AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam Jurnal AL-HIKMAH Vol 7. No 1 . p-ISSN 2685-4139 e-ISSN 2656-4327 IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Muhammad Rafli Saipul Universitas Islam Riau Email : raflisaiful05@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis impelementasi teori belajar behavioristik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan mengetahui dampak dari perubahan perilaku yang terjadi dalam pembelajaran dengan menerapkannya teori belajar behavioristik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan . ield researc. Sedangkan pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian adalah guru pendidikan agama Islam dan peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Rambah Hilir. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data yang telah diperoleh dilakukan analisis data menggunakan analisis data kualitatif Miles and Huberman yang meliputi tahapan data reduction . eduksi dat. , data display . enyajian dat. , conclusion drawing/verification . enarikankesimpulan dan verifikas. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini:. penerapan pembelajaran pendidikan agama Islam dengan pendekatan teori belajar behavioristik sudah berjalan, diantaranya melalui metode reward, punishment, dan reinforcement. Dampak pembelajaran behavioristik dapat dilihat dari tertanamnya nilai-nilai akhlak yang peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat yang meliputi selalu sopan pada orang tua dan sesama, rajin beribadah, dapat membedakan sikap terpuji dan tercelah, bertoleransi, jujur, tanggungjawab, disiplin, tolong menolong, dan ramah tamah. Kata Kunci: Implementasi. Behavioristik. Pendidikan Agama Islam Abstract: This research aims to describe and analyze the implementation of behavioristic learning theory in Islamic religious education learning and determine the impact of behavioral changes that occur in learning by applying behavioristic learning theory. This research uses field research. Meanwhile, this research approach is qualitative. The subjects in the research were Islamic religious education teachers and students at State High School 3 Rambah Hilir. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. Furthermore, the data that has been obtained is analyzed using Miles and Huberman's qualitative data analysis which includes the stages of data reduction . ata reductio. , data presentation . ata presentatio. , drawing conclusions/verification . rawing conclusions and verifyin. The results obtained in this research: . the application of Islamic religious education learning using a behavioristic learning theory approach is already underway, including through reward, punishment and reinforcement methods. The impact of behavioristic learning can be seen from the embedded moral values that students apply in everyday life, both in the school environment and in society, which include always being polite to parents and others, being diligent in worship, being able to distinguish between praiseworthy and despicable attitudes, being , honest, responsible, disciplined, helpful and friendly. Key Words : Implementation. Behavioristic. Islamic Religious Education Pendahuluan Di dunia pendidikan, telah banyak teori belajar yang dikembangkan dan diterapkan. Teori-teori ini berfungsi untuk membantu pendidik dan peserta didik dalam merancang proses pembelajaran, hingga memudahkan mereka mencapai tujuan belajar yang telah Teori belajar merupakan suatu pembelajaran yang diharapkan meningkatkan sesuatu pembelajaran. Salah satu tanda seseorang telah mengalami proses AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Implementasi Teori Belajar Behavioristik Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri seseorang itu. Semakin banyak kemampuan yang dimiliki siswa, maka semakin banyak pula perubahan yang dialami siswa (Suzana. Jayanto, & Farm. Teori belajar yang menekankan terhadap perubahan dan pembentukan perilaku siswa adalah teori belajar Teori belajar behavioristik lebih dikenal dengan istilah teori tingkah laku dikarenakan teori ini memiliki anggapan bahwa seseorang dikatakan sudah belajar apabila telah mengalami perubahan tingkah laku pada individu tersebut. Teori belajar behavioristik adalah teori yang menekankan pada perlunya tingkah laku yang di amati (Desmiati, 2. Menurut Nahar . konsep dari behaviorisme adalah . berfokus pada peristiwa pembelajaran yang diamati seperti yang ditunjukkan oleh hubungan stimulus dan respon, . melibatkan perubahan perilaku, . proses mental harus dikeluarkan dari studi ilmiah tentang belajar, . hukum yang mengatur pembelajaran berlaku untuk semua mahluk hidup, termasuk manusia, . mahluk hidup memulai hidup sebagai papan tulis kosong tidak ada bawaan perilaku, . hasil belajar dari peristiwa eksternal di lingkungan. Ciri utama teori belajar behavioristik adalah guru bersikap otoriter dan sebagai agen induktrinasi dan propaganda dan sebagai pengendali masukan Hal ini dikarenakan teori belajar behavioristik menganggap manusia itu bersifat pasif dan segala sesuatunya tergantung pada stimulus yang didapatkan. Sasaran yang dituju dari pembelajaran ini adalah agar terjadi perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih baik (Ismail. Mudjiran. Neviyarni. Teori pentingnya pengukuran hasil akhir yang dapat diukur, karena pengukuran merupakan kunci untuk mengamati terjadinya perubahan Dalam behaviorisme, dengan model hubungan stimulus-respons, individu yang belajar ditempatkan dalam posisi yang cenderung Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode latihan, pengulangan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku yang timbul akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai Bagi para ahli teori behavioristik penekanan adanya perubahan tingkah laku yang dialami secara nyata, tidak hanya sebatas struktualisasi seseorang (Amsari. Oleh sebab itu, para behavioris menekankan penelitannya pada perilaku manusia yang nyata dalam peristiwaperistiwa aktual yang terjadi. Seseorang dianggap telah belajar ketika ia mampu menunjukkan perubahan dalam tingkah Perspektif behavioristik menyoroti pentingnya stimulasi yang berfungsi sebagai masukan dan respons yang menjadi keluaran. Teori belajar behavioristik berfokus pada pembentukan tingkah laku melalui hubungan yang jelas antara stimulus dan respons, tanpa mengaitkannya dengan aspek kesadaran atau konstruksi mental. Teori belajar behavioristik berlawanan dengan teori kognitif yang mengemukakan bahwa proses belajar merupakan proses mental yang tidak diamati secara kasat mata. Teori belajar behavioristik sangat menekankan pada hasil belajar, yaitu adanya perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret (Putrayasa, 2. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Muhammad Rafli Saipul Metodologi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. yaitu suatu penelitian yang bertujuan mempelajari secara intensif tentang keadaan sekarang, interaksi individu, sosial, kelompok, lembaga, dan masyarakat. Sedangkan pendekatan penelitian ini adalah kualitatif yaitu suatu penelitian yang berusaha mengungkapkan secara horistik dengan cara mendeskripsikan melalui bahasa non-numerik dalam konteks dan paradigma alamiah (Sugiyono, 2. Subjek dalam penelitian adalah guru pendidikan agama Islam dan peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Rambah Hilir. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas sumber data primer dan skunder. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah sumber data yang digali dalam penelitian yang terdiri dari sumber data utama yang berupa kata-kata dan tindakan, serta sumber data tambahan yang berupa dokumen-dokumen. Sumber dan jenis data terdiri dari data dan tindakan, sumber data tertulis, foto dan statistik (Moleong, 2. Dalam penelitian ini sumber data primer yaitu sumber data yang diambil melalui wawancara dan observasi. Sedangkan sumber data sekunder adalah sumber data tambahan diluar kata-kata dan tindakan yakni sumber data tertulis yang diperoleh dari dokumendokumen resmi, buku harian, dan sebagainya atau catatan tentang adanya suatu peristiwa atau catatan yang jaraknya telah jauh dari sumber orisinil (Nazar, 2. Data sekunder yang peneliti peroleh dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh secara langsung dari pihak yang berkaitan dan berbagai pembahasan penelitian. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati proses pembelajaran dengan diterapkannya teori belajar behavioristik dan perubahan perilaku yang terlihat setelah pembelajaran teori belajar behavioristik. Wawancara digunakan untuk memperoleh data terkait pembelajaran behavioristik yang dilakukan oleh guru melalui proses tanya jawab tatap Dokumentasi dilakukan kajian literatur terkait teori belajar behavioristik dan hasil afektif peserta didik. Selanjutnya data yang telah diperoleh dilakukan analisis data menggunakan analisis data kualitatif Miles and Huberman yang meliputi tahapan data reduction . eduksi dat. , data display . enyajian dat. , conclusion drawing/verification . enarikan kesimpulan dan verifikas. Reduksi data dilakukan dengan memilih dan menyeleksi setiap data. Penyajian data diawali dengan menyusun informasi yang kompleks ke dalam bentuk yang sistematis dan terorganisasi agar lebih mudah dipahami maknanya dengan pola uraian deskriptif. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan jalan membandingkan kesesuaian peryataan responden dengan makna yang terkandung dalam masalah penelitian secara konseptual. Pembahasan Implementasi Teori Belajar Behavioristik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Teori belajar behavioristik sangatlah penting diterapkan dalam proses pembelajaran dan telah diterapkan oleh pendidik baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada merupakan teori yang lebih menekankan tingkah laku terhadap peserta didik (Soesila. Proses menggunakan teori behavioristik yaitu manusia dituntun untuk lebih cenderung responsif terhadap stimulus-stimulus yang diberikan kemudian menghasilkan prilaku yang baik. Dalam lingkup akademik ada beberapa prinsip umum yang harus diketahui yaitu (Mukinan, 1. : . teori ini berpendapat bahwa belajar adalah perubahan prilaku, . teori ini berpendapat bahwa urgensi dari belajar adalah terjadinya rangsangan . dan tanggapan . karena inilah bisa diamati, . penguatan AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Implementasi Teori Belajar Behavioristik Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam . , apa saja yang dapat menjadi penguat terhadap penunjang responsif, semakin banyak penguatan maka responsif pun akan semakin kuat. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, diperoleh informasi bahwa penerapan pembelajaran pendidikan agama Islam dengan pendekatan teori belajar behavioristik telah dilaksanakan, antara lain melalui metode reward, punishment, dan Ketiga metode tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Menurut Zamzami . reward digunakan sebagai bentuk motivasi atau sebuah penghargaan untuk hasil atau prestasi yang baik, sesuatu yang menyenangkan anak didik. Di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Rambah Hilir. penerapan aspek penghargaan dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam terlihat melalui apresiasi yang diberikan oleh guru kepada peserta didik yang menunjukkan dedikasi dan semangat tinggi dalam mengikuti Apresiasi ini diwujudkan dalam bentuk pemberian nilai sebagai pengakuan atas usaha dan komitmen mereka. Menurut Suyadi . pemberian reward dapat mendorong peserta didik untuk mendapatkan Tanpa disadari peserta didik tidak hanya sekedar mendapat hadiah namun mampu mendapatkan hasil pembelajaran dengan maksimal. Punishment adalah tindakan yang diberikan oleh pendidik terhadap anak didik yang telah melakukan kesalahan, dengan tujuan agar anak didik tidak akan mengulanginya lagi dan akan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat. Menurut Anggraini. Siswanto, & Sukamto . aspek punishment bertujuan agar peserta didik tidak mengulangi perbuatan yang tidak Guru memberikan peringatan kepada siswa agar mereka tidak mengulang kesalahan yang sama sambil menjelaskan alasan mengapa perilaku tersebut tidak Dalam konteks disiplin di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Rambah Hilir. ketika siswa tidak menyelesaikan tugas, mereka akan mendapatkan teguran satu atau dua kali. Namun, jika mereka gagal mengerjakan tugas untuk ketiga kalinya, mereka akan dikenakan sanksi berupa kewajiban untuk menyelesaikan tugas di Pendekatan ini bertujuan untuk memotivasi siswa agar lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan Selain itu, berbagai bentuk hukuman yang diberikan meliputi saran dan bimbingan, teguran yang tegas, pembersihan ruang kelas atau sekolah, tugas tambahan, serta hafalan surah atau ayat-ayat pendek. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan meningkatkan prestasi belajarnya. Hal ini senada penelitian Latipah . dengan penerapan punishment dengan memberikan melemahkan respons ataupun mengurangi terjadinya respons yang muncul di waktu yang akan datang. Punishment akan membuat siswa menyesali perbuatannya yang salah itu. Selanjutnya, aspek reinforcement dalam pembelajaran dilakukan melalui pemberian pujian kepada peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Dengan cara ini, semangat dan motivasi peserta didik untuk berpartisipasi pendidikan agama Islam akan terbangkitkan. Dalam konteks ini, pendekatan behavioristik beranggapan bahwa perilaku individu merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dapat diubah dengan mengatur dan menciptakan kondisi-kondisi belajar yang sesuai, ditambah dengan berbagai bentuk penguatan untuk mempertahankan perilaku atau hasil belajar yang diinginkan. Menurut Prawiro . memperkuat perilaku yang memungkinkan akan mengakibatkan terjadinya respons pada waktu yang akan datang. Penerapan behavioristik dalam pendidikan agama Islam menekankan perubahan perilaku AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Muhammad Rafli Saipul siswa sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan pembelajaran. Untuk mencapai perubahan sikap dan perilaku peserta digunakan secara efektif. Contohnya, siswa yang mennunjukkan prestasi baik dapat diberikan hadiah serta penghargaan yang bentuk lainnya. Dengan demikian, penerapan pembelajaran pendidikan agama Islam menjadi sangat penting untuk diwujudkan. Hal ini tercermin dalam kemampuan kita untuk mengubah perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik. Sebagian besar kompetensi yang diajarkan mengandalkan teori belajar behavioristik. Contohnya, dalam pengajaran aqidah, kita berfokus pada penerapan sikap yang benar di kalangan Demikian pula, dalam pembelajaran fikih, kita mengajarkan siswa untuk melaksanakan shalat dengan cara yang tepat, seperti dalam tata cara shalat jenazah. Aspekaspek lain dalam pembelajaran juga banyak mengacu pada teori belajar behavioristik. Dampak Teori Belajar Behavioristik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Menurut Susanto . yang mengatakan bahwa belajar adalah suatu proses terjadinya perubahan perilaku pada organisme yang Terjadinya perubahan perilaku pada peserta didik sebagai wujud adanya pembelajaran. Hal ini senada dengan teori behavioristik yang menganggap bahwa hal terpenting dalam pembelajaran adalah adanya input . dan output . Stimulus adalah rangsangan yang dilakukan oleh guru sedangkan respon adalah tanggapan atas Stimulus yang telah diberikan oleh guru itu sendiri. Proses yang terjadi antara Stimulus dan respon tidak perlu untuk diamati karena tidak dapat dikur, akan tetapi stumulus dan respon lah yang dapat diamati. Maka dari itu, stimulus yang diberikan guru dan respon yang diterima peserta didik dapat diukur dan diamati (Putrayasa, 2. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, ditemukan bahwa dampak dari pembelajaran yang bersifat behavioristik terwujud dalam penanaman nilai-nilai akhlak yang diaplikasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Nilai-nilai tersebut mencakup sikap hormat kepada orang tua dan sesama, keaktifan dalam beribadah, kemampuan untuk membedakan antara perilaku terpuji dan tercela, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, saling membantu, dan keramahan. Pemberian reward dan punishment dalam proses pembelajaran ternyata sangat berpengaruh terhadap perkembangan akhlak yang lebih positif. Reward dan punishment menjadi alat pendidikan yang penting dalam mendisiplinkan dan menertibkan siswa selama proses pembelajaran di kelas. Selain itu, dampak dari pembelajaran pendidikan agama Islam juga menunjukkan bahwa pendekatan reward dan punishment mampu meningkatkan semangat dan motivasi siswa dalam belajar, terutama dalam konteks pendidikan agama Islam. Motivasi peserta didik terlihat jelas setelah guru memberikan apresiasi kepada mereka yang menunjukkan dedikasi dan semangat dalam mengikuti pelajaran, biasanya dalam bentuk pemberian nilai. Antusiasme siswa juga meningkat ketika guru memberikan stimulasi yang mendorong mereka untuk lebih bergairah dalam belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil pembelajaran dapat membuat peserta didik lebih aktif dan responsif terhadap proses pembelajaran. Penerapannya pendidikan agama Islam yaitu dengan cara guru memberikan semangat belajar dan motivasi kepada siswa yang mungkin tingkah lakunya tidak bersemangat dan termotivasi untuk belajar. Guru pendidikan agama Islam juga memberikan rangsangan agar siswa AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Implementasi Teori Belajar Behavioristik Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam tersebut tertarik atau berminat terhadap pelajaran agama Islam. Kesimpulan Penerapan pembelajaran pendidikan agama Islam dengan pendekatan teori belajar behavioristik sudah berjalan diantaranya melalui metode reward, punishment, dan Ketiga metode pembelajaran tersebut di atas memberikan pengaruh terhadap perubahan perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Aspek pendidikan agama Islam, guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang rajin dan penuh semangat mengikuti pelajaran dalam bentuk pemberian nilai. Aspek punishment dalam pembelajaran diimplementasikan dalam bentuk pemberian saran dan bimbingan, memberikan teguran keras, membersihkan ruangan sekolah atau ruangan kelas, memberikan tugas tambahan dan menghafal surah atau ayat-ayat pendek kepada peserta Aspek pembelajaran dilakukan dalam bentuk memberikan pujian kepada peserta didik yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan Dampak pembelajaran behavioristik dapat dilihat dari tertanamnya nilai-nilai akhlak yang peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat yang meliputi selalu sopan pada orang tua dan sesama, rajin beribadah, dapat membedakan sikap terpuji dan tercelah, bertoleransi, jujur, tanggung jawab, disiplin, tolong menolong, dan ramah Selain itu, dampak pembelajaran pendidikan agama Islam reward dan membangkitkan motivasi siswa dalam belajar terutama dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Motivasi peserta didik terlihat setelah guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang rajin dan penuh semangat mengikuti pelajaran dalam bentuk pemberian Semangat peserta didik terlihat saat guru memberikan stimulus yang membuat peserta didik bergairah dalam belajar. Hal ini juga dapat dikatakan setelah pembelajaran menggunakan teori belajar behavioristik membuat peserta didik lebih aktif dan peserta didik merespon pembelajaran dengan baik. Daftar Pustaka