Jurnal PINUS Vol. 3 No. 2 Maret 2018 ISSN. Peningkatan Kemampuan Mendeskripsikan SifatAesifat Magnet dengan Pendekatan Scientific Siswa Kelas V SDN Balowerti I Kota Kediri Tahun Pelajaran 2015 / 2016 Endang Sumariati Dinas Pendidikan Kota Kediri SDN Balowerti I Kecamatan Kota Ae Kota Kediri Abstrak Hasil belajar siswa pada pembelajaran mendeskripsikan sifat Ae sifat magnet menunjukkan bahwa 51 % siswa mendapatkan nilai dibawah KKM. Dari hasil itulah penulis mengadakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki KBM dan meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan scientific. Sasaran perbaikan pembelajaran ini adalah siswa kelas V SDN Balowerti I Kediri yang berjumlah 37 siswa. Data diperoleh melalui observasi selama proses KBM dan tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Selama siklus I dan II telah terjadi peningkatan baik keaktifan siswa maupun hasil belajar siswa. Rata Ae rata hasil belajar siswa setelah pembelajaran awal adalah 66,47. 51 % belum tuntas. Hasil siklus I nilai rata Ae rata menjadi 76,35. 24% belum tuntas. Sedangkan hasil siklus II nilai rata Ae rata meningkat menjadi 82,03. 11% belum tuntas. dan 89% tuntas. Jadi dengan pendekatan scientific dalam pembelajaran mendeskripsikan sifat Ae sifat magnet dapat membantu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa serta dapat membantu memperbaiki cara mengajar guru selama melaksanakan KBM di SDN Balowerti I Kediri. Kata Kunci: kemampuan mendeskripsikan, sifat magnet, scientific. melalui teknik tes pada pembelajaran ini tidak memuaskan. Rata-rata nilai siswa PENDAHULUAN Pada pembelajaran yang dilakukan 51 % siswa yang nilainya guru, pendekatan, metode, dan media dibawah KKM (KKM . 19 siswa dari 37 sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. siswa yang belum tuntas untuk materi Guru mendeskripsikan sifat Ae sifat magnet. Oleh karena itu guru merumuskan rencana menyenangkan agar siswa dapat memahami apa yang telah disampaikan guru tanpa merasa AyterbebaniAy sehingga bisa diperoleh Dengan pendekatan ini diharapkan siswa hasil belajar siswa yang maksimal. tertarik pada pembelajaran, siswa aktif Pada menemukan konsepnya sendiri dan pada mendeskripsikan ciri-ciri magnet yang akhirnya hasil belajar siswa meningkat. dilakukan hanya dengan metode ceramah Dari hasil pengamatan dan evaluasi dan penugasan saja kurang untuk guru pada pembelajaran mendeskripsikan memperoleh hasil belajar yang maksimal. ciri-ciri magnet, dapat diketahui bahwa Terbukti hasil belajar anak yang diperoleh selama pembelajaran siswa pasif, hanya url : ojs. Jurnal PINUS Vol. 3 No. 2 Maret 2018 ISSN. menjadi pendengar, pengalaman berikutnya yang didapat siswa dalam pembelajaran adalah mengerjakan tugas-tugas dari guru setelah guru selesai memberi penjelasan. Pengalaman nilai rata-rata evaluasi pembelajaran yang rendah, karena guru hanya mentransfer pengetahuan saja. Siswa hanya diberi tahu, tanpa mencari tahu dulu. Berdasarkan permasalahan yang dapat diidentifikasi Pembelajaran belum menggunakan pendekatan yang sesuai. Siswa belum terlibat aktif dalam Hasil belajar siswa masih banyak yang dibawah KKM dalam pembelajaran I P A yang diukur dengan tes pada akhir Penelitan ini bertujuan meningkatkan prestasi hasil belajar siswa dalam pembelajaran mendeskripsikan sifat-sifat magnet di Kelas V SDN Balowerti I Kediri. KAJIAN PUSTAKA Sifat Magnet Magnet hanya dapat menarik benda Ae benda tertentu dalam jangkauannya, artinya tidak semua benda dapat Contoh logam yang dapat ditarik oleh magnet yaitu besi, baja, kobalt, dan nikel. Gaya Magnet dapat menembus benda, semakin kuat gaya magnet maka semakin tebal pula benda yang dapat ditembus oleh gaya tersebut. Benda yang bening dan tipis dapat ditembus oleh gaya tarik magnet, misalnya plastik, kertas, kaca, dan kain. Magnet mempunyai dua kutub, yaitu Kutub Utara dan Kutub Selatan. Apabila Kutub yang sejenis / senama didekatkan satu sama lain maka mereka akan tolak menolak, namun didekatkan satu sama lain maka mereka akan tarik menarik Medan magnet akan membentuk gaya Semakin dekat benda dengan magnet, medan magnetnya semakin rapat, sehingga gaya magnetnya akan semakin besar. Demikian pula Sifat Kemagnetan dapat hilang atau melemah karena bebarapa penyebab, contohnya apabila terus menerus jatuh, terbakar, dan sebagainya. Benda Berdasarkan Sifat Kemagnetannya Berdasarkan kemagnetannya benda dapat digolongkan menjadi 2, yaitu : Benda Magnetik (Feromagneti. Feromagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Contoh benda ini adalah besi, baja, nikel, dan lain-lain. Benda Non Magnetik Benda ini terbagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu : Paramagnetik, yaitu benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet, contohnya alumunium, tembaga, kromium, dan lain-lain. Diamagnetik, yaitu benda menolak magnet, artinya benda ini tidak contohnya emas, seng, merkuri, kayu, dan lain-lain. Pendekatan Scientific Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapanhttp://ojs. Jurnal PINUS Vol. 3 No. 2 Maret 2018 ISSN. ntuk mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik konsep, hukum atau prinsip yang AuditemukanAy. Pendekatan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberi Penerapan pendekatan saintifik keterampilan proses seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Dalam melaksanakan proses-proses tersebut, bantuan guru diperlukan. Akan tetapi bantuan guru tersebut harus semakin berkurang dengan semakin bertambah dewasanya siswa atau semakin tingginya kelas siswa. Pembelajaran scientifik memiliki karakteristik sebagai . berpusat pada siswa. melibatkan keterampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep, hukum atau prinsip. melibatkan proses-proses kognitif yang perkembangan intelek, khususnya url : ojs. keterampilan berpikir tingkat tinggi METODE PENELITIAN Subjek dan Tempat Penelitian Sebagai subjek penelitian ini adalah siswa Kelas V tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 37 anak , terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan di SDN Balowerti I. Kecamatan Kota. Kota Kediri, pada pembelajaran Tema 7 Sub Tema 1 Teknik Pengumpulan Data Tes : digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa. Observasi mengumpulkan data tentang partisipasi siswa dan guru dalam pembelajaran mendeskripsikan sifat Ae sifat magnet dengan menggunakan pendekatan Diskusi guru dengan teman sejawat untuk merefleksi hasil perbaikan Analisa data Hasil Belajar : dengan menganalisis rata-rata nilai pada evaluasi akhir. Kemudian mengkategorikannya dalam klasifikasi kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Aktifitas atau keterlibatan siswa dalam pembelajaran perbaikan : dengan menganalisis tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran perbaikan. Kemudian mengkategorikannya dalam klasifikasi kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Penerapan pembelajaran mendeskripsikan sifat Ae sifat magnet dengan menggunakan pendekatan scientific : dengan menganalisis tingkat keberhasilan Jurnal PINUS Vol. 3 No. 2 Maret 2018 ISSN. perbaikan pembelajaran. Kemudian mengkategorikannya dalam klasifikasi kurang, cukup, baik, dan sangat baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Refleksi Awal Setelah mendeskripsikan sifat Ae sifat magnet, diperoleh hasil belajar siswa yang kurang Hal tersebut terjadi karena setelah diadakan diskusi dengan teman sejawat ternyata ditemukan berbagai pembelajaran berlangsung, seperti : Penjelasan guru terlalu abstrak. Guru yang mendominasi kegiatan pembelajaran sehingga siswa menjadi Kurangnya pemanfaatan media dalam Metode kurang menarik sehingga terkesan monoton. Atas dasar analisa data tersebut, maka diadakan perbaikan yaitu : Penjelasan yang terlalu abstrak diubah menjadi yang lebih konkret, yaitu dengan benda aslinya Siswa dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran Menggunakan Menggunakan berbagai metode Siklus I Perencanaan Membuat pembelajaran berdasarkan refleksi awal pada pembelajaran mendeskripsikan sifat Ae sifat magnet yang sebelumnya kurang berhasil. Menentukan media yang akan digunakan pada perbaikan pembelajaran. Menentukan metode yang digunakan dalam pembelajaran. (Ceramah, tanya jawab, penugasan, dan Membuat Lembar Kegiatan Siswa. Membuat digunakan dalam siklus perbaikan Menyusun soal evaluasi perbaikan Pelaksanaan Membagi kelas menjadi 4 kelompok. Memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan. Membagi Lembar Kegiatan Siswa ( LKS Memberi pengarahan dalam melakukan kegiatan pada LKS. Mengkomunikasikan Membahas hasil kerja kelompok. Membuat pertanyaan untuk kelompok Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan tanggapan atas jawaban temannya. Penguatan dan simpulan bersama. Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran sudah sesuai dengan rencana. Tetapi kemudian ditemui beberapa kendala antara lain: Siswa belum terlibat secara aktif bekerjasama dalam kelompok. Siswa menjadi kurang aktif saat kegiatan Semua siswa ingin menjawab pada saat diadakan tanya jawab untuk soal yang mudah, tetapi tidak ada yang mau menjawab untuk soal yang tingkat kesulitannya cukup tinggi . ertanyaan http://ojs. Jurnal PINUS Vol. 3 No. 2 Maret 2018 ISSN. Pada akhir siklus pertama dari hasil pegamatan guru dan kolaborasi dengan teman sejawat dapat disimpulkan : Siswa mulai terbiasa dengan kondisi belajar kelompok. Yang dipelajari siswa tidak lagi bersifat abstrak tetapi sudah konkret. Refleksi Dari hasil siklus I, sudah ada peningkatan tetapi masih sangat kecil dan belum sesuai dengan target keberhasilan pembelajaran yang direncanakan oleh guru. Oleh karena itu guru merencanakan perbaikan pembelajaran mendeskripsikan sifat Ae sifat magnet dengan menggunakan pendekatan scientific pada siklus II. Siklus II Perencanaan Membuat pembelajaran siklus II berdasarkan refleksi pada perbaikan pembelajaran siklus I. Menentukan media yang akan digunakan dalam perbaikan pembelajaran siklus II Menentukan metode yang lebih bervariasi lagi dalam perbaikan pembelajaran siklus II Mengurangi kuantitas metode ceramah dengan memberi kesempatan yang lebih banyak kepada siswa untuk melakukan setiap kegiatan pembelajaran. Membuat Lembar Kerja Siswa. Memberi motivasi kepada kelompok untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Lebih intensif dalam membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan eksperimen. Membuat digunakan dalam siklus perbaikan Menyusun alat evaluasi pembelajaran url : ojs. Memberikan permainan pada saat Memberi penguatan dan penghargaan. Pelaksanaan Membagi kelas menjadi 7 kelompok. Mengumpulkan informasi dari siswa pembelajaran pada siklus 1. Memberi kesempatan siswa untuk mengajukan pertanyaan kepada guru. Membagi Lembar Kegiatan Siswa ( LKS Memberi pengarahan dalam melakukan kegiatan sesuai LKS. Melakukan kegiatan eksperimen. Penyampaian hasil pekerjaan kelompok. Memberikan kelompok lain untuk memberikan tanggapan atas hasil pekerjaan kelompok Membahas hasil kerja kelompok. Memberikan permainan berupa tepuk benda magnetis dan non magnetis. Penguatan dan simpulan bersama. Merayakan akhir pembelajaran dengan menyanyikan sebuah lagu. Refleksi Pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai rencana perbaikan pembelajaran yang dibuat guru. Tugas yang diberikan diselesaikan dengan baik dan tepat Siswa dalam satu kelompok telah menunjukkan sikap saling bekerja sama untuk dalam melakukan eksperimen. Terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran mendeskripsikan sifatAesifat memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Jurnal PINUS Vol. 3 No. 2 Maret 2018 ISSN. Perbedaan Siklus I dan Siklus II Dalam prosesnya ada beberapa perbedaan pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I ada 4 kelompok, tiap kelompok ada 9 siswa. Pada siklus II ada 7 kelompok, tiap kelompok ada 5 siswa. Jumlah anggota kelompok diperkecil agar siswa menjadi lebih aktif. Pada siklus II menggunakan media yang lebih banyak. Pada siklus I metode yang digunakan ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Sedangkan pada siklus II metode yang digunakan ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi kelompok, dan . Pada siklus I menggunakan metode demonstrasi . egiatan diperagakan Sedangkan pada siklus II menggunakan metode eksperimen . iap kelompok melakukan percobaan sendiri . Pada siklus II guru memberikan permainan, sehingga siswa merasa Perbedaan Hasil Siklus I dan Siklus II Keaktifan Siswa Sangat baik Baik Cukup Kurang Hasil Belajar Belum tuntas Tuntas Siklus I 4 siswa / 4 siswa / 10 siswa / 27 19 siswa / 51 Siklus I 9 siswa / 24 28 siswa / 76 Siklus II 11 siswa / 30 12 siswa / 32 10 siswa / 27 4 siswa / 11 Siklus II 4 siswa / 11 33 siswa / 89 REKAPITULASI HASIL BELAJAR SISWA KELAS V Nama Siswa Nilai Nilai pada Awal siklus Bagus Puji Satrio Adzha Novadila Rahima Afdhollul Zacky Agista Noor Azizah Alfarrell Satriawan Alfina Rendra Fonseca Anindya Larisa Putri Anita Tri Wulandari Aulia Yunia Wati Ceviano Chuswidyaramzi Dara Ayu Valen Dwi Mustika Putri Farhan Rizal Purwono Febrita Valensia Halfian Alaudin Rafsanjani Jhofanni Alexander Nillson Jovanca Naisyla Windy Laila Amalia Putri Farel Al Syifa Davit Prasetyo Amar Ma'ruf Daiva Nur Adiseno Najwa Berliana Dwiarum Nauzwa Aurura Angelica Nayla Fadia Novariskaputri Raditya Zakarya Priyatama Rafifah Hana Nisrina Rayhan Agung Kurniawan Risanthatia Isti Kumairoh Septia Natasya Sahira 75 Shafania Aulia Shinta Mia Meilana Sukma Amellia Syafa Ardha Qischil Tahta Alfina Zazilatunadia Tania Septa Aurelia Vellyne Dwi Krisnandriani Rata Ae Rata 66,47 76,35 Nilai 82,03 http://ojs. Jurnal PINUS Vol. 3 No. 2 Maret 2018 ISSN. Nilai Tertinggi Nilai Terendah SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan perbaikan pembelajaran dari siklus I dan siklus II ini dapat diambil simpulan bahwa penggunaan pendekatan scientific dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran mendeskripsikan sifat Ae sifat Saran Telah pendekatan scientific dapat meningkatkan mendeskripsikan sifat Ae sifat magnet, maka penulis menyarankan hal-hal sebagai Melakukan Penelitian Tindakan Kelas untuk memperbaiki pembelajaran yang belum berhasil. Guru dapat memilih media dan metode yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswanya. Pada umumnya guru mengalami kesulitan dalam membuat karya tulis ilmiah, termasuk membuat laporan Oleh karena itu pihak sekolah khususnya dan Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten pada umumnya harus memfasilitasi para guru untuk mengikuti pelatihan Ae pelatihan tentang penulisan karya ilmiah. Sehingga guru akan semakin terlatih dan terampil dalam membuat KTI. Irene MJA, dkk. Bupena 5g Tema Sejarah Peradaban Indonesia. Jakarta : Erlangga Sudadi. Imam. Desain Pembelajaran. Jakarta : Kemendikbud. Sunardi, dkk. Teori Belajar. Jakarta : Kemendikbud. Suparno. Moh. Yunus, 2007. Ketrampilan Dasar Menulis. Jakarta : Pusat Penerbitan UT. Wardani. I GAK. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Pusat Penerbitan UT. Winataputra. Udin. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Pusat Penerbitan UT. DAFTAR PUSTAKA