Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik I Nyoman Sudira Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Katolik Parahyangan E-mail: belinyomanbagus@yahoo.com Abstrak: Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dikenal sebagai organisasi yang menaungi seluruh negara, menjaga perdamaian dunia dan kestabilan diantara negara-negara. PBB memiliki kewenangan untuk membantu negara-negara yang terlibat konflik apabila dianggap sudah sampai tahap darurat, dimana negara yang terlibat tidak mampu menyelesaikan sendiri. Langkah yang dilakukan oleh PBB adalah mengirimkan pasukan perdamaian, menjadi negosiator, atau mediator. Langkah-langkah yang dilakukan PBB merupakan langkah-langkah dalam meresolusi konflik. Akan tetapi, peranan PBB sebagai organisasi yang bertujuan untuk mencapai perdamaian dunia dihadapkan kepada beberapa tantangan. Selain itu, peranan PBB yang kurang baik pada masa Perang Dunia dan Perang Dingin membuat masyarakat dunia kurang mempercayai kapabilitas PBB. Di dalam artikel ini, penulis akan membahas langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh PBB khususnya pasukan perdamaian dan peranan PBB sebagai mediator dalam menangani konflik. Selanjutnya, akan dipaparkan perubahan-perubahan yang sudah dilakukan oleh PBB dalam memperbaiki kinerja organisasi. Terakhir, akan dipaparkan tantangan dan prioritas PBB dalam usaha untuk meresolusi konflik dan menjaga perdamaian dunia. Kata Kunci: Perserikatan Bangsa-bangsa, Pasukan Perdamaian, Resolusi Konflik. Abstract:United Nations (UN) is known as an organization to protect all of the states, to keep the world in peace and keep stability among state. United Nations have authority to help the states which involved in conflict if both or more states are reach to dangerous level, which means they can't cope the conflict by themselves. United Nations do several solutions to help the states that is sent the peacekeeping operation, act as negotiator or mediator. All of the solutions is the ways to conflict resolution. However, United Nations's function as an organization to keep the world in peace face several challenges. Besides, United Nation's role during World War and Cold War makes global society view UN is not capable enough to keep the world in peace. In this paper, the writer will examine United Nations acts to solve the conflict, especially peacekeeping operation and UN's role as mediator. In the next section, this paper will examine the changes of UN to fix organization performance. Last, this paper will examine the challenges and priority of United Nation to solve the conflict and keep the world in peace. Keywords: United Nations, Peacekeeping Operations, Conflict Resolution. secara damai. Dalam menyelesaikan Pendahuluan persoalan antar negara yang bersengketa, Saat Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB sudah menjalankan peranannya (PBB) dihadapkan pada persoalan yang sebagai mediator, sementara dalam kasus mengancam perdamaian internasional, konflik bersenjata maka yang dirtawarkan maka jalan utama yang biasanya ditempuh adalah gencatan senjata. Jalan lain yang adalah menyelesaikan segala persoalan bisa ditempuh dalam menangani konflik21 22 I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik konflik yang terjadi yang ditenggarai menyebar ke Mesir, diikuti oleh Libya mengncam perdamaian internasional dan hingga saat ini di Suriah, PBB juga 11 adalah dengan penerapan sanksi. Sangsi melakukan beragam upaya perdamaian yang diberikan disini bisa berbentuk serta pencarian resolusi terbaik yang bisa verbal sederhana seperti kecaman dan bisa diterima bagi pihak yang bersengketa. dalam bentuk intervensi militer. Adapun Ilustrasi diatas mengindikasikan beberapa bentuk sanksi yang pernah bahwa PBB sudah menempuh banyak diberikan adalah embargo militer, jalan untuk penciptaan Perdamaian dunia. ekonomi, pelarangan terbang dan Peranan yang dilakukan PBB sudah 12 pelayaran, dan isolasi diplomatik. terbukti beragam: PBB bisa berperan Ada peperangan yang diselesaikan sebagai kerangka kerja untuk menentukan dengan resolusi Dewan Keamanan (DK) aksi perdamaian, bisa bertindak sebagai seperti misalnya Perang Iran-Irak (1988), aktor yang independen, menangani proses kemudian persoalan Namibia penyelesaian tapi tanpa kehilangan visi diselesaikan dengan penandatanganan tentang apa yang diinginkan oleh negara persetujuan melalui forum yang anggota. 14 disediakan oleh Sekretariat Jendeal. Dalam situasi yang lain PBB juga terlibat dalam negosiasi dengan perwakilan khusus, seperti misalnya pada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Resolusi Konflik perundingan perdamaian mengenai masalah Siprus, El Savador, Mosambik, PBB adalah organisasi utama yang Liberia, Republik Afrika Tengah, didedikasikan untuk perdamaian dan 13 Tajekistan dan Sahara Barat. Kemudian keamanan. Ada banyak peranan PBB memasuki tahun 2010 hingga 2012, dalam proses perdamaian yang jejak dimana kawasan Timur Tengah dilanda rekamnya meningkat pesat sejak gejolak yang diawali di Tunisia, kemudian berakhirnya Perang Dingin. Berdasarkan data dari Upsala Conflict data project, 11 12 13 Peter Wallensteen (ed), 1997, International Intervention: New Norm in the Post Cold war Era?.Upsala University, Department of Peace and Conflict Research.Hal. 122-123. Lihat misalnya, David P. Barash dan Charles P. Webel. 2002. Peace and Conflict Studies.London, Sage Publications.Hal. 353. Peter Wallensteen, 2002, Understanding Conflict Resoluton: War, Peace and the Global System. Sage publications Hal. 232. catatan sejarah persetujuan perdamaian yang pernah ditandatangani di dunia ini : 5 14 Lihat Thomas G. Weiss, David Forsythe, dan Roger A. Coate, 2001. The United Nations and Changing World Politics.(3rd edn). Boulder Co, Wesview Press. I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik 23 perjanjian damai antar negara, 17 atau penggalangan perdamaian adalah persetujuan perdamaian perang saudara, sangat besar. dan 15 perjanjian perdamaian konflik PBB membedakan beberapa cara 15 formasi negara. Bila diasumsikan bahwa intervensi untuk mencapai perdamaian. perjanjian tersebut adalah tahap awal dari Selain bantuan kemanusiaan atau bantuan proses resolusi konflik maka dari seluruh darurat yang dirancang untuk kebutuhan perjanjian tersebut 25 adalah atas inisiatif hidup bagi bangsa yang menderita supaya PBB melalui keterlibatan Dewan mereka tetap bisa bertahan hidup, Keamanan, Majelis Umum, dan kategori-kategori utama intervensi 16 Sekretariat Jenderal. Kemudian tahun perdamaian PBB ada tiga: Pertama, 2012 hanya untuk kawasan Timur Tengah Menciptakan saja PBB sudah melahirkan 5 perjanjian (Peacemaking); bentuk-bentuk intervensi yang berkenaan dengan penggalangan untuk mengakhiri permusuhan dan perdamaian diantaranya: Understanding menghasilkan kesepakatan melalui cara- regarding ceasefire in the Gaza Strip, cara diplomasi, politik dan bila diperlukan Final Communique of the Action Group bisa menggunakan cara militer. Cara for Syria, Resolution 2043 (2012): The diplomatik disini bisa negosiasi Situation in the Middle East, Prelemenary kesepakatan, konferensi perdamaian Understanding on the United Nations untuk mengakhiri pertentangan.18 Kedua, Supervision mechanism in the Syrian Menjaga Perdamaian (Peacekeeping): Arab Republic, dan Six Points Proposal of Intervensi oleh pihak ketiga (PBB) untuk the Joint Special Envoy of the United memisahkan pihak yang berperang dan Nations an the Legue of the Arab States. Perdamaian 17 menjaga situasi supaya terhindar dari Hal ini membuktikan bahwa perhatian dan segala bentuk kekerasan, kemudian kontribusi PBB terhadap resolusi konflik memantau dan menegakan kesepakatan, bila perlu dengan menggunakan kekerasan. Caranya mencakup 15 16 17 Peter Wallensteen, 2002, Op.Cit. hal. 80. Lihat Misalnya, Bjorn Scogmo, 1989, UNIFIL: International Peacekeeping in Lebanon, 1978-1988, Boulder Colorado Lyne Reinner. Bandingkan juga dengan: Samuel Makinda, 1993, Seeking Peace from Chaos: Humanitarian Intervention in Somalia. Boulder Co. Lyne Reinner. United Nation, DPA (2014) Peace Agreement Database, United Nation Peacemaker. pengawasan terhadap dihormatinnya kesepakatan dan dilaksanakanya 18 19 Lihat misalnya, International Peace Academy, 1984. The Peacekeepers Hand Book.New York Pergamon. Ronald J Fisher 1997, Interactive Conflict Resolution, Syracuse University Press. Hal.11. 24 I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik kegiatan-kegiatan pengembangan diri 19 yang disepakati. konstruktif menghilangkan perbedaan diantara mereka.21 Ketiga, Menggalang Perdamaian PBB dalam menjalankan (Peacebuilding): adalah usaha untuk peranannya sebagai penjaga perdamaian menciptakan struktur perdamaian dalam tidaklah semua nya berjalan mulus dan kesetaraan dan keadilan bagi pihak-pihak sesuai dengan apa yang diharapkan. yang berperang yang nantinya akan Masih banyak korban sipil di wilayah mengentaskan penyebab dari peperangan konflik pada saat operasi perdamaian dan menyediakan beberapa alternatif yang dilakukan PBB seperti di Bosnia penyelesaian. Disini, PBB melaksanakan Herzegovina telah mengundang banyak program-program yang dirancang untuk kritik tentang kapabilitas perlindungan mengatasi penyebab konflik, penderitaan kemanusiaan. dari masa lalu, meningkatkan kestabilan kerasnya kritik tersebut, pandangan yang dan keadilan jangka panjang.20 Jika meyakini bahwa hanya PBB badan yang mengacu pada pandangan Johan Galtung, mampu mengkombinasikan politik, Peacebuilding bisa dipahami dalam dua militer, dan humanitarian intervention pandangan. Pertama, mengacu pada dalam rangka mengurangi dan mengurai perubahan sosial dan pembangunan misteri konflik harus diakui.23 22 Akan tetapi, dibalik ekonomi yang nantinya akan mengurangi Operasi perdamaian yang kesenjangan dan ketidakadilan dalam diemban oleh PBB adalah bagian penting masyarakat. Kedua, merupakan segala dari sebuah tugas besar yang dinamakan usaha untuk meningkatkan hubungan Resolusi Konflik. Ini mengindikasikan antar pihak yang bersengketa menuju bahwa ada kesamaan suara antara misi pada peningkatan kepercayaan dan perdamaian disatu pihak dengan proses kerjasama, persepsi yang benar, akhir menuju perdamaian yang menciptakan sikap yang positif, dan 22 keinginan politik yang kuat untuk secara 20 Simon Fisher at.all. 2000. Mengelola Konflik: Keterampilan dan Strategi untuk Bertindak. The British Council.Hal. 14. 21 Johan Galtung, 1976. Three Approaches to Peace: Peacemaking, Peacekeeping and Peacebuilding. Dalam Johan Galtung: Peace War and Defense: Essays in Peace Research II, Copenhagen, Christian Ejlers. Hal. 282. Perhatikan misalnya, Richard K. Betts, 1994. The Delusion of Impartial Intevention. Foreign Affairs, 73, 6.hal 20-33. David Rieff, 1994, The Illusions of Peacekeeping, World Policy Journal, 11, 3, hal. 1-18. 23 Lihat John Harriss (ed). 1995, The Politics of Humanitarian Intervention, London and New York, Pinter books. 24 Wibke Hansen, Oliver Ramsbotham, Tom Woodhouse, 2001, Hawkes and Doves: Peace Keeping and Conflic Resolutions.Berghof Research Center for Costructive Conflict Management.Hal. 20. I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik sebenarnya (durable peace) yaitu 24 25 resolusi yang dikeluarkan sejak organisasi pengaplikasian resolusi konflik. ini berdiri (Januari 1946). Dalam kaitan antara misi perdamaian Pada tahun awal didirikanya memang dengan resolusi konflik, PBB memang ada aktifitas peacekeeping yang tidak banyak terlibat selama Perang dijalankan, akan tetapi selanjutnya Dingin. Banyak konflik-konflik yang terutama pada saat Perang Dingin ada penting tidak dibawa ke PBB, seperti nuansa pembekuan dalam aktifitas misi misalnya persoalan yang dialami oleh perdamaian. Hak Veto yang dimiliki dua negara atau wilayah yang menjadi negara besar selama Perang Dingin terbelah karena Perang Dingin (Jerman, memang menghambat mekanisme Austria, Berlin, Cina, Vietnam dan bekerjanya DK dalam melibatkan diri di Korea). Begitu juga konflik internal dari wilayah konflik meskipun untuk tujuan masing-masing blok yang tidak dibawa ke keamanan. Bahkan di tahun 1950-an di PBB seperti misalnya invasi Uni-Soviet masa puncaknya Perang Dingin jumlah ke Hungaria dan Czechoslovakia. Dengan veto yang dilakukan oleh negara adi kuasa demikian, kedua major power ini hampir sama jumlahnya dengan resolusi menempatkan bahwa manajemen konflik yang dikeluarkan sebagai landasan pada waktu itu berada di bawah kendali keterlibatan DK dalam wilayah konflik. hubungan antar mereka. Meskipun Tertundanya reunifikasi antara Jerman mereka bisa terlibat dalam wilayah Barat dan Jerman Timur misalnya bisa konflik pasti sebelumnya sudah melalui dijadikan bukti yang kuat betapa hak veto persetujuan terselubung antar mereka. yang dimiliki Amerika Serikat (AS) dan Lebih parah lagi karena pada waktu Uni Soviet (sekarang Rusia) memberi Perang Dingin hubungan antar dua blok andil yang sangat besar dimana persoalan diwarnai dengan persaingan persenjataan, terpecahnya Jerman waktu itu menjadi isu nuklir, dan ideologi antar mereka maka sangat tidak menguntungkan jika dibawa konflik-konflik yang terjadi selama kedalam mekanisme PBB. Perang Dingin tidak tertangani dengan selama masa perang dingin DK hanya baik.25 melibatkan diri dalam wilayah konflik Minimnya aktifitas PBB dalam menangani konflik pada era Perang Dingin juga bisa dilihat dari terbatasnya 25 Peter Wallensteen, 2002, Ibid. hal 241. Hampir hanya sampai pada penggelontoran 26 Peter Wallensteen, 2002, Op.Cit. Hal. 239. 26 I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik resolusi yang sifatnya sebatas 26 rekomendasi dan himbauan. kekerasan (kekuatan mliter), hanya memberikan perhatian pada pihak yang Kenyataan menjadi berubah sejak bersengketa agar mulai menuju dan runtuhnya Uni Soviet (sekarang Rusia) mematuhi perjanjian perdamaian yang yang sekaligus mengakhiri era Perang pernah disepakati. Akan tetapi, dalam era Dingin. Sejak akhir tahun 1980-an hingga sekarang DK tidak bisa lagi bertahan 1994, jumlah operasi pedamaian yang dengan mempertahankan mekanisme dilaksanakan di seluruh dunia meningkat yang lama dalam keterlibatanya di daerah dramatis. Pada tahun 1991, dimana konflik. Apa yang dulu pernah dilakukan Perang Dingin berakhir, hanya ada lima DK dalam mengelola konflik memang operasi yang aktif di lapangan; tiga di memiliki kelemahan dan sudah menjadi Timur Tengah, operasi kecil di Kashmir, sasaran kritik. DK banyak dituduh hampir dan Pasukan penjaga perdamaian PBB di tidak melakukan apa-apa di Bosnia, akan Siprus (UNFICYP). Antara tahun 1988 tetapi melakukan banyak hal di Somalia, dan 1996, ada 29 operasi yang dilakukan. bahkan DK diangap terlalu over acting Jika dibandingkan dengan 13 operasi yang dalam menangani Perang Irak-Kuwait dilakukan antara tahun 1948 dan 1987 dan yang menjelma menjadi perang Irak-AS. tidak ada satupun dalam tahun 1979 Saat ini, semua kesalahan dan kritik yang dan1988, maka tidaklah berlebihan untuk konstruktif tersebut sudah dijadikan mengatakan adanya perkembangan yang bahan evaluasi untuk langkah ke depan. signifikan dalam peningkatan peran Singkatnya, PBB selepas Perang dingan perdamaian PBB.27 tidak lagi mengenal model yang mengarahkan kebijakan dan aksi yang Perkembangan terakhir terutama selepas perang dingin, juga menunjukan akan dilakukan. Model yang dulu sudah tidak digunakan lagi.28 adanya perubahan yang sangat signifikan berkenaan dengan besaran, fungsi-fungsi, Sebagai respon terhadap kritik dan strategi dari misi perdamaian yang tersebut maka ada beberapa pemikiran dijalankan PBB. Mekanisme bekerjanya baru yang nantinya membawa DK pada era Perang Dingin selalu penyempurnaan bagi eksistensi peran DK menekankan pada sikap dan prinsip- dalam misinya menciptakan perdamaian prinsip imparsial, tidak menggunakan baik dalam tingkat nasional maupun 28 27 Wibke Hansen, Oliver Ramsbotham, Tom Woodhouse, 2001, Op.Cit.Hal.3. Werner Bauwens dan Luc Reychler, 1994. The Art of Conflict Prevention, New York, Brassey's.hal. 28. I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik 27 internasional. Beberapa kelemahan pihak yang berperang dan terdahulu sudah dievaluasi dan kini DK mencegah terjadinya tindak menuju pada doktrin baru yang akan kekerasan. mengkombinasi pendekatan yang lebih membutuhkan penempatan netral sehat dan kuat dengan peningkatan misi sekelompok pasukan dengan ijin 29 Dengan demikian ini perdamaian itu sendiri. Biasanya sebuah negara tuan rumah sebagai misi perdamaian mengerahkan pasukan kekuatan yang nantinya akan bersenjata kurang dari 10.000 personil, memfasilitasi proses gencatan akan tetapi untuk kasus Kamboja, dan senjata, memisahkan pihak yang juga misi ke Bosnia, pasukan yang terlibat bertikai dan menjamin rasa jumlahnya 30.000 dan 60.000 personil. keamanan yang akan menjadi syarat Lebih penting lagi, misi dari penjaga utama bagi digelontorkannya perdamaian sudah bergeser dari yang proses resolusi konflik. Pasukan dulunya hanya memonitor penempatan penjaga perdamaian pasukan dan gencatan senjata, akan tetapi ditempatkan di Siprus pada awal kini sudah sampai pada pengawasan 1964 dan di Lebanon Selatan sejak Pemilu, nation building, serta fungsi- 1978 adalah contoh dari misi fungsi lainnya termasuk taktik dan strategi tradisional ini.31 menekan yang tidak lagi hanya b. mengandalkan collective enforcement yang Observations: termasuk disini adalah penyebaran sejumlah 30 actions. pasukan (tanpa senjata) atas Dua belas kategori operasi penjaga sepengetahuan negara tuan rumah perdamaian yang diajukan oleh Diehl, untuk mengumpulkan informasi Druman, dan Wall, menunjukan betapa dan memonitor keadaan di daerah kompleksnya tugas yang harus disandang operasi biasanya pada saat dalam misi perdamaian: gencatan senjata, yang biasanya a. Tr a d i t i o n a l P e a c e k e e p i n g : diikuti dengan penandatanganan melibatkan intervensi dari pihak perjanjian. Apa yang dilakukan ketiga (PBB) untuk memisahkan United Nations Observer Mission in the Middle East (UNSTO) pertama 29 Wibke Hansen, Oliver Ramsbotham, Ibid. Hal. 2. Paul F. Diehl, Daniel Drucman and James Wall, 1998, International Peace Keeping and Conflic Reslutons: A Taxonomic Analysys with Implications. Journal of Conflict Resolution, 42 (1) (1998).Hal 33. 30 31 Lihat International Peace Academy, 1984. The Peacekeeper's Handbook, New York, Pergamon. Lihat Juga Ronald J Fisher 1997, Interactive Conflict Resolution, Syracuse University Press. Hal. 11. 28 c. I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik pada tahun 1948, adalah contoh conflict: termasuk disini adalah untuk hal ini. pengangkutan dan pembagian Collective Enforcement: adalah pangan dan obat-obatan untuk operasi militer dalam jumlah yang kebutuhan hidup biasanya besar yang dibentuk untuk dilakukan berkoordinasi dengan mempertahankan korban dari agresi NGO lokal dan internasional, untuk internasional dan memulihkan melayani penduduk selama konflik situasi keamanan dan perdamaian atau perang. Operasi PBB yang dengan menghancurkan pasukan dilakukan di Somalia dan Bosnia di pihak aggressor. Kasus Perang akhir tahun 1990 adalah contohnya. Teluk dua dimana Kuwait di invasi d. State/nation building: termasuk oleh Irak yang akhirnya harus disini merestorasi hukum dan berhadapan dengan Multinational tatanan pada saat terjadi Corporations adalah contoh nyata kekosongan pemerintahan, disini. PBB mengeluarkan resolusi merekonstruksi infrastruktur dan untuk mengusir Irak dari Kuwait aparat keamanan, memfasilitasi dan pelaksanaannya dipimpin oleh transformasi pemerintahan dari Amerika Serikat. otoritas interim ke pemerintahan Election Supervision: termasuk yang sebenarnya. PBB melakukan disini adalah pengawasan dan semua tugas ini di Kongo pada awal monitoring berlangsungnya tahun 1960-an. gencatan senjata, perlucutan e. f. g. Pacification: menumpas gangguan persenjataan, dan pemilu yang masyarakat, menghancurkan demokratis sebagai kelanjutan dari kelompok bersenjata lokal menekan persetujuan perdamaian antara kelompok yang berperang dan yang kelompok yang sebelumnya ingin memisahkan diri, serta berperang. Disini fungsi bisa menciptakan hukum dan tatanan berkembang menjadi pembantu dalam perang saudara, perang perangkat keamanan lokal. Seperti internasional, atau dalam kerusuhan misalnya misi PBB di Namibia pada nasional terutama yang akhir tahun 1980 dan di Kamboja membahayakan nyawa manusia, pada awal 1990. pelanggaran HAM dan perusakan Humanitarian assistance during fasilitas publik. PBB melakukan peran ini dalam peran I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik h. perdamaiannya di Bosnia. bebas terbang, untuk melindngi Preventive deployment. Terdiri dari kaum sipil dan biasannya tanpa penempatan pasukan di antara pihak pemberitahuan negara tuan rumah. yang berperang untuk mencegah Operasi perlindungan terhadap meluasnya pertempuran. kaum Kurdi di Irak dan kelompok Penempatan pasukan PBB di Muslim di Bosnia adalah contoh Macedonia yang dilakukan pada dari misi ini. awal 1990 untuk mencegah i. k. Intervention in support of meluasnya perang di kawasan democracy: sebuah operasi militer Yugoslavia adalah contoh dari untuk penggunaan non-tradisional dari pemerintahan yang ada dan kekuatan bersenjata. mendukung pemerintahan dari Arm control verification: termasuk pemilu yang bebas atau untuk inspeksi dari fasilitas militer, melindungi pemerintahan pengawasan penarikan mundur demokratis yang ada dari ancaman. pasukan, dan aktifitas lainnya yang Operasi ini bisa melibatkan aksi biasanya dilakukan oleh otoritas militer terhadap kekuatan anti nasional dan bantuan teknis sebagai demokratis, dan memberikan bagian dari kesepakatan kontrol bantuan dalam penegakan hukum, persenjataan. Pasukan penjaga tatanan, dan selalu mendukung perdamaian multinasional rezim yang demokratis. Invasi AS melakukan tugas ini pada waktu ke Panama tahun 1980 dan ke Haiti operasi gurun Sinai yang diikuti tahun 1994 bisa dijadikan ilustrasi dengan perjanjian damai Mesir dari misi ini. dan Israel 1979. Ini adalah sebuah l. menggulingkan Sanction enforcement: adalah yang sangat penggunaan kekuatan militer (darat berpengaruh dalam konstelasi laut dan udara) untuk menjaga titik politik di Timur tengan yang persinggahan, menahan dikenal dengan perjanjian Camp (barang/senjata) selundupan atau David. menghukum negara yang Protective service: yang dimaksud melanggar hukum (pelanggar disini adalah penciptaan tempat HAM). Biasanya dilakukan oleh perlindungan yang damai, zona masyarakat internasional atau perjanjian j. 29 30 I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik pemerintahan nasional yang tidak dituntut untuk mampu menyesuaikan diri terkena sanksi. Blokade terhadap dengan lingkungan di wilayah konflik. Korea Utara, Iran, dan juga terhadap Meskipun ada pengecualian seperti 32 Kuba adalah contoh untuk hal ini. di Libanon dan di Kongo, kebanyakan dari misi penjaga perdamaian yang Tantangan dan Prioritas Kedepan dibuat sebelum 1990 adalah melalui/sepengetahuan negara konflik Dua orang yang menjadi inisiator dari operasi peacekeeping secara terpisah dinobatkan sebagai peraih hadiah Nobel perdamaian: Lester Pierson pada tahun 1957, dan Anumerta Dag Hammarskjold pada tahun 1961. Penghargaan juga diberikan terhadap pasukan DK PBB yang sudah melaksanakan misinya dibeberapa negara. 33 Akan tetapi, tugas misi perdamaian tidaklah berhenti sampai disini. Seiring dengan semakin kompleksnya isu dalam konflik-konflik yang terjadi maka tantangan baru pun akan muncul dan perlu diantisipasi untuk menentukan langkah misi perdamaian kedepan. Mengingat pentingnya peranan dimana dukungan dan restu akan diberikan. Dalam waktu kedepan, mengingat adanya perkembangan dimana DK akan terlibat dimanapun setiap terjadi persoalan yang dianggap mencancam keamanan internasional dan dalam situasi dimana restu dan ijin dari negara konflik bukan lagi sebagai suatu persyaratan, maka ada tuntutan baru yang harus dipersiapkan yaitu misi penjaga perdamaian harus selalu siap dengan segala situasi darurat politik juga dalam situasi perang nasional maupun lokal. Lebih penting lagi misi perdamaian harus siap bekerja dalam wilayah yang tanpa hukum dan sarat kekerasan. misi perdamaian saat ini, juga berkenaan dengan semakin kompleksnya isu di Konflik-konflik yang terjadi wilayah konflik maka misi perdamaian terutama setelah Perang Dingin akan menjadi ujian bagi DK PBB terutama 32 Pembahasan yang lengkap mengenai hal ini lihat misalnya, Paul F. Diehl, Daniel Drucman and James Wall, 1998, International Peace Keeping and Conflic Reslutons: A Taxonomic Analysys with Implications. 2006. Conflict Resolution Volume III, Sage Publications. 33 1.148 Personel Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XVIII-C yang telah menjalankan misinya di Lebanon Selatan sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan No. 1701, mendapat penganugrahan medali PBB.Tabloid Diplomasi, Edisi Oktober- 2009. mengenai kapabilitasnya sebagai penjaga perdamaian. Kegagalan yang dialami di Rwanda, Somalia, dan Bosnia yang sudah banyak dikritik oleh para teoritisi resolusi konflik, harus dijadikan bahan evaluasi untuk peningkatan kapasitas operasi perdamaian dan menentukan langkah I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik 31 baru kedepan. Menjadi penting bahwa sudah dimasukkan dalam laporan dalam setiap misinya PBB harus selalu assesment DK yaitu prosess refleksi menekan jumlah korban sipil. untuk mengklarifikasi dan meningkatkan Di Rwanda genocide sudah kapasitas PBB dalam merespon konflik- mengambil 800.000 nyawa hanya selama konflik yang terjadi dan menyadari bulan april dan juli 1994. Inilah yang kesalahan dari operasi peacekeeping sering disebut sebagai petaka besar dalam beberapa kurun waktu yang lalu diakhir abad 20. Kasus yang terjadi di dan berbenah diri untuk menghadapi Bosnia juga harus dijadikan pelajaran: tantangan kedepan harus segera kota muslim Bosnia, Srebrenica yang diprioritaskan.35 dijadikan tempat aman bagi kaum muslim Seperti telah disinggung dan di bawah resolusi Dewan keamanan sebelumnya, bahwa banyak sekali PBB No 819 (16 April 1993) yang perubahan yang terjadi dalam misi dikepung oleh milisi Serbia, ironisnya perdamaian PBB sejak berakhirnya selama pengepungan 8.000 penduduk Perang Dingin. Meskipun ada beberapa Muslim harus meregang nyawa di depan batu sandungan (kasus Rwanda dan mata pasukan perdamaian Dewan Somalia) dalam keberhasilan misi Keamanan PBB.34 perdamaian yang telah dilakukan PBB, Kasus diatas serta apa yang sejak tetap harus diyakini bahwa PBB adalah tahun 2012 sedang diinisiatifkan PBB di satu-satunya badan yang memiliki kawasan Timur Tengah terutama dalam kemampuan untuk melindungi dan penggalangan perdamaian Arab Spring, menciptakan perdamaian bagi negara- menunjukan bahwa kedepan nanti negara di dunia ini. Akan tetapi jika PBB pasukan keamanan PBB akan selalu ingin mempraktekan peacekeeping yang dihadapkan dengan isu-isu peningkatan efektif maka PBB tidak boleh memberi korban jiwa, ancaman terorisme bagi peluang kepada negara besar atau koalisi seluruh umat manusia, maka prinsip besar seperti NATO untuk mengendalikan netral, imparsial, dan hanya memerankan langkah yang ingin ditempuh. Berikutnya mediasi semakin harus ditinggalkan PBB juga harus selalu meningkatkan karena tidak sesuai lagi dengan tuntutan kapabilitasnya untuk terlibat di setiap jaman. Dengan demikian dua hal yang wilayah konflik. Ada beberapa hal yang 35 34 Wibke Hansen, Oliver Ramsbotham. Op.cit. Hal. 6. United Nations 1999, Report of the Independent Inquiry into the Actions of the United Nations During the 1994 Genocide In Rwanda. New York, United Nations. Hal. 81. 32 I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik mendukung ke arah perbaikan ini otoritas penggunaan pasukan militer seperti misalnya pembentukan Rapidly termasuk pemberian sanksi secara Deployable Misson Headquarters langsung akan meningkatkan aktifitas (RDMHQ) dan UN Standby Arrangement peran PBB dalam operasi perdamaian. System (UNSAS) yang didirikan untuk Kedua, semakin meningkat dan meningkatkan kualitas dan rentang dari menguatnya penegakan terhadap sumber peacekeeping yang disediakan demokratisasi, Hak Asasi Manusia, dan oleh Department of Peacekeeping isu-isu kemanusiaan akan memberikan Operations (DPKO). Terdapat juga ada legitimasi bagi negara-negara untuk Standby High Readiness Brigade memberikan perhatian pada kejadian- (SHIRBRIG) yang di galang Denmark kejadian yang bertentangan dengan dengan jumlah pasukan 4.000-5000 prinsip demokrasi, melanggar Hak Asasi personil yang mampu dikirim ke daerah Manusia dan mengancam harkat hidup 36 konflik dalam tempo 13-15 hari. orang banyak. Ketiga, masih banyaknya konflik internal yang terjadi apakah Catatan Penutup karena krisis pemerintahan, perang saudara, akan membawa dampak pada Mengacu pada dinamika peranan PBB dalam misi perdamaian yang sudah dibicarakan diatas, ada indikasi yang kuat bahwa sejak selepas Perang Dingin dan dimasa yang akan datang peran PBB sebagai penjaga keamanan akan semakin meningkat. Paling tidak ada empat alasan mengenai hal ini. Pertama, meningkatnya kapasitas yang dimiliki Dewan Keamanan dalam melakukan tindakan semakin banyaknya pengungsi yang mengalir dari daerah konflik ke negara lain dan pada akhirnya akan mengundang perhatian dunia dan PBB untuk mengambil tindakan.37 Keempat atau yang terakhir, peningkatan informasi yang meningkat pesat sudah membuat dunia menjadi sangat transparan dan hampir tidak ada permukaan dunia yang tidak terjangkau. Hal ini menjadi faktor penarik operasi perdamaian disertai dengan besarnya dukungan dan peningkatan 36 P. Langille, 2000. Conflict Prevention: Option for Rapid Deployment and United Nations Standing Forces. Dalam Oliver Rambotham dn Tom Woodhouse, 2000. Peacekeeping and Conflict Resolution.London Frank Cass.Hal. 219-253. 37 Adam Robert, 1997, New Criteria for Intervention in the Post-Cold War Period. Dalam Peter Wallensteen (ed), 1997, International Intervention: New Norm in the Post Cold war Era?, Upsala University, Department of Peace and Conflict Research.Hal. 140. I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik 33 Daftar Pustaka Betts K. Richard, 1994. The Delusion of Impartial Intevention.Foreign Affairs, 73, 6. Barash P. David dan Charles P. Webel. 2002. Peace and Conflict Studies. London, Sage Publications. Diehl F. Paul, Daniel Druckman and James Wall, 1998, International Peace Keeping and Conflic Reslutons: A Taxonomic Analysys with Implications. Journal Of Conflict Resolution, 42 (1) (1998). Fisher Simon at.all. 2000. Mengelola Konflik: Keterampilan dan Strategi untuk Bertindak. The British Council. Fisher J. Ronald, 1997, Interactive Conflict Resolution, Syracuse University Press. Johan Galtung, 1976. Three Approaches to Peace: Peacemaking, Peacekeeping and Peacebuilding. Dalam, Galtung Johan: Peace War and Defense: Essays in Peace Research II, Copenhagen, Christian Ejlers. Harriss, John (ed). 1995, The Politics of Humanitarian Intervention, London and New York, Pinter books. Hansen, Wibke, Oliver Ramsbotham, Tom Woodhouse, 2001, Hawkes and Doves: Peace Keeping and Conflic Resolutions. Berghof Research Center for Costructive Conflict Management. International Peace Academy, 1984.The Peacekeeper's Handbook, New York, Pergamon. Langille.P, 2000. Conflict Prevention: Option for Rapid Deployment and United Nations Standing Forces. Dalam Rambotham, Oliver dn Tom Woodhouse, 2000. Peacekeeping and Conflict Resolution.London Frank Cass. Makinda, Samuel, 1993, Seeking Peace from Chaos: Humanitarian Intervention in Somalia. Boulder Co. Lyne Reinner. Rambotham, Oliver dn Tom Woodhouse, 2000. Peacekeeping and Conflict Resolution.London Frank Cass. Robert, Adam, 1997, New Criteria for Intervention in the Post-Cold War Period. Dalam Wallensteen, Peter (ed), 1997, International Intervention: New Norm in the Post Cold war Era? Upsala University, Department of Peace and Conflict Research. Rieff, David, 1994, The Illusions of Peacekeeping, World Policy Journal, 11, 3, Bjorn Scogmo, 1989, UNIFIL: International Peacekeeping in Lebanon, 19781988,Boulder ColoradoLyne Reyner. Tabloid Diplomasi, Edisi Oktober- 2009. 34 I Nyoman Sudira, Nuansa Baru Peranan PBB dalam Menjaga Perdamaian Selepas Perang Dingin: Perspektif Resolusi Konflik United Nations 1999, Report of the Independent Inquiry into the Actions of the United Nations During the 1994 Genocide In Rwanda. New York, United Nations. United Nation, DPA (2014) Peace Agreement Database, United Nation Peacemaker Wallensteen, Peter (ed), 1997, International Intervention: New Norm in the Post Cold war Era?, Upsala University, Department of Peace and Conflict Research. Wallensteen, Peter. 2002, Understanding Conflict Resoluton: War, Peace and the Global System. Sage publications Weiss G. Thomas, David Forsythe, dan Roger A. Coate, 2001. The United Nations and rd Changing World Politics.(3 edn). Boulder Co, Wesview Press. Werner Bauwens dan Luc Reychler, 1994. The Art of Conflict Prevention, New York, Brassey's.