Guru Sekolah Dasar Terhadap Mata Pelajaran IPAS Pada Kurikulum Merdeka. https://ejournal. edu/index. php/MetodikDidaktik/index Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025