Copyright A 2022 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. 2, 2022 Sanitasi dan Bakti Sosial Dalam Pencegahan Bencana Banjir di Kawasan Pesisir Aliran Sungai Rawan Banjir Abdul Zahir 1*. Jusrianto 2. Haspidawati Nur 3. Daniel Parubang 4 1 Ae 4 Universitas Cokroaminoto Palopo *1 abdulzahir86@uncp. Abstrak Sanitasi dan bakti sosial ini dilaksanakan untuk meminimalisir bencana yang akan terjadi dengan mengoptimalkan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan aliran sungai, yaitu dengan tidak membuang sampah Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan metode observasi dan diskusi mengenai edukasi bencana. Kegiatan sanitasi dan bakti sosial ini diadakan di desa Buntu Nanna berupa edukasi sanitasi dengan memberikan pengarahan pada masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan taraf kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan pesisir aliran sungai agar meminimalisir dampak banjir. Aksi sosial yang diadakan yaitu pemungutan sampah yang berserakan di sungai dengan berjalan menyisiri aliran sungai di dusun Iri untuk selanjutnya dikumpulkan pada tempat yang sudah disiapkan. Kata Kunci: sanitasi, bakti sosial, kawasan pesisir, bencana banjir Pendahuluan Indonesia terletak di wilayah rawan terhadap berbagai kejadian bahaya alam, yaitu bencana geologi seperti gempa, gunung api, longsor, tsunami dan hidro meteorologi seperti banjir, kekeringan, pasang surut, gelombang besar dan (Hamdan, 2. Dalam Undang-undang Nomor 24 Nomor 24 Tentang Penanggulangan Bencana bahwa bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa berpotensi mengganggu dan mengancam kehidupan masyrakat orang banyak yang diakibatkan oleh faktor alam serta faktor non alam dan sehingga menyebabkan munculnya korban jiwa, lingkungan rusak, dampak psikologis, kerugian dan kerusakan harta bendaBanjir adalah peristiwa bencana alam yang terjadi jika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir merupakan suatu masalah yang sampai sekarang ini masih perlu adanya penanganan dan perhatian khusus dari pemerintah maupun masyarakat. Banjir akan menimbulkan dampak yang merugikan di berbagai kehidupan masyarakat. (Rahma, 2. Bencana merupakan sebuah fenomena kehidupan manusia yang tidak dapat diketahui secara pasti kapan terjadinya. Manusia hanya mampu mengenali gejalagejala awal dan memprediksi terjadinya sebuah bencana. (Adiyoso, 2. Kecanggihan teknologi yang diciptakan manusia terkadang hanya mampu https://jurnal. id/index. php/singkerru/article/view/140 Vol. No. 2, 2022 ISSN 2776-7477 (Onlin. menjelaskan gejala awal ini, sehingga kejadian detil daribencana itu hanya dalam prediksi manusia. Meskipun demikian, dengan kemampuan mengenali gejala-gejala awal dari sebuah bencana manuisa dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi Persiapan itu meliputi persiapan sebelum terjadinya bencana, ketika terjadi bencana, dan pasca terjadinya bencana. Artinya, kesiapan yang dilakukan oleh manusia dapat dilakukan ketika dapat mengenali gejala awal, tingkat resikonya dan lain sebagainya. (Anies. Indonesia yang juga terletak di daerah iklim tropis menyebabkannya memiliki dua musim, yaitu kemarau dan hujan. Dampak dari letak tersebut. Indonesia menempati urutan ketiga di dunia sebagai negara yang paling rawan dan sering mengalami bencana banjir, setelah India dan China. Berkenaan dengan itu, pengelolaan bencana perlu dilakukan (Oktari, 2. Pengelolaan bencana di Indonesia diatur pada Undang-Undang Republik Indonesia No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Upaya penanggulangan adalah bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan nasional pada suatu negara. Upaya tersebut meliputi serangkaian tahapan, yaitu. upaya penanggulangan bencana sebelum terjadinya bencana atau yang dikenal dengan pra-bencana. Upaya yang dilakukan ketika bencana terjadi ataupun setelah terjadinya bencana yang disebut pasca bencana. Pemerintah menjadi elemen dan stakeholder utama yang memiliki kuasa dan memiliki tanggung jawab terhadap penyelenggaraan penanggulangan bencana (Erlia. Kumalawati, & Aristin, 2017. Purnomo, 2. Banjir dan tanah longsor terjadi di banyak wilayah di Indonesia dan bisa menyebabkan jatuhnya ratusan korban, hancurnya rumah-rumah dan infrastuktur lain, dan kerugian bagi bisnis-bisnis lokal. Jika tidak mau terjadi bencana ala mini manusia harus sadar dengan diri masing-masingdan tidak ada lagi yang membuang sampah atau mengotori alam dengan sengaja atau kebiasaan. (Saputra, 2. Banjir sering kali menimpa Kabupaten Luwu. Pada tahun 2021, ada sekitar 15 titik banjir terjadi terakhir paling parah di wilayah Walenrang Lamasi. Sebanyak 29. korban terdampak dan 537 KK yang mengalami kerugian di daerah tersebut. Jenis kerugian sangat banyak, mulai dari rumah rusak sebanyak 239, kerusakan infrastruktur, jalan terputus antar desa akibat longsor, akses jambatan terputus, aliran listrik terputus, dan masih banyak lagi. Tentu hal ini mengakibatkan kelumpuhan ekonomi yang terdampak. Bencana yang terjadi ini tentu tak terlepas dari ulah manusia yang sering kali menebang pohon sembarangan dan tidak menjaga kebersihan lingkungan. Kabupaten Luwu adalah salah satu daerah yang sering mengalami banjir. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan kesiapsiagaan bencana sedini mungkin. Metode Pelaksanaan Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. Kerangka Pelaksanaan Teknik pengambilan data dan pelaksanaan dilakukan dengan teknik survei, diskusi, dan pelasanaan kegiatan. Survey dilakukan untuk melihat langsung kondisi objek pelaksaan kegiatan di mana lokasi tersebut berada di Dusun Iri. Desa Buntu Nanna. Sedangkan diskusi dilakukan dengan pihak pemerintah desa dan pemuda Desa Buntu Nanna dalam menyusun rencana tindak lanjut lalu pelaksanaan kegiatan dengan mengajak masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan sanitasi dan bakti sosial. Lokasi dan Waktu Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Iri. Desa Buntu Nanna. Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu dengan mengajak melibatkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Sanitasi dan Bakti Sosial dalam pencegahan Banjir. Kegiatan ini berlangsung selama 1 Hari dan Perencanan 1 Minggu di antaranya : 12 Februari 2022 Sebelum melaksanakan kegiatan langkah pertama yang dilakukan ialah melakukan observasi di Pemerintah Desa Buntu Nanna dan melakukan koordinasi kerjasama dengan tahap sebagai berikut: Penyusunan Rencana Kegiatan Melakukan Observsi di Dusun Iri Melakukan Koordinasi Kerjasama 15 Februari 2022 Langkah kedua melaksanakan kegiatan diskusi dengan Masyarakat dan Organiasi Desa Nanna tentang rencana kegiatan. Setelah itu melaksanakan koordinasi pemerintah desa. Dengan langkah-langkah sebagai berikut: Melaksanakan kegiatan diskusi dengan pihak aparat desa tentang rencana Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan pemuda dan organisasi di Perencanaan tindak lanjut hasil diskusi Persiapan pelaksanaan kegiatan 16 Februari 2022 Melaksanakan kegiatan yang direncanakan yaitu sainitasi dan bakti sosial pembersihan aliran Sungai Buntu Nanna dengan langka-langkah sebagai berikut: Pelaksanan sanitasi dan bakti sosial di lokasi yang sudah di rencanakan Pelaporanhasil Hasil dan Pembahasan Pelaksanan program kerja yang diadakan di Desa Buntu Nanna dalam penagulangan bencana maka kegiatan yang di laksanakan adalah sanitasi dan bakti sosial dengan melibatkan beberapa unsur yang ada di antaranya aparat desa dan pemuda. Pelaksanaan yang diadakan selama dua hari tersebut menyisir pesisir sungai Desa Buntu Nanna yang merupakan lokasi sering terjadi meluapnya air ke Vol. No. 2, 2022 ISSN 2776-7477 (Onlin. daratan akibat di aliran sungai tersebut dicemari sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi bahan pemikiran untuk pemerintah agar selalu mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga aliran air sungai agar tidak berdampak buruk bagi masyarakat. Hal ini juga sangat di apresiasi oleh masyarakat sekitar ketidakpentingnya pemikiran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan akibat sarana untuk pembuangan sampah tidak tersedia sehingga masyarakat membuang sampah di aliran sungai akhitnya dampak yang terjadi adalah pencermaran lingkungan dan sering terjadi banjir karena aliran sungai dicemari oleh sampah. Pelaksanaan kegiatan Sanitasi dan Bakti Sosial pada masyarakat ini dilakukan dengan beberapa metode, yaitu: Edukasi Sanitasi Edukasi Sanitasi dengan memberikan pengarahan pada masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan guna meningkatkan taraf kepedulian menjaga kebersihan Pesisir aliran sungai agar meminimalisir dampak Dengan ini Melaksanakan edukasi sanitasi bagaimana Kesehatan dan kebersihan sungai untuk dijaga agar bisa meminimalisir dampak banjir yang terjadi. Gambar 1. Edukasi Sanitasi Bakti Sosial Baksi sosial pemungutan sampah-sampah yang berserakan di Sungai dengan berjalan menyisiri Aliransungai di Dusun Iri untuk selanjutnya dikumpulkan pada tempat yang sudah di siapkan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Desa Buntu Nanna bertujuan untuk merangkul dan memberikan pengarahan masyarakatakan pentingnya menjaga lingkungan dan aliran sungai karena salah satu timbulnya bencana banjir dan berdampak besar karena adanya tumpukan sampah di aliran Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. Gambar 2. bakti sosial di aluran sungai Aspek pencapaian dari hasil Program Kerja Edukasi sanitasi dan Bakti sosial dalam meminimalisir dampak Bencana Banjir yang diadakan oleh Desa Buntu Nanna sebagai berikut: SDM Kegiatan Sanitasi dan Bakti sosial yang terdiri dari 10 orang Mahasiswa KKN-T Universitas Cokroaminoto Palopo. TercapainyaTujuan Selama berlangsungnya kegiatan, masyarakat sempat antusias berpartisipasi dalam pelaksanaan Sanitasi dan Bakti sosial yang diadakan oleh Desa Buntu Nanna sampai berakhirnya acara kegiatan namun beberapa tidak bisa sepenuhnya mengikuti kegiatan karena pekerjaan. Pada dasarnya masyarakat menyadari akan pentingnya menjaga kebersihan Sungai guna melestarikan lingkungan dan meningkatkan kualitas kesehatan dan Mencegah Banjir. Namun dalam pelaksanaan meningkatkan pemahaman tersebut dibutuhkan motivasi lebih lanjut baik dari pemerintah maupun dari organisasi desa. Tercapainya sasaran Dalam kegiatan Sanitasi dan Bakti Sosial ini yang menjadi sasaran adalah masyarakat yang berada di sekitar Dusun Iri, aparat desa dan pemuda. Tercapainya target Target kegiatan sanitasi dan bakti sosial ini, melalui Edukasi dan aksi sosial pembersihan lingkungan Pesisir aliran Sungai Dusun Iri. Desa Buntu Nanna telah tercapai dapat ditunjukkan sangat partisipasi masyarakat dan mahasiswa KKN-T UNCP Desa Buntu Nanna berbaur untuk membersihkan lingkungan untuk selanjutnya target penyusunan laporan dapat difinalisasi sesuai dengan jadwal. Peningkatan pemahaman dan kebersihan Sungai tercapai dengan bersihnya Sungai Dusun Iri dan kesadaran untuk membuang sampah pada tempat yang telah Vol. No. 2, 2022 ISSN 2776-7477 (Onlin. Tercapianya manfaat Pelaksanaan kegiatan Sanitasi dan Bakti sosial dengan Edukasi dan menggerakan masyarakat untuk membersihkan aliran sungai yang memberikan manfaat signifikan pada lingkungan sungai maupun masyarakat di sekitar sungai pada khususnya. Dengan bakti sosial memberikan manfaat kebersihan lingkungan sehingga dampak banjir bisa diminimalisir. Kesimpulan Kesadaran masyarakat khususnya akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan masih sangat kurang karena masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan terutama sampah plastik bekas pembungkus makanan yang dibiarkan berserakan di sekitar sungai. Sanitasi dan bakti sosial yang diadakan oleh Desa Buntu Nanna yang Edukasi Sanitasi dengan memberikan pengarahan pada masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan guna meningkatkan taraf kepedulian menjaga kebersihan Pesisir aliran sungai agar meminimalisir dampak banjir. Aksi sosial pemungutan sampah-sampah yang berserakan di Sungai dengan berjalan menyusiri aliran sungai di Dusun Iri untuk selanjutnya dikumpulkan pada tempat yang sudah di siapkan. Referensi