Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan ISSN: 2548-2203 Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 http://jurnal. id/index. php/sabilarrasyad PERAN KELUARGA DALAM MENGAJARKAN AL-QUR'AN KEPADA SISWA MTS UNIVA MEDAN Indra Budiman Universitas Dharmawangsa Keywords: Peran Keluarga. Mengajarkan AlQuran. Siswa. Pendidikan Agama ________________________ *Correspondence Address: indrabudiman2102@gmail. Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dalam mengenalkan al-quran kepada siswa MTs UNIVA Medan. Mengingat pentingnya peran keluarga dalam pendidikan agama, terutama di dalam mengenalkan Al-Qur'an sejak dini, penelitian ini berfokus pada pengaruh keterlibatan keluarga dalam pengajaran AlQur'an di rumah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus yang melibatkan partisipasi siswa serta orang tua mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam pengajaran Al-Qur'an, baik secara langsung melalui bimbingan orang tua maupun secara tidak langsung melalui lingkungan yang mendukung. Selain itu, beberapa faktor yang mempengaruhi keterlibatan keluarga antara lain tingkat pendidikan orang tua, motivasi untuk mengajarkan agama, dan waktu yang tersedia untuk mendampingi anak dalam belajar. Penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan keluarga yang intensif memiliki dampak positif terhadap kemahiran siswa siswi dalam menelaah dan mengamalkan Al-Qur'an. PENDAHULUAN Pendidikan agama, terutama dalam pengajaran Al-Qur'an, memegang peran krusial dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Sebagai panduan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Al-Qur'an perlu diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia dini. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pengajaran Al-Qur'an, terutama bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di jenjang Madrasah Tsanawiyah (MT. MTs UNIVA Medan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki tujuan untuk menghasilkan generasi yang berakhlak mulia dan menguasai ilmu agama. Namun, proses pengajaran Al-Qur'an di sekolah harus didukung oleh keterlibatan aktif keluarga. Keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi anak, memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik dan menanamkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari hari KAJIAN TEORETIS Pengertian Keluarga dalam Pendidikan Definisi keluarga : sebagai unit terkecil dalam masyarakat ,keluarga memiliki peran vital dalam membentuk karakter dan kepribadian individu. Fungsi keluarga, selain memenuhi kebutuhan biologis dan psikologis,keluarga juga berperan sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama. Teori-teori Pembelajaran Dalam Konteks Keluarga . Teori belajar sosial (Bandura ): Anak-anak belajar melalui observasi dan imitasi terhadap perilaku orangtua. Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 Hal : 24-31 . Teori perkembangan kognitif (Piaget. : Keluarga menyediakan lingkungan yang merangsang perkembangan kognitif anak. Teori humanistik (Maslo. : Keluarga menciptakan suasana yang aman dan mendukung bagi pertumbuhan emosional anak. Pentingnya Pengajaran Al Qur`an di Keluarga Al Qur`an sebagai sumber ajaran Islam : Al-quran adalah pedoman hidup bagi umat Islam. Peran Al Quran dalam pembentukan karakter : Al qur`an mengajarkan nilai nilai moral,akhlak mulia,dan pengetahuan yang bermanfaat. Hadits tentang pendidikan anak : Banyak hadits yang menekankan pentingnya pendidikan agama sejak dini, termasuk mengajarkan Al Qur`an Peran Madrasah Tsanawiyah Tujuan Pendidikan Madrasah Tsanawiyah : Membentuk siswa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia,dan memiliki kompetensi di berbagai bidang. Keterlibatan keluarga dalam kegiatan Madrasah : Pentingnya kerjasama antara keluarga dan Madrasah dalam mendidik Faktor- faktor yang Mempengaruhi Peran Keluarga . Faktor Internal : Pendidikan orang tua. Pemahaman tentang pentingnya mengajarkan Al-Qur'an. Motivasi dan komitmen orang tua . Faktor eksternal : Lingkungan sosial. Ketersediaan sumber daya. Dukungan dari lembaga pendidikan Model pembelajaran Al Qur`an di Keluarga Metode-metode pembelajaran yang efektif : tilawah, tahfidz, tafsir dan tadabbur. Pemanfaatan teknologi : Penggunaan aplikasi dan media sosial untuk memudahkan METODE PENELITIAN Adapun metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif . Subjek penelitian terdiri dari siswa MTs UNIVA Medan dan orang tua mereka. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan orang tua dan observasi terhadap siswa yang berkaitan dengan kebiasaan belajar Al-Qur'an di rumah. Selain itu, peneliti juga melakukan studi dokumentasi mengenai hasil ujian membaca Al-Qur'an siswa sebagai salah satu bentuk indikator kemampuan siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Keluarga dalam Pengajaran Al-Qur'an Orang Tua Sebagai Pendamping Belajar Orang tua berfungsi sebagai pendamping pertama dalam belajar Al-Qur'an. Meskipun anak-anak belajar Al-Qur'an di sekolah, bimbingan dan pengajaran yang diberikan di rumah akan memperkuat pemahaman mereka. Orang tua yang terlibat aktif dalam mendampingi anak-anaknya untuk membaca, menghafal, atau memahami makna AlQur'an dapat memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap keberhasilan pendidikan agama anak. Orang tua bisa meluangkan waktu untuk membaca bersama, mendengarkan hafalan, atau memberikan pemahaman tentang tafsir sederhana yang relevan dengan kehidupan anak. Menciptakan Lingkungan yang Mendukung Keluarga dapat membantu anak agar terus mempelajari Al-Qur'an dengan mengadakan kegiatan yang melibatkan Al-Qur'an, seperti membaca Al-Qur'an bersama di pagi hari atau sebelum tidur, mengajak mereka berpartisipasi dalam kegiatan pengajian, atau bahkan membiasakan mereka mendengarkan Al-Qur'an setiap hari, baik melalui perangkat Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 Hal : 24-31 elektronik atau di lingkungan mereka. Lingkungan yang penuh dengan nuansa agama ini akan meningkatkan keinginan anak untuk mencintai Al-Qur'an. (Ibrahim,M. ,2. Menjadi Teladan dalam Pengamalan Al-Qur'an Salah satu cara terbaik untuk mengajarkan Al-Qur'an kepada anak adalah dengan memberi mereka contoh yang baik. Anak-anak cenderung berperilaku seperti orang tua Ketika orang tua membaca Al-Qur'an, mengamalkannya, dan menunjukkan sikap yang selaras dengan nilai-nilainya, hal ini dapat sangat mempengaruhi sikap dan perilaku anak-anak. Orang tua yang menerapkan ajaran Al Qur'an dalam kehidupan sehari-hari akan memotivasi anak-anak mereka untuk mengikuti jejak orang tua mereka. Memberikan Penguatan dan Motivasi Orang tua juga bertanggung jawab untuk mendorong dan mendukung anak-anak mereka ketika mereka menghadapi kesulitan dalam mempelajari Al-Qur'an. Jika anak-anak menghadapi kesulitan menghafal ayat-ayat Al-Qur'an atau membaca dengan tajwid yang benar, orang tua harus mendorong mereka dan memuji upaya mereka. Penguatan positif ini sangat penting agar anak-anak tidak tertekan. sebaliknya, mereka harus merasa dihargai atas upaya mereka untuk mempelajari Al Qur'an. Mengimplementasikan Al-Qur'an dalam Kehidupan Sehari-hari Orang tua dapat mengajarkan anak-anak nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, kasih sayang, ketaatan kepada Allah, dan rendah hati. Dengan cara ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan menghafal AlQur'an, tetapi juga belajar sikap rendah hati. (Said. , 2. Faktor yang Mempengaruhi Peran Keluarga dalam Pengajaran Al-Qur'an Pendidikan Keluarga Seberapa aktif orang tua mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anaknya sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan mereka. Orang tua yang memiliki pemahaman agama yang lebih baik atau pendidikan yang lebih tinggi cenderung lebih sadar akan pentingnya mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anaknya dan lebih mampu memberikan bimbingan yang efektif. Kesibukan Orang Tua Waktu yang tersedia bagi orang tua untuk mendampingi anak belajar sangat dipengaruhi oleh kesibukan kerja. Orang tua yang memiliki jadwal kerja yang padat mungkin mengalami kesulitan untuk memberikan perhatian penuh terhadap pembelajaran Al-Qur'an anak. Oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk menyusun waktu yang tepat agar kegiatan belajar Al-Qur'an tetap dapat dilakukan meski dalam kesibukan sehari-hari. Motivasi dan Kesadaran Agama Keluarga Kesadaran agama yang dimiliki keluarga sangat menentukan sejauh mana mereka terlibat dalam mendidik anak mengenai Al-Qur'an. Keluarga yang memiliki motivasi yang kuat dalam mendalami agama Islam cenderung akan lebih mengutamakan pengajaran AlQur'an kepada anak-anak mereka. Sebaliknya, keluarga yang kurang sadar akan pentingnya pendidikan agama mungkin tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap pengajaran Al-Qur'an. Dampak Peran Keluarga dalam Pengajaran Al-Qur'an Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menghafal Al-Qur'an Keterlibatan keluarga dalam mengajarkan Al-Qur'an memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan siswa MT dalam membaca dan menghafal Al Qur'an. Siswa yang menerima bimbingan dari orang tua atau keluarga cenderung membaca Al-Qur'an dengan Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 Hal : 24-31 lebih lancar dan menghafal ayat-ayatnya dengan lebih mudah dibandingkan dengan siswa yang tidak menerima bimbingan ini. Pembentukan Karakter dan Akhlak Selain peningkatan kemampuan membaca dan menghafal, pengajaran Al-Qur'an yang dilakukan oleh keluarga juga berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan akhlak Dengan memahami ajaran-ajaran Al-Qur'an yang berkaitan dengan moralitas dan etika, siswa akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, jujur, penuh kasih sayang, dan berakhlak mulia. Keterlibatan Keluarga Mendorong Keaktifan Anak di Sekolah Anak yang mendapatkan dukungan dari keluarga dalam pembelajaran Al-Qur'an cenderung lebih aktif dan termotivasi dalam kegiatan keagamaan di sekolah. Mereka merasa lebih percaya diri untuk mengikuti pelajaran agama di kelas dan lebih terbuka dalam berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan yang diadakan oleh sekolah. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterlibatan Keluarga dalam Pengajaran Al Qur'an kepada Siswa Keberhasilan pendidikan agama anak sangat dipengaruhi oleh keterlibatan keluarga dalam mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak mereka. Keluarga, melalui pengajaran AlQur'an, memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak karena merupakan lingkungan pertama dan utama mereka. Meskipun demikian, ada sejumlah variabel yang mempengaruhi seberapa banyak keluarga terlibat dalam proses pengajaran Al-Qur'an. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam keluarga atau dari lingkungan luar. Berikut adalah beberapa komponen utama yang mempengaruhi keterlibatan keluarga dalam pengajaran Al-Qur'an kepada siswa. Pendidikan Keluarga Keluarga yang berpendidikan tinggi cenderung lebih memahami pentingnya pendidikan agama, termasuk pengajaran Al-Qur'an, daripada orang tua yang kurang pendidikan. Selain itu, orang tua yang berpendidikan tinggi biasanya lebih terbuka dan aktif dalam mencari cara untuk mengajarkan anak-anak mereka tentang Al Qur'an, baik melalui pembacaan bersama atau melalui aplikasi pembelajaran Al Qur'an. Sebaliknya. Keluarga dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah mungkin merasa kurang percaya diri untuk mengajarkan Al-Qur'an secara mendalam kepada anak-anak Hal ini bisa mengurangi keterlibatan mereka dalam proses belajar Al-Qur'an anak. Oleh karena itu, pendidikan orang tua berperan besar dalam menentukan seberapa banyak waktu dan upaya yang mereka alokasikan untuk mendukung pendidikan Al-Qur'an anak (Suyadi. F, 2. Kesadaran dan Motivasi Agama Orang Tua Orang tua yang memiliki kesadaran agama yang tinggi cenderung lebih tertarik untuk mengajarkan nilai-nilai Islam kepada anak-anak mereka, termasuk mengajarkan Al-Qur'an. Orang tua yang mengetahui betapa pentingnya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup juga akan lebih termotivasi untuk mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak mereka. Keyakinan orang tua terhadap prinsip-prinsip yang terkandung dalam Al-Qur'an dan betapa pentingnya pengajaran agama dalam kehidupan sehari-hari juga dapat mempengaruhi motivasi mereka untuk beragama. Orang tua yang percaya bahwa pendidikan agama adalah komponen utama dalam membentuk karakter anak akan lebih aktif terlibat dalam pengajaran Al-Qur'an, bahkan menetapkan waktu khusus untuk mempelajarinya bersama. Waktu yang Tersedia Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 Hal : 24-31 Keterlibatan orang tua dalam pengajaran Al-Qur'an kepada anak sangat bergantung pada waktu yang mereka miliki. Banyak orang tua yang memiliki pekerjaan dan jadwal yang sangat padat, sehingga kesulitan untuk meluangkan waktu yang cukup untuk mendampingi anak belajar Al-Qur'an. Terutama di keluarga-keluarga yang orang tuanya bekerja penuh waktu, keterbatasan waktu menjadi hambatan utama dalam memberikan perhatian yang optimal terhadap pendidikan agama anak, termasuk pengajaran Al-Qur'an. Namun, beberapa keluarga dengan kesadaran agama yang tinggi dan prioritas pada pendidikan agama biasanya akan mencari waktu yang tepat, seperti di pagi hari sebelum berangkat sekolah atau pada malam hari setelah aktivitas lain selesai, untuk mengajarkan Al-Qur'an kepada anak. Oleh karena itu, pengaturan waktu yang baik dan kesediaan untuk menyisihkan waktu untuk pengajaran Al-Qur'an sangat penting dalam meningkatkan keterlibatan keluarga. Dukungan Lingkungan Sosial Lingkungan sosial, baik dalam keluarga besar, tetangga, maupun masyarakat sekitar, dapat mempengaruhi keterlibatan keluarga dalam pengajaran Al-Qur'an. Jika lingkungan sosial mendukung dan mengutamakan pentingnya pendidikan agama, termasuk pengajaran Al-Qur'an, keluarga akan lebih termotivasi untuk mendidik anak-anak mereka dalam hal Misalnya, jika di lingkungan sekitar banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya untuk membaca Al-Qur'an bersama atau mengikuti pengajian, maka hal ini bisa memotivasi keluarga lain untuk melakukan hal yang sama. Sebaliknya, jika lingkungan sosial kurang mendukung dan cenderung tidak memprioritaskan pendidikan agama, maka keluarga yang ingin mengajarkan AlQuran kepada anak-anaknya mungkin merasa kurang didorong atau bahkan tidak mendapat banyak dukungan sosial untuk melakukannya. Ketersediaan Sumber Daya dan Fasilitas Ketersediaan sumber daya dan fasilitas yang mendukung pengajaran Al-Qur'an di rumah juga mempengaruhi keterlibatan keluarga. Di era digital saat ini, banyak aplikasi, video pembelajaran, dan materi pembelajaran Al-Qur'an yang dapat diakses melalui perangkat elektronik. Keluarga yang memiliki akses ke teknologi dan internet dapat memanfaatkan berbagai sumber daya tersebut untuk meningkatkan pembelajaran AlQur'an di rumah. Selain itu, ketersediaan buku-buku Al-Qur'an, mushaf, atau alat bantu lainnya yang dapat digunakan di rumah juga penting untuk mendukung proses pengajaran Al Qur'an. Keluarga yang memiliki sumber daya yang memadai lebih mudah untuk mendampingi anak belajar Al-Qur'an, baik itu melalui cara tradisional maupun dengan menggunakan Pengaruh Budaya Keluarga Budaya keluarga atau kebiasaan yang ada dalam suatu keluarga juga memainkan peran penting dalam keterlibatan keluarga dalam pengajaran Al-Qur'an. Dalam beberapa budaya, tradisi membaca Al-Qur'an bersama anggota keluarga sangat dihargai, dan ini menjadi rutinitas yang diteruskan ke generasi berikutnya. Dalam keluarga dengan budaya tersebut, pengajaran Al-Qur'an bukan hanya menjadi kewajiban, tetapi juga bagian dari tradisi dan nilai yang diterima dan dijunjung tinggi. Namun, dalam keluarga yang tidak memiliki kebiasaan membaca atau mengajarkan AlQur'an, bisa saja anak-anak tidak terbiasa dengan kegiatan ini, meskipun orang tua sadar akan pentingnya pengajaran Al-Qur'an. Oleh karena itu, budaya keluarga dalam hal pengajaran agama, khususnya Al-Qur'an, sangat berpengaruh pada keterlibatan keluarga dalam pendidikan agama anak. Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 Hal : 24-31 Keterlibatan Pihak Sekolah Sekolah, terutama di Madrasah Tsanawiyah (MT. atau sekolah-sekolah yang mengutamakan pendidikan agama, juga berperan dalam memotivasi keluarga untuk lebih terlibat dalam pengajaran Al-Qur'an. Jika sekolah mengadakan program atau kegiatan yang melibatkan orang tua, seperti pengajian bersama, pembelajaran Al Qur'an, atau seminar tentang pendidikan agama, orang tua akan lebih termotivasi untuk mendalami dan mendukung pendidikan Al-Qur'an anak mereka. Selain itu, komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga juga dapat memperkuat kerja sama antara kedua belah pihak dalam mendidik siswa. Suyadi. Pengaruh Keterlibatan Keluarga terhadap Kemampuan Siswa Siswa yang memiliki orang tua yang aktif mengajarkan Al-Qur'an di rumah mereka menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam membaca dan memahami Al Qur'an dibandingkan dengan siswa yang tidak menerima bimbingan dari keluarga mereka. Ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dapat mempercepat proses pembelajaran Al-Qur'an di luar kelas formal. Pengaruh Keterlibatan Keluarga terhadap Kemampuan Siswa untuk Membaca dan Memahami Al-Qur'an: Keluarga memainkan peran yang sangat penting dalam membangun karakter anak dan dasar pendidikan mereka, terutama dalam hal pendidikan agama. Meskipun pendidikan Al-Qur'an biasanya diajarkan di sekolah, peran aktif keluarga di rumah mempengaruhi perkembangan kemampuan anak dalam membaca dan memahami Al-Qur'an. Keterlibatan orang tua atau anggota keluarga tidak hanya membantu anak membaca Al-Qur'an, tetapi juga membantu mereka memahami hukum, etika, dan nilai-nilai yang terkandung di Siswa dapat membantu membaca dan memahami Al-Qur'an dengan keterlibatan keluarga di bawah ini. Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an (Lafaz dan Tajwi. Salah satu pengaruh paling langsung dari keterlibatan keluarga adalah dalam hal meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik, baik itu dari segi lafaz maupun Orang tua yang terlibat aktif dalam mendampingi anak-anak mereka untuk membaca Al-Qur'an dapat membantu anak untuk mengoreksi kesalahan dalam bacaan dan tajwid. Dengan bimbingan orang tua, anak lebih mudah memahami cara membaca dengan benar sesuai dengan aturan tajwid yang telah diajarkan dalam AlQuran. Meningkatkan Konsistensi dalam Belajar Al-Qur'an Keterlibatan keluarga menciptakan rutinitas belajar yang konsisten. Ketika orang tua memberikan waktu khusus untuk membaca Al-Qur'an bersama anak setiap hari, anak-anak akan lebih terbiasa dan terlatih untuk membaca Al-Qur'an dengan teratur. Rutinitas ini akan membentuk kebiasaan yang baik bagi anak, di mana membaca Al-Qur'an menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari mereka. Peningkatan Kemampuan Menghafal Al-Qur'an Keterlibatan keluarga juga sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam menghafal Al-Qur'an. Banyak orang tua mengajak buah hati mereka agar menghafal Al Quran, baik secara rutin setiap hari, maupun dalam waktu tertentu, seperti saat liburan atau waktu Orang tua yang terlibat dalam proses ini dapat membantu anak dengan mengulang hafalan bersama, memberikan dukungan, serta memberikan pujian atau penghargaan ketika anak berhasil menghafal ayat baru. Motivasi yang diberikan oleh orang tua menjadi faktor penting dalam menjaga semangat anak dalam menghafal. Anak-anak yang didukung oleh keluarga pada proses menghafal Al-Qur'an cenderung lebih terorganisir pada menyusun jadwal hafalan dan lebih disiplin dalam melakukannya. Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 Hal : 24-31 Keterlibatan keluarga menciptakan lingkungan yang positif bagi anak untuk terus berusaha menghafal, yang berujung pada peningkatan kemampuan hafalan mereka. Pemahaman Makna dan Tafsir Al-Qur'an Keluarga juga memainkan peran penting dalam membantu anak-anak memahami makna dan tafsir Al-Qur'an. Anak-anak seringkali dapat membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi mereka belum sepenuhnya memahami pesan dan maknanya. Orang tua bertanggung jawab untuk memberi tahu anak apa yang dibacanya di sini. Orang tua yang memiliki pemahaman agama yang lebih baik atau keterampilan tafsir yang lebih baik dapat membantu anak-anak memahami konteks dari ayat-ayat yang mereka baca. Dengan menjelaskan makna ayat-ayat Al-Qur'an dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari, orang tua dapat membantu anakanak memahami dan merenungkan pesan-pesan yang terkandung dalam Al-Qur'an. Penjelasan yang diberikan oleh orang tua dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh anak-anak akan membantu mereka memahami dan merenungkan Meningkatkan Kualitas Akhlak dan Karakter Keluarga mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak mereka selain meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mereka. AlQur'an mengandung nilai-nilai moral seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan ketaatan kepada Allah. Keluarga membantu anak-anak mereka memahami dan menerapkan ajaranajarannya. Orang tua yang mengajarkan Al-Qur'an dengan menghubungkannya pada kehidupan nyata akan membantu anak untuk melihat relevansi ajaran Al-Qur'an dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ketika anak-anak diajarkan untuk menerapkan nilai-nilai Al-Qur'an, mereka akan lebih mudah untuk memahami esensi dari ajaran-ajaran tersebut dan mengamalkannya dalam sikap dan perilaku mereka. Ini akan berpengaruh pada perkembangan karakter dan akhlak anak secara keseluruhan. Meningkatkan Motivasi Belajar Ketika orang tua terlibat dalam mendampingi anak belajar Al-Qur'an, mereka juga berperan dalam meningkatkan motivasi belajar anak. Anak-anak yang mendapat perhatian dan dukungan dari orang tua merasa dihargai dan termotivasi untuk terus belajar dan berkembang. Orang tua yang memberi penghargaan atas usaha dan pencapaian anak, baik dalam membaca maupun memahami Al-Qur'an, akan memperkuat rasa percaya diri anak dan semangat mereka untuk terus belajar. Anak-anak yang merasa bahwa orang tua mereka peduli dengan kemajuan mereka dalam belajar akan lebih termotivasi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca dan memahami Al-Qur'an jika orang tua mereka terlibat dalam memberikan dorongan positif. (Ibrahin. , 2. KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa keluarga memainkan peran yang sangat signifikan pada proses pengajaran Al-Qur'an kepada siswa MTs UNIVA Medan. Keterlibatan orang tua, baik dalam membimbing maupun mendampingi anak-anak mereka, memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur'an. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan Al-Qur'an tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga merupakan peran sentral keluarga dalam membangun fondasi spiritual dan karakter anak. Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan orang tua, alokasi waktu yang tersedia untuk mendukung pembelajaran anak, serta motivasi agama yang dimiliki keluarga menjadi elemen kunci dalam menentukan keberhasilan keterlibatan tersebut. Dengan dukungan keluarga yang optimal. Anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Al Qur'an, tetapi mereka juga memiliki kapasitas untuk menerapkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya ke dalam kehidupan sehari-hari mereka. Akibatnya, penting bagi keluarga untuk Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023 Hal : 24-31 terus memperkuat peran mereka dalam memberikan pendidikan agama yang holistik dan SARAN Beberapa saran yang dapat penulis paparkan: Orang tua sebaiknya lebih melibatkan diri dalam proses pembelajaran Al-Qur'an dengan meluangkan waktu khusus untuk mengajarkan serta membimbing anak-anak di rumah. Sekolah diharapkan untuk memberikan pelatihan kepada orang tua mengenai cara mengajarkan Al-Qur'an yang efektif. Pemerintah atau lembaga pendidikan agama perlu meningkatkan program-program yang melibatkan keluarga dalam mendukung pendidikan Al-Qur'an. DAFTAR PUSTAKA