JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 2. Mei 2024 PERAN KOMUNIKASI DALAM KELUARGA UNTUK MENCEGAH PENGGUNAAN BAHASA NEGATIF PADA ANAK Siti Hanifa Nurentang Fitriani1. Ansori2. Dinno Mulyono3 1,2,3 IKIP Siliwangi. Cimahi Ae Jawa Barat - Indonesia a hanifasiti35@gmail. com, 2ansoryalb@ikipsiliwangi. id, 3dinno@ikipsiliwangi. Received: Mei, 2024. Accepted: Mei, 2024 Abstract This research is motivated by the many cases of young children and teenagers and even parents who speak using harsh words. As a family where children learn for the first time, family communication is important, especially in overcoming the habit of children speaking in offensive language. The theory used in this research is communication and education in the family. The research method uses a qualitative approach with descriptive methods. With data collection techniques through interviews with six respondents who are children, and parents. The results of this study indicate that there are still parents who do not know the impact of speaking using harsh words. From the discussion on the role of the family in overcoming children's speaking habits, it is found that family communication is the most important thing to do in a family, because by communicating children can get closer to the family and avoid negative things, including the use of negative language in speaking. Communication within a family is important to deal with children speaking negative language with harsh words. Keywords: communication, family education Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya kasus anak-anak yang masih kecil dan remaja bahkan sampai orang tua yang berbicara dengan menggunakan kata-kata kasar. Sebagai keluarga yang menjadi tempat belajar anak untuk pertama kalinya, komunikasi keluarga ini menjadi penting terutama dalam mengatasi kebiasaan anak yang berbicara dengan menggunakan bahasa yang kasar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, komunikasi, dan pendidikan dalam keluarga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan responden berjumlah enam orang yang merupakan anak, dan orang tua . Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa masih adanya orang tua yang tidak mengetahui dampak dari berbicara menggunakan kata-kata kasar. dari pembahasan mengenai peran keluarga dalam mengatasi kebiasaan anak berbicara kasar, didapatkan bahwa komunikasi keluarga ini merupakan hal yang terpenting untuk dilakukan dalam sebuah keluarga, karena dengan berkomunikasi anak dapat lebih dekat dengan keluarga dan menghindari hal-hal yang negatif, termasuk penggunaan bahasa negatif dalam berbicara. Komunikasi dalam sebuah keluarga menjadi hal yang penting untuk mengatasi anak berbicara menggunakan Bahasa negatif dengan kata-kata yang kasar. Kata Kunci: komunikasi, pendidikan keluarga How to Cite: Fitriani. Ansori & Mulyono. Peran Komunikasi Dalam Keluarga Untuk Mencegah Penggunaan Bahasa Negatif Pada Anak. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 235-241 PENDAHULUAN Bahasa merupakan alat komunikasi sehari-hari yang digunakan oleh manusia. Indonesia memiliki ragam bahasa yang begitu banyak, sehingga dengan keragaman bahasa yang banyak ini maka diperluka bahasa yang dapat digunakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia. 236 Fitriani. Ansori & Mulyono. Peran Komunikasi Dalam Keluarga Untuk Mencegah Penggunaan Bahasa Negatif Pada Anak Penggunaan bahasa indonesia sudah diatur dalam UUD 1945 pasal 36 yang berbunyi Aubahasa Negara ialah bahasa IndonesiaAy dalam Undang-Undang tersebut sudah dijelaskan bahwa penggunaan bahasa di Indonesia itu menggunakan bahasa negara yaitu bahasa Indonesia. Dari data yang didapatkan oleh peneliti dilapangan ditemukan anak sebanyak enam orang yang sering menggunakan bahasa yang negatif, dengan kata-kata yang kasar. Dua orang anak yang merupakan pengguna Bahasa negatif dan kata-kata kasa. Kemudian ada dua orang orang tua yang tidak menggunakan Bahasa negatif ataupun kata-kata yang kasar sebagai alat untuk berkomunikasi dengan anak. Dan dua orang yang merupakan orang tua yang menggunakan Bahasa negatif dan kata-kata kasar sebagai salah satu alat untuk berkomunikasi dengan anak. Bahasa negatif merupakan Bahasa yang dapat mempengaruhi citra buruk bagi pembicaranya dan dapat menimbulkan perasaan tidak enak terhadap pendengar, atau bahkan dapat menimbulkan konflik (Widyastuti, 2. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesi. bahasa merupakan suatu lambang bunyi yang digunakan oleh anggota Masyarakat untuk berinteraksi, sedangkan negatif berarti sesuatu yang kurang baik atau menyimpang dari yang Dapat disimpulkan bahwa Bahasa negatif merupakan lambang bunyi yang digunakan oleh anggota Masyarakat namun memiliki arti yang kurang baik atau menyimpang dari pada umumnya Bahasa yang digunakan. Berbicara menggunakan kata-kata kasar seperti sudah menjadi budaya atau kebiasaan baru diantara anak, hampir semua anak pernah atau bahkan sering berbicara menggunakan kata-kata Anak- anak atau remaja merasa dianggap keren ketika berbicara menggunakan kata-kata kasar, padahal pada kenyataannya banyak orang yang tidak nyaman ketika ada anak-anak atau remaja yang berbicara menggunakan kata-kata kasar. Saat ini di lingkungan sekitar tidak hanya anak dan remaja saja yang sering berbicara menggunakan bahasa yang negatif, namun orang tua pun sering berbicara dengan menggunakan bahasa negatif dengan kata-kata yang kasar Sejatinya, anak akan mengikuti apa yang dilihat dan didengarnya, jika orang tua berbicara menggunakan bahasa yang negatif, anak akan mendengar dan mengikuti apa yang di Kesalahan orang tua dalam mendidik anak akan membawa dampak yang tidak baik bagi perkembangan anak, dampak ini akan mempengaruhi kedalam berbagai aspek kehidupannya (Ansori. Eshterlita. Ketika anak terlanjur akrab dengan penggunaan Bahasa negatif, orang tua menjadi orang pertama yang harus mengingatkan anaknya bahwa apa yang dilakukannya merupakan hal yang tidak benar. Pendidikan keluarga menjadi salah satu solusi untuk orang tua agar dapat mencegah anak tidak berbicara dengan menggunakan Bahasa negatif dan kata-kata yang kasar. Selain untuk mencegah anak menggunakan Bahasa negatif dan kata-kata yang kasar. Pendidikan keluarga juga dapat membuat anak serta orangtua memiliki ikatan yang baik. Komunikasi Komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan, dimana dalam proses penyampaian itu akan ada proses saling mempengaruhi satu sama lain. Menurut Najoan, dkk . Kata komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu communicare yang berarti memberitahukan. Kata tersebut kemudian berkembang dalam bahasa Inggris yaitu Communication yang artinya proses pertukaran informasi, konsep, ide, gagasan, dan lain-lain antara 2 orang atau lebih. Secara sederhana dapat dikemukakan pengertian komunikasi ialah proses pengiriman pesan atau simbol-simbol yang mengandung arti dari seorang sumber atau komunikator kepada seorang penerima atau komunikan dengan tujuan tertentu Volume 7. No. Mei 2024 pp 235-241 Menurut Wijaya . komunikasi merupakan sebuah aktivitas untuk berbagi informasi, gagasan, ataupun pendapat dari setiap pasrtisipan dari komunikasi yang terlibat didalamnya, tujuan dari komunikasi ini untuk mencapai kesamaan makna. Dari pengertian-pengertian diatas dapat disipulkan bahwa komunikassi merupakan sebuah proses penyampaian atau tempat untuk berbagi infomasi yang dimana dalam proses penyampaian informasi tersebut terdapat proses salig mempengaruhi antara pemberi informasi dan penerima informasi, demi mencapai suatu tujuan tertentu. Pendidikan Keluarga Menurut Ramdhani . pendidikan merupakan proses pemberian pengertian, pemahaman, dan penghayatan sampai pada pengalaman yang diketahuinya. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari pengertian daitas dapat dijelaskan bahwa Pendidikan merupakan proses pemberian pemahaman agar dapat secara aktif untuk mengembangkan potensinya dalam bidang-bidang tertentu. Basidin Mizal . mengemukakakn bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak, di lingkungan keluarga pertama-tama anak mendapatkan pengaruh sadar. Keluarga merupakan unit terkecil yang berada di masyarakat, yang dimana keluarga ini menjadi tempat pertama anak untuk belajar. Keluarga merupakan sebuah Lembaga Pendidikan yang pertama dan utama, yang sangat menentukan akan masa depan suatu kehidupan keluarga (Framanta. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah unit terkecil yang ada di masyarakat, dan merupakan lingkungan pertama anak mendapatkan pengaruh dan Pendidikan yang nantinya berpengaruh untuk menentukan masa depan kehidupan keluarganya. pendidikan keluarga merupakan usaha orang tua sebagai lingkungan pertama bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Pendidikan keluarga menjadi fondasi dalam membentuk karakter METODE Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Menurut Mukhtar . penelitian deskriptif kualitatif adalah sebuah penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkap sebuah fakta empiris secara objektif ilmiah dengan berlandaskan pada logika keilmuan, prosedur dan didukung oleh metodologi dan teoritis yang kuat sesuai disiplin keilmuan yang ditekuni. Metode ini dipilih didasarkan pada karakteristik data yang dikumpulkan pada penelitian ini, yaitu berupa berupa penggambaran atau penjelasan mengenai fenomena atau permasalahan yang dibahas. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melalui wawancara. Menurut Esterberg dalam Sugiyono . wawancara adalah pertemuan yang dilakukan oleh dua orang untuk bertukar informasi maupun suatu ide dengan cara tanya jawab, sehingga dapat dikerucutkan menjadi sebuah kesimpulan atau makna dalam topik tertentu. Penelitian ini dilakukan di Kp. Cigintung Rt. 01 Rw21. Desa Gunungmasigit. Kecamatan Cipatat. Kabupaten Bandung Barat, dengan narasumber sebanyak 6 orang yang diambil secara acak dari orang tua dan anak yang berada di sekitar lingkungan rumah. 238 Fitriani. Ansori & Mulyono. Peran Komunikasi Dalam Keluarga Untuk Mencegah Penggunaan Bahasa Negatif Pada Anak HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Peran Komunikasi Keluarga dalam Mengatasi Kebiasaan Anak Berbicara Negatif menggunakan kata-kata kasar Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dan observasi yang melibatkan 6 orang responden, yaitu R. D . N . rang tua yang sering berbicara kasa. T,W . rang tua yang tidak berbicara kasa. Menunjukan hasil dengan orang tua yaitu L dan N, didapatkan informasi bahwa komunikasi dalam keluarga nya tidak berjalan dengan baik, sehingga anak tidak mendengarkan nasehat dari orang tua. L, dan N sendiri sebetulnya ketika berbicara dengan anak sering mengeluarkan kata-kata yang kasar, sehingga anak bisa saja mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tua nya tersebut. Orang tua tidak merasa bersalah ketika mereka berbicara dengan menggunakan kata-kata yang kasar, karena mereka sudah terbiasa dan menjadi kebiasaan untuk berbicara kasar, walaupun dengan anaknya sendiri. Itu terjadi karena komunikasi keluarga nya tidak berjalan dengan baik, orang tua memberi tahu kepada anak agar anak tidak berbicara menggunakan kata-kata kasar, tapi orang tua sendiri berbicara menggunakan bahasa yang kasar, sehingga ketika anaknya ditegur karena berbicara menggunakan kata-kata kasar mereka menyebutkan bahwa orang tua mereka tanpa sadar telah mengajarkan itu kepada mereka. Dan setelah ditanyakan kepada orang tua apakah mereka menyadari apa yang telah mereka pebuat kepada anak, dan orang tua pun menyadari hal tersebut, bahwa apa yang mereka lakukan telah menimbulkan dampak yang buruk bagi anakanbaknya. Menurut R, dan D selaku anak, ketika ditanyakan mengapa dia berbicara dengan menggunakan kata-kata kasar, anak tersebut mengatakan bahwa sebenarnya dia mengikuti apa yang orang di sekitar nya, tanpa tau arti dari apa yang telah dikatakan olehnya. Ternyata setelah di gali lebih lagi memang benar di lingkungan sekita anak-anak tersebut sebagian besar orang orang nya berbicara dengan menggunakan bahasa yang kasar, baik itu dari orang tua ke anak, maupun sebaliknya, padahal uasia mereka masih belum menginjak remaja. Menurutnya, orang tua mereka tidak pernah melarang mereka untuk berbicara dengan menggunakan bahasa yang Orang tua terbilang cuek dengan apa yang dilakukan oleh anak tersebut, sehingga sebenarnya anak hanya mencari perhatian dari orang tua, agar orang tua dapat memperhatikan apa yang dilakukan oleh anak. Tidak adanya komunikasi yang baik antara orang tua kepada anak menyebabkan hal ini terjadi, orang tua membuat batasan dengan anak terutama dalam hal berkomunikasi, sehingga ini berpengaruh terhadap emosi anak, dimana anak akan merasa marah ketika ditegur oleh orang tua. Menurut T, dan W sebagai orang tua yang tidak pernah berbicara menggunakan bahasa yang kasar kepada anak, mereka menganggap bahwa memang komunikasi di dalam keluarga itu penting untuk dilakukan, ketika anak coba-coba atau mengikuti teman-temannya yang berbicara kasar, orang tua akan berkomunikasi kepada anak dengan cara yang baik, orang tua memberikan pengertian kepada anak bahwa apa yang dilakukan anak itu merupakan suatu hal yang tidak baik, sehingga anak mengerti dan tidak akan mengulangi perbuatannya. Dampak Buruk Penggunaan kata-kata kasar Untuk Anak Menurut orang tua yang sering berbicara menggunakan bahasa yang kasar, yaitu L, dan N ketika ditanyakan mengenai dampak dari kebiasaan berbicara kasar, para orang tua tersebut tidak menyadari dampak buruk dari berbicara menggunakan kata-kata kasar. Mereka Volume 7. No. Mei 2024 pp 235-241 menganggap bahwa penggunaan kata-kata kasar sudah menjadi sebuah kebiasaan, sehingga mengesampingkan dampak buruk bagi perkembangan anak. Menurut orang tua yang tidak pernah menggunakan kata-kata kasar, yaitu T, dan W, mereka menyadari bahwa penggunaan kata-kata kasar itu berefek pada pengelolaan emosi anak, anak akan mudah merasa marah ketika diajak berbicara. Selain itu, anak juga akan sulit diatur karena anak merasa ketika mereka berbicara menggunakan bahasa yang kasar itu menunjukan bahwa mereka berani, dan akan sulit untuk di aturnya. Ketika ditanyakan kepada anak, yaitu R, dan D, mereka tidak merasakan bahwa ada dampak buruk ketika mereka berbicara menggunakan kata-kata kasar, mereka justru menganggap ketika mereka berbicara dengan menggunakan bahasa yang kasar mereka itu keren, mereka bisa mengikuti pergaulan jika mereka berbicara dengan menggunakan bahasa yang kasar, sehingga anak-anak terbiasa menggunakan bahasa yang kasar ketika berbicara. Dan tanpa mereka sadari ketika mereka berbicara dengan orang yang lebih dewasa pun mereka menjadi terbiasa untuk berbicara menggunakan bahasa yang kasar. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dikatakan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak dapat membantu untuk mencegah anak dari berbuat hal hal yang negatif, termasuk dapat mencegah anak untuk tidak berbicara kasar, karena sejatinya anak itu hanya meniru dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Komunikasi merupakan proses penyampaian dari komunikator kepada komunikan atau yang disebut dengan audiens baik dalam berupa simbol, lambang dengan harapan bisa berusaha mengubah sikap dan tingkah laku (Inah, 2. Bahasa negatif dengan menggunakan kata kasar yang seharusnya tidak diucapkan namun saat ini malah seperti menjadi budaya di masyarakat. Menurut Baharudin . bahwa Komunikasi interpersonal dalam sebuah keluarga yang terjalin antara orang tua dan anak merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan perkembangan satu individu, dan komunikasi yang diharapkan yaitu komunikasi yang efektif. Sejalan dengan hasil dari penelitian, bahwa memang ternyata komunikasi itu sangat berpengaruh besar terhadap perilaku anak, ketika orang tua dan anak memiliki komunikasi yang efektif, maka komunikasi antar orangttua dan anak akan terjalin dengan baik, dan itu akn mencegah anak untuk tidak melakukan hal-hal yang negatif. Ketika anak dekat dengan orang tua, anak akan mndengarkan apa yang dikatakan oleh orang tua, anak juga akan merasa nyaman ketika lebih dekat dengan orang tua. Dari hasil penelitian juga didapatkan bahwa masih banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa komunikasi keluarga itu berpengaruh terhadap pola perilaku anak dalam kehidupan sehari harinya. Komunikasi keluarga merupakan komunikasi yang terjadi dalam suatu keluarga dimana sumbernya adalah orang tua kepada anaknya ataupun sebaliknya, anak kepada orang tua yang mempunyai pola-pola tertentu (A. Sari, 2. Sebagian orang tua juga tidak mengetahui bahwa ketika anak-anak berbicara dengan menggunakan bahasa negatif dan mengeluarkan kata-kata kasar itu akan memiliki dampak yang buruk atau dampak yang negatif bagi anak. Bahasa negatif merupakan alat komunikasi antar orang atau masarakat yang menggunakan kata-kata kurang baik untuk di dengar atau di ucapkan, sebagai contoh dari penggunaan bahasa negatif yaitu dengan mengucapkan kata-kata kasar. Orang tua yang tidak mengetahui dampak negatif apa yang akan terjadi ketika anak berbicara dengan menggunakan kata-kata kasar akan menganggap bahwa itu merupakan suatu hal yang biasa dan memang 240 Fitriani. Ansori & Mulyono. Peran Komunikasi Dalam Keluarga Untuk Mencegah Penggunaan Bahasa Negatif Pada Anak sudah hampir semua anak melakukan hal itu. Penggunaan kata-kata kasar dikalangan anakanak dan remaja telah menjadi budaya di sebagian daerah tertentu, anak-anak yang tidak berbicara menggunakan kata-kata kasar bahkan akan dianggap sebagai anak yang tidak Ketika orang tua mengetahui dampak buruk atau dampak negatif anak berbicara menggunakan kata-kata kasar, orang tua akan berkomunikasi lebih baik lagi kepada anak, menyampaikan alasan anak-anak tidak boleh berbicara dengan menggunakan bahasa yang kasar, dan kemudian anak akan mengerti dan memahami apa yang dikomunikasikan dari orang tua kepada anak. Namun, akan berbeda hasilnya dengan orang tua yang melarang anaknya untuk tidak menggunakan kata-kata kasar saat berbicara, namun tidak memberikan pengertian atau pemahaman kepada anak tentang dampak apa saja yang akan didapatkan anak ketika anak berbicara menggunakan bahasa yang kasar. Jadi komunikasi dalam keluarga ini sangat berperan dalam mengatasi kebiasaan anak berbicara kasar. KESIMPULAN Dari hasil penelitaian, dan juga pembahsan dapat diambil kesimpulan yaitu bahwa komunikasi keluarga dalam mengatasi kebiasaan anak berbicara kasar itu sangat berperan penting. Ketika komunikasi terjalin dengan baik maka dapat membantu mengatasi kebiasaan anak berbicara kasar, dengan komunikasi anak akan mengerti mengapa orang tua melarang anak untuk tidak berbicara dengan menggunakan bahasa yang kasar. Pendidikan dalam sebuah keluarga juga dapat mencegah anak dalam menggunakan Bahasa yang kasar, dengan adanya Pendidikan keluuarga anak akan lebih dekat dengan orang tua dan tidak menggunkaan kata-kata kasar sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. DAFTAR PUSTAKA