NAKULA SADEWA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 3031-2760 https://ejournal. id/ojs/index. php/jva Pendampingan Dalam Pengembangan Aplikasi Desa Berbasis Android dan Website di Desa Rajabasa Lama II Sulistiono1 Nadella Lesmana2. Rizki Fitriani3 123 Institut Teknologi Dan Sains Nahdlatul Ulama Lampung. Indonesia Article Information: Abstract: Perkembangan teknologi informasi memberikan peluang besar bagi desa-desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi, dan promosi potensi lokal. Desa Rajabasa Lama II. Kecamatan Labuan Ratu. Lampung Timur, memanfaatkan peluang ini dengan mengembangkan aplikasi Desaku Maju dan website resmi. Program ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap layanan administrasi, menyebarluaskan informasi desa, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan langsung perangkat desa dalam seluruh tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, uji coba, hingga pelatihan pengelolaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi pelayanan, keterbukaan informasi, dan kemandirian perangkat desa dalam mengelola sistem digital. Dengan kolaborasi antara teknologi dan partisipasi masyarakat, diharapkan desa dapat terus berkembang secara mandiri, adaptif, dan berkelanjutan. Received Mei 22, 2025 Revised Juni 18, 2025 Accepted Juli 9, 2025 Keywords: Digital Village. Online Services. Application. Website. Participation. Transparency. Corresponding author: Sulistiono. Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Lampung. Indonesia Email: widi. sulistio@gmail. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi telah membuka peluang besar bagi desa-desa di Indonesia untuk mengoptimalkan pelayanan publik, promosi potensi daerah, dan transparansi tata kelola pemerintahan. Rindi and Natalia Desa Rajabasa Lama II sebagai salah satu desa di Kecamatan Labuan Ratu. Lampung Timur, memiliki potensi besar di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata (Wahyud. Aplikasi ini Desaku Maju. Keduanya diharapkan masyarakat dalam mengakses informasi, mengajukan permohonan administrasi, serta mengenal potensi desa secara luas (Nurul and Samsu. Dengan adanya aplikasi Desaku Maju dan website w. diharapkan masyarakat desa dapat lebih mudah mengakses informasi mengenai potensi dan layanan yang tersedia. Salim Selain itu, dengan adanya teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan promosi dan pelayanan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata. Dengan demikian, diharapkan desa dapat lebih maju dan berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, aplikasi Desaku Maju juga memberikan kemudahan bagi masyarakat desa dalam mengajukan permohonan administrasi seperti surat izin usaha, surat keterangan domisili, dan lain sebagainya (Sarli. Dengan begitu, proses administrasi di desa dapat menjadi lebih efisien dan transparan. Selain itu, melalui website site, masyarakat desa juga dapat berpartisipasi dalam mengenali potensi desa secara luas dan turut berkontribusi dalam pengembangan desa. Dengan adanya kolaborasi antara teknologi dan partisipasi masyarakat, diharapkan desa dapat terus berkembang dan menjadi Lebih mandiri Hal ini juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa serta memberikan peluang bagi mereka untuk berkembang dan mengembangkan potensipotensi yang dimiliki. Dengan adanya akses yang mudah melalui website tersebut, diharapkan informasi mengenai desa dapat tersebar luas dan menarik minat investor untuk berinvestasi di desa tersebut. Selain itu, dengan adanya transparansi dalam proses administrasi, diharapkan akan meminimalisir terjadinya korupsi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi desa secara keseluruhan. Dengan demikian, kolaborasi antara teknologi dan partisipasi masyarakat dapat menjadi kunci utama dalam mengembangkan desa menjadi lebih maju dan mandiri (Jovan et al. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga dapat membantu dalam mempercepat proses pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di desa. Eko mengungkapkan Dengan adanya sistem informasi yang terintegrasi, masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan seperti kesehatan, pendidikan, dan transportasi. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat desa dan meningkatkan tingkat kualitas hidup mereka. Dengan terus mendorong inovasi dan kreativitas, desa-desa di seluruh Indonesia dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bersama. Melalui integrasi teknologi, desa-desa dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan berbagai infrastruktur. Iswanto menerangkan akses yang lebih mudah ke informasi dan layanan publik, diharapkan masyarakat desa dapat terlibat lebih aktif dalam pembangunan dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan teknologi dapat menciptakan sebuah ekosistem yang Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 52-63, 2025 responsif dan adaptif terhadap perubahan zaman, sehingga desa-desa dapat terus berkembang dan mengikuti perkembangan global. Transformasi digital, berbagai kegiatan pelayanan dan administrasi di desa masih dijalankan secara manual. Untuk mengurus layanan surat, warga harus datang langsung ke kantor desa, karena belum tersedia sistem daring yang memadai. Informasi publik disampaikan secara terbatas, umumnya hanya melalui pengumuman yang ditempel di papan informasi, yang tidak selalu mudah diakses oleh semua warga. Keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pun masih terbatas pada saat musyawarah langsung yang hanya bisa diikuti oleh mereka yang hadir secara fisik. Dari sisi teknologi, perangkat digital belum banyak digunakan, sehingga aktivitas pemerintahan desa berjalan dengan caracara konvensional. Dokumentasi desa pun masih disimpan dalam bentuk arsip manual yang tidak terintegrasi dan hanya bisa diakses secara langsung melalui kantor desa. Tujuan kegiatan ini meliputi: . Meningkatkan kualitas pelayanan publik desa melalui penerapan aplikasi dan website, . Menyediakan sarana promosi potensi desa berbasis digital, . Meningkatkan keterampilan perangkat desa dalam mengelola sistem digital, . Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pemanfaatan teknologi METODE Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan secara aktif Staf ahli desa Rajabasa Lama II sebagai subjek utama program. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap yang saling berkesinambungan untuk memastikan tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan pendampingan ini menggunakan beberapa tahapan: Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 52-63, 2025 gambar 1 Proses Desaian website Proses Pembuatan aplikasi dan website diawali dari Analisis Kebutuhan, dilanjutkan dengan Implementasi Sistem. Setelah itu dilakukan Uji Coba & Evaluasi, kemudian Pelatihan Pengelolaan Sistem. Proses berakhir ketika semua tahapan selesai dan sistem siap digunakan. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini mengutamakan prinsip learning by doing, di mana peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mempraktikkan langsung keterampilan yang diajarkan. Dengan metode ini, diharapkan pelaku UMKM dapat menguasai strategi pemasaran berbasis media sosial secara berkelanjutan dan mampu mengimplementasikannya dalam kegiatan usaha sehari-hari (Pratikto 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam tahap analisis kebutuhan, dilakukan survei dan wawancara langsung dengan perangkat desa serta masyarakat sebagai pengguna utama layanan. Langkah ini bertujuan untuk menggali informasi mendalam mengenai fitur-fitur yang benar-benar dibutuhkan dalam pengembangan sistem digital desa. Dari hasil penjajakan tersebut, teridentifikasi beberapa kebutuhan utama yang menjadi prioritas. Salah satunya adalah pelayanan administrasi kependudukan secara online, seperti pengurusan surat keterangan domisili, surat pengantar KTP/KK, akta kelahiran, dan dokumen penting lainnya yang sebelumnya hanya bisa diakses secara manual. Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 52-63, 2025 Selain itu, muncul kebutuhan akan penyediaan informasi mengenai potensi desa, mencakup sektor pertanian, pelaku UMKM, serta potensi wisata lokal yang dapat dikembangkan dan dipromosikan lebih luas. Masyarakat dan perangkat desa juga menyoroti pentingnya fitur berita dan pengumuman resmi desa yang dapat diakses secara real-time oleh warga, sebagai upaya meningkatkan transparansi dan partisipasi Tidak kalah penting, dibutuhkan integrasi kontak layanan darurat serta call center desa agar warga dapat dengan cepat mengakses bantuan atau informasi penting dalam situasi mendesak. Temuan-temuan tersebut menjadi dasar dalam merancang sistem yang relevan, efisien, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat desa. gambar 2 Diskusi Dan Menggali Informasi Integrasi kontak layanan darurat dan call center desa menjadi salah satu kebutuhan penting yang teridentifikasi, guna memastikan warga dapat dengan cepat mengakses bantuan atau informasi dalam situasi mendesak. Kebutuhan ini, bersama dengan temuan lainnya, menjadi landasan dalam perancangan sistem digital yang relevan, efisien, dan sesuai dengan kondisi serta harapan masyarakat desa. Dalam tahap perancangan sistem, dilakukan pengembangan desain antarmuka (UI/UX) Desaku Maju Desain ini dirancang agar ramah pengguna dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat desa. Beberapa fitur utama yang dimasukkan ke dalam rancangan meliputi halaman beranda yang menampilkan berita terkini, pengumuman penting, serta informasi singkat tentang desa. Terdapat pula menu pelayanan online yang menyediakan formulir permohonan administrasi, seperti surat domisili atau pengantar KTP, yang bisa diunduh dan diajukan secara daring. Untuk mendukung promosi potensi lokal, menu potensi desa disiapkan guna menyajikan data sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata secara informatif. Selain itu. Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 52-63, 2025 galeri foto dan video ditambahkan sebagai media dokumentasi berbagai kegiatan desa. Fitur kontak dan layanan darurat juga disediakan agar warga dapat berkomunikasi langsung dengan pemerintah desa dalam situasi mendesak. Seluruh sistem ini dirancang agar dapat dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa secara gambar 3 Proses Perencanaan Atau Penyusunan Aplikasi Dan Website Proses pembuatan aplikasi Desaku Maju diawali dengan perencanaan yang matang melalui diskusi bersama perangkat desa dan tim pengembang. Tahapan ini mencakup penyusunan kebutuhan sistem, pemilihan fitur utama, hingga penentuan alur kerja aplikasi dan website agar sesuai dengan kondisi serta kemampuan pengguna di desa. Selama proses ini, dilakukan pemetaan fungsi-fungsi yang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga setiap elemen yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan riil di Penyusunan aplikasi dan website dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembuatan kerangka kerja, desain antarmuka, hingga integrasi sistem yang mendukung kemudahan akses informasi dan pelayanan desa secara digital. Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 52-63, 2025 gambar 4 Proses Pembuatan Aplikasi Desaku Maju gambar 5 Perancangan Menu Dan Layout - Website Rajabasalamadua. Site Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 52-63, 2025 gambar 6 Proses Pembuatan Aplikasi Desaku Maju Dengan Android Studio Dan Kodular gambar 7 Proses Pendaftaran Domain Dan Hosting - Website Rajabasalamadua. Site Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 52-63, 2025 gambar 8 Tampilan Website Rajabasalamadua. Site Tampilan website Rajabasalamadua. site dirancang dengan antarmuka yang sederhana, informatif, dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat desa. Pada halaman beranda, pengunjung disambut dengan informasi singkat mengenai desa, dilengkapi dengan berita terbaru dan pengumuman penting yang ditampilkan secara Navigasi utama disusun secara rapi, memudahkan pengguna untuk mengakses menu seperti Pelayanan Online. Potensi Desa. Galeri, serta Kontak dan Layanan Darurat. Setiap halaman dirancang dengan memperhatikan kenyamanan visual dan kemudahan akses, baik melalui perangkat komputer maupun smartphone. Warna-warna yang digunakan mencerminkan identitas desa, serta memperkuat kesan ramah dan terbuka terhadap perkembangan teknologi. Melalui website ini, pemerintah desa tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun koneksi yang lebih luas dengan masyarakat secara digital dan transparan. Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 52-63, 2025 gambar 9 Uji Coba Aplikasi Dan Website Bersama Perangkat Desa Uji coba aplikasi Desaku Maju dan website Rajabasalamadua. site dilakukan bersama perangkat desa sebagai bagian dari tahapan penting sebelum sistem resmi digunakan oleh masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh fitur berjalan sesuai dengan fungsi yang telah dirancang, serta dapat diakses dengan mudah oleh pengguna. Perangkat desa dilibatkan secara aktif dalam proses simulasi, mulai dari pengisian formulir pelayanan online, navigasi menu informasi desa, hingga penggunaan fitur kontak darurat. Selama uji coba, tim pengembang juga menerima berbagai masukan langsung dari perangkat desa terkait tampilan, alur penggunaan, dan kebutuhan penyesuaian teknis lainnya. Proses ini menjadi momen evaluasi awal yang krusial, untuk memperbaiki kekurangan dan menyempurnakan sistem sebelum diluncurkan kepada masyarakat secara luas. Keterlibatan perangkat desa dalam uji coba ini tidak hanya mempercepat adaptasi penggunaan teknologi, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan terhadap sistem digital yang dikembangkan bersama. gambar 10 Memberikan Pelatihan Aplikasi Dan Website Kepada Aparat Desa Setelah pelaksanaan kegiatan pendampingan, sejumlah hasil positif berhasil dicapai yang menunjukkan dampak nyata dari implementasi aplikasi Desaku Maju dan website Rajabasalamadua. Salah satu hasil utama adalah meningkatnya kualitas Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 52-63, 2025 pelayanan publik. Masyarakat kini dapat mengajukan permohonan dokumen administrasi secara daring tanpa perlu datang langsung ke kantor desa, sehingga proses menjadi lebih cepat, efisien, dan nyaman. Selain itu, website desa telah menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi lokal, seperti sektor pertanian. UMKM, dan pariwisata. Informasi yang ditampilkan secara terbuka memungkinkan masyarakat luar desa untuk mengakses data dan peluang kerja sama, sehingga membuka jalan bagi pemasaran produk dan pengembangan ekonomi desa. Dari sisi transparansi, masyarakat kini dapat memantau informasi kegiatan serta laporan desa secara langsung melalui website, yang menjadi langkah maju dalam membangun kepercayaan publik. Tak kalah penting, kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan kapasitas perangkat desa. Mereka tidak hanya mampu mengoperasikan sistem, tetapi juga dapat mengelola dan memperbarui konten aplikasi serta website secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi yang dihadirkan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memberdayakan SDM lokal dalam pengelolaan informasi dan pelayanan digital desa Tabel 1 RINGKASAN HASIL Aspek Layanan Surat Informasi Publik Partisipasi Warga Penggunaan Teknologi Dokumentasi Desa Sebelum Kegiatan Manual, harus ke kantor Terbatas, manual/tempel papan Terbatas saat musyawarah Minim/no digital tools Arsip manual Setelah Kegiatan Online via aplikasi Real-time via web dan app Melalui polling di aplikasi Aplikasi Android dan Website Digital, dapat diakses umum KESIMPULAN Penerapan aplikasi Desaku Maju dan website telah membawa perubahan penting bagi Desa Rajabasa Lama II. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, pelayanan publik menjadi lebih mudah dan efisien karena masyarakat bisa mengurus administrasi tanpa harus datang ke kantor desa. Selain itu, informasi mengenai potensi desa seperti pertanian. UMKM, dan pariwisata kini dapat diakses oleh masyarakat luas, sehingga membuka peluang kerja sama dan investasi. Website dan aplikasi ini juga meningkatkan transparansi karena informasi kegiatan desa dan dokumen penting bisa dilihat secara langsung oleh masyarakat. Perangkat desa pun mendapat manfaat berupa peningkatan keterampilan dalam mengelola sistem digital secara mandiri. Dengan adanya teknologi ini, desa menjadi lebih maju, partisipatif, dan terbuka. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan teknologi menjadi langkah penting untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan mandiri. DAFTAR PUSTAKA