PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PUPUK SP36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L. Ir. Misran* Widya Sari. SP. ,MP. Abstrak Percobaan pengaruh pemberian pupuk SP36 pada pertumbuhan dan produksi kacang hijau (Vigna radiata L. ) dilakukan di lahan persawahan Sitiung. Sawah Lunto Sijunjung. Sumatera Barat, sejak bulan Agustus sampai Oktober 2004. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menemukan dosis perlakuan SP36 yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan tingkat pemberian SP36 yaitu : 0 , 25 , 50 , 75 , 100 , 125 dan 150 kg/ha dengan 3 ulangan. Galur yang digunakan adalah kacang hijau nomor 129, yang ditanam 2 biji perlubang, dengan jarak tanam 40 x 20 cm. Pupuk dasar yang digunakan adalah Urea 50 kg/ha dan KCl 50 kg, yang diberikan bersamaan dengan SP36. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan 100 kg SP36/ha menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang tinggi. Abstract The experiment on growth and production of mungbean (Vigna radiata L. ) affected by SP 36 distribution was done on rainfed paddy at Sitiung. Sawah lunto Sijunjung West Sumatera ,from August to October 2004. The purpose of this experiment was to find out the best treatment of SP36 on growth and production of mungbean. This research was arange in Randomize Block Design With Treatments of 0, 25, 50, 75, 100, 125, and 150 kg SP36/ha. Mung bean line 129 was planteds 2 seed /hole with flant distance of 40x20 cm in tugal way. The basic fertilizer was Urea 50 kg/ha and KCl 50 Kg/ha given together with SP 36. The results show that the addition of 100 kg SP36/ha gave the best growth and production of mungbean. Keywords : Mungbean 129. Vigna radiata L. , fertilizer SP 36. PENDAHULUAN Pertumbuhan Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, hal ini membutuhkan sumber pangan hal ini membutuh kan sumber pangan yang lebih banyak terutama yang mengandung protein, sehingga kebutuhan protein juga Kebutuhan protein di penuhi dari tanaman sebesar 70% dan hewan sebesar 30% (Baharsyah & Ashary, 1. Kacang hijau merupakan salah satu tanaman palawija yang tergolong kacangkacangan sebagai sumber protein setelah kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau mengandung nilai gizi yg cukup tinggi. Dalam 100 g biji kering mengandung 22. 2 g protein, 29 g karbohidrat, 0. 64 g vitamin B1 dan 6 IU vitamin C (Suprapto & * Dosen Tidak Tetap Fakultas Pertanian UNSUR ** Dosen Fakultas Pertanian UNSUR Pengaruh Tingkat Pemberian Pupuk SP36 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L. Ir. Misran dan Widya Sari. SP. MP. Sutarman, 1. Lebih lanjut Brotonegoro menambahkan bahwa kacang hijau memiliki lemak yang rendah. Produksi kacang hijau di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri (Risnawati & Kuswan. Menurut BPS . produksi kacang hijau Indonesia rata rata mencapai 1. 19 Ae 1. 50 ton perha, kebutuhannya. Indonesia melakukan impor kacang hijau. Belum dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri disebabkan oleh produksi yang masih Sampai tahun 1988 produksi kacang hijau Indonesia baru mencapai 515 ton pertahun dengan hasil rata-rata 0. 71 ton perha. Sedangkan potensi hasil kacang hijau unggul rata 20 Ae 1. 75ton perha (Anonim. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman Baharsyah menyatakan bahwa tanaman kacangkacangan kurang tanggap terhadap pemupukan N dalam jumlah banyak terutama pada lahan subur. Hal ini disebabkan oleh bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan akar tanaman yang dapat mengikat N Menurut Nyakpa & Hakim . unsur fosfor yang tersedia waktu pengisian polong dapat karbohidrat dan protein , selanjutnya ditransfer ke bagian polong untuk pembentukan biji. Penelitian ini pengaruh pemupukan SP36 dengan mendapatkan takaran pupuk SP36 yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. BAHAN DAN METODE Penelitian Sitiung. Sawah Lunto Sijunjung. Sumatera Barat, mulai bulan Agustus Ae Oktober 2004. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok pemberian SP36 yaitu : 0 , 25 , 50 , 75 , 100 , 125 dan 150 kg/ha dengan 3 Galur yang digunakan adalah kacang hijau nomor 129, yang ditanam 2 biji perlubang, dengan jarak tanam 40 x 20 cm2. Sepuluh hari setelah tanam dilakukan penjarangan tanaman/lubang. Percobaan diberi pupuk dasar yaitu 50 kg Urea/ha dan 50 kg KCl/ha. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur 17 dan 32 hari bersamaan dengan pembumbunan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman . , jumlah cabang primer, jumlah polong pertanaman . , berat 100 biji . dan hasil . on/h. Pengamatan dilakukan pada saat panen yaitu ketika tanaman berumur 62, 65 dan 69 hari. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan digunakan uji DNMRT pada taraf 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberian pupuk SP36 mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman kacang hijau (Tabel . Tanpa pemberian SP36 tinggi tanaman rendah, bila diberi SP36 25 kg/ha, tanaman bertambah tinggi. Journal Of Agroscience. Vol. 1 Th. 1 Juli Ae Desember 2008 Tapi tanaman tidak betambah tinggi lagi jika pemberian SP36 ditingkatkan menjadi 125 kg/ha. Tinggi tanaman rendah bila diberi SP36 150 kg/ha. Tabel 1. Pengaruh tingkat pemberian pupuk SP36 terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau Dosis SP36 . Jml Cab Primer Jml Berat Biji Hasil . on/ Angka-angka pada kolom yang sama diikuti huruf yang tidak sama berbeda nyata pada taraf 5% DNMRT. Pemberian 25 kg SP36/ha sudah mencukupi kebutuhan hara bagi petumbuhan tanaman, karena khususnya batang, tidak hanya dibutuhkan fosfor, tetapi juga hara lain seperti N dan K. Fosfor sangat penting sebagai sumber energi dalam Menurut Lingga . salah satu Dengan fosfor yang cukup, laju fotosintesis menjadi lebih optimal sehingga asimilat yang dihasilkan sebagian dimanfaatkan bagi pembentukan dan penyusunan organ tanaman, seperti batang. Sisanya disimpan dalam bentuk protein dan Pupuk SP36 yang diberikan sebanyak 75 dan 150 kg/ha, tidak meningkatkan pertambahan tinggi tanaman, karena diduga melebihi kebutuhan tanaman. Sebaliknya tanpa SP36 pertambahan tinggi sangat kecil. Hal ini kemungkinan disebabkan hara fosfor dalam tanah tidak mencukupi kebutuhan tanaman. Menurut Arief . fosfor yang kurang tersedia pada awal pertumbuhan dapat mengahambat pertumbuhan akar, sehingga hara tanaman yang diserap relatif sedikit. Akibatnya tanaman juga terhambat. Pemberian pupuk SP36 100 kg/ha menghasilkan cabang primer lebih banyak, jumlah cabang primer berkurang dengan penurunan takaran SP36 menjadi 25 kg/ha, sedangkan pada 0 kg/ha SP36 menghasilkan cabang primer sedikit (Tabel . Menurut Sutejo & Kartasapoetra . salah satu peran fosfor adalah mendorong pertumbuhan tunas, akar tanaman dan meningkatkan aktifitas penyerapan unsur hara lain seperti Nitrogen dan Kalium yang seimbang bagi kebutuhan tanaman. Menurut Soemarno & Hartono . , pada Leguminosa mempercepat fiksasi N dengan mendorong pembentukan bintil akar. Suprapto Rasyid menyatakan bahwa kacang hijau berakar dalam dan bercabang banyak yang tumbuh pada batang utama. Fatmiwita . mengemukakan bahwa percabangan kacang hijau juga Tanpa pemberian SP36 menyebabkan percabangan yang terbentuk sedikit, hal ini disebabkan Menurut Syarief . fosfor berperan dalam pembelahan sel, pembentukan lemak dan albumin, pemanjangan sel cepat, akan mendorong pertumbuhan batang dan organ lainnya. Dengan berkurangnya hara fosfor, aktivitas tersebut menjadi Pengaruh Tingkat Pemberian Pupuk SP36 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L. Ir. Misran dan Widya Sari. SP. ,MP. berkurang, sehingga cabang primer yang dihasilkan sedikit. Pemberian SP36 dengan takaran 100 kg/ha menghasilkan jumlah polong yang lebih banyak. Tanpa SP36 menghasilkan polong yang lebih sedikit (Tabel . Banyaknya jumlah polong pada pemberian SP36 100 kg/ha diduga karena pemberian fosfor. Salah satu pembentukan polong dan pengisian Menurut Tisdale & Nelson . bahwa fosfor juga digunakan pembungaan dan pembentukan buah serta mempercepat umur panen. Disamping ketersediaan, polong yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh cabang yang Hagin & Tucker . kecepatan pertumbuhan tanaman kekurangan fosfor, sehingga secara tidak langsung menurunkan produksi, kualitas biji dan buah. Pemberian pupuk SP36 100 kg/ha menghasilkan 100 biji yang lebih berat. Hal ini disebabkan oleh tersedianya hara fosfor yang cukup peningkatan berat biji. Hara fosfor penting bagi tanaman kacang hijau terutama dalam pengisian biji. Lingga . menyatakan bahwa fosfor berperan dalam berbagai aktivitas metabolisme dalam mendukung mendorong proses pembungaan dan pembentukan biji dan buah serta mempercepat masak polong. yang diperlukan dalam pembentukan dan pengisian biji serta polong (Tabel Fatmiwita . mengemukakan bahwa peningkatan berat biji berhubungan dengan jumlah polong yang dihasilkan, yang merupakan komponen hasil dari tanaman kacang Tanpa pemberian SP36 berat biji yang dihasilkan lebih sedikit, karena aktivitas pembelahan sel, pembentukan tunas, akar dan organ lainnya lebih sedikit termasuk cabangcabang tempat tumbuhnya bunga dan polong, sehingga sedikit sekali peranannya dalam peningkatan berat kering biji. Menurut Indranada tanaman menjadi kerdil, laju respirasi dan proses fotosintesis menurun. KESIMPULAN Pemberian pupuk SP36 terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau menunjukkan pengaruh yang nyata. Pemberian 100 kg/ha menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang tinggi yaitu 1. 88 ton/ha biji Berat biji kering yang dihasilkan pada pemberian SP36 100 kg/ha yang tinggi, merupakan akibat terpenuhinya kebutuhan hara fosfor Journal Of Agroscience. Vol. 1 Th. 1 Juli Ae Desember 2008 DAFTAR PUSTAKA