JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 Public Relations Event Analisis Pada Kegiatan Workshop Kerajinan Bambu Saung Angklung Udjo Ellena Fitri Aulia1. Dasrun Hidayat2. Purwadhi3 Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Komunikasi dan Desain Program Pascasarjana Manajemen Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya Jl. Terusan Sekolah No. Cicaheum. Bandung Email: ellenaftr@gmail. ABSTRAK Dalam menjaga kelestarian budaya tentunya harus ada kegiatan yang dapat dilakukan untuk menjaga ketahanan budaya. Seperti yang dilakukan oleh Saung Angklung Udjo (SAU), dimana membuat kegiatan workshop kerajinan bambu yang merupakan bagian dari Public Relations event. Kegiatan workshop tersebut adalah upaya pelestarian budaya khususnya kesenian angklung yang dilakukan oleh Saung Angklung Udjo (SAU). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan program kegiatan workshop kerajinan bambu, yang dimana kegiatan tersebut akan meregenerasi bibit-bibit calon seniman angklung. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan studi etnografi PR. Studi ini digunakan bertujuan untuk mengetahui perilaku komunikasi PR yang dilakukan oleh pelaksana kegiatan workshop yaitu pengelola dan pemateri workshop dengan pegunjung atau para peserta workshop. Hasil penelitian ini menunjukan adanya tahapan-tahapan dari program kegiatan workshop, mulai dari tahapan analisis persiapan, tahapan strategi, implementasi, hingga kepada dukungan masyarakat dan membangun reputasi. Penelitian ini menggunakan model yang relevan yaitu model The IPPAR (Insight. Program Strategic. Program Implementation. Action and Reputatio. Dalam menjalankan kegiatan dan membangun reputasinya. SAU memiliki prinsip atau nilai-nilai dasar yaitu UDJO merupakan singkatan dari Ulet. Disiplin. Jujur, dan Optimis. Selain itu juga, dengan memberikan pelayanan sebaik mungkin agar loyalitas dan reputasi tetap terjaga. Kata Kunci: Public Relations Event. The IPPAR Model. Pelestarian Budaya. Saung Angklung Udjo ABSTRACT In preserving culture, of course, there must be activities that can be done to maintain cultural resilience. was done by Saung Angklung Udjo (SAU), which made a bamboo craft workshop which was part of the Public Relations event. The workshop activity is an effort to preserve culture carried out by Saung Angklung Udjo (SAU). The purpose of this study was to determine the design of the bamboo craft workshop program, which would regenerate the seeds of prospective angklung artists. This research uses qualitative research with PR ethnographic study. This study aims to determine the PR communication behavior carried out by the organizers of the workshop activities, namely workshop managers and presenters with visitors or workshop The results of this study indicate that there are stages of the workshop activity program, starting from the preparation analysis stage, strategy stage, implementation, community support, to building This study uses a relevant model, namely the IPPAR model (Insight. Strategic Program. Program Implementation. Action and Reputatio. In carrying out its activities and building its reputation. SAU has basic principles or values, namely UDJO stands for Tenacious. Disciplined. Honest, and Optimistic. addition, by providing the best possible service so that loyalty and reputation are maintained. Keywords: Public Relations Events. The IPPAR Model. Cultural Preservation. Saung Angklung Udjo PENDAHULUAN Pelestarian budaya merupakan suatu hal Pengetahuan yang bertujuan untuk menjaga atau mencegah Hal tersebut agar budaya daerah dari suatu hal yang menyebabkan kehancuran berkembang, untuk mengukur dan mengasah Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 keterampilan akan budaya daerah, serta untuk Demikian pula kegiatan workshop mengambalikan kecintaan terhadap budaya kerajinan bambu yang merupakan bagian dari Public Relations event. Kegiatan workshop Event dapat diartikan sebagai suatu tersebut adalah upaya pelestarian budaya yang kegiatan atau moment yang sengaja dibuat dilakukan oleh Saung Angklung Udjo (SAU). untuk suatu hal. Event merupakan media yang Kegiatan menjadi penghubung antara komunikator Angklung Udjo berkaitannya dengan tujuan dengan komunikan yang didalamnya ada Public Relations event yang berdampak dari maksud dan tujuan yang ingin disampaikan segi sosial budaya. Yang dimana haruslah mampu menciptakan mutual understanding (Lestari, 2. Event menjadi suatu hal yang Saung dan menciptakan budaya yang diteruskan. bertumbuh secara pesat dan tentunya menyita Workshop perhatian masyarakat luas (Wijaya, 2. diartikan sebagai kegiatan dimana yang Dalam menjaga kelestarian budaya, tentunya didalamnya terdapat beberapa orang harus ada kegiatan yang dibuat secara terencana dan tersusun. Kegiatan tersebut yang mendalam, memecahkan suatu masalah berupa event, event dapat dikatakan sebagai tertentu dan mencari solusinya (Ropiani. Public Dari kegiatan workshop diberikan Relations yang dapat dilakukan sebagai pengajaran atau pelatihan kepada peserta mengenai teori dan praktik dari suatu bidang perusahaan dengan pengunjungnya (Dewi, dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah Mutia. Runyke, 2. tertentu serta dapat memberikan pengalaman Event bagi pesertanya. Tujuan lain dari kegiatan workshop yakni dapat bermanfaat sebagai dampak pada pelaksanaannya. Dampak yang penambah kualifikasi profesi seseorang sesuai (PR) untuk melakukan pembahasan Public Relations Seperti meregenerasi budaya itu senidiri, serta untuk pengetahuan dan keterampilan yang dapat angklung, hingga memainkan angklung. ditularkan ke generasi bangsa selanjutnya. workshop kerajinan bambu yaitu sebagai ekonomi, dan politik (Lestari, 2. Warisan Keterampilan bukanlah sebuah keterampilan yang mudah. Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 tentunya harus ada pelatihan. Secara umum, merupakan potensi yang dimiliki Saung Angklung Udjo, dan sebuah potensi tentunya kemampuan dalam melakukan suatu hal harus mampu dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya. Secara keterampilan merupakan usaha menggunakan Angklung tentunya menjadi salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan. Halhal upaya-upaya sehingga dapat menghasilkan nilai dari hasil pemeliharaan, perlindungan, pengembangan pekerjaan (Kusumawardani & Aulia, 2. dan pemanfaatan warisan dapat dikatakan Seseorang akan terampil dan mahir dalam sebagai pelestarian. Warisan budaya memiliki melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan, jika nilai penting bagi ilmu pengetahuan, edukasi, ia terlatih dan terbiasa melakukan aktivitas sejarah, dan ekonomi. Maka dengan kata lain. Keterampilan sendiri dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu functional skills melakukan pengelolaan warisan budaya. Dan . eterampilan fungsiona. , self-management merupakan salah skills . eterampilan manajemen dir. , dan . eterampilan pengetahuan khusu. (Indriayu, 2. Dengan adanya workshop kerajinan Selain keterampilan dalam memainkan bambu diharapkan dapat menjadi potensi angklung, keterampilan dalam membuat atau Saung Angklung Udjo sebagai destinasi merangkai angklung juga dibutuhkan untuk wisata budaya. Wisata budaya merupakan meregenerasi calon seniman angklung. Pada jenis pariwisata yang didalamnya berkaitan dengan konteks budaya atau kebudayaan yang angklung sebagai sebuah hiburan, dan dalam dihasilkan oleh masyarakat di suatu daerah pertunjukan di Saung Angklung Udjo pun tertentu (Susanti, 2. Dengan adanya hanya sebatas mencoba memainkan angklung destinasi wisata budaya dapat memperkaya secara bersama-sama. Serta hanya mengetahui informasi, wawasan, serta hiburan dari hasil sejarah angklung hingga sepopuler saat ini. kebudayaan bangsa. Tetapi, dengan adanya workshop kerajinan Perancangan bambu yang diadakan oleh Saung Angklung Udjo dapat menciptakan generasi calon tahapan mengenai merumuskan latar belakang seniman angklung dengan tujuan untuk implementasi, hingga kepada keberhasilan Hal Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 kegiatan tersebut. Tahapan kerja tersebut pengetahuan Saung Angklung Udjo yaitu memaparkan perjuangan Udjo Ngalagena yang menjadikan musik tradisional dikenal perencanaan program melalui strategi IPPAR Model Program Sedangkan penelitian ini lebih kepada melihat Strategic. Program Implementation. Action potensi yang dimiliki oleh Saung Angklung and Reputation (Hidayat. Kuswarno. Udjo meliputi keterampilan membuat hingga & Zubair, 2. Perbedaannya adalah, hasil menghasilkan calon seniman angklung juga keterkaitan antara temuan pola perilaku Jakhu untuk pelestarian wisata budaya. Kegiatan Suku dengan konsepsi Public Relations, tersebut tercipta melalui kegiatan workshop sedangkan penelitian yang saat ini dilakukan kerajinan bambu, yang merupakan salah satu adalah tahapan proses kegiatan workshop bentuk Public Relations Event. Insight, dengan konsepsi Public Relation event. Dan Penelitian persamaannya adalah menggunakan strategi IPPAR Model yang didalamnya meliputi Event Analisis pada Kegiatan Workshop Insight. Kerajinan Bambu Saung Angklung Udjo. Program Strategic. Program Implementation. Action and Reputation. Penelitian Yang Public bibit-bibit Relations penelitian sebelumnya yang berjudul AuSaung Melalui penelitian ini diharapkan Angklung Udjo: Wisata dan Pelestarian BudayaAy. informasi dalam pelestarian wisata budaya menunjukan bahwa, adanya sejarah dibalik melalui workshop kerajinan bambu di Saung didirikannya Saung Angklung Udjo sebagai Angklung Udjo. Hasil destinasi wisata budaya yang mengenalkan hasil budaya Jawa Barat berupa kesenian. METODE PENELITIAN Penelitian melalui pertunjukkan yang dimainkan oleh pendekatan metode kualitatif, yang dimana anak-anak dan remaja dengan iringan musik manusia yang secara mendasar bergantung (Susanti. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah jika penelitian tersebut memiliki tujuan paradigma konstruktivistik. Paradigma ini Paradigma Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 memaparkan bahwa realitas ada di dalam menggunakan studi etnografi PR dengan analisis keberagaman bentuk konstruksi mental yang model The IPPAR yang meliputi Insight. Program didasarkan pada bersifat lokal dan spesifik. Strategic. Program Implementation. Action & pengalaman sosial, dan tergantung kepada Reputation. Teknik pihak yang bersangkutan (Kristanto, 2. Metode metode penelitian yang dipakai pada kondisi obyek yang alamiah (Sugiyono, 2. Penelitian ini menggunakan studi etnografi PR, digunakan adalah observasi dan wawancara. Observasi proses dari kegiatan komunikasi di Saung Angklung Udjo. Sedangkan wawancara untuk mendapatkan data terkait kegiatan workshop hubungan dengan masyarakat (Hidayat. pengelola workshop, pemateri workshop, dan Kuswarno. , & Zubair, 2. Penelitian ini peserta workshop kerajinan bambu. Tabel 1. Data Informan Kode/Inisial Nama Jenis Jabatan/Peran Kelamin Satria Yana Laki-laki Nugraha Asisten Direktur Bidang Operasional/Pengelola Workshop Adang Laki-laki Pengrajin Angklung/Pemateri Workshop Rodi LakiAelaki Pengrajin Angklung/Pemateri Workshop Maulid LakiAelaki Peserta Workshop Ilham Novriansah LakiAelaki Peserta Workshop Arditya Laki-laki Peserta Workshop Febri Mulyadi Sumber: Data lapangan, 2022 Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 Teknik analisis data yang digunakan Latar belakang dari diadakannya yakni reduksi data, penyajian data, dan workshop kerajinan bambu adalah untuk penarikan kesimpulan. Dan untuk menguji menjaga warisan budaya dan merupakan kredibilitas data menggunakan tringulasi data. bentuk implementasi dari fungsi angklung Tringulasi data diartikan sebagai memeriksa dari segi pendidikan. Hal tersebut selaras kembali data yang telah diperoleh dari dengan pernyataan infroman P1 bahwa berbagai sumber, berbagai cara, dan berbagai Audiadakannya waktu (Sugiyono, 2. angklung itu tetap terjaga dan terwariskan. Dan HASIL DAN PEMBAHASAN implementasi dari fungsi angklung dari segi Dalam membuat sebuah event, tentunya pendidikan yang didasari 6M yiatu Mudah, harus ada hal-hal yang perlu dirancang agar Murah. Massal. Meriah. Mendidik, dan vent tersebut dalam berjalan dengan baik Mengajarkan. Ay (Wawancara Informan P1, sesuai harapan dan tujuan. Tahapan tersebut 22/06/2. Jika dilihat dari sudut pandang terdiri dari: . tahap analisis persiapan, . peserta workshop, hal yang melatar belakangi tahap strategi perencanaan, . implementasi kegiatan, . evaluasi kegiatan. Tahapan mendapatkan wawasan baru dan kecintaannya terhadap seni. Seperti yang dinyatakan oleh wawancara yang telah di dapat dari informan. Informan P5 yakni Auingin mendapat ilmu dan Tahapan wawasan baru tentang sebuah alat music dari Analisis Persiapan Kegiatan Workshop Mengapa bambu ini bisa menjadi alat Tahap pertama yakni analisis persiapan music, dan kebetulan saya juga suka seni. Ay berupa latar belakang kegiatan, kelebihan, (Wawancara kekurangan, peluang, ancaman, dan sasaran Kegiatan event bagi Public Relations tidak Analisi persiapan ini merupakaan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan tahapan pertama pada IPPAR Model yaitu dari segi materi, tetapi untuk membangun Insight. Insight sendiri digunakan untuk citra dan menciptakan pemahaman yang sama mengetahui latar belakang dari suatu kegiatan (Lestari, 2. Dan sama hal nya dengan kegiatan (Hidayat. Kuswarno. , & Saung Angklung Udjo, kegiatan workshop Zubair, 2. Latar belakang disini dapat juga diartikan sebagai tujuan yang melatar mendapat keuntungan secara materi, tetapi untuk menciptakan pemahaman yang sama Informan P5,17/07/2. Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 bahwa budaya angklung sudah mendunia dan harus dijaga dan dilestarikan. workshop juga memiliki kekurangan atau Kelebihan dari kegiatan workshop Selain kelebihan, tentunya kegiatan waktu serta kurangnya minatnya anak muda informasi dan bermanfaat bagi orang lain. akan budaya. Hal tersebut selaras dengan Pernyataan tersebut selaras dengan penyataan pernyataan Informan P5 dan P6. Informan P5 AuBisa memaparkan bahwa AuKekurangan dari segi menginformasikan bahwa angklung itu alat keamanannya, takutnya kan keserut atau musik yang unik dan etnik yang sudah diakui megang pisaunya kurang bener atau gimana. UNESCO. Bisa bermanfaat bagi orang lain terus sama dari segi waktu juga yang tentang cara bikin angklung itu gimasih gitu. (Wawancara Informan P2, 17/07/2. Dan menurut Informan P6 yaitu Namun Informan kelemahan ,yaitu dari segi keamanan dan 22/07/2. (Wawancara Informan P5, Aumungkin kurangnya informasi dari segi Informan P4 terkait kelebihan dari suasana marketing kali ya, kurang ngepublikasiin gitu proses kegiatan workshop yang dimana Terus kekurangannya juga dari Informan P4 menyatakan bahwa kurang minat anak muda. Ay (Wawancara Aupemateri memberikan pemaparan lengkap Informan P6, 20/07/2. Kekurangan dipahami tentang angklung dimulai dari kekurangan yang berada di dalam sebuah pemilihan bambu, membuat dan merangkai perusahaan (Fatimah, 2. Kelebihan dan Ay (Wawancara 15/07/2. Kelebihan Informan P4, diperhatikan oleh penyelenggara kegiatan Hal kekuatan bagi Saung Angklung Udjo agar lebih unggul dalam melakukan kegiatan disampaikan sesuai dengan yang diharapkan. event, terutama Perancangan Public Relations event. Kelebihan merupakan keunggulan atau nilai dirancang dengan sedetail mungkin secara lebih yang terdapat didalam sebuah organisasi teliti, agar bisa mencapai hasil yang diing (Fatimah, 2. Dari kelebihan tersebut, ancaman yang akan atau sedang terjadi. Peluang pengelola workshop dimana kegiatan tersebut Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 dilihat secara ranah industri bahwa produksi yaitu ada nama merknya ada tulisan Udjo angklung ini dirasa menjanjikan. Hal tersebut dan ada tanda label nadanya. Ay (Wawancara berdasarkan pernyataan Informan P1 bahwa Informan P3, 07/07/2. Selain itu juga Ausecara ranah industri produksi angklung ini ancaman bisa timbul karena perkembangan sudah dirasa menjanjikan. Menurut SK globalisasi dan teknologi. Hal itu selaras KEMENDIKBUD tahun 1968 , dimana dengan Informan P5 bahwa kalau menurut angklung sebagai alat music wajib bagi saya mah zaman ya globalisasi, karena kan pendidikan musik ditingkat sekolah. Bisa zaman berubah teknologi berkembang Au dihitung berapa jumlah sekolah di Indonesia (Wawancara Informan P5, 17/07/2022 ). lalu kita produksi angklung. Ay (Wawancara Ancaman Informan P1, 22/06/2. Namun peluang lain kelancaran kegiatan workshop atau pun dari kegiatan workshop adalah dapat mengajak kegiatan operasional lainnya, namun apabila Kembali generasi masa kini untuk lebih Saung Angklung Udjo dapat mengemas mengenal budaya angklung, hal tersebut kegiatannya dengan baik. Maka ancaman selaras dengan Informan P4 bahwa Au-Bisa tersebut memiliki dampak yang kecil bagi mengajak kembali generasi masa kini untuk Setelah menentukan ancaman tidak hanya memainkan angklung tetapi juga dari event yang akan dibuat, tentunya harus Ay menganalisa situasi yang nantinya dapat (Wawancara Informna 15/07/2. mengubah ancaman menjadi peluang. P4, Peluang merupakan suatu kondisi yang Analisis menguntungkan dan dijadikan senjata dalam adalah terkait target sasaran dari kegiatan workshop kerajian bambu adalah sasaran (Rangkuti, untuk industri pendidikan, sasaran industri Ancaman adalah hal yang berasal dari pariwisata, dan sasaran industri hiburan. Pernyataan menghambat kelancaran kegiatan di dalam Informan P1 bahwa Ausasaran yang pertama perusahaan (Rangkuti, 2. Ancaman yang industri pendidikan, targetnya adalah guru dirasakan oleh Saung Angklung Udjo adalah plagiarism , seperti yang diungkapkan oleh pariwisata, targetnya untuk pengunjung atau Informan P3 bahwa AuPlagiat sepertinya ya. Dan yang ketiga industri hiburan karena banyak sekali plagiat angklung yang kaitannya dengan EO, stasiun tv, media. mengatas namakan Saung Udjo. Padahal Fungsinya adalah memonetais produk2 kita, angklung dari Saung ini ada ciri khasnya Lalu Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . Itu JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 sasaran dan targenya. Ay . awancara Informan pertama yaitu riset. Riset berfungsi untuk P1, 22/06/2. Kegiatan event bagi Public Relations tidak bertujuan untuk mendapatkan harapan dari target pasar (Utami, 2. keuntungan dari segi materi, tetapi untuk Dengan menentukan analisis persiapan terkait untuk mengevaluasi kekuatan . , . , pemahaman yang sama (Lestari, 2. Dan sama hal nya dengan Saung Angklung Udjo, . , dan ancaman . hal kegiatan workshop yang diselenggarakan tersebut merupakan cara sederhana dalam bukanlah untuk mendapat keuntungan secara materi, tetapi untuk menciptakan pemahaman dilakukan nantinya (Fatimah, 2. Melalui yang sama bahwa budaya angklung sudah tahapan riset atau analisis persiapan tersebut, mendunia dan harus dijaga dan dilestarikan. Pada tahap analisis persiapan kegiatan perencanaan yang akan dilakukan. Strategi workshop ini, jika dilihat dari kacamata perencanaan tersebut berisikan tema dan isi Public Relations event merupakan tahapan dari konten yang dibuat. Tabel 2. Tahapan Analisis Persiapan Kegiatan Workshop Informan Pernyataan -Latar Belakang: implementasi dari fungsi angklung dari segi pendidikan -Peluang industri angklung yang menjanjikan -sasaran kegiatan sasaran industri pendidikan, industri pariwisata, dan industri hiburan - Kelebihan sebagai media informasi dan bermanfaat bagi orang lain -Ancamannya berupa plagiarism -Kelebihan materi yang diberikan pemateri lengkap dan mudah dipahami -Peluang bisa mengajak generasi muda untuk mengenal dalam angklung -Latar Belakang: untuk menambah ilmu dan wawasan baru -Kekuranagan segi keamanan dan waktu -Ancaman perkembagan teknologi -kekurangan segi promosi dan minat anak muda -Proses awal menceritakan secara singkat filosofi angklung dan Saung Angklung Udjo Sumber: Hasil Penelitian, 2022 Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 Tahapan Strategi Pelaksanaan Kegiatan Workshop Selain itujuga terkait sejarah dan Tahap filosofi angklung. Hal tersebut selaras dengan perencanaan kegiatan atau strategi. Tahapan pernyataan informan P6 bahwa Aubelajar analisis persiapan yang telah ditentukan, merangkainya, merawatnya juga, intinya jadi lanjut kepada tahapan strategi perencanaa. tahu tentang proses dari awal sampai akhir Tahapan strategi ini berisikan pesan utama, bikin angklunglah. Selain itujuga terkait bentuk kegiatan, dan media kegiatan. Tahapan sejarah dan filosofi angklung. Ay (Wawancara tersebut pula jika dilihat dari kacamata Informan P6, 20/07/2. Hal yang menjadi penyelenggaraan Public Relation event, tahap point penting dari sebuah kegiatan yakni pesan yang ingin disampaikan (Maeskina, . dan planning. Tahap rancangan Mega Mutia & Hidayat, 2. Pesan dalam berupa tahapan untuk merumuskan tema dan kegiatan workshop kerajinan bambu tentunya . harus disampaikan dengan baik, hal tersebut agar tujuan dari kegiatan workshop dapat merumuskan strategi-strategi yang nantinya tercapai, dan tentunya dapat memberi dampak bagi peserta workshop dan Saung Angklung Sedangkan diimplementasikan (Utami, 2. Melalui tahapan ini, berisi pesan utama. Udjo. bentuk kegiatan, dan media yang digunakan dari kegiatan workshop adalah keterampilan diselenggarakan oleh Saung Angklung Udjo. yang didapat oleh peserta workshop. Dimana Pesan Masih berhubungan terkait pesan keterampilan yang didapat adalah terampil workshop kerajinan bambu ialah informasi terkait sejarah, proses membuat angklung, dan bambu, terampil dalam mengecek nada. Hal cara merawat angklungnya. Hal tersebut tersebut diungkapkan oleh Informan P4 sejalan dengan pemaparan Informan P3 bahwa AuKeterampilan yang telah didapat bahwa AuPesan utamanya berupa sejarah tentunya bisa merangkai angklung, mengikat angklung, proses membuat, dan cara merawat angklung, dan paham nada. Ay (Wawancara Ay P3, Informan P4, 15/07/2. Dari keterampilan 07/07/2022 ). Tak berbeda juga diungkapkan yang didapat tersebut ternyata selaras dengan oleh peserta workshop dimana pesan dari hal yang ditonjolkan oleh pemateri workshop kegiatan workshop adalah didapat tentang (Wawancara Informan Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 agklung, dan memegang pisau yang benar itu bentuknya. Terkadang muncul workshop agar tidak celaka. Pemaparan tersebut, sejalan berdasarkan inisiatif pengrajin sendiri, jika dengan pernyataan Informan P2 bahwa AuYang dirasa butuh rekuitment. Sudah otomatissai lebih ditonjolkan dalam hal membuat tabung suaranya dari angklungnya. Cara untuk 22/06/2. Event bisa diartikan juga sebagai membuat nada tinggi atau rendah. Lalu cara acara, yang di dalam bentuk kegiatannya ada mengikat angklung dan cara memegang pisau proses penyebaran informasi (Silviani, n. yang baik dan benar karena takutnya Ada Ay P2, melalui kegiatan workshop kerajinan bambu. 22/06/2. Keterampilan yang di dapatkan Jika dilihat dari konteks event budaya, oleh peserta workshop, tentunya sesuai untuk kegiatan workshop ini termasuk ke dalam art- dapat meregenerasi bibit-bibit calon seniman from festival. Art-from festival yakni kegiatan Yang semula hanya mengetahui event yang berfokus pada seni tertentu, yang didalamnya menampilkan hasil dari sebuah workshop kerajinan bambu dapat mengasah seni dan adanya diskusi terkait seni tersebut keterampilan membuat angklung. (Lestari, 2. (Wawancara Informan Ay (Wawancara penyebaran informasi Bentuk kegiatan workshop tersebut Kegiatan Informan P1, yang terjadi berupa edukasi belajar dalam membuat atau bambu ini sifat kegiatannya langsung, media merangkai angklung, dan bukan merupakan yang digunakan sifatnya langsung bertatap kegiatan pelatihan atau training layaknya seleksi untuk pengrajin angklung. Pernyataan tersebut berdasarkan pernyataan Informan P5 tersebut sesuai yang diutarakan oleh Informan yaitu Au-Kegiatannya secara langsung, saya P3 bahwa Au-Bentuknya berupa informasi terus bahan untuk belajar. bentuk kegiatannya (Wawancara berupa edukasi belajar merangkai angklung. Alasan dilakukan secara langsung karena, dalam membuat angklung harus adanya Gudang Informan Pemaparan Ay P5, 17/07/2. (Wawancara Informan P3,07/07/2. Namun Seperti yang dikemukakan oleh Informan P2 workshop tersebut berjalan secara alamiah yaitu Aubenar, kegiatan workshop ini secara dan sudah ada sejak 1966, pemaparan tersebut langsung tidak melalui media online. Karena berdasarkan pernyataan dari Informan P1 belajar membuat angklung perlu pengawasan bahwa AuWorkshop disini sekarang itu sifatnya khusus apalagi pas memotong bambunya. Ay alamiah, tidak ada kelas khusus atau apapun . awancara Informan P2, 22/06/2. Media Ay Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 dalam komunikasi menjadi saluran antara benar diperhatikan, agar informasi atau pesan komunikator dengan komunikan, maka dari tersampaikan dengan baik (Ngalimun, 2. itu media dari kegiatan event harus benar- Tabel 3. Tahapan Strategi Perencanaan Kegiatan Workshop Informan Pernyataan -Bentuk kegiatannya alamiah tidak ada kelas khusus -Keterampilan yang ditonjolkan membuat tabung suara dan memegang pisau -Dilakukan secara langsung -Pesan utama berupa sejarah, proses membuat, dan merawat angklung -bentuk kegiatan berupa edukasi dan belajar merangkai angklung -Keterampilan dapat merangkai, memotong bambu, dan paham nada -Dilakukan secara lansung di Gudang produksi -Pesan utama proses membuat dan filosofi angklung Sumber: Hasil Penelitian, 2022 Implementasi Kegiatan Workshop Strategi dengan informasi terkait sejarah hingga selanjutnya masuk ketahap realisasi kegiatan. merangkai sebuah angklung. Hal tersebut Hal tersebut, memiliki kesamaan dengan sejalan dengan pernyataan dari Informan P1 Model IPPAR yaitu Program Implementation. bahwa AuTahap awal Jika pengunjung ingin Implementasi dan membayar 60 ribu perorang. Lalu dimulai kegiatan yang diarahkan sebagai bentuk menghubungi admin dan membayar 60ribu. merealisasikan program (Keban, 2. Dari Nantinya pengunjung akan diberi informasi analisi persiapan dan strategi yang telah terkait sejarah angklung hingga merangkai 1 Saung Angklung Udjo Ay . awancara Informan merealisasikan kegiatannya mulai dari proses P1,22/06/2. Hal tersebut juga selaras awal, proses inti, proses akhir, hingga efek/dampak yang didapatkan oleh paar AuAwalnya itu ya pemateri menceritakan peserta workshop. sejarah bersdirinya Saung Udjo, lalu filosofi Proses awal dari proses kegiatan Informan singkat angklung, lalu ke bikin angklungnya . awancara Informan P6, 20/07/2. menghubungi bagian admin untuk mendaftar Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Inti dari kegiatan workshop kerajinan Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 P4,15/07/2. Karena event workshop ini bambu tersebut adalah merangkai angklung merupakan jenis yang dimana di dalamnya diperlihatkan proses membuat angklungnya ada kegiatan diskusi, maka di proses akhir dari awal hingga akhir. Hal tersebut selaras pun masih adanya interaksi berupa diskusi. dengan yang diutarakan oleh Informan P2 Dalam mengikuti kegiatan workshop bahwa AuProses kegiatan intinya merangkai tentunya ada kesulitan yang dialami oleh para angklung ya, kita ajari dan perlihatkan mulai peserta, kesulitan tersebut adalah kesulitan dari memilih jenis bambu yang akan dipakai, dari menentukan nada yang pas dari setiap memotong bambu menjadi beberapa bagian. Ay tabung suara angklungnya. Hal tersebut (Wawancara selaras dengan pernyataan Informan P5 Informan P2,22/06/2. Aukesulitannya nada-nadalah, kita Pernyataan tidak jauh berbeda dai Informan P5 bahwa AuIntinya itu kita disana merangkai harus bener pas nentuin nadanya. Karena kan Mencoba mengukur dan menotong pas kita mencoba memotong bambu tapi tidak Ay sesuai kan mesti dibongkar lagi. Jadi (Wawancara Informan P5,27/07/2. kesulitannya itu ya di nada dan memotong Selanjutnya adalah proses akhir dari Ay (Wawncara Informan P5, kegiatan workshop yaitu berupa pengecekan 17/07/2. Hasil tahapan implementasi di nada, karena nantinya angklung tersebut akan dibawa pulang oleh pengunjung dan diskusi penyelenggaraan event yaitu coordinating. Hal Tahap ini menekankan kepada arus proses. Autahap koordinasi peserta dan pemecahan masalah akhirnya itu ya angklungnya itu dicek jangka pendek. Panitia nadanya, pas ga suaranya, bunyi ga atau mengimplementasikan strategi-strategi yang sedikit terganggu apa gimana gitu. Karena telah disusun, melakukan kegiatan audiensi, komunikasi kepada publik (Utami, 2. kegaiatan mulai pengunjung, masa nanti angklungnya ga Dari kegiatan workshop tersebut pula bunyi, maka harus di cek dulu. Terus juga tentunya para peserta mendapatkan efek atau kalau ada pertanyaan tambahan ya silahkan dampak dari kegiatan tersebut yaitu berupa Ay P3, ilmu, wawasan, dan materi baru tentang serba 07/07/2. Tidak jauh berbeda dengan serbi angklung. Hal itu sejalan dengan pernyataan Informan P4 bahwa AuKalau untuk pernyataan Informan P4 bahwa AuEfek atau akhir kegiatan sih paling diskusi Kembali hal dampak yang dirasakan setelah mengikuti yang kurang jelas. Ay (Wawancara Informan workshop jadi lebih tahu banyak tentang (Wawancara Informan Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 budaya dimana tempat saya dilahirkan. Ay dapat komunikan. Efek merupakan apa yang (Wawancara Informan P4, 15/07/2. Selain terjadi pada komunikan sebagai penerima itu pula tentunya peserta menjadi lebih pesan setelah ia menerima pesan tersebut menghargai profesi seorang pengrajin, seperti (Ngalimun, 2. Dampak yang dirasakan yang dikemukakan oleh Informan P6 yaitu oleh pengunjung dari kegiatan workshop Auya tentunya wawasan akan budaya angklung kerajinan bambu tersebut adalah pengunjung mendapatkan wawasan dan ilmu baru terkait angklung, menajdi lebih mencintai budaya, pengrajin bukanlah pekerjaan yang mudah, dan lebih menghargai profesi pengrajin. Dari terampil-lah. Ay dampak tersebut, terlihat bahwa pesan yang 20/07/2. disampaikan oleh pemateri kepada peserta sedikit-sedikit (Wawancara Informan P6, Dalam komunikasi tentunya ada efek yang di Tabel 4. Implementasi Kegiatan Workshop Informan Pernyataan -Tahap awal menghubungi admin dan nantinya pengunjung akan merangkai sebuah angklung -Proses intinya merangkai angklung -Proses akhir berupa cek nada dan diskusi -Proses akhir berupa diskusi -Efek yang didapat lebih tahu tentang budaya angklung -Proses inti merangkai angklung -Kesulitannya cek nada dan memotong bambu -Proses awal menceritakan secara singkat filosofi angklung dan Saung Angklung Udjo -Dampak dari kegiaan bertambah ilmu dan menghargai profesi pengrajin Sumber: Hasil Penelitian, 2022 Evaluasi Kegiatan Workshop yaitu Action and Reputation. Bagian terakhir Tahapan terakhir dalam merancang dari kegiatan ini bisa disebut dengan istilah kegiatan yakni terkait keberhasilan atau dapat evaluation and review (Maeskina. Mega disebut juga tahap evaluasi. Tahap tersebut. Mutia & Hidayat, 2. Action disini memiliki kesamaan dengan Model IPPAR memiliki artian yaitu dukungan dan respon Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 dari masyarakat terhadap kegiatan workshop salah satu kunci dari suksesnya sebuah event kerajinan bambu. Mengevaluasi bagaimana (Dewi. Mutia. Runyke, 2. kegiatan workshop tersebut bisa mendapat Evaluasi Dalam hal meningkatkan dan menjaga loyalitas pengunjung. Saung Angklung Udjo mengutamakan pelayanan sebaik mungkin mengetahui tingkat keefektifan dari strategi agar pengunjung merasa nyaman, karena yang telah direalisasikan, dan mengetahui pengunjung dapat menjadi spoke person. hasil serta hambatan yang dialami (Meifilina. Pemaparan tersebut selaras dengan pernyataan Informan P1 yaitu AuUntuk menjaga loyalitas Respon dan antusias dari masyarakat yang kita dirasakan cukup bagus dari masyarakat yang jauh maupun dekat. Hal tersebut sejalan Pengunjung harus terpuaskan, karena mereka dengan pernyataan Informan P3 bahwa AuRespon dan antusiasme cukup bagus ya. (Wawancara Mau dari masyarakat jauh atau yang dekat Pemaparan tersebut pun tak jauh berbeda Tapi ya untuk workshop mungkin dengan pemaparan Informan P2 bahwa masyarakat belum tahu, hanya baru tahu Aubagaimana pengunjung itu setia memberi kegiatan pertunjukkannya saja. Ay (Wawancara dukungan kepada Saung ini ya, dengan Informan P3,07/07/2. Dari sisi peserta workshop pun ketika tahu Saung Angklung Karena aspek-aspek yang ada di Udjo mengadakan kegiatan workshop merasa Saung tertarik dan antusias. Pernyataan tersebut Kalau pengunjung merasa nyaman, sejalan dengan pernyataan Informan P6 enaklah gitu otomatiskan loyalitas juga bahwa Au-Respon ketika mengetahui adanya meningkat, atau bahkan bisa sering ke kegiatan workshop saya pribadi tertarik untuk Saung. Ay (Wawancara P1,22/06/2. kemana-mana. Informan Udjo awancara Informan P2, 22/06/2. Hal tersebut pun dirasakan oleh Ay para peserta workshop yang dimana mereka P6,20/07/2. diberikan oleh Saung Angklung Udjo. Sejalan tentunya harus mampu membuat pesertanya denga napa yang diutarakan oleh Informan P4 merasa tertarik dan mendapat pengalaman yaitu Autentunya loyalitas meningkat, karena yang luar biasa, dan hal tersebut merupakan Dalam Informan Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 diberikan oleh saung udjo. Ay (Wawancara Informan P4, 15/07/2. Loyalitas Dalam menjalankan tugas kegiatannya Saung pegunjung diperlukan agar sebuah usaha bisa Angklung Udjo memiliki prinsip yaitu UDJO tumbuh dan berkembang (Qomariah, 2. yang berarti Ulet. Disiplin. Jujur, dan Event menjadi hal yang penting dan sebagai Optimis. Hal itu sejalan dengan pernyataan media yang efektif dalam menciptakan nilai Informan P1 bahwa AuUDJO. Ulet. Disiplin, terhadap perusahaan. Nilai publik Jujur, dan Optimis. UDJO ini yang harus ter- tersebut yakni loyalitas komumen, dimana deliver sebagai bentuk pertahanan reputasi. Yang SAU tekankan terkait corporate culture, membangun motivasi kerja dan kebanggaan, yaitu identitas perusahaan. Ciri khas orang Sunda itu someah, pelayanan yang baik, dan pengunjung harus merasakan hal itu. Semua (Utami, 2. Kegiatan workshop kerajinan pegawai-pegawai disini harus menjaga ke profesionalan kerja. Hal-hal itu yang selalu publisitas tentunya dijadikan sebagai bentuk SAU tanamkan melalui pertemuan rutin, menjaga hubungan dengan para peserta maupun pengunjung yang lain. Informan P1,22/07/2. Dengan adanya penilaian publik dapat lain-lain. Ay (Wawancara Prinsip UDJO tersebut dibangun dari sisi pelayanannya yang menjadi acuan bagi Saung Angklung Udjo Somyah. Masyarakat Sunda memiliki filosofi meningkatkan reputasi. Tahap ini pula masih hidup yakni Somyah Hade ka Symah, yang berkaitan dengan tahap penyelenggraan event memiliki arti ramah, bersikap baik, menjaga, yakni evaluasi. Evaluasi yakni mencangkup menjamu dan membahagiakan kepada siapa hasil akhir yang menjadi tolak ukur dari saja kepada setiap tamunya atau setiap orang sebuah kegiatan (Utami, 2. Reputasi meskipun belum kenal dengan orang tersebut menjadi baik atau buruk, kuat atau lemah (Hendriana. & Setiyadi, 2. Nilai tergantung kepada strategi dan komitmen budaya somyah melekat sebagai ciri khas dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta brand personality bagi masyarakat Suku Sunda (Hidayat & Hafiar, 2. Sunda (Ardianto, 2. Walaupun angklung sudah Dari prinsip tersebut tentunya selaras mendunia, dan Saung Angklung Udjo sudah dengan yang dirasakan oleh para peserta cukup dikenal, tetapi harus ada kegiatan yang workshop, dimana Saung Angklung Udjo dibuat untuk ketahanan budaya. sudah mencerminkan ciri khas Sunda yaitu Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 Someah. Pernyataan tersebut selaras dengan pernyataan Informan P5 yaitu Aucukup baik, budaya adalah salah satu bukti bahwa pematerinya ramah, ketika diskusi pun saya reputasinya baik dan terjaga hingga saat merasa nyaman. Sudah mencerminkan ciri Ay (Wawancara Informan P4, 15/07/2. khas atau karakteristik budaya sunda juga Dalam Ay tentunya harus mampu membuat pesertanya Informan P5, 17/07/2. merasakan pengalaman yang luar biasa, dan Menurut pandangan para peserta workshop hal tersebut merupakan salah satu kunci dari pun reputasi yang dibangun oleh Saung Angklung Udjo sudah terbukti dari rating Runyke, 2. Adanya kegiatan workshop tinggi yang diperoleh sebagai destinasi wisata bisa dijadikan sebagai bentuk membangun Pemaparan tersebut sejalan dengan pernyataan dari Informan P4 bahwa AuSudah, menciptakan pemahaman kepada masyarakat dengan rating tinggi yang diperoleh dan terkait serba-serbi angklung. (Wawancara (Dewi. Mutia. Tabel 5. Evaluasi Kegiatan Workshop Informan Pernyataan -Menjaga loyaltas dengan menekankan pelayanan sebaik mungkin - Prinsip SAU dalam membangun dan menjaga reputasi adalah UDJO -Pengunjung memberika dukungan dengan mengutamakan pelayanan yang ramah - Respon terhadap kegiatan workshop cukup bagud dari masyarakat sekitar mapun jauh -Loyalitas bertambah karena pelayanan yang baik - Bukti SAU memiliki reputasi yang baik dari rating tinggi dan -pematerinya ramah, mencerminkan masyarakat Sunda -respon adanya kegiatan workshop merasa tertarik dan mendukung kegiatan tersebut Sumber: Hasil penelitian, 2022 Submitted: November 2022. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE SIMPULAN Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 1 Ae 19 dimiliki oleh Saung Angklung Udjo berupa Dalam merancang kegiatan workshop. UDJO (Ulet. Disiplin. Jujur, dan Optimi. ini pihak Saung Angklung Udjo memiliki cara. akan menjadi indikator Saung Angklung Udjo Dan DAFTAR PUSTAKA